Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung]

Diposkan oleh eysa cerita silat chin yung khu lung on Rabu, 28 September 2011

Gak In Ling merasa amat terkejut, tapi dengan cepat
sambil tertawa lantang sahutnya. "Hmm Siasat yang kau
gunakan memang luar biasa sekali "
"Siasat apa ?"
"Siasat benteng kosong" jawab Gak In Ling sambil tertawa
dingin.
Mendengar perkataan itu Nabi racun Kongsun To angkat
kepala dan tertawa tergelak.
"Haa..... haa.... bocah cilik, kalau engkau tak percaya
silahkan mengerahkan tenaga dan mencobanya sendiri.
Selama hidup belum pernah ku lakukan pekerjaan yang tidak
meyakinkan keberhasilannya, apalagi urusan ini penting
sekali."
Dalam hati kecilnya Gak In Ling memang merasa curiga,
karena sewaktu menjebolkan dinding tembok tadi ia sama
sekali tidak mencium bau yang terasa aneh olehnya,
mendengar perkataan itu ia segera menurut dan diam-diam
mengerahkan tenaga dalamnya.
Tiba-tiba air mukanya berubah hebat, napsu membunuh
menyelimuti wajahnya yang tampan, selangkah demi
selangkah ia maju ke depan, serunya.
"Kongsun To, engkau tak pernah menyangka dengan
tindakanmu ini, bukan?"
Airmuka Nabi racun Kongsun To masih tetap tenang seperti
sedia kala, sambil tertawa seram ia menjawab.
"Bukankah sudah kukatakan, selamanya aku tak pernah
melakukan tindakan yang tidak meyakinkan diriku,
tindakanmu itupun sudah berada dalam dugaanku." Gak In
Ling merasakan hatinya makin tercekat sesudah mendengar
perkataan itu.
178
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Setelah engkau mati, aku bisa menggeledah isi sakumu
sendiri.. .. Hm Bukankah racun ini bisa kupunahkan kembali ?"
"Ha haa.... kalau engkau menginginkan tak usah digeledah
lagi, aku akan mempersilahkan engkau untuk memilihnya
sendiri."
Sambil berkata dari balikjubahnya yang robek mencomot
sana merogo kemari, dalam waktu singkat sudah ada dua
puluh botol lebih obat yang beraneka macam dipaparkan
dihadapan pemuda itu, katanya.
"Diantara lima belas buah botol ini ada tiga belas botol
berisi obat racun yang amat keji, sebuah botol berisi racun
berdaya kerja lambat dan hanya satu botol saja yang berisi
obat pemunah, jikalau engkau punya keberanian untuk
mengadu nasib, aku bersedia menyerah kalah dengan begini
saja."
Mimpipun Gak In Ling tak pernah menyangka kalau Nabi
racun Kongsun To bakal menggunakan tindakan semacam itu
untuk menghadapi dirinya, tanpa terasa ia berdiri tertegun-
"Engkau tak usah putar otak lebih jauh." kata Kougsun To
lagi sambil tertawa, "kalau di kolong langit masih ada orang
yang mampu mengenali jenis racun yang kupergunakan, apa
guna nya aku pergunakan julukan sebagai Nabi racun?"
Satu ingatan tiba-tiba berkelebat dalam benak Gak In Ling,
baru saja dia akan buka suara Kongsun To sudah berkata lagi.
"Sedikitpun tidak salah, engkau dapat menggunakan
binatang untuk mencoba obatku ini, tapi dalam satu tiga
perempat jam dari mana engkau mampu untuk
mengumpulkan lima belas macam binatang ?"
Tindak-tanduk orang ini memang licik dan berbahaya
sekali, bahkan semua yang sedang dipikir oleh orang lain telah
berhasil ditebak semua olehnya.
179
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dalam keadaan begini boleh dibilang Gak In Ling sudah
kehabisan akal, ia segera tertawa dingin-
"Hmm Engkau cukup keji dan hebat." serunya.
"Hee..... hee.. hee sekarang engkau bersedia
membebaskan diriku, bukan ?"
Gak In Ling ingin cepat-cepat temukan Buddha Antik,
sambil menggeleng dia bertanya. "Dimanakah dua orang
lainnya ?"
"Apakah engkau juga akan melepaskan mereka berdua ?"
tanya Kongsun To dengan nada tertegun-
Sebelum Gak In Ling sampat menjawab.
Leng In poocu yang berada didalam sudah berseru dengan
suara lantang. "Ada apa ? Apakah engkau Kongsun To merasa
tidak puas ?"
"Sedikitpun tidak salah." sahut Kongsun To dengan mata
melotot, "aku memang merasa tidak puas, sebab selembar
nyawaku harus kutukar dengan tiga macam syarat." Leng In
poocu tertawa dingin.
"Hee....... hee....engkau anggap aku Leng ciau adalah
seorang manusia yang suka mencari keuntungan dari orang
lain ? Engkau bisa mengabulkan tiga macam syaratnya,
apakah aku tak bisa penuhi juga tiga buah syaratnya ? Hmm,
apa yang hendak. kau katakan lagi?"
"Haa...... haa anggaplah aku memang berpandangan
sempit." seru Kongsun To kemudian tertawa terbahak-bahak.
Gak In Ling yang selama ini membungkam segera berseru
sambil tertawa dingin.
"Tiada halangannya bagiku untuk melepaskan engkau lebih
dahulu, tapi kita harus bicarakan dulu pertukaran syaratnya."
"Nah, katakanlah"
180
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gak Ia Ling berpikir sebentar, lalu berkata "Pertama, mulai
hari ini engkau tak boleh membunuh orang lagi didaratan
Tionggoan."
"Tidak boleh membunuh semua orang pria atau tak boleh
membunuh kaum wanita ?"
"Tentu saja baik lelaki maupun perempuan tak boleh
dibunuh "
"Wah kalau begitu aku merasa keberatan," seru Nabi racun
Kongsun To sambil geleng kepalanya berulang kali. "bagiku
permintaan itu termasuk dua macam syarat."
"Engkau ingin mengingkari janji ?" tegur Gak In Ling
dengan alis berkerut.
Kongsun To tenang sekali, jawabnya. "Manusia tokh dibagi
antara laki dan perempuan, sedang laki dan perempuan
merupakan jenis yang berbeda, tentu saja harus dianggap
sebagai dua syarat."
Nafsu membunuh memancar keluar dari balik mata Gak In
Ling, rupanya dia akan turun tangan untuk membunuh kakek
tua itu
Menyaksikan tingkah laku dari lawannya, Nabi racun
Kongsun To tetap tenang-tenang saja sengaja ia berkata
sambil tertawa hambar.
"Sekalipun aku dibunuh, pada akhirnya kalianpun tak akan
lolos dari kematian."
"Engkau anggap aku takut menghadapi kematian ?" seru
Gak In Ling sambil tertawa dingin-
"Haa haa aku tahu kalau engkau tak takut mati." jawab
Kongsun To sambil tertawa seram, "bahkan dua orang gadis
itupun tidak takut mati, tapi, pernahkah engkau
membayangkan dengan kematiannya berdua maka dunia
persilatan akan jadi kalut dan kacau tidak karuan?"
181
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
orang ini benar benar licik sekali, rupanya dia hendak
menggunakan pembicaraan yang telah didengarnya tadi
sebagai senjata untuk memaksa lawannya tunduk.
Sedikitpun tidak salah, napsu membunuh yang menyelimuti
wajah Gak In Ling perlahan-lahan lenyap tak berbekas, ia
menghela napas di dalam hati dan mengangguk. "Baiklah,
anggap saja sebagai dua syarat "
"Haa haa..... rupanya engkau bijaksana sekali hebat,
hebat... ." seru Kongsun To sambil tertawa hambar.
Gak In Ling mendengus dingin-"Hmm, mana obat
pemunahnya ?"
"Engkau toh belum lepaskan diriku, kenapa aku mesti
serahkan dulu obat pemunah itu kepadamu ?"
"Ingin kuperiksa dulu obat pemunah itu cukup atau tidak ?"
"Untuk bagian satu orang, aku rasa jauh lebih dari cukup "
"Untuk tiga orang " seru Gak In Ling sambil tertawa dingin-
"Wah, keberatan. Permintaaan sudah melebihi tiga syarat
yang kita janjikan-"
napsu membunuh yang menyelimuti wajah Gak ln Ling
muncul kembali dibalik sorot mata nya, dengan nada yang
seram ia berseru. "Manusia she Kongsun, rupanya engkau cari
mati"
Sepasang telapak segera diulangkan didepan dada, dan
rupanya serangan yang maha dahsyat segera akan
dilancarkan-
Sebagai manusia yang licik dan banyak akal setelah
meninjau sejenak situasi yang dihadapinya pada saat itu, Nabi
racun Kongsun To menyadari apabila ia tidak menolong kedua
orang gadis itu, maka pemuda itu akan mengadu jiwa. Buru-
buru serunya dengan nada gelisah.
182
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Baik, baiklah.... biar kutolong kalian bertiga, anggap saja
untuk kali ini aku telah berbuat murah hati."
Gak In Ling tertawa dingin, perlahan-lahan ia turunkan
kembali sepasang telapaknya dan berkata.
"Aku ingin memeriksa lebih dahulu obat pemunahnya itu "
"Engkau tidak percaya dengan diriku ?" seru sikakek
dengan sorot mata berkilat.
"Tentu saja tidak percaya "
Mendengar perkataan itu Nabi racun Kong sun To naik
pitam, ia mendengus dan berkata.
"Kalau tidak percaya lebih baik mati, sekalipun aku harus
mati didalam gua ini juga tidak akan kuberikan obat pemunah
tersebut padamu." habis berkata ia segera pejamkan mata
rapat-rapat
Melihat kakek itu sudah unjukkan keras kepalanya, dia tahu
kalau tidak mengalah maka suasana tak akan beres, maka
diapun berkata. "Baiklah, aku orang she Gak bersedia
mempercayai dirimu." Sambil berkata ia segera berjalan
menghampiri Nabi racun Kongsun To itu.
Ketika mengetahui bahwa Gak In Ling bersedia
mempercayai dirinya, dari balik mata Kong sua To segera
memancar wajah kegirangan, sinar kegirangan tersebut
muncul dari hati sanubarinya dan sudah puluhan tahun
lamanya tak pernah muncul, cuma sayang tidak lama
kemudian cahaya tersebut telah sirap kembali. Kakek tua itu
segera memegang rantai yang membelenggu tubuh nya dan
berkata.
"Rantai besi ini diikatkan pada dinding bata, dibalik dinding
tersembunyi alat rahasia yang amat lihay, oleh sebab itulah
meskipun sudah banyak tahun aku dikurung di tempat ini tapi
selamanya tak berani menarik. Mari, mari siap kau tarik ujung
183
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
yang sana dan aku akan menarik dari ujung sebelah sini,
dengan begitu rantai ini akan patah.
Gak In Ling menurut dan segera memegang ujung rantai
tersebut, serunya. "Ayo tarik "
"cukupkah tenaga dalammu ?" Gak In Ling tertawa dingin.
"cukup atau tidak. setelah engkau terlepas dari kurungan
boleh dicoba sendiri" Kongsun To agak tertegun, tiba-tiba ia
tertawa dan menjawab.
"Haa..... haa benar, ucapanmu memang benar. Sekalipun
tidak engkau ucapkan, aku pun tak akan lepaskan dirimu
dengan begitu saja."
Tidak menunggu Gak In Ling buka suara lagi, ia segera
membentak keras.
"Tariiik " sambil menggentak rantai baja itu segera dibetot
kebelakang dan
"Blaaaam"
Rantai baja sebesar ibujari itu tertarik patah jadi dua
bagian- Gak In Ling maupun Nabi racun Kongsun To sama-
sama mundur selangkah ke belakang, pikir pemuda itu dalam
hati dengan perasaan tercekat.
"Luar biasa sekali tenaga dalam yang dimiliki orang ini."
Rasa terkejut yang dialami Kongsun To be berapa kali lipat
lebih hebat daripada Gak In Ling, diatas wajahnya sama sekali
tidak terlintas rasa gembira atau senang karena lolos dari
kurungan, sebaliknya pikiran dan perasaannya terasa
bertambah hebat. Lama... lama sekali, kakek itu baru menatap
wajah Gak In Ling sambil berkata.
"Tenaga dalam yang engkau miliki sepuluh kali lipat lebih
dahsyat daripada apa yang kuduga semula, engkau memang
luar biasa sekali"
184
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hmm, aku merasa bangga sekali mendengar pujianmu
itu." jawab Gak In Ling sambil tertawa dingin.
Habis berkata ia segera berjalan maju beberapa langkah
kedalam, tidak berapa jauh ia temukan sebuah ruang batu lagi
yang luasnya sepuluh tombak persegi, disana nampak dua
orang kakek tua dalam keadaan mengenaskan dirantai pula
diatas dinding batu.
Memandang bayangan punggung Gak In Ling yang lenyap
dibalik ruangan, tiba tiba Kongsun To membentak nyaring.
"Gak In Ling, benarkah engkau hendak menyelamatkan
mereka ?"
Gak In Ling segera berhenti dan putar badan, dengan
wajah berubah memberat ia tertawa dingin.
"Apakah engkau hendak menghalangi diriku" jengeknya.
"Sedikitpun tidak salah, aku memang bermaksud begitu."
jawab Kongsun To sambil tertawa dingin pula.
Leng In poocu yang menyaksikan kejadian itu jadi amat
gelisah, ia segera berseru.
"Waah, kalau engkau berhasil bereskan dia badanmu tentu
akan bertambah gemuk karena tak usah menepati janji lagi."
"Leng-heng," ujar Kong sun To sambil tertawa dingin,
"sebelum engkau berhasil meloloskan diri, lebih baik
kurangilah penggunaan akal licik dihadapanku "
Melihat Kongsun To tak mau masuk perangkap. Leng In
poocu sadar bahwa satu pertarungan sengit tak dapat
dihindari lagi, dalam hati segera pikirnya.
"Meskipun Gak In Ling belum tentu mampu menangkan
Kongsun To, tetapi harapan bagiku untuk lolos masih tetap
ada." Maka sambil tertawa dingin serunya.
185
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Asal engkau pergunakan obat-obat racun yang pernah
mengangkat namamu dalam dunia persilatan, bukankah
pertarungan sengit dapat kau hindari dengan begitu saja ?"
"Hee... . hee.... Leng-heng, apakah engkau tidak menilai
orang lain terlalu tinggi ? Terhadap dirimupun aku tidak
gunakan racun, apalagi untuk menghadapi dirinya ?" Bicara
sampai disini ia berpaling dan ujarnya kembali kepada Gak In
Ling.
"Bocah, engkau boleh berlega hati Paling banter aku cuma
melukai dirimu dan tidak sampai mencabut selembar jiwamu,
karena aku masih menepati janjiku " Gak In Ling tertawa
dingin
"orang tua, kau boleh legakan hatimu. Sebelum engkau
punahkan racun yang mengeram dalam tubuh kedua orang
gadis itu, akupun takkan mencabut jiwamu "
Bicara sampai disini dia melirik sekejap ke arah Kongsun To
dengan sikap yang congkak dan tinggi hati.
Leng In poocu yang berada disamping kalangan diam-diam
merasa terperanjat, pikirnya. "Tekebur amat bocah ini."
Kongsun To sebagai Nabi racun yang sangat dihormati
orang tentu saja tak kuat menahan penghinaan yang terasa
tajam baginya itu, api kegusaran membakar dadanya
membuat napsu membunuh tak bisa dikendalikan lagi, dengan
mata berkilat hardiknya.
"Kurang ajar, rupanya engkau benar-benar ingin modar ?"
Gak In Ling ingin buru-buru membuat perhitungan dengan
Buddha Antik, ia tak ingin banyak membuang waktu lagi,
sambil ayun sepasang telapaknya kedepan bentaknya.
"Sambutlah seranganku ini"
Dengan jurus "Gan-liok-peng-sah" atau Belibis hinggap di
pasir datar, laksana kilat ia menotok dada Kongsun To dengan
kecepatan yang sukar dilukiskan dengan kata-kata.
186
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Pada saat Gak In Ling membetot putus rantai besi tadi,
Kengsun To sudah mengetahui bahwa tenaga dalam yang
dimiliki pemuda itu luar biasa sekali, oleh sebab itulah
meskipun dalam pembicaraan ia berlagak seolah-olah sama
sekali tak memandang sebelah matapun terhadap pemuda she
Gak. tapi dalam kenyataannya ia sudah mempunyai perasaan
was- was yang tinggi terhadap diri musuhnya itu.
Maka ketika dilihatnya Gak In Ling melancarkan serangan,
ia tak berani bertindak gegabah buru-buru dengan gunakan
jurus Jian-liong-ki-hong" atas menunggang naga naik burung
hong ia loncat mundur sejauh tiga depa dari tempat semula,
tidak menunggu Gak In Ling berganti jurus, dengan
menggunakan gerakan "Liong-hui-hong wu" atau naga
terbang burung hong menari dia balik menghantam iga kiri
pemuda itu.
---ooo0dw0ooo---
Jilid 6
MENGHINDARKAN diri, balas menyerang semua
dilakukan pada saat yang bersamaan dan menggunakan
kecepatan yang luar biasa sekali, bukan saja angin pukulan
terasa menderu- deru bahkan amat menyilaukan mata, hal ini
membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki orang ini
sama sekali tidak berada dibawah Gak In Ling.
Si anak muda itu sendiri juga tak menyangka kalau tenaga
dalam serta gerakan jurus yang dimiliki orang itu telah
mencapai puncak kesempurnaan, karena bertindak gegabah
dengan cepat ia terjerumus dalam posisi yang terdesak hebat.
Setelah berhasil merebut kedudukan diatas angin,
semangat tempur Kongsun To berlipat ganda, jurus demi jurus
dilancarkan tiada hentinya membuat orang lain tak mampu
melancarkan serangan balasan-
187
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Diatas kening Leng In poocu mulai dibasahi eleh keringat
dingin, ia bukan menguatirkan keselamatan dari Gak In Ling,
sebaliknya menguatirkan kekalahan sianak muda ini bisa
mengakibatkan dirinya akan terkurung untuk selamanya
ditempat itu atau bahkan menemui ajalnya ditangan Kongsun
To.
Dalam waktu singkat, kedua orang itu sudah bertempur
sebanyak puluhan jurus, dengan dilangsungkannya
pertarungan ini maka peredaran darah dalam tubuh pemuda
itu beredar semakin kencang, itu berarti kadar racun yang
mengeram dalam tubuhnya ikut menyebar semakin cepat,
ketika secara tiba-tiba pemuda itu merasakan perubahan
didalam tubuhnya, ia merasa amat terperanjat, pikirnya.
"Kalau pertarungan ini dilangsungkan lebih jauh, mungkin
aku benar- benar akan menderita kekalahan-"
Berpikir sampai disitu, ia segera membentak keras.
"Tunggu sebentar "
Sambil berseru dia loncat keluar dari gelanggang.
Kongsun To mengira Gak In Ling sudah menyadari bahwa
dia bukan tandingannya dan minta berhenti, sebagai orang
yang berakal licik dan pada dasarnya memang tiada
bermaksud menghabisi nyawa Gak In Ling, dengan cepat ia
tarik kembali serangannya dan loncat mundur sejauh tiga
depa dari tempat semula, serunya dengan wajah mengejek.
"Engkau jeri ?" Gak In Ling tertawa dingin-
"Karena aku merasa tak mampu membinasakan dirimu,
maka aku suruh engkau berhenti bertempur "
Kong sun To berdiri tertegun setelah mendengar perkataan
itu, ujarnya dengan bimbang.
"Perkataanmu itu kau ucapkan untuk siapa?" Jelas ia
merasa tak mengerti dengan ucapan lawannya, sebab ditinjau
188
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dari situasi pertarungan yang dihadapinya, Gak In Ling
terdesak dibawah angin-
"Tentu saja kuucapkan bagimu " sahut sang pemuda.
"Haahaa sekarang aku sudah paham, engkau tentu merasa
takut menderita kekalahan ditanganku sehingga malu bertemu
dengan orang- lain ?"
"Hmm, pikiran seperti itu masih terlalu pagi untuk
diungkapkan-" sambil berkata sianak muda itu segera ayunkan
telapak tangannya yang berwarna merah dan berseru sambil
tertawa dingin. "coba engkau lihatlah ini"
Kongsun To menengadah ke atas, setelah mengetahui apa
yang terlihat dengan ketakutan ia mundur selangkah ke
belakang, airmukanya berubah hebat, lama sekali baru pulih
kembali dalam ketenangan-
"Gak In Ling" katanya kemudian dengan suara
menyeramkan- "Bila kita sampai berjumpa lagi dikemudian
hari, mungkin akan kugunakan segenap kemampuan yang
kumiliki untuk merebut kemenangan dari tanganmu "
"Hmm " Gak In Ling mendengus dingin. "Bila kita berjumpa
lagi dikemudian hari, mungkin engkau tak akan punya waktu
untuk menggunakan benda-benda racunmu itu." habis berkata
ia segera berjalan menghampiri Leng In poocu, sementara
Kongsun To sendiri tercekam dalam kebimbangan dan
kebingungan-
Dua kali dentingan nyaring menggema diang kasadan dua
batang rantai bajapun putus jadi dua bagian, Leng In poocu
serta seorang kakek berjubah padri berambut panjang dan
bermuka penuh tato segera bebas dari belenggu, diantara
ketiga orang itu hanya kakek bercodet saja yang belum
menyanggupi untuk menerima syarat apapun dari Gak in Ling.
Rambut yang panjang hampir menutupi wajah mereka,
kecuali perbedaan pakaian yang dikenakan, hampir boleh
189
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dibilang tiada perbedaan lain yang terdapat diantara orang-
orang itu.
Dengan pandangan yang tajam Leng In poocu menatap
tajam wajah Gak In Liig kemudian berkata.
"Gak-heng, sekarang engkau boleh ajukan syarat yang kau
kehendaki."
Gak In Ling memandang sekejap kearahnya dengan
pandangan hambar, lalu menggeleng. "Aku tidak mempunyai
permintaan apa-apa terhadap dirimu "
sahutnya dengan tenang. "Apakah engkau tidak merasa
terlalu rugi?"
Sekali lagi Gak In Ling menggeleng setelah menyapu
sekejap sekeliling ruangan itu. "Aku sama sekali tidak
mempunyai jalan pikiran seperti itu." setelah berhenti
sebentar, tiba-tiba tegurnya dengan suara dingin. "Buddha
Antik berada dimana ?"
"Akulah Buddha Antik "jawab kakek berjubah padri dan
wajah penuh codet itu sambil maju selangkah kedepan.
Mendengar jawaban itu Gak In Ling melengak, ditinjau dari
sudut manapun juga ia tidak berhasil menemukan suatu
persamaan apapun antara Buddha Antik yang berada
dihadapannya saat ini dengan Budha Antik yang pernah
dijumpainya belum lama berselang. Ia jadi sangsi dan
tanyanya dengan ragu. ^
"Sebenarnya dalam dunia persilatan semua terdapat berapa
orang Buddha Antik ?"
"Buddha Antik hanya aku seorang "jawab padri bermuka
codet sambil menghela napas.
"Tidak. aku pernah berjumpa dengan Buddha Antik kedua,"
sahut Gak In Ling sambil gelengkan kepalanya, "bersediakah
taysu memperlihatkan telapak tanganmu kepada aku ?"
190
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tiba-tiba satu ingatan berkelebat dalam benakpadri
bercodot itu, pikirnya didalam hati.
"oraag yang dia temui mungkinkah dirinya." Ingatan
tersebut hanya sebentar saja berkelebat dalam benaknya, ia
segera maju kedepan dan secara sukarela memperlihatkan
lengan kanannya kepada sia nak muda itu.
"Mungkin siau-sicu pernah menyaksikan raut wajahku pada
masa yang lampau..." tanyanya dengan suara berat.
Gak In Ling menyapu sekejap lengan kanan Buddha Antik,
kemudian dengan hati kecewa menggeleng
"Terima kasih taysu." katanya.
Buddha Antik tarik kembali lengan kanannya dan berkata
lagi dengan suara berat.
"Raut wajahku sudah hampir lima belas tahun lamanya
dirusak orang, mungkin selama lima belas tahun belakangan
ini raut wajahku yang lampau telah melakukan banyak
kejahatan dan perbuatan terkutuk... aaaaiii..."
Gak In Ling tidak menggubris padri bermuka codet lagi,
dengan hati. kecewa ia berjalan kehadapan Kongsun To dan
berkata. "Berikan obat pemunah bagianku itu "
Dengan gerakan yang cepat dan cekatan Nabi racun
Kongsun To mengambil keluar sebutir pil berwarna hitam
diantara botol-botol obatnya, siapapun tak sempat dari botol
manakah dia mengambil obat tersebut, dari sini dapat dinilai
betapa licik dan berhati- hatinya orang ini.
Tanpa ragu-ragu ataupun berpikir panjang Gak In Ling
menelan obat itu kedalam perut.
Melihat sikap sang pemuda yang begitu gegabah, Kongsun
To dengan wajah tercengang segera menegur.
"Apakah engkau tak takut aku main gila dengan dirimu ?"
191
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"sekalipun aku takut juga tak ada gunanya."
"Haa..... haa...., perkataanmu memang benar, dan engkau
memang pemuda yang amat cerdik." seru Kongsun To sambil
tertawa.
Pada saat itulah tiba tiba dari sisi kanan berkumandang
datang suara langkah manusia yang lirih, baru saja Gak In
Ling hendak berpaling, tiba-tiba Kongsun To berteriak keras.
"Roboh kalian semua, bangsat"
Tidak terlihat bagaimanakah ia menggerakkan tubuhnya,
dari balik ruangan berkumandang dua kali dengusan berat.
Menanti Gak In Ling putar badan, maka terlihatlah dalam
ruangan itu sudah bertambah dengan dua sosok mayat,
disisinya tampak nasi dan sayur berserakan diatas tanah,
rupanya kedua orang itu adalah petugas pengantar makanan
dari lembah itu. Leng In poocu tertawa dingin.
"Kongsun-heng, cepat amat gerakan tubuhmu." ejeknya.
"IHee hee... terima kasih, terima kasih, sayang aku telah
menumpahkan santapan enak kalian berdua." seru Kongsun
To pula sambil tertawa dingin.
Gak In Ling segan mendengarkan cekcok dan ribut diantara
manusia-manusia aneh itu, setelah menyapu sekejap kearah
dua sosok mayat yang terkapar dilantai tanah, satu ingatan
berkelebat dalam benaknya, kepada Nabi racun itu segera
serunya. "Bagaimana dengan syarat-syarat yang lain-"
"Hm jangan terburu napsu, aku tokh belum lolos dari
kurungan," sambung kakek licik itu dengan cepat.
"Hm Engkau jangan lupa, bahwa pada saat ini engkau
masih berada didaratan Tionggoan." setelah berhenti sejenak.
dengan nada memerintah serunya kembali.
"Sekarang engkau harus memunahkan lebih dahulu racun
yang mengeram dalam tubuh kedua orang gadis itu."
192
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Gak-heng" seru Leng In poocu sambil tertawa. "aku lihat
engkau sangat menguatirkan sekali keselamatan mereka,
hubungan persahabatan semacam ini sungguh jarang kutemui
dikolong langit."
Walaupun Gak In Ling dapat menangkap maksud dari
ucapan Leng In poocu namun ia tidak membantah ataupun
mengakui, hanya ujarnya sambil tertawa hambar.
"Setiap umat persilatan di kolong langit wajib menguatirkan
keselamatan mereka, demikian pula dengan diriku."
Dari salah seorang korbannya yang terkapar mati diatas
tanah, Kongsun To melepaskan jubah panjang yang dikenakan
dan segera dipakai di badan, setelah itu ujarnya.
"Baiklah, mari sekarang juga kita berlalu dari sini " tanpa
menanti yang lain lagi ia berjalan lebih dahulu menuju keluar.
Leng In poocu segera menyusul dibelakangnya, sedangkan
Buddha Antik berada dipaling belakang.
Setelah berjalan beberapa langkah dan tidak melihat Gak In
Ling mengikuti di belakang mereka, Buddha Antik segera
menghentikan langkahnya dan berpaling.
"Sicu, engkau tidak ikut keluar ?" tegurnya
"Tidak- aku ingin berhenti sebentar lagi di sini." sahut sang
pemuda setelah melirik sekejap kearah gua bagian dalam.
Buddha Antik gelengkan kepalanya dan menarik napas
panjang.
"Lembah Toan-hun-kok adalah sarang naga gua harimau,
dengan tenaga gabungan Kongsun To, Leng In poocu serta
aku, akhirnya kami masih tertawan juga oleh mereka, apalagi
sicu hanya seorang diri. Siau-sicu, aku harap engkau suka
bertindak hati-hati dan jangan menempuh bahaya dengan
percuma."
193
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan penuh rasa terima kasih Gak In Ling tertawa
jawabnya.
"Terima kasih atas perhatian dari taysu, harap taysu suka
menasehati kedua orang nona itu cepat-cepat tinggalkan
tempat ini, ingatkan mereka bahwa kepentingan umat
persilatan jauh lebih penting dari urusan ditempat ini "
"Kalau engkau tidak pergi, masa mereka bersedia pergi dari
sini?"
Gak In Ling tartawa tawa "Mungkin mereka berharap. agar
aku bisa cepat-cepat mati."
"Aaaah Masa begitu ?" Gak In Ling tidak mengomentari
ucapan itu lagi, ia putar badan dan menambahkan-
"Setelah bertemu dengan mereka, taysu akam mengerti
dengan sendirinya, sekarang pikiranku sedang kalut dan kacau
tak karuan, harap taysu segera tinggalkan tempat ini"
Buddha Antik mengiakan dengan nada berat, ia dapat ikut
merasakan bahwa pemuda pemurung ini seolah-olah
mempunyai rahasia hati yang tak dapat diberitahukan kepada
orang lain akhirnya ia hanya bisa berpesan dengan nada
berat.
"Siau-sicu, sebelum melakukan sesuatu tindakan terlebih
dahulu pikirlah tiga kali." kemudian tanpa banyak bicara lagi
diapun keluar dari ruangan itu.
Baru saja Buddha Antik menarik napas kebebasan, tiba-tiba
bayangan manusia berkelebat di hadapan matanya dan
serentetan suara yang merdu telah menyusup masuk kedalam
telinganya. "Dimanakah Gak In Ling ?"
Suaranya begitu cemas, gelisah dan tidak tenang, dia
bukan lain adalah Thian-hong pangcu.
Melihat dara cantik yang berada di hadapannya, Buddha
Antik segera membathin dalam hatinya.
194
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"omitohud Gadis ini benar-benar mempunyai kecantikan
yang luar biasa sekali "
Ia segera balik bertanya. "Kalian sudah menelan obat
pemunah?"
thian- hong pangcu mengangguk. "Sudah, dimana Gak In
Ling ?" tanyanya gelisah.
"Masih berada dalam ruangan "
"Kenapa tidak keluar ? Apa yang sedang dilakukan didalam
sana ?" tanya perempuan
berkerudung merah dengan cepat.
Melihat sikap serta tingkah laku dua orang gadis itu,
Buddha Antik kembali berpikir didalam hati.
"Jika kutinjau dari sikap mereka yang gelisah dan tidak
tenang, sedikitpun tidak nampak kalau mereka mengharapkan
pemuda itu cepat mati, tapi apa sebabnya pemuda itu berkata
demikian?" berpikir sampai disitu segera ujarnya.
"Tempat ini tidak dapat didiami terlalu lama dia suruh aku
menyampaikan kepada kalian berdua, katanya demi masa
depan dan kesejahteraan umat persilatan lebih baik kalian
berdua segera tinggalkan tempat ini"
Ucapan tersebut dengan cepat menimbulkan firasat jelek
dalam hati kedua orang gadis itu, dengan perasaan tidak
senang thian- hong pangcu segera bertanya.
"Tapi ia tidak akan menerjang masuk kelambung lembah
Toan-hun-kok seorang diri, bukan?"
"Aaaiii semoga saja ia dapat merubah rencananya semula."
sahut Buddha Antik sambil menghela napas panjang.
Mendengar jawaban tersebut, kedua orang gadis tersebut
berseru tertahan, tiba-tiba Thian-hong pangcu berseru sambil
menahan isak tangis.
195
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"oh, Gak In Ling, Gak In Ling kau... kau tidak seharusnya
pergi menempuh bahaya, kami.... belum pernah kami
membenci dirimu...." sambil berseru ia segera menerjang
masuk kedalam ruangan, diikuti gadis berkerudung merah itu
pun menyusul dari belakangnya.
Jeritan yang melengking dan menyayatkan hati itu segera
menyayatkan hati Buddha Antik. Nabi racun Kongsun To serta
Leng In poocu, dengan cepat mereka memburu kembali
kedalam ruangan-
Ketika ketiga orang itu masuk kembali kedalam ruang batu
yang mengurung mereka selama hampir lima belas tahun
lamanya itu, yang ditemui hanyalah dua orang gadis yang
berdiri menjublek dalam ruangan, mata mereka terbelalak dan
sukma serasa telah melayang tinggalkan raganya.
Kedua orang itu bukan lain adalah gadis berkerudung
merah serta Thian-hong pangcu, dari sikap mereka jelas
terlihat bahwa kedua orang itu merasa sedih sekali.
Dengan pandangan yang tajam Leng Inpoo cu menyapu
sekejap sekeliling tempat itu, ketika sorot matanya
membentur pada pintu batu disebelah dalam ia segera
berseru.
"Gak In Ling seorang diri telah menerobos masuk lembah
Toan-hun-kok dan kini sudah berada dilambung bukit, tak ada
gunanya kita berdiam terlalu lama ditempat ini "
"Benar "jawab Kongsun To sambil mendengus. "Terlalu
lama berada disini, kemungkinan besar kita akan terkurung
selama lima belas tahun lagi di dalam gua yang gelap ini."
Selamanya dia tidak akur dengan Leng In poocu, maka
dalam pembicaraannya kata-katanya selalu mengandung nada
sindiran yang tajam.
196
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Leng In poocu bukan manusia sembarangan tentu saja ia
tak sudi menerima kata-kata tersebut dengan begitu saja,
serunya.
"Kong-heng, apakah engkau tidak merasa bahwa
nyalimupun kecil sekali Tetapi tiap orang mempunyai
pandangan yaag berbeda, aku tak berani menahan dirimu
terlalu lama, jika Kongsun- heng ingin berlalu dari sini, nah
silahkan"
Nabi racun Kongsun To jadi naik pitam, sorot matanya
berubah jadi merah berapi, katanya kembali dengan dingin.
"Leng heng, engkau jangan melulu menuduh orang lain
saja yang bernyali kecil, kalau mulut sudah terlanjur busuk.
macam dirimu itulah keadaannya."
Buddha Antik yang berada disamping lapangan segera
menyadari bahwa percekcokan itu bila dilanjutkan maka suatu
pertarungan sengit tidak bisa dihindarkan lagi, mengingat diri
mereka masih berada dalam sarang naga gua harimau, bila
pertarungan benar-benar telah terjadi, itu berarti sama halnya
dengan menggali liang kabur buat diri sendiri. oleh sebab itu
buru-buru ia menasehati.
"Kalaupun kalian berdua mempunyai pendapat yang saling
berbeda, aku percaya bahwa pendapat itu tak akan lebih
memalukan daripada peristiwa terkurungnya kita ditempat ini
sejak lima belas tahun berselang, entah bagaimanakah
pendapat kalian atas ucapanku itu ?"
Baik Kongsun To maupun Leng In poocu sama-sama
merasakan hatinya terperanjat setelah mendengar perkataan
itu, mereka saling bertukar pandangan sekejap lalu menjawab.
"Perkataan taysu tepat sekali "
Buddha Antik tersenyum, sambil berpaling kearah Thian-
hong pangcu ujarnya dengan suara berat.
197
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Pangcu, menurut pendapatku lebih baik kita tinggalkan
saja tempat ini "
"Dari jalan yang manakah Gak In Ling masuk kedalam
lambung lembah Toan-hun-kok ?" bukannya menjawab Thian-
hong pangcu malah balik bertanya, suaranya penuh kepedihan
dan entah sedari kapan airmata telah membasahi pipinya.
Satu ingatan berkelebat dalam benak Budha Antik, dengan
wajah serius segera ujarnya.
"Gak sicu berulang kali menyatakan kepadaku, bahwa
pangcu adalah seorang pemimpin umat persilatan didaratan
Tionggoan, ia menganjurkan agar pangcu sagera tinggalkan
tempat ini, perhatian yang dia berikan terhadap diri pangcu
tidak berada dibawah perhatian pangcu atas dirinya, jikalau
pangcu bersikeras untuk memasuki lambung lembah,
bukankah itu berarti bahwa engkau menyia-nykkan maksud
baik Gak sicu ?"
Senyum getir terlintas diatas wajah Thian-hong pangcu,
sambil gelengkan, kepala ia menjawab.
"Ia bukan menguatirkan diriku, bukan menaruh perhatian
kepadaku, tapi umat persilatan yang ada dikolong langit..."
"Hm tak kusangka bocah keparat itu masih mempunyai
parasaan suci seperti itu " pikir Kongsun To didalam hati.
Sebaliknya Leng In poocu berpikir lain-
"Hm, rupanya bocah she Gak itu adalah seorang pendekar
yang berjiwa besar.."
cuma pikiran semacam itu hanya sebentar saja berkelebat
dalam benak mereka untuk kemudian lenyap tak berbekas,
sebab mereka masing-masing mempunyai cara berpikir
sendiri-sendiri.
"Apakah pangcu bersikeras akan memasuki lembah ini ?"
tanya Buddha Antik kembali.
198
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"sedikitpun tidak salah, dimanakah pintunya ?"
"Aku sendiripun tak tahu ia lewat pintu yang mana" jawab
padri bermuka codet itu sambil menggeleng, sambil menuding
kearah dua sosok mayat yang menggeletak diatas tanah, dia
melanjutkan-
"Mungkin sewaktu kedua orang ini masuk kedalam ruangan
tadi, pintu masuknya telah terlihat olehnya."
"Kalau ada pintu, kita pasti akan berhasil untuk
menemukannya." sela perempuan berkerudung merah secara
tiba-tiba. "Silahkan kalian bertiga segera tinggalkan tempat ini
"
Selesai berkata ia segera maju kedepan dan rupanya
sedang mencari letak pintu masuk rahasia itu.
