Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3

Diposting oleh eysa cerita silat chin yung khu lung on Jumat, 03 Agustus 2012

Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3-Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3-Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3-Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3.


"Siapa kau?" tegur siperempuan berkerudung agak
melengak.
"Ketua umum perkumpulan Liok Mao Pang"
"Aaaaah kiranya kau" terlak siperempuan berkerudung
sambil mundur selangkah kebelakang dengan ketakutan-
"Kau. . . kau. . .sejak kapan kau telah jadi. . . ."
"Hiiii. . .hiiiii. . . .hiiiiii. . . siapakah aku? kau tak usah
menebak yang bukan- bukan "
Perempuan berkerudung itu membentak keras, dengan
kerahkan segenap tenaga dalam yang dimilikinya ia
melancarkan sebuah serangan kedepan"
Braaaak. . . ."pasir debu beterbangan memenuhi empat
penjuru bayangan manusia berpisah dan kali ini Liok Mao
Pangcu terpukul mundur satu langkah lebar, sedangkan
siperempuan berkerudung itu terdesak mundur empat
langkah, ambil kesempatan itu ia berkelebat kedepan
menubruk kearah manusia berkerudung yang masih
melanjutkan langkahnya itu.
Perempuan berkerudung itu cepat, Liok Mao pangcu
jauh labih cepat dari gerakannya, tahu2 ia sudah
menghadang jalan perginya.
"Perempuan rendah, tahukah kau bahwa Bunga Rontok
ada maksud, air mengalir tiada berperasaan-?"
"Aaaaah. . . . sekarang aku tahu sudah siapakah kau?"
teriak perempuan berkerudung itu, tubuhnya gemetar keras.
"Kalau sudah tahu mau apa? perempuan rendah kalau
aku ingin membunuh dirimu sebenarnya gampang bagalkan
membalikkan sebuah telapak tangan sendiri saja tapi
sekarang belum saatnya tiba berbuat sekehendak hati. tapi
tunggu sampai pada waktunya aku pasti akan kumpulkan
perempuan cabul lelaki hidung belang jadi satu kemudian
baru turun tangan."
"Ssssstttt Pak-jie, sekarang sudah tiba waktunya bagi kita
untuk turun tangan-" terdengar Sun Han Siang berbisik.
"Aku akan tetap bersembunyi disini untuk
mempersiapkan diri menghalangi mereka, sedangkan kalian
berdua harus secepat mungkin menjalankan tugasmu untuk
merampas manusia tembaga itu dari tangan mereka" jengek
Sun Han Siang bisik2.
-0OO0-
"KALAU KEDUA orang gembong iblis itu turun tangan
bersama2, apakah ibu seorang bisa melayani mereka?"
tanya Lamkong Pak. ia menguatirkan keselamatan ibunya.
"Tidak mungkin. saat ini mereka berdiri pada posisi
saling bermusuhan, mereka berdua tidak akan berdiri pada
jalan yang sama. Nah. cepatlah pergi "
Dengan jalan merindik, Lamkong Pak serta Loo Liang
Jen lari kearah manusia tembaga tersebut, sementara
mangsa yang dikejar sudah berada lima enam puluh tombak
jauhnya, berada diantara batuan cadas yang berserakan
hanya nampak batok kepalanya belaka berjalan makin lama
makin cepat.
Tiba2 terdengar suara bentrokan nyaring berkumandang
memekikkan telinga, dua orang gembong iblis itu sudah
saling beradu satu kali, agaknya kali ini Pangcu dari Liok
Mao Pang telah kerahkan segenap tenaganya sehingga
memaksa perempuan berkerudung itu melangkah mundur
lima langkah kebelakang.
Tapi perempuan berkerudung itu tetap nekad, setelah
mundur ia enjotkan badan mengejar kembali kearah
manusia tembaga tersebut.
Dalam pada itu dari sakunya Sun Han siang ambil keluar
selembar kulit manusia kemudian langsung dikenakan
diatas wajahnya berkelebat keluar dari batuan cadas, maju
menyongsong dan menghalang jalan pergi orang itu,
kemudian laksana kilat mengirim sebuah pukulan,
"Braaaak...." Sun Han Siang pun bukan tandingan, ia
terdesak mundur tiga langkah lebar kebelakang, tetapi ia tak
dapat biarkan orang itu meloloskan diri, jurus sakti dari
ilmu Payung sengkala segera dikeluarkan untuk mengirim
beberapa serangan gencar.
Disebelah sana Lamkong Pak serta Loo Liang Jen
dengan gerakan sangat hati2 mengejar manusia tembaga
itu, setengah li sudah dilalui namun belum berjumpa juga
dengan manusia tembaga tersebut, tak urung mereka
dibikin melengak. ditinjau dari kecepatan langkah manusia
tembaga itu, tidak mungkin ia bisa berjalan sebegitu cepat.
Kedua orang itu mengejar kembali beberapa saat
lamanya, namun jejak manusia tembaga itu belum juga
ditemukan, tak kuasa lagi mereka keheranan dan tak habis
mengerti lagi, Beberapa kali jalanan tadi dilalui namun
belum juga temukan mangsa yang dicari.
Demikianlah kedua orang itu putar kesana kemari dalam
batuan cadas yang begitu rumit dan sukar melihat
pemandangan sejauh lima tujuh tombak kedepan-
Tiba2 terdengar suara bentrokan2 keras berkumandang
datang dari tempat kejauhan, mereka ikuti arah tadi namun
sedikit bayanganpun tak dijumpai, setiap sudut dicari
namun jejak manusia tembaga itu lenyap tak berbekas,
Sungguh suatu kejadian yang aneh gerak-gerik manusia
tembaga itu lambat sekali, orang biasapun bisa menyusul,
kecuali kalau dia Tiba2 Lam kong Pak menyadari sesuatu.
"Loo tua, tak usah dicari lagi," serunya. "Kemungkinan
besar manusia tembaga itu sudah melepaskan pakaian
tembaganya dan meloloskan diri "
"Tidak salah, mari kita segera susul bibi"
Mereka cepat2 balik lagi kedalam kalangan namun
ketika itu bayangan Liak Mao Pangcu, perempuan
berkerudung serta Sun Han Siang telah lenyap tak berbekas,
diatas tanah hanya menggeletak manusia tembaga lainLam
kong Pak segera membuka kulit tembaga yang
menutupi manusia tersebut, tetapi sianak muda ini segera
berseru kaget. "Aaaaah kita semua telah tertipu "
Kiranya manusia yang berada dibalik kulit tembaga itu
bukan sijago angin Geledek Lam kong Liuw, juga bukan
Siauw Yauw Sianseng Loe It Beng, melainkan sesosok
mayat yang tak di kenaL
"cepat kita Cari ibuku " seru Lam-kong Pak.
Ketika kedua orang itu hendak berlalu, tiba2 dari balik
batuan Cadas berjalan keluar seorang gadis, dara itu
menundukkan kepalanya rendah2, kelihatan jelas betapa
sedih hatinya waktu itu,
Dengan cepat Lamkong Pak kenali gadis itu sebagai Coe
Li Yap. beberapa kali gadis ini pernah selamatkan jiwanya,
berulang kali pula ia Cegah Suma Ing untuk menyiksa
ibunya Sun Han Siang dengan alat siksa gila. terhadapnya
sianak muda ini merasa amat berterima kasih.
Namun iapun seorang pemuda berkeras hati, sejak Coe
Li Yap membatalkan ikatan perkawinannya. ia merasa
tersinggung dan maka dari itu meski berjumpa dengan gidis
ini, sama sekali ia tidak menyapa maupun memanggiL
"Sauw-ya" teriak Loo Liang Jen mendadak, "coba lihat
nona Coe sedang mengucurkan air mata, kau tidak maju
menghampiri dirinya dan menghibur ?"
Teguran Loo Liang Jen ini semakin menyedihkan hati
Coe Li Yap. air mata mengucur keluar semakin deras
bahkan ia mulai terisak.
Lam- kong Pak tergugah, ia tidak enak hati dan segera
maju sambil menegur dengan suara berat: "Sudahlah, tak
usah menangis lagi orang lain bukan datang untuk
mendengarkan isak tangismu"
Dalam hati Coe Li Yap menyangka sianak muda ini
tentu akan mengucapkan beberapa patah kata yang
menghibur hatinya siapa sangka watak Lam-kong Pak pada
saat ini buruk sekali, bukan saja tidak menghibur bahkan
menegur dengan kata2 yang begitu kasar. Kontan gadis itu
naik pitam.
"Aku suka menangis akan menangis sendiri, apa sangkut
pautnya dengan dirimu?" ia menyela.
Lam-kong Pak tidak banyak bicara. ia putar badan
sambil ulapkan tangannya. "Loo tua, ayoh kita pergi "
serunya.
"Sauw-ya. bagaimanapun juga kau tidak boleh
tinggalkan dia seorang diri ditempat ini " cepat2 Loo Liang
Jen mencegah.
Tingkah laku Lamkong Pak barusan bukan lain hanya
sengaja dilakukan untuk memanasi hati gadis tersebut,
mendengar kata2 rekannya ia lantas berpaling.
"Hmmm ayoh pergi, siapa yang menahan dirimu ?"
dengus Coe Li Yap dingin.
Disindir. Lam Kong Pak segera tertawa dingin. "Pergi
yaa pergi siapa yang mau tinggal disini"
Habis bicara tanpa menggubris Loo Liang Jen lagi,
dengan langkah lebar ia segera berlalu dari sana.
"Kembali " tiba2 Coe Li Yap menghardik,
Seluruh tubuh Lam-kong Pak bergetar keras ia berpikir:
"Aku tak boleh pergi, bagaimana pun juga tidak pantas
kalau tinggalkan dia seorang diri ditengah gunung yang
sunyi dan terpencil seperti ini . . . ." Karena berpikir
demikian, ia la ntas berhenti.
Melihat sianak muda itu berhenti kembali Coe Li Yap
mendengus. "Bukankah kau hendak pergi? kenapa tidak
pergi?"
Lam-kong Pak menghela napas panjang, dengan
menahan rasa tidak senang dalam hati ia berkata: "Sudah.
ayolah berangkat tak usah mengumbar watak seorang nona
besar "
"Hmmm kau tak usah urusi diriku, kalau kau mau pergi
ayoh cepat pergi, aku tidak akan menahan dirimu "
"Loo tua, ayoh cepat berangkat" bentak pemuda itu
keras2. Loo Liang Jen tak dapat apa2, sambil berpaling ia
berlalu.
Ketika kedua orang itu sudah berada lima enam tombak
dari kalangan, Coe Li Yap yang ada dibelakang mulai
menangis ter-sedu2, sambil menangis teriaknya: "Bagus. .
.kau berani mempermainkan diriku. aku. . .aku tak mau
tahu"
"Loo-tua.jangan gubris dia" bisik Lam-kong Pak sambil
pura2 tidak mendengar.
Mendadak. ....
"Berhenti " bentakan nyaring berkumandang datang.
Kedua orang itu segera berhenti, tampaklah siperempuan
berkerudung itu tahu2 sudah berdiri tiga tombak dihadapan
mereka.
"Tolong tanya, kemana perginya ibuku ?" tanya pemuda
tersebut.
"Siapakah ibumu ?"
"Sun Han Siang "
"Dia sudah mati "jawab siperempuan berkerudung itu
dingin, sinis dan kaku.
Seluruh tubuh Lam-kong Pak tergetar keras, matanya
meloiot dan wajahnya berubah merah
"Benarkah ucapanmu itu?"
"Meski tidak mati, tidak jauh lagi perjalanannya menuju
ke akhirat."
Lam kong Pak amat gusar, ia membentak keras. jurus
kesembilan dari ilmu Thian-Mo San Payung Sengkala
segera dilancarkan.
"Braaaak. . . ." ditengah bentrokan yang maha dahsyat,
perempuan berkerudung itu tidak berhasil mendapat
keuntungan, kedua, kedua belah pibak sama2 terdesak
mundur dua langkah kebelakang.
Perempuan berkerudung itu mendongak tertawa seram.
"Keparat cilik, tidak aneh kalau kau berani
mempermainkan putriku, ternyata kau masih memiliki
sedikit simpanan "
"lbu. jangan menyulitkan dirinya" tiba2 Coe Li Yap
berteriak dan menubruk kedalam pelukan perempuan
berkerudung itu.
"Keparat cilik ini persis seperti ayahnya, sepasang mata
tumbuh diatas kepala. se-akan2 perempuan yang ada
dikolong langit tak ada yang pantas bersama dia "
"Apa hubunganmu dengan ayahku ?" seru Lam-kong
Pak. Perempuan berkerudung itu tertawa sedih.
"Lebih baik kau pulang dan tanyakan sendiri kepada
ibumu yang tak tahu malu itu dia bisanya cuma merebut
lelaki "
Lam-kong Pak tertegun dan berdiri melengak.
"lbu mengatakan dia adalah seorang perempuan yang
tidak tahu malu." pikirnya dalam hati, "Sedangkan dia
mengatakan ibulah perempuan yang tidak tahu malu.
bahkan mengatakan ibu hanya bisanya merebur lelaki.
apakah tempo dulu ia pernah terjalin hubungan cinta
dengan ayahku?"
Ia lantas bertanya: "Tolong tanya diantara kedua orang
manusia tembaga itu, yang manakah adalah ayahku?"
"Manusia tembaga yang lenyap itu "
"Apakah kau adalah Malaikat payung sengkala Coe
Hong Hong?"
"Keparat cilik, jangan membicarakan dikemudian hari
ada kemungkinan aku bakal jadi mertuamu, sikap yang
tidak hormat dari kau terhadap seorang angkatan yang lebih
tua sudah cukup bagiku untuk kasih pelajaran kepadamu.
agar keangkuhanmu bisa hilang "
"Siapa suruh kau tua2 tak tahu diri dan ambil tindakan
seenaknya, siapa pula yang suruh kau menghina ibuku ?"
"Hmmm bukan saja aku hendak menghina dan mengejek
dirinya, asalkan bertemu muka akan kucabut selembar
jiwanya "
"Loo tua, mari kita pergi" seru Lam-kong Pak tanpa
banyak bicara lagi,
"Pergi ?" jengek simalaikat payung sengkala. "Kau
hendak serahkan putriku kepada siapa ?"
"Serahkan kepadamu. sebenarnya kejadian tersebut
adalah suatu kejadian baik, tetapi setelah aku tahu bahwa
dia punya seorang ibu macam kau. aku tidak akan maui
dirinya lagi"
Habis bicara ia tarik tangan Loo Liang Jen dan diajak
pergi.
"Kembali" hardik si Malaikat payung sengkala dengan
wajah keren. "Sebenarnya kau mau atau tidak?"
"sekarang aku tidak mau lagi"
Tanpa banyak bicara si Malaikat Payung Sengkala Coe
Hong Hong menubruk kedepan, dengan segenap tenaga ia
melancarkan sebuah serangan.
Lamkong Pak tidak mau unjukkan kelemahannya, iapun
sambut datangnya serangan itu dengan menggunakan jurus
ke-sembilan dari ilmu Thian Mo san.
"Bluuum " ditengah bentrokan dahsyat, kedua orang itu
sama2 terdesak mundur tiga langkah kebelakang menanti
kedua orang itu slap menubruk kedepan untuk kesekian
kalinya, tiba2 Coe Li Yap membentak keras tubuhnya
menubruk kedalam pelukan Lamkong Pak dan berseru
keras2:
"Jangan berkelahi dengan ibuku.. hantam dan bunuhlah
diriku "
Lam-kong Pak mendengus dingin. tangannya
mendorong tubuh gadis itu sehingga terpental kebelakang
dangan sempoyongan, hampir-hampir saja dara itu terjatuh
keatas tanah.
Sikap kasar dari pemuda ini menggunakan ibu dan anak
dua orang, dengan sepasang mata ber-api2. kedua orang itu
membentak gusar dan sama2 melancarkan sebuah serangan
dahsyat,
Dalam keadaan ter-buru2 Lam-kong Pak terima
datangnya serangan tersebut, badannya terhantam dan
mencelat satu tombak jauhnya dari kalangan, ia mendengus
dingin.
Ber-sama2 Loo Liang Jen segera menyusup ketengah
batuan cadas dan berkelebat keluar selat.
Seteleh berhasil meloloskan diri dari kejaran kedua orang
itu Lam-kong Pak berkata: "sekarang, terpaksa kita harus
berangkat kemarkas besar perkumpulan Liok Mao Pang
untuk mengadakan penyelidlkan, kemungkinan besar ibuku
telah pergi kesana, kalau tidak ada terpaksa kita baru akan
berjumpa lagi dalam pertemuan puncak para jago."
Kedua orang itu kembali melanjutkan perjalanan sejauh
puluhan li, tiba2 dari balik hutan kurang lebih puluhan
tombak dihadapan mereka berkumandang keluar tiga kali
suara benturan, bahkan tiap kali bentrokan tersebut lebih
kuat dari bentrokan sebelumnya.