"Li sicu berdua, bagaimanakah pendapat kalian tentang
tenaga dalam yang kumiliki ?" tanya Buddha Antik secara tiba-
tiba.
Thian-hong pangcu tertegun mendengar pertanyaan itu,
setelah sangsi sejenak jawabnya. "Boleh dibilang jago paling
lihay dalam dunia persilatan " Bhuddha Antik mengangguk.
ujarnya kembali.
"Tetapi dengan tenaga gabungan kami bertiga, akhirnya
tokh kami terkurung juga selama lima belas tahun dalam gua
ini. Ilmusilat yang dimiliki majikan tempat ini luar biasa sekali
dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, oleh karena itu
menurut dugaanku seandainya majikan tempat ini tidak
berhasrat membunuh Gak In Ling keadaan mungkin
mendingan, kalau ia bermaksud membinasakan dirinya,
mungkin pada saat ini Gak sicu telah mendingin."
Meskipun tujuan dari ucapan itu hanya menakut-nakuti dua
orang gadis tersebut, namun dalam kenyataan begitulah
adanya.
199
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tapi sayang, bukan saja ucapan itu tidak mendatangkan
hasil apapun, sebaliknya malah makin mempertebal niat kedua
orang gadis itu untuk menemukan Gak In Ling.
"sekalipun dia sudah mati, kami harus menemukan
jenazahnya." ujar Thian-hong pangcu
Selesai berkata ia berjalan menuju kearah yang berlawanan
dari perempuan berkerudung merah itu, dan diatas dinding
batu ia berusaha menemukan pintu rahasia tersebut.
Buddha Antik yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk
menghalangi niat kedua orang gadis tersebut masuk kedaiam
lembah Toan-hun-kokpun mengalami kegagalan totai, setelah
berdiri tertegun beberapa saat lamanya akhirnya ia cuma bisa
menghela napas sambil gelengkan kepalanya berulang kali.
Leng In poocu memandang sekejap kearah dua orang gadis
itu tiba-tiba ia berkata.
"Jikalau kailan mencari dengan cara begitu maka sampai
hari geiappun belum tentu jalan masuk itu berhasil ditemukan,
menurut pendapat ku lebih baik kailan masuk lewat mulut gua
yang pernah kita lalui lima belas tahun yang lampau, sebab
kemungkinan berhasiljauh lebih besar."
Dalam pada itu Thian-hong pangcu berdua memang
sedang putus asa karena tidak berhasil menemukan suatu
tanda yang menunjukkan disana ada pintu rahasia,
mendengar ucapan tersebut mereka segera hentikan
pekerjaannya dan bertanya. "Berapa jauh letaknya dari tempat
ini ?"
"Kita harus melewati bukit ini lebih dahulu, menurut
perhitungan dari kekuatan langkah kita mungkin tidak sampai
setengah jam kita bisa mencapai tempat itu." Buddha Antik
yang ikut mendengar perkataan itujadi tertegun, pikirnya.
"Pada lima belas tahun yang lalu terang-terangan kami
masuk lewat dari tempat ini, masa dibelakang gunung
200
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sanapun ada tempat masuk ?" Sebaliknya Kongsun To sambil
tertawa dingin pikirnya.
"Aku orang she Kongsun tak pernah berpikir bahwa siasat
mengelabui langit menyebrangi sungai ini bisa digunakan
untuk menghadapi dua orang gadis cilik ini, dia memang licik"
Pada waktu itu Thian-hong pangcu berdua sedang bingung
dan pikirannya kalut, mereka tak berpikir lebih jauh, setelah
gagal menemukan jalan masuk maka harapannyapun
digantungkan pada petunjuk dari Leng in poocu.
"Kalau begitu mari kita berangkat" serunya kemudian. Leng
In poocu tertawa.
"Menolong orang bagaikan menolong api, mari kita
berangkat sekarang juga " habis berkata ia berjalan lebih
dahulu tinggalkan ruangan ini disusul dua orang gadis itu dan
paling depan adalah Kengsun To.
Sedangkan Buddha Antik sendiri setelah berpikir sebentar
tiba-tiba ia menyadari akan sesuatu, sambil mengangguk ia
menghela napas panjang.
"Omitohud Mungkin perbuatan itu merupakan tindakan
bajik pertama yang pernah dilakukan Leng sicu selama
hidupnya...." iapun melangkah keluar dari ruangan itu dan
menyusul rekan-rekan lainnya.
0odwo0
Sekarang marilah kita kembali kepada Gak In ling, setelah
Buddha Antik tinggalkan ruangan tersebut, ia segera masuk
kelorong batu.
Gak In Ling adalah seorang pemuda cerdas. la bukannya
tidak tahu kalau lembah Toan-hun kok sarang naga gua
harimau, bila ia masuk kedalam seorang diri maka itu berarti
menghantar kematian bagi diri sendiri.
201
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi Buddha Antik adalah satu-satunya titik terang yang
berhasil ia temukan sejak munculnya dalam dunia persilatan,
lagipula dalam kehidupan yang terbatas, ia tak mau
melepaskan titik terang yang berhasil diperolehnya itu dengan
begitu saja, sebab untuk mencari titik terang ke dua bukanlah
suatu pekerjaan yang gampang.
Maka tanpa berpikir panjang lalu dia mengambil keputusan
untuk memasuki lembah Toan-hun kok yang merupakan
sarang naga gua harimau itu untuk menemukan Buddha Antik,
titik terang yang berhasil ia temukan untuk memecahkan
rahasia yang memusingkan kepalanya itu.
Ketika Gak in Ling baru saja melangkah masuk kedalam
lorong batu itu sejauh empat lima depa, tiba-tiba dari arah
belakang berkumandang suara ledakan yang amat keras
bagaikan ambruknya bukit karang.
Tanpa sadar Gak In Ling menghentikan langkahnya, dalam
waktu singkat itulah sebuah pintu besar yang terbuat dari batu
cadas telah menyumbat jalan mundur pada lorong rahasia itu.
Menyaksikan kesemuanya itu, Gak In Ling tertawa dingin.
"Sekalipun kalian menyumbat semuanya jalan mundurku
juga tak apa, sebab sebelum lembah Toan-hun-kok berhasil
kumusnahkan tak nanti aku orang she Gak tinggalkan tempat
ini.
Dengan wajah yang teguh dan serius, ia me lanjutkan
perjalanannya masuk kedalam gua.
Baru saja pemuda itu maju beberapa langkah kedepan,
tiba-tiba disisi telinganya berkumandang datang suara teguran
seseorang yang terasa amat dikenal olehnya.
"Gak In Ling, sudahkah engkau pertimbangkan akibat serta
resiko yang bakal kau terima ?"
Tertegun hati Gak In Ling mendengar ucapan itu, pikirnya.
202
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Suara orang itu amat kukenal, seakan-akan aku pernah
mendengarnya disuatu tempat tapi siapakah dia ?"
Untuk beberapa lamanya ia tak dapat menduga siapakah
orang itu.
Dengan penuh perhatian Gak In Ling mengamat-amati asal
suara yang muncul secara tiba-tiba itu, ia menemukan dinding
lorong itu licin dan rata sekali, disana sini terdapat lubang-
lubang kecil seperti sarang lebah, jelas suara tersebut berasal
dari pancaran lewat lubang-lubang kecil tersebut.
"Suaramu amat kukenal," seru Gak In Ling kemudian, "aku
ingin tahu engkau sahabatku atau musuhku ?"
"DidaLam dunia yang kejam dan brutal ini siapa yang kuat
akan menindas yang lemah, tiada kawan atau lawan dalam
keadaan seperti ini, lebih baik engkau tak usah berpikir yang
bukan-bukan." jawab orang itu ketus. Gak In Ling kembali
tertawa dingin-
"Hee... hee..... itu tokh menurut pandanganmu, sayang
pendapatku berbeda sekali, bagiku dikolong langit ini kalau
bukan sahabat dia tentulah lawan"
"Haa..... haa...... baiklah, kalau engkau bersikeras dengan
pandanganmu itu, biarlah aku turuti kemauan mu itu,
kemungkinan besar aku adalah musuhmu"
Habis berkata orang itu menghela napas panjang, suaranya
lama sekali mengalun dalam ruangan tersebut.
Dari pembicaraan orang itu, Gak In Ling tahu bahwa
banyak bicara tak ada gunanya, maka sambil tertawa seram
serunya kembali.
"Dimanakah aku bisa bertemu dengan dirimu sehingga kita
bisa langsungkan pertarungan yang menentukan mati hidup
kita berdua ?"
203
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"DidaLam lima li kabut dan awan, aku akan bertemu
dengan dirimu "jawab orang itu hambar. Setelah berhenti
sebentar ujarnya kembali.
"Sewaktu engkau melewati altar pesan terakhir, aku harap
engkau bisa tinggalkan beberapa pesan terakhir ditempat itu,
walaupun belum tentu bisa kulakukan pesan terakhirmu itu,
tetapi di dalam lingkaran yang memungkinkan aku pasti akan
berusaha untuk memenuhi keinginanmu itu" selesai berkata ia
menghela napas lagi dengan suara berat, suara itu kian lama
kian lirih dan akhirnya lenyap dari pendengaran-
Tercekat hati Gak In Ling mendengar perkataan itu, dari
ucapan orang tadi ia tahu bahwa orang tersebut sama sekali
tidak bermaksud menakut-nakuti dirinya, itu berarti
perjalanannya lebih banyak bahaya daripada rejeki.
Dari balik mata Gak In Ling tiba-tiba memancar keluar
cahaya yang menggidikan hati, pikirnya dengan gemas.
"Hmm Sekalipan aku orang she Gak ada pesan terakhir,
juga tak akan kuutarakan sehingga kalian manusia-manusia
laknat mengetahuinya."
Dengan dada yang dibusungkan dan langkah yang tegap. ia
lanjutkan perjalanan menuju kedalam
Lorong batu yang gelap dan lembab penuh mengandung
suasana yang mengerikan, untung perasaan danpikiran Gak In
Ling pada saat ini sedang dibakar oleh kemarahan, dia hanya
tahu membalas dendam dan tidak memperdulikan hal lainnya
lagi, kalau tidak. kendatipun nyalinya besar, sedikit banyak
bulu kuduknya akan bangun berdiri.
Lorong batu yang sempit seakan-akan tiada akhirnya,
dengan kedepan tubuh Gak In Ling, sekalipun sudah
melakukan perjalanan selama sepertanak nasi masih belum
menemukan sedikit cahayapun, seperti juga ketika datang
untuk pertama kalinya di tempat itu, ia sama sekail tak bisa
204
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menduga harus berjalan berapa lama lagi baru tiba ditempat
tujuan ?
Tapi ada satu hal yang aneh, selama Gak In Ling
melakukan perjalanannya kecuali suara manusia yang
didengarnya tadi, ia tidak menemukan apa-apa lagi,
diantaranya pada tikungan-tikungan yang sempit dan terjal di
mana merupakan tempat yang strategis untuk memasang
jebakan, diapun tidak menemukan gangguan apapun.
Mungkin hal ini disebabkan karena mereka tak memandang
sebelah matapun terhadap Gak In Ling, mungkin juga karena
mereka yakin bisa merebut kemenangan maka mereka tak ada
perlunya untuk memasang jebakan disana.
Pokoknya, kesunyian serta keheningan seperti ini sama
sekali tidak menguntungkan bagi Gak In Ling.
Kembali sianak muda itu membelok pada tiga buah
tikungan, tiba-tiba pandangan matanya jadi silau, ia telah
sampai didalam sebuah ruang kecil yang empat dindingnya
bertaburkan ratna-mutu manikam yang beraneka warna,
suasana jadi terang-benderang dan amat menyilaukan mata.
Gak ln Ling tertawa dingin, pikirnya. "Hm, akhirnya sampai
juga ditempai tujuan..."
Sementara ia berpikir, sorot matanya telah terbentur
dengan sebuah meja batu yang kecil serta sebuah kursi batu
kecil ditengah ruangan, di-atas meja terteralah kertas dan alat
menulis, kecuali itu tiada apapun yang terlihat.
Gak In Ling segera mendekati meja batu itu, pada
permukaan meja yang licin terukirlah beberapa huruf yang
besar yang berwarna merah darah. "Tinggalkan pesan terakhir
ditempat ini"
Tulisan tersebut seketika memancing rasa gusar dalam
dada Gak In Ling, kakinya dengan cepat melancarkan sebuah
tendangan kearab meja batu itu.
205
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Braaak " ditengah benturan yang sangat keras, meja batu
itu seketika hancur berantakan, kertas dan alat tulispun
tersebar diatas tanah.
Pada saat itulah, suara yang pernah didengar tadi kini
muncul kembali dari balik dinding.
"Aaii... engkau terlalu tekebur dan sombong..."
Tertegun hati Gak in Ling setelah mendengar ucapan itu,
segera pikirnya didalam hati. "oh...... rupanya semua gerak-
gerikku selalu berada daLam pengawasan orang ini."
napsu membunuh seketika bangkit, sambil menatap tajam
kearah mana berasalnya suara itu bentaknya keras.
"Sebenarnya jarak dari sini menuju ketempat pertemuan
diantara kita berdua masih seberapa jauh ? IHmm Main gila
dari balik dinding dan menakut-nakuti orang dengan omong
besar, engkau anggap perbuatanmu itu bisa membikin aku
orang she Gak jadi ketakutan?"
"Selama ini engkau belum pernah mempertimbangkan
tindakanmu itu d engan pikiran serta hati yang tenang, apa
salahnya kalau engkau pertimbangkan kembali tindakanmu
ini?" ujar suara itu kembali. Gak In Ling tertawa dingin-
"Sebelum aku masuk kemari, jika tidak ku pertimbangkan
lebih dahulu, tidak nanti akan ku lakukan tindakan seperti ini "
"Apakah engkau tidak merasa perlu untuk
mempertimbangkan sekali lagi ?"
"omong kosong "
"Baiklah kalau begitu Lima puluh tombak disebelah depan
sana merupakan Ngo-li-in-wu lima li kabut dan awan- Nah,
kita berjumpa lagi disana." habis berkata terdengarlah suara
"Krek" diikuti gemerincingnya ramai dan muncullah sebuah
pintu rahasia diatas dinding ruangan itu.
206
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gak In Ling tarik napas panjang, selangkah demi selangkah
dia berjalan masuk kedalam pintu rahasia tersebut.
Walaupun airmukanya tetap tenang dan sama sekali tidak
memperlihatkan perubaban apapun, tetapi hati kecilnya
merasa amat tegang, sebab pada saat ini musuh berada
dalam gelap sedangkan dia terang, setiap saat mara bahaya
bakal mengancam keselamatan jiwanya.
Baru saja GakIn Ling melangkah masuk ke dalam ruangan
itu, pintu batu dibelakang tubuh nya secara otomatis telah
menutup kembali.
Angin dingin berhembus lewat dari arah depan, kabut yang
tipis mulai menyeiimut seluruh lorong, udara ditekelihng
tempat itu lembab dan basah sekali.
"Mungkin tempat inilah yang dimaksudkan lima li kabut dan
awan-" pikir sianak muda itu di dalam hati.
Ia percepat langkah kakinya dan menerjang maju kedepan.
Semakin kedalam ia berjalan, kabut yang menyelimuti
sekitar tempat itu bertambah tebal, dari terang suasana jadi
gelap. cahaya yang memancar masukpun terasa semakin
lemah.
Gak In Ling mengerahkan segenap daya penglihatannya
untuk mengamati suasana disekeliling tempat itu, tetapi
pemandangan yang mampu tercapai olehnya hanya dalam
lingkungan dua-tiga depa belaka, lebih dari itu yang terlihat
hanyalah kabut putih.
Pada saat itu Gak In Ling telah masuk ke dalam sebuah
lapangan, kabut yang menyelimuti tempat itu jauh lebih tebal
dari tempat manapun, ketajaman matanya hanya mampu
menangkap benda-benda yang berada pada jarak satu tombak
belaka.
207
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Perlahan-lahan Gak in Ling menghentikan langkahnya,
dengan waspada dan sangat hati-hati dia awasi sekeliling
tempat itu.
Mendadak dari arah belakang muncul suara yang amat lirih,
begitu lirih suaranya seakan-akan seuntai daun yang rontok
dari tangkainya.
Ketajaman pendengaran yang dimiliki Gak In Ling luar
biasa sekali, apalagi setelah ia berada didalam sarang naga
gua harimau, kewaspadaannya dipertingkat hingga mencapai
tingkatnya, tentu saja suara yang lirih itu tak lolos dan
pengawasannya.
Begitu suara lirih itu tertangkap oleh pendengarannya,
laksana kilat Gak In Ling putar badannya, tapi apa yang
dilihatnya seketika mencekatkan hati sianak muda itu, air
mukanya berubah hebat.
Kurang lebih lima depa dihadapan Gak In Ling berdirilah
seorang kakek berjubah kuning yang usianya antara lima
puluh tahunan, cukup di tinjau dari sorot matanya yaag tajam
dapat diketahui bahwa ilmu silat yang dimiliki orang jauh
berada diatas kepandaian Hiat-mo-ong.
cuma bukan kehebatan ilmu silat yang dimiliki orang itu
yang mengejutkan hatinya...
Gak In Ling tarik napas panjang-panjang dan berusaha
menekan pikiran serta perasaannya yang bergolak keras, ia
maju kedepan dan memberi hormat, katanya. "Keponakan
menghunjuk hormat untuk ong supek."
"Hmm, bukankah engkau sudah katakan tadi, kalau bukan
sahabat tentu lawan, aku bukan sahabatmu, dengan
sendirinya merupakan musuh mu, sebutan supek tak berani
kuterima lagi." kata kakek jubah kuning dengan dingin.
208
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Rupanya orang ini bukan lain adalah manusia yang berada
dalam lorong rahasia serta berulang kali memberi nasehat
kepada sianak muda itu.
Merah jengah selembar wajah Gak In Ling setelah
mendengar perkataan itu, ujarnya dengan lirih.
"Tadi keponakan masih belum tahu kalau orang itu adalah
supek."
"Hm. Sekalipun sudah tahu juga sama saja keadaannya,
karena bagaimanapun juga dalam kenyataan bukan
sahabatmu "
"Tetapi. ... engkau juga bukan musuhku, bukan?" seru Gak
In Ling tanpa terasa dengan hati terkejut.
Kakek jubah kuning itu segera tertawa dingin.
"Bukan ?justru akulah musuhmu" jengeknya sinis.
Tanpa sadar Gak In Ling mundur selangkah kebelakang
dengan hati terkesiap. sambil menatap kakek jubah kuning itu
dengan wajah hijau membesi, serunya kembali.
"Lalu di manakah ibuku dan enciku ?"
"Hee... hee... hee... mereka telah menjadi tawanan didalam
lembah Toan-hun-kok ini" jawab kakek berjubah kuning
kembali sambil tertawa dingin.
"Apa ?" ucapan tersebut bagaikan guntur yang membelah
bumi ditengah hari bolong, begitu menggetarkan hati Gak In
ling sehingga membuat pikirannya jadi kabur dan tak sadar,
dia merasa otaknya kosong melompong, wajahnya yang
semula merah padam kini berubah jadi pucat pias bagaikan
mayat, keringat dingin mengucur keluar tiada hentinya.
Dalam hati kecil kakek berjubah kuning itu secara lapat-
lapat timbul perasaan simpatik dan kasihan, tetapi ia tetap
membungkam dalam seribu bahasa.
209
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kesunyian yang mengerikan mencekam seluruh ruangan
itu, begitu sepinya sampai kedua belah pihak dapat
mendengar detak jantungnya masing-masing. Airmuka Gak In
Ling yang pucat pias bagaikan mayat mulai berubah jadi semu
merah kembali, dari semu merah berubah jadi merah padam,
dari balik sorot matanya yang dingin terpancarlah napsu
membunuh serta rasa dendam yang amat tebal.
Dengan langkah yang berat ia maju kedepan menghampiri
kakek jubah kuning itu, kemudian dengan suara yang
mengerikan ia berkata.
"Keponakan berharap bisa mengetahui sebab-sebab
kematian dari ayahku. Aku minta engkau suka mengatakannya
kepadaku."
Sikap yang keren serius dan mengerikan itu menggetarkan
hati kakek berjubah kuning, tanpa terasa dia mundur dua
langkah kebelakang, jawabnya dengan ketus. "Darimana aku
bisa tahu ?"
Gak in Ling tertawa dingin.
"Kalau memang begitu dari mana engkau bisa tahu untuk
menggabungkan diri dengan pihak Toan-hun-kok ?"
"Darimana engkau bisa tahu kalau aku mengabdi kepada
mereka?" seru kakek berjubah kuning dengan airmuka
berubah hebat.
"Karena tenaga dalam yang engkau miliki masih belum
berhak untuk memimpin segenap kekuatan yang ada didalam
lembah ini."
Rupanya ucapan yang pedas dari Gak In Ling ini telah
menyinggung perasaan halus kakek berjubah kuning itu, dari
balik matanya yang melotot bulat segera memancarkan keluar
serentetan cahaya yang amat tajam, dia tatap muka pemuda
itu dengan tajam kemudian membentak nyaring.
210
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Itukah sifatmu terhadap seorang angkatan yang lebih tua
daripada dirimu ?"
Sejak Gak In Ling mengetahui kalau ibu serta encinya telah
ditawan didalam lembah Toan hun-kok, terhadap supeknya
yang semula telah menyanggupi untuk menjaga serta
merawat ibu dan encinya ini telah membenci hingga merasuk
ketulang sumsum, dalam keadaan begini tentu saja ia tak
pernah mengingat tentang hubungan antara angkatan tua
dengan angkatan yang lebih muda lagi. Mendengar perkataan
tersebut, ia segera menengadah dan tertawa keras, sambil
mengertak gigi serunya.
"Angkatan tua ? Haa^.. haaa haa.... menjual sahabat
mencari pahala, mengingkari janji yang telah diucapkan
sendiri, angkatan tua semacam ini buat apa mesti dihormati ?
Hm, mengenalpun aku sudah muak dan malu sekali "
Entah dikarenakan ketukan liang-sim nya atau terpengaruh
oleh ucapan Gak In ling yang keras dan tajam, tanpa sadar
kakek jubah kuning itu berseru.
"orang yang membinasakan ayahmu, memaksa dirimu
bukan cuma aku seorang.... kau jangan menuduh aku yang
bukan-bukan-"
Rupanya dia hendak mencuci bersih semua dosa serta
kesalahan yang ditimpakan kepadanya.
Mendengar perkataan itu sekali lagi Gak In Ling merasakan
hatinya amat terperanjat, ia segera maju selangkah kedepan
dan membentak dengan nada dingin. "Tua bangka sialan,
engkau telah apakan ibu serta enciku ? Ayo jawab "
Suaranya keras bagaikan guntur yang membelah bumi
disiang hari bolong, membuat orang merasakan hatinya
bergetar keras.
211
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tercekat hati kakek berjubah kuning itu setelah mendengar
bentakan tersebut, ia segera tersadar kembali dari
lamunannya, dengan perasaan kaget pikirnya.
"Ini hari aku kenapa sih ? Kenapa perasaan dan pikiranku
bisa goyah dan selalu merasa tak tenang ? Untung apa yang
barusan kukatakan tidak terlalu banyak, kalau tidak akibat
yang harus kutanggung benar-benar mengerikan sekali."
Berpikir sampai disini, dengan muka serius ia segera tertawa
dingin dan berkata.
"Hee..... hee...... hee kalau aku tidak mengatakannya
keluar, apakah engkau punya keberanian untuk menantang
aku seorang tua untuk bertarung ?"
Gak In Ling maju dua langkah kedepan, serunya dengan
nada yang menggidikkan hati.
"Bukan saja aku akan turun tangan untuk bertempur
dengan dirimu, bahkan, akan ku binasakan pula engkau tua
bangka berhati binatang yang terkutuk sehingga mayatmu
terkapar diatas tanah dalam keadaan yang sangat mengerikan
"
Sambil berkata dari balik matanya yang tajam terpancarlah
napsu membunuh yang menggidikkan hati.
Setelah berulang kali dicaci maki oleh Gak In Ling dengan
kata-kata yang pedas dan tidak sedap didengar, rasa iba dan
menyesal yang semula sudah menyelimuti hati kakek jubah
kuning itu, tanpa sadar telah lenyap tak berbekas bagaikan
asap yang hilang diang kas a, pikirnya didalam hati.
"Kalau membabat rumput tidak sampai ke- akar- akarnya,
angin musim semi berhembus lewat rumput itu akan tumbuh
kembali, demi keamanan serta keselamatan diriku sendiri, aku
harus mulai sekarang mengadakan persiapan-persiapan lebih
dahulu."
212
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Teringat akan ancaman jiwa yang mungkin akan
menyelesaikan hidupnya, rencana untuk melenyapkan Gak in
Ling dari muka bumipun semakin mencekam seluruh pikiran
dan perasaannya.
Ia segera tertawa dingin dan berkata.
"Hee hee hee kalau engkau memang begitu tak tahu diri,
janganlah kau salahkan kalau aku tak akan teringat akan
hubungan kita di masa lalu lagi. Mari, mari.., silahkan kau
segera turun tangan."
Sambil berkata diam-diam hawa murni yang dimilikinya
segera dihimpun kedalam sepasang telapak tangan dan
bersiap siaga menantikan datangnya serangan dari sianak
muda itu.
Diam-diam Gak In Lingpun menilai keadaan yang sedang
dihadapinya ketika itu, dia tahu kalau pada saat ini kakek baju
kuning itu tidak berhasil dikuasai maka sulitlah baginya untuk
menyelidiki jejak dari ibu serta encinya.
oleh karena itu setelah mendengar perkataan tersebut
tanpa ragu-ragu lagi, dengan cepat ia enjotkan badannya
meloncat kedepan, menggunakan jurus serangan "Lui-tiam-
siang-ciau" atau guntur dan kilat menggeletar bersama,
laksana petir yang menyambar membelah angkasa ia
mengirim sebuah sodokan dahsyat kearak dada serta lambung
kakek baju kuning itu, hardiknya.
"Hm, kalau begitu rasakanlah seranganku " Kepandaian
silat yang dimiliki kakek jubah kuning itujauh berada diatas
kepandaian silat dari ayah ibu Gak In Ling sendiri, tentu saja
terhadap datangnya serangan dari sianak muda ini ia tidak
pandang sebelah mata.
Tetapi apa yang terjadi kemudian ternyata benar-benar
berada diluar dugaannya semula, tatkala dilihatnya serangan
yang dilancarkan Gak In Ling cepat bagaikan petir yang
213
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menyambar diudara, kakek baju kuning itu tertegun
bercampur kaget, pikirnya dengan perasaan terkesiap.
"Sungguh aneh, mengapa gerakan tubuhnya bisa begitu
cepat dan dahsyat sehingga mengejutkan hati." sambil
berpikir dengan cepat badannya menyusut mundur sejauh
lima depa kebelakang, dengan suatu gerakan yang manis ia
menghindarkan diri dari datangnya ancaman tersebut.
Kemudian secepat kilat melancarkan serangan balasan-
Gak In Ling sendiripun mengetahui dengan jelas sampai
dimanakah taraf kepandaian silat yang dimiliki kakek baju
kuning itu, akan tetapi ia tak menyangka dengan usia
lawannya yang sudah begitu lanjut ternyata dalam beberapa
tahun yang amat singkat berhasil mendapatkan kemajuan
yang begitu mengejutkan hati, sehingga membuat sebuah
serangannya yang semula diduga akan mendatangkan hasil
ternyata mengenai sasaran kosong. Tanpa sadar gerakan
tubuhnya jadi agak terlambat.
Tatkala kakek baju kuilog itu mengundurkan diri
kebelakang tadi, secara diam-diam hawa murninya telah
dihimpun semua kedalam sepasang telapaknya dan setiap saat
siap dilancarkan kedepan, dengan melambatnya gerakan
tubuh dari Gak In Ling itu justru secara kebetulan telah
memberikan peluang yang amat bagus baginya untuk
melepaskan serangan mautnya.
Terdengar kakek baju kuning itu membentak. "Bocah
keparat Sambutlah pula sebuah seranganku ini "
Dengan menggunakan gerakan "Hong-kian-Cian-in" atau
angin berhembus buyarkan awan, sekuat tenaga ia lancarkan
sebuah pukulan dahsyat kearah sianak muda itu.
Gulungan angin pukulan yang menderu- deru bagaikan
berhembusnya angin puyuh menyelimuti daerah seluas lima
tombak disekeliling tempat itu, jelas kakek baju kuning itu ada
214
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
maksud membinasakan lawannya didalam sebuah
serangannya.
Meskipun Gak In Ling sendiri belum lama terjunkan diri
kedalam dunia persilatan dan pengalamannya dalam
menghadapi serangan lawan masih cetek. akan tetapi
kecerdasan otaknya melebihi orang lain, ketika serangan
pertamanya tadi gagal mengenai lawannya, ia telah menyadari
kalau gelagat tidak menguntungkan bagi dirinya, dalam waktu
yang amat singkat itulah suatu cara untuk mengatasi krisis
tersebut berhasil ia dapatkan-
Baru saja angin pukulan kakek baju kuning yang amat
dahsyat itu hampir mengenai tubuh-nya, mendadak Gak In
Ling tertawa dingin, tubuhnya dengan cepat merendah
kebawah, dengan gerakan "To-coan-seng-gi" atau bulan
berputar lintang bergeser, badannya melayang kearah kanan
dan dengan tepat sekali berhasil menghindarkan diri dari
datangnya ancaman angin pukulan yang datang dari arah
depan-
Diantara bergeletarnya telapak kanan, secepat kilat ia
lancarkan sebuah serangan kembali dengan jurus "Keng-to-
liat-an" atau ombak dahsyat retakkan pantai, dan dengan
cepat menerobos kearah iga kanan kakek baju kuning itu.
Tindakan tersebut kembali mengejutkan hati kakek baju
kuning itu sehingga tanpa sadar ia berseru tertahan, ia tak
menduga kalau ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Gak In
Ling jauh lebih lihay daripada dugaannya semula.
Berpikir sampai disini timbullah perasaan ingin menang
sendiri dalam hati kakek tua baju kuning itu, terhadap
datangnya ancaman dari sisi tubuhnya itu bukan saja ia tidak
menghindar, sebaliknya malah menyongsong datangnya
serangan tersebut dengan keras lawan keras.
"Bagus sekali datangnya seranganmu itu " bentaknya keras.
215
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bersamaan dengan bentakan itu serangan pertama
dibuyarkan diganti dengan gerakan lain, tubuhnya berputar
keSamping kiri. Dengan jurus "Lek-peng-ngo gi" atau
membumi rata lima bukit, dengan suatu kekuatan yang
luarbiasa bagaikan guntur yang membelah bumi disambutnya
pukulan dari Gak In Ling itu dengan kekerasan-
Menyaksikan tindakan lawannya ini, napsu membunuh yang
amat tebal dengan cepat menyelimuti seluruh wajah Gak In
Ling, ia mendengus dingin dan angin pukulannya secara diam-
diam ditambah pula dengan beberapa bagian hawa murninya.
Sementara itu kakek tua baju kuning itu jadi amat girang
menyaksikan pemuda itu menyambut datangnya ancaman itu
tanpa menghindar, pikirnya didalam hati.
"IHm, bangsat cilik yang tak tahu diri, cahaya kunang-
kunang berani diadu dengan cahaya rembulan, rupanya
engkau memang sudah bosan hidup dan ingin mencari jalan
kematian buat diri sendiri."
Belum habis ingatan tersebut berkelebat dalam benaknya,
mendadak ia merasakan datangnya daya tekanan tak
berwujud yang amat berat dan menembusi pertahanan angin
pukulan daya kikangnya dan langsung menerjang kearah
dada.
Bersamaan itu pula angin pukulan yang dilepaskan olehnya
seakan-akan terbentur diatas sebuah dinding baja tak
terwujud yang amat kuat, sedikitpun ia tak berdaya untuk
menembusinya .
Dalam keadaan seperti ini kakek tua baju kuning itu baru
menyadari babwa keadaannya sangat berbahaya dan gelagat
kurang baik, untuk menghindarkan diri sudah tak sempat lagi,
ia segera menjerit tertahan-"Aduh celaka "
Belum habis jeritan itu berkumandang dari mulutnya, angin
pukulan yang ia lepaskan telah saling membentur dengan
216
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
daya kekuatan tak terwujud yang dilancarkan oleh Gak In
Ling.
"Blaaaam..." ledakan dahsyat seakan-akan gugurnya bukit
karang tertimpa gempa segera menggoncangkan seluruh
permukaan bumi disekeliling tempat itu, suara pantulan
nyaring menggema tak hentinya sangat memekakkan telinga,
bisa dibayangkan betapa dahsyatnya benturan yang baru saja
berlangsung itu.
Ditengah kaburnya suasana karena pasir dan debu
beterbangan memenuhi seluruh udara, tubuh kakek tua baju
kuning itu secara berturut-turut mundur empat- lima langkah
kebelakang dengan sempoyongan, sepasang lengannya jadi
linu dan kaku sehingga dengan lemas terkulai ke bawah, hawa
panas menekan dadanya membuat darah bergolak dengan
kerasnya dan hawa murni terasa tersumbat, dengan sorot
mata yang berkunang-kunang, ia berpaling kearah Gak In
Ling.
Sianak muda itu masih tetap berdiri tegak ditempat semula,
air mukanya merah berdarah diliputi napsu membunuh yang
menakutkan sekali, pada saat itu dengan pandangan yang
bengis dan menyeringai seram sedang menatap kearahnya
tanpa berkedip.
Buru-buru kakek tua baju kuning itu alihkan sorot matanya
kearah lain- Dalam hati kecilnya ia sudah mengaku kalah
danjeri terhadap lawannya, akan tetapi berhubung gerak-
geriknya selalu diawasi oleh orang lain, kakek tua itu tak
berani menceritakan keadaan yang sebenarnya.
Terdengar Gak In Ling tertawa dingin dengan nada yang
menyeramkan, kemudian berkata.
"Ong Pek Siu Jika engkau adalah seorang manusia yang
bisa melihat gelagat, maka sekarang juga sudah tidak
sepantasnya bagimu untuk mencari penyakit buat diri sendiri "
217
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Nada suara pemuda ini dingin, seram dan penuh
kewibawaan, membuat orang yang mendengar jadi bergidik
dan ngeri.
Rupanya orang yang bernama Ong Pek Siu ini bakan lain
adalah sang Loo-ji dari Tay san sam- gi tiga setia kawan dari
gunung Taysan yang nama besarnya sudah menggetarkan
seluruh dataran Tionggoan sejak belasan tahun berselang.
Pertarungan baru berlangsung beberapa gebrakan saja,
kendatipun Ong Pek Siu sudah menyadari bahwa ia bukan
tandingan dari Gak In Ling namun sebagai seorang jago yang
punya nama besar dalam dunia persilatan tentu saja ia tak
sudi untuk mengaku kalah dan takluk dengan begitu saja.
setelah tarik napas panjang dan tenteramkan perasaan
hatinya yang goncang ia berkata.
"Gak In Ling, engkau jangan terburu napsu, sekarang
dirimu masih berada di sarang naga gua harimau, kalau
didalam dua-tiga jurus gebrakan engkau masih belum dapat
mengalahkan aku, maka selembar jiwamu untuk selamanya
akan terbenam dalam lembah ini " Gak in Ling tertawa dingin.
"Hee hee.... hee seandainya didalam satu gebrakan saja
aku telah berhasil menguasai dirimu ?" ia mengejek.
Mendengar perkataan tersebut mula-mula Ong Pek Siu
nampak tertegun, kemudian sambil menengadah keatas ia
tertawa terbahak-bahak.
"Haa haa haa tentu saja aku akan menyerahkan diri
kepadamu dan terserah engkau hendak berbuat apa atas
diriku, akan tetapi, percayakah engkau bahwa kemampuanmu
telah berhasil mencapai hingga tarap sedemikian tingginya ?"
Dalam hati kecilnya Gak In Ling sangat menguatirkan
keselamatan ibunya, ia tidak ingin terlalu lama bersilat lidah di
sana sehingga membuang waktu dengan percuma, sambil
mendengus dingin perlahan-lahan telapak kanannya diangkat
218
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
keatas sambil bentaknya. "Ong Pek Siu, kenalkah engkau
dengan telapak tanganku ini ?"
Ong Pek Siu segera alihkan sinar matanya kearah mana
yang ditujukan kepadanya, tetapi begitu melihat apa yang
ditunjuk sianak muda itu kepada iya, dengan wajah pucat pias
bagaikan mayat karena ketakutan secara beruntun ia mundur
beberapa langkah kebelakang, serunya dengan suara
tergagap.
"Te.. telapak maut ? Kau....... kau telah berhasil
meyakinkan ilmu telapak maut ?"
Gak In Ling mendengus dingin, selangkah demi selangkah
perlahan-lahan ia maju kedepan mendekati tubuh Ong Pek
Siu.
Mengikuti semakin mendekatnya langkah Gak In Ling
kearahnya, setindak demi setindak Ong Pek Siu pun
mengundurkan diri kebelakang.
Semula dia telah menghimpun segenap tenaga dalamnya
untuk bersiap sedia menghadapi serangan dari Gak In Ling
sambil mengulur waktu dan menunggu datangnya bala
bantuan-
Tetapi sekarang setelah ia menyaksikan "Telapak maut"
hatinya jadi bergidik dan pecah nyali, ia tahu dibawah
serangan dahsyat dari telapak maut tak mungkin ia dapat
meloloskan diri dalam keadaan hidup,.... atau dengan
perkataan lain kesempatan jiwanya telah berada didalam
cengkeraman lawan-
Kini yang terlintas didalam benaknya hanyalah bagaimana
caranya untuk meloloskan diri dari tangan elmaut, ia sedang
berusaha untuk menyelamatkan diri sebelum malaikat elmaut
sempat datang untuk menjemput sukmanya pulang ke-aLam
baka.
219
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu berlalu dalam keheningan dan kesepian yang
mencengkam disekeliling tempat itu, dari balik kabut putih
yang tebal sering kali terdengar dengusan napas Ong Pek Siu
yang berat serta memperdengarkan rintihan karena ngeri dan
takutnya itu.
Tiba-tiba Ong Pek Siu yang sedang mundur kebelakang
segera menghentikan tubuhnya, air mukanya seketika
berubah hebat dan keringat dingin mengucur keluar
membasahi seluruh tubuhnya, tak usah berpaling lagi ia telah
mengetahui bahwa dirinya telah mengundurkan diri sehingga
tiba ditepi jurang yang amat terjal.
Sedikitpun tidak salah dibelakang tubuhnya terbentang
sebuah tebing yang curam dengan jurang yang menganga
dibelakangnya, kabut putih yang amat tebal menyelimuti
daerah sekeliling tempat itu membuat orang sulit untuk
melihat jelas jurang tersebut, serta menentukan berapa
dalamkah jurang itu.
Selangkah demi selangkah Gak In Ling maju mendekat,
sekarang Ong Pek Siu tak dapat mundur lagi kebelakang,
perasaan hatinya mengikuti langkah kaki lawannya yang
semakin mendekat terasa bergidik dan berdebar dengan
kerasnya.
Pada saat tubuh Gak In Ling sudah berada kurang lebih
tiga depa dihadapan Ong Pek Siu itulah tiba-tiba sekilas
bayangan terlintas dalam benak kakek tua baju kuning itu,
dengan cepat ia membentak keras.
"Gak In Ling, kalau engkau ada maksud untuk
membinasakan ibumu didalam lembah pemutus sukma ini,
silahkan engkau maju mendekat satu langkah lagi kedepan "
Ancaman ini ternyata mendatangkan hasil yang amat
manjur, mendengar ucapan tersebut tanpa sadar Gak In Ling
menghentikan langkah kakinya.
220
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ong Pek Siu tarik napas panjang-panjang, keringat dingin
telah membasahi telapak tangannya, sambil berusaha keras
untuk menenangkan hatinya ia mengejek. "Hm Kenapa?
Kenapa engkau tidak lanjutkan seranganmu itu ?"
napsu membunuh yang semula menyelimuti seluruh wajah
Gak In Ling, perlahan-lahan makin berkurang, sambil tertawa
dingin serunya. "Hee hee hee engkau hendak menakut-nakuti
aku ?"
Setelah hatinya berhasil ditenangkan, Ong Pek Siu tertawa
terbahak-bahak.
"Haa haa haa menakut-nakuti dirimu ? Kalau engkau
menganggap ucapanku itu hanya gertak sambal belaka dan
sengaja hanya untuk menakut-nakuti dirimu, kenapa tidak kau
lanjukan seranganmu itu ?"
Dalam suara gelak tertawanya terdengar agak gemetar,
sayang sekali pada waktu itu benak Gak In Ling sedang
dipenuhi oleh persoalan lain, sehingga titik kelemahan itu
sama sekali tak diperhatikan olehnya.
Setelah suasana hening untuk beberapa saat lamanya
kembali Gak In Ling tertawa dingin sambil ujarnya.
"Sebelum engkau berhasil memaksa ibuku sehingga
menemui ajalnya, setiap saat aku orang she Gak mampu
untuk membinasakan dirimu" seketika itu juga Suatu ingatan
kecil tiba-tiba berkelebat didalam benak Ong Pek Siu, sengaja
ia melirik sekejap kearah belakang tubuhnya, lalu sambil
tertawa dingin pula, ejeknya.
"Hee hee menurut anggapanmu, di-tempat ini hanya terdiri
engkau dan aku dua orang belaka ?"
"Hm Setelah aku berani memasuki lembah pemutus sukma
ini seorang diri, itu menandakan pula bahwa dalam hati
kecilku sudah sama sekali tak pandang sebelah matapun
terhadap kalian"
221
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"IHaa haa engkau pandang sebelah mata terhadap kami
atau tidak- itu urusanmu sendiri, yang menjadi persoalan
sekarang adalah setelah kematianku maka ibumu pun segera
akan ikut menghembuskan napasnya yang terakhir, selisih
waktu diantara kami berdua tak akan berbeda dalam
seperempat jam belaka."
Sekali lagi Gak In Ling merasakan hatinya terkesiap
sehingga darah dalam tubuhnya terasa tersirap. apa yang
diucapkan oleh Ong Pek Siu barusan boleh dibilang dapat
diterima dengan akal sehat, dan kemungkinan besar untuk
terjadi peristiwa semacam ini pun ada, hal ini membuat orang
lain jadi sulit untuk membedakan apakah ucapan itu
merupakan suatu siasat licik dari lahirnya ataukah merupakan
kenyataan-
Keadaan Gak In Ling pada saat ini benar-benar terdesak
sekali, waktu baginya untuk putar otak sempit sekali dan
untuk sesaat sulit baginya untuk menemukan jalan yang
paling baik untuk mengatasi kesulitannya itu, hatinya jadi
amat cemas bercampur gelisah sehingga keadaannya
bagaikan semut yang berada diatas kuali panas.
Perlahan-lahan Ong Pek Siu mulai menggeserkan kakinya
kedepan, ujarnya dengan suara lantang.
"Gak In Ling, sekarang hanya ada dua jalan yang dapat kau
pilih menurut seleramu sendiri "
"Dua jalan yang bagaimana ?" tanya Gak In Ling tanpa
terasa, dalam kesulitannya
untuk memperoleh jalan pemecahan yang paling baik untuk
mengatasi persoalan itu, ia ajukan pertanyaan tanpa disadari.
Ong Pek Siu tertawa bangga.
"Haa haa haa sebenarnya gampang sekali jalan yang
kuberikan kepadamu itu, cuma sayang aku takut engkau tak
akan menerimanya." Airmuka Gak In Ling berubah hebat,
tegur nya dengan nada ketus.
222
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hm, rupanya engkau sengaja sedang mengulur waktu ?"
Ong Pek Siu tertawa ringan-
"Aku tak perlu mengulur waktu karena aku tahu bahwa
engkau adalah seorang anak yang berbakti, tak mungkin
engkau lakukan perbuatan secara gegabah." Menyaksikan
kesemuanya itu dalam hati kecilnya Gak In Ling segera
berpikir.
"Sungguh tak kusangka akhirnya aku Gak In Ling pun
terjatuh kedalam cengkeramannya, apakah keturunan
keluarga Gak harus berakhir sampai disini saja."
Berpikir sampai disini, rasa sedih dan murung dengan cepat
menyelimuti seluruh wajah dan sorot matanya memancarkan
napsu membunuh yang semua menyelimuti seluruh wajahnya.
Terdengar ia menghela napas panjang dengan suara yang
amat berat, kemudian berkata. "Kalau begitu cepatlah katakan
kepadaku"
"Jalan pertama menerjang masuk kedalam lembah pemutus
sukma ini dengan jalan kekerasan, cuma sebagai imbalan dari
perbuatannya itu mungkin selembar jiwa ibumu akan ikut
melayang tinggalkan raganya."
"Bagaimana dengan jalan yang kedua ?" tanya Gak In Ling
dengan suara amat gelisah.
Sekilas cahaya keji berkelebat diatas wajah Ong Pek Siu,
sambil menyeringai seram jawabnya.
"Jalan yang kedua, bersama ibumu dikurung dalam sebuah
gua yang lembab dan gelap."
Beberapa patah kata ini bagaikan beribu-ribu batang anak
panah yang bersama-sama menembusi ulu hati Gak In Ling,
mendatangkan siksaan bathin yang tak terkirakan hagi sianak
muda itu, dengan cepat ia menyeka wajahnya yang merah
padam dan bermandikan keringat, sementara sang badan
gemetar keras menahan emosi Lama lama sekali, akhirnya
223
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dengan suara gemetar Gak In Ling berseru keras. "Engkau...
kau hatimu benar-benar kejam "
"Haa. ... haa haa aku bisa berbuat seperti ini karena demi
engkau." jawab ong Pe Siu dengan nada yang menyeramkan,
senyum licik tersungging di ujung bibirnya.
---ooo0dw0ooo---
Jilid 7
"KARENA aku kenapa karena aku?"
"Sedikitpun tidak salah, karena engkau. Karena dari antara
keluarga Gak hanya engkaulah satu-satunya orang yang masih
tetap hidup diaLam yang bebas."
Dari balik sorot mata Gak In Ling yang sayu secara lapat-
lapat mulai diliputi oleh cahaya airmata yang amat tipis,
dengan suara berat dia segera bertanya. "Gua itu berada di
mana ?"
"Itu.. .. didepan sana, kurang lebih lima tombak dari
tempat ini." jawab Ong Pek Siu sambil memandang sekejap
kearah depan- "Apakah engkau hendak pergi kesitu?"
Dengan perasaan hati yang amat berat Gak In Ling
menganggap sekarang ia sudah kehilangan semangatnya
untuk melakukan pertempuran-
Melihat keadaan musuhnya, Ong Pek Siu segera tertawa
dan berkata kembali.
"Setelah engkau pergi kesana. mungkin peria yanan kami
terhadap kalian akan jauh lebih baik karena mulai sekarang
sudah tiada orang lain dari keluarga Gak yang hidup diaLam
bebas lagi, tetapi engkau jangan bermaksud untuk melarikan
diri dari tempat ini karena disekeliling gua batu itu telah
dipasang alat rahasia yang dapat menghabisi jiwa kalian-
Memandang pada hubungan persahabatanku dengan
224
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mendiang bapakmu, mau tak mau harus kuberi peringatan
lebih dahulu kepadamu..."
Selesai berkata ia putar badan dan berjalan menuju
kearahh samping sebelah kanan, serunya kembali. "Mari
ikutilah aku"
Gak In Ling dengan mulut membungkam dalam seribu
bahasa mengikuti dibelakang tubuhnya keadaanpemuda
tersebut pada saat ini bagaikan sudah kehilangan semangat
dan pikiran, benaknya kosong melompong tak ada yang bisa
dipikirkan sementara pandangan matanya jadi kabur dan
berkunang-kunang.
Kurang lebih setelah berjalan sejauh lima tombak dari
tempat semula, tiba-tiba Ong Pek Siu berhenti didepan sebuah
batu putih yang menonjol keluar dari atas permukaan tanah,
sambil berpaling memandang kearah Gak In Ling ujarnya lagi.
"Tuh. guanya berada didepan sana."
Sambil berkata ia menuding kearah sebuah batu putih lagi
yang berada diarah sebelah kanan setelah itu tanyanya.
"Mampukah- engkau meloncat kedepan sana?"
Dengan kaku Gak In Ling anggukkan kepalanya, ia
enjotkan badan dan siap meloncat kedepan-
Tiba-tiba oag Pek Siu berkata kembali.
"Tunggu sebentar, alat rahasia dan alat jebakan yang
berada disekeliling tempat itu belum kumatikan-"
Sambil berkata ia memutar batu putih yang menonjol
keluar dari atas tanah itu kearah sebelah kanan, dari balik
kabut putih yang amat tebal segera berkUmandanglah suara
gemerincing yang amat nyaring.
Setelah suara gemerincing tadi sirap dari udara, Ong Pek
Siu baru berkata dengan wajah serius.
225
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sekarang engkau boleh meloncat kedepan- ingat, jangan
sampai melampaui enam tombak. kalau tidak aku tak berani
menjamin akan keselamatan jiwamu "
Gak ln Ling berusaha mengerahkan kemampuannya untuk
memandang kearah depan, namun yang terlihat hanyalah
kabut pUtih yang amat tebal belaka, ia menghela napas
panjang dan berkata.
"Aaaiii sungguh tak kunyana begitu banyak sahabat-
sahabat karib yang mempunyai hubungan persahabatan
dengan ayahku dimasa yang lampau, sebenarnya tidak lebih
hanya manusia-manusia laknat yang tak kenal budi dan tak
setia kawan-"
"Ha.... haa...... haa itulah yang dinamakan watak manusia
ditolong langit dingin bagaikan es, hubungan persaudaraan
tipis bagaikan kertas."
Seberkas cahaya gusar memancar keluar dari balik mata
Gak In Ling, ditatap wajah lawannya tanpa berkedip kemudian
serunya keras.
"Benar, manusia memang berwatak dingin bagaikan salju,
tipis bagaikan kertas."
Bicara sampai disitu, tubuhnya dengan cepat melompat
masuk kebalik kabut putih yang amat tebal itu.
Dengan perasaan terperanjat Ong Pek Siu mundur dua
langkah kebelakang, pada saat itulah dalam hati kecilnya
timbul perasaan iba bercampur menyesal.
Mendadak dari arah belakang berkumandang suara teguran
seseorang dengan suara dingin. "Ong Pek Siu, kemana
perginya Gak in Ling ?"
Mendengar pertanyaan itu dengan cepat Ong Pek Siu putar
badan, lalu sambil tertawa jawab nya.
226
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Toako, rupanya Gak In Ling sudah turun ke bawah."
sambil berkata ia tuding kearah belakang tubuhnya.
orang yang baru saja datang adalah seorang kakek tua
berusia lima puluh tahunan yang mempunyai warna pakaian
serta dandanan yang persis seperti Ong Pek Siu, mukanya
kurus dengan alis tebal mata kecil, jeng got pendek dan wajah
yang amat dingin. Terdengar kakek tua baju kuning itu
tertawa dingin dan berkata "Hee hee, hee, sebentar lagi kokcu
akan tiba disini."
"Urusan ditempat ini telah kuselesaikan secara sempurna,
ada urusan apa dia orang tua datang kemari ?" tanya Ong Pek
Siu dengan air muka berubah hebat.
"IHm Selamanya dia orang tua tak pernah bergerak secara
sembarangan, apa maksud kedatangannya semestinya engkau
harus tahu "
Perasaan tidak tenang mulai melintas diatas wajah Ong Pek
Siu, denganjantung berdebar keras serunya kembali. "Apakah
dia orang tua merasa tidak lega hati ?"
"Dia orang tua sudah mengetahui kalau Gak In Ling
berhasil kau tipu untuk meloncat masuk kedalam jurang
pemutus sukma, tetapi sayang sekali kedatangannya masih
tetap terlambat satu langkah."
"Bukankah dia ada maksud untuk mencabut selembar
jiwanya ?" seru Ong Pek Siu lagi dengan hati gelisah. Tiba-tiba
kakek tua itu tertawa dingin.
"He .... he apakah beliau pernah mengatakan demikian
kepadamu?" serunya.
Ong Pek Siu jadi amat terperanjat, sekarang rupanya ia
sudah tahu tujuan serta maksud kedatangan sang kokcu
ketempat itu, dengan penuh ketakutan dan perasaan ngeri ia
berseru.
227
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Kalau bukan sahabat tentulah musuh, Gak In Ling..."
Kembali kakek tua itu tertawa dingin.
"He he he.... . ilmu silat yang dimiliki Gak In Ling jauh lebih
lihay dan ampuh beberapa kali lipat dari dirimu sendiri,
keuntungan yang dia berikan terhadap lembah pemutus
sukmapun jauh lebih besar daripada keuntungan yang kau
berikan terhadap lembah.... ucapan ini tentu dapat kau
pahami bukan ?"
Sekarang Ong Pek Siu benar-benar sudah menyadari akan
serius serta gawatnya masalah yang sedang ia hadapi, demi
keselamatan selembar jiwa nya kakek tua itu sudah tidak
memikirkan tentang gengsi atau nama baik lagi, dengan nada
merengek pintanya.
"oh, toako bagaimanapun juga diantara kita pernah terjalin
hubungan persaudaraan yang sangat akrab, usahakanlah
untuk menyelamatkan selembar jiwaku oh, toako, tolonglah
aku... selamatkan diriku dari ancaman bahaya."
Air muka kakek tua itu tetap kaku dan dingin, sedikitpun
tidak tergerak hatinya oleh rengekan saudaranya ini, dengan
suara ketus kembali ia berkata.
"Maafkanlah daku Dalam lembah ini hanya membicarakan
soal pahala dan sama sekali tidak kenal apa artinya
persaudaraan atau persahabatan, karena itu maafkanlah aku
tak mungkin iku bisa membantu atau menolong untuk
selamatkan jiwamu."
Sepasang biji mata Ong Pek Siu berputar tidak hentinya
memandang sekeliling tempat itu, tiba-tiba ia putar badan dan
berlarian menuju ke lorong batu sebelah depan-
Pada saat itulah tiba-tiba dari arah belakang berkumandang
datang suara bentakan yang amat dingin dan menyeramkan-
"Berhenti "
228
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bersamaan dengan berkumandangnya suara bentakan yang
amat nyaring dan mengerikan itu, karang lebih lima depa
dihadapan Ong Pek Siu tiba-tiba meloncat keluar seorang
manusia berkerudung kain merah yang menatap wajah kakek
itu dengan sepasang sorot matanya yang dingin, sadis dan
menyeramkan, keadaan orang itu seakan-akan sedang
berhadapan dengan seorang musuh besarnya yang sudah
mengikat dendam sakit hati sedalam lautan dengan dirinya.
Terkesiap hati Ong Pek Siu menyaksikan kemunculan
manusia berkerudung merah itu, keringat dingin mengucur
keluar membasahi seluruh tubuhnya.
Setelah jalan pergi dihadapannya terhadang oleh seorang
jago lihay, kakek tua she ong itu tidak berani melanjutkan
perjalanannya menuju ke depan, buru-buru ia menghentikan
badannya dan melompat kearah samping sebelah kiri.
Siapa tahu baru saja ia menggerakkan tubuhnya kembali
terdengar seseorang membentak dengan suara yang dingin
menyeramkan. "Berhenti"
Kurang lebih lima depa dihadapannya, kembali muncul
seorang manusia berkerudung merah yang menghadang jalan
perginya.
Setelah menyaksikan kesemuanya itu, Ong Pek Siu baru
menyadari bahwa dia telah terjebak dalam suatu
pengepungan yang sangat rapat, kendatipun begitu sepasang
matanya masih berputar dan menyapu sekeliling tempat itu
tiada hentinya seakan-akan ia sedang berusaha untuk mencari
kesempatan hidup ditengah lingkungan yang sudah tidak
mungkin terjadi itu.
Akan tetapi di mana sorot matanya berputar disanalah ia
temukan sorot mata dingin menyeramkan yang sedang
menatap ke arahnya, kecuali itu sudah tiada jalan lain lagi
untuk meloloskan diri, bahkan untuk menerjunkan diri
kedalam jurang yang dalampun sudah tak mungkin lagi,
229
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
karena diantara berdiri pula seorang manusia berkerudung
merah yang menghadang jalan perginya .
Bersamaan dengan putusnya harapan untuk meloloskan diri
dari mara bahaya, selintas pikiran yang mengerikan dengan
cepat menyelimuti seluruh benak Ong Pek Siu, dia merasa
seakan-akan kematian sudah berada diambang pintu,
wajahnya yang sudah memucat kini kian menghijau
sementara keringat dingin mengucur keluar tiada hentinya
membasahi seluruh badan-
Ia tarik napas panjang-panjang, dengan suara yang
mendekati suatu rengekan serunya kepada orang-orang
berkerudung merah yang berada disekeliling tempat itu.
"Saudara-saudara sekalian, aku orang she ong percaya
bahwa dihari-hari biasa tak pernah aku berbuat sesuatu
kesalahan yang menyinggung perasaan kalian semua, kenapa
sekarang kalian mendesak dan memaksa diriku terus menerus
sehingga menyudutkan aku orang she ong kedalam lembah
kematian ?"
Suara tertawa dingin yang ketus dan menyeramkan
berkumandang dari sekeliling tempat itu, terhadap ucapan dari
Ong Pek Siu itu bukan saja orang-orang itu sama sekali tidak
memperlihatkan rasa iba atau kasihan, sebaliknya mereka
menunjukkan rasa girang, seakan-akan mereka merasa
gembira karena ada orang sedang tertimpa oleh bencana.
Menyaksikan kesemuanya itu sadarlah Ong Pek Siu
bahwasanya semua penghuni didalam lembah pemutus sukma
adalah manusia-manusia durjana yang kejam dan tidak
mengenal prikemanusiaan, berbicara terhadap mereka boleh
dibilang sama sekali tak ada gunanya.
Timbullah ingatan didalam benak kakek tua itu untuk
melakukan perlawanan yang gigih hingga titik darah
penghabisan, ia mengambil keputusan untuk melakukan
perlawanan daripada mendahului dibunuh dengan begitu saja.
230
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sinar mata yang amat tajam memancar keluar cari balik
matanya, dengan suara berat ia segera berseru.
"Saudara-saudara sekalian, seandainya kalian masih juga
mendesak diriku terus menerus, jangan salahkan kalau aku
melakukan perlawanan yang gigih hingga titik darah
penghabisan" ucapan tersebut diutarakan keluar dengan suara
yang berat dan tegas, seolah-olah dia sedang memperlihatkan
kenekadannya itu kepada semua orang.
Suara tertawa dingin secara susul-menyusul berkumandang
kembali dari sekeliling tempat itu para manusia berkerudung
merah yang berada di sekitar sana mulai menghimpun
segenap kekuatan tubuhnya keatas telapak, dengan tenang
ditunggu nya Ong Pek Siu untuk melancarkan serangan-
Melihat kesemuanya itu Ong Pek Siu pun menyadari,
apabila ia tidak melakukan perlawanan niscaya jiwanya akan
musnah secara konyol, dalam hati segera pikirnya.
"Bisa bunuh seorang berarti ada teman seorang, daripada
duduk terpekur sambil menantikan datangnya elmaut jauh
lebih baik melakukan perlawanan sedapat mungkin, siapa tahu
kalau dengan caraku ini justru selembar jiwaku berhasil
diselamatkan dari bahaya kematian-
Ingatan tersebut bagaikan kilat cepatnya berkelebat lewat
dalam benak kakek tua itu, sepasang telapaknya segera
diangkat dan siap melancarkan serangan-
Pada saat itulah sebelum serangan pertama sempat
dilepaskan tiba-tiba dari sisi telinganya berkumandang datang
suara teguran seseorang dengan nada yang tajam sehingga
terasa amat memekakkan telinga. "ong-heng, sungguh gagah
sekali lagakmu itu."
Walaupun nada suaranya amat mendatar dan biasa sekali,
namun entah apa sebabnya suara itu mendatangkan suatu
pengaruh yang sangat aneh sekali, membuat orang yang
mendengarkan jadi terkesiap bercampur ngeri.
231
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sekujur badan Ong Pek Siu gemetar keras setelah
mendengar teguran itu, keringat sebesar kacang kedelai
mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya, tenaga dalam
yang sudah dihimpun kedalam sepasang telapaknya tanpa
disadari telah buyar dan lenyap dengan begitu saja, sepasang
matanya dengan sorot penuh kengerian dan keseraman
celingukan memandang kesana-kemari mencari berasalnya
suara itu, keadaan kakek tua itu tak ubahnya bagaikan
seorang hukuman yang sedang menantikan pelaksanaan
hukuman mati atas dirinya, sedikitpun tiada bertenaga untuk
melakukan perlawanan.
Kurang lebih lima tombak dari tempat itu terdirilah seorang
kakek tua berjubah putih, bermuka merah bercahaya dan
berjenggot panjang semua, pada waktu itu kakek tersebut
sambil tersenyum sedang memandang kearah Ong Pek Siu,
sepintas lalu, mukanya nampak begitu ramah dan penuh
perasaan welas-kasih.
Ketika sorot mata Ong Pek Siu saling membentur dengan
sorot mata kakek tua itu, mendadak badannya gemetar keras
bagaikan kena aliran listrik, dengan suara gemetar serunya
lirih. "Kokcu "
Kakek tua itu tertawa dan mengangguk.
"Hmm, kalau kutinjau dari gerak-gerik ong heng, rupanya
engkau sudah bersiap sedia untuk melepaskan diri dari ikatan
lembah ini serta pergi dari sini. Aku jadi heran, sebenarnya
dalam hal apakah kami telah bersikap kurang baik sehingga
mendatangkan perasaan tak puas bagi diri ong-heng ?"
"Tecu tidak berani..." buru-buru Ong Pek Siu menjawab.
"oh, kalau begitu akulah yang sudah banyak menaruh
curiga terhadap dirimu. Tetapi, kenapa mereka telah
mengepung diri ong-heng sedemikian ketatnya ?"
Nada suara kakek tua itu kian lama kian bertambah berat
dan mantap. membuat orang merasakan dadanya sesak dan
232
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sukar untuk bernapas. Tercekat hati Ong Pek Siu, tanpa
disadari ia berseru.
"Karena tecu telah melakukan kesalahan-.."
"oh, jadi karena sudah melakukan kesalahan maka engkau
hendak melarikan diri ?" tanya kakek itu sambil tertawa^
Ong Pek Siu membungkam dalam seribu bahasa setelah
mendengar ucapan tersebut, perlahan-lahan ia tundukkan
kepalanya.
Serentetan cahaya tajam yang sangat menggidikkan hati
memancar keluar dari balik mata kakek berbajuputih itu, ia
menatap tajam wajah Ong Pek Siu beberapa saat lamanya
kemudian sambil tertawa seram serunya.
"ong-heng, masih ingatkah engkau dengan pantangan
ketiga dari lembah kita ini?"
Ong Pek Siu menengadah keatas dengan perasaan kaget,
wajahnya berubah hebat dan ngeri bercampur seram melintas
dimukanya, ia segera membantah.
"Tecu membohongi Gak In Ling serta melenyapkan dirinya
dari permukaan bumi adalah demi keselamatan lembah kita
dikemudian hari."
"Karena apa ?"
"Karena Gak In Ling sangat membenci lembah pemutus
sukma kita hingga merasuk ketulang sumsumnya, oleh karena
itu tecu beranggapan bahwa dia tak akan bersedia untuk
tunduk kepada lembah kita serta berbakti kepada kita,
maka..."
"Maka engkau lantas turun tangan keji dan menyingkirkan
pemuda itu dari sini ?" sambung kakek baju putih itu dengan
nada suara yang jauh lebih lunak.
"Benar" dengan perasaan hati agak lega Ong Pek Siu
menganggukkan kepalanya.
233
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau tidak mempunyai perasaan pribadi untuk
melindungi ataupun menyelamatkan jiwanya dari mara bahaya
?"
"Tidak" jawab Ong Pek Siu dengan tegas "aku sama sekali
tidak mempunyai pikiran untuk melindungi ataupun
menyelamatkan jiwanya dari bahaya maut "
"Lalu menurut anggapanmu pada saat ini Gak In Ling
berada dalam keadaan mati atau dalam keadaan hidup ?"
"Jurang tingginya mencapai seratus tombak lebih, setelah
terjatuh kedalam jurang sedalam ini tentu saja ia telah
menemui ajalnya."
"Oooh.... ya? Kalau begitu aku ingin bertanya lagi, pada
saat ini air didalam jurang tersebut sedang pasang atau surut
?"
"Pasang" jawab Ong Pek Siu tanpa berpikir panjang.
Tapi begitu ucapannya tersebut terlontar keluar dari
mulutnya, tiba-tiba satu ingatan, berkelebat dalam benaknya,
perasaan hatinya jadi terkesiap dan diam-diam ia berseru
didalam hati kecilnya.
"Aduuuh habislah sudah riwayatku, aku tidak teringat kalau
air sungai didalam jurang itu sedang pasang."
Sementara itu Air muka kakek berjenggot panjang telah
berubah jadi hijau membesi, dengan keren ia bertanya
kembali.
"Aku dengar Gak In Ling mempunyai ilmu berenang yang
sangat baik sekali, entah benarkah perkataan itu ?"
Sambil berkata dengan sepasang matanya yang tajam
bagaikan sebilah pisau belati ia menatap wajah Ong Pek Siu
tanpa berkedip. dari keadaannya itu seakan-akan ia hendak
menembusi isi perutnya serta mengawasi perasaan hati orang.
234
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Air muka Ong Pek Siu yang semula sudah berubah jadi
tenang kembali, kini berubah kembali jadi pucat pias bagaikan
mayat.
"Perkataan itu sedikitpun tidak salah." jawabnya. "Dan tecu
telah mengetahui dosa-dosa yang telah kulakukan-" Kakek
berjenggot panjang itu segera tertawa dingin.
"He..... he. he.... . karena itu, kalau ada orang mengatakan
bahwa engkau ada maksud untuk melepaskan Gak ln Ling dari
mara bahaya, tuduhan ini tidak bakal salah, bukan?" Ong Pek
Siu gelengkan kepalanya.
"Tecu telah menghianati ibu serta cicinya, sekalipun aku
ada maksud untuk menebus dosa untuk berbuat kebaikan
terhadap dirinya, belum tentu Gak In Ling bersedia untuk
menerima jasa baikku itu, apalagi..."
"Apalagi engkau setia terhadap lembah pemutus sukma
bukan?" sambung kakek berjenggot panjang dengan cepat.
Ong Pek Siu mengangguk tanda membenarkan.
"Tecu memang sungguh-sungguh setia terhadap lembah
pemutus sukma " ia menjawab.
Air muka kakek berjenggot panjang yang mudah berubah-
ubah itu tiba-tiba tersungging oleh satu senyuman yang
dingin, ia berkata.
"Sejak dahulu kala sampai sekarang aku mempunyai
sebuah pantangan yang tidak dicantumkan didalam tulisan,
apakah ong-heng tahu apa pantanganku itu ?"
Ong Pek Siu tak dapat menebak maksud hati ucapan
tersebut, terpaksa dengan perasaan bingung dia gelengkan
kepalanya.
"Maafkanlah kebodohan tecu, aku sama sekali tidak
memahami apakah arti yang sebenarnya dari perkataan kokcu
itu?"
235
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau tak usah berlaku sungkan-sungkan, aku akan
segera memberitahukan pantanganku itu kepadamu "
Tiba-tiba ia menatap wajah lawannya dengan cahaya mata
berkilat, lalu dengan suara dalam sambungnya lebih jauh.
"Selama hidup aku melakukan perbuatan, lebih baik
membunuh mati sembilan puluh sembilan orang baik secara
penasaran daripada melepaskan seorang manusia jahat."
suaranya dingin menyeramkan membuat siapapun yang
mendengar merasakan bulu romanya pada bangun berdiri.
Air muka Ong Pek Siu berubah hebat, lama sekali ia berdiri
gelagapan namun tak sepatah katapun yang sanggup
diutarakan keluar.
Sambil melotot bulat kearah Ong Pek Siu, terdengar kakek
berjenggot panjang itu berseru kembali.
"ong heng, menurut anggapanmu benar atau tidak
pantanganku itu?"
orang ini benar-benar sadis dan sama sekali tidak kenal
akan perikemanusiaan, hendak membunuh orangpun ia masih
sempat untuk mengatakan kepada korbannya kalau
pembunuhan tersebut dilakukan atas dasar kebenaran.
Rupanya Ong Pek Siu sendiripun telah menyadari bahwa
tiada harapan lagi baginya untuk melanjutkan hidup, golakan
hatinya malah jauh berkurang malah ia kini semakin tenang
daripada keadaan semula, yang dipikirkan olehnya pada saat
ini adalah mencari jalan keluar untuk meringankan
penderitaannya sebelum malaikat Elmaut merenggut selembar
jiwanya.
Sesudah termenung dan berpikir beberapa saat lamanya,
Ong Pek Siu pun berkata.
"Sebelum tecu melaksanakan hukuman karena melanggar
pantangan dari peraturan lembah ini, terlebih dahulu tecu
akan mengajukan suatu permintaan, apakah kokcu bersedia
236
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
untuk menyanggupi permintaan terakhir dari tecu ini?" Kakek
berjenggot panjang itu tertawa dan mengangguk.
"Memandang pada keberanianmu untuk menghadapi
hukuman, tentu saja aku bersedia untuk menyanggupi
keinginanmu itu Nah, katakanlah apakah keinginanmu itu ?"
suaranya amat tenang sekali..
Ong Pek Siu tidak langsung menjawab, dalam hati kembali
ia berpikir.
"Sebelum aku orang she ong menemui ajal. akan kulihat
lebih dahulu sampai dimanakah kelicikanmu itu." berpikir
sampai disini ia segera berkata.
"Semua orang didalam dunia persilatan mengetahui bahwa
"cian-bin-jin" manusia muka seribu mempunyai kepandaian
silat yang sangat tinggi dan tiada bandingannya dikolong
langit, akan tetapi belum pernah ada orang yang menyaksikan
raut wajah aslinya, permintaan tecu sebelum menemui ajal
adalah ingin sekali menyaksikan raut wajah kokcu yang
sebenarnya... apakah kokcu bersedia memenuhi keinginan
tecu ini ?"
Sekilas cahaya tajam memancar keluar dari balik mata
kakek berjenggot panjang atau manusia muka seribu itu,
tetapi dalam sekejap mata kilatan cahaya tajam tersebut
sudah lenyap kembali dari pandangan- ia sengaja tertawa
nyaring dan menjawab.
"Haa .... haa haa.... tidak sulit kalau kau ingin menyaksikan
raut wajah asliku. Nah, sekarang lihatlah "
Sambil berkata segera tangannya menyeka diatas raut
wajahnya, dari wajah seorang kakek berjenggot panjang
dalam waktu singkat ia telah berubah jadi seorang pria
setengah baya yang berwajah pucat pias bagaikan mayat.
Semua orang yang hadir di tempat itu merasakan hatinya
tergetar keras sesudah menyaksikan raut wajah tersebut, jelas
237
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
orang-orang itu kendatipun sudah amat lama bergaul dengan
orang ini akan tetapi selamanya belum pernah menyaksikan
raut wajah aslinya.
Ong Pek Siu segera tertawa dan berkata.
"Terima kasih atas kesediaan kokcu untuk memenuhi
harapan tecu, sehingga tecu dapat cucimata serta membuka
mataku, cuma..."
"cuma kenapa?" tukas manusia muka seribu.
Kembali Ong Pek Siu tertawa dan berkata "cuma kokcu
mempunyai julukan sebagi manusia muka seribu, karena itu
tecu percaya bahwa raut wajah yang tecu sedang dihadapi
sekarang bukanlah raut wajah aslimu."
Keberanian Ong Pek Siu untuk mendesak kokcunya agar
memperlihatkan raut wajah aslinya ini amat mengejutkan hati
setiap orang yang hadir ditempat itu, karena dihari-hari biasa
siapa pun tak berani mengucapkan sepatah katapun yang
bernada tidak percaya dihadapan kokcunya.
napsu membunuh dengan cepat melintas di wajah manusia
muka seribu, tapi sesaat kemudian orang itu berhasil
menguasai kegusarannya yang menyelimuti hatinya dan
mengangguk.
"He he.... he rupanya dihari-hari biasa aku telah
memandang rendah ketajaman mata ong-heng" ia berseru
sambil tertawa dingin tiada hentinya.
"Kokcu terlalu memuji." seru Ong Pek Siu. Rupanya kakek
tua ini sudah menyadari bahwa jiwanya tak mungkin bisa
diselamatkan lagi karena itu bantahan-bantahannya
diutarakan dengan tenang dan sama sekali tidak diliputi
perasaan cemas atau kuatir.
Manusia muka seribu atau Toan-hun Kokcu itu sekali lagi
menyeka raut wajahnya, kemudian sambil menengadah
238
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
katanya. "ong-heng, sekarang engkau tentu merasa puas
bukan ?"
Dari seorang pria setengah baya yang bermuka pucat pias
bagaikan mayat kini ia telah berubah jadi seorang kakek tua
yang berwajah penuh keriput serta nampak kedesa-desaan.
Dalam hati kecilnya Ong Pek Siu menghela napas panjang,
pikirnya.
"Aaaiii manusia hidup dikolong langit memang banyak
terdapat keanehan, siapa yang akan menduga diatas wajah
orang ini bisa memakai topeng kulit manusia yang sedemikian
banyaknya ?" berpikir sampai disini ia segera gelengkan
kepalanya.
"Kokcu, aku percaya wajahmu yang sekarang ini masih
tetap merupakan raut wajah yang bukan sebenarnya "
Manusia muka seribu segera tertawa dingin tiada hentinya.
"He hee hee ong-heng, apakah engkau hendak menguliti
seluruh raut wajahku ?" serunya.
Dari balik sorot matanya memancar keluar serentetan
napsu membunuh yang mengerikan sekali.
Ong Pek Siu segera berpikir didalam hatinya.
"Rupanya kalau sekarang juga aku tidak melakukan bunuh
diri, mungkin sudah tiada kesempatan lagi bagiku untuk
melakukannya ?" Berpikir sampai disini, sengaja ia tertawa
dingin sambil mengejek.
"Bukankah engkau mempunyai julukan sebagai manusia
muka seribu, sekalipun topeng kulit manusia yang kau
kenakan tiada berjumlah seribu lembar, paling banyak sepuluh
lembar, sudah lama aku melakukan perjalanan dalam dunia
persilatan, akan tetapi belum pernah aku mengalami peristiwa
penipuan seperti ini"
239
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Nada suaranya sangat tidak sungkan, bahkan kasar dan
keras sekali kedengarannya, jelas dia ada maksud untuk
menggusarkan hati manusia muka seribu itu.
Mendengar ucapan tersebut mula-mula manusia muka
seribu merasa amat gusar sekali, tiba-tiba satu ingatan
berkelebat lewat dalam benaknya, diam-diam ia tertawa dingin
dan berpikir.
"Hmm, berada dihadapanku engkau berani
memperhitungkan sie-poa mu dengan seenak hati, engkau
sudah salah mencari orang."
Meskipun dalam hatinya dia telah mengetahui siasat dari
Ong Pek Siu itu, namun diluaran ia tetap berlagak pilon,
sambil berpura-pura gusar serunya.
"Ong Pek Siu, engkau anggap dirimu pantas untuk
menyaksikan raut wajahku yang sebenarnya?"
Belum habis ia berkata tiba-tiba tangan kanannya diangkat
keatas dengan kecepatan yang luar biasa sekali sehingga
sukar dilukiskan dengan kata-kata.
"Blaaam ... " ditengah benturan keras yang amat
memekakkan telinga, Ong Pek Siu menjerit melengking karena
kesakitan, tubuhnya yang tinggi besar mencelat keudara
kemudian roboh terkapar diatas tanah. Telapak kanannya
tepat sekali menempel diatas ubun-ubunnya jelas dia ada
maksud untuk menghajar ubun-ubun sendiri untuk melakukan
bunuh diri.
Gerakan dari manusia muka seribu ini sangat
menggetarkan hati semua orang yang berada diruangan
tersebut, dalam hati kecil mereka timbullah perasaan bergidik
yang mendirikan bulu roma ditubuh mereka, peristiwa ini
menjadi contoh yang menakutkan bagi orang-orang itu.
Dengan sorot mata yang dingin menyeramkan, manusia
muka seribu memandang sekejap sekeliling tempat itu,
240
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
kemudian sambil menyeringai seram katanya dengan suara
lantang.