"Aaaaah. . .inilah ilmu telapak Lian Tiong Sam Goan
dari Sin chiu cuang Yen" seru Lam-kong Pak. "mari kita
tengok kesana."
Mereka berdua jalan mendaki ketempat kejadian,
mengintip dari tempat persembunyian tampaklah beberapa
orang tokoh bu-lim sama2 berkumpul disitu.
Mereka terdiri dari 'ciat-cuang Sin-Tou' sipencuri sakti
Pek li Gong, sinni chiu cuang Yen Mahasiswa bertangan
sakti Siang Hong Tie, chiet Kia Kua Hu sijanda kawin
tujuh kali Poei Koen, Pemimpin empat manusia kaya cioe
ci Kang suami istri. cioe cien cien serta Liuw Hauw Siang
kakak beradik.
pada waktu itu Siang Hong Tie sedang melangsungkan
pertarungan sengit melawan cioe ci Kang, bagaimanapun
juga kepandaian si Mahasiswa bertangan sakti masih kalah
setingkat, beruntun ia didesak mundur kebelakang oleh
serangan2 lawan.
"Ayah sudahlah jangan berkelahi lagi, kitakan samaa
orang sendiri " teriak cioe cien cien.
"Hmmm siapa yang kesudian jadi orang sendiri dengan
kalian?" hardik Siang Hong Tie, "Tempo dulu ia bekerja
sama dengan Sijago arak dari Lam hay Ih Boen kau serta
sijanda kawin tujuh kali Poei Koen sekalian mengerubuti
kawan karib sendiri Lam-kong Liuw sampai terluka parah,
bahkan bajingan tua ini masih kesemsem dengan istri Liuwheng
yaitu Sun Han Siang dan ada niat memperkosa
dirinya."
UCAPAN ini menggetarkan seluruh tubuh ciee cien
cien, ia segera bertanya dengan suara keras: "Ayah,
benarkah pernah terjadi peristiwa ini??"
"Jangan percaya dengan obrolannya yang tidak masuk
akal itu "
"Braaaak. . . ." sebuah serangan bersarang telak di tubuh
siang Hong Tie membuat orang itu mundur sempoyongan,
Pek li Gong segera berkelebat maju kedepan- dengan
kerahkan ilmu kilat San Tian cap Sah Si ia desak cioe ci
Kang dengan tiga serangan berantai.
"Dalam peristiwa ini aku bertindak sebagai saksi hidup"
serunya, "Bajingan tua she cioe memang benar2 kesemsem
dengan kecantikan wajah Sun Han Siang kemudian coba
memperkosanya."
Air muka cioe cien cien seketika berubah hebat. "Ayah.
kau. . . .kau. . . "
Pucat pias selembar wajah gadis itu, jelas ia merasa
malu, kecewa dan sedih atas tingkah laku cioe ci Kang pada
masa silam.
Pada waktu itu cioe Hujienpun ikut membentak: "ci
Kang tahan dulu. aku harus selidiki dahulu persoalan ini
sampai jelas "
berada dalam keadaan seperti ini cioe ci Kang mana mau
berhenti, diam2 ia malah perkuat serangannya. jelas ada
maksud membunuh saksi hidup tersebut.
"Braaak Braaaak. . . ." beruntun tiga buah serangan
bersarang ditubuh Siang Hong Tie. membuat sang
mahasiswa bertangan sakti ini mundur sempoyongan dan
akhirnya jatuh terduduk.
"Bajingan tua she-cioe" teriak Pek li Gong sambil
berkelebat maju kedepan- "Kau ingin membinasakan saksi
hidup? Hmmm jangan lupa masih ada loohu, lebih baik
sekalian bunuhlah diriku"
cioe ci Kang membentak keras, ilmu Cakar maut Boe
Khek Hek Hong Bau yang paling dahsyat segera
dilancarkan sehebat-hebatnya.
Pek-li Gong memang bukan tandingannya, sebentar saja
ia sudah dipaksa kalang kabut dan gelagapan sendiri
Melihat suaminya tak mau mendengar seruannya,
nyonya cioe jadi naik pitam sambil menarik tangan putrinya
ia berseru: "cen-jie. ayoh kita pergi"
Tiba2 dua sosok bayangan manusia berkelebat datang
dan tahu2 sudah muncul dihadapan mereka, sambil berlari
datang orang itu membentak keras: "Tunggu sebentar
sekalian bereskan jenasah bajingan tua itu baru berlalu "
orang yang munculkan diri bukan lain adalah Lam-kong
Pak serta Loo Liang Jen. Menyaksikan kehadiran pemuda
itu, cioe cien cien berseru kegirangan:
"Engkoh Pak kau datang ?" ia menubruk masuk kedalam
pelukan sianak muda itu.
"Berhenti" hardik Lam-kong Pak. "Tunggulah pun-jien
bereskan dulu masalah ini"
Sementara itu pertarungan yang berlangsung ditengah
kalangan sudah mencapai puncaknya. Braaaak. . . sebuah
pukulan dahsyat bersarang telak ditubuh Pek-li Gong
membuat tubuh sipencuri sakti itu terpental sejauh satu
tombak lebih, akibat lukanya yang parah ia tak sanggup
berkutik lagi.
Sedangkan Coe ci Kang tak mau berdiam diri sampai
disitu, badannya berkelebat kesamping Siang Hong Tie
kemudian Cakarnya langsung menyambar melancarkan
serangan mematikan.
"Bajingan tua, kau berani. . . ." bentak Lam-kong Pak.
Tampak serentetan cahaya merah berbentuk payung
mengembang ditengah angkasa langsung mengurung batok
kepala cioe ci Kang.
Ditengah jeritan kaget cioe cien cien, ledakan dahsyat
yang memekikan telinga bergema memenuhi angkasa, debu
pasir beterbangan menyilaukan mata diikuti
berkumandangnya dengutan berat.
Pucat pias seluruh wajah cioe ci Kang, dari lubang
hidung serta mulutnya darah segar keluar tiada hentinya, ia
berdiri satu tombak dari kalangan, badannya bergoyang
tiada hentinya.
"Bajingan tua" jengek Lam-kong Pak sambil tertawa
dingin. "Akuilah semua dosa serta perbuatan terkutuk yang
pernah kau lakukan selama hidupmu, agar secara baik2
pula kuhantar dirimu pulang kerumah nenekmu "
"Keparat cilik, tak usah banyak bicara lagi. ayoh cepat
turun tangan- . . ."
Lam kong Pak tidak reweti tantangan tersebut, kembali
ia bertanya: "Bajingan tua she-cioe, apa yang dikatakan
Siang Hong Tie tadi benarkah pernah kau lakukan?"
cioe ci Kang membungkam dalam seribu bahasa
kebungkaman orang ini menimbulkan napsu membunuh
dalam benak Lam Kong Pak, selangkah demi selangkah ia
maju kedepan-
"Engkoh Pak" Seru cioe cien cien dengan nada kuatir.
Lam-kong Pak berhenti dan berpaling, tampak olehnya
air mata sudah mengucur membasahi wajah cioe cien cien,
mimik wajahnya menunjukkan betapa sedih susahnya dia
saat itu.
Lam-kong Pak tertawa dingin, ia tidak gubris gadis
tarsebut. kepada cioe Hujien segera menegur: "cioe Hujien.
bicaralah menurut suara hatimu. patutkah bajingan tua ini
dibunuh?"
Walaupun hati perempuan selalu diliputi rasa Cemburu
yang hebat, tetapi bagaimana pun juga dia adalah istri dari
cioe ci Kang, sepatah katanya mungkin bisa habiskan
selembar jiwa suaminya, bagaimana mungkin ia sudi
menjawab seenaknya? tak kuasa ia tertegun dan berdiri
mendelong ditempat semula.
"cioe ci Kang" seru Lam kong Pak kembali, "sekali lagi
aku hendak bertanya kepadamu, ketika kalian turun tangan
terhadap ayahku apakah Pek li Gong serta Siang Hong Tia
pun ikut ambil bagian?"
"Tii. . .tidak. . . ."
Belum selesai cioe ci Kang berkata, tubuh Lam kong Pak
telah terkelebat kedepan, telapaknya langsung menghantam
jalan darah Pek Hwee Hiat.
"Braaaak “ diiringi bentrokan keras sebutir batok kepala
cioe ci Kang seketika itu juga dipaksa tertekan masuk
kedalam rongga dadanya.
Mayat roboh keatas tanah dalam keadaan mengerikan,
sebab siapapun tak dapat membedakan manakah bagian
kepala dari cioe ci Kang dan manakah bagian kakinya.
cioe Hujien serta cioe cien cien ber-sama2 menjerit ngeri,
mereka menubruk keatas jenasah cioe cie Kang dan
menangis ter-sedu2.
"Lam-kong Pak " teriak cioe cien cien beberapa saat
kemudian sambil gertak gigi. "Hatimu keras bagaikan baja,
meskipun ayahku harus tebus dosanya dengan kematian,
tidak seharusnya kau menghukum dan membinasakan
dirinya dengan Cara yang begini mengerikan aku adu jiwa
dengan dirimu."
Seraya berseru kepalanya langsung ditumbukkan kearah
Lam-kong Pak.
pada saat itulah Si Janda Kawin Tujuh kali Poe Koen
tanpa mengucapkan sepatah katapun diam2 ngeloyor pergi
dari situ.
Lam kong Pak mendengus dingin. ia pukul miring badan
cioe cien cien- enjotkan badan dan melayang kedepan
menghadang jalan pergi dari sijanda kawin tujuh kali Poei
Koen.
"Siluman perempuan tua, kau hendak lari kemana?"
hardiknya.
Air muka Poei Koen berubah hebat, tanpa sadar ia sudah
jatuhkan diri berlutut di atas tanah. sementara wajahnya
pucat pias bagaikan mayat, keringat dingin mengucur
keluar membasahi seluruh tubuhnya, ia benar2 merasa ngeri
dan takut.
"Lam-kong sauw-hiap. berbuatlah kebajikan ampunilah
selembar jiwa tuaku, oooouw. . sauw hiap. ampunilah
jiwaku. . .Lepaskanlah diriku meski pada masa berselang
aku ikut serta didalam peristiwa itu, namun aku tidak turut
serta dalam pertarungan itu, aku tidak menghantam
ayahmu barang sekalipun."
Mendadak kakak beradik she-Liuw berkelebat maju
kedepan, sambil menghampiri sianak muda itu serunya:
"Lam-kong Heng. perempuan siluman ini tak boleh
diampuni. cabut saja selembar jiwanya "
Lam-kong Pak mendengus dingin. "Hmmm Liuw-heng,
ayahmu pun turut ambil bagian didalam peristiwa ini. kalau
kalian tidak percaya silahkan tanyakan sendiri peristiwa ini
kepada Pek-li Gong serta Siang Hong Tie cianpwee berdua
"
Setelah mengetahui bahwasanya selama ini ia sudah
salah menganggap kedua orang itu sebagai musuh. maka
kini setelah duduknya perkara dibikin jelas sikap Lam-kong
Pak terhadap Siang Hong Tie serta Pek li Gong pun jadi
menghormat sekali.
Ucapan ini menggetarkan seluruh tubuh Liuw Hauw
Siang berdua mereka tertegun dan berdiri menjublak,
"Lamkong-heng " serunya beberapa saat kemudian-
"Kabar berita yang tersiar dalam Bu-lim tak boleh dipercaya
seratus persen. kau harus tahu bahwa sepanjang hidupnya
ayahku selalu berbuat kebajikan, ia suka menolong yang
lemah memukul yang kuat, mengutamakan keadilan dan
kebenaran- aku rasa tidak mungkin,"
"Sudah tak usah bicara lagi " tukas Siang Hong Tie serta
Pek li Gong sambil berjalan mendekat. "Dalam peristiwa
berdarah yang terjadi tempo dulu. ayahmu ikut ambil
bagian malah perseni Lam-kong Liuw dengan sebuah
hantaman "
Setelah duduknya perkara jadi jelas, Lam-kong Pakpun
kembali tertawa dingin. "cayhe berharap sejak ini hari tidak
berjumpa lagi dengan kalian berdua, Nah. sekarang
silahkan kalian berlalu dari sini"
Selintas rasa menyesal dan malu terlintas diatas wajah
Liuw Hauw Siang, sementara Liuw Hwie Yan maju
kedepan sambil berseru:
"Adik Pak, budi serta sakit hati yang terikat angkatan tua
tidak semestinya kau perhitungkan diatas keturunannya,
kita. ..."
"Enak benar kalau bicara" tukas Lam-kong Pak dingin.
"Aku ingin tanya. seandainya peristiwa ini terjadi menimpa
dirimu, apa yang harus kau lakukan?"
Kontan Liuw Hwie Yan dibikin bungkam dan tak
sepotong katapun berhasil diutarakan keluar.
Dalampada itu cioe Hujien telah mengempit jenasah cioe
ci Kang, ber-sama2 putrinya cioe cien cien mereka berlalu
dari situ.
"Lam-kong Pak, aku tidak akan mengampuni dirimu,
suatu saat akan kucabut selembar jiwamu "
Diam2 Lam-kong Pak bersedih hati. antara dia dengan
cioe cien cien masih terikat hubungan- terutama sekali
kerelaan gadis itu untuk mengkhianati orang tuanya dan
berusaha membantu dia dapatkan ilmu sakti Thian Mo Sanmeski
tidak berhasil mendapatkan benda yang dicari,
namun cinta kasih yang ia tunjukkan luar biasa sekali.
Dengan ter-mangu2 ia pandang bayangan tubuh kedua
orang perempuan itu hingga lenyap dari pandangan,
menanti ia berpaling kembali. bukan saja Liuw Hauw Siang
serta Liuw Hwie Yan sudah pergi, bahkan siJanda Kawin
tujuh kali Poei Koen pun sudah lenyap tak berbekas.
Karena orang2 itu sudah berlalu. Lam kong Pak lantas
berpaling kearah Siang Hong Tie serta Pek li Gong sambil
berkata: "Hampir2 saja boanpwee telah menaruh salah
paham terhadap cianpwee berdua untung Suma ing ada
maksud tertentu dan melakukan suatu perbuatan yang tak
di-sangka2 kalau tidak mungkin ibuku akan menanggung
penyesalan seumur hidup "
"Soal ini tak bisa disalahkan pada dirinya setelah
ayahmu terluka parah mungkin ucapan yang diutarakan
kurang jelas, ketika menyebut nama kami berdua segera
terputus, maka kejadian ini menimbulkan kecurigaan ibumu
dan mengira kami berdua pun ikut serta didalam peristiwa
berdarah tersebut" kata Siang Hong Tie.
"pada waktu itu, apa yang cianpwee berdua lakukan ?"
"Sewaktu kami berdua tiba disana, ayahmu sudah
terluka tetapi masih sanggup melancarkan serangan
balasan. ketika kami berdua belum sempat turun tangan
membantu, ayahmu kembali termakan dua pukulan
dahsyat. Saat itulah ibumu datang menjumpai kami berdua
berada disitu. maka ia lantas mencurigai kami berdua pun
ikut serta dalam peristiwa dalam pengeroyokan itu "
"Eeeei. . .keparat cilik. apakah kau pernah bertemu
dengan siang-jie?" tegur Pek li Gong tiba2.
Lam-kong Pak jadi rikuh danjengah sendiri, tempo dulu
ia pernah menegur dan memaki Pek li Siang dengan kata2
yang pedas, kalau diingat sekarang, ia merasa menyesal dan
sedih.
"Eeeei. . .keparat cilik. bukankah kau sudah permainkan
putriku?" Kembali Pek li Gong menegur. "Kalau sampai ia
terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, Loohu pasti akan
mencari dirimu untuk bikin perhitungan "
"Isi perut cianpwee berdua menderita luka parah,
marilah biar boanpwee bantu menyembuhkan luka kalian "
"Tidak usah, kami bisa atur pernapasan sendiri. sebentar
akan sembuh"
Habis berkata bersama Pek-li Gong ia jatuhkan diri dan
mulai atur pernapasan.
Kurang lebih tiga jam, kedua orang itu baru meloncat
bangun. seru Pek li Gong.
"Keparat cilik, aku hendak pergi mencari Siang-jie, nanti
kita bertemu lagi dalam pertemuan puncak para jago yang
diadakan diatas gunung Hut GouwSan "
Selesai bicara ber-sama2 Siang Hong Tie segera berlalu.
= = ooo ooooo ooo = =
BUKIT Lok Hun Poo yang ada diatas gunung Hut
Gouw-san merupakan sebuah bukit yang aneh dan bahaya
letaknya, dataran diatas bukit karang lebih ada puluhan
tombak luasnya, sekeliling dataran dikelilingi tebing yang
curam dan tinggi menjulang keangkasa.
Berhubung pertemuan puncak para jago diselenggarakan
ditempat yang terpencil diatas bukit lagi pula sekeliling
tempat itu dikelilingi tebing yang curam serta jurang yang
dalam, maka bagi jago yang memiliki ilmu meringankan
tubuh cetek. sulit untuk mencapai bukit Lok Hun Poo
tersebut.
Waktu itu musim gugur telah tiba, sang surya jauh
berada di-awang2, suasana indah menyelimuti siang hari
bulan Sembilan hari Tiong Yang itu.
Diatas bukit Lok-Hun-Poo terbentang enam buah batu
alam yang besar dan berbentuk sekuntum bunga Bwee, lima
buah batu cadas besar mengelilingi sebuah batuan persegi
yang luasnya ada empat lima tombak, keadaan batu2
bagaikan bintang yang bertaburan disekeliling rembulan.
Ketika itu diatas kelima buah batu cadas itu terukir
tulisan yang dibuat dengan guratan ilmu jari Kiem Keng ci.
Pada batu pertama tertuliskan kata2: Pemimpin Delapan
manusia Aneh, Lam-kong Pak. batu kedua bertulis kan:
Liok Mao-Pangcu. batu ketiga tertulis nama: Thay Pei-
Liong In atau si Naga Pengasingan Coe Hong Hong, batu
keempat: Pemilik pegadaian Bu-lim Sun Han Siang. sedang
pada batu kelima terukir kata2: Tanpa nama.
Pada waktu itu hanya pada batu pertama, kedua, ketiga
serta keempat saja yang terisi seseorang, pada batuan
kelima yang terukir kata2 "Tanpa nama" masih berada
dalam keadaan kosong.
Empat penjuru sekeliling batu besar tadi tak ada tempat
duduk, para jagoan baik dari golongan Pek to maupun dari
golongan Hek to sama2 menonton disekeliling tempat itu.
Ketika dalam pertemuan puncak para jago untuk
memperebutkan nama, Lam-kong Pak pernah dihadiahkan
gelar Pemimpin delapan manusia aneh oleh Liong ceng
atau sipadri naga serta Hauw To atau Toosu harimau. ini
hari ia duduk pada batu pertama, kelihatan nyata betapa
wibawa dan Cemerlang wajah pemuda itu.
Dibelakang tubuhnya masing2 berdiri, Sin chiu cuang
Yen- simahasiswa bertangan sakti Siang Hong Tie, Pek-li
Gong ayah dan anak. Loo Liang Jen, si Hay Thian Siang
cho atau sepasang manusia jelek dari Hay Thian serta
Ciangbunjien dari Perguruan Tong di-propinsi Su cuan, si
Salju bulan keenam Tong Hwie.
Jagoan yang berada dibelakang Liok Mao Pangcu paling
banyak jumlahnya, kecuali wakil ketuanya Ngo Koa Lok
atau sidaging Lima warna yang tidak kelihatan hadir.
hampir seluruh anggotanya hadir semua,
Thay Pay Liong in- atau Sinaga pengasingan Coe Hong
Hong bukan lain adalah perempuan berkerudung itu,
dibelakangnya Cuma berdiri satu orang yaitu Coe Li Yap.
Kiranya ia masuk jadi anggota perkumpulan Liok Mao
Pang dan suka menjabat sebagai pelindung hukum, bukan
lain karena ingin menyelidiki musuh besar Si Naga
Pengasingan pada masa berselang, sebab Coe Hong Hong
telah menaruh curiga pada ketua perkumpulan Liok Mao
Pang kemungkinan besar adalah orang sedang dicari.
Ketika itu, tiada hentinya Coe Li Yap melirik kearah
Lam-kong Pak yang duduk bersila diatas batu. keadaannya
pada saat ini serba salah, ia berharap ibunya bisa
menangkan seluruh orang yang hadir disana, tetapi iapun
berharap Lam-kong Pak bisa tunjukkan kehebatannya yang
mengejutkan semua orang.
Dibelakang Pemilik pegadean Bu-lim, Sun Han Siang
berdiri Liuw Hauw Siang serta adiknya Liuw Hwie Yan,
karena mereka berdua tahu akan kesalahan yang pernah
dilakukan mendiang ayahnya, maka timbullah rasa
menyesal dan malu dihati mereka berdua terhadap Lamkong
Pak serta ibunya, karena itu dengan suka rela mereka
bersedia mengawal keselamatan Sun Han Siang.
Diatas batu besar yang bertuliskan Tanpa nama, tiada
orang yang hadir, dibelakang batupun tak nampak manusia
Per-lahan2 Lam-kong Pak membuka matanya dan
melirik kearah kawanan jago yang berada dipihak
perkumpulan Liok Mao Pang tampak si ciang ooh berdarah
Yu chenpun hadir disana, waktu itu ia sedang mengerling
kearahnya dengan sinar mata penuh rasa Cinta.
Peristiwa seram yang terjadi dalam markas besar Liok
Mao Pang mengubah pandangan Lam-kong Pak terhadap
gadis itu, meski tidak sampai disiksa dengan alat siksa aneh,
namun kesediaan gadis tersebut untuk menyelamatkan
jiwanya dari ancaman selalu teringat dalam hati, tak kuasa
lagi ia mengangguk kearah Yu chen.
Waktu itu beberapa orang gadis sedang mengawasi
dirinya berbareng, melihat sianak muda itu mengangguk
kearah Yu chen sedang diatas wajah gadis itu menunjukkan
perasaan jengah, malu dan girang. Mereka jadi Cemburu
dan iri, tak kuasa lagi dengusan dingin menggema
memecahkan kesunyian-
Tiba2 terjadi kegaduhan, sipadri Naga dan Toosu
Harimau selangkah demi selangkah masuki kalangan,
setelah bendiri dibawah batu besar yang berada ditengah
mereka berseru lantang:
"Pendekar tanpa nama belum kelihatan hadir. sedang
waktu untuk dibukanya pertemuan puncak ini telah tiba.
maka kami putuskan untuk segera membuka pertemuan ini
dengan resmi"
Kedudukan Liong ceng sipadri naga serta Hauw-Too si
Toosu Harimau walaupun lebih tinggi dari pada empat
manusia kaya, namun kalau dibandingkan dengan kelima
orang tokoh Sakti yang akan bertanding Saat ini, mereka
masih kalah Setingkat. namun begitu mereka terpilih juga
Sebagai Saksi, hal ini dikarenakan mereka berdua Sama
Sekali tiada maksud untuk ikut memperebutkan nama besar
maupun kedudukan- maka Semua orang memandang
hormat kepada kedua orang ini.
Terdengar padri Naga berseru dengan Suara lantang:
"pertemuan puncak para jago Bu-lim mengutamakan
kebersihan serta tata sopan dalam bertanding, cu-wi
sekalian yang hadir saat ini kebanyakan adalah para tokoh
sakti yang berilmu lihay dan berotak Cerdas, kami berharap
cu-wi semua dapat lebih utamakan umum dari kepentingan
pribadi sehingga bisa menciptakan kebiasaan saling
menghormat dan saling menghargai "
la merandek sejenak. kemudian sambungnya lebih jauh:
"Pertemuan puncak ini diselenggarakan atas sponsor ketua
umum dari perkumpulan Liok Mao Pang, saudara ketua
Liok Mao Pang berharap Loolap serta Hauw Too suka
bertindak sebagai saksi, untuk itu kami berdua ucapkan
terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kami.
Peraturan dari pertemuan kali ini adalah bersifat
tantangan bebas, namun dibatasi hanya dalam dua kali
gebrakan saja, atau dengan perkataan lain seseorang hanya
bisa menantang musuh dua kali.
Kami berharap jangan sampai ada darah yang mengalir
bagi mereka yang dua kali bertarung dua kali menang dia
akan diangkat sebagai Bu-lim BengCu "
"Menurut peraturan pertemuan puncak kali ini,
tantangan dimulai dari mereka yang berkedudukan paling
buncit" sambung Toosu Harimau dengan suara lantang.
"Tetapi berhubung pendekar tanpa nama tidak hadir, maka
kami berharap Pemilik Pegadaian Bu-lim Sunsicu untuk
turun tangan lebih dahulu. namun pertarungan ini dibatas
hanya lima ratus jurus belaka "
Per-lahan2 Sun Han Siang bangun berdiri dan berkelebat
naik keatas batu cadas yang ada ditengah kalangan, meski
rambutnya mulai beruban namun wajahnya masih
kelihatan cantik, sepintas lalu seakan2 masih berupa
seorang wanita berusia tiga puluh tahunan, kemunculannya
segera disambut dengan pujian kagum para hadirin.
Sepasang biji mata Sun Han Siang yang jeli mengerling
sekejap keempat penjuru, dalam prasangka para hadirjn
lawan yang ditantang kali ini pastilah Thay Pei Liong In si
Naga Pengasingan atau Liok Mao Pangcu siapa nyana
kejadian berada diluar dugaan. dengan suara berat ia
berseru:
"Aku situa ingin mohon beberapa jurus petunjuk dari
pemimpin Delapan Manusia aneh, Lam-kong Pak "
Ucapan ini seketika menggemparkan seluruh kalangan,
Lam-kong pak sendiripun dibikin tertegun.
Tapi ia segera mengerti akan maksud ibunya sementara
kawanan jago lainnya pun diam2 lantas mengangguk.
Mereka tahu maksud hati perempuan ini. yaitu ingin
mengangkat nama Lam-kong Pak serta bantu usaha
putranya untuk merebut kedudukan Bu-lim Bengcu.
Lam-kong Pak segera enjot badan berkelebat keatas batu.
setelah itu menjura dalam2 kearah Sun Han Siang.
Liok Mao pangcu serta si Naga Pengasingan tertawa
dingin tiada hentinya menyaksikan kejadian itu, terdengar
sinaga Pengasingan mengejek sinis:
"Pertandingan pertama ini pasti akan berlalu dengan
lancar, sejak dulu tahu begini, aku situa pun akan
mendaftarkan pula nama siauw-li dalam pertemuan ini "
"Sekarang pun masih belum terlambat" balas Sun Han
Siang sambil tertawa dingin. "Kalau kau tidak puas,
pertarungan kali ini akan kuberikan kepadamu "
"Kalau kau situa ingin menantang, tidak akan kucari
putramu. yang hendak kucari adalah kau perempuan yang
tak tahu malu"
"Tujuan dari pertemuan ini adalah mengadu kepandaian,
harap Coe sicu bertindak mengikuti peraturan dari
pertemuan puncak ini " seru Padri naga dengan suara
lantang.
"Sun sicu hendak menantang pemimpin delapan
manusia aneh, tindakannya tidak melanggar peraturan
pertemuan puncak ini, seandainya Coe sicu hendak turun
tangan, seharusnya kau tunggu dalam giliran berikutnya "
Si Naga pengasingan tertawa dingin tiada hentinya, ia
membungkam.
"Ayoh putraku, mulailah turun tangan" seru Sun Han
Siang. "Tak usah ragu2 dan takut, seranglah dengan
segenap kepandaianmu, didalam lima ratus jurus belum
tentu kau bisa menangkan diriku "
Walaupun Lam-kong Pak tidak ingin bergebrak melawan
ibunya, namun iapun tak bisa menolak tantangan tersebut,
terpaksa ia turun tangan dan bergebrak sengit melawan Sun
Han Siang.
Kedua orang itu sama2 menguasai ilmu sakti Thian Mo
San, begitu turun tangan Lam-kong Pak segera
mengeluarkan ilmu telapak Sam Hoo It ciang Hoat.
Karena tenaga lweekangnya amat sempurna, ia percaya
bisa mempertahankan diri tidak sampai kalah, setelah ilmu
telapak Sam Hoo It ciang Hoat habis digunakan, ia mulai
mengeluarkan ilmu sakti Thian Mo SanLima
ratus jurus dengan Cepat sudah lewat kedua orang
itu sama2 tidak menang atau pun kalah, Sun Han Siang
sadar putranya tidak ingin menangkan dia, usahanya
selama ini menemui kegagalan total.
Sebab pertarungan ini tak bisa dikatakan dimenangkan
Lam-kong Pak. sedangkan Lam-kong Pak pun tidak ingin
sengaja mengalah, disinilah letak kebesaran jiwa pemuda
itu.
Si Naga Pengasingan Coe Hong Hong segera melayang
naik keatas panggung begitu pertarungan babak pertama
selesai.
"Pertarungan antara Sun sicu dengan putranya, berakhir
seri." seru sipadri Naga lantang. "Tolong tanya Coe sicu
hendak menantang siapa?"
"Sun Han Siang "
Lam-kong Pak segera melayang turun dari atas panggung
dan kembali keatas batu cadas sendiri,
"Sun Han Siang " teriak si Naga pengasingan dengan
penuh dendam. "Kau adalah perempuan terkutuk.
perempuan racun- bukan saja kau telah membunuh
suamimu sendiri bahkan turun tangan keji pula terhadap
Loo-Nio, setelah merampas kitab pusakaku merampas pula
suamiku "
"Hmmm tidak tahu malu" balas Sun Han Siang sambil
tertawa dingin. "Hubungan antara lelaki dan wanita tak bisa
digunakan kekerasan, meskipun kau kenal Lam-kong Liuw
lebih dahulu dari aku, tetapi kau sudah bergaul dengan Sian
Yen Ping, apakah kau pun dirampas oleh Sian Yen Ping."
Coe Hong Hong dibikin membungkam, ia tak sanggup
mengucapkan sepatah katapun.
"Sedangkan mengenai kitab pusaka payung Sengkala,
ilmu tersebut bukan kepandaian yang diciptakan
keluargamu" sambung Sun Han Siang lebih lanjut. "Dan
kitab itupun bukan milikmu seorang pada waktu itupun-jien
sama sekali tidak turun tangan melukai kalian suami isteri
berdua "
"omong kosong " hardik Coe Hong Hong, "Dengan
membawa luka yang sangat parah aku situa terjeblos masuk
kedalam mulut naga bertanduk tunggal, sedangkan Sian en
Ping pun lenyap tak berbekas. Hmmm perempuan rendah,
kau masih ingin mungkir?"
Sun Han Siang tertawa dingin. "Teringat sewaktu aku
hendak mencuri kitab pusaka tersebut, kebetulan Sian Yen
Ping tak ada dirumah, kemudian setelah kitab pusaka tadi
terjatuh ketanganku, aku baru temukan bahwa ia sedang
bertarung melawan seorang manusia berkerudung, pada
waktu itu aku sudah mendapatkan barang yang kucari
maka aku tidak melihat jelas siapakah orang itu. kalau kau
hendak mencari orang yang bertanggung jawab dalam
peristiwa itu maka manusia berkerudung itulah musuh
besarmu yang sesungguhnya. aku percaya dialah yang
menghantam dirimu sehingga masuk kedalam mulut naga
bertanduk tunggal."
Coe Hong Hong tak mau percaya atas ucapan tadi, ia
membentak gusar. telapaknya berkelebat melancarkan
sebuah serangan hebat dengan jurus-sakti ilmu payung
sangkala.
Sun Han Siang tak mau tunjukkan kelemahan, iapun
keluarkan ilmu saktinya dengan segenap tenaga, dua orang
tokoh sakti yang sama2 berpengalaman inipun segera
melangsungkan suatu pertarungan sengit.
Tampak dua sosok bayangan manusia berkelebat kesana
kemari ditengah mengembangnya dua gulung Cahaya
merah berbentuk payung.
Ditengah bentrokan2 dasyat yang menimbulkan getaran
keras, batu pasir beterbangan memenuhi angkasa, ketika
dua ratus jurus telah berlalu, batu cadas yang semula
tingginya tujuh delapan depa, kini sudah berkurang satu
depa lebih,
Ketika empat ratus jurus telah berlalu, pasir serta batu
yang terpukul hancur dari batu cadas tadi beterbangan
keangkasa makin tebal, seluruh hadirin sebagian besar jadi
putih dan kotor oleh percikan pasir serta debu tersebut.
Ketika jurus keempat ratus lima puluh telah lewat, kedua
orang itu sama2 membentak keras, dengan segenap tenaga
mereka saling menyerang.
"Braaaak. . .braaaak. . . . ditengah bentrokan keras. batu
cadas itu semakin terkikis dan makin lama semakin rendah.
Tiba2 terdengar suara ledakan yang gegap gempita
menggetarkan seluruh permukaan tanah, bubuk batu
menggulung keangkasa dengan hebatnya, seluruh batuan
cadas itu mencelat satu depa tingginya membuat tubuh
kedua orang itu terpental sejauh tiga tombak dan berdiri
diujung kalangan, dan Kembali pertarungan ini berakir
dengan seri.
Saat ini hanya Lam-kong Pak serta Coe Li Yap yang
merasa kegirangan, mereka sama2 berharap kedua orang itu
berakhir dengan seri, sebab menurut dugaan orang mudamudi
itu, kedua belah pihak sama2 tidak terikat dendam
sakit hati yang mendalam, kemungkinan besar orang yang
membokong orang tua Coe Li Yap adalah orang lain,
Sementara itu terdengar Coe Hong Hong membentak
keras, ia siap melancarkan serangan berikutnya.