"Ong Pek Siu, engkau anggap pantangan serta peraturan
yang sudah kususun selama ini akan hancur dan musnah
karena perbuatanmu ? Huh Benar-benar manusia tolol yang
tak tahu diri " Setelah tertawa dengan bangga ia berpaling
kearah dua orang mmusia berkerudung merah yang berada
disisinya dan memerintahkan-
"Gusur dia menuju keruang siksa, dan serahkan kepada
ketua ruang siksa"
Dua orang manusia berkerudung merah itu mengiakan dan
segera menggotong tubuh Ong Pek Siu dia dibawa menuju
kedalam gua, dalam sekejap mata bayangan tubuhnya telah
lenyap dibalik kabut putih yang amat tebal itu.
Manusia muka seribu itu menengadah dan memandang
sekejap kearah Lo-toa dari Tay-san sam- gi, kemudian
ujarnya.
"Oei Beng Gi menurut anggapanmu mungkinkah Gak In
Ling bakal menemui ajalnya didasar jurang ?"
Pemimpin dari Tay-san sam-gi itu segera maju kedepan
dan menjawab ketakutan.
"Perduli apa dia sudah mati atau masih hidup, tecu rasa
sudah sepantasnya kalau kita selidiki jejaknya . "
"Hmm, perkataanmu memang tepat sekali "sahut manusia
muka seribu sambil mengangga "akan tetapi, bagaimana kalau
seandainya kita temukan bahwa dia belum mati tapi masih
hidup dalam keadaan segar-bugar ? Apa yang harus kita
lakukan ?" oei Beng oi berpikir sebentar, setelah itu jawabnya.
"Tecu rasa sudah sepantasnya kalau kita beri suatu
peringatan kepadanya, agar lain kaii dia tak berani menyatroni
serta menghalangi perkembangan lembah kita "
241
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hm, pendapat oei-heng memang amat bagus serta
mengagumkan sekali, akan tetapi dengan cara apakah kita
harus memberi peringatan kepadanya sehingga ia menjadi
jera dan tak berani menyatroni serta menghalangi
perkembangan lembah kita ?"
Dalam hati kecilnya diam-diam oei Beng merasa amat
gelisah sekali, bukannya ia tidak berhasil mendapatkan cara
yang baik untuk mengatasi kesulitan tersebut, adalah karena
dia tak dapat berbuat demikian-
Tetapi kecuali itu dia tidak berhasil mendapatkan cara lain
yang lebih baik untuk memberi jawaban kepada kokcu-nya ini
serta menghalangi kekejian serta kesadisan hati manusia
muka seribu.
Sementara ia masih termenung untuk mencari jalan keluar,
manusia muka seribu dengan nada dingin telah berkata
kembali.
"oei-heng, setelah engkau mengetahui bahwa kita harus
memberi peringatan kepada Gak In Ling, tentunya engkau
juga mengetahui bagaimana caranya untuk memberi
peringatan kepadanya ? Nah, apa salahnya kalau engkau
beritahukan cara tersebut kepadaku?" sambil berkata
sepasang biji matanya yang dingin menyeramkan menatap
terus diatas wajah Oei Beng Gi tanpa berkedip. rupanya dari
raut wajah orang itu dia berusaha untuk mencari hal-hal yang
mencurigakan hatinya.
Oei Beng Gi merasakan jantungnya berdebar keras karena
merasa panik bercampur gelisah, ia berusaha keras untuk
menenteramkan perasaan hatinya lalu berkata.
"Menurut pendapat tecu, alangkah baiknya kalau kokcu
menulis sepucuk surat dan mengutus orang untuk
menyampaikan kepada Gak ln Ling, beritahu kepadanya kalau
pada saat ini ibu serta encinya berada ditanganku, kalau ia
berani datang menyatroni lembah kita lagi maka ibu serta
242
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
encinya akan kita jatuhi hukuman mati, entah bagaimanakah
pendapat dari kokcu ?..."
Manusia muka seribu segera gelengkan kepalanya berulang
kali.
"Bagus sih bagus, tetapi aku merasa cara itu terlalu sepele
dan lagi pula terlalu membuang waktu "
Terjelos hati Oei Beng Gi mendengar perkataan itu, diam-
diam dalam hati kecilnya dia berdoa.
"Oh, Thian Yang Maha Kuasa dan Maha Besar, lindungilah
keselamatan jiwanya "
Meskipun pikirannya memikirkan persoalan lain, di luaran ia
sama sekali tak berani berayal, buru-buru tanyanya.
"Menurut pendapat Kokcu, apa yang harus kita lakukan?"
"Bunub saja Gak In Hong dan perlihatkan mayatnya kepada
Gak In Ling" perintah manusia muka seriba dengan ketus,
"kalau ia berani mencari gara-gara lagi dengan lembah kita
maka cicinya adalah contoh yang paling bagus untuknya."
Begitu mendengar ucapan tersebut tanpa terasa dengan
sekujur badan gemetar keras Oei Beng Gi mundur tiga
langkah kebelakang dengan sempoyongan, perasaan tersebut
merupakan reaksi dari nalurinya yang tak dapat dicegah
dengan cara apapun.
Manusia muka seribu segera menatap wajahnya dengan
pandangan tajam, lalu dengan nada yang menyeramkan ia
menegur.
"oei-heng, apakah engkau merasakan tubuh mu kurang
sehat ?"
Oei Beng Gi gelalap. buru-buru jawabnya.
"oh, tidak tidak tecu hanya takut terhadap Gak In Ling..."
243
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Takut dirinya ? Apa yang kau takuti terhadap dirinya?"
tanya manusia muka seribu keheranan, nada suaranya diliputi
oleh perasaan curiga yang tebal.
"Seandainya dia tahu kalau ibunya telah..."
"Sejak ia berpisah dengan ibu serta encinya, hingga
sekarang masih belum diketahui bagaimanakah nasib kedua
orang itu, apalagi soal mati hidupnya...... oei-heng, engkau
terlalu banyak curiga "
Oei Beng Gi pura-pura menunjukkan senyuman jengahnya
sambil berkata.
"Aaah, tecu benar-benar sangat bodoh, sehingga ketahuan
kokcu jadi geli dan mentertawa kau diriku...."
Diluaran ia berkata demikian, dalam hati diam-diam ia
berdoa.
"Saudara angkatku, maafkanlah daku karena tidak berdaya
untuk melindungi keselamatan dari keponakan perempuanku,
tetapi selama hayat masih dikandung badan aku tidak nanti
mau melepaskan manusia-manusia laknat itu dengan begitu
saja."
Dalam pada itu manusia muka seribu telah bertanya
kembali. "oei-heng, bagaimanakah pendapatmu mengenai
rencanaku ini ?"
"Rencana ini memang bagus dan tegas sekali, tecu bersedia
untuk melakukan perjalanan berangkat kesitu "
Setelah ucapan ini diutarakan keluar, rasa curiga manusia
muka seribu tarhadap dirinya sama sekali lenyap tak berbekas,
ia menggeleng sambil berkata.
"Kecerdasan oei-heng luar biasa sekali dan engkaupun
banyak mempunyai akal, dalam lembah ini tak dapat
kekurangan seorang manusia semacam dirimu, pekerjaan
244
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
yang melelahkan serta harus menggunakan banyak tenaga
semacam ini biarlah dilakukan oleh orang lain saja "
"Terima kasih atas perhatian serta kasih-sayang dari kokcu,
kalau memang begitu serahkan saja tugas yang sangat berat
ini kepada tecu, akan segera tecu laksanakan sebentar lagi"
Manusia muka seribu segera menepuk bahu Oei Beng Gi
dan berkata.
"Bagaimanapun juga antara engkau dengan dirinya masih
terikat oleh hubungan antara empek dan keponakan, jika
engkau yang turun tangan rasanya kurang begitu tepat,
biarlah tugas ini dilaksanakan olah orang lain saja Aku masih
ada persoalan penting lainnya yang hendak mengajak dirimu
untuk berunding, tunggulah aku dalam ruang dalam, setelah
urusan disini dapat di selesaikan aku akan segera menyusul
dirimu " selesai berkata ia segera mendorong tubuh Oei Beng
Gi kearah depan-Buru-buru kakek tua baju kuning itu memberi
hormat sambil berkata.
"Kokcu, terima kasih atas perhatian serta kasih sayangmu"
habis berkata ia putar badan dan berjalan menuju kearah
dalam gua.
Tatkala ia putar badan itulah dua titik air-mata tak dapat
dibendung lagi mengucur keluar membasahi kelopak matanya,
bibirnya gemetar keras dan perlahan-lahan darah kental
mengalir keluar menodai muka dan tubuhnya.
Kabut putih yang amat tebal menyelimuti daerah
disekeliling tempat itu, meskipun pandangan matanya tak
dapat menembusi pemandangan sejauh lima tombak. akan
tetapi dibalik kabut putih yang tebal itu seakan-akan dia
menyaksikan adik angkatnya sedang berdiri dihadapannya
sambil memandang kearahnya dengan pandangan kegusaran,
seakan-akan ia mendengar adik angkatnya sedang berkata
dengan nada dingin.
245
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau telah melupakan hubungan persaudaraan
diantara kita ? Apakah kau lupa bahwa kita adalah saudara
angkat ?"
Oei Beng Gi menggosok sepasang matanya keras-keras, ia
merasa apa yang terlihat dihadapannya hanyalah kabut putih
yang amat tebal, sama sekali tidak nampak sesuatu apapun,
dengan perasaan hati yang amat tertekan ia gelengkan
kepalanya berulang kali.
"Tidak- tidak akan kulupakan-... selamanya tidak akan
kulupakan akan ikatan tali persaudaraan yang pernah terjalin
diantara kita." gumamnya seorang diri. Setelah menyeka
darah kental yang menodai ujung bibirnya, ia bergumam lebih
jauh.
"Dendam kita dalamnya melebihi samudra luas, rasa benci
kita menumpuk bagaikan sebuah bukit, sam-te Aku harap
sukmamu dialam baka suka mengampuni ji-te, dia telah
mendapatkan pembalasan yang setimpal sesuai dengan apa
yang pernah dilakukannya selama ini, memandang diatas tali
persaudaraan yang pernah terjalin diantara kita, maafkanlan
dirinya dan ampunilah semua kesalahannya."
Kabut tebal berwarna putih masih menyelimuti seluruh
tempat. Tetapi diatas puncak tebing yang tinggi keadaan jauh
lebih tenang dan kabut yang menyelimuti sekeliling tempat
itupunjauh lebih tipis.
Disaat manusia muka seribu telah memberikan perintahnya
kepada Oei Beng Gi jalaan masuk ke dalam gua itu, dari balik
lubang gua yang lain menyelinap keluar sesosok tubuh gadis
lain yang dengan cepatnya bergerak menuju keruang penjara
dimana Gak In Hong disekap.
---ooo0dw0ooo---
Dalam pada itu sejak Gak In Ling mengetahui bahwasanya
ibu serta encinya dikurung di dalam gua batu itu, hatinya jadi
merasa amat kecewa dan putus asa, tapi dendam yang
246
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
semula membakar, didalam hati kecilayapun seketika padam
dan lenyap tak berbekas.
Terbayang kembali didalam benaknya pemandangan
padadua belas tahun yang lampau, di mana ayahnya
meninggal pada usia muda, ibunya hidup sebatang kara dalam
keadaan yang sangat menderita, suasana pada saat itu benar-
benar menyedihkan sekali.
Setiap kali pemandangan tersebut terbayang kembali dalam
benaknya ia merasa hatinya jadi sedih sekali, karena itulah
setelah mendengar kabar berita yang membuat hati jadi sakit
bagaikan disayat, ia jadi amat gelisah sekali dan ingin cepat
terbang kesisi ibunya dan mati hidup bersama-sama dirinya..
Karena terpengaruh oleh perasaan dan emosinya itulah
membuat sianak muda itu jadi lupa kalau pada saat itu ia
sedang berada dalam suatu tempat yang sangat berbahaya,
dia lupa kalau ada orang sedang mengincar selembar jiwanya
setiap saat.
(Mengenai kisah Gak In Ling secara bagaimana berpisah
dengan ibunya dan kenapa selama dua belas tahun lamanya
berdiam dibenteng oh-liang-poo yang berada digunung
Taysan, akan di kisahkan pada bagian lain-)
Begitulah Gak In Ling segera menjejakkan kakinya dengan
sepenuh tenaga, menurut perkiraannya loncatan tersebut pasti
akan berhasil melampaui jarak sejauh lima tombak lebih lima
depa, tak mungkin enjotan badannya akan melampaui jarak
sejauh enam tombak yang dikatakan merupakan tempat
berbahaya ataupun kurang dari lima tombak.
Tetapi apa yang kemudian terjadi ternyata sama sekali
berada diluar dugaannya, pada saat tubuhnya sudah
melayang diudara itulah ia tidak berhasil melihat daratan
dihadapannya, sementara badannya sedang melayang, diatas
udara yang kosong yang dibawahnya merupakan sebuah
jurang yang tidak nampak dasarnya.
247
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tercekat hati Gak In Ling menyaksikan keadaan tersebut,
buru-buru ia tarik napas panjang panjang, kaki kanannya
dengan cepat menjejak di atas kaki kirinya dan
melambungkan kembali tubuhnya yang sedang meluncur
kearah bawah itu sejauh lima depa lebih, ia berusaha untuk
meluncur maju lebih kearah depan lagi dengan harapan
berhasil menemukan tepi daratan-
Menurut jalan pemikirannya padasaat itu, sekalipun
kesalahan terletak pada dirinya karena salah mengincar
tempat dan jarak yang dilampaui baru mencapai empat
tombak. Sekarang setelah meluncur satu tombak lebih kearah
depan bukan kah berarti jaraknya telah melampaui lima
tombak ?
Perasaan hati Gak In Ling mulai diliputi ketegangan, otak
yang semula penuh diliputi oleh pelbagai pikiran, seka rang
jauh lebih jernih dan terang. Tiba-tiba satu ingatan berkelebat
dalam benak Gak In Ling pikirnya.
"Mungkinkah permukaan kedua belah tebing tidak sama
tingginya ?Jika benar demikian keadaannya mungkin aku telah
melompat terlalu tinggi sehingga tak dapat menyaksikan
pemandangan dibagian bawah, apa salahnya kalau tubuhku
meluncur turun kebawah beberapa tombak lagi ?"
Berpikir sampai disitu, gerakan tubuhnya yang sedang
meluncur kearah depan segera tertahan dan tubuhnya mulai
meluncur turun kebawah.
Satu tombak.... dua tombak tiga tombak... enam tombak....
yang terlihat dibawah tubuhnya hanyalah kabut pUtih yang
tebal, sementara gerakan tubuhnya yang meluncur kebawah
kian lama kian^bertambah cepat.
Mendadak satu ingatan yang menakutkan terlintas dalam
benak Gak In Ling, tetapi sayang kejernihan otaknya itu
didapatkan pada saat yang sudah terlambat, dengan perasaan
248
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
putus asa Gak In Ling segera menghela napas panjang,
gumamnya.
"Habislah sudah riwayatku, rupanya aku telah tertipu oleh
Ong Pek Siu manusia laknat berhati binatang itu. Nampaknya
dendam berdarah dari keluarga Gak untuk selamanya akan
ikut terkubur bersama hancurnya tubuhku dimakan oleh batu
cadas."
Teringat bahwa dendam sakit hatinya untuk selamanya tak
mungkin dapat dibalas kembali, Gak Ih Ling merasa kecewa
dan putus asa sekali hawa murni dalam tubuhnya segera
buyar dan tubuhnya yang meluncur kebawahpun bergerak
semakin cepat lagi.
Pusaran angin akibat tekanan tenaga yang sangat besar itu
menggulung ujung baju Gak In Ling yang berwarna hitam dan
mengibarkan nya sehingga menimbulkan suara yang amat
nyaring.
Begitu nyaring suara itu membuat suasana ditengah
keheningan yang mencekam diseluruh jagad terasa jauh lebih
menyeramkan-
Benak Gak In Ling pada saat ini kosong melompong tiada
pikiran yang lain, pada detik-detik yang amat singkat itu dia
merasa seakan-akan telah melepaskan banyak beban yang
berada diatas bahunya. Ia merasa seakan-akan bebas
merdeka dan tidak memikirkan persoalan apapun-
Dendam berdarah, sakit hati serta semua perasaan hatinya
seakan-akan ikut lenyap bersama makin cepatnya sang badan
meluncur kebawah, kemudian lenyap tak berbekas mengikuti
hancurnya mencium permukaan tanah.
Pada ujung bibir Gak In ling tersungging satu senyuman
yang hambar, begitu memilukan hati senyumannya itu seakan-
akan ia sedang mentertawakan diri sendiri, membuat orang
jadi tak paham dengan perasaan hatinya pada waktu itu.
249
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bulu matanya yang panjang telah menutupi sepasang biji
matanya yang jeli dan bening, titik airmata jatuh berlinang
membasahi pipinya.
Ia sama sekali tidak takut mati, tetapi ia menjumpai
kesulitan yang memaksa ia tak boleh mati, akan tetapi pada
saat dan keadaan seperti ini ia tak dapat menuruti kehendak
hatinya, hanya Malaikat Elmautlah yang akan menentukan
segala-galanya.
Tiba-tiba ia mendengar suara air berkumandang datang
dari arah sebelah bawah, si anak muda itujadi kegirangan
setengah mati, harapan untuk melanjutkan hidupnya segera
muncul kembali dalam hati kecilnya.
Belum lama suara air itu berkumandang masuk kedalam
telinganya, dan sebelum Gak In Ling sempat memikirkan cara
untuk menanggulangi keadaan itu.... pluuuung Tubuhnya
sudah tercebur kedalam air.
Berhubung daya luncurnya teramat besar, maka sesudah
tercebur kedalam air badannya segera tenggelam kedasar
sungai.
Pada masa kecilnya Gak In Ling seringkali bermain air.
Karena itu terhadap air ia sudah merasa tak asing lagi,
menurut penilaiannya paling sedikit pada saat itu ia telah
berada pada kedalaman empat lima tombak dari atas
permukaan-
Perasaan pertama yang terasa olehnya air sungai yang
dingin sekali hingga merasuk ketulang sumsum, kemudian
adalah arus air sungai yang besar sehingga membuat
tubuhnya tidak mampu untuk menguasai diri dan terseret oleh
arus.
Untung tenaga dalam yang dimiliki Gak In Ling sempurna
sekali, meskipun air sungai dingin sekali namun ia sama sekali
tidak kedinginan ataupun menderita.
250
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ketika Gak In Ling munculkan diri diatas permukaaan untuk
pertama kalinya, ia saksikan kabut putih tebal yang
menyelimuti disana telah lenyap tak berbekas, sang surya
memancarkan sinarnya dengan terang dari balik tebing curam,
pada saat itu matahari telah menjelang tiba.
Gak In Ling berusaha keras untuk berenang diatas
permukaan air, dengan pandangan tajam ia memandang
sekeliling tempat itu, yang terlihat hanyalah tebing-tebing
yang curam dan tinggi menjulang ke angkasa, begitu licin dan
tegaknya tebing dikedua belah sisi sungai tadi membuat tak
mampu untuk mendarat dan menuju ketepian. Menyaksikan
kesemuanya itu, Gak In Ling segera berpikir didalam hati
kecilnya.
"Sungai yang mengalir ini dari gunung biasanya akan
berakhir disamudra, tempat ini merupakan tebing-tebing
curam yang jauh terpencil dari keramaian, sekalipun aku naik
keatas paling sedikit harus melakukan perjalanan jauh
sebelum mencapai tempat yang dihuni manusia, apa salahnya
kalau kuikuti saja arus sungai yang amat deras ini untuk
bergerak kedepan."
Setelah mengambil keputusan, maka iapun memutarkan
badannya terseret oleh arus sungai yang amat deras itu dan
bergerak mengikuti aliran sungai tersebut.
Sang surya telah lenyap dari angkasa dan malampun
menjelang tiba, sekeliling sungai itu masih merupakan tebing-
tebing yang curam dan tegak-lurus, terpaksa sianak muda itu
membiarkan badannya terseret oleh arus dan bergerak
kedepan ditengah kegelapan seorang diri.
Entah berapa lama sudah lewat, ketika fajar telah
menyingsing kembali diufuk sebelah timur, akhirnya Gak In
Ling berhasil juga keluar dari mulut selat yang bertebing
curam disekelilingnya itu, sekarang ia telah tiba disuatu
daratan rendah yang bertanah datar.
251
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan cepat Gak in ling berenang menuju ketepian dan
berhasil mendarat diatas sebuah batu cadas yang besar.
Dengan susah payah Gak In Ling merangkak naik
kedaratan, ia merasakan keempat anggota badannya kaku
dan linu, perutnya lapar dan dahaga sekali, ia tarik napas
panjang-panjang, napsu membunuh memancar keluar dari
balik matanya, lalu gumamnya seorang diri.
"Kalian tidak berhasil membinasakan aku Gak In Ling, mulai
saat ini mungkin dunia persilatan tak akan mendapatkan suatu
hari yang tenang lagi... aku mengobrak-abrik mereka sehingga
semua jahanam itu musnah dari muka bumi." habis berkata
dengan sempoyongan ia berjalan dan meninggalkan tempat
itu.
Pada saat itulah tiba-tiba terdengar suara seseorang yang
amat merdu sedang berkata.
"Kenapa sih kalian selalu mengurusi diriku, sehingga
membuat orang tak dapat melakukan pekerjaan apapun juga,
tempat ini tokh sepi dan terpencil sekali letaknya, mana
mungkin ada orang mengintip diriku ? Apa salahnya kalau aku
akan mandi didalam sungai ini...ah h, perduli amat pokoknya
aku akan mandi disini" Mendengar ucapan tersebut, tanpa
terasa Gak In Ling berpikir didalam hatinya.
"Merdu sekali suara orang ini, wajahnya pasti cantik-jelita
bagaikan bidadari dari kahyangan-"
Sementara pemuda itu masih berpikir, suara lain yang berat
dan kasar telah berkumandang pula memecahkan kesunyian-
"Leng-cu, engkau adalah seorang yang sangat terhormat
sekali, mana boleh tingkah lakumu sebebas dan sesuka hati
seperti itu, kalau mau mandi mari kita naik burung hong dan
tak lama akan tiba digunung Tiang-pek-san, bukankah jauh
lebih enak mandi ditelaga nirwana daripada mandi di-sungai
yang kotor itu ?"
252
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Terkejut hati Gak In Ling mendengar perkataan orang ini,
pikirnya didalam hati.
"jangan- jangan orang itu adalah Yau-ti Gick li gadis suci
dari nirwana yang amat tersohor namanya diseluruh dunia
persilatan itu ?"
"Su-put-siang (empat tidak mirip) " omel suara yang amat
merdu tadi lagi dengan nada keras, "kenapa sih engkau suka
mengurusi orang lain? Ini hari, tak perduli apapun yang terjadi
dan sekalipun aku takkan menjadi leng-cu lagi, aku tetap akan
mandi disungai itu."
Nada suaranya polos dan bersifat kekanak-kanakan,
membuat siapapun tak akan percaya kalau dia adalah gadis
suci dari nirwana yang nama benarnya telah menggemparkan
seluruh dunia persilatan.
orang yang bernama "Empat tidak mirip" itu agaknya takut
sekali kalau melihat Leng-cu- mereka marah, buru-buru ia
berseru.
"Baik, baik biarlah pinni periksa dulu apakah disekeliling
tempat ini ada orang atau tidak- setelah itu engkau baru
mandi "
"Harus cepat" seru Leng-cu itu.
Mendengar pembicaraan tersebut sampai di situ, satu
ingatan dengan cepat berkelebat dalam benak Gak In Ling,
pikirnya.
"Kalau aku tidak munculkan diri pada saat ini juga,
seandainya sampai ketahuan mereka nanti, walaupun ada
alasan aku bakal terbungkam dan tak mampu untuk
membantah barang sekejappun. "
Sebenarnya sianak muda itu tiada bermaksud untuk
bertemu dengan Leng-cu itu, tetapi sebagai seorang pria sejati
yang jujur, ia merasa bagaimanapun juga pada saat ini dia
harus munculkan diri.
253
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka Gak In Ling pun mendehem dan berjalan keluar dari
balik batu cadas itu, baru saja beberapa langkah ia berjalan
mendadak pandangan matanya jadi kabur dan tahu-tahu urat
nadi pad apergelangan kirinya sudah dicekal orang kencang-
kencang.
Dengan kepandaian silat yang dimiliki Gak In Ling, ternyata
ia tak mampu untuk melihat jelas pria atau wanitakah orang
yang mencekal urat nadinya itu, dari sini dapatlah ditarik
kesimpulan bahwasanya tenaga dalam yang dimiliki orang ini
benar-benar luar biasa sekali.
"Keparat cilik, sudah berapa lama engkau menyembunyikan
diri ditempat itu ?" bentak seseorang dengan suara yang
dingin menyeramkan-
Air muka Gak In Ling berubah hebat, ia segera alihkan
sorot matanya memandang kearah orang yang mencekal urat
nadi pada pergelangan tangannya itu, tampaklah orang itu
berusia lima puluh tahunan, alisnya tebal dengan mata yang
jeli, rambutnya digulung menjadi satu dengan sebuah jubah
pendeta melekat ditubuhnya, tasbeh dipegang dalam
genggaman dan sulit bagi orang untuk membedakan apakah
dia seorang pria ataukah wanita, seorang hwesio ataukah
nikou.
Gak In Ling tidak ingin menanam bibit permusuhan dengan
orang lain, mendapat pertanyaan itu ia segera menjawab
dengan suara tawar. "Aku baru saja berenang disungai dan
naik kedaratan."
"Hei apakah engkau datang kemari untuk mandi ?" tiba-tiba
terdengar serentetan suara yang amat merdu berkumandang
datang. "Dingin kah air sungai itu ?"
Tanpa sadar Gak In Ling alihkan sorot matanya kearah
mana berasalnya suara tadi, begitu melihat orang tersebut ia
nak muda itu segera berdiri tertegun, pikirnya didalam hati
dengan perasaan tercengang.
254
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sungguh tak kusangka dikolong langit ternyata terdapat
seorang gadis yang berwajah begini cantiknya."
Ternyata orang yang barusan berbicara tepat berdiri kurang
lebih dua tombak dihadapan pemuda she Gak itu, dia adalah
seorang gadis cantik baju putih yang berusia dua puluh
tahunan, tubuhnya ramping dengan rambut hitam yang terurai
panjang, panca indranya amat sempurna bagaikan lukisan,
benar-benar gadis yang amat cantik bagaikan bidadari yang
baru turun dari kahyangan-
Ketika gadis itu menyaksikan Gak In Ling menatap
kearahnya tanpa berkedip tanpa menjawab pertanyaannya,
dengan nada cemberut kembali serunya.
"Hei, kenapa sih kau ini, Ayo jawab " Meskipun suaranya
merdu merayu dan sedap didengar, namun setara lapat-lapat
terselip nada memerintah yang sukar untuk dibantah.
Buru-buru Gak In Ling tarik kembali sorot matanya dan
menjawab. "Aku bukan datang kemari untuk mandi "
"Lalu ada urusan apa engkau datang kemari ?"
"Kemarin tengah hari aku terjatuh kedalan sungai dan
tubuhku terbawa arus hingga tiba di sini"
Mendengar jawaban tersebut, dari balik mata sang gadis
yang jeli tiba-tiba memancar keluar cahaya yang sangat
tajam.
"Kemarin siang ?" serunya cepat
"Jadi engkau baru saja datang dari lembah pemutus sukma
?"
"Dari mana dia bisa tahu ?" pikir Gak In Ling dengan
perasaan amat terperanjat.
Rupanya gadis cantik itu dapat meraba apa yang sedang
dipikirkan oleh sianak muda itu, segera ujarnya kembali.
255
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dari sana datang kemari, kebetulan sekali membutuhkan
waktu selama satu hari satu malam lamanya."
Diam-diam Gak In Ling merasa amat kagum sekali atas
kecerdikan gadis cantik itu, dia mengangguk dan menjawab.
"Dugaan Leng-cu memang tepat dan sedikit pun tidak
salah, rasanya akupun tak usah banyak bicara lagi "
Perlahan-lahan gadis cantik berbaju putih itu maju
kedepan, dengan pandangan tajam ditatap nya wajah Gak In
Ling, tiba-tiba nada suaranya berubah jadi dingin dan kaku, ia
berkata.
"Engkau memakai baju warna hitam, pernah menelan pil
penghancur hati cui-sim wan, seandainya dugaanku tidak
salah, semestinya engkau adalah Gak In Ling yang sudah
membuat dunia persilatan jadi tak aman, bukankah begitu ?"
Sekali lagi Gak In ling mengangguk.
"Setelah Leng-cu mengetahui bahwa aku orang she Gak
pernah menelan obat cui sim-wan, tentunya engkau juga
mengetahui bukan ? Masih berapa lama aku dapat hidup
dikolong langit ?"
"Tidak akan melampaui waktu selama setengah tahun
"jawab gadis cantik baju putih itu sambil tertawa tawa. Gak In
Ling tertawa dan mengangguk.
"Leng-cu hebat dan cerdas sekali, persoalan apapun
engkau ketahui dengan begitu jelas, seandainya dugaanku
tidak keliru, maka engkau tentulah gadis suci dari Nirwana
yang dihormati oleh setiap umat persilatan bagaikan bidadari
itu, bukankah demikian?"
"Kalau benar ada apa ?"
"Selamanya gadis suci dari Nirwana menyelesaikan semua
persoalan secara adil dan bijaksana, semua umat persilatan
pada mengetahui akan kebesaran jiwamu itu, andaikata berita
tersebut tidak salah maka aku berharap agar Leng-cu suka
256
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
melepaskan aku pergi sehingga aku mempunyai kesempatan
lagi untuk melakukan penyelidikan di dalam lembah pemutus
sukma tersebut."
Tatkala mengetahui bahwa Gak In Ling hendak melakukan
penyelidikan kembali ke lembah pemutus sukma, tiba-tiba
perasaan hati gadis suci dari Nirwana itu menjadi berat,
ditatapnya wajah sianak muda itu tajam-tajam kemudian
dengan suara hambar ujarnya.
"Aku dengar orang berkata bahwa engkau adalah seorang
pemuda yang angkuh dan tinggi hati, kenapa kali ini engkau
malah mengajukan permohonan kepadaku?"
Meskipun beberapa kata itu diucapkan dengan begitu
ringan dan biasa akan tetapi bagi pendengaran Gak In Ling
terasa tajam sekali hingga menyayat hati kecilnya, perkataan
itu dianggap sebagai suatu sindiran yang sangat tajam bagi
dirinya. Ia segera tertawa sinis dan menjawab.
"Ilmu silatku tidak mampu untuk menandingi anak buah
Leng-cu, karena itu mau tak mau terpaksa aku harus berbuat
demikian-"
"Hm Apakah engkau tidak merasa perbuatanmu itu
memalukan sekali."
Perlahan-lahan Gak In Ling mengangkat kepalanya
memandang mega putih yang sedang bergerak diangkasa, lalu
tertawa tawa.
"Aku tidak lebih hanya seorang manusia yang terbuang dari
dunia persilatan, apa yang mesti kupikirkan lagi ? Kenapa aku
harus menjaga nama baik atau martabat ?"
Sekalipun jawaban itu diutarakan sambil diiringi senyuman,
akan tetapi tak dapat menutupi kemurungan serta kepedihan
yang terpancar dibalik wajahnya yang tampan-
Meskipun gadis suci dari Nirwana setiap hari sibuk
menyelesaikan pelbagai urusan dan persengketaan dalam
257
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dunia persilatan, tetapi disekelilingnya selalu diiringi
pembantu-pembantunya yang amat setia terhadap dirinya dan
selalu memenuhi segala kebutuhannya dengan seksama, lagi
pula sedari kecil ia dibesarkan dalam lingkungan yang serba
agung dan mulia, karena itu, bagi dirinya sama sekali tak
mengenal apa arti kesedihan serta kemurungan bagi seorang
manusia, apa yang dialami selama ini boleh dibilang sama
sekali bertolak belakang dengan kehidupan manusia pada
umumnya.
Sambil membelalakkan sepasang matanya bulat-bulat, lama
sekali ia menatap wajah Gak In Ling dengan sikap tertegun,
tiba-tiba serunya dengan merdu.
"Seandainya aku tidak bersedia untuk melepaskan dirimu ?
Apa yang hendak kau lakukan?"
Serentetan cahaya tajam memancar keluar dari balik mata
Gak In Ling, tetapi tidak lama kemudian telah lenyap tak
berbekas, dan dangan hambar ia menyapu sekejap wajah suci
dari Nirwana, kemudian sambil tertawa jawabnya.
"Antara aku dan Leng-cu tokh tak pernah terikat oleh
dendam ataupun sakit hati, kenapa Leng cu tidak bersedia
untuk melepaskan diriku?"
Manusia aneh yang selama ini mencekal urat nadi pada
pergelangan tangan sianak muda itu, tiba-tiba mendengus
gusar dan berteriak.
"Hm Engkau berani bersikap kasar terhadap Leng-cu kami
?" sambil membentak hawa murninya disalurkan semakin
deras sehingga cekalan pada pergelangan tangan sianak muda
itupun bertambah kencang lagi.
Gak In Ling seketika itu juga merasakan pergelangan
tangan kirinya jadi sakit bagaikan di iris-iris, tetapi dengan
wataknya yang ketus dan angkuh sekalipun merasa kesakitan
namun dahinya sama sekali tak berkedip.
258
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ditatapnya wajah musuh itu dengan pandangan dingin, lalu
ujarnya dengan nada mengejek.
"Kehebatan ilmu silatmu benar-benar sangat
mengagumkan hatiku, engkau memang betul-betul jempolan."
Sementara pembicaraan berlangsung, keringat sebesar
kacang kedelai perlahan-lahan menetes keluar membasahi
jidatnya.
Menyaksikan kesemuanya itu satu ingatan tiba-tiba
berkelebat dalam benak gadis suci dari Nirwana, tanpa sadar
ia berseru. "su Put Siang, lepaskan dirinya "
---ooo0dw0ooo---
Jilid 8
"LENG-CU, orang ini " Su Put Siang si empat tidak mirip
berdiri melongo dengan perasaan cak habis mengerti, ia tidak
paham apa sebabnya sang Leng-cu memerintahkan dirinya
untuk melepaskan orang itu.
"Lepaskan dirinya " kembali gadis suci dari Nirwana
mengulangi kembali kata-katanya.
Terpaksa Empat tidak mirip melepaskan cekalannya,
dengan pandangan termangu- mangu ditatapnya wajah gadis
itu tanpa berkedip. sementara matanya terbelalak dan
mulutnya melongo, seakan-akan ia sedang menjumpai suatu
kejadian yang sangat aneh.
Setelah terlepas dari cekalan lawannya, Gak In Ling segera
melemaskan otot-otot lengannya, kemudian dengan suara
dingin ia menegur. "Leng-cu, apakah engkau tidak menyesal
?"
"Hee hee hee... . Gak In Ling," seru gadis suci dari Nirwana
sambil tertawa dingin. "Apakah engkau mengira dengan
mengandalkan serangkaian permainan telapak mautmu yang
259
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tidak komplit itu maka dikolong langit lantas tiada tandingan
lagi ?"
Ditengah keketusan nada suara itu terselip pula nada
menghina dan pandang rendah lawannya.
Gak In Ling sama sekali tidak gusar, mungkin hal ini
disebabkan karena masih ada urusan yang lebih penting lagi
yang harus diselesaikan olehnya dengan cepat, membuat ia
tak mau menggubris semua penghinaan pada saat ini.
"Tidak "jawabnya tawa. "Aku sama sekali tidak mempunyai
perasaan seperti itu, dan lagi akupun tahu bahwa kepandaian
silatku masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan Leng-
cu" selesai berkata ia siap berlalu dari sana.
"Engkau hendak pergi kemana ?" tiba-tiba gadis suci dari
Nirwana menegur.
"Lembah pemutus sukma "
"He hee.. . engkau anggap dengan mengandalkan
kepandaian silatmu itu, seluruh lembah tersebut dapat kau
ratakan dengan tanah ?" ejek gadis suci dari Nirwana sambil
tertawa dingin-
"Mungkin." jawab Gak In Ling, dengan sedih ia memandang
sekejap keujung langit, "atau mungkin juga disanalah
merupakan tempat peristirahatanku yang terakhir "
Tanpa berpaling ia segera berlalu dari situ. Tiba-tiba gadis
suci dari Nirwana merasakan hatinya bergetar keras, dengan
cepat ia menghadang jalan pergi sianak muda itu.
"Seandainya aku tidak mengijinkan dirimu untuk tinggalkan
lembah ini ?" serunya.
"Aku rasa Leng-cu bukanlah seorang manusia yang plint-
plant serta menjilat ludah yang telah dilontarkan sendiri bukan
?"
"Siapa tahu kalau kali ini merupakan pengecualian ?"
260
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hawa amarah dengan cepat berkobar menyelimuti seluruh
wajahnya, setelah harus bersabar dan bersabar terus lama
kelamaan Gak In Ling tak kuat juga untuk menahan dirinya, ia
segera mengambil keputusan untuk mengadu jiwa dengan
lawannya. Ditatapnya gadis itu dengan marah, lalu tegurnya
ketus.
"Boleh saja kalau engkau hendak menahan diriku, tapi
engkaupun harus memperlihatkan dahulu sampai dimanakah
kepandaian silat yang kau miliki ? Mampukah engkau untuk
membinasakan diriku disini ?"
"Huh Apa sulitnya untuk membinasakan dirimu?" teriak Su
Put Siang dengan kasar. "Keparat cilik, bersiap-siaplah untuk
menghadapi seranganku " Sambil berkata ia bersiap sedia
untuk melancarkan serangan-
Pada saat itulah tiba-tiba berkumandang datang dua buah
bentakan yang amat keras. "Tunggu sebentar " suara ini
berasal dari gadis suci dari Nirwana.
"Gak In Ling" bentakan kedua bernada berat dan berasal
dari sisi kanan lembah tersebut. Mendengar bentakan itu Gak
In Ling berpaling kearah mana berasalnya suara itu,
kemudian berseru tertahan dan tubuhnya secara beruntun
mundur tiga- empat langkah kebelakang dengan
sempoyongan-"Aaaah "
Kiranya dari balik batu cadas yang berserakan disamping
kanan lembah itu muncullah empat orang manusia
berkerudung merah, tanpa dipikir lebih jauh lagi dapat
diketahui bahwa mereka berasal dari lembah pemutus sukma.
Gak In Ling kaget bukan lantaran jeri terhadap mereka,
melainkan mayat gadis yang berada dalam bopongan salah
seorang manusia berkerudung merah yang berada disebelah
kanan yang membuat dirinya tercekat.