"Coe-sicu, harap tunggu sebentar." seru padri naga.
"Lima ratus jurus telah lewat, apabila antara mereka berdua
masih ada urusan dendam pribadi. silahkan diselesaikan
diluar pertemuan ini. Sun sicu secara beruntun telah
menyambut dua babak pertarungan, sekarang sudah
waktunya bagi dia untuk turun panggung "
Sun Han Siang melayang balik keatas batu besar,
sedangkan Coe Hong Hong sambil gertak gigi menatapnya
tajam2.
"Liok mao Pangcu. harap naik keatas panggung " tiba2 ia
membentak keras.
Potongan badan Liok- mao Pangcu amat aneh sekali,
rambutnya yang hijau digulung menutupi kepala, wajah
dan tengkuknya sehingga terbentuklah sebuah batok kepala
yang luar biasa besarnya, ia dapat memandang orang lain
sedangkan orang lain sulit untuk melihat bagaimanakah
wajah sebenarnya.
Per-lahan2 ia bangun berdiri dan melayang naik keatas
panggung. kedua orang itu segera saling berhadapan sambil
mengawasi musuh tak berkedip. se-akan2 mereka sedang
termenung dan menantikan sesuatu.
Tiba2 Coe Hong Hong buka suara menegur: "Aku tahu
siapakah anda "
"Mau tahu juga boleh tak tahu juga tak mengapa.
pokoknya aku tidak pernah merugikan dirimu "
"Apa sebabnya kau berdandan macam begini ?"
"Itu urusan pribadiku, maaf kalau tak dapat kuutarakan
kepadamu."
"Kalau begitu, dalam peristiwa yang terjadi masa itu
kaupun turut ambil bagian dalam mengincar kitab pusaka
payung sengkala ?"
"Mustika dunia persilatan- siapapun ingin mendapatkan
"
"sebenarnya siapakah kau?"
"Bukankah tadi kau sudah, sudah berkata bahwa kau
telah tahu siapakah aku ?" jengek ketua dari perkumpulan
bulu hijau ini sambil tertawa seram.
"Lihat serangan "
Coe Hong Hong segera membentak keras telapaknya
berputar melancarkan sebuah babatan kedepan.
ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang itu tidak
menghindar ataupun berkelit, dengan telapak tangan
sebelah ia terima datangnya serangan tersebut.
"Plaaaaak. ..." sepasang telapak segera menempel jadi
satu dan tak dapat terlepas lagi.
Menyaksikan kehebatan lawan, Coe Hong Hong merasa
amat terperanjat.
"Ilmu silat apakah ini?" pikirnya dalam hati, "Dua orang
berdiri dengan selisih jarak satu tombak kenapa telapakku
bisa terhisap oleh tenaganya? bahkan daya hisap yang
muncul dari dalam telapaknya begitu besar sehingga sulit
ditahan ?" Coe Hong Hong kembali membentak keras,
dengan segenap tenaga ia melakukan perontaan-
"Plaaaak. . . . kembali terjadi ledakan keras, namun
kedua orang itupun segera berpisah satu sama lainnya.
Meski demikian, karena Coe Hong Hong terlalu besar
mengerahkan tenaganya, ia terdesak mundur sejauh satu
tombak lebih lima enam, hampir2 saja badannya jatuh
terjengkang dari atas panggung.
sorak sorai bergelelar membelah bumi, anak buah Liok
Mao Pang sama berseru memberi semangat ketuanya.
Disorak dan diejek oleh banyak orang, Coe Hong Hong
naik pitam. ia menubruk kedepan, dengan jurus kesembilan
dari ilmu Payung Sengkala ia salurkan seluruh tenaga yang
dimilikinya dan kambali melancarkan serangan-
Seketika itu juga angin topan men-deru2 menyapu
seluruh bendayang ada diatas bumi, batu besar segera
hancur jadi bubur dan tergulung lenyap mengikuti desiran
tajam telapaknya, tidak sampai dua ratus jurus diatas
panggung tersebut telah bertambah dengan sebuah liang
sedalam dua depa. sedang disekitar panggung itu terlapis
bubuk putih bagaikan bunga saiju.
Bubuk batu beterbangan tiada hentinya ditengah udara,
panggung batu tadi pun makin lama semakin menipis,
ketika tiga ratus jurus sudah lewat, panggung tersebut sudah
lebih rendah separuh badan-
"Coe Hong hong " seru ketua perkumpulan Liok Mao
Pang secara tiba2 dengan suara berat. "Kau bukan
tandingan loohu, cepatlah turun dari atas panggung ini "
Tentu saja Coe Hong Hong tidak sudi perlihatkan
kelemahannya, dengan kerahkan segenap tenaga yang
dimilikinya ia menyerang terus dengan amat gencar.
"Setan tua " terlak Coe Hong Hong dengan penuh
kebencian. "Meskipun jurus2 seranganmu aneh, tetapi
dalam pandangan aku situa, jurus serangan dari ilmu sakti
payung sengkala jauh lebih hebat. heee. . .heeee. . .kau
berani tidak mengaku?"
"Tadi sudah pun Pangcu katakan, siapa yang tidak ingin
mendapatkan ilmu sakti dari dunia persilatan itu, apakah
kau tidak merasa terlalu banyak persoalanku yang kau
campuri ?"
Berbarengan dengan ucapan itu, sebuah bertrokan keras
telah terjadi. ditengah suara ledakan dahsyat yang
memekikkan telinga tubuh Coe Hong Hong terdorong
mundur sejauh tiga tombak. untung badannya tertahan oleh
liang yang muncul diatas punggung, kalau tidak niscaya ia
sudah terlempar keluar dari tempat itu.
"Coe sicu, kepandaianmu masih kalah setingkat kalau
dibandingkan dengan kepandaian Liok Mao Pangcu" seru
padri Naga segera dengan suara lantang.
"harap anda segera mengundurkan diri dan beristirahat,
sedang Pangcu boleh menantang orang lain lagi "
"Pemimpin delapan manusia aneh, ayoh naik keatas
panggung" tantang sang ketua dari perkumpulan Bulu Hijau
itu segera.
Lam kong Pak melayang naik keatas panggung, yang
dalam kenyataan sudah tidak menyerupai sebuah panggung
lagi melainkan sebuah liang. kedua orang itu berdiri berhadap2an
dalam liang tersebut, yang terlihat dari luar hanya
sebatas dada mereka. "silahkan " seru Lam-kong Pak.
"Sebagai pemimpin dari delapan manusia aneh kau tentu
memiliki kepandaian silat yang hebat sekali." kata Liok
Mao Pangcu. "Seandainya kau bisa menerima dua puluh
jurus serangan dari loohu, maka seketika itu juga loohu
bubarkan perkumpulan Liok Mao Pang dan segera
mengundurkan diri dari dunia persilatan."
begitu ucapan tersebut diutarakan, para penonton jadi
gempar. seluruh perhatian segera dicurahkan ketengah
kalangan. Sebab Siapapun tahu pertarungan Sengit yang
Sulit ditemui Sepanjang jaman-
Sebaliknya dari kalangan Pek-to. para jago sama2
terperanjat. mereka sadar sang ketua dari perkumpulan
Liok Mao Pang berani bicara sesumbar, tentu saja bukan
gertak sambal belaka, terutama sekali Sun Han Siang ia
merasa kuatir bagi keselamatan putranya.
Disamping itu beberapa orang gadis yang mencintai
sianak muda itu pun merasa jantungnya berdebar keras,
mereka amat tidak tenteram.
Sang surya telah condong kesebelah barat dan lenyap
dibalik bukit, angin musim rontok berhembus sepoi2,
malam haripun menjelang tiba.
Se-konyong2 dari tempat kejauhan berkumandang
datang suara keras yang memekikan telinga, suara itu
bagaikan baja yang saling bertumbukan, mula2 suara tadi
masih berada beberapa li jauhnya dari kalangan, tetapi
dalam sekejap mata sudah berada setengah li belaka, bisa
dibayangkan betapa cepatnya gerakan orang itu.
Semua orang segera alihkan sinar matanya kearah
berasalnya suara tadi, tampaklah seorang manusia tembaga
dengan luruskan badan sedang meluncur datang, suasana
seketika jadi gempar. semua orang dengan sinar mata
tercengang memandang kearah makhluk aneh itu.
Kiranya suara keras yang memekikkan telinga tadi
berasal dari gesekan baja diantara sendi2 tembaga tersebut.
Sun Han Siang meloncat bangun, Lam kong Pakpun
melayang keluar dari liang sedangkan Liok Mao Pang
Pangcu serta Thay Pei Liong- in pusatkan seluruh
perhatiannya keatas manusia tembaga tadi, mereka tak
berkedip barang sekejappun.
Dengan gerakan yang amat cepat manusia tembaga itu
melayang masuk kedalam kalangan, dengan badan lurus ia
berjalan menuju kearah ketua dari perkumpulan Bulu
Hijau. kurang lebih dua tombak dihadapannya ia berhenti
dan ujarnya kepada sipadri naga:
"Kong-Cin Jien (saksi) aku orang mendaftarkan diri
sebagai manusia tanpa nama, kini datang rada terlambat,
harap anda suka memberi maaf!"
Baik si Padri Naga maupun si Toosu Harimau sama2
jadi tertegun, simanusia tanpa nama itu mendaftarkan diri
ikut serta dalam pertemuan tersebut hanya dengan
mengirimkan secarik surat kepada mereka berdua, siapa
pun tidak tahu siapakah yang menamakan diri sebagai
manusia tak bernama itu. maka dari itu siapa pun tidak
menyangka simanusia tanpa nama itu bukan lain adalah
simanusia tembaga.
Walaupun begitu sang pangcu dari perkumpulan Liok
Mao Pang, Thay Pei Liong In, Lam-kong Pak serta ibunya
sekalian mengerti jelas, simanusia tembaga itu kalau bukan
Siauw Yauw Sianseng" Loe It Beng, tentulah si Hong-Loei
khek Lam-kong Liuw.
Mengetahui keadaan suara tak ada yang lebih jelas dari
sang istri, Sun Han Siang tahu jelas sampai pada taraf
manakah ilmu silat yang dimiliki Lam-kong Liuw, sijago
angin dan geledek itu.
Paling banter ia hanya setaraf dengan Empat manusia
Kaya, kalau dibandingkan dengan empat tokoh sakti yang
hadir dalam pertemuan puncak kali ini, tak seorang pun
yang lebih rendah dari kepandaiannya.
DENGAN suara lantang si Padri Naga segera berseru:
"oooouw. . . .kiranya anda adalah sicu tanpa nama, Loolap
mengusulkan agar sicu suka melepaskan pakaian tembaga
itu sehingga semua hadirin dapat menyaksikan
bagaimanakah raut wajah anda "
"Tidak perlu " tolak manusia tembaga itu, "Liok Mao
Pang Pangcu boleh menutupi wajahnya dengan rambut
hijau tersebut, aku orang pun boleh juga menutupi tubuhku
dengan pakaian tembaga. aku rasa perbuatanku ini tidak
sampai melanggar peraturan pertandingan yang
diselenggarakan hari ini, bukankah begitu ?"
"Tentu saja, tentu saja Silahkan sicu naik kepanggung "
"Tadi Liok Mao Pangcu telah mengucapkan kata2
sesumbar, dimana dikatakan dalam dua puluh jurus ia
dapat mengalahkan pemimpin dari delapan manusia aneh
Lam-kong Pak, sungguh besar bacotnya. jelas ia sudah
pandang rendah semua enghiong yang ada dikolong langit.
Pun-jien berani terima tantangannya itu dan ingin kucoba
sampai dimanakah kepandaian yahg ia miliki" kata si
manusia tembaga kembali.
Sipadri naga saling bertukar pandangan sekejap dengan
si tosu harimau, kemudian mengangguk. "Boleh saja, entah
kalian berdua pun ingin membatasi pertempuran ini dalam
dua puluh jurus?"
"Tentu saja cuma dua puluh jurus "
Diam2 Sun Han Siang merasa amat cemas bercampur
gelisah, tetapi ia tidak berani memastikan manusia dibalik
baju tembapa tersebut sebenarnya. "Hong Loei-Khek" Lamkong
Liuw atau bukan, walaupun hatinya cemas namun ia
merasa tidak leluasa untuk buka mulut menegur.
Dalam pada itu Thay Pei Liong In sinaga pengasingan
pun merasa sangat gelisah sejak lenyapnya salah satu
diantara dua manusia tembaga tersebut, Si Naga
Pengasingan telah menggunakan siasat licik untuk menyaru
salah satu manusia tembaga itu dengan mayat maksudnya
ia hendak mendapatkan ilmu Tong Bin Hut Goan Thay
Hoat dari Liok- Mao Pangcu.
Siapa sangka ketua dari perkumpulan Bulu Hijaupun
bukan manusia bodoh, ia makan siasat tersebut dengan
membalas pakai siasat lain, sehingga akhirnya mereka
berdua tak ada yang mendapat keuntungan, sementara
manusia tembaga itu berhasil meloloskan diri.
Kecuali sinaga pengasingan, siapapun tidak tahu
siapakah manusia tembaga yang berhasil meloloskan diri
itu.
Dalam pada itu Liok Mao Pang Pangcu telah tertawa terkekeh2.
"Lihat serangan " tiba2 membentak.
Manusia tembaga itu menggerakkan telapaknya
menyambut datangnya serangan tersebut. . .Braaaak. . . .
ditengah bentrokan keras yang memekikkan telinga. seluruh
permukaan bergetar keras, masing2 orang mundur
selangkah kebelakang.
Braaak Braaak Braaak beruntun kembali mereka berdua
tiga kali, mengakibatkan kedua orang itu sama2 tergetar
mundur pula tiga langkah lebar.
Diam2 ketua dari perkumpulan Liok-Mao Pang ini
merasa terperanjat juga , sadar betapa sempurnanya tenaga
lweekang yang dimiliki orang itu, meski ia terlindung oleh
lapisan tembaga, namun kelebihan tersebut sebenarnya
memang tidak berperanan seberapa besar.
Pertarungan berjalan dengan serunya, suara bentrokan
keras berkumandang tiada hentinya memekikkan telinga,
Walaupun gerak gerik manusia tembaga itu lamban tetapi
jurus serangan yang dilancarkan Liok Mao Pang Pangcu
bisa dipunahkan dengan gampang sekali.
Setelah pertarungan berjalan belasan jurus Liok Mao
Pang Pangcu semakin bersemangat lagi, jurus2 ampuh
dikeluarkan semua membuat si manusia tembaga itu
tergetar mundur sejauh satu tombak.
Dengan demikian pertarunganpun dilanjutkan diluar
liang, para hadirin yang menyaksikan pertarungan dari
empat penjuru pun bisa menonton lebih jelas lagi.
Agaknya simanusia itu sudah terdesak dibawah angin,
serangannya kena dipunahkan semua oleh pihak lawan,
bukan begitu saja iapun mulai terdesak mundur kebelakang.
"Jurus kesembilan belas "
"Braaaak. . . ." tubuh simanusia tembaga itu terpental
sejauh satu tombak lebih, sun Han Siang serta Lam kong
Pak sama2 meloncat bangun, sikap mereka kelihatan tegang
sekali, meski demikian tak seorang pun berani turun tangan
menghalangi mereka. "Jurus kedua puluh. ..." kembali Liok
Mao Pang Pangcu membentak keras.
Ucapan terakhir meluncur keluar, angin puyuh telah
men-deru2 bagaikan ambruknya bukit thay-san sebuah
serangan yang maha dahsyat telah menyapu keluar.
Disaat yang amat kritis itulah, tiba2 terdengar suara
bentakan keras berkumandang datang: "Tahan"
Dengan cepat Liok Mao Pang Pangcu tarik kembali
serangannya dan meloncat mundur kebelakang, semua
orang angkat kepala dan alihkan sinar matanya kearah
berasalnya bentakan tadi, namun dengan cepat seruan kaget
berkumandang memenuhi angkasa.
Kurang lebjh sepuluh tombak dari kalangan. terlihatlah
seorang manusia tembaga dengan langkah lebar berjalan
mendekat.
"Aaaah. . . kembali seorang manusia tembaga" serupara
hadirin dengan nada tercengang.
MANUSIA tembaga itu selangkah demi selangkah
berjalan masuk kedalam kalangan dan berhenti dihadapan
Liok Mao pang Pangcu, dengan bertambahnya seorang
lawan, mak aposisi saat inipun berubah jadi segi tiga.
"Siapakah sicu?" tegur sipadri Naga dengan suara
lantang. "Dapatkah menyebutkan nama anda ?"
"Pun-jien adalah manusia tak bernama, kedatangan yang
terlambat dalam menghadiri pertemuan ini harap suka
dimaafkan "
Kembali seorang tak bernama. seluruh kalangan jadi
gempar, namun begitu Lam Kong Pak dan ibunya yakin
kedua orang manusia tembaga ini kemungkinan besar
adalah siauw Yauw sianseng serta Hong- Loei Khek.