261
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Gak In Ling " terdengar orang itu berseru "Terimalah
kembali tubuh cicimu "
Air muka Gak In Ling berubah hebat, sepasang matanya
yang tajam berubah jadi merah membara, napsu membunuh-
perlahan-lahan menyelimuti seluruh wajahnya.
Dendam sedalam lautan, benci setinggi bukit, bagaikan
tanggul sungai Huanghoo yang jebol dengan cepatnya
menerjang dan menghantam hati sanubarinya, membuat
pemuda itu hanya teringat akan bunuh... akan darah.....
Sepasang matanya yang memancarkan cahaya seram dan
menggidihkan hati itu meratap tajam wajah keempat orang
itu, selangkah demi selangkah didekatinya musuh-musuh yang
berkerudung merah itu dengan garang, keadaannya pada saat
itu tak ubahnya bagaikan binatang liar yang siap menerkam
serta mencabik-cabik tubuh korbannya.
Dari balik pandangan mata Gak In Ling yang kaku terselip
cahaya yang menggidikkan, dengan termangu- mangu ia
menatap wajah ke empat orang manusia berkerudung merah
yang sedang mendekati kearahnya itu, ditinjau dari keadaan
bisa ditarik kesimpulan bahwa perasaan hatinya pada saat itu
sedang kalut sekali.
Dalam kenyataan memang demikian keadaannya, sebab
dari dandanan serta potongan badan orang-orang itu, ia
sudah tahu kalau mereka berasal dari lembah pemutus sukma,
ditempat itulah ibu serta encinya disekap.
Gadis suci dari Nirwana dengan cepat melemparkan sebuah
kerlingan mata kearah Su-put-siang kemudian secara diam-
diam mengundurkan diri kearah samping, gadis yang memiliki
kecerdasan luar biasa ini telah menduga bakal terjadinya
suatu peristiwa yang luar biasa ditempat itu.
Tampaklah sepasang bijimatanya yang jeli memancarkan
sinar mata yang sukar diartikan menatap tajam wajah Gak In
Ling, la tidak memperlihatkan sikap prihatinnya karena bakal
262
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
terjadi bencana, pun tidak menunjukkan gembira karena akan
berlangsungnya suatu kejadian besar ditempat itu.
Dalam sekejap mata keempat orang manusia berkerudung
merah itu sudah berada kurang lebih lima depa dihadapan Gak
In Ling, empat orang, delapan buah sorot mata yang
menggidikkan bersama-sama ditujukan keatas wajah Gak In
Ling, seakan-akan mereka hendak mencari suatu gejala yang
aneh diantara wajahnya yang tampan dan kaku itu.
Gak In Ling sendiri sama sekali tidak merasakan sesuatu
atas tingkah laku dari lawannya, karena pada saat itu seluruh
perhatiannya sedang ditujukan kearah mayat gadis muda yang
berada dalam bopongan manusia berkerudung merah yang
berada disebelah kanan itu.
Tampaklah raut wajah gadis itu ditutup oleh secarik kain
berwarna hijau, tangan kirinya menekan diatas bibirnya dan
noda darah yang telah membeku menutupi celah-celah jari
diatas tangannya, rambut yang hitam terurai dalam keadaan
yang kalut, keadaannya nampak mengerikan sekali.
Empat manusia berkerudung merah itu menghentikan
tubuh mereka kurang lebih tiga depa di hadapan Gak In Ling,
sikap mereka sedikitpun tidak memperlihatkan rasa gentar
ataupun takut, jelas mereka sama sekali tak pandang sebelah
matapun terhadap sianak muda itu.
Su-put-siang yang menyaksikan hal itu segera mendengus
dingin, tentu saja perbuatannya ini bukan disebabkan karena
ia gusar terhadap sikap orang-orang itu terhadap Gak In Ling,
sebaliknya ia mendongkol sekali karena keempat orang
manusia berkerudung merah itu sama sekali tidak menggubris
Leng-cu-nya.
Mendengar dengusan tersebut, keempat orang manusia
berkerudung merah itu bersama-sama alihkan sinar matanya,
dengan cepat mereka berdiri tertegun dan ingatan yang sama
terlintas dalam benak mereka.
263
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aaah sungguh cantik jelita wajah gadis ini, mungkinkah
dia adalah bidadari yang baru turun dari kahyangan ?"
Gemar akan segala yang indah adalah watak setiap
manusia pada umumnya, sorot mata mereka berempat
dengan cepat terhisap oleh kecantikan wajah dara baju putih
itu, dan tanpa sadar hampir bersamaan waktunya mereka
menegur secara berbareng. "Siapakah engkau ?"
Gadis suci dari Nirwana mendengus dingin, ia mencibirkan
bibirnya yang kecil mungil dan menjawab.
"Kalian tak usah menduga siapakah aku, lebih baik cepat-
copatlah menyelesaikan pekerjaan kalian, sebab bila kalian
sudah tahu siapa aku, mungkin pekerjaan kalian akan
terbengkalai sebab kalian akan segera kehilangan daya
kekuatan untuk melaksanakan tugas tersebut"
Walaupun nada suaranya merdu dan enak didengar, tetapi
mendatangkan suatu perasaan yang aneh sekali bagi yang
mendengar.
Keempat orang manusia berkerudung merah itu adalah
jago-jago yang diandaikan oleh pihak lembah pemutus sukma
untuk melaksanakan tugas baik kepandaian silat yang mereka
miliki maupun pengalaman dalam dunia persilatan boleh
dibilang termasuk jagoan kelas satu dikolong langit, akan
tetapi setelah mendengar perkataan itu, seolah-olah
terpengaruh oleh sesuatu kekuatan yang tak terwujud
ternyata tak seorangpun yang berani membantah.
Buru-buru mereka alihkan kembali sorot matanya kearah
wajah Gak In Ling, kemudian terdengarlah suara orang yang
membopong mayat gadis itu berseru sambil tertawa dingin.
"Gak In Ling, tahukah engkau kami datang kemari untuk
mencari siapa ?"
Sepasang mata Gak In Ling masih menatap diatas tubuh
mayat gadis itu tanpa berkedip. jawabnya dengan kaku.
264
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Semoga saja engkau bukan datang kemari untuk mencari
diriku "
orang yang berada disebelah kiri dengan suaranya yang
serak segera tertawa mengejek, serunya sinis.
"Hee hee hee apakah engkau sudah menyadari bahwa
kepandaian silatmu masih bukan tandingan kami ?"
Mendengar ejekan tersebut, dengan cepat Gak In Ling
menengadah keatas, dari balik sepasang matanya tiba-tiba
memancar keluar sinar mata yang mengerikan seka perlahan-
lahan ia sapu wajah keempat orang manusia berkerudung
merah.
Tatkala sorot mata mereka saling beradu satu sama
lainnya, tanpa sadar keempat orang manusia berkerudung
merah itu bersama-sama mundur dua langkah kebelakang.
"Huh Dengan andaikan kekuatan kalian ?" seru Gak In Ling
dengan nada seram. "Sepuluh orang seperti kalianpun masih
bukan tandinganku."
Empat orang dayang cantik baju putih yang berada
dibelakang gadis suci dari Nirwana tanpa terasa bersama-
sama alihkan sinar matanya kearah Leng-cu mereka sesudah
mendengar ucapan sang pemuda yang amat sombong itu,
rupanya mereka hendak melihat reaksi dari Leng-cu mereka
untuk membuktikan ucapan pemuda itu.
Su-put-siang adalah seorang manusia yang amat
berangasan, ia segera mendengus dingin dan bergumam.
"Hmm bocah ingusan yang tidak tahu diri..."
Sebaliknya gadis suci dari Nirwana memperlihatkan
serentetan cahaya mata yang sangat aneh katanya dengan
suara mendalam.
265
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dia bukanlah seorang manusia yang tekebur,
kemungkinan besar apa yang diucapkan olehnya sedikitpun
tidak salah "
"Leng-cu, engkau tokh baru saja bertemu dengan dia,
darima na engkau tahu kalau ucapan-nya bukan tekebur ?"
bantah Su-put-siang tidak puas.
Gadis suci dari Nirwana mengerutkan dahinya, lalu balik
bertanya dengan nada dingin. "Jadi engkau tidak percaya ?"
Mimpipun Su-put-siang tidak menyangka kalau Leng-cu-nya
yang cantik jelita dan dihari biasa itu selalu nampak lincah, ini
hari bisa berubah jadi berangasan. Mendengar perkataan itu ia
jadi amat terperanjat sekali, sambil memberi hormat buru-
buru jawabnya. "Budak tua tidak berani"
Sementara dalam hati kecilnya diam-diam ia berpikir.
"Kemurungan dan kesedihan yang diderita oleh bocah cilik
itu rupanya merupakan penyakit menular yang amat jahat,
sehingga Leng cu ikut ketularan-"
Dalam pada itu lelaki berkerudung merah yang berada
disebelah kanan telah menyadari akan sikap mereka berempat
yang memalukan, dari jengah ia menjadi gusar dan segera
berteriak keras,
"Bangsat, kau tak usah tekebur lebih dulu, kalau memang
punya kepandaian ayolah silahkan untuk turun tangan "
Gak In Ling segera maju selangkah kedepan, hardiknya
ketus. "Jadi kau ingin mencoba ?"
Nada suaranya amat dingin bagaikan angin dingin yang
menghembus keluar dan kutub utara membuat bulu kuduk
semua orang pada bangun berdiri.
Sekali lagi keempat orang manusia berkerudung merah itu
melompat mundur dua langkah kebelakang terpengaruh oleh
kesadisan serta kekuatan sikap pemuda Gak In Ling, sekalipun
266
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mereka tidak bersedia untuk melakukan hal itu, tetapi dalam
hati kecilnya secara otomatis memperlihatkan reaksinya dan
gerakan selanjutnyapun tidak dapat dibendung lagi.
Dari balik mata manusia berkerudung merah yang berada
disebelah kanan tiba-tiba memancar cahaya yang sadis sekali,
tangan kirinya membopong mayat gadis tersebut sedangkan
tangan kanannya laksana kilat menyingkap kain kerudung
hijau yang menutupi wajah mayat itu, bentaknya kembali
dengan nada dingin.
"Keparat cilik, coba kau lihat dulu siapakah dia, setelah itu
barulah bicara secara tekebur "
Selembar wajah yang cantik dan putih bersih mengikuti
terbukanya kain kerudung hijau itu segera tertera dengan
amatjelasnya dihadapan Gak In Ling.
Diam-diam sianak muda itu merasakan hati nya bergidik
sekali sehiagga tak dapat dikuasai lagi ia mundur tiga langkah
ke belakang, wajahnya yang tampan dan memancarkan
cahaya kemerah-merahan itu seketika berubah jadi pucat pias
bagaikan mayat, dia merasakan bagaikan ada beribu-ribu
batang anak panah beracun yang secara tiba-tiba menusuk
serta menembusi uluhati dan jantungnya.
Ternyata raut wajah dari mayat itu persis seperti raut
mukanya, atau dengan perkataan lain kemungkinan besar dia
adalah saudara Gak ln Ling sendiri.
Menyaksikan reaksi dari Gak In Ling, perasaan tidak tenang
yang semula menyelimuti perasaan keempat manusia
berkerudung merah itu segera pulih kembali dalam
ketenangan, hawa amarah dan sikap angkuhpun muncul
kembali dalam hati kecil mereka.
Tampak manusia berkerudung merah yang membopong
mayat gadis itu menatap wajah Gak In Ling beberapa saat
lamanya, kemudian sambil tertawa seram tanyanya dengan
267
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
nada mengejek. "He... he... Gak In Ling, kenalkah kau dengan
gadis ini ?"
Sejak menyaksikan raut wajah dari mayat gadis itu, Gak In
Ling telah merasakan seolah-olah sukmanya melayang
meninggalkan raganya, mendapat pertanyaan itu dengan kaku
ia menggeleng. "Aku tidak kenal "
"Tidak kenal? Aku lihat raut wajahmu telah berubah sangat
hebat sekali.... apakah kau merasakan sesuatu yang tidak
beres dengan mayat gadis ini ?"
"Benar, karena dia terlalu mirip dengan wajahku" kembali
Gak In Ling menjawab dengan kaku.
Manusia berkerudung merah yang berada di samping kiri
segera tertawa dingin dan mengejek.
"He.... he.. . he.,.. aku dengar katanya kau mempunyai
seorang enci, benarkah itu ?"
Air muka Gak In Ling berubah semakin hebat, suatu firasat
jelek terlintas didalam benak dan menyelimuti seluruh pikiran
dan perasaannya, ia tarik napas panjang-panjang, dengan
perasaan hati yang sedih diam-diam pemuda itu berdoa.
"oh, Thian.... kini keluarga Gak kami hanya tinggal tiga
orang. Gak In Ling mohon kepadamu ya, Thian, ampunilah
mereka dan lepaskanlah, mereka dari segala penderitaan-"
Gak ln Ling meskipun tidak mengutarakan semua isi
hatinya, tetapi ditinjau dari permohonannya yang mendekati
setengah merengek, dan muncul dari mulut seorang pemuda
yang angkuh dan tinggi hati, bisa ditarik kesimpulan betapa
murung dan ngerinya sianak muda itu dalam menghadapi
kenyataan dihadapan matanya.
Tiba-tiba satu ingatan berkelebat dalam benak gadis suci
dari Nirwana, gadis yang cerdik melebihi orang lain ini rupanya
telah dapat menduga apa yang sedang terjadi dihadapannya
pada saat ini.
268
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sementara itu Gak In Ling telah menarik napas panjang,
dengan suara berat jawabnya.
"Ssdikitpun tidak salah, aku memang mempunyai seorang
enci dan sekarang bersama ibuku disekap dalam lembak
pemutus sukma."
"Nah, kalau begitu ketahuilah kami datang dari lembah
pemutus sukma." sambung manusia berkerudung merah yang
lainnya sambil tertawa dingin.
Sorot mata yang seram dan menggidikkan hati terpancar
keluar dari balik mata Gak In Ling, dengan perasaan cemas
buru-buru ia berseru.
"Aku percaya bahwa kalian tak akan turun tangan sekeji ini
terhadap mereka, bukankah begitu ? Perbuatan semacam ini
bukanlah perbuatan gagah dari seorang enghiong seorang pria
sejati, kalian tokh manusia-manusia yang punya nama dalam
dunia persilatan, tidak mungkin-.."
"Selamanya tindakan yang diambil lembah pemutus sukma
adalah tindakan keji serta bertujuan untuk mencapai apa yang
diharapkan, sekalipun perbuatan yang kami lakukan
melanggar dari kebiasaan seorang enghiong." tukas manusia
berkerudung merah disamping kanan sambil tertawa dingin.
"Gak In Ling, kau tidak seharusnya memasuki lembah kami
serta mengacau ketenteraman lembah, ini..., ketahuilah, siapa
berani membuat keonaran di lembah kami maka dia menerima
pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya itu."
Suaranya seram dan mengerikan, seakan-akan mereka
hendak menyiksa Gak In Ling dengan kata-kata itu sehingga ia
lebih menderita.
Air muka Gak In Ling yang pucat mulai berubah jadi merah,
mengikuti berlalunya kesunyian yang mencekam disekitar
tempat itu, wajahnya kian lama kian bertambah merah, dan
269
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
akhirnya wajah pemuda itu berubah jadi marah padam
bagaikan darah.
Sorot matanya yang semula nampak lemah dan mohon
belas kasihan, kini telah lanyap tidak berbekas, sebagai
gantinya terpancarlah keluar dari balik matanya api dendam
yang tiada taranya serta napsu membunuh yang berkobar-
kobar.
Gadis suci dari Nirwana yang berada disamping kalangan,
mengawasi gerak-gerik Gak In Ling dengan seksama, tatkala
dilihatnya sianak muda itu terpengaruh oleh emosi hatinya,
dalam hati segera ia berpikir.
"Engkau begitu terpengaruh oleh emosi, perbuatanmu
dapat menghancurkan serta memusnahkan diri sendiri.
Kenapa sih kau brgitu tidak kenal bagaimana cara untuk
menyayangi diri sendiri ?"
Gadis itu tak tahu apa sebabnya ia harus memikirkan
tentang persoalan itu, dan dia sendiripun tak tahu kenapa
dirinya begitu menaruh perhatian terhadap pemuda itu.
Dalam pada itu Gak In Ling meskipun sembilan puluh lima
persen telah menduga siapakah mayat gadis itu, akan tetapi ia
masih tetap mengharapkan suatu kekeliruan, dengan kepala
tertunduk segera ujarnya. "Aku percaya bahwa dia bukanlah
enciku"
Keempat orang manusia berkerudung merah itu segera
tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan itu,
gelak tertawa keempat orang itu sangat keras hingga
menggetarkan seluruh lembah itu.
Pantulan-suara tertawa mereka seakan-akan martil yang
beratnya mencapai ribuan kati, satu demi satu menghantam
dada Gak In Ling membuat perasaan hatinya hancur dan
remuk- redam,
270
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tak kuasa lagi Gak In Ling menutupi sepasang telinganya
dengan telapak tangan, kemudian bentaknya dengan keras.
"Berhenti Apa yang perlu kalian tertawakan?"
Suaranya amat keras bagaikan guntur yang membelah
bumi membuat hati orang bergetar keras.
Keempat orang itu segera menghentikan gelak tertawanya,
sambil menuding kearah mayat gadis itu teriak mereka
dengan suara lantang. "Orang ini bukan lain adalah encimu "
Satu-satunya harapan yang tersembunyi di balik hatinya
kini pudar dan lenyap bersamaan dengan meluncurnya kata-
kata tersebut, tiga orang keluarga Gak yang masih tersisa
dikolong langit kini telah berkurang seorang lagi.
Dendam sakit hati sedalam lautan, rasa benci setinggi
langit dan kobaran api marah yang tiada taranya menyelimuti
seluruh badan Gak In Ling, membuat peredaran darah dalam
nadinya bergerak semakin cepat, ia merasakan seluruh
darahnya mendidih.
Dengan cepat Gak In Ling menengadah ke- atas, dengan
sepasang matanya yang merah berapi-api menatap kearah
empat orang manusia berkerudung merah itu dengan penuh
kebencian, hal ini membuat musuh-musuhnya mundur empat-
lima langkah kebelakang dengan ketakutan-
Dalam beberapa menit yang amat singkat Gak In Ling telah
berubah, ia tidak mirip sebagai seorang manusia lagi. Tapi
lebih menyerupai malaikat bengis yang baru turun dari langit.
Perlahan-lahan Gak In Ling melangkahkan kakinya yang
berat berjalan mendekati kearah ke empat orang itu, dengan
suara yang menyeramkan ia berteriak.
"Seorang dari keluarga Gak mati, maka aku Gak In Ling
akan menebusnya dengan seratus lembar jiwa orang
persilatan^ kalian-.. kalian adalah rombongan yang pertama "
271
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gadis suci dari Nirwaisa yang menyaksikan hal itu kembali
berpikir didalam hatinya.
"Rangsangan serta tekanan bathin yang diterimanya pada
saat ini mungkin akan menutupi ke sadaran serta perasaan
baik dalam hati kecilnya, apa yang harus kulakukan pada saat
ini ?"
Mengikuti jalannya pikiran tersebut, tanpa terasa selangkah
demi selangkah ia berjalan mendekati sianak muda itu
Sementara itu empat orang manusia berkerudung merah
itu mundur terus kebelakang mengikuti semakin majunya Gak
In Ling mendekati kearahnya, tak seorangpun diantara
mereka yang memperlihatkan gerakan hendak melakukan
perlawanan. Tiba-tiba Gak In Ling membentak dengan suara
keras. "Lepaskan dia "
uaranya keras bagaikan halilintar, di tengah keseraman
terselip pula wibawa yang besar.
Manusia berkerudung merah yang membopong mayat
gadis itu tak dapat mengusahakan diri dan segera bongkokkan
badan serta meletakkan mayat tersebut diatas tanah.
Gak In Ling menyapu sekejap mayat cicinya, perlahan-
lahan ia membengkok dan membelai rambutnya yang
panjang, air matajatuh berlinang membasahi pipinya.
Dengan tangan yang gemetar keras ia mencekal telapak
tangan enciaya Gak In Hong yang menempel diatas bibirnya,
belum sempat ia menarik turun telapak tangan itu, tiba-tiba
terdengar salah seorang diantara manusia berkerudung merah
itu berseru dengan nada lantang.
"Gak In Ling, inilah peringatan yang diberikan Iembah
pemutus sukma kami terhadap dirimu, jikalau engkau punya
nyali untuk menyatroni lembah kami lagi, maka ibumu akan
tiba gilirannya untuk dibunuh nah, tugasku telah selesai dan
kamipun harus segera tinggalkan tempat ini "
272
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Keempat orang itu bersuit nyaring, dengan gerakan tubuh
yang cepat mereka berkelebat menuju kearah jalan semula.
Tertegun hati Gak In Ling mendengar ucapan tersebut,
tangannya yang menggenggam telapak encinya gemetar
semakin keras, air mata jatuh berlinang semakin deras, demi
keselamatan ibunya ia memang tidak mempunyai keberanian
untuk menyatroni lembah pemutus sukma lagi.
Perlahan-lahan ia menarik telapak tangan encinya dan
menurunkan dari atas bibirnya,
tiba-tiba...
Diantara pandangan matanya yang kabur, ia menemukan
beberapa huruf darah yang rupanya diukir diatas telapaknya
dengan menggunakan pisau, rupanya tulisan itu sengaja
ditinggaikan oleh Gak In Hong sesaat sebelum menemui
ajalnya.
Dengan cepat Gak In Ling menyeka air mata yang
membasahi pipinya, kemudian memeriksa tulisan itu dengan
seksama, terbacalah tulisan darah diatas telapak tangan
encinya itu berbunyi demikian-
"ibu mati dibenteng Hui-in-cai. Enci mati dilembah Toan-
hun-kok."
Walaupun hanya beberapa patah tulisan yang amat
singkat, akan tetapi seluruh harapan Gak In Ling telah ikut
musnah dengan terbacanya beberapa tulisan kecil itu.
Pada waktu itulah tiba-tiba terdengar dua kali bentakan
gusar berkumandang datang dari kejauhan-
"Kalian berempat jangan harap bisa tinggalkan tempat ini
dalam keadaan hidup"
Sementara itu keempat manusia berkerudung merah itu
sudah berada sepuluh tombak lebih dan tempat semula,
mendengar bentakan itu mereka segera menghentikan
273
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
langkah kakinya dan alihkan sorot matanya kearah mana
berasalnya suara itu, dan dengan cepatnya pula mereka
berdiri tertegun ditempat itu.
Terdengar manusia berkerudung yang berada disebelah
kanan mendengus dingin lalu berkata.
"Hmm, aku kira siapa yang telah datang, tak tahunya
adalah kalian, manusia sesat dari selatan serta manusia aneh
dari utara, apakah kalian yakin bahwa dengan kekuatan kalian
berdua mampu untuk menahan kepergian kami berempat?"
nada suaranya amat sombong dan sama sekali tidak
memandang sebelah matapun terhadap lawannya.
Gadis suci dari Nirwana sendiri segera alihkan sorot
matanya sesudah mendengar orang yang baru datang bukan
lain adalah manusia sesat dari selatan serta manusia aneh dari
utara yang selama ini menggetarkan sungai telaga.
Tampaklah kurang lebih lima tombak dihadapan empat
manusia berkerudung merah itu berdirilah dua orang manusia
aneh yang berdandan sangat aneh sekali dengan sorot mata
yang tajam serta wajah memancarkan hawa gusar yang amat
tebal.
Manusia berambut putih yang berada disebelah kiri adalah
manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu, sedangkan manusia
bercambang dan bermata besar yang ada disebelah kanan
adalah manusia aneh dari utara Lui Beng Wan-
Diantara kedua orang itu, manusia aneh dari utara Lui Beng
Wan memiliki watak yang berangasan sekali, mendengar
perkataan itu ia segera tertawa seram sambil berkata.
"Haa..... haa...... haa kami tidak mampu untuk menahan
kalian beberapa orang? Benar-benar suatu lelucon yang sama
sekali tidak menggeIikan "
Terkesiap hati manusia berkerudung merah yang ada
disebelah kiri, pikirnya didalam hati.
274
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Ah jangan- jangan mereka telah melepaskan diri dari pihak
banteng IHui-in-cay "
Meskipun dalam hati berpikir demikian, di luaran ia tak mau
kalah dengan begitu saja, sambil tertawa dingin segera
serunya kembali.
"Hm, jangan lupa kalian adalah termasuk golongan mana ?
Kalau bicara mengenai tingkat kedudukan mungkin kami
berempat masih jauh berada diatas kedudukan kalian berdua."
Diatas raut wajah manusia sesat dari selatan oei Hoa Yo
yang penuh berkeriput seketika muncullah delapan buah jalur
yang sukar ditemukan dengan pandangan mata biasa, tak
usah diragukan lagi ucapan dari manusia berkerudung merah
itu telah mendatangkan pelbagai perubahan dalam hati
kecilnya.
Manusia aneh dari utara Lui Beng Wan sama sekali tidak
mau menggubris ucapan dari lawannya, dengan penuh
kegusaran kembali ia berseru lantang.
"Mari mari..... jangan menggonggong terus disitu
menyerupai anjing gila, kalau aku tak mampu untuk
membinasakan kalian keempat ekor anjing dalam lima puluh
gebrakan, aku akan mengorok leherku sendiri dihadapan
kalian-.." sambil berkata dengan langkah lebar ia segera
berjalan mendekati lawannya.
Berbicara tentang kepandaian silat, walaupun keempat
orang manusia berkerudung merah itu termasuk jago-jago
lihay kelas satu dalam dunia persilatan, tetapi kalau dikatakan
mereka berani menandingi kemampuan dari manusia sesat
dari selatan serta manusia aneh dari utara dua orang tokoh
sakti dalam dunia persilatan ini, boleh dibilang diantara
mereka masih terpaut selisih yang amat besar.
Ditinjau dari perkataan manusia aneh dari utara Lui Beng
Wan baru-baru ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa napsu
membunuh yang berkobar didalam hati kecil jago tua itu
275
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sudah tak dapat dihindarkan lagi, takut mati adalah ciri khas
setiap manusia, tanpa sadar dengan perasaan bergidik
keempat orang manusia berkerudung merah itu mulai
menggerakkan tubuhnya mundur ke belakang.
"Kalian jangan lupa," teriak manusia berkerudung merah
yang berada disebelah kanan dengan gusar, "benteng Hui-in-
cay letaknya berada dibawah kedudukan lembah Toan-bun-
kok, jika..."
Agaknya pada waktu itu manusia sesat dari selatan oei Hoa
Yu telah mengambil keputusan terakhir, sebelum orang itu
sempat menyelesaikan kata-katanya dia telah menukas lebih
dahulu.
"Sebelum kami berdua datang kemari telah kami
pertimbangkan resiko serta akibat-akibatnya, sekalipun kami
berdua selamanya melakukan pekerjaan dengan
mempertimbangkan baik buruknya lebih dahulu, akan
tindakan kami pada saat ini merupakan pengecualian-.. kami
ingin bertanya kepadamu, sebenarnya dendam sakit hati
apakah yang sudah terikat antara keluarga Gak dengan
lembah pemutus sukma kalian ? Kenapa kalian celakai ibu Gak
In Ling lebih dahulu kemudian encinya. Asal kalian masih
mempunyai perabaan perikemanusiaan, tidak nanti akan
melakukan perbuatan terkutuk semacam ini, hmh Terhadap
manusia keji yang tak kenal prikemanusiaan seperti kalian ini,
kenapa kami harus berlaku sungkan dan melepaskan kalian
pergi dalam keadaan hidup ?"
Makin berbicara dia semakin gusar, sepasang matanya
dengan memancarkan napsu membunuh yang amat tebal
dengan penuh kebencian menyapu keempat orang itu, setelah
berhenti sebentar ujarnya kembali dengan nada suara yang
menyeramkan.
"Ini hari kalian tak usah banyak bicara lagi, sejak kini
manusia sesat dari selatan dan manusia aneh dari utara telah
276
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
bebas merdeka tanpa terikat oleh siapapun, kalau kalian
merasa punya kepandaian keluarkanlah semuanya "
Gadis suci dari Nirwana yang selama ini membungkam
terus hatinya merasa tergetar keras sesudah mendengar
ucapan itu, diam-diam pikirnya didalam hati.
"oh, apa yang telah terjadi ? Tempo dulu apakah gerak-
gerik manusia sesat dari selatan dan manusia aneh dari utara
itu berada dibawah perintah orang? Dikolong langit dewasa ini
siapakah yang mampu untuk menundukkan serta memerintah
kedua orang gembong iblis tersebut? Ataukah mungkin
ketenangan yang menyelimuti dunia persilatan selama ini
hanya diluaran saja yang damai? Padahal yang sebenarnya
sudah terjadi pergolakan yang amat besar?"
Pelbagai masalah yang mencurigakan hati ini dengan cepat
memenuhi benak gadis aneh yang berotak cerdas ini.
Sementara itu keempat orang manusia berkerudung merah
itu sama sekali tidak menyangka kalau persoalan itu bakal
berlangsung hingga mencapai keadaan yang sama sekali tak
terduga seperti ini, untuk beberapa saat lamanya mereka
kehilangan daya upaya untuk mengatasi persoalan yang
sedang dihadapinya kini.
Manusia sesat dari selatan serta manusia aneh dari utara
selangkah demi selangkah maju ke arah depan, Malaikat
Elmautpun semakin lama semakin mendekati keempat orang
itu, mereka walaupun telah menghimpun segenap kekuatan
yang dimilikinya untuk melakukan perlawanan yang terakhir,
tetapi perasaan percaya pada diri sendiri telah lenyap dari
dalam hati mereka, dibalik sorot matanya terpancarlah
perasaan kuatir, tidak tenang dan ngeri.
Mendadak dari belakang tubuh mereka berkumandang
datang suara seruan seseorang dengan nada yang
menyeramkan.
277
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hutang ada pemiliknya, siapa yang berhutang dia harus
membayarnya, kalian berdua tidak usah mencampuri urusan
ini"
Dari nada suara orang ini dengan cepat manusia sesat dari
selatan serta manusia aneh dari utara telah mengetahui
siapakah orang tersebut dengan perasaan tercekat mereka
segera menghentikan langkahnya, empat buah sorot mata
yang memancarkan perasaan simpatik danpenuh kuatir
hampir bersamaan waktunya sama-sama dialihkan keatas
wajah Gak In Ling.
Mereka berdua telah merasakan bahwa pemuda yang
pemurung ini telah berubah, berubah jadi semakin murung
dan semakin sadis, pada saat itu wajahnya yang semula
memerah kini sudah berubah jadi pucat pias bagaikan mayat,
kelopak matanya masih basah oleh air mata, namun sorot
matanya penuh mengandung perasaan dendam, pembunuhan
terhadap keluarganya telah membuat pemuda itu mengalami
tekanan bath in yang amat hebat, membuat perangai serta
wataknya, sama sekali berubah.
"Majikan muda," terdengar manusia aneh dari selatan Lui
Beng Wan buka suara serta menegur, "yang sudah lewat
biarkanlah lewat, kau adalah satu-satunya anggauta keluarga
Gak yang masih hidup, dahulu budak sekalian tak berani
memberitahukan jejak musuh yang sebenarnya kepadamu
karena kuatir mendatangkan bencana yang lebih besar bagi
dirimu, tapi sekarang keadaan telah berbeda, urusanmu
merupakan urusanku juga, mungkin keadaanpun akan segera
mengalami perubahan yang sangat besar"
Gak In Ling mengerdipkan matanya lalu menggeleng
dengan sikap yang sangat hambar, jawabnya.
"Persoalan itu adalah urusan dikemudian hari, aku rasa
kalian berdua harus mempertimbangkannya lebih dahulu
secara baik-baik." ia berhenti sebentar kemudian tambahnya.
278
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dan sekarang, aku harap kalian berdua suka
mengundurkan diri untuk sementara waktu."
Suaranya amat tenang dan datar, akan tetapi mengandung
suatu kekuatan yang membuat orang merasa sungkan untuk
membangkang.
Tanpa sadar manusia dari sesat dari selatan serta manusia
aneh dari utara bersama-sama mengundurkan diri kesisi
kanan, dengan pandangan tertegun mereka memanda kearah
sianak muda itu tanpa berkedip.
Gadis suci dari Nirwana sendiripun menunjukkan sikap yang
aneh sekali, pikirnya didalam hati.
"Didalam sedihnya orang ini masih ingat menguasai dirinya
sehingga bersikap demikian tenang, benar-benar suatu
keajaiban yang tak pernah kuduga sebelumnya."
Pada saat Gak In Ling buka suara tadi, ke empat orang
manusia berkerudung merah itu telah memutar tubuhnya,
sekarang mereka telah melupakan bahwa dihadapannya masih
terdapat manusia sesat dan manusia aneh dua orang musuh
tangguh, karena semua perhatian mereka telah di tujukan
kepada pemuda dihadapannya.
Dengan pandangan yang menyeramkan Gak In Ling
menyapu sekejap kearah empat orang itu kemudian ujarnya
dengan nada seram.
"Pihak benteng Hwi-in-cay telah membinasakan ibuku, aku
Gak In Ling akan menyapu benteng-tersebut rata menjadi
tanah dan mencuci dengan darah segar mereka, lembah
pemutus sukma telah membunuh enciku, aku orang she Gak
akan membasmi semua orang yang berada didalam lembah
itu, dan kalian berempat adalah orang pertama yang harus
lenyap lebih dahulu dari muka bumi "
Setelah mengetahui bahwa disekeliling mereka terkepung
oleh musuh tangguh, dalam putus asanya timbullah niat
279
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
didalam hati mereka berempat untuk melakukan perlawanan
sampai titik terakhir.
Salah seorang diantara manusia berkerudung merah itu
segera berseru dengan gusar.
"Keparat cilik, engkau tak usah tekebur lebih dahulu. Kalau
punya kepandaian perlihatkan dahulu dihadapan kami "
"He... he.... he..rupanya engkau ingin mencoba lebih
dahulu." ejek Gak In Ling sambil tertawa seram.
Perlahan-lahan hawa murninya dihimpun kedalam sepasang
telapaknya dan siap melancarkan serangan dahsyat.
"Tunggu sebentar " tiba-tiba gadis suci dari Nirwana
membentak dengan suara dingin. "Sebelum duduknya
persoalan ini dapat dibikin jelas, aku tidak memperkenankan
kalian untuk bertempur lebih dahulu."
"Apakah nona merasa punya kemampuan untuk
mencampuri urusan ini ?" tegur manusia sesat dari selatan oei
IHoa Yu dengan nada dingin. Melihat ada orang berani
pandang enteng Leng-cu nya, Empat tidak mirip jadi naik
pitam segera bentaknya keras. "Hmm Sebelum bicara,
periksalah dahulu disekeliling tempat ini"
Manusia sesat dari selatan serta manusia aneh dari utara
segera alihkan sorot matanya ke arah sekeliling tempat itu,
kemudian dengan nada terperanjat mereka berseru.
"Aaaah...... Leng-cu dari Nirwana berada disini ?"
Diujung puncak bukit disekeliling tempat itu berkibarlah
delapan buah panji besar berwarna kuning pada badan tengah
pada panji tadi bersulamkan sebuah huruf "Leng" yang
berwarna emas dan memancarkan cahaya yang sangat
menyilaukan mata, entah tulisan itu terbuat dari bahan apa.
Kedelapan panji besar berwarna kuning itu bukan lain
adalah lambang atau ciri khas dari gadis suci dari nirwana
setiap kali ia munculkan diri disuatu tempat.
280
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sementara itu Su-put-siang merasa girang sekali ketika
menyaksikan manusia sesat dari selatan dan manusia aneh
dari utara yang nama besarnya amat menggetarkan sungai
telaga itu dibikin terkesiap oleh delapan lembar panji kuning
dari Leng-cu-nya ini, dengan suara dingin, ia segera berseru.
"Kalian benar-benar punya mata tak berbiji, Leng-cu kami
sudah beberapa waktu lamanya berada disini "
Manusia sesat dari selatan dan manusia aneh dari utara
segera berpikir dalam hatinya.
"jangan-jangan gadis yang cantik jelita bagaikan bidadari
ini bukan lain adalah gadis suci dari Nirwana yang mirip
dengan naga sakti yang nampak kepala tak nampak ekornya
itu ? Kalau memang demikian keadaannya, mungkin tindak-
tanduk majikan kecil yang begitu gegabah dan kasar itu akan
menimbulkan-.."
Belum habis kedua orang jago sakti dari dunia persilatan itu
berpikir, tiba-tiba terdengarlah dua kalijeritan ngeri yang
menyayatkan hati berkumandang memecahkan kesunyian
yang mencekam seluruh lembah tersebut.
Begitu mengerikan jeritan kesakitan itu sehingga
mendirikan bulu roma semua orang yang berada ditempai itu,
tanpa sadar beberapa orang jago itu segera alihkan sinar
matanya kearah Gak ln Ling.
Jeritan kaget kembali berkumandang memecahkan
kesunyian, semua orang berdiri terbelalak dengan mulut
melongo sesudah mengetahui apa yang telah terjadi,
sementara gadis suci dari Nirwana buru-buru alihkan sorot
matanya kearah lain-
Diantara empat orang manusia berkerudung merah yang
hadir ditempat itu, kini telah berkurang dua orang, sementara
dalam genggaman Gak In Ling telah bertambah dengan dua
buah jantung manusia yang berlumuran darah segar.
281
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Peristiwa berdarah ini benar-benar mengerikan sekali,
membuat dua orang manusia berkerudung merah lainnya
segera mundur empat-lima tombak jauhnya kebelakang
dengan perasaan terkesiap.
Dengan wajah yang sadis Gak In Ling membuang jantung
yang berhasil dicopot keluar dari rongga dadanya itu keatas
tanah, kemudian bentaknya dengan keras. "Bajingan keparat,
kalian hendak lari kemana ?"
Tubuhnya bagaikan seekor burung rajawali melayang
ketengah udara dan menubruk kearah salah seorang manusia
berkerudung merah yang berada disebelah kanan,
serangannya amat cepat sekali sehingga sukar dilukiskan
dengan kata-kata.
Menyaksikan datangnya ter jangan tersebut, orang itu jadi
ketakutan setengah mati, meskipun ia tak sempat melihat
jelas warna telapak dari Gak In Ling, akan tetapi orang itu
dapat menduga bahwa sianak muda itu pasti telah
menggunakan telapak mautnya untuk menghadapi dirinya.