Sipadri naga serta sitoosu harimau sama2 berdiri
tertegun, mereka jadi serba salah, dua orang manusia tanpa
nama muncul bersamaan waktunya, mereka tak tahu nama
yang palsu dan nama yang asli.
"Kalian berdua sama2 memakai baju tembaga, entah
Manakah diantara kalian berdua adalah simanusia tanpa
nama yang sebenarnya ?" tegur sipadri naga.
"Pun-jien datang lebih dahulu, tentu saja akulah yang asli
" ujar simanusia tembaga pertama.
"Pun-jienlah yang asli" jawab simanusia tembaga kedua.
"Manusia tanpa nama ikut mendaftarkan diri dalam
pertemuan ini, tujuannya tidak lain unluk mencari nama
serta kedudukan, aku tidak bakal kalah ditangan Liok mao-
Pangcu "
"Apakah anda merasa lebih hebat dari kepandaianku ?"
seru simanusia tembaga pertama.
"Lebih hebat atau tidak. asal dicoba segera akan terbukti"
Dalam pada itu sipadri naga telah berunding sebentar
dengan si Toosu harimau, kemudian terdengar Liong ceng
berseru:
"Kami sebagai saksi merasa tidak berani ambil keputusan
sendiri, maka kami ingin minta pendapat saudara sekalian,
apakah mengijinkan dia ikut serta dalam pertandingan ini
atau tidak ?"
Lom-kong Pak serta ibunya diam-ambil perhitungan,
sebelum mereka sempat menyatakan sesuatu, para
penonton yang haus akan segala tontonan telah berteriak
lebih dulu: "Beri ijin kepadanya untuk ikut serta."
"Baik, baiklah. kalau memang kalian semua setuju, maka
kami sebagai saksi akan memberi ijin kepada sicu ini untuk
turut serta dalam pertarungan ini. Nah. silahkan mulai
turun tangan "
Setelah mendapat ijin, simanusia tembaga kedua segera
berseru:
"Pun-jien pun ingin bertarung dengan batas dua puluh
jurus, lihat serangan "
"Braaaak. . . ." sebuah serangan telah dilepaskan
menimbulkan suara bentrokan keras, masing2 pihak sama2
mundur selangkah kebelakang.
Mula2 Liok Mao Pangcu masih ragu2 untuk turun
tangan, serangannya tidak menggunakan tenaga penuh,
tetapi setelah lewat sepuluh jurus, diam2 tenaganya telah
ditambah sebesar tiga bagian.
Braaak Braaak. . . Braaaak. . . . suara bentrokan nyaring
berkumandang tiada hentinya, jurus serangan yang
dilancarkan simanusia tembaga ini aneh sekali, namun jauh
berbeda dengan jurus serangan yang digunakan manusia
tembaga yang pertama.
Lima belas jurus telah lewat dengan cepatnya Liok Mao
Pang Pangcu membentak keras, angin pukulan men-deru2
bagaikan hembusan taupan, seluruh tubuh simanusia
tembaga itu segera terkurung ketat,
Tiba2 simanusia tembaga itu mengeluarkan jurus Kie
Hwee Liauw Thian, atau Angkat obor Membakar langit.
Braak. . ditengah bentrokan keras, permukaan tanah
kembali muncul sebuah liang yang dalamnya mencapai dua
depa lebih.
Diikuti serangan dari Liok Mao Pang Pangcu kian lama
kian menghebat, katika jurus kedelapan belas telah lewat,
manusia tembaga itu sudah terdesak mundur sejauh lima
langkah lebar.
Liok-mao-pang Pangcu tertawa seram, dua jurus terakhir
secara beruntun dilancarkan berbareng.
Langit jadi gelap. angin taupan men-deru2 membuat
manusia susah membuka mata, agaknya kepandaian
simanusia tembaga itu masih kalah satu tingkat, pada jurus
yang kesembilan belas ia sudab terdesak mundur sejauh
lima langkah lebar, dimana jurus ke dua puluh tahu2 telah
menyusul datang.
Seluruh kalangan jadi membuka, keadaan tercekam oleh
ketegangan. Lam-kong Pak serta Sun Han Siang merasakan
jantungnya berdebar keras. hampir2 saja terasa copot dari
tempatnya.
Ditengah suasana yang amat kritis itulah kembali
terdengar suara gesekan baja berkumandang, dengan hati
terkesiap semua orang berpaling tampakiah dari luar
kalangan telah muncul kembali seorang manusia tembaga
langsung menuju kedalam kalangan-
Kali ini semua jagoan yang hadir didalam kalangan jadi
tertegun, terutama sekali mereka yang tahu duduknya
perkara semula mereka mengira manusia tembaga pertama
serta manusia tembaga kedua pastilah Siauw-Yauw
sianseng serta Hong Loei-Khek, sebab sisanya kecuali Hiat
Chiu-Cay Sin yang telah mati, Lam-hay-Cioe-Khek sekalian
jago2 lihay telah munculkan diri kembali dalam kalangan-
Diantara beberapa orang itu Liok Mao Pang Pangculah
yang paling kaget, ia segera panggil menghadap kedua
orang pelindung hukumnya Suma ing serta Sisetan
Gantung Hidup Gouw Kioe,
"Kecuali dua orang manusia tembaga yang dirampas
orang, apakah pernah terjadi hilangnya baju tembaga dari
dalam gudang?" ia menegur.
"Lapor Pangcu, pakaian tembaga memang telah hilang
satu stel dicuri orang " jawab si setan gantung hidup,
"Ehmmm kalian boleh segera mengundurkan diri " Sang
Pangcu ulapkan tangannya, ia lantas berpaling kearah
simanusia tembaga itu dan menegur dengan suara berat:
"Apa maksud anda mencuri pakaian tembaga dari
perkumpulan kami?" Simanusia tembaga ketiga mendongak
dan tertawa terbahak2.
"Haaaa. . . .haaaa. . . .disini ada tiga orang manusia
tembaga, darimana kau berani memastikan kalau pakaian
tembaga itu cayhe-lah yang curi?"
Ucapan ini menmbuat Liok mao-pang Pangcu jadi
bungkam dalam seribu bahasa, ia tak bisa berkutik lagi.
Simanusia tembaga ketiga segera berpaling kearah
siPadri Naga sambil berseru:
"Pun-jien manusia tak bernama, harap anda suka
memberi ijin bagiku untuk adu kepandaian melawan Liok
Mao Pang Pangcu"
Sipadri naga mengerti semua orang tidak akan menolak.
maka ia mengangguk. "Pun-jien bertindak sebagai saksi
memberi ijin bagimu untuk melakukan pertarungan"
Manusia tembaga ketiga segera menubruk kehadapan
Liok Mao Pang Pangcu sambil mendekat serunya:
"Batas dua puluh jurus aku rasa terlalu banyak, Pun-jien
rela membuktikan kau sebanyak sepuluh jurus "
Ucapan ini kontan membuat seluruh kalangan jadi
gempar.
Semua orang sadar ketiga orang manusia tembaga ini
pasti memiliki ilmu silat yang sangat lihay. sebab ditinjau
dari keadaan bukit yang terjal dan terpencil jangan dikata
memakai baju tembaga sekalipun manusia biasapun sudah
amat sulit untuk mencapai kesana.
Siapa nyana mereka bertiga bisa tiba disitu dengan
memakai baju tembaga yang berat, hal ini membuktikan
bahwa mereka pasti lihay.
Liok Mao Pangcu pun seorang manusia berkepandaian
lihay, waktu ini ia tidak jeri barang sedikitpun, sebab
sesudah bertarung melawan simanusia tembaga pertama
serta simanusia tembaga kedua, ia sadar bahwa kepandaian
mereka berdua masih kalah setingkat kalau dibandingkan
dengan dirinya. ia menduga sekalipun simanusia tembaga
ketiga lihay, kehebatannya pun tidak sampai luar biasa.
la segera tertawa dingin: "Sepuluh jurus terlalu banyak.
pun pangcu rela membatasi pertarungan ini hanya delapan
jurus"
"Aaaah. . . delapanjurus masih terlalu banyak.
bagaimana kalau kita rubah jadi lima jurus saja?"
"Empat jurus adalah angka genap. dalam pertemuan
puncak yang diadakan ini hari kita harus bikin suatu hasil
yang menguntungkan- bagaimana menurut pendapat anda?"
"Pepatah kuno mengatakan: Perbuatan tidak akan lebih
dari tiga, bagaimana kalau kita ganti hanya tiga jurus saja?"
Ucapan ini kontan membuat sang ketua dari
perkumpulan Liok Mao Pang jadi tertegun. "Siapakah
anda? berani benar bicara begitu sesumbar?" serunya.
"Pun-jien bukan bicara sesumbar. dalam kenyataan
cukup setengah juruspun sudah banyak bagi diriku." sahut
si manusia tembaga ketiga sambil tertawa.
"Hanya saja, aku tahu bahwa kebanyakan saudara2
kangouw yang hadir ketempat ini adalah ingin
menyaksikan suatu tontonan besar, tentu saja aku tidak
akan membiarkan mereka datang dengan hati gembira,
pulang dengan wajah kecewa bukankah begitu?"
Ketika merasakan dalam adu berbicara Liok Mao Pang
Panpcu merasa terdesak dibawah angin terus, ia jadi naik
pitam.
Terpaksa pertarungan harus diakhiri dalam beradu
kepandaian silat.
Ia mendengus dingin.
"Lihat serangan- . . ." tiba2 bentaknya.
Bersamaan dengan selesainya ucapan tersebut segulung
angin taupan yang ma ha dahsyat menggulung kearah
depan diikuti beberapa jeritan ngeri yang menyayatkan hati
bergema memecahkan kesunyian, kiranya beberapa orang
yang memiliki kepandaian silat rada cetek kena tersambar
oleh angin puyuh tersebut sehingga terpental jatuh dari atas
tebing Lok Hun Poo dan mati binasa.
Datangnya serangan teramat cepat, si manusia tembaga
itu agaknya dibikin gelagapan tubuhnya terdesak mundur
satu langkah ke belakang.
Suasana dalam kalangan kontanjadi gempar, sorak sorai
bergema memenuhi angkasa.
"Braaak. . ." sekali lagi simanusia tembaga itu terdesak
mundur dua langkah kebelakang.
Terdengar Liok-Mao Pang Pangcu mendongak tertawa
tar-bahak2, jengeknya:
"Jurus ini bernama Boen Seng Kauw Cau" atau Bintang
kejora Tinggi tergantung, ayoh roboh kau. . . ."
"Braaaak " Seluruh permukaan bergetar keras, ditengah
gulungan angin taupan yang menggulung seluruh
permukaan tebing Lok Hun-Poo, tampak sebuah payung
raksasa yang memancarkan cahaya merah darah berkelebat
lenyap dari balik reruntuhan dari batu.
Suara gemuruh yang memekikkan telinga berkumandang
memenuhi angkasa, suara itu makin lama semakin menjauh
sehingga akhirnya lenyap dari pendengaran.
Menanti reruntuhan batuan telah sirap. dalam kalangan
kembali berkumandang suara jeritan kaget yang saling susul
menyusul, ternyata dalam sekejap mata itulah, tiga manusia
tembaga serta Liok Mao Pang Pangcu telah lenyap tak
berbekas.
Jelas dalam jurus yang terakhir sang ketua dari
perkumpulan Bulu Hijau tidak berhasil mendapatkan
keuntungan yang diharapkan, sementara itu payung raksasa
berwarna merah darah yang munculkan diripun tidak lain
adalah Payung yang pernah muncul beberapa hari
berselang, jelas benda itu milik simanusia tembaga ketiga.
Payung raksasa berwarna merah itu pastilah senjata
mustika dunia persilatan yang diinginkan olen siapapun,
Payung Sangkala. sungguh tak dinyana tak diduga
kehebatannya benar2 luar biasa.
Seluruh hadirin yang ada disekitar kalangan telah
berubah putih oleh hancuran batu cadas, menyaksikan
keadaan yang lucu mereka saling berpandangan sambil
tertawa.
Tiba2. . . .si Naga Pengasingan Thay-Pei Liong In
meloncat bangun, teriaknya lantang:
"Sun Han Siang sekaranglah saatnya bagi kita untuk
melangsungkan pertarungan kalau bukan kau yang binasa
akulah yang mati sebelum salah satu roboh, pertarungan ini
tidak akan berakhir."
"Baik Hmmm. . . .kau kira aku takut?"
Kedua orang jago perempuan itu sama meloncat masuk
kedalam kalangan, pertarungan pun segera akan
dilangsungkan-
Tetapi sipadri naga serta si Tosu Harimau yang berada
disisi kalangan segera mencegah.
"Pertemuan telah berakhir sampai disini, sicu berdua
harap suka bersabar dan mengakhiri sengketa ini sampai
disini saja. . . .harap kalian suka memandang wajah loolap
dan menuruti nasebat kami "
"Hmmm tidak segampang itu. ..." teriak Coe Hong
Hong.
Tanpa banyak bicara lagi telapak tangannya segera
berkelebat melancarkan sebuah serangan dahsyat kedepan-
Sun Han siang tak mau unjukkan kelemahannya, iapun
sambut datangnya serangan itu dengan keras lawan keras,
pertarungan sengit segera berkobar.
Dalam pada itu Coe Li Yap melirik sekejap kearah
Lamkong Pak. ia bermaksud memberi kisikan kepada
sianak muda itu agar ia turun tangan menghalangi
pertarungan ini, namun Lamkong Pak tidak berkutik sebab
ia sendiripun tidak tahu perselisihan apakah yang pernah
terjadi antara mereka berdua pada masa yang silam?
Mendadak si Ciang ooh berdarah memisahkan diri dari
rombongan, ketika ia sedang berjalan menuju kearah Lamkong
Pak, tiba2 Suma Ing yang ada disisinya membentak:
"Yu Chen, kau hendak pergi kemana ? pun Hu-hoat
mendapat perintah dari pangcu untuk mengawasi gerak
gerikmu "
Si Ciang ooh berdarah tertawa dingin-
"Setelah melepaskan diri dari perkumpulan Liok Mao
Pang, nonamu tidak ingin berbalik lagi. kau mau apa ?"
serunya.
"Akan kutangkap dirimu dan seret pulang kemarkas"
"Hmmm aku rasa tidak segampang itu."
Suma Ing jadi amat gusar, ia segera meloncat bangun
siap melancarkan serangan untuk menangkap balik gadis
tersebut.
Lam-kong Pak segera meloncat bangun dan berdiri tegak
di-tengah2 antara kedua orang itu.
"Suma Ing, kau masih belum mau sadar?" tegurnya.
"Menyadari apa ?" jengek suma Ing sambil tertawa
seram. "Aku lihat kaulah yang harus cepat2 menyadari
akan keadaan dirimu "
Lam-kong Pak mendengus dingin, ia tidak menggubris
sianak muda itu lagi, kepada Si Ciang ooh berdarah
pesannya:
"Enci Yu, cepatlah mengundurkan diri ke sisi Loo Liang
Jen sana "
"Yu Chen kau berani berkhianat?" teriak Suma Ing.
Si Ciang-ooh berdarah tidak menggubris ancaman
tersebut. dengan badan tegak ia putar badan dan berlalu,
hatinya benar2 merasa amat gembira terutama sekali
mendapat perhatian dari Lam-kong Pak dihadapan
beberapa orang gadis lainnya. bagaikan bidadari turun dari
kahyangan dengan langkah menggiurkan ia berjalan kesisi
Loo Liang Jen.
Suma Ing jadi ragu2 untuk turun tangan setelah
meninjau situasi yang terbentang didepan mata, dimana
wakil ketuanya tidak hadir, meski jumlah anak buahnya
sangat banyak, ia sadar untuk merebut kemenangan bagi
merupakan suatu tanda tanya besar baginya. apa lagi Coe
Li Yap sudah mengkhianati perkumpulan Liok Mao Pang,
seumpama mereka ibu dan anak berdiri dipihak Lam-kong
Pak. bukankah posisinya akan semakin runyam ? Setelah
berpikir bolak balik akhirnya ia mendengus dingin.
"Ayoh kita berlalu " serunya.
"Pergi?" jengek Lam-kong Pak sambil tertawa dingin.
"Suma Ing kau adalah binatang terkutuk yang lebih rendah
dari seekor anjing hina, buat apa manusia macam kau
diberikan hidup dalam kolong langit? kau hanya akan
mengotori jagad belaka"
Suma Ing berseru tertahan, cambuk lemas berkepala
naganya segera dicabut keluar. ia sadar ia seorang diri
masih bukan tandingan dari Lam-kong Pak, maka ketika
merasakan keadaan amat kritis ia lantas membentak keras:
"Saudara2 sekalian ayoh maju serentak "
kawanan jago dari perkumpulan Liok Mao Pang segera
maju serentak melakukan serangan besar2an. para jago dari
golongan Putih yang berdiri disebelah sini pun segera maju
menyambut datangnya serangan, pertarungan seru pun
berkobar dengan dahsatnya.