Dalam keadaan cemas bercampur gelisah, ia tidak
memperdulikan tindakannya memalukan atau tidak- segera
teriaknya dengan keras.
"Leng-cu, tolonglah aku." belum habis ucapan itu
diutarakan keluar, jeritan ngeri yang menyayatkan hati
kembali berkumandang memecahkan kesunyian di tempat itu,
dengan keadaan yang mengerikan manusia berkerudung
merah itu roboh terkapar diatas tanah dalam keadaan tidak
bernyawa lagi.
Setelah melihat serangannya mengenai sasaran Gak In Ling
segera enjotkan badan dan menerjang pula kearah manusia
berkerudung merah yang terakhir.
"Tahan " bentak gadis suci dari Nirwana dengan suara
keras. Akan tetapi bentakannya itu tetap masih terlambat satu
tindak.
282
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Jeritan ngeri yang mendirikan bulu roma segera
berkumandang memecahkan kesunyian, manusia berkerudung
merah yang terakhir itupun jatuh terkapar diatas tanah tanpa
bernyawa lagi.
Semua peristiwa tersebut berlangsung dalam waktu yang
amat singkat sekali dan boleh dibilang dalam sekejap mata.
Terhadap bentakan gadis suci dari Nirwana Gak In Ling
sama sekali tidak menggubris atau mendengarnya, setelah
mencopot keluar jantung dari keempat orang musuhnya,
perlahan-lahan ia mendekati mayat encinya.
Setelah berjongkok disisi jenasah itu, ia letakkan keempat
buah jantung manusia yang berlumuran darah itu disisi tubuh
itu, kemudian gumamnya seorang diri dengan nada yang amat
lirih.
"cici, sudah lihatkah engkau akan semua perbuatan yang
kulakukan barusan ? Aku sudah mulai membalas dendam
untuk kematianmu yang malang ini... tapi, sampai kapankah
dendam sakit hati dari ayah dan ibu bisa kutuntut balas?
Musuh besar dari keluarga kita begitu banyak jumlahnya,
sedangkan usiaku hanya tinggal setengah tahun lagi, oh cici,
beritahukanlah kepada adikmu yang malang ini, apa yang
harus kulakukan-"
Makin lama ucapan itu semakin lirih sehingga akhirnya
begitu lemah dan sama sekali tidak terdengar lagi, semua
orang hanya menyaksikan mulutnya kemak-kemik tetapi tak
tahu apa yang sedang diucapkan olehnya.
Air mata bagaikan hujan gerimis mengucur keluar tiada
hentinya membasahi kelopak matanya pipinya, dan bajunya...
Manusia sesat dari selatan serta manusia aneh dari utara
hanya dapat berdiri menjublek ditempat semula tanpa mampu
berbuat sesuatu apapun, perasaan mereka ikut tertindih
sehingga terasa berat sekali, mereka iba dan kasihan,
terhadap pemuda malang yang hidup sebatang kara dengan
283
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dibebani dendam kesumat yang tiada taranya itu, untuk
beberapa saat kedua orang jago tua itu tak tahu mesti berkata
apa untuk menghibur hatinya.
Mendadak terdengar bentakan nyaring berkumandang
datang.
"Gak In Ling, berani benar engkau membunuh orang
dihadapan Pun Leng-cu ? Hmm, rupanya engkau sama sekali
tidak memandang sebelah mata pun terhadap diriku "
Walaupun nada suaranya mengandung kegusaran, akan
tetapi terselip pula perasaan itu dan kasihan terhadap pemuda
itu.
Gak In Ling sama sekali tidak menengok juga tidak
menjawab, seakan-akan dia sama sekali tidak mendengar
bentakan dari gadis cantik baju putih itu, mulutnya masih
tetap berkemak-kemik menggumam seorang diri.
Melihat perkataannya sama sekali tidak digubris, kali ini
gadis suci dari Nirwana benar-benar dibikin amat gusar sekali,
sebagai seorang ketua dari sebuah perkumpulan besar, ia
selalu disanjung dan dihormati oleh setiap orang, belum
pernah ucapannya dianggap angin oleh orang lain, apalagi
orang itu adalah seorang pemuda.
Sepasang matanya melotot besar dan memancarkan
cahaya yang menakutkan sekali, kembali bentaknya dengan
keras.
"Gak In Ling, sudah dengarkah engkau akan perkataanku?"
Dengan perasaan tidak tenang manusia sesat dari selatan
oei Hoa Yu menyapu sekejap kearah gadis suci dari Nirwana,
kemudian serunya dengan nada agak tergagap.
"Leng-cu, sekarang pikiran maupun perasaannya sedang
dipengaruhi oleh emosi, aku mohon sudilah kiranya kau suka
mengampuni dirinya satu kali ini"
284
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sementara itu Gak In Ling masih tetap tidak menjawab,
keadaannya sama sekali tidak berbeda dengan keadaan
semula.
Keadaan ini dengan cepat membuat gadis suci dari Nirwana
tak mampu untuk menguasai diri lagi, telapak tangannya
segera diayun kedepan
"Blaam"
ditengah benturan keras, empat buah jantung manusia
yang diletakkan Gak In Ling disisi tubuh jenasah kakaknya itu
segera terpukul telak sehingga mencelat sejauh lima tombak
lebih dari tempat semula.
Gak In Ling merasa amat terperanjat dan dengan cepat
bangkit berdiri dari atas tanah, ketika ia berpaling maka
tampaklah gadis suci dari Nirwana sedang memandang ke
arahnya denganpenuh kegusaran- Hal ini membuktikan kalau
serangan itu dilancarkan oleh gadis tersebut.
Gak In Ling menyeka air mata yang membasahi wajahnya,
lalu dengan kaku ia bertanya. "Kaukah yang melakukan hal ini
?"
"Sedikitpun tidak salah "jawab gadis suci dari Nirwana
dengan penuh kegusaran- "Kau mau apa ?"
napsu membunuh melintas diatas wajah Gak In Ling,
bentaknya nyaring. "Dengan berdasarkan apakah engkau
melancarkan serangan kepadaku ? Ayo jawab ?"
"Melenyapkan bencana demi umat manusia dalam
persilatan"
Gak In Ling segera ayunkan telapak tangannya ke depan,
dengan menggunakan jurus "Hiat-yu Weng-hong" atau hujan
darah angin amis dia mengirim sebuah pukulan dahsyat ke
arah gadis tersebut.
285
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Menyaksikan datangnya serangan yang amat dahsyat itu,
gadis suci dari Nirwana merasa amat terkesiap. buru-buru ia
enjotkan badannya dan laksana kilat meloncat mundur sejauh
empat tombak lebih dari tempat semula, gerakan tubuhnya
lincah, enteng dan cepat sukar dilukiskan dengan kata-kata.
Pada saat ini pikiran Gak In Ling masih kalut dan tak sadar,
meskipun tenaga dalamnya telah dihimpun dan kendatipun
serangan tersebut dilancarkan dengan menggunakan ilmu
telapak maut. Akan tetapi daya kekuatannya amat terbatas,
oleh karena itu sekalipun serangan tersebut dilancarkan secara
tiba-tiba, akan tetapi sama sekali tidak berhasil melukai tubuh
gadis suci dari Nirwana.
Ketika menyaksikan serangannya tidak berhasil mengenai
sasarannya, Gak In Ling nampak agak tertegun, buru-buru ia
merubah gerakan siap melancarkan serangan berikutnya.
Akan tetapi sebelum ia sempat melancarkan serangan
balasan, terdengarlah gadis cantik baju putih itu telah
membentak keras. "Kau sambutlah pula sebuah pukulan
dahsyatku ini "
Bersamaan dengan menggemanya suara bentakan itu,
segulung angin pukulan yang maha dahsyat bagaikan
hembusan angin puyuh menghajar keatas dada sianak muda
itu.
Gak In Ling yang sedang dilanda kesedihan boleh dibilang
kesadarannya pada saat ini sama sekali tidak beres ketika ia
merasa datangnya angin pukulan yang maha dahsyat itu,
untuk menghindar sudah tak sempat lagi.
Ditengah kesunyian yang mencekam seluruh jagad,
terdengar gadis suci dari Nirwana berseru dengan nada
cemas.
"Aaah Kau...." Buru-buru ia buyarkan serangannya dan
berusaha untuk menarik kembali tenaga pukulannya tetapi...
286
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mungkinkah serangan yang telah dilepaskan dapat ditarik
kembali ?
"Blaaaaam..." terdengar benturan yang amat keras
bergema diseluruh angkasa, tubuh Gak In Ling terpental
sejauh tiga tombak lebih dari tempat semula dan roboh
terjengkang diatas tanah.
Gadis suci dari Nirwana tertegun, dengan cepat tubuhnya
berkelebat menghampiri Gak in Ling yang sementara itu sudah
terkapar diatas tanah tanpa bisa berkutik.
"Leng-cu " terdengar manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu
berseru dengan nada cemas, "ampunilah selembar jiwanya,
dia adalah satu-satunya anggauta keluarga Gak yang masih
hidup,"
Suaranya keras tapi kedengaran agak gemetar.
Gadis suci dari Nirwana putar badan, dengan wajah tidak
tenang ia berkata.
"Apakah kalian dapat menjamin bahwa sejak kini dia tak
akan membunuh manusia lagi ?"
Tiba-tiba manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu bertekuk
lutut dan jatuhkan diri diatas tanah serunya.
"Aku oei Hoa Yu berani bersumpah dihadapan Thian,
bahwa orang yang dibunuh Gak kongcu selama ini semuanya
adalah manusia laknat yang pantas dimusnahkan dari muka
bumi"
"Hm Aku tidak menanyakan yang lain, aku tanya bertanya
kepada kalian apakah kamu berdua berani menjamin bahwa
sejak ini hari ia tak akan membunuh manusia lagi ?"
Mendengar ucapan itu manusia aneh dari utara Lui Beng
Wan segera jatuhkan diri berlutut pula diatas tanah, sambil
menghela napas panjang dia berkata. "Leng-cu, lepaskanlah
dirinya..."
287
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gadis suci dari Nirwana dibikin bingung oleh sikap serta
perbuatan kedua orang jago libay itu, karena tak dapat
mengambil keputusan, tanpa sadar dia alihkan sorot matanya
kearah Su-put-siang.
Empat tidak mirip anggukkan kepalanya dan berkata
dengan nada berat.
"Leng-cu, lepaskanlah dirinya. Mungkin dosa serta
kesalahan yang ia lakukan masih belum cukup untuk dijatuhi
dengan hukuman mati " Gadis suci dari Nirwana segera
mengangguk.
"Baiklah, kalian boleh bangkit berdiri " serunya. Habis
berkata ia putar badan dan segera berlalu.
Buru-buru manusia sesat dari selatan serta manusia aneh
dari utara mengucapkan banyak-banyak terima kasih,
kemudian berkelebat menuju kesisi tubuh Gak In Ling dan
memayangnya bangun.
Sambil menatap wajah sang pemuda yang pucat bagaikan
mayat, manusia sesat dari selatan oei Beng Ya bertanya.
"Majikan muda, bagaimana perasaanmu pada saat ini?"
Gak In Ling gelengkan kepalanya, bukan menjawab malah dia
balik bertanya. "Bersediakah kalian untuk melakukan suatu
perkerjaan bagi diriku?"
"Urusan apa ? Katakanlah " sahut kedua orang jago itu
hampir berbareng. Gak In Ling menghela napas panjang.
"Aaii carilah suatu tempat yang baik dan kuburlah jenasah
kakakku ini."
Sambil berkata dengan susah payah ia meronta dari
cekalan kedua orang itu, dan berdiri sendiri dengan
sempoyongan-
Buru-buru manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu
memegang tubuhnya, dengan nada lirih nasehatnya.
288
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Majikan muda, janganlah terlalu menuruti emosi, cepatlah
atur pernapasan dan sembuhkan dahulu luka dalammu,
sebentar lagi aku serta si makhluk tua itu akan menemani
engkau untuk menguburkan jenasah kakakmu "
"Tidak Aku tidak akan ikut dengan kalian-" sahut Gak In
Ling sambil memandang awan putih yang bergerak diangkasa
"Lalu kau akan pergi kemana ?" tanya manusia aneh dari
utara dengan nada gelisah. Gak In Ling tertawa tawa.
"Mungkin aku akan pergi ketempat lain yang tak dapat
didatangi oleh orang lain-"
"Pergi ketempat yang tak dapat didatangi oleh orang lain ?"
gumam manusia sesat dari selatan dengan wajah tertegun.
Gadis suci dari Nirwanapun diam-diam terkesiap melihat
keadaan dari sianak muda itu, pikirnya.
" jangan- jangan pukulanku yang begitu ringan telah
melukai isi perutnya..."
Berpikir sampai disini sepasang matanya yang jeli tanpa
merasa telah menyapu sekejap ke arah Gak In Ling, kebetulan
sekali sepasang mata sang pemuda yang sayu itu sedang
memandang kearahnya, dua pasang saling bertemu,
membuatjantung gadis itu berdebar keras, buru-buru dia
alihkan pandang matanya kearah lain-
Setelah memandang sekejap kearah gadis itu dengan susah
payah Gak In Ling berkata.
"Leng-cu, kau seorang pemimpin dari suatu perkumpulan
besar dan bisa bertindak secara adil dan bijaksana, ku
berharap sejak kini kau bersedia mencurahkan perhatianmu
terhadap lembah pemutus sukma, basmilah manusia laknat
yang berdiam disana dan selamatkanlah umat persilatan dari
bencana."
289
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau anjurkan diriku berbuat demikian karena
disanalah musuh-musuhmu berdiam." sela gadis suci dari
Nirwana.
Hawa segar berkelebat lewat dari balik mata Gak In Ling,
serunya dengan suara dingin.
"Aku orang she Gak tidak akan serendah dan sehina seperti
apa yang Leng-cu lukiskan itu, aku tak nanti akan mohon pada
orang lain untuk membalaskan dendam bagiku atas kematian
ayah dan ibuku "
Bicara sampai disini ia segera putar badan dan berlalu dari
lembah tersebut.
Manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu dengan cepat
menghadang jalan pergi sianak muda itu sambil serunya
dengan nada gemetar.
"Majikan muda, engkau sudah menderita luka dalam yang
sangat parah, engkau akan pergi kemana ?"
Dengan tangannya yang dingin bagaikan es, Gak In Ling
mencekal tangan manusia sesat dari selatan, kemudian
ujarnya.
"Empek oei, lepaskanlah aku pergi, aku dilahirkan tanpa
waktu yang ditentukan lebih dahulu, akupun tak ingin mati
ditunggui orang lain di sampingku, kalian sudah melayani aku
hampir dua belas tahun lamanya, selamanya kalian selalu
dapat memahami perasaanku, kali ini ijinkanlah aku pergi
seorang diri "
"Apakah kau sudah melupakan dendam sakit hatimu ?"
tanya oei Hoa Yu dengan air mata bercucuran.
"Tak akan kulupakan untak selamanya. Dendam sakit hati
itu tak akan kulupakan untuk selamanya" jawab Gak In Ling
sambil gelengkan kepalanya berulang kali.
290
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dalam pada itu manusia aneh dari utara LuiBang Wan telah
menyusul datang, ia segera berseru.
"Kalau memang begitu, maka tidak sepantasnya kalau
engkau mencari mati sebelum tugasmu kau selesaikan"
"Aku sendiri tidak rela mati dengan begini saja." gumam
Gak In Ling dengan lirih, "tetapi luka yang kuderita cukup
parah, dan dalam hati aku sudah mempunyai perhitungan
sendiri, aku mohon kepada kalian agar sukalah membiarkan
aku mencari tempat yang tenang seorang diri"
Habis berkata ia putar badan melanjutkan kembali
langkahnya menuju kearah depan-Tiba-tiba gadis suci dari
Nirwana berseru dengan nada dingin.
"Jikalau dugaanku tidak keliru, maka kau tak akan berjalan
sejauh lima ratus tombak dari tempat ini "
Gak In Ling tidak berpaling, juga tak menghentikan langkah
kakinya, ia masih melanjutkan perjalanannya menuju kearah
depan-
Menyaksikan hal itu gadis suci dari Nirwana segera
membentak nyaring. "Gak in Ling, engkau dengar tidak
parkataan ku itu ?"
Gak In Ling tetap tidak menggubris, dengan mulut
membungkam ia teruskan perjalanannya munuju kedepan.
Tertegun hati gadis suci dari Nirwana menyaksikan
tindakan sianak mada itu, tiba-tiba ia menjejakkan sepasang
kakinya melayang kedepan dan menghadang jalan pergi Gak
In Ling sambil bentaknya. "Sudah kau dengar tidak
perkataanku?" Gak In Ling segera tertawa dingin.
"IHee...... hee hee... . mati hidupku, apa sangkut pautnya
dengan dirimu?" ia mengejek.
"Aku hanya bermaksud hanya memberi peringatan
kepadamu "
291
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gak In Ling menghindarkan diri kesamping dari hadangan
gadis itu, kemudian sambil tertawa dingin ujarnya.
"Aku orang she Gak hanya seerang manusia tak bernama
dalam dunia persilatan, setelah kau melukai diriku, buat apa
sekarang masih berpura-pura berlagak sok baik hati ? Hmm,
apakah perbuatanmu itu tidak mirip kucing sedang menangisi
tikus ?" Gadis suci dari Nirwana jadi amat gelisah sekali, buru-
buru ia berseru.
"Hawa murnimu telah tersumbat oleh kesedihan dan
kemurungan yang kelewat batas, sekalipun aku tidak melukai
dirimu, engkaupun tidak akan hidup sampai hari ini."
Satu ingatan dengan cepat berkelebat lewat dalam benak
Gak In Ling, pikirnya dalam hati.
"Tidak aneh kalau serangan gencarku tadi tidak berhasil
melukai dirinya. Aaaiii mati ya sudah, urusanpun bisa beres
sampai disini saja, perduli amat apa yang bakal kualami "
Sementara ingatan tersebut masih melintas diatas
wajahnya, ia telah berada belasan tombak jauhnya dari
tempat semula.
Diatas wajah gadis suci dari Nirwana yang cantik jelita tiba-
tiba terlintas kemurungan dan kekesalan yang tebal, kembali
ia berteriak dengan keras. "Hey, sudah kau dengar tidak
semua perkataanku itu ?"
"Hmm, aku sudah tiada harapan untuk hidup lebih lama
lagi, kenapa aku mesti mendengarkan penjelasan dari Leng-
cu?"
Beberapa saat kemudian tubuhnya sudah membelok dibalik
batu cadas dan lenyap.
Gadis suci dari Nirwana tidak habis mengerti apa sebabnya
ia begitu menguatirkan keselamatan sianak muda itu, kini
setelah berulang kali dipandang remeh oleh Gak In Ling
292
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
hatinya jadi amat sedih sekali, hingga tanpa terasa ia
mengucurkan air mata.
"Leng-cu, karena persoalan apakah engkau merasa sedih ?"
tiba-tiba serentetan suara teguran yang lirih berkumandang
disisi telinganya.
Mendengar suara itu seakan-akan telah bertemu dengan
orang yang dikasihi dengan cepat gadis suci dari Nirwana
berseru.
"Enci Peng" ia segera jatuhkan diri kedalam pelukan
perempuan itu.
orang yang baru saja munculkan diri itu adalah seorang
perempuan berusia tiga puluh tahunan yang berpakaian amat
sederhana dengan rambut disanggul jadi satu, kecantikan
wajahnya sangat menawan hati, meskipun usianya sudah
mencapai tigapuluh tahunan akan tetapi tetap masih
mempesonakan.
Su-put-siang serta empat orang dayang baju hijau yang
berada disekeliling situ dengan cepat naju memberi hormat
sambil sapanya. "Menghunjuk hormat untuk Kun-su"
Manusia sesat dari selatan oei Hoa Yu segera merasakan
hatinya agak tergerak, pikirnya.
"jangan- jangan orang ini adalah juru pikir yang sangat
diandalkan oleh gadis suci dari Nirwana yang amat tersohor
kecerdasannya itu ? Mungkinkah dia "Sin- gwa- liong- bun"
ahli pikir dari pintu naga Ki Giok Peng ?" Sementara itu
perempuan tadi sudah berkata.
"Kalian tak usah banyak adat, siapakah yang kalian baru
saja jumpai ?"
"Gak In Ling "jawab Su-put-siang dengan cepat.
Air muka perempuan itu seketika berubah hebat setelah
mendengar nama pemuda itu, serunya.
293
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Leng-cu, lupakanlah dia, mari kita pulang."
Terkesiap hati, gadis suci dari Nirwana, tanpa sadar ia
berseru.
"Enci Peng, kau telah apakan orang itu?"
Melihat sikap Leng-cu yang gugup, perempuan itu segera
berpikir dalam hati kecilnya. "Ah, dugaanku ternyata tidak
salah. Tidak seharusnya aku datang demikian lambatnya."
Berpikir sampai disini ia lalu menjawab.
"Aku sama sekali tidak berjumpa dengan dirinya, Leng-cu
Apakah engkau telah melukai dirinya?"
Dengan wajah amat sedih gadis suci dari Nirwana
mengangguk.
---ooo0dw0ooo---
Jilid 9
"TIDAK sepantasnya kalau kau buat dia jadi gusar dan
mendongkol sekali..." bisiknya.
"Semestinya engkau harus mengobati luka yang diderita
olehnya." sambung perempuan itu.
"Tapi dia sama sekali tidak memperdulikan diriku ?"
"Aaaa biar." pikir perempuan itu lagi, "Kalau dia tidak
sanggup dan demikian tinggi hatinya sehingga melampaui
dirimu, tak nanti hatimu akan tertarik olehnya, aku harus
mencari akal yang bagus untuk membuat dia jadi lupa dengan
pemuda itu, sebab jika cinta yang bersemi di balik
kesalahpahaman ini dibiarkan berlarut-larut, maka akibatnya
akan sukar dilukiskan dengan kata-kata..." berpikir sampai
disini, sambil tertawa dia lantas berkata.
294
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Kalau dia memang tak mau menerima tawaran yaa
sudahlah, kenapa mesti dipikirkan terus ? Mari kita pulang saja
"
Gadis suci dari Nirwana memandang sekejap sekeliling
tempat itu, tiba-tiba ia berseru.
"Tidak Hal ini merupakan salah paham, aku harus
menyembuhkan luka dalam yang diderita olehnya "
"Tapi Leng-cu. orang itu sudah pergi jauh."
"Tenaga dalamnya telah punah." seru gadis suci dari
Nirwana dengan hati gelisah, "pada saat ini dia tak kan pergi
terlalu jauh, mari kita susul dirinya^.."
Habis berkata ia segera berangkat lebih dahulu mengejar
kearah mana bayangan tubuh Gak In Ling melenyapkan diri
tadi.
Diam-diam perempuan itu menghela napas panjang,
pikirnya.
"Aaaiii sekarang aku baru merasa betapa pentingnya selain
waktu yang amat singkat, tapi sekarang keadaan sudah
terlambat." Ia segera ulapkan kepada kelima orang lainnya
sambil berseru
"cepat kalian menyebarkan diri kesekeliling tempat ini dan
coba periksa jejaknya, semoga saja ia belum jauh
meninggalkan lembah ini."
Keempat dayang itu sekalian segera mengiakan dan
dengan cepat menyebarkan diri untuk mencari jejak sianak
muda itu
Sepeninggalnya beberapa orang itu, perempuan cantik itu
berjalan menghampiri manusia sesat dari selatan dan manusia
aneh dari utara.
295
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Mungkin kalian berdua adalah manusia sesat dari selatan
dan manusia aneh dari utara yang menyebut diri sebagai
pelayan dari Gak In Ling bukan ?"
"Tempo dulu hanya sebutan saja, tapi sekarang hal itu
memang merupakan kenyataan " jawab manusia sesat dari
selatan oei Hoa Yu.
"Kalau memang demikian adanya, mengapa kalian berdua
tidak mengiringi disamping majikanmu itu ?"
"Selamanya persoalan yang telah diputuskan oleh majikan
kami tak dapat digugat lagi." jawab manusia aneh dari utara
sambil menghela nanas panjang, "dalam keadaan begini, yaa,
apa boleh buat. Terpaksa kami hanya dapat melindungi
keselamatan jiwanya secara diam-diam saja."
"Kalau memang begitu, tahukah kaliaa ke mana perginya
sianak muda itu ? Apakah kalian bersedia memberitahukan
kepadaku ?"
"Tuan muda dibelakang batu cadas didepan sebelah sana."
sahut manusia sesat dari selatan, sambil berkata ia segera
menuding kearah batu besar di- mana Gak In Ling
melenyapkan diri tadi.
"Menurut dugaanku kalau tidak salah, mungkin sejak kini
kalian akan kehilangan jejaknya." kata perempuan itu.
Tertegun hati manusia sesat dari selatan daa manusia aneh
dari utara sesudah mendengar perkataan itu,jelas mereka
percaya penuh bahwa apa yang diucapkan oleh perempuan
aneh yang amat cerdik ini merupakan suatu kenyataan-
Sementara itu manusia sesat dari selatan setelak berpaling
kearah rekannya, manusia aneh dari utara, sambil menuding
mayat Gak In Hong yang menggeletak diatas tanah serunya
dengan gelisah.
"cepat bopong tubuhnya, mari kita pergi mencari jejaknya."
296
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Selesai berkata kedua orang itu siap meninggalkan tempat
tersebut.
Perempuan peramal sakti Ki Giok Peng gelengkan
kepalanya berulang kali, gumamnya.
"Aaaiii...... sungguh tak disangka hanya dikarenakan Gak In
Ling seorang, seluruh dunia persilatan telah terjadi
kegaduhan."
Nada suaranya amat berat, membuat siapapun yang
mendengar akan merasakan betapa risaunya perasaan hati
orang ini.
Waktu berlalu dalam keheningan dan kesunyian, dari siang
sampai senja semestinya merupakan suatu jangka waktu yang
amat panjang sekali hampir setiap jengkal tanah disekitar
lembah itu sudah diperiksa dengan seksama, akan tetapi jejak
Gak In Ling ternyata sama sekali lenyap tak berbekas.
Dengan perasaan kecewa gadis suci dari Nirwana berjalan
balik kehadapan perempuan peramal sakti Ki Giok Peng,
serunya dengan hati amat gelisah. "sebenarnya kemana dia
telah pergi ?Jejaknya sama sekali lenyap tak berbekas."
"Leng-cu, mari kita pulang saja." bujuk Ki Giok Peng sambil
memberi hormat, "Seandainya dia sudah mati, sekarang
mungkin mayatnya sudah menjadi dingin dan kaku,
seandainya dia belum mati suatu ketika dikemudian hari kita
akan berjumpa kembali, sekarang mungkin dia sudah tak
berada didalam lembah ini lagi."
Gadis suci dari Nirwana termenung dan berpikir beberapa
saat lamanya, kemudian dengan perasaan apa boleh buat ia
berkata. "Baiklah, mari kita berangkat "
Sejak peristiwa itulah senyuman riang gembira yang semula
menghiasi wajahnya yang cantik telah lenyap tak berbekas
dan tak pernah muncul kembali diujung bibirnya.
297
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sang surya telah tenggelam dibalik bukit dan rembulanpun
muncul dihias angkasa, suasana dalam lembah yang terpencil
itu tercekam kembali dalam keheningan serta kesunyian yang
memilukan-
Diatas tanah berbaringlah empat sosok mayat yang
dadanya terbelah dan noda darah berceceran diatas tanah,
ditengah kesunyian dan kegelapan pemandangan seperti itu
nampak mengerikan sekali.
Dari belakang batu cadas yang amat besar perlahan-lahan
muncul seorang pemuda baju hitam yang bibirnya penuh
berlepotan darah, dibawah sorot cahaya rembulan yang
keperak-perakan tampaklah wajah yang pucat-pias bagaikan
mayat, sepintas lalu keadaannya mirip sekali dengan sukma
yang gentayangan-
Dia bukan lain adalah Gak In Ling yang menderita luka
parah, selama ini rupanya ia menyembunyikan diri di dalam
sebuah liang gua yang dalam dibawah batu cadas tersebut,
oleh karena itulah tak seorang manusiapun yang berhasil
menemukan jejaknya.
Dengan susah payah GakIn Ling berjalan menuju ketepi
sungai, angin malam berhembus lewat mengibarkan baju
hitamnya yang tipis membuat sekujur badannya merinding
dan bersin tiada hentinya.
Pemuda tampan yang dihari-hari biasa memiliki tenaga
dalam yang amat sempurna, pada saat ini ternyata tak
mampu menahan hawa dingin dimalam hari yang cerah
tersebut.
Bibirnya ternyata kering dan hatinya panas bagaikan
dibakar, meskipun pemuda itu sadar bila kehausan itu
dihilangkan dengan meneguk air itu berarti akan mempercepat
saat ajalnya, akan tetapi pada saat ini ia tak mau memikirkan
soal itu, dengan susah payah ia berjalan ketepi sungai.
298
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Jarak sejauh lima puluh tombak dirasakan olehnya seakan-
akan begitu jauh dan tidak sampai-sampai, baru saja duapuluh
tombak ditempuh, badannya sudah lelah tak bertenaga,
akhirnya ia roboh terjengkang dan jatuh terduduk diatas
tanah.
Sementara ia masih duduk tepekur sambil memandang
kejauhan yang diliputi kegelapan dan kesunyian, tiba-tiba dari
sisi tubuhnya berkumandang suara teguran yang seram dan
bercampur nada bangga.
"omitohud Gak sicU, selamat berjumpa kembali "
Dari suara teguran itu Gak In Ling segera mengetahui
siapakah orang itu, hatinya kontan tercekat dan sekujur
badannya tanpa terasa gemetar keras, diam-diam ia menghela
napas, panjang dan berpikir.
"Meskipun aku Gak In Ling bakal menemui ajalku, sungguh
tak kusangka akhirnya aku harus menemui ajal di tangan
Buddha antik, apakah hal ini sudah merupakan suratan
takdir?"
Berpikir sampai disini, dengan suara ketus ia segera
berseru. "Buddha antik, sungguh tepat sekali saat
kedatanganmu."
Belum habis Gak In Ling menyelesaikan kata-katanya,
mendadak dia merasakan pandangan matanya menjadi kabur
dan tahu-tahu dihadapan matanya telah melayang datang
Buddha antik beserta tiga orang manusia berbaju merah
darah.
Dengan pandangan yang sangat tajam Buddha antik
mengamati wajah Gak In Ling beberapa saat lamanya,
kemudian dengan suara dingin ia berkata.
"Seandainya aku tidak mengetahui keadaan sicu yang
sesungguhnya pada saat ini, tidak nanti aku akan berani
299
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
datang kemari secara gegabah dengan membawa tiga orang
teman ?"
"He he he...... kalau begitu aku merasa amat berbangga
menerima kunjunganmu ini." ejek Gak In Ling sambil tertawa
dingin.
Buddha antik menengadah dan tertawa terbahak-bahak.
"Haa haa.. .. haa Gak In Ling, saat kematianmu sudah
berada diambang pintu, kenapa engkau tidak kelihatan panik?
Melihat ketenangan hatimu itu, bukan saja aku Buddha antik
jadi amat kagum oleh kehebatan tenaga dalammu, aku pun
amat mengagumi akan keberanian serta kejantananmu itu "
Gak In Ling tertawa dingin.
"Kau tak usah banyak ngebacot pentang mulut anjingmu
itu, aku sudah tahu bahwa engkau adalah Budda antik
gadungan " serunya.
Sepasang alis mata Buddha antik gadungan berkernyit,
tiba-tiba sorot matanya memancarkan cahaya yang sangat
tajam, perlahan ujarnya. "Apakah kau ingin mengetahui
siapakah aku yang sebenarnya ?" Dengan sikap yang sangat
dingin Gak In Ling gelengkan kepalanya berulang kali.
"Untuk mengetahui siapakah dirimu pada saat ini, aku rasa
sudah amat terlambat, lebih baik aku tak usah mengetahui
asal-usulmu lagi" sahutnya cepat.
Tiba-tiba salah seorang manusia berkerudung merah yang
berdiri dibela kang Buddha antik menyela dengan nada dingin.
"Pada saat ini waktu menunjukkan hampir mendekati
kentongan kedua tengah malam, aku rasa sudah tidak
sepantasnya kalau kita membicarakan soal masalah tetek-
bengek lagi, bukankah begitu ?"
Air muka Buddha antik berubah hebat, dengan hati
terkesiap buru-buru dia memotong pembicaraannya dan
mengangguk.
300
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Perkataan saudara sedikitpun tidak salah, hai, Gak In Ling,
aku lihat dendam sakit hatimu yang sedalam lautan itu
terpaksa baru akan kau tuntut balas pada penitisanmu yang
akaa datang. sekarang, terimalah kematian untukmu "
Dengan napsu membunuh yang amat tebal menyelimuti
seluruh wajahnya, dia ayunkan telapak tangan kanannya
kedepan dan langsung membabat kearah tubuh sianak muda
itu.
Dalam hati diam-diam Gak In Ling menghela napas
panjang, ia pejamkan matanya rapat-rapat dan menunggu
Malaikat Elmaut datang menjemput sukmanya untuk pulang
kealam baka.
Pada saat yang amat kritis dan jiwanya terancam antara
mati dan hidup itulah mendadak dari atas permukaan sungai
berkumandang datang suara gelak tertawa panjang yang
amat keras dan menjulang tinggi keangkasa, begitu keras
gelak tertawa tersebut hingga serasa memekakkan telinga
setiap orang yang hadir ditempat itu, meskipun suaranya tidak
begitu tinggi akan tetapi cukup mendatangkan perasaan
bergidik bagi siapa pun juga.
Air muka Buddha antik serta tiga orang manusia berbaju
merah darah itu berubah sangat hebat, telapak tangannya
yang sudah diangkat ketengah udara serta siap melancarkan
serangan itu-pun tanpa sadar diturunkan kembali kebawah,
mereka segera putar badan menghadap kearah sungai dan
alihkan seluruh perhatiannya kearah mana berasalnya suara
tertawa tadi.
Begitu bertemu dengan apa yang terlihat, keempat orang
itu dengan hati terperanjat segera mundur beberapa langkah
kebelakang.
Dibawah cahaya rembulan yang memancarkan sinar
keperak-perakan, tampaklah diatas permukaan air sungai
berdiri berjajar dua orang kakek tua berambut putih bagaikan
301
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
salju dan berjenggot sepanjang dada, kakek tua yang berada
di sebelah kiri memakai jubah panjang berwarna putih,
wajahnya amat cerah, alis matanya panjang dan berwajah
saleh serta penuh perasaan welas-kasih.
Sebaliknya orang berada disebelah kanan berdandan aneh
sekali, pakaiannya yang dikenakan adalah jubah panjang
berwarna merah darah, dua ekor sulaman naga hijau yang
amat besar dan memancarkan cahaya tajam tertera pada
jubah lebarnya itu dan kedua ekor kepala naga tadi bertemu
diatas dada, diantara kibaran jenggotnya yang berwarna ke
perak-perakan, sulaman tersebut nampak begitu hidup dan
amat menyolok.
Hanya saja raut wajah orang ini berbeda jauh dengan
warna jubah yang dikenakan olehnya, dia memiliki wajah yang
pucat pias bagaikan kertas, sepasang matanya merah berapi-
api, suatu perbedaan yang menyolok sekali dengan raut
wajahnya yang pucat dan seperti orang mati itu.
Dari gerak-gerik dua orang kakek tua yang berdiri diantara
gulungan ombak itu, dengan cepat Buddha antik menyadari
bahwa mereka telah bertemu dengan musuh yang amat
tangguh, kepada tiga orang manusia berkerudung merah yang
berada dibelakang tubuhnya mereka saling bertukar
pandangan sekejap. kemudian ujarnya dengan suara lantang.
"Entah siapakah dua orang cianpwe yang berada diatas
permukaan sungai itu ? Ada maksud serta tujuan apakah
kalian munculkan diri ditempat ini?"
Menggunakan kesempatan dikala Buddha antik sedang
bercakap-cakap dengan dua orang kakek tua itu, tiga orang
manusia berkerudung merah lainnya perlahan-lahan berjalan
kedepan menghampiri tubuh Gak In Ling yang menggeletak
diatas tanah itu.
302
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kakek berjubah merah yang berdiri disebelah kanan itu
tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Buddha antik,
sebaliknya sambil tertawa dingin ia berkata.
"Hm aku perintahkan kalian untuk menghentikan langkah
kaki kalian semua ditempat itu, kalau kalian berani
membangkang dan bergerak setengah langkah lagi kedepan,
akaa kusuruh kalian menemui ajal ditempat ditengah
genangan darah "
Ancaman tersebut diutarakan dengan nada yang dingin dan
seram membuat orang jadi terkesiap.
Jarak diantara kakek tua itu dengan para jago berkerudung
merah paling sedikit masih ada selisih empa tpuluh tombak
jauhnya, kalau dibilang kakek tua baju merah itu mampu
untuk merintangi perbuatan tiga manusia berkerudung merah
dalam serangannya terhadap Gak In Ling, kejadian ini boleh
dibilang merupakan suatu peristiwa yang sama sekali tak
masuk diakaL
Tetapi entah dari mana datangnya suatu kekuatan yang tak
berwujud, ternyata ketiga orang manusia berkerudung merah
itu benar-benar tidak berani melanjutkan langkahnya untuk
mendekati Gak In Ling.
Buddha antik segera memutar sepasang biji matanya,
dengan suara lantang ia berseru.
"cianpwe berdua, kalian adalah jago-jago lihay yang sama
sekali tidak terikat oleh segala peraturan didalam dunia
persilatan, lain halnya dengan boanpwe sekalian yang hidup
dalam sungai telaga, mau tak mau terpaksa kami harus
menuruti peraturan dan perintah yang telah diberikan kepada
kami untuk dilaksanakan, untuk itu aku berharap agar cianpwe
berdua bisa menjadi maklum adanya serta memahami
kesulitan yang sedang kami hadapi."
Kakek baju merah itu segera tertawa dingin.
303
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"He he..... he.... hwesio gadungan, kalau engkau merasa
bahwa perbuatanmu ada alasanNya, nah, sekarang juga
katakanlah, tapi sebelum itu aku akan memperingatkan kalian
lebih dahulu, kalau engkau terus menipu atau membohongi
aku dengan sepatah kata pun, aku akan membacokmu hidup,
hidup "
Ucapan tersebut diutarakan dengan nada suara yang dingin
menyeramkan membuat bulu kuduk oraag pada bangkit
berdiri.