Dengan cambuk lemas nya suma Ing bergerak kesana
kemari melancarkan serangan dengan jurus ketujuh dari
ilmu payung sengkala.
Lam-kong Pak merasa amal benci terhadap pemuda ini,
terutama sekali ketika teringat akan alat siksa Kaki keledai
yang hendak ditujukan buat ibunya, ia benar2 membenci
hingga kepingin melumat hancur tubuhnya, telapak kiri
segera bergerak melancarkan sebuah serangan- sedangkan
tangan kanannya mencengkeram kearah gagang cambuk.
Serangan tersebut dengan cepat bersarang ditubuh lawan
membuat tubuh Suma ing tergetar keras dan mundur tiga
langkah kebelakang, namun ia bersikap keras
mempertahankan cambuknya.
"Suma Ing " teriak Lam-kong Pak keras. "Meskipun
kelima jari kirimu sudah dipatahkan semua, kau masih
belum juga sadar bahkan menggunakan telapakmu yang
buntung untuk melakukan kejahatan kembali. ini hari
terpaksa akan kukutungi seluruh lenganmu. . . ."
"Pak-jie. lepaskan dia. berilah kesempatan terakhir
baginya untuk merubah cara hidupnya " cegah Sun Han
Sian
Bicara sampai disitu, perempuan itu berpaling kearah
Suma Ing dan berseru kembali:
"Lain kali kalau sampai berjumpa dengan dirimu,
hati2lah bertindak. Nah. sekarang kau boleh pergi"
"Sun Han Siang, kau anggap aku takut kepadamu?"
teriak Suma Ing kalap.
Sisetan gantung hidup Gouw Kioe yang ada disisinya
buru2 menarik pemuda itu seraya berbisik:
"Suma Hu Hoat, tidak menguntungkan bagi kita untuk
melakukan pertarungan melawan mereka. ayoh cepat kita
pergi "
Dengan pandangan penuh kebencian Suma Ing melotot
sekejap kearah Lam-kong Pak serta ibunya, kemudian
mengikuti anak buahnya berlalu dari sana.
Sementara itu Coe Li Yap telah berhasil mencegah Coe
Hong Hong untuk mengumbar hawa amarahnya lebih jauh,
terdengar sinaga pengasingan berseru: "Lam kong Pak. kau
kemarilah "
"Ada perkataan utarakan saja dari apa perlunya aku
datang kesitu "
"Bagaimana keputusanmu tentang puteriku ini ?"
"Putraku tidak bakal sudi mengawini putrimu, lebih baik
matikan saja niatmu itu" teriak Sun Han Siang.
Ucapan ini sangat menyinggung perasaan Coe Hong
Hong, ia naik pitam dan segera menubruk kembali ke arah
Sun Han Siang.
"lbu. lebib baik kita berlalu untuk sementara waktu."
buru2 Coe Li Yap menarik tubuhnya. "Aku rasa ia tidak
akan meninggalkan diriku begitu saja "
Selesai berkata, merekapun segera berlalu dari sana.
Dalam pada itu si ciang-ooh berdarah Yu chen telah
datang menghampiri Lam-kong Pak, sianak muda itu segera
menggandeng tangannya dan memperkenalkan kepada diri
Sun Han Siang. katanya:
"lbu. dialah enci Yu kumaksudkan "
Tindakan ini menggirangkan hati sipemilik pegadaian
Bu-lim dan menjengkelkan dua orang lainnya, mereka
adalah Si Tiauw-san tangan beracun Liuw Hwie Yan serta
Pek-li Siang.
"Ayah. coba kau lihat perbuatannya" seru Pek-li siang
kepada Pek-li Gong sambil mencibirkan bibirnya.
"siang-jie. kita orang she Pek-li tak boleh menderita
kerugian, mari kita maju kesitu dan kita perhitungkan
dengan keparat Cilik itu "
"Ayah, tentang soal ini. . . . ."
"Hubunganmu dengan dirinya sudah sah dan terang2an,
semua umat Bu-lim telah mengetahui hubungan kalian,
apanya yang malu ? Ayoh kita kesana "
Pek-li Siang yang menyakslkan sikap mesra antara Lamkong
Pak dengan Yu chenpun dibuat panas hatinya karena
Cemburu, ia segera menghampiri sianak muda itu seraya
berseru:
"Lam-kong Pak kau. . .kau. . . ."
Lam-kong Pak sadar, ia sudah membuat Pek-li Siang
penasaran, ia malu terhadap gadis ini ketika terbayang
kembali bagaimana ia tinggalkan nona tersebut seorang diri.
buru2 serunya:
"Adik Siang siauw-heng telah berbuat salah kepadamu.
mari2 perkenalkan. dia adalah ibuku "
Dipihak lain dua bersaudara she Lluw mengerti bahwa
mereka tidak mungkin bisa perbaiki hubungannya dengan
Lam-kong Pak lagi, dengan hati sedih kedua orang itu
diam2 berlalu.
Setelah semuanya telah dibikin beres. Pek-li Gong lantas
berseru kepada siang Hong Tie: "Ayoh berangkat, kita
harus bikin jelas duduknya perkara yang menyangkut tiga
orang manusia tembaga itu"
Dalam pada itu dalam kalangan tinggal Lam-kong Pak.
Sun Han Siang. Yu chen, Pek-li siang, Hay Thian Siang cho
serta Loo Liang Jen-
Dua manusia jelek dari Hay Thian segera maju memberi
hormat kepada Sun Han Siang dan mohon diri, mereka
berlalu mengikuti Pek-li Gong serta Siang Hong Tie.
Tentu saja Sun Han siang mengabulkan permintaan
mereka. perempuan ini benar2 merasa kegirangan, tangan
kiri ia menggandeng si ciang-ooh berdarah Yu chen
ditangan kanan menggandeng Pek-li Siang, sebentar
memandang kekiri sebentar lagi memandang kekanan,
akhirnya sambil tertawa ujarnya:
"Pak-jie, sungguh tajam penglihatanmu. mama suka
dengan mereka berdua "
Ucapan ini melegakan hati kedua orang gadis itu, dengan
malu2 mereka tundukkan kepala dan berseru: "Bibi. . . ."
Sipadri Naga serta si Toosu Harimau yang bertindak
sebagai saksi hidup, pada saat itu sudah pergi entah
kemana. suasana diatas tebing pun jadi sunyi senyap.
"Ayoh kita segera berangkat." kata Sun Han siang
kemudian- "Didalam waktu singkat kita harus mencari balik
kedua orang manusia tembaga itu, entah dua diantara tiga
manusia tembaga yang munculkan diri tadi mana yang
ayahmu dan mana adalah gurumu ?"
"Menurut dugaanku, kemungkinan sekali dua orang
manusia tembaga yang muncul dahulu adalah ayah serta
suhu." sahut Lam-kong Pak. "Sedangkan si manusia
tembaga ketiga, kemungkinan besar adalah manusia sakti
yang memiliki payung Sengkala benda mustika dunia
persilatan itu "
Demikianlah mereka berlima segera menuruni tebing
Lok-Hun Poo, waktu itu kentongan ke tiga telah lewat.
"Agaknya Liok-Mao-Pang Pangcu kenal dengan sinaga
pengasingan Thay Pei Liong In. sebenarnya siapakah dia ?"
tanya Lam-kong Pak ditengah perjalanan-
"Tempo dulu, ketika aku masih berada dalam markas
besar perkumpulan Liok Mao Pang pernah menyakslkan
sendiri wajah sebenarnya, ia ganteng dan mempunyai
wajah yang sempurna "
"Tidak lama kemudian persoalan ini bakal tersingkap
sendiri" jawab Sun Han Siang.
"Yang kukuatirkan justru adalah keselamatan ayahmu.
kalau simanusia tembaga yang berhasil dihidupkan kembali
oleh ilmu Tong-bin Hun Goan Thay hoat" dari ketua
perkumpulan Liok Mao Pang kemudian berhasil melarikan
diri itu adalah dia. maka kejadian ini menggembirakan
sekali."
"Aku rasa si manusia tembaga itulah ayah "
"Dewasa ini, diantara para tokoh sakti yang berada
dalam dunia persilatan, kepandaian ketua perkumpulan
Bulu Hijaulah paling lihay. ditinjau dari keadaan yang
terbentang saat ini, rasanya cuma simanusia yang memiliki
senjata mustika Payung Sengkala itu saja yang dapat
melangsungkan pertarungan melawan dirinya "
"lbu. cepat lihat" tiba2 Lam-kong Pak teriak sambil
menuding kearah sebuah pagoda kecil yang berada puluhan
tombak dihadapan mereka.
Sun Han Siang segera alihkan sinar matanya kearah
mana, tampaklah kurang lebih belasan tombak dihadapan
mereka bertumpuk-tumpuk mayat2 manusia yang dibentuk
jadi sebuah pagoda, tingginya mencapai tiga tombak lebih,
keadaan mayat tersebut telah hancur dan mengerikan
sekali, darah segar menggenangi permukaan tanah.
Mayat2 itu disusun dengan sangat teratur, pada mayat
yang berada dipaling atas tergantunglah sebuah Pagoda
Mayat.
Menyakslkan betapa ngerinya mayat2 tersebut, Yu chen
serta Pek Li Siang segera melengos, sedangkan Loo Liang
Jen, Lam-kong Pak serta Sun Han Siang menghampiri
pagoda mayat itu, ketika mayat itu diperiksa satu persatu,
ternyata tak seorang mayat pun yang mereka kenal.
"Entah hasil karya gembong iblis dari mana?
perbuatannya benar2 keji dan biadab. apa artinya
menjadikan pagoda mayat ditempat itu?" kata Lam-kong
Pak.
"Hmmm Permainan ini tidak lebih hanya satu
permainan membunuh ayam menakuti monyet, aku rasa
kemungkinan besar hasil perbuatan dari Liok-mao Pang
Pangcu, pokoknya selama dipihak perkumpulan itu masih
bercokol manusia2 seperti Suma ing serta si daging lima
warna binatang2 pembuat kejahatan, maka perbuatan
seperti apapun pasti akan dilakukan oleh sang ketua dari
perkumpulan Bulu Hijau "
Tiba2 Lam Kong Pak teringat akan sesuatu, serunya:
"lbu. tempo dulu sewaktu kau terkurung dalam markas
besar Liok-Mao Pang, pangcu mereka pernah memaksa kau
untuk memenuhi permintaannya. sebenarnya apa tujuan
orang itu?"
"Dipandang dari luaran ia paksa aku untuk menyerah
kepada perkumpulan Liok-Mao Pang, bahkan mengatakan
pula bahwa ia hendak menurunkan daging lima warna
sebagai Hu-hoat dan serahkan jabatan wakil ketua tersebut
kepadaku, padahal akupun mengerti gembong iblis tersebut
sebenarnya bukan lain adalah tujuan sipemabok tidak
berada di arak "
Dari ucapan itu Lam-kong Pak segera mengerti apa yang
dimaksudkan Sun Han siang iapun lalu mendengus,
Mendadak. ... .
Sreeet Sreeet. . . .criiing criiiig. ... dari balik pagoda
mayat berdesir keluar puluhan desiran tajam yang langsung
mengancam tempat2 bahaya ditubuh Lam-kong Pak. Han
Siang serta Loo Liang Jen. "cepat mundur " seru Sun Han
Siang.
Berbareng waktunya dengan Lam-kong Pak ia
melancarkan sebuah serangan kearah depan.
"Braaaak. . .Braaaaak. . ." darah muncrat keempat
penjuru, pagoda mayat hancur berantakan, dari balik
pagoda tadi meluncurlah keluar sesosok bayangan manusia
langsung melarikan diri dari tempat itu.
"Aaaaaah. dia adalah siJago Arak dari Lam-hay, It Boen
Kao adanya " Seru Sun Han Siang kaget.
Empat orang muda itu sama2 tertegun. mereka pun
dapat menyaksikan seseorang dengan menggembol cupu2
pada punggungnya sedang melarikan dari situ. "cepat kejar
" seru Lam-kong Pak.
"Tak usah dikejar lagi " Sun Han Siang segera mencegah.
"Dari perbuatan ini bisa diketahui bahwa pagoda mayat
adalah termasuk siasat keji dari pihak perkumpulan Liok
Mao pang yang khusus ditujukan kepada pihak kita, kalau
kurang ber-hati2 niscaya kita bakal tertipu "
"Bukankah senjata rahasia yang mereka gunakan adalah
senjata rahasia dari Salju Bulan keenam Tong Hwie ?"
"Tidak salah, senjata rahasia ini memang miliknya, tetapi
aku yakin Tong Hwie tidak akan menggabungkan diri
dengan pihak perkumpulan Liok Mao Pang."
"Anakku, tentu kau masih ingat bukan ketika berada
dipuncak Beng Gwat Heng di gunung Thay San, dimana
kita saling memperebutkan kitab pusaka Payung Sengkala
?"
"Waktu itu sipemilik pegadaian Bu-limpun melakukan
bokongan dengan menggunakan senjata rahasia dari Salju
bulan keenam Tong Hwie untuk memancing pertarungan
saling bunuh membunuh antara pelbagai golongan?"
"Aku masih ingat, pada waktu itu Tong Hwee sama
sekali tidak mengaku kalau senjata rahasia tersebut ia yang
lancarkan "
"Masih ada lagi senjata garpu Bu Bo Li Hun cha yang
membokong Cioe ci Kang suami istri ? semua senjata
rahasia itu adalah hasil curian dari Suma Ing untuk bikin
gara2 dari tengah "
"oooouw kiranya siasat satu batu dapat dua barang,
pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang benar2 termasuk
manusia paling jahat dikolong langit pada dewasa ini "
"Nah. itulah dia. maka kita harus ber-hati2"
Selama satu hari satu malam kelima orang itu berputar
kesana kemari diatas gunung Hut-louw-san. namun
bayangan dari ketiga orang manusia tembaga itu tidak
nampak juga . Akhirnya Sun Han Siang berkata:
"Lebih baik kita memisahkan diri jadi dua rombongan
dan melakukan pencarian selama lima hari disekitar kota
Lok-Yang, Lima hari kemudian kita saling bertemu kembali
diloteng cuang Yen Loo yang ada dikota tersebut nah
sekarang berangkat menunaikan tugasnya masing2. selamat
tinggal sampai jumpa lagi dalam waktu dan tempat yang
sudah ditentukan "
Merekapun lantas berpisah, Yu chen serta Pek-li siang
berlalu mengikuti Sun Han Siang, sedangkan Loo Liang Jen
mengikuti Lam-kong Pak berlalu dengan ambil arah
berlawanan.
Pencarian terhadap ketiga orang manusia tembaga itu
pun segera dilangsungkan.
Lima Hari lewat dengan Cepatnya, pencarian yang
dilakukan Lam-kong Pak beserta Loo Liang Jen menemui
kegagalan total, mereka segera berangkat ke kota Lok Yang
dan mendatangi loteng cuang Yen Loo.
Waktu itu siang hari belum tiba, tetamu yang bersantap
dalam rumah makan itupun tidak banyak. mereka berdua
segera mencari tempat duduk dekat jendela. mula2 Loo
Liang Jen menghabiskan dulu seratus biji bak-pao setelah
itu mereka berdua baru menanti sambil minum arak.
Serentetan suara langkah kaki berkumandang datang,
djsusul munculnya dua orang dari balik loteng, mereka
adalah Thay Pek Liong In sinaga pengasingan serta Coe Li
Yap
Lam-kong Pak melirik sekejap kearah mereka berdua.
kemudian buru2 melengos dan membisikpada Loo Liang
Jen agar iapun jangan berpaling.
Namun Coe Li Yap telah menyaksikan kesemuanya itu,
menjumpai mereka berdua pura-pura berlagak pilon hatinya
jadi mangkel berCampur mendongkol. dalam pada itu
seorang pelayan telah menghampiri mereka sambil
bertanya: "Tolong tanya kalian hendak pesan sayur serta
arak apa?"
"Arak wangi apa saja yang kalian sediakan ?"
"Rumah makan kami termasuk rumah makan nomor
satu diseluruh kota Lok Yang, arak dari segala penjuru
dunia tersedia pada rumah makan kami. Eh mm "
Dari sakunya ia ambil keluar lima buah botol kecil.
setiap botol berisikan pelbagai arak wangi yang berbeda
warnanya, ada yang merah, ada yang berwarna hijau, ada
yang kuning dan ada yang putih, ujarnya:
"Ini adalah arak Mao Tay, ini arak Hoa Tiauw, ini
adalah arak Hun Cioe, ini adalah arak Li ouw Hong, ini
adalah arak Pekkan dari Shoa-tang. ini adalah. . . ."
"Sediakan dua kati arak mao Thay. . . .serta empat
macam sayur " tukas Coe Hong Hong segera.
Tidak lama kemudian pelayan itu sudah balik sambil
membawa dua kati arak Mao Thay, serunya:
"Silahkan kalian berdua minum arak lebih dahulu, sayur
akan segera dihidangkan"
Coe Hong Hong memenuhi Cawannya dan sekali teguk
menghabiskan isinya, sedangkan Coe Li Yap tidak biasa
minum arak. sulit baginya untuk mencicipi arak tersebut.
"Nona sekalipun tidak biasa minum arak. cicipi
sedikitpun tiada salahnya" kata pelayan itu.
"Arak ini adalah arak terkenal diseluruh kolong langit,
hanya rumah makan kami saja yang tersedia"
"Yap-jie, cicipilah sedikit. aku rasa tidak akan terlalu
mempengaruhi dirimu." ujar Coe Hong Hong pula sambil
angkat cawan araknya.
Coe Li Yap tidak biasa minum arak. berada dalam
keadan murung ia ingin lenyapkan rasa kesal tersebut
dengan pengaruh arak. sambil pejamkan matanya ia segera
teguk habis isi cawan tersebut.
Pelayan itupun sambil tertawa segera turun dari atas
loteng.
"Sauw-ya aduuuh. . . .kepalaku terasa rada pusing " tiba2
Loo Liang Jen mengeluh. Lam-kong Pak mengira ia sudah
terlalu banyak minum, segera ujarnya: "Sudahlah jangan
minum lagi, daya kerja arak Pekkan Cioe memang terlalu
besar "
"Aaaah tidak mungkin, aku Loo tua bukan saja punya
takaran yang hebat dalam bersantap. takaran minum
arakpun hebat sekali, kendati menghabiskan juga lima kati
arak Pekkan Cioe pun tidak akan gemilang, tetapi
keadaanpada ini hari rada a. . .aneh. . .”
Begitu selesai kata2 itu. ia lantas jatuhkan diri diatas
meja dan tak berkutik lagi.
Menyaksikan kejadian itu Lam-kong Pak tertegun. pada
saat itulah Coe Li Yap pun mengeluh sambil pegang kepala
sendiri:
"lbu aku sudah mabok. . .aduuuuh. . . .kepalaku. .
.kepalaku pusing sekali. . . ." Bicara sampai disitu iapun
jatuh tak berkutik diatas meja.
Coe Hong Hong segera sadar, ada sesuatu yang tidak
beres menimpa mereka, ia mendengus dingin.
"Bajingan keparat, kau pun berani main gila diatas
kepalaku. . . . ."
Badannya mulai gontai dan tidak tahan, hawa murninya
akan dikerahkan untuk memaksa daya Kerja arak tersebut
memancar keluar dari tubuh namun terlambat iapun roboh
tak berkutik diatas meja.
Sekarang Lam-kong Pak baru paham, dalam arak
tersebut pastilah sudah dicampuri dengan obat pemabok.
Sementara ia sendiri sama sekali tidak keracunan sebab
beruntun ia sudah menemui kejadian aneh terutama sekali
cairan dalam nyali naga bertanduk tunggaL merupakan
cairan penawar racun yang paling mustajab. Iapun jatuh
tidak sadarkan diri.
Dari mulut loteng segera muncul kembali pelayan tua
itu. sambil tertawa seram ia berseru:
"Loohu sijago arak dari Lam-hay menguasai seluruh
jenis arak yang ada dikolong langit. Hmmm- Hmmm. .
.meskipun kalian lebih lihaypun, jangan harap bisa lolos
dari cengkeraman loohu "
Beruntun ia bertepuk tangan tiga kali, dari balik loteng
segera muncul kembali seseorang ketika Lam-kong Pak
melirik kearah orang itu maka ia segera kenali orang itu
sabagai Suma Ing.
Tampak sianak muda itu berjalan mendekati Coe Hong
Hong, serunya: "Yang tua dijagal saja sedang yang muda
tinggalkan ditempat pun hu-hoat masih membutuhkan
kehangatan badannya "
"Hu-hoat, sungguh tajam penglihatanmu, nona Cilik ini
memang termasuk gadis Cantik dikolong langit dewasa ini,"
seru Lam-Hay Cioe-Khek.
Suma Ing membentak keras. ia berjalan mendekati Lamkong
Pak lalu sambil tertawa seram ujarnya:
"Dia adalah satu musuh besarku yang paling kubenci, It
Boen Kao coba kau ceritakan sebuah akal buatpun Hu-hoat,
dengan cara apakah kita siksa bajingan ini sehingga benar2
menderita?"
Sijago arak dari Lam-hay perlihatkan beberapa kali
perubahan mimik yang jelek, setelah berpikir sebentar,
jawabnya^
"Terhadap seorang lelaki yang romantis, menyiksa
badannya tidak termasuk suatu penyiksaan yang hebat, aku
rasa apabila kita bisa menyiksa batinnya, itulah baru suatu
cara penyiksaan yang luar biasa "
"Apakah dikolong langit terdapat cara menyiksa yang
sama sekali tidak melukai badannya ?"
"Tidak salah, kadang kala orang2 Bu-lim memandang
suatu kematian seperti pulang kerumah, tetapi terhadap
'cinta' sulit untuk menghindarinya, seperti Lam-kong Pak
seorang pemuda yang sangat nomantis, baginya siksaan
yang paling hebat adalah bilamana kita tangkap beberapa
orang gadis kekasihnya kemudian diperkosa dihadapan
mukanya "
"Aaaah. . . It Boen Kao, Caramu ini luar biasa sekali."
puji Suma Ing sambil menepuk pundaknya. "Aku bisa
usahakan kata2 yang manis dihadapan pangcu nanti agar
kau dapat diberi kedudukan sebagai seorang Thancu "
It Boen Kao tertawa seram.
"Semua penghuni dari rumah makan ini, telah loohu
robohkan semua, sekarang beberapa orang yang membuat
sayur didapur bukan lain adalah para petugas dapur dari
perkumpulan kita, nanti apabila Sun Han Siang telah tiba,
kita robohkan mereka dengan cara yang sama. kau
mendapatkan yang muda sedang aku minta yang tua "
Mendengar ucapan itu Seluruh tubuh Lam-kong Pak
tergetar keras. segera pikirnya:
"Bajingan tua ini benar2 ada maksud mengincar ibuku,
yang paling menjengkelkan lagi adalah Suma ing. bukannya
menegur malah memuji. . .mereka adalah manusia2
terkutuk "
"Berapa lama daya tahan obat pemabokmu itu?"
terdengar Suma Ing bertanya kembali.
"Paling sedikit dua jam "
"Baiklah. mari kita gusur mereka kebawah loteng "
Sementara It Boen Kao hendak turun tangan, tiba2
didepan loteng sudah bertambah dengan tiga orang. mereka
bukan lain adalah Sun Han Siang, Yu chen serta Pek-li
siang.
Melihat kehadiran ketiga orang itu, dengan hati
terperanjat kedua orang bajingan itu sama2 mundur
selangkah kebelakang, tetapi dengan cepat Suma Ing telah
tertawa seram.
"Hmmmm. . . kalau cuma kalian bertiga pun sauw-ya
tidak akan pikirkan dalam hati. lagipula. . . ."
Ia melayang kesisi Lam-kong Pak. telapaknya segera
ditempelkan diatas jalan da rah Leng Thay Hiat. ancamnya:
"Sun Han Siang. kau lebih beratkan putramu atau
menantumu ?"
Pada saat itu sijago arak dari Lam Hay pun telah
berkelebat kesamping Thay Pei Liong In dan menempelkan
telapak tangannya diatas jalan darah Leng Thay-hiat
ditubuh mereka berdua.
Sun Han Siang terperanjat, ia tahu Suma ing sudah
kehilangan peri kemanusiaannya, kemungkinan besar ia
benar2 membinasakan diri Lam-kong Pak.
"Anjing bajingan kau hendak berbuat apa?" bentak si
ciang-ooh berdarah Yu chen-
"Tiga orang menantu diganti dengan seorang putra, kau
mau tidak?" jengek Suma Ing sambil tertawa seram. Pek-li
siang tertawa dingin.
"Bagaimana cara pertukaran ini?"
"Kalian bertiga ikuti aku pergi dari sini, maka kuampuni
selembar jiwanya"
"Bisa dipercayakah ucapanmu itu ?" herdik ciang-ooh
berdarah.
"Mau percaya atau tidak silahkan dicoba sendiri "
"Baiklah. asalkan kausuka melepaskan Lam-kong Pak
maka aku akan pergi mengikuti dirimu " akhirnya Yu chen
memberikan persetujuannya.
"chen-jie. tunggu sebentar." sela Sun Han siang dengan
suara berat, "Perkataan dari binatang ini tak bisa dipercaya
"
"Aku tidak ada waktu untuk adu lidah dengan kalian,
mau atau tidak ayoh cepat diputuskan " hardik Suma Ing.
Saking gusarnya seluruh tubuh Sun Han Siang gemetar
keras, ia cuma punya seorang putra yang dipandangnya
lebih berharga daripada nyawa sendiri, sedangkan terhadap
dua orang calon menantunya pun ia merasa amat senang
terus terang saja ia merasa tidak tega membiarkan mereka
pergi mengikuti Suna Ing.
"Pek bo, inilah takdir" kata pek-li siang dengan suara
sedih. "Asal ia mau melepaskan engkoh Pak, sekalipun mati
Siang-jle juga rela "
"Heeee. . .heeee. . . heeee. . .sang menantu sudah
sanggup, bagaimana dengan kau ?" jengek Suma Ing
kembali sambil tertawa seram.
"Aku si tua tak dapat mengorbankan kalian dengan sia2
hanya karena persoalan putra ku" kata Sun Han Siang
dengan suara berat. "Suma Ing, apakah kau tidak punya
perikemanusiaan barang sedikitpun juga ? biarpun kau tidak
memandang diatas wajah Pak-jie, seharusnya kau ingat
bagaimana aku situa memelihara dirimu dari kecil hingga
menginjak jadi dewasa, sekalipun kau membenci diriku
tidak seharusnya melupakan ayahmu sendiri."
"Tutup mulut, tak usah mengucapkan kata- kata yang
tidak berharga itu lagi "
Saking gusarnya seluruh tubuh Sun Han siang gemetar
keras, wajahnya berubah pucat pias bagaikan mayat. dua
titik air mata tanpa terasa mengucur keluar membasahi
pipinya.
"Anjing keparat, kalau kau sudah tiada peri
kemanusiaan. ayoh cepatlah turun tangan" teriaknya.
"Hmmm. . .kau yang bicara sendiri, lain kali jangan
salahkan diriku. aku akan segera turun tangan"
"Tunggu sebentar " seru Pek-li Siang serta Yu chen
hampir berbareng. mereka sama2 maju kedepan.
"Suma Ing, kami berdua akan berangkat mengikuti
dirimu, nah. cepatlah lepaskan dia "
Tiba2 dari balik loteng berkumandang suara langkah
orang yang amat berat, begitu berat langkah kaki orang itu
hingga menggetarkan seluruh ruangan loteng tersebut.
Ketika semua orang berpaling, seruan kaget segera
berkumandang saling susul menyusul.
Pada saat ini untung masih siang, seandainya terjadi
pada malam hari maka semua orang tentu mengira tamu
yang hadir barusan adalah setan.
Orang itu memakai jubah longgar berwarna hijau yang
menutupi dari atas hingga kebawah, bahkan sepasang
kakipun tertutup rapat, kepalanya dibungkus dengan kain
hitam dan cuma kelihatan sepasang matanya belaka yang
memancarkan sinar tajam
Kedua ujung bajunya panjang hampir mencapai
permukaan tanah, ketika tiba diatas loteng ia segera
berhenti dan menegur dengan suara serak:
"Suma Ing, malaikat elmaut sudah menggapai
kearahmu, tahukah kau bahwa saat ini jiwamu sudah
berada ditangan Lam-kong Pak? Loohu nasehati dirimu.
sekarang bertobat dan melepaskan kejahatan kembali
kejalan yang benar belum terlambat bagimu "
"Siapa kau ?" hardik Suma Ing.
"Loohu adalah Malaikat elmaut yang sengaja datang
untuk menangkap dirimu "
Pada saat ini keadaan Suma Ing sudah amat lemah sekali
meski diluaran ia masih main gertak. kembali ia tertawa
dingin,
"Sekalipun Siauw-ya harus matipun berharga, akan
kutangkap dirinya sebagai penggiring dalam perjalananku
nanti " ancamnya.
Simalaikat elmaut tersenyum dingin. "Lam-kong Pak.
belum juga kau turun tangan menangkap dirinya. ..."
Belum habis ia berkata, laksana sambaran kilat Lamkong
Pak telah turun tangan mencengkeram urat nadi Suma
Ing.
Perubahan yang terjadi secara mendadak ini membuat
Sun Han Siang sekalian jadi berdiri menjublek. saking
girangnya yang keliwat batas mereka sampai tak dapat
mengucapkan sepatah katapun.
"Lam-kong Pak. loohu berharap agar kau suka memberi
satu kali kesempatan lagi kepadanya untuk merubah
tingkah lakunya yang jelek" kata si malaikat elmaut.
"Maksud tujuan cianpwee memang mulia sayang moral
bajingan ini sudah terlalu bejat. kita tak bisa melepaskan
dirinya lagi "
"Tentu saja kita tak dapat melepaskan dirinya besitu saja.
loohu tentu saja punya cara untuk menguasai gerakannya "
Sementara itu sepasang biji mata sijago arak dari Lamhay
berputar kesana kemari mencari kesempatan untuk
melarikan diri.
Melihat tingkah lakunya Malaikat Elmaut segera berseru:
"It Boen Kao. selama ini kau bergerak dengan memakai
merek kalangan lurus, siapa sangka perbuatanmu benar2
mengerikan dan tidak kenal peri kemanusiaan. loohu akan
sekalian membereskan dirimu "
It Boen Kao sadar tak mungkin baginya bisa lolos dari
tempat itu dalam keadaan selamat, ia lalu mengancam:
"Kalau kau tidak suka melepaskan diriku Coe Hong
Hong serta putrinya pun akan kubunuh mati "
"oooouw silahkan, silahkan- kebetulan sekali kalau
memang ingin kau bunuh mereka berdua, dari pada nanti
aku harus kerepotan sendiri. memangnya mereka ada
permusuhan dengan diriku " sahut simalaikat elmaut tenang
saja. Air muka It Boen Kao kontan berubah hebat.
Si Malaikat elmaut bergerak kilat, ujung bajunya di kebas
kedepan, tubuh sijago arak dari Lam-hay ini seketika roboh
keatas tanah, urat nadinya tahu2 sudah kena dicengkeram.
Betapa dahsyatnya ilmu silat yang dimiliki orang ini.
membuat semua orang jadi terkesiap. siapapun tidak tahu
siapakah sebenarnya si Malaikat Elmaut ini ?
"Lam-kong Pak, bawa kemari sikeparat cilik itu "
perintah sang malaikat elmaut.
"Seandainya cianpwee hendak melepaskan dirinya, maka
Boanpwee tidak dapat memenuhi harapan tersebut"
"Kau salah besar, terhadap manusia keji macam ini
terlalu enak kalau diberi kematian yang utuh, pun-Sin
punya suatu cara yang bagus sekali, agar ia merasakan
siksaan batin dalam kolong langit ini, agar ia bisa bertobat
dan melepaskan jalan kejahatan kembali kejalan yang benar
"
"Pak-jie " ujar Sun Han Siang. "Kalau memang tokoh
lihay ini ada cara untuk menundukkan bajingan itu, turuti
saja permintaannya "
Lam-kong Pak segera menarik Suma Ing untuk digusur
kehadapan si Malaikat El maut.
Dari dalam sakunya simalaikat elmaut segera ambil
keluar dua buah borgol yang memancarkan cahaya
keemasan, lalu salah satu diantaranya dijepitkan kearah
tulang Pie Pa Kut diatas tubuh Lam-hay Cioe Khek.
Diikuti borgol kedua dijepitkan pula ke arah tulang Pie
Pa Kut dari Suma ing.
Borgol tersebut bentuknya lebih kasar daripada borgol
biasa, entah dibuat dari apa. diantara dua borgol tersebut
disambung oleh sebuah rantai yang panjangnya dua depa
dan memancarkan cahaya keemasan-
"Hanya mengandalkan kedua borgol tersebut serta seutas
rantai apakah bisa menundukkan perbuatan mereka?" tanya
Lam-kong Pak kurang percaya.
"Tidak salah, borgol serta rantai ini dibuat dari lima
macam sari emas yang dicampur dengan batu Kiem Kong
sak, sekali pun memakai golok mustika ataupun pedang
mustika juga tidak akan mampu mematahkannya. apa
lagipun-sin sudah menyumbat jalan darah cian-cing-hiat
mereka, asalkan sedikit menggunakan tenaga maka mereka
akan merasakan kesakitan yang luar biasa, aku rasa mereka
tidak akan berani berbuat jahat lagi."