Tercekat hati Buddha antik mendengar ancaman tersebut,
dengan ujung matanya dia melirik sekejap kearah Gak In Ling,
kemudian sambil keraskan kepala jawabnya.
"Perkumpulan kami merupakan salah satu perkumpulan
besar dalam dunia persilatan, tanpa alasan dan sebab
musabab orang ini telah membinasakan empat orang anak
murid dari perkumpulan kami, perbuatannya keji, telengas dan
sama sekali tidak mengenal perikemanusiaan sehingga
membuat orang yang menyaksikan jadi ngeri dan bergidik,
karena perbuatannya yang terkutuk itulah terpaksa aku
datang kemari untuk membuat perhitungan dengan dirinya."
"Apakah jantung dari keempat sosok mayat itu dicomot
keluar olehnya " sela kakek baju putih dengan suara keras,
nada ucapannya menunjukkan bahwa dia merasa amat tidak
puas.
Buddha antik licik dan banyak akal, mendengar perkataan
itu dalam hati kecilnya merasa amat kegirangan, dengan suara
lantang ia segera menjawab.
"Sedikitpun tidak salah, perbuatan itu memang dia yang
melakukan, kalau tidak percaya cianpwe boleh tanyakan
sendiri kepadanya, aku percaya berada dihadapan kalian dua
orang tua pastilah dia takkan berani bicara bohong"
orang ini benar-benar amat beracun hatinya daa berbahaya
sekali membuat hati orang bergidik, mula-mula dia mengatur
304
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
cerita bohong dengan maksud merusak nama lawannya,
kemudian dengan menggunakan bukti yang ada untuk
meyakinkan ucapannya. Dari sini dapatlah dinilai sampai
dimana busuknya hati Buddha antik. Terdengar kakek baju
merah itu mendengus dingin lalu menegur. "Eeei, bocah cilik,
apakah engkau ada perkataan lain yang hendak kau ucapkan
?"
Gak In Ling menggerakkan biji matanya yang telah tak
bertenaga, lalu menjawab dengan dingin.
"orang itu memang mati ditanganku "
"Aku sedang bertanya kepadamu apa alasan sehingga kau
melakukan pembunuhan itu? Apakah kau sudah mendengar
atau tidak?" seru manusia baju putih dengan suara keras,
nada suara nya menunjukkan kalau dia mulai gusar.
Perlahan-lahan Gak la Ling pejamkan matanya kembali,
dengan dingin dan ketus ia menjawab.
"Dikolong langit banyak terdapat manusia-manusia yang
membuat pahala dengan mengikuti nama baik majikannya,
aku sebatang kara dan tiada kekuatan apa-apa, banyak bicara
sekalipun tiada gunanya, kalian berdua sebagai tokoh-tokoh
sakti yang sudah mengasingkan diri dari persoalan
keduniawian, aku lihat lebih baik jangan mencampuri urusan
tetek bengek seperti ini lagi "
Mendengar perkataan itu kakek baju merah jadi gusar
sekali, segera bentaknya.
"Bocah cilik, kau berani menasehati diriku, h m Rupanya
kau benar-benar sudah bosan hidup dan ingin mencari
mampus ?"
Sambil berkata ia gerakkan badannya siap menerjang maju
kedepan, tapi dengan cepat tubuhnya telah ditarik oleh kakek
baju putih, terdengar ia berkata.
305
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dikolong langit memang banyak terdapat orang-orang
yang mencari pahala dengan membonceng nama besar
majikannya. Makhluk tua, bukankah kau juga termasuk salah
seorang diantaranya?"
Satu ingatan dengan cepat melintas dalam benak kakek
baju merah itu, tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha masuk diakal, masuk diakaL lHei, bocah cilik,
setelah aku turun tangan mencampuri urusan ini, sudah tentu
aku tak boleh memiliki perasaan berat sebelah. Nah,
katakanlah apa yang hendak kau katakan-"
Buddha antik yang mendengar perkataan itu diam-diam
merasa amat gelisah sekali, pengalamannya yang luas dengan
cepat menyatakan bahwa kakek tua yang berada
disampingnya pada saat ini rupa-rupanya jauh lebih bersimpati
terhadap Gak In Ling daripada dirinya.
la segera tundukkan kepalanya, sambil berpura-pura
membenahi pakaiannya yang kusut, diam-diam ia mengirim
kisikan kepada ketiga orang rekannya dengan ilmu
menyampaikan suara.
"Gunakan kesempatan yaag sangat baik ini untuk turun
tangan, jangan membiarkan bangsat cilik itu mendapat
kesempatan untuk bicara, kalau tidak maka diantara kita
berempat akan terancam bahaya dan mungkin kita takkan
tinggalkan tempat ini dalam keadaan hidup"
Agaknya ketiga orang manusia berkerudung merah itupun
mempunyai jalan pikiran yang sama pada saat Buddha antik
menengadah kembali, tiba-tiba terdengar tiga kali bentakan
keras berkumandang memecahkan kesunyian, terlihatlah tiga
sosok bayangan merah secara terpisah bersama-sama
menerjang kearah Gak In Ling.
Ketiga orang manusia berkerudung merah itu rata-rata
merupakan jago lihay kelas satu didalam dunia persilatan,
setelah turun tangan bersama secara tiba-tiba dapat
306
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dibayangkan betapa cepatnya gerakan tubuh beberapa orang
itu, dalam waktu singkat mereka sudah berada di hadapan
lawannya.
Selisih jarak antara Gak In Ling dengan beberapa orang itu
tinggal beberapa depa saja, menurut keadaan yang
sebenarnya sulit bagi sianak muda itu untuk melepaskan diri
dari mara bahaya, siapa tahu apa yang kemudian terjadi
ternyata sama sekali berada di luar dugaan-
Pada saat ketiga orang itu ayunkan telapak tangannya
untuk membinasakan Gak In Ling itulah mendadak terdengar
bentakan nyaring yang bernada amat menyeramkan
berkumandang memecahkan kesunyian-"Roboh kalian semua"
Bersamaan dengan menggalanya suara bentakan, kakek
baju merah itu ayunkan tangannya kedepan dan terlihatlah
lima titik cahaya merah yang amat menyilaukan mata
meluncur kearah depan-
Jerit kesakitan yang amat menyayatkan hati berkumandang
memecahkan kesunyian, tiga orang manusia berkerudung
merah itu menggeliat dan segera roboh terkapar diatas tanah.
Sekali ayunkan telapaknya orang itu mampu orang dari
jarak sejauh empat puluh tombak, jangan dikata korban yang
dibunuh adalah seorang jago persilatan yang sangat lihay.
sekalipun seorang yang tidak mengerti ilmu silatpun belum
tentu ada berapa orang jago lihay yang mampu untuk
membereskan jiwanya.
Dari sini dapatlah diketahui bahwa ilmu silat yang dimiliki
orang tua itu benar-benar sangat lihay sehingga sangat sukar
dilukiskan dengan kata-kata.
Gak In Ling yang menyaksikan kelihayan kakek baju merah
itupun diam-diam bergumam seorang diri.
"Ujung jarinya berwarna merah, tetapi dalam telapak maut
yang kupelajari sama sekali tak terdapat jurus ilmu jari."
307
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah didalam satu jurus kakek baju merah itu berhasil
membinasakan tiga orang, dengan penuh kegembiraan orang
itu tertawa terbahak-bahak. "Haa..,,. haa..... haa...... mantap.
mantap."
Sebaliknya kakek baju putih yang berada di samping kirinya
dengan suara hambar berkata.
"Kesempatan untuk membunuh orang sudah lewat."
Kakek baja merah itu nampak tertegun, kemudian
membantah.
"Pembunuhan ini mana boleh masuk hitungan ? Kita toh
sudah berjanji bahwa perhitungan ini hanya berlaku selama
berada dalam dunia persilatan saja "
"Bukankah kita telah berjanji, setelah membuka pantangan
membunuh tidak diperkenankan pula setengah jalan? Tetapi
dalam sekejap mata harus diteruskan sampai selesai. Disini
hanya terdapat beberapa orang saja, setelah pantangan
membunuh kau langgar dan pembunuhan tersebut tak kau
kerjakan hingga selesai, bukankah itu berarti bahwa kau telah
kehilangan kesempatan membunuh lagi ?"
Kakek baju merah itu berpikir sebentar, kemudian dengan
perasaan menyesal ia berkata.
"Aaah, benar juga perkataanmu. Sayang sekali, kalau tahu
begitu aku takkan melakukan pembunuhan "
Satelah berhenti sebentar, tiba-tiba serunya
"oa ya disini masih ada dua orang lagi, kalau sekarang juga
kulanjutkan seranganku, bukankah itu berarti aku sudah
mengacaukan pembunuhan di tengah jalan?"
Sejak menyaksikan anak buahnya menemui ajal dalam
keadaan yang tidak jelas duduk perkaranya, Buddha antik
sudah merasa terkesiap sehingga untuk beberapa saat
lamanya tak mampu melakukan sesuatu apapun, kini
308
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
kesadarannya telah pulih kembali, ia tak berani berdiam
disana lebih lama lagi, sepasang kakinya menjejak tanah
sekuat tenaga dan tubuhnya cepat-cepat kabur menuju
kearah lembah. .
Siapa tahu baru saja ia menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba
terdengar kakek baju merah itu tertawa dingin dan berseru.
"Hm Kau akan lari kemana ?"
Buddha antik merasakan urat nadi pada pergelangan
tangan kanannya mengencang dan seluruh tenaga dalam yang
dimilikinya seketika musnah tak berbekas, rupanya ia sudah
terjatuh ke tangan kakek baju merah itu.
Gak In Ling perlahan-lahan menengadah dan menyapu
sekejap kearah Buddha antik, kemudian sambil tertawa dingin
ejeknya.
"Buddha antik, sayang sekail aku orang she Gak tidak dapat
turun tangan sendiri untuk membinasakan dirimu, akan tetapi
aku dapat menyaksikan engkau berangkat selangkah lebih
duluan, hal ini merupakan suatu kejadian yang patut
digembirakan olehku "
Buddha antik sendiri rupanya sudah menyadari bahwa
jiwanya bakal melayang ditangan kakek baju merah itu, mend
engar perkataan tersebut, dengan nada dingin ia menjawab.
"Selisih jarak antara lima puluh langkah dengan seratus
langkah hanya terpaut kecil sekali, luka dalam yang kau
deritapun tak ada orang yang mampu untuk mengobatinya,
setelah aku mati kaupun akan menyusul diriku serta menemui
aku masuk liang kubur. sekalipun aku mati duluan, kematian
inipun tidak terasa sepi "
Kakek tua baju merah itu tertawa seram, tiba-tiba selanya.
"He...he he..,.. hwesio gadungan, apakah perkataanmu telah
selesai kau ucapkan ?" Wajahnya menyeringai seram, rupa-
rupanya ia sudah siap sedia untuk turun tangan-Tiba-tiba
kakek tua baju putih itu buka suara dan berkata.
309
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Tunggu sebentar, hwesio gadungan seandainya aku
sanggup menyembuhkan luka yang diderita oleh bocah itu,
kau akan mempertaruhkan apa?" sambil berkata ujung
matanya diam-diam melirik sekejap kearah kakek tua baju
merah itu.
Rupanya kakek baju merah itu seorang yang paling suka
bertaruh, mendengar tentang soal pertaruhan sekilas rasa
girang dengan cepat menghiasi wajahnya. Dengan pikiran
yang cermat Buddha antik berpikir sebentar, kemudian
jawabnya.
"Andaikata cianpwe benar-benar dapat menyembuhkan
penyakit yang diderita orang ini, aka pun bersedia mati
ditangan orang ini "
Buddha antik gadungan ini benar-benar seorang manusia
yang licik dan berbahaya, ternyata dia bermaksud untuk
mengulur waktu.
Kakek tua baju putih itu pura-pura tidak mengerti dan sinar
matanya segera menyapu sekejap kearah kakek tua baju
merah itu sambil bertanya. "Tua bangka, apakah kau setuju ?"
"Seandainya kau benar-benar ada maksud untuk bertaruh
dengan orang ini, aku sih masih dapat menyabarkan diri dan
untuk sementara waktu tak akan membinasakan dirinya lebih
dahulu"
"Baik, kalau begitu kita putuskan demikian saja," jawab
kakek baju putih itu sambil mengangguk.
Habis berkata ia berjongkok dan memeriksa nadi Gak In
Ling.
Waktu berlalu dalam keheningan dan kesunyian yang
mencekam seluruh jagad. Lama... lama sekali, akhirnya kakek
baju putih itu bangkit berdiri dan gelengkan kepalanya
berulang kali, serunya.
310
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Habis sudah kali ini aku benar-benar kalah, penyakit yang
diderita orang ini rupanya memang sudah tak dapat ditolong
oleh seluruh manusia dikolong langit ini "
Mendengar jawaban itu terjelaslah hati Buddha antik,
diapun berpikir didalam hati kecilnya.
"Habis sudah riwayatku, kalau ia tak dapat disembuhkan,
bukankah itu berarti bahwa akupun akan kehilangan
kesempatan untuk melarikan diri. Rupanya nasibku memang
akan habis disini."
Tiba-tiba terdengar kakek tua baju merak itu buka suara
dan berkata.
"Hem, dikolong langit masa ada penyakit yang tak dapat
disembuhkan ? Tua bangka, kau, jangan mengigau seenaknya
sendiri"
"Ha ha...., ha. .... akhirnya kau terjebak pula oleh siasatku
"pikir kakek tua baju putih itu dalam hati kecilnya sambil
tertawa geli. Setelah termenung sebentar, iapun segera
berkata. "Jadi kaupun ingin bertaruh ?"
"Bertaruh ya bertaruh."jawab kakek tua baju merah itu
tanpa berpikir panjang lagi "cara kita masih juga seperti
dahulu, kalau aku yang menang bertaruh maka kau ijinkan
aka untuk melakukan satu kali pembunuhan, secara puas,
bagaimana ?"
"Baik." sahut rekannya mengangguk. Kakek baju merah itu
segera melepaskan cekalannya pada pergelangan tangan
Buddha antik "IHei, hwesio gadungan aku anjurkan kepadamu
lebih baik janganlah mencoba-coba untuk mengambil suatu
tindakan yang bodoh. Kalau tidak, jangan salahkan kalau aku
membacok badan mu hidup-hidup"
Selesai berkata ia segera berjalan kehadapan Gak In Ling,
berjongkok di sisi tubuhnya dan mulai memeriksa denyutan
nadinya. .
311
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sepasang alisnya matanya berkernyit, wajah kakek tua baju
merah itu berubah jadi amat serius, lama lama sekali ia baru
bangkit berdiri dan putar otak dengan kepala tertunduk.
mulutnya membungkam dalam seribu bahasa.
Menyaksikan keadaan rekannya itu, kakek tua baju putih itu
segera tertawa terbahak-bahak
"Haa... haa...... hai tua bangka, Kau sudah tertipu Hawa
murninya tersumbat karena hatinya mengalami kesedihan
yang keliwat batas, kemudian badabnya termakan pula oleh
sebuah pukulan, coba bayangkan penyakit semacam ini mana
mungkin bisa disembuhkan Lebih baik kau menyerah saja "
"Tua bangka, kau benar-benar licik " teriak kakek tua baju
merah itu dengan suara gemas.
Mendadak seperti teringat akan sesuatu, ia tertawa
terbahak-bahak sambil berseru. "Ha ha ha tua bangka, kali ini-
engkaulah yang akan menderita kalah "
"Siapa yang bilang ?" seru kakek baju putih tertegun-
"Masa kau mampu untuk menyembuhkan penyakitnya ?"
Kakek tua baju merah itu tidak menjawab, sambil ulapkan
tangannya kearah Buddha antik ia berseru.
"hwesio gadungan, sekarang enyahlah kau dari sini, Kami
akan jalankan pertarungan ini hingga sampai pada akhirnya,
bila bocah ini telah sembuh dengan sendirinya akan bisa
datang mencari dirimu untuk membikin perhitungan"
Mendengar dirinya bebas Buddha antik jadi berlega hati
dan keberaniannya pun jadi pulih kembali seperti sedia kala, ia
segera menjawab. "Bolehkah aku mengetahui nama besar
cianpwe berdua "
Pada waktu itu kakek baja merah tersebut sedang gembira,
tanpa berpikir ia menjawab. "Yang seorang bernama Ki-san
(suka kebajikan) dan yang lain bernama Ki-oh (suka
kebejadan) "
312
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Air muka Buddha antik gadungan seketika berubah hebat
setelah mendengar disebutnya nama itu, secara beruntung ia
mundur empat langkah kebelakang, serunya.
"oooh,.... kiranya Lan In Lojin serta ciang liong-sian dua
orang loelanpwe, boanpwe mohon diri lebih dahulu."
Selesai berkata ia putar badan dan sekuat tenaga melarikan
diri terbirit-birit dari tempat itu, keadaannya mirip sekali
dengan anjing buduk yang kena digebuk.
Sepeninggalnya Buddha antik kakek tua baju putih alihkan
sorot matanya daa melirik sekejap kearah Gak In Ling,
kemudian kepada kakek baju merah tegurnya. "Dengan cara
apakah engkau akan menyembuhkan penyakit yang diderita
ini?"
"Itu, obat mujarabnya berada ditengah sungai" jawab
kakek baju merah sambil tertawa. Satu ingatan berkelebat
didalam benak kakek baju putih itu, pikirnya didalam hati.
"Gembong iblis ini benar-benar seorang pecandu judi,
untuk menangkan pertaruhannya, ternyata dia bersedia
menghadiahkan buah naga air yang sudah diincarnya selama
belasan tahun, tak aneh kalau dia merasa begitu yakin kalau
jiwa bocah ini dapat diselamatkan olehnya." berpikir sampai
disini, sambil tertawa dia lantas berkata. "Apakah engkau akan
menghadiahkan buah naga air tersebut kepadanya ?"
"Yang sebenarnya maksud serta tujuan kedatanganku
kemari meskipun alasannya karena buah naga air, tetapi
maksudku yang sebenarnya adalah untuk membunuh
beberapa orang guna untuk memantabkan hatiku "
Terkesiap juga hati Gak In Ling mendengar ucapan itu,
pikirnya didalam hati.
"Perangai orang ini amat keji dan sadis, kekejaman hatinya
benar-benar mengejutkan hati orang, sungguh tak kunyana
dikolong langit masih terdapat gembong iblis yang membunuh
313
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
orang sebagai bahan kesenangan- Betul-betul mengerikan-"
Sementara itu kakek baju putih sudah berkata lagi.
"Jadi kau sudah menduga pasti ada orang yang akan
datang kemari untuk ikut memperebutkan buah mustika
tersebut ?"
"Paling sedikit hwesio gadungan itu adalah rombongan
yang pertama, tentu saja dibelakang mereka masih terdapat
banyak orang lagi yang akan datang kemari untuk ikut
memperebutkan buah mustika itu dan dengan sendirinya
tujuanku pun akan tercapai." Mendadak ia membungkam
sebentar, kemudian ia bertanya.
"Tua bangka, sebenarnya apa sih tujuanmu menarik aku
untuk bersama-sama berdiri diatas permukaan air ?"
"Sekarang baru teringat akan kejadian itu, aku lihat
pertanyaanmu itu kau ajukan terlalu lambat"
Kakek baju merah itu jadi amat gusar, teriaknya keras.
"Hm Tindakanmu ini bukankah kurang mencerminkan
tindak-tanduk seorang lelaki sejati?"
"Kalau kau tidak datang, akupun tidak bisa berbuat apa-
apa, setelah engkau datang sendiri ke mari, toh bukan aku
yang memaksa dirimu untuk menghendaki kehendakku,
kenapa menyalahkanku? "
Kakek baju merah ita berpikir sebentar lalu sambil
menghela napas panjang katanya. "Aaaiii sudah, sudahlah,
anggap saja aku yang lagi sial, dan kembali terjebak oleh
siasat setanmu." setelah berhenti sebentar, sambungnya lebih
jauh. "Kembalilah ketepi daratan dan jagalah bocah itu, aku
akan pergi mengambil buah itu."
"Hati-hati dengan makhluk ganas tersebut " seru kakek
baju putih memperingatkan-
314
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau maksudkan aku tak mampu untuk menyembuhkan
penyakitnya ?"
kakek jubah putih itu rupanya telah memahami
bagaimanakah watak dari orang itu, ia segera gelengkan
kepalanya dan menjawab.
"Buah naga air tak boleh dibiarkan terlalu lama
meninggalkan batangnya, kalau engkau ada maksud untuk
membinasakan hwesio gadungan tadi maka daya khasiat buah
tersebut tak boleh dihilangkan dengan sia-sia, sebab kalau
tidak maka dalam pertaruhan ini kau akan menderita kalah."
Dengan kepala tertunduk kakeh baju merah itu berpikir
sebentar, dia tahu jika pertarungan ini dimenangkan oleh
pihak lawan, maka niscaya dia akan dikurung kembali dalam
lembah Lan- in kok selama lima tahun, pada waktu itu kecuali
setiap hari harus menemani kakek baju putih itu, perbuatan
apapun tak dapat dilakukan, keadaannya pada saat itu pasti
akan tersiksa sekali, maka sambil tertawa katanya. "Kalau
memang begitu aku harap engkau suka membantu diriku "
Tidak menantikan jawaban dari kakek baju putih lagi, dia
enjotkan badan dan terjun kedalam air, dalam beberapa kali
kelebatan saja tubuhnya telah lenyap dari pandangan-
Setelah kakek baju merah itu terjun ke dalam air, kakek
baju putih itu segera alihkan sorot matanya kearah Gak In
Ling sambil bertanya. "Bocah, apakah kau bernama Gak In
Ling?" Sianak muda itu mengangguk.
"Benar, darimana cianpwe bisa mengetahui akan namaku
?"
"Asal usulmu telah kuketahui semua, karena tempo dulu
ayahmu pernah datang berkunjung ke lembah Lan-in-kok."
Satu ingatan berkelebat dalam benak pemuda itu, dengan
nada kaget tanyanya. "Jadi cianpwe benar-benar adalah Lan la
Lojin ?"
315
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sedikitpun tidak salah "
"Tapi orang itu..." kata Gak In Ling dengan ragu-ragu.
"Maksudmu kenapa kakek tua baju merah bisa berada
bersama-sama ku ?" tanya Lan in Lojin-
"Benar " pemuda itu mengangguk. Lan in Lojin menghela
napas panjang.
"Aaaiiijiwa manusia sebenarnya bajik, meskipun tingkah
laku orang itu amat kejam daa tak kenal prikemanusiaan akan
tetapi semua kekejamannya itu diciptakan oleh pengaruh
keadaan berbicara mengenai asal-usulnya ia adalah seorang
manusia yang patut dikasihani."
"Jadi maksudmu kesenangannya membunuh manusia
adalah suatu perbuatan yang pantas ?" tanya Gak In Ling
terperanjat.
"Akan kuceritakan asal-usulnya kepadamu, mungkin setelah
kau mengetahui kejadian yaag menimpa dirinya maka engkau
tak akan mempunyai kesan buruk terhadap dirinya lagi."
Setelah berhenti sebentar sambungnya lebih jauh.
"Sejak kecil dia mengalami nasib yang sangat buruk.
ayahnya mati karena dibunuh dan dicelakai oleh komplotan
sahabat serta familinya sendiri, karena mengincar harta
kekayaan yang dimiliki orang tuanya, bukan saja sang ayah
dibunuh bahkan ibunya yang telah menjandapun diusir
sehingga setiap hari harus mengemis dijalan untuk
menyambung hidupnya, setiap hari ia dicaci- maki dihina
ditertawakan membuat dia yang pada waktu itu berusia tiga
belas tahun mempunyai kesan yang amat buruk terhadap
orang lain, tidak dapat dihindarkan lagi tertanam suatu watak
yang bengis dalam hatinya. Suatu malam ketika ia berusia
empat belas tahun, pada waktu itu sedang hujan badai yang
amat deras, ibunya yang paling dia kasihi ternyata diperkosa
orang dan kemudian dibunuh, rasa dendam, benci yang
bertumpuk-tumpuk membuat wataknya berubah makin kejam.
316
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Untuk membalaskan dendam bagi kematian orang tuanya
ia telah berkelana hampir tiga puluh tahun lamanya, tetapi
selalu gagal untuk mempelajari serangkaian ilmu silat yang
agak genah, tiga kali menuntut balas hampir saja jiwanya ikut
melayang, dalam putus asanya tiba-tiba ia mengembara
keluar perbatasan dan sejak itulah dalam dunia persilatan
telah kehilangan orang tersebut."
Lan In Lojin menghela napas panjang, dengan wajah serius
sambungnya lebih jauh.
"Siapa tahu, setelah ia lenyap hampir lima puluh tahun
lamanya, dalam dunia persilatan telah terjadi suatu
gelombang besar yang amat mengejutkan setiap orang, dalam
semalaman saja laki perempuan sampir dua ratus orang
banyaknya yang berdiam didesa kelahirannya telah ditemukan
mati dalam keadaan mengenaskan diseluruh jalan besar, tak
seorangpun yang lolos dalam pembunuhan masal itu, mereka
yang dahulu pernah menganiaya serta menghina dirinyapun
mati secara konyol, kabar berita itu dengan cepatnya tersiar
dalam dunia persilatan, semua orang menyebut dirinya cing-
liong-oh-mo iblis bengis naga hijau, semua partai
menghimpuni kekuatan untuk membinasakan dirinya, akan
tetapi ilmu silat yang dimiliki orang itu amat tinggi, setiap kali
terjadi pengeroyokan semua orang yang ikut dalam
pergerakan tersebut tak seorangpun yang pernah kembali lagi
dalam keadaan hidup.
Sejak itulah di- mana ia munculkan diri, bagaikan terserang
wabah penyakit yang menular, orang-orang pada
menghindarkan diri dan mengungsi, sedang diapun menjadi
lambang dari segala kebejadan dan kejahatan yang ada
dikolong langit.."
"Bagaimana selanjutnya ?" tanya Gak In Ling sambil
mengerdipkan sepasang matanya.
"Akhirnya dia ditaklukkan orang "
317
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dan orang itu pastilah locianpwe." Lan In Lojin
mengangguk.
"Benar kami telah bertempur selama tiga hari tiga malam
lamanya diatas gunung Kun-san "
"Dan akhirnya locianpwe berhasil menangkan penarungan
tersebut ? Bukan begitu ?"
"Tidak Dalam ilmu silat aka tak berhasil memenangkan
dirinya." jawab Lan In Lojin sambil gelengkan kepalanya.
"Lalu secara bagaimana engkau berhasil menaklukkan
dirinya ?"
"Kami bertaruh"
Mendengar sampai disini, Gak In Ling pun memahami
duduk persoalannya, rupanya kecerdasan Lan Io Lojin jauh
lebih tinggi daripada dirinya, tentu saja kesempatan untuk
menangkan pertaruhan jauh lebih banyak daripada lawannya.
Lan In Lojin memandang sekejap kearah permukaan
sungai, kemudian melanjutkan kembali kata-katanya.
"Sejak itulah ia telah merubah namanya sendiri sebagai
ciang-liong-sian, ia telah berjanji dengan diriku, setiap kali
kalah bertaruh maka dia harus dikurung selama lima tahun
didalam lembah Lan- in- kok, dan setiap kali menang bertaruh
maka ia diperbolehkan melakukan pembunuhan satu kali."
Pada saat itulah tiba-tiba dari permukaan sungai
berkumandang datang suara deburan ombak yang menerjang
tepi pantai, mendengar suara tersebut dengan wajah berubah
jadi amat tegang Lan In Lojin segera bangkit berdiri dan
menuju ketepi pantai.
Tampaklah ciang-liong-sian sambil membawa sebiji buah
berwarna putih mulus yang besarnya bagaikan telur ayam
sedang bergerak menuju ke- atas daratan, dibelakang
tubuhnya mengikuti seekor makluk aneh sebesar gayung air
318
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
yang menyerupai naga, juga menyerupai ular dengan sebuah
tanduk diatas kepalanya.
Menyaksikan peristiwa itu Lan In Lojin setera membentak
keras, dengan cepat tubuhnya meloncat setinggi belasan
tombak keangkasa lalu menerjang kearah sungai, dari tengah
udara dengan ilmu lek peng-ngo-gi atau membumi rata lima
bukit dia hajar makhluk aneh tersebut.
Tiada desiran angin yang berhembus lewat dari telapaknya,
namun muncullah segulung tenaga tekanan tak berwujud
yang dengan cepat menghantam makhluk aneh itu sehingga
tercebur kembali kedalam air sungai.
Dalam pada itu ching-liong-sian sudah berada diatas
daratan, sambil lari menuju kearah Gak In Ling serunya
dengan cemas.
"cepatlah kau telan buah ini, kalau tidak maka khasiatnya
akan lenyap seketika "
"Terhadap kekejaman yang dilakukan orang ini Gak In Ling
sudah mempunyai kesan yang lebih baik, sambil menatap
tajam wajah ciang-liong-sian diapun berkata. "Aku orang she
Gak takkan membicarakan tentang budi kebaikanmu ini lagi "
Sambil berseru dia menerima buah berwarna putih itu dan
segera dimasukkan kedalam mulut.
ciang-lloag-sian agaknya dibikin tertegun oleh perkataan
tersebut, sesudah termangu-mangu sejenak ia berseru dengan
nada keheranan-"Sebenarnya apa maksud dari perkataanmu
itu?" Gak In Ling mengedipkan sepasang matanya kemudian
menjawab. "Karena selama hidup aku sudah tak dapat
membalas budi kebaikanmu lagi."
ciang-liong-sian tertawa terbahak-bahak. dengan sepasang
matanya yang amat tajam ia menatap wajah Gak In Ling
beberapa saat lamanya, seakan-akan sedang menikmati
sesuatu yang indah serunya kembali.
319
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hei, bocah muda, kau benar-benar tampan sekali. Setelah
kau telan buah naga air bukan saja tenaga dalammu telah
memperoleh kemajuan yang amat pesat, mungkin wajah
mupun akan bertambah tampan, benar-benar berharga sekali,
benar-benar tak kecewa pekerjaanku "
"Mungkin aku hanya menyia-nyiakan harapan dari
locianpwe " sambung Gak In Ling sambil tertawa sedih.
Habis berkata perlahan-lahan ia pejamkan matanya
kembali.
Dari arah sungai terdengarlah Lan In Lrjin sedang
membentak dengan suara yang amat keras. "Binatang Kau
akan lari kemana ?"
ciang-liong-sian segera berpaling, tampaklah ombak
disungai menggulung setinggi bukit, keadaan benar-benar
mengerikan sekali, sementara Lan In Lojin sambil berdiri kekar
di tepi daratan melancarkan pukulan-pukulan dahsyat kearah
sungai, posisinya nampak terjepit dan mengerikan-
Setelah berdiam selama banyak tahun dengan Lan In Lojin,
kesan ciang-Hong-sian terhadap sahabatnya ini boleh dibilang
sudah mendalam sekali, walaupun dia tahu bahwa sahabatnya
mempunyai keyakinan untuk menangkan pertarungan ini akan
tetapi ia tetap merasa tak lega hati, sambi mengempos
tenaganya, ia bersiap sedia untuk memberi bantuan.
Pada saat itulah tiba-tiba dari tepi pantai berkelebat lewat
serentetan cahaya putih dan kemudian lenyap didalam sungai,
bersamaan itu pula gulungan ombak yang amat dahsyat diatas
permukaan air pun menjadi tenang kembali.
Baik Lan In Lojin maupun ciang-liong-sian jadi tertegun
menyaksikan peristiwa itu, tiba-tiba dari tempat kejauhan
berkumandang datang suara seruan seseorang yang amat
nyaring, "Kalian pergilah dari sini "
320
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Tolong tanya siapakah namamu ?" seru Lan In Lojin
dengan suara lantang. "Gadis suci dari Nirwana, burung hong
aneh dari luar lautan " Air muka Lan In Lojin segera berubah
jadi muram, pikirnya.
"Dunia persilatan yang sudah tenang, rupanya takkan
menjadi tenang untuk selamanya." Sementara itu ciang-liong-
sian telah berkata sambil tertawa.
"Aku lihat kau tak dapat melakukan perbuatan yang
memikirkan tentang keselamatan umat manusia lagi,
bagaimana tua bangka ? Bila beberapa orang perempuan yang
berkepandaian silat tinggi itu mulai memperebutkan dunia
persilatan maka kekacauan yang bakal terjadi akan sepuluh
kali lipat lebih hebat daripada kekacauan yang kuciptakan
beberapa tahun berselang haa haa haa bagaimana ? Aku lihat
kali ini kau sudah tak dapat kembali kelembah Lan- in- kok
lagi."
Sementara pembicaraan masih berlangsung kedua orang
itu sudah berjalan kearah daratan-
Lan In Lojin tampak berpikir sebentar, kemudian bertanya.
"Aku mempunyai suatu akal yaog sangat bagus, cuma aku
tak tahu apakah engkau si tua bangka menyetujuinya atau
tidak."
Khasiat dari buah naga air itu benar-benar luar biasa dan
mustajab sekali, dalam waktu yang amat singkat Gak In Ling
telah berhasil menyembuhkan luka dalam yang diderita
olehnya dan segera bangkit berdiri, wajahnya pada saat ini
merah bercahaya dan ketampanannya jauh lebih
mengesankan daripada keadaannya tempo hari. Dengan alis
berkerut ciang-liong-sian segera berseru.
"Tua bangka, kalau ada perkataan cepat-cepat utarakan
keluar, janganlah kau putar-putar jadi membingungkan "
321
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Baik engkau maupun aku adalah sama-sama orang yang
telah berusia seratus tahun, apakah kita masih harus
memperebutkan nama dan kekuasaan dengan orang-orang
muda itu ?"
napsu membunuh tiba-tiba memancar keluar dari balik
mata ciang-liong-sian, ia tertawa terbahak-bahak.
"Haa... haa haa tua bangka, aku sudah mengetahui maksud
hatimu."
Lan In Lojin melirik kearah samping kanan kemudian
bisiknya lirih. "Apakah engkau menyetujuinya ?"
"Kalau dahulu mungkin tidak setuju, tapi sekarang aku
dapat menyetujuinya." Habis berkata ia melirik sekejap kearah
Gak In Ling.
Setelah mendapat persetujuan dari rekannya, Lan In Lojin
segera berpaling kearah Gak In Ling dan berkata dengan
wajah serius.
"Gak In Ling, tahukah engkau bahwa dikolong langit
beberapa saat kemudian bakal terjadi badai hujan deras yang
amat hebat?"
"jangan- jangan ia maksudkan diriku ?" pikir Gak In Ling
dengan perasaan hati agar tergerak.
Berpikir sampai disitu, dia menjawab. "Boanpwe telah
mengetahuinya."
"Apa yang harus kau lakukan untuk menyelamatkan situasi
yang amat gawat ini ?" Kembali Gak In Ling merasakan
hatinya agak bergerak. pikirnya didalam hati.
"Urusan pribadikupun tidak sempat untuk diselesaikan,
mana aku punya waktu untuk mengurusi persoalan seperti itu
?" Maka ia segera menjawab.
"Mungkin boanpwe tak dapat melakukan sesuatu apapun
untuk menanggulangi situasi yang amat gawat tersebut."
322
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Tetapi aku telah mengetahuinya bahwa hanya kau seorang
yang mampu untuk mengatasi situasi yang gawat ini dan
hanya kaulah yang mampu untuk menyelamatkan umat
persilatan dari bencana badai yang amat luar biasa ini."
"cianpwe, aku harap kau sudilah kiranya memaafkan aku
orang she Gak, sebab didalam kenyataan aku Gak In Ling
mempunyai kesulitanku sendiri, dan bukannya aku tak
bersedia untuk menyumbangkan tenagaku..."
"Aku mengetahui bahwa engkau sudah pernah menelan pil
cui-sim-wan yang akan mempersingkat hidupmu, tetapi
pengaruh racun itu bukanlah suatu racun yang tak dapat
diobati."
Mendengar jawaban tersebut, keputus-asaan yang selama
ini mencekam hatinya tiba-tiba punah tak berbekas, dan
harapan untuk hiduppun muncul kembali didalam hatinya,
dengan suara tertahan ia berseru.
"Siapakah yang mempuyai obat mujarab untuk
menyembuhkan diriku dari pengaruh racun tersebut ?"
"Gadis suci dari Nirwana "
Begitu mengetahui nama gadis itu, dengan cepat Gak In
Ling gelengkan kepalanya sambil berseru. "Aku tidak ingin
hidup terus"
Dari perubahan air muka Gak In Ling, dengan cepat ciang-
liong-sian mengetahui bahwa pemuda itu pastilah menaruh
kesan yang jelek terhadap gadis itu, dengan cepat serunya.
"Hm, agaknya kau memang mempunyai sikap seorang
jantan yang tak sudi tunduk pada kaum wanita."
Merah padam selembar wajah Gak In ling karena jengah,
buru-buru dia alihkan pokok para bicaraan kesoal lain dan
bertanya.
"cianpwee, sebenarnya apa tujuan serta maksudmu ?"
323
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Gak In Ling," sahut Lan Ie Lojin dengan wajah serius,
"benarkah engkau tak tersedia memikirkan keselamatan dari
umat manusia dikolong langit ?" Air muka Gak In Ling berubah
hebat, buru buru ia berseru.
"Boanpwe tidak lebih hanya seorang angkatan muda yang
belum lama terjun kedalam dunia persilatan, kenapa sih
cianpwe mesti harus mencari aku seorang manusia yang sama
sekali tidak berguna ini ?"
"Karena hanya engkau seoranglah yang pantas memikul
tanggung jawab yang amat berat ini?"
"Boanpwe sama sekali tidak mengerti akan maksud dari
perkataan cianpwe itu."
"Karena beberapa orang pemimpin persilatan yang
berkuasa pada saat ini semuanya adalah kaum wanita."
"Lalu apa sangkut pautnya hal ini dengan diriku ?"
"Dikemudian hari engkau tentu akan mengetahui dengan
sendirinya, seandainya engkau mempunyai kebajikan dan
keinginan untuk menyelesaikan tugas mulia tersebut, maka
sepantasnya kalau engkau laksanakan semua perbuatan
seperti apa yang kukatakan kepadamu."
Perlahan-lahan Gak in Ling menengadah ke atas,
sebenarnya dia memiliki suatu watak yang suka berbuat
kebajikan untuk umat manusia, tetapi waktu yang tersedia
amat terbatas sekali, dan dia lagi tidak ingin bertemu kembali
dengan gadis suci dari Nirwana, oleh sebab itulah ia tidak
dapat mengabulkan permintaan itu.