Lam-kong Pak serta Sun Han Siang merasa kurang
leluasa untuk menyatakan tidak setuju, merekapun lantas
membungkam.
Dalam pada itu si Malaikat elmaut telah menepuk kedua
orang bajingan itu seraya berseru: "Ayoh enyah dari sini
kesempatan ini merupakan kesempatan terakhir buat kalian
untuk bertobat "
Kedua orang itu dengan keadaan mengenaskan segera
lari turun dari atas loteng dan melarikan diri.
Sepeninggalnya kedua orang itu. si Malaikat elmaut
berjalan menghampiri Coe Hong Hong dan putrinya, dalam
dua kali tabokan ia telah menyadarkan kedua orang itu.
"Mengenang mutiara air mata bercucuran hati gemas
mengapa tak berjumpa sebelum menikah, jodoh yang
terkutuk ini telah berakhir, janganlah mencari kekesalan
buat diri sendiri. ..." seru malaikat elmaut.
Selesai berkata ia enjot badan melayang keluar dari
jendela dan lenyap dari pandangan.
Sun Han Siang serta Coe Hong Hong sama2 berseru
kaget: "Aaaaah. . . .simanusia tembaga "
Untuk mengejar tidak sempat lagi. terpaksa mereka
berdiri mendelong sambil bertukar pandangan sekejap.
Tiba2 Coe Hong Hong mendengus. "Perempuan rendah,
tentu kaulah yang bikin permainan busuk dalam arakku ini
?^
"Salah " sela Lam-kong Pak dengan suara berat. "orang
yang mencampuri arak kalian dengan obat pemabok adalah
Suma Ing serta sijago arak dari Lam-hay It Boen Kao.
pelayan yang melayani kalian tadi bukan lain adalah hasil
penyaruan dari It Boen Kao."
Coe Hong Kong tetap tak mau percaya, terpaksa si ciangooh
berdarah menceritakan duduknya perkara.
Terdengar Sun Han Siang berkata: "Seandainya bukan
Pak-jie yang berhasil menangkap Suma Ing, Hmmm kalian
berdua sudah. . . ."
"Hmmm aku si tua sudi menerima kebaikan
putramu,tidak akan rela menerima kebaikan dari kau
siperempuan rendah " teriak Coe Hong Hong.
"lbu sudah jangan bertengkar." seru Coe Li Yap dengan
suara keras. "Putrimu yang tergencet ditengah jadi serba
salah "
"Bagaimana baru tidak menyulitkan dirimu ?"
Coe Li Yap tidak menjawab, ia melirik sekejap kearah
Lam-kong Pak sedangkan sianak muda itupun melirik
sekejap kearahnya.
"Adik Pak" bisik si ciang ooh berdarah, "Sana hampiri
dirinya dan hibur hatinya yang sedang sedih "
"Pak-jie" kembali Sun Han Siang menimbrung. "Kalau
kau merasa kurang banyak aku pun tidak bisa menghalangi
maksudmu "
Ucapan ini sangat menyinggung perasaan Coe Hong
Hong, ia lantas berteriak keras:
"Putriku sudah mengikat janji lebih dahulu dengan
dirinya, banyakpun tidak bisa jadi lagi pula putriku yang
pertama2 mengikat hubungan lebih dahulu dengan dirinya"
Ucapan ini begitu diutarakan, Coe Li Yap jadi jengah.
dengan wajah merah padam ia jatuhkan diri kedalam
pelukan ibunya.
"Aaaaah. . .ibu. . ." serunya lirih.
"Nona Coe yang terhormat" seru Lam-kong Pak
kemudian. "Seandainya kau pandang diriku, nah. silahkan
datang kemari”
Air muka Coe Li Yap berubah hebat. suatu penghinaan
hawa gusar segera meluap memenuhi benak gadis itu.
"Sungguh besar ucapanmu. kau anggap dikolong langit
cuma ada kau seorang lelaki saja ?" teriaknya.
"Mula2 bukankah kau sendiri yang menyatakan hendak
memutuskan hubungan ini, bahkan begitu tegas sewaktu
kau ucapkan kata2 tersebut."
"Hmmm. Cayhe bertindak tidak lebih hanya karena ingin
melindungi nama baikmu belaka."
"Adik Pak. mana boleh kau ucapkan perkataan semacam
itu ?" tegur Yu chen.
"Hmmm. sepasang biji mata orang lain tumbuh diatas
batok kepala, apakah kau suruh aku Lam-kong Pak
merengek2 dan merendahkan diri?"
Coe Hong Hong yang selama ini membungkam. saat ini
pun tak dapat menahan hawa gusarnya. ia berseru: "Kalian
ibu dan anak bukan manusia, sekalipun selama hidup
puteriku tidak kawinpun tidak akan kujodohkan dengan
keparat cilik itu "
Habis berkata ia tarik tangan Coe Li Yap dan diajak
berlalu dari ruangan itu.
"Adik Pak. bukankah aku menegur dirimu. tidak
sepantasnya kau ucapkan kata2 sekasar dan seketus itu
terhadap seorang gadis " tegur Yu chen kembali.
Lam-kong Pak tidak menjawab, ia bungkam seribu
bahasa.
Suasana jadi hening dan sunyi senyap. . . .
Akhirnya Sun Han Siang buka suara lebih dahulu
memecahkan kesunyian tersebut. katanya:
"orang yang menamakan diri si Malaikat Elmaut tadi
bukan lain adalah salah satu di antara tiga manusia
tembaga, entah siapakah dia ?"
"Tidak salah" Lam-kong Pak membenarkan, "Sewaktu
berjalan tadi ia perdengarkan suara ketukan yang nyaring,
sayang pada waktu itu aku tidak ambil perhatian "
"Kalau ditinjau dari beberapa baris perkataannya yang
ditujukan kepada Coe Hong Hong, kemungkinan besar dia
adalah ayahmu. . . ."
Lam-kong Pak terkesiap.
"Apakah ayahku benar2 pernah terjadi suatu affair
dengan dia. . . ."
"Aaaaai. . . .dari beberapa bait sair yang ia ucapkan,
seharusnya kau paham sendiri bukan?"
Padahal sejak semula Lam-kong Pak telah menduga.
antara ayahnya serta si Naga Pengasingan tentu pernah
terjadi hubungan Cinta yang tidak semestinya, hanya ia tak
tahu perselisihan apakah yang telah terikat antara dia
dengan ibunya ?
"Sekarang Liok Mao Pang pangcupun tidak mau
lepaskan ketiga orang manusia tembaga tersebut, kita harus
segera menemukannya kembali" akhirnya sianak muda itu
berkata.
"Kecuali menemukan ketiga orang itu, kitapun harus
berusaha untuk mendapatkan senjata Payung Sengkala
tersebut, seandainya kau bisa miliki senjata mustika tersebut
maka tidak sulit bagimu untuk menyapu kawanan iblis dan
meratakan perkumpulan Liok Mao Pang dari muka bumi "
Sun Han Siang merandek sejenak. kemudian
sambungnya: "Ayoh berangkat, kita berpisah kembali jadi
dua rombongan, aku akan membawa Siang-jle seorang,
sedang kalian bertiga jadi satu rombongan, tiga hari
kemudian kita berjumpa muka diatas jembatan Lok Yang
pada kentongan ketiga "
selesai berkata ia lantas berlalu bersama Pek-li Siang.
Sepeninggalnya nyonya itu, terdengar Loo Liang Jen
mengeluh kembali "Aduuuh. . .payah, aku belum makan
kenyang."
"Tinggalkan uang diatas meja dibawa sana tersedia
banyak makanan, kau pergilah sendiri " kata Yu chen-
"sekalian bebaskan jalan darah pemilik rumah makan serta
pelayan-pelayannya dari pengaruh totokan "
Lam-kong Pak serta Yu chen menanti ditempat luar,
tidak lama kemudian Loo Liang Jen telah muncul sambil
membawa sebuah kantongan besar, demikianlah sambil
bersantap mereka bertiga melanjutkan perjalanannya
menuju kegunung Bong-san.
Rembulan muncul lambat2 diufuk timur, saat itu
kentongan ketiga sudah lewat, Lam-kong Pak melanjutkan
perjalanan sambil bergandengan tangan dengan Yu chen,
hubungan mereka tampak mesra sekali.
Cinta memang datangnya cepat dan sukar dibendung,
mereka berdua akhirnya duduk diatas tanah sambil
memadu cinta, sedangkan Loo Liang Jen pun mengerti
keadaan, ia menjauhi sepasang muda mudi itu dan duduk
menanti sambil makan daging ayam panggangnya yang
dibawa.
"Adik Pak. aku merasa sangat bahagia." bisik Yu chen
sambil bersandar dalam pelukan Lam-kong Pak. "Se-akan2
aku sedang berbaring ditengah mega. . .aku. .aku. . .merasa
amat gembira. . . ."
"Akupun demikian juga , enci chen, kau pastilah seorang
istri yang baik. seorang istri yang setia"
"Mungkin enci terlalu cinta kepadamu. maka sewaktu
bertemu untuk pertama kalinya dalam benteng Hwee Him
Poo, pada waktu itu juga enci tidak memikirkan kepada
siapapun, aku rela menempuh bahaya maut dan melakukan
perbuatan yang mengkhianati perkumpulan Liok Mao
Pang."
"Enci chen kau masih ingat ketika waktu itu aku
menaruh salah paham kepadamu?? sebenarnya apa yang
telah terjadi ?"
"Sebenarnya persoalan ini ingin kuterangkan kepadamu
sejak semula" Bisik Yu chen. "Hanya sayang selama ini tak
ada kesempatan- kesemuanya ini tidak lain adalah
permainan busuk dari Siauw-Hong pelayan dari Liuw Hwie
Yan- sebelum kejadian itu Liuw Hwie Yan sendiri sama
sekali tidak tahu "
"Eeeei. . .mengapa siauw-hong berbuat demikian ?"
"Tidak lain ia ingin menjodohkan slocianya dengan
dirimu masih ingatkah sewaktu kau hendak naik ketempat
tidur malam itu? bukankan Siauw Hong memberi secawan
air teh kepadamu dan memaksa kau untuk minum air
tersebut sampai habis ? nah. penyakitnya justru terletak
pada air teh yang kau minum itu "
"Tidak salah aku masih ingat sebenarnya waktu itu aku
tidak ingin minum, tetapi siauw-Hong bilang setelah banyak
makan2an yang berlemak lebih baik minum air teh tersebut
siapa sangka kepalaku jadi pening tujuh keliling. sungguh
mati ketika itu aku sama sekali tidak menyangka kalau
kejadian ini adalah hasil permainan setan dirinya "
"Setelah kau jatuh tidak sadarkan diri, maka dayang itu
menggendong dirimu dan dibawa masuk kedalam kamar
Liuw Hwie Yan-" Ujar Yu chen lebih lanjut.
"Waktu itu Liuw Hwie Yen sendiripun merasa amat
kaget, bahkan menegur Siauw Hong mengapa berbuat
demikian? setelah Siauw-Hong menerangkan bahwa ia ada
maksud menjodohkan mereka berdua lantas tutup pintu dan
berlalu."
"Lalu. . .lalu apa yang ia lakukan?" tanya Lam-kong Pak
tergagap. wajahnya berubah merah jengah.
"Berdiri pada pihak perempuan, aku merasa simpatik
perempuan- aku merasa simpatik terhadap dirinya. sebab
aku tahu betapa cintanya gadis itu kepadamu. setelah
berpikir dan ragu2 setengah harian lamanya. akhirnya ia
ambil keputussn."
"Apa keputusannya ?"
"Masa kau masih belum tahu? ia bermaksud memberikan
benda yang dianggap paling berharga bagi seorang gadis
kepada dirimu "
Diam2 Lam-kong Pak merasa hatinya amat sedih, ia
pernah menerima budi dari Liuw Hwie Yan- dan
merasakan bahwa dia adalah seorang gadis yang baik.
Tetapi ia merasa tidak terlalu baik dan kurang simpatik
apabila ia menggunakan cara tersebut untuk mendapatkan
seorang lelaki.
"Pada saat itulah aku lantas menegur dari luar jendela"
sambung Yu chen kembali. "Aku maki dia sebagai seorang
perempuan yang tidak tahu malu, dengan cepat ia meloncat
keluar dari jendela, ambil kesempatan itulah aku menolong
dirimu. sungguh tak nyana sama sekali kau malah anggap
diriku. . . ."
Lam-kong Pak tidak membiarkan gadis itu meneruskan
kata2nya, bibirnya segera ditempelkan keatas bibir Yu chen
yang kecil mungil dan menciumnya penuh kemesrahan.
"Sudahlah tak usah bicara lagi, Enci chen seandainya
kau adalah dia apakah kaupun ...”
- - oo ooo oo - -
"HMMM " tiba2 suara dengusan dingin berkumandang
dari sisi mereka. Lam-kong Pak berdua dengan cepat
berpisah dan alihkan sinar matanya kearah mana
berasalnya suara tersebut.
Tampak Cioe Cien Cien serta Cioe Hujien dengan
pandangan yang sangat dingin telah muncul dihadapan
mereka.
"Lam-kong Pak " bentak Cioe Hujien penuh kegusaran-
"Setelah ada yang baru. apakah kau telah melupakan yang
lama?"
"Manusia tiada beda antara yang baru dan yang lama,
tetapi Cayhe tidak bakal sudi menerima putri musuh
besarku sebagai kekasih" menjawab Lam-kong Pak lantang.
"Kau benar2 tidak mau ?"
"sekali kukatakan tidak mau selamanya. tidak mau "
"Lam-kong Pak, kau. . .kau. . . ." seru Cioe Cien Cien
Cengan air mata jatuh berlinang.
"Plaaaak. . . ." tidak ampun lagi sebuah tamparan
bersarang telak diatas wajah sianak muda itu.
"Cioe Cien Cien. kalau kau ingin tampar diriku. ayoh
cepat tamparlah" teriak Lam-kong Pak sambil menahan
rasa sakit dipipinya. "Kecuali malam ini, kau tiada
kesempatan lagi untuk berbuat demikian"
"Lam-kong Pak, beranikah kau menerima tantanganku
untuk berduel dalam lembah sana?" tantang Nyonya Cioe.
"lbu. . .kau. . jangan. . . ."
"Kau tak usah turut Campur, bagaimana pun juga ia tak
bakal maul dirimu lagi ibumu tak bisa lepaskan dirinya
begitu saja"
"lbu kalau kau hendak mencelakai jiwanya, aku. . .aku
hendak. . . ."
"Kau hendak apa? apakah kau sudah lupa bagaimanakah
kematian ayahmu ? Hmm ia dapat membinasakan ayahmu
dengan cara yang demikian keji, demikian ganasnya. apa
kau anggap ia masih mencintaimu ? apakah kau masih
dianggap olehnya?"
Cioe Cien Cien membungkam dalam seribu bahasa
walaupun ia sadar ayahnya yang salah. iapun merasa tidak
sepantasnya Lam-kong Pak turun tangan membinasakan
ayahnya dengan cara yang begitu kejam.
"Lam-kong Pak berani tidak kau terima tantanganku ?"
kembali Nyonya Cioe membentak.
"lbu. . . ." teriak Cioe Cien Cien.
Belum habis ia menjerit, Cioe Hujien telah turun tangan
menotok jalan darahnya.
"Bangsat kalau kau berani, ayoh ikuti diriku " jengeknya
sambil tertawa dingin-
Tanpa berpaling lagi sambil mengepit tubuh Cioe Cien
Cien Nyonya Cioe itu bergerak menuju kelembah gunung
"Hmmm kau anggap aku takut kepadamu ?" teriak Lamkong
Pak, ia merasa amat tersinggung.
"Adik Pak. sudahlah. . .tak usah marah-marah." Cegah si
Ciang-ooh berdarah. "Terhadap seorang perempuan kau
harus mengalah, berbuat demikian bukanlah suatu
pekerjaan yang memalukan apalagi Cioe Cien Cien masih
bersikap baik kepadamu "
Pada saat ini Lam-kong Pak sudah menyadari betapa
ramah dan besar jiwanya Yu Chen, bukan saja ia tidak
Cemburu seperti gadis2 lain bahkan ia bisa menyadari
keadaan lawan tanpa terasa ia semakin mencintai gadis ini.
Tiba2 terdengar suara tantangan dari Cioe Hujien
berkumandang datang lagi dari dalam lembah:
"Lam-kong Pak, kalau kau bukan cucu kura2 ayoh
datang kemari "
Lama kelamaan Lam-kong Pak tak dapat menahan diri
lagi. ia segera berkelebat menuju kelembah gunung itu
diikuti Yu Chen serta Loo Liang Jen dari belakang
Setibanya didasar lembah. sianak muda itu berdiri
tertegun. kiranya diatas permukaan menggeletak puluhan
sosok mayat manusia, mereka menggeletak malang
melintang seakan-akan belum lama dibunuh orang.
Mereka bertiga segera melayang ketengah mayat2 itu,