Menyaksikan kesemuanya itu dengan perasaan kecewa Lan
In Lojin menghela napas panjang katanya.
"Aaaiii. .. mungkin juga engkau memang benar-benar
mempunyai kesulitan yang amat terpaksa, baiklah. Mungkin
kejadian itu memang sudah merupakan suratan takdir yang
tak dapat diselamatkan oleh kekuatan umat manusia, mari kita
324
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
pergi dari sini " Habis berkata ia segera putar badan dan
berjalan menuju kemulut lembah tersebut.
Tiba-tiba Gak In Ling berseru keras. "Locianpwe, boanpwe
menyanggupi permintaanmu itu "
Suaranya agak gemetar, jelas beberapa patah kata itu
diutarakan keluar setelah menghimpun segenap tenaga yang
dimilikinya.
ciang-liong-sian dengan cepat putar badan dan berkata
sambil tertawa keras.
"Haa haa sejak ini hari, sembilan jurus telapak maut akan
muncul kembali dalam dunia persilatan, seringkali diwaktu
senggang aku selalu membayangkan sampai kapankah
manusia-manusia yang menyebut dirinya sebagai jagoan
dalam dunia persilatan bakal roboh bergelimpangan termakan
oleh pukulan telapak mautku, dan kapan kegemaranku untuk
membunuh orang bisa terpenuhi, ternyata sekarang
kesempatannya telah tiba Haa ha. ha...... tua bangka...Engkau
tentu tidak akan pernah membayangkan bukan, kalau aku
selalu menantikan saat seperti ini ?"
Seolah-olah hanya membunuh manusialah yang akan
menggirangkan hatinya, teringat kalau sebentar lagi ia boleh
melampiaskan kegemarannya uatuk membunuh manusia,
kakek tua baju merah itu jadi kegirangan setengah mati.
Sebaliknya Gak In Ling yang mendengar perkataan itu jadi
terperanjat, segera serunya. "Telapak maut ? Semuanya terdiri
dari sembilan jurus banyaknya? Aneh sekali"
"Kenapa ? Apakah kau merasa terkejut bercampur heran ?"
tegur ciang-liong-sian-Sebelum pemuda itu sempat menjawab,
Lan In Lojin telah berkata lebih dahulu.
"Mari kita berbicara sambil melakukan perjalanan Sekarang
sudah tiba waktunya bagi kita untuk berangkat "
325
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sesudah berhenti sebentar, kepada ciang-liong-sian ia
berkata.
"sepanjang jalan kau tidak diperkenankan untuk turun
tangan membunuh orang lain"
"Tapi aku toh menangkan taruhan itu, kemenangan
tersebut sama sekali belum kunikmati barang satu kalipun"
bantah ciang-liong-sian dengan dahi berkerut.
"Tadi bukankah kau sudah membunuh orang ?" ciang-liong-
sian jadi amat gelisah, buru-buru katanya.
"Aah, mana mungkin Aku tak pernah membunuh seorang
manusiapun ditempat ini"
Lan In Lojin segera melompat dua puluh tombak jauhnya
kesebelah kanan, dari balik semak belukar dia mengangkat
sesosok mayat dan berseru.
"Kalau memang begitu, aku ingin bertanya siapakah yang
telah membunuh orang ini ?"
"oh, sungguh tak kusangka kau berhasil mengetahui
rahasiaku itu." seru ciang-liong-sian dengan nada amat
kecewa.
"Ketika kau tertawa terbahak-bahak tadi. Dari balik biji
matamu telah memancarkan napsu membunuh, pada saat
itulah aku sudah tahu kalau kau telah melakukan pembunuhan
"
Dengan perasaan apa boleh buat ciang-liong-sian
gelengkan kepalanya berulang kali, katanya.
"Aaaii kau memang luar biasa sekali. Nah, cepatlah ambil
keluar lilinmu itu, aku akan segera melakukan pembunuhan
terhadap orang-orang yang mengincar buah naga air
disekeliling tempat ini"
Lan In Lojin gelengkan kepalanya dengan perasaan sedih,
dari sakunya dia segera mengambil keluar sebatang lilin yang
326
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
pendek sekali dan panjangnya cuma satu sentimeter,
kemudian memasang api dan menyulut lilin tersebut.
Bersamaan dengan bersinarnya lilin tadi, ciang-liong-sian
bersuit panjang dengan nada yang mengerikan sekali,
badannya berkelebat kedepan dan seketika lenyap dari
pandangan-
Lan In Lojin menghela napas panjang berat sementara Gak
In Ling tidak habis mengerti perbuatan apakah yang sedang
dilakukan oleh mereka berdua.
Lilin yang panjangnya satu senti meter itu dalam waktu
tingkat sudah habis terbakar, cahaya apinya semakin lama
semakin lemah dan akhirnya hampir padam.
Sebelum cahaya api lilin itu padam keseluruhannya, tiba-
tiba bayangan manusia berkelebat lewat dan ciangliong-sian
muncul kembali ketempat semula. Lan In Lojin segera
menghela napas panjang dan gelengkan kepalanya berulang
kali.
"Engkau memang keterlaluan sekali, sehingga waktu
sedetikpun tidak kau buang dengan begitu saja."
"Haa haa haa.. .. lima belas orang.... lima belas orang"
"Semuanya kau bunuh mati ?"
"Belum pernah aku biarkan korbanku roboh dalam keadaan
hidup, tentu saja mati semua " Gak In Ling jadi amat
terperanjat, pikirnya.
"Dalam waktu yang demikian singkatnya, ia berhasil
membinasakan lima belas orang jago, ia memang benar-benar
hebat sekali. Kalau seseorang tidak memiliki dasar ilmu silat
yang baik, tak mungkin mereka berani datang kemari untuk
ikut memperebutkan buah mustika tersebut, sebaliknya
dengan dasar ilmu silat yang tinggi ternyata berhasil dibunuh
oleh orang ini tanpa menimbulkan kegaduhan atau suara
327
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
barang sedikitpun juga, dari sini bisa dibuktikan betapa
lihaynya ilmu silat yang dimiliki orang ini...."
Kemudian ia berpikir lebih jauh: "Apakah orang-orang itu
betul-betul datang kemari ikut memperebutkan buah naga air
? Benarkah buah naga air itu adalah sebiji buah yang langka
dan amat berharga sekali ?"
Sementara itu Lan In Lojin telah berkata. "Mari kita pergi "
"Pergi kegunung Tiang Pek San atau telaga Yau-ti ?" tanya
Gak In Ling dengan perasaan tidak tenang. Lan In Lojin
mengangguk.
"Benar, ayo berangkat " habis berkata ia segera berangkat
lebih dahulu meninggalkan tempat itu.
Gak In Ling segera menyusul di belakangnya, sedang
ciang-liong-sian berada paling belakang.
Dengan gerakan tubuh yang sangat cepat ke tiga orang itu
berlalu dari situ, dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka
telah lenyap di-dalam kegelapan-
Lama sekali sesudah kepergian ketiga orang itu, dari
tengah lembah muncul kembali beberapa puluh sosok
bayangan manusia, mereka menyapu sekejap kearah mayat
yang bergelimpangan diatas tanah, kemudian dengan keringat
dingin membasahi seluruh tubuh-merekapun berlalu pula
menuju kemulut lembah.
Salju yang tebal menyelimuti hampir seluruh puncak
gunung Tiang-pek-san, tinggi permukaan diatas bukit itu
kurang lebih ada beberapa ribu meter dari permukaan air laut,
tiga sosok bayangan manusia dua orang kakek tua dan
seorang pemuda tampan sedang berjalan diatas salju yang
putih dengan kecepatan bagaikan terbang, dalam waktu
singkat mereka telah berada kurang lebih empat-lima puluh
tombak jauhnya dari tempat semula.
328
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tiba-tiba ketiga orang itu menghentikan gerakan tubuhnya
didepan sebuah hutan pohon song yang teratur rapi sekali,
terdengar kakek tua baju merah itu berkata. "Disinilah
tempatnya, tak mungkin bakal salah lagi."
"Bagaimasa caranya kita memberitahukan kedatangan kita
kepada orang-orang itu ?" tanya sang kakek baju putih
dengan cepat.
"Kita terjang masuk saja kedalam dengan kekerasan-"
"Menurut pendapat boanpwe," sambung sang pemuda
yang bukan lain adalah Gak In Ling. "Kemungkinan besar kita
sudah berada dibawah pengawasan mereka " Lan In Lojin
segera tertawa.
"Kita tokh bukan datang untuk mencari balas, apa yang
perlu dirisaukan lagi ? Ayo berangkat, kita masuk kedalam
hutan "
Selesai berkata ia segera bergerak lebih dahulu menuju
kedalam hutan pohon siong tersebut.
---ooo0dw0ooo---
Jilid 10
SEBELUM jauh mereka melangkah masuk kedalam hutan
itu, mendadak dari sekeliling tempat itu berkumandanglah
suara bentakan-bentakan yang amat nyaring disusul
munculnya beberapa orang gadis muda yang dengan cepatnya
mengepung ketiga orang itu di dalam kalangan, setiap orang
memancarkan sikap bermusuhan dan dilihat dari gerak-gerik
gadis-gadis itu, rupanya setiap saat suatu pertempuran sengit
bakal berlangsung.
329
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan pandangan tajam Gak In Ling menyapu sekejap
kearah sekeliling tempat itu, kemudian sambil menghela napas
panjang, pikirnya.
"Gadis-gadis muda yang berkumpul ditempat ini rata-rata
masih muda belia dan berwajah cantik jelita, sekalipun tidak
termasuk paling cantik dikolong langit akan tetapi termasuk
manusia manusia pilihan, entah gadis suci dari Nirwana
berhasil mengumpulkan gadis-gadis ini dari tempat mana
saja?"
Sementara itu Lan In Lojin telah tertawa terbahak-bahak
sambil berkata lantang.
"Nona-nona sekalian jangan salah paham, kedatangan kami
bertiga ketempat ini bukan lain adalah untuk menyambangi
Leng-cu kalian "
Mendengar perkataan tersebut, sorot mata para gadis itu
bersama-sama dialihkan kearah seorang gadis muda baju
hijau yang berusia paling tua diantara rombongan iru, rupanya
mereka sedang menantikan keputusannya.
Perlahan-lahan gadis muda baju hijau itu maju kedepan,
kemudian dengan suara dingin katanya.
"Untuk menyambangi Leng-cu kami harus melewati jalan
yang bagaimana, apakah kalian bertiga sama sekali tidak
tahu?"
Mendengar perkataan itu Gak In Ling berdiri tertegun,
pikirnya didalam hati.
"Masa untuk menyambangi Leng-cu mereka terdapat
sebuah jalan khusus yang ditujukan kepada orang-orang luar
yang sengaja datang kemari untuk bertemu dengan ketuanya
?" Tampaklah Lan In Lojin sambil tertawa telah berkata.
"Kami bertiga baru pertama kali ini datang berkunjung
kemari, oleh karena itu tidak mengetahui jalan manakah yang
harus ditempuh, harap nona suka memberi petunjuk."
330
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Mana tanda pengenalnya ?" tanya gadis baju hijau itu
dengan sikap yang amat teliti. sekali lagi keiiga orang itu
berdiri tertegun.
"Tanda pengenal ? Tanda pengenal apa ?" seru mereka
hampir berbareng.
Air muka para gadis yang berada disana segera berubah
bebat, terdengar gadis baju hijau itu berseru.
"Kalau kalian bertiga memang tidak memiliki tanda
pengenal, untuk menjumpai Leng-cu kami tentu saja boleh,
tetapi terpaksa pelayanan nya jauh berbeda."
Bersamaan dengan selesainya ucapan itu, badannya
dengan suatu gerakkan yang aneh dan cepat bagaikan
sambaran kilat berkelebat kedepan mencengkeram urat nadi
pada pargelangan kanan Lan In Lojin dengan jurus "Sin-
lekshu-ciau" atau tenaga sakti menundukkan naga.
Lan In Lojin sama sekali tidak menyangka kalau gadis itu
segera melancarkan serangannya setelah mengatakan akan
menyerang, sehingga membuat ia sama sekali tak ada
kesempatan untuk berbicara, kejadian ini dengan cepatnya
membangkitkan hawa gusar dalam hatinya.
Terdengar ia tertawa terbahak-bahak, sambil tetap berdiri
tenang ditempat semula, serunya.
"Haa haa haa. .. nona, kau terlalu pandang rendah akan
diriku."
Gelak tertawanya amat keras dan nyaring sehingga
membubung tinggi keangkasa, membuat telinga jadi sakit
seperti ditusuk jarum.
Dikala Lan In Lojin masih tertawa terbahak-bahak itulah,
gadis baju hijau itu sudah mencengkeram pergelangan
tangannya, biji mata yang jeli berkilat dan tiba-tiba ia
mengirim sebuah totokan keatas jalan darah cian-cing-hiat
diatas bahu kakek tua itu.
331
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Pada saat itulah dari arah lima tombak di sebelah belakang,
berkumandang datang suara bentakan yang amat nyaring.
"Lan-ji, jangan bertindak gegabah cepat mundur
kebelakang "suara orang ini nyaring dan tajam, hal tersebut
menunjukkan bahwa tenaga dalam yang dimilikinya amat
sempurna.
Sungguh cepat reaksi dari gadis baju hijau itu, ketika
mendengar peringatan tersebut tanpa berpikir panjang lagi ia
segera buyarkan serangan daa meloncat mundur sejauh
delapan depa dari tempat semula, kemudian dengan cepat
berpaling kearah mana berasal nya suara tadi.
Kurang lebih lima tombak didalam hutan dari belakang
sebuah pohon yang besar muncullah seorang nenek tua
berambut putih, berwajah penuh keriput, bertongkat emas
dan menyoren sebuah seruling perak diatas punggungnya.
Melihat kemunculan nenek tua itu. para gadis yang berada
disana bersama-sama memberi hormat dengan sikap yang
sangat hormat.
Sebaliknya Lan In Lojin serta ciang-liong-sian segera
menunjukkan sikap yang amat kaget sekali, air muka mereka
berdua berubah hebat, dengan nada tercengang serunya
dengan keras.
"Aaah Engkau adalah Kim-ciang-sin-ti tongkat emas
seruling sakti Leng Siang Ji " Perasaan hati Gak In Ling pun
agak tergugah, pikirnya.
"Kalau ditinjau dari perubahan wajah kedua orang ini, jelas
tenaga dalam yang dimiliki orang itu paling sedikit tidak
berada dibawah mereka berdua, benarkah dibawah komando
gadis suci dari Nirwana, ia telah berhasil mengumpulkan
segenap jago lihay yang berada dikolong langit untuk sama-
sama tunduk dibawah perintahnya ?"
332
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dalam pada itu nenek tua itu sendiripun agak tertegun
ketika mengetahui siapakah dua orang yang sedang
dihadapinya, sambil tertawa ia segera mengangguk dan
berkata.
"Sungguh tak kusangka dua orang jago lihay yang sudah
lama mengasingkan diri dari keramaian dunia, kini munculkan
diri kembali di-dalam dunia persilatan, sungguh luar biasa
sekali."
"Akan tetapi kalau dibandingkan dengan dirimu, mungkin
kemunculan kami masih terlambat satu tindak^ bukan ?" kata
ciang-liong-sian sambil tertawa bergelak. Tongkat emas
seruling sakti Leng Siang Ji tertawa.
"Bukan saja lebih lambat satu tindak daripada diriku,
mungkin sudah ada tiga orang lain-nya yang berjalan lebih
dahulu di depan kalian "
Satu ingatan berkelebat dalam benak Lan In Lojin, dengan
nada terperanjat serunya. "Maksudmu ketiga orang itupun
sudah datang kemari ?"
"Sedikitpun tidak salah, kemunculanku di-tempat ini pun
atas undangan dari mereka bertiga."
Ciang-liong-sian dengan cepat menarik kembali senyuman
diatas bibirnya, dengan keheranan ia berkata.
"Gadis suci dari Nirwana tokh masih berusia amat muda
sekali, sungguh tak kusangka ternyata ia sanggup
mengundang kalian semua untuk membantu dirinya, apa sih
keistimewaannya sehingga kalian semua bersedia untuk
melaksanakan perintahnya?"
Air muka tongkat emas seruling sakti Leng Siang Ji berubah
jadi serius, katanya dengan sungguh-sungguh.
"Meskipun usia Leng-cu masih amat muda, akan tetapi
kecerdasannya jauh diatas orang biasa, kalau ingin
kuceritakan maka kisahnya tidak ada habis-habisnya, asal
333
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
kalian berdua bersedia untuk tinggal selama tiga hari dengan
Leng-cu, maka aku tanggung kamu tak akan rela untuk
meninggalkan gunung Tiang-pek-san dengan begitu saja."
Lan In Lojin sangat mengenal watak tongkat emas seruling
sakti Leng Siang Ji, meskipun dia mengetahui bahwa nenek
tua ini terkenal akan sifatnya yang aneh, ditambah pula ilmu
silatnya amat lihay sehingga para jago baik dari kalangan lurus
maupun dari kalangan sesat hampir semuanya jeri dan segan
terhadap dirinya, akan tetapi selama hidup belum pernah
berbicara bohong.
Maka mendengar perkataan itu, tanpa dia sadari lagi
berseru. "Benarkah sudah terjadi peristiwa semacam itu ?"
"Sejak kapan sih aku pernah membohongi orang lain ?"
seru Leng Siang Ji nenek tua bersenjata tongkat dan seruling
itu dengan dahi berkerut kencang.
Untung Lan In Lojinlah yang mengucapkan kata-kata itu.
Seandainya orang lain yang berkata demikian niscaya dia telah
turun tangan untuk memberi pelajaran kepadanya. Rupanya
Lan In Lojin mengetahui bahwa ia telah salah bicara, buru-
buru katanya.
"Aah, aku telah salah berbicara, harapkan kaa
memakluminya dan jangan sampai dipikirkan didalam hati."
Setelah orang berkata demikian, tentu saja Tongkat emas
seruling sakti Leng Siang Ji tidak berkata apa-apa lagi, dengan
air muka yang jauh lebih lunak ia bertanya.
"Bolehkah aku mengetahui dengan maksud serta tujuan
apakah kalian bertiga datang keatas gunung Tai-pek-san ?"
"Kami ada urusan hendak berjumpa dengan Leng-cu kalian
" sahut Lan In Lojin sambil tanpa sadar melirik sekejap kearah
Gak In Ling yang berada disampingnya.
Dari dalam hati kecil Gak In Ling segera timbul suatu
perasaan aneh yang sukar dilukiskan dangau kata-kata,
334
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menghadap orang yang tidak ingin dijumpainya lagi, bagi
dirinya pekerjaan tersebut boleh dibilang merupakan suatu
perbuatan yang amat menekan bathin.
Pemuda itu mulai menyesal, menyesal karena menerima
tawaran itu, dia merasa tidak sepantasnya untuk menyanggupi
permintaan dari Lan In Lojin untuk datang menemui gadis suci
dari Nirwana yang sudah tak ingin ditemuinya lagi.
Terdengar tongkat emas seruling sakti Leng Siang Ji
berkata dengan suara dingin.
"Dibalik hutan merupakan suatu daerah yang amat
berbahaya sekali, setiap jengkal tanah mengandung hawa
pembunuhan yang amat tebal, jika kalian bertiga ingin
bertemu dengan Leng-cu kami, tidak sepantasnya kalau
berjalan melewati tempat ini, memandang wajah kalian
berdua sebagai sahabat lamaku, terimalah sebuah tanda
pengenal ini sebagai pas jalan kalian untuk masuk kedalam
markas,"
Habis berkata dari dalam sakunya dia mengambil keluar
sebuah tanda pengenal Pek-Giokhu dan diserahkan ketangan
Lan In Lojin, kemudian sambil menuding jalan yang berada
disebelah kanan katanya.
"Kalian boleh mengikuti jalan yang ada di balik batu cadas
putih itu untuk masuk kedalam, disana pasti akan muncul
seseorang untuk memberi petunjuk jalan kepada kalian,"
Tidak sampai ketiga orang itu untuk berbicara. Nenek tua
itu segera memberi tanda kepada beberapa orang gadis itu,
dan di dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka sudah
lenyap dibalik hutan-
"Huh Tempat ini benar benar misterius sekali." gumam
ciang-liong-sian seorang diri. Agaknya Lan In Lojin tidak ingin
berdiam disitu terlalu lama, ia segera berseru. "Mari kita
berangkat"
335
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Habis berkata ia berangkat lebih dahulu menuju kearah
mana yang ditunjukkan nenek tua tadi, sedangkan ciang-
liong-sian serta Gak In Ling mengintil dibelakangnya.
Ketika mereka tiba dibelakang batu cadas putih, seseorang
segera munculkan diri untuk menghadang jalan pergi ketiga
orang itu, untung mereka membawa tanda pengenal sehingga
sepanjang perjalanan walaupun harus melewati hampir tiga
puluh buah pos penjagaan baik besar maupun keeil, akan
tetapi semuanya dapat dilewati dengan lancar tanpa
mengalami kesulitan barang sedikit-pun juga.
Ketika waktu menunjukkan hampir mendekati tengah hari,
sampailah mereka didalam sebuah lembah yang
berpemandangan sangat indah sekali.
Gak In Ling segera pentang matanya memandang kearah
depan, tampaklah lembah itu luar biasa sekali, rumput yang
hijau tumbuh dengan suburnya, pemandangan disana justeru
merupakan kebalikan dari salju putih yang menyelimuti
wilayah pegunungan Tiangpek-san yang lain-
Di tengah hijaunya rumput bunga bwee yang berwarna
merah tumbuh dimana-mana, sebuah bangunan rumah yang
megah dan mentereng muncul dari balik pohon bwee yang
lebat, sehingga membuat pemandangan disana benar-benar
kelihatan indah. Dalam hati Gak In Ling berpikir.
"Tempat ini benar-benar sangat indah bagaikan berada di-
Nirwana, seandainya aku bisa hidup mengasingkan diri
ditempat ini dan selamanya tidak mencari urusan keduniawian
lagi, hal tersebut benar-benar merupakan suatu kejadian yang
sangat mengesankan-"
Pada saat itulah tiba-tiba terdengar suara tertawa merdu
berkumandang datang disusul berkumandangnya suara
pembicaraan seseorang.
"Bilamana kedatangan siau-moay agak terlambat, aku
harap kalian bertiga suka memaafkan "
336
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gak In Ling alihkan sorot matanya kearah orang itu,
hatinya tertegun dan segera berpikir.
"Kenapa siperempuan naga peramal sakti sendiri yang
menyambut kedatangan kami ?" Sementara itu Lan In Lojin
telah berkata.
"Tidak berani tidak berani terus-terang saja kami katakan,
adapun maksud serta tujuan kedatangan kami berdua adalah
untuk menemani Gak In Ling."
"Leng-cu kami sejak pertama kali dulu sudah mengetahui
kalau Gak In Ling telah menelan pil cui-sim-cu," tukas
perempuan naga peramal sakti Ki Gick Peng sambil tertawa,
"dan apa tujuan dari kedatangan kalian bertigapun telah
diketahui pula olehnya, dengan demikian malahan sungguh
kebetulan sekali, sebab Leng-cu kami masih terdapat
beberapa buah persoalan yang hendak diruncingkan secara
langsung dengan Gak In Ling sendiri, apakah kalian berdua..."
"Haa haa haa buat kami kemana sajapun bolehlah, kau tak
usah terlalu menguatirkan kami berdua." sambung ciang-
liong-sian dengan cepat. Perempuan naga peramal sakti
tertawa.
"Leng-cu telah memerintahkan diriku untuk menyampaikan
permintaan maaInya berhubung tak dapat menyambut sendiri
kedatangan kalian bertiga." katanya.
Bicara sampai disana ia segera memberi tanda kepada dua
orang dayang cilik yang berada dibelakangnya, kemudian
kepada dua orang kakek tua tadi katanya. "Silahkan kalian
berdua duduk beristirahat dalam ruang tamu "
Setelah kedua orang kakek itu berlalu mengikuti kedua
orang dayang tadi, perempuan naga peramal saktipun
berpaling kearah Gak In Ling sambil ujarnya. "Saudara Gak,
silahkan mengikuti aku"
337
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Habis berkata ia segera putar badan berjalan menuju
kesebuah bangunan gedung berwarna putih.
Dengan perasaan kaku Gak In Ling mengikuti
dibelakangnya, dalam waktu yang amat singkat itulah
perasaan hatinya amat kacau, karena ia tak dapat menduga
bagaimanakah sikap gadis suci dari Nirwana terhadap dirinya
setelah saling berjumpa nanti ?
Tiba-tiba perempuan naga peramal sakti memperlambat
langkah kakinya sehingga jalan bersanding dengan sianak
muda itu, sambil berpaling ia bertanya.
"Saudara Gak. apakah kedatanganmu kali ini adalah diluar
kehendakmu sendiri ?"
"Benar" jawab Gak In Ling setelah berpikir sebentar,
senyum tawa tersungging dibibirnya.
"Tahukah engkau bila seseorang berada dalam keadaan
uring-uringan, apa yang dapat dilakukan olehnya ?"
"Mungkin pendirian serta sikapnya terlalu menuruti pada
emosi serta perasaan sendiri."
Perempuan naga peramal sakti tertawa lega, kembali ia
bertanya.
"Menurut tanggapanmu patutkah kita mengalah kepada
orang semacam ini?"
"Sudah sepantasnya kalau kita mengalah"
"Saudara Gak. kau cerdik sekali " puji perempuan naga
peramal sakti Ki Giok Peng sambil tertawa.
Merah padam selembar wajah Gak In Ling mendengar
ucapan itu, dengan nada kikuk serunya.
"Nona, kau terlalu memuji "
Sementara pembicaraan masih berlangsung, mereka telah
tiba dibawah bangunan loteng itu, Gak In Ling segera
338
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menengadah keatas dan tampaklah pintu gerbang yang
berwarna merah terpentang lebar-lebar. Disisi kiri- kanan piatu
gerbang masing-masing berdiri dua orang gadis berbaju hijau,
sikap mereka keren dan serius sekali.
Dengan dipimpin oleh perempuan naga peramal sakti yang
berjalan didepan, mereka melewati sebuah penutup kain dan
masuk kedalam ruang tengah yang amat luas.
Dengan hati tercekat Gak In Ling menyapu sekejap
sekeliling ruangan itu, ia saksikan perlengkapan dalam
ruangan itu indah sekali seperti istana kaisar, dibelakang
sebuah meja duduklah seorang gadis muda baju putih yang
berwajah amat cantik, orang itu bukan lain adalah gadis suci
dari Nirwana.
Disamping kiri gadis suci dari Nirwana duduklah Su-put-
siang, sedangkan kursi disebelah kanannya masih kosong,
dibawah meja tadi berdirilah dayang-dayang cantik berbaju
putih, wajah mereka semua amat keren dan serius seakan-
akan sedang menghadapi suatu pengadilan.
Ketika menyaksikan Gak In Ling berjalan masuk kedalam
ruangan, mula-mula gadis dari Nirwana menunjukkan wajah
kegirangan, tapi hanya sebentar saja rasa girang itu sudah
lenyap tak berbekas, sorot mata yang dingin dengan cepat
dialihkan kearah lain dan pura-pura tidak melihat.
Perempuan naga peramal sakti Ki Giok Pengjadi tertegun
menyaksikan hal itu, pikirnya dalam hati dengan perasaan
tercengang. "Aaii... Leng-cu, kenapa sih ?"
Dan dengan cepat ia berseru deagan suara lantang. "Leng-
cu, saudara Gak telah tiba."
"cici, silahkan kembali dan duduk kemari." kata gadis suci
dari Nirwana dengan suara sabar.
Perempuan naga peramal sakti jadi amat gelisah, kembali
ia berseru. "Leng-cu..."
339
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Silahkan duduk "
Diam-diam perempuan naga peramal sakti Ki Giok Peng
menghela napas panjang, pikirnya. "Aah, kalau dilihat dari
keadaannya, urusan pada hari ini bakal celaka...""
Berpikir sampai disini, terpaksa ia berjalan balik kekursi
yang kosong itu dan duduk kembali disana.
Gak In Ling tarik napas panjang-panjang, dengan suara
berat katanya.
"Gak In Ling menghunjuk hormat untuk Leng-cu " sambil
berkata ia membungkuk badan dan memberi hormat.
Tiba-tiba gadis suci dari Nirwana tertawa dingin dan
berkata.
"Aku orang tak berani menerima penghormatan besar dari
engkau Gak In Ling "
Membalas hormatpun ternyata tidak dilakukan-
Berhadapan dengan orang yang begitu banyak, bukan saja
gadis suci dari Nirwana tidak mempersilahkan tamunya untuk
mengambil tempat duduk. malahan sikapnya begitu ketus dan
dingin, jangan dibilang Gak In Ling adalah seorang pemuda
yang berwatak tinggi hati, sekalipun seorang manusia yang
berhati sabarpun tak akan tahan menghadapi pelayanan
semacam ini.
Air muka Gak In Ling seketika berubah hebat, akan tetapi
ia masih tetap menyabarkan diri dan menekan perasaan
amarahnya didalam hati, sambil menghela napas panjang
katanya. "Mungkin aku memang tidak pantas untuk
menyambangi diri Leng-cu."
Sekujur hati gadis suci dari Nirwana gemetar keras, tetapi
ia tak dapat membendung hawa gusar yang berkobar dalam
hatinya, sambil tertawa dingin segera jawabnya.
"Hmm Mungkin memang begitulah keadaannya "
340
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tiba-tiba air muka Gak In Ling berubah semakin hebat,
dengan cepat dia menengadah ke- atas dan berkata dengan
hambar. "Mungkin tidak seharusnya aku berkunjung kemari..."
Suaranya datar dan hambar sekali, bahkan kedengaran
nyata bahwa ia menunjukkan perasaan yang amat menyesal.
Jantung gadis suci dari Nirwana berdetak keras, tubuhnya
agak gemetar, ia sendiripun tak tahu mengapa dia
mengucapkan kata-kata semacam itu terhadap pemuda
tersebut, tetapi kata-kata itu sudah terlanjur meluncur keluar
dan tidak mungkin bisa ditarik kembali.
Sepasang biji mata yang jeli, perlahan-lahan dialihkan
kewajah Gak In Ling, kemudian dengan suara yang jauh lebih
lunak dia bertanya. "sebenarnya apa maksudmu datang
kemari?" Dalam hati kecilnya Gak In Ling tertawa dingin,
pikirnya.
"Secara terang-terangan kau telah mengetahui maksud
serta tujuan dari kedatanganku Gak In Ling, kenapa sih mesti
banyak bertanya lagi" berpikir sampai disini ia menjadi
mendongkol sekali, dengan suara hambar jawabnya.
"Aku pikir lebih baik tak usah kuutarakan lagi " sambil
berkata tiba-tiba ia menggeser kakinya dan siap berlalu dari
tempat itu.
Gadis suci dari Nirwana merasa amat terperanjat, Air
mukanya berubah hebat.
"Hm Sekalipun tidak kau ucapkan, akupun sudah tahu apa
maksud serta tujuan dari kedatanganmu kemari." katanya.
Perlahan-lahan Gak In Ling menarik kembali sinar matanya
dan menyapu sekejap kearah gadis itu, kembali ia berkata
dengan nada hambar.
"Leng-cu adalah seorang manusia yang amat cerdas dan
pintar sekali dikolong langit, tentu saja maksud serta tujuan
dari kedatanganku orang she Gak ketempat ini takkan lolos
341
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dari pandangan matamu, hal ini hanya bisa menyalahkan aku
orang she Gak yang benar-benar tak tahu diri, serta
melakukan perbuatan yang tak dapat dilakukan tapi secara
nekad dilakukannya juga . "
Perempuan naga peramal sakti Ki Giok Peng yang
menyaksikan gelagat semakin klan semakin tidak beres, buru-
buru bangkit berdiri dan berkata dengan hati cemas.
"Saudara Gak. Leng-cu kami sama sekali tiada bermaksud
lain, harap kau jangan salah paham."
Gak In Ling tertawa sinis. "Aku orang she Gak hanyalah
seorang manusia yang tak jelas asal-usulnya serta berkeliaran
dalam dunia persilatan tanpa tujuan, jangan kata tak berani
menaruh kesalah paha man terhadap Leng-cu, sekalipun
benar-benar telah terjadi kesalah pahaman, apa yang dapat
kulakukan lagi ?" nada suaranya amat berat, seakan-akan
memperlihatkan betapa dan risaunya perasaan hati sianak
muda pada saat itu.
Dengan mata kepala sendiri gadis suci dari Nirwana dapat
menyaksikan kematian dari enci Gak In Ling, maka dari itu
mendengar beberapa patah kata yang amat menyedihkan
tadi, tanpa disadari timbullah perasaan menyesal dalam hati
kecilnya, rasa sesal tersebut susah dilukiskan dengan kata-
kata terutama sekali setelah meresapi menderita serta
sengsaranya hidup pemuda itu.
Dengan cepat gadis suci dari Nirwana bangkit berdiri,
kemudian tegurnya dengan suara lantang.
"Gak In Ling, sebenarnya apa maksudmu mengutarakan
kata-kata semacam itu ?"
"Apakah Leng-cu takut kalau sampai aku menaruh
perasaan salah paham terhadap dirimu?" ejek si pemuda
sambil tertawa tawa.
"Siapa yang takut"
342
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Jawaban ini hanya merupakan suatu jawaban secara
spontan saja, sebenarnya sama sekali tidak mengandung
suatu maksud tertentu.
"Kalau memang begitu bagus sekali." sahut sang pemuda
hambar.
Sesudah menanti sebentar, ia menambahkan "kalau
memang begitu aku ingin mohon diri terlebih dahulu...."
Habis memberi hormat kepada gadis suci dari Nirwana, ia
putar badan dan siap berlalu dari sana.
"Saudara Gak " seru perempuan naga peramal sakti Ki Giok
Peng dengan hati cemas. "Apakah perjalananmu menuju
kegunung Tiang-pek-san yang begini jauhnya ini hanya
merupakan suatu perjalanan yang sia-sia belaka ?"
Gak In Ling sama sekali tidak berpaling, mendengar
perkataan itu dia menghentikan langkahnya dan berseru
dengan nada kebingungan. "Aku.... semestinya tidak pantas
datang kemari "
"Apakah pihak Tiang-pek-san telah menghina dirimu ?"
teriak gadis suci dari Nirwana dengan jengkel.
Dengan cepat Gak In Ling memutar badannya, hawa gusar
seakan-akan hendak meledak dari dalam benaknya, akan
tetapi ketika ia menyaksikan genangan air mata yang
mengembang dalam kelopak mata gadis suci dari Nirwana,
kata-kata pedas yang telah menempel diujung bibirnya itu
tanpa terasa telah tertelan kembali kedalam perut.
Sebenarnya gadis itu memang berwajah amat cantik, kini
berada dalam keadaan sedih dan murung, wajahnya kelihatan
jauh bertambah menarik serta mempesonakan hati. Dengan
sedih Gak In Ling menghela napas panjang, serunya.
"Aku tidak seharusnya menimbulkan kemarahan dari Leng-
cu, anggap saja apa yang telah aku ucapkan barusan sebagai
suatu impian yang jelek bagi diri Leng-cu, mungkin sejak ini
343
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
hari kau tidak akan bertemu lagi dengan orang yang
menimbulkan kemarahanmu itu."
Selesai berkata ia melanjutkan perjalanannya dan dengan
langkah lebar ia menuju kepintu luar.
Gadis suci dari Nirwana tak dapat menahan pergolakan
dalam hati kecilnya lagi, dengan suara gemetar serunya.
"Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan bagimu" habis
berkata buru-buru dia berjalan masuk kedalam ruang
belakang.
Hati seorang gadis, mungkin untuk selamanya tak dapat
diduga oleh orang lain-
Dengan sedih perempuan naga peramal sakti menghela
napas panjang pula, diam-diam gumamnya seorang diri.
"Semoga Thian suka membantu umatNya, agar Gak In Ling
yang keras hati dapat merubah perasaan hatinya..."
Mengikuti guman tersebut, titik air mata jatuh berlinang
membasahi wajahnya.
Setelah mengambil keputusan didalam hatinya, tentu saja
Gak In Ling tak mau berdiam lebih lama lagi ditempat itu, ia
segera meloncat ke luar, dari ruang tengah dan laksana kilat
melenyapkan dirinya ditengah pepohonan bunga bwee. Dari
belakang tubuhnya terdengar suara perempuan naga peramal
sakti berteriak keras.
"Gak In Ling, kau tidak sepantasnya mengambil keputusan
tanpa berpikir panjang.... batalkanlah niatmu untuk pergi."
Akan tetapi Gak In Ling sama sekali tidak menggubris,
dengan gerakan yeng lebih cepat ia berlalu dari tempat itu.
Tidak lama setelah Gak In Ling lenyapkan diri dibalik
pepohonan bunga b wee, gadis suci Nirwana muncul dari
ruang belakang sambil membawa sebuah kotak putih yang
terbuat dari batu pualam, sorot matanya yang jeli dengan
344
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
cepat menyapu sekejap dalam ruangan itu, tiba-tiba wajahnya
berubah jadi pucat pasi bagaikan mayat, serunya dengan
gemetar. "Kemana perginya orang itu?"
Suasana dalam ruangan itu sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suarapun, siapapun diantara mereka tak mampu
mengucapkan sepatah kata pun, karena kepergian dari Gak In
Ling sedemikian cepatnya sehingga tak mungkin dapat
dicegah kembali, kendatipun perempuan naga peramal sakti
telah menduga sampai kesitu, akan tetapi ia tidak bisa ilmu
silat, apa yang harus dilakukan olehnya?
Dengan perasaan hati yang kaku gadis suci dari Nirwana
meletakkan kotak pualam itu di atas meja, lalu dengan putus
asa tanyanya.
"cici, apakah dia telah pergi ?"
Anda sedang membaca artikel tentang Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung] dan anda bisa menemukan artikel Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung] ini dengan url http://cerita-eysa.blogspot.com/2011/09/telapak-setan-2-cersil-top-bersambung.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung] ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung] sumbernya.

Cerita Silat ~ Cerita Silat Abg Dewasa

Cersil Or Post Telapak Setan 2 [Cersil Top Bersambung] with url http://cerita-eysa.blogspot.com/2011/09/telapak-setan-2-cersil-top-bersambung.html. Thanks For All.
Cerita Silat Terbaik...

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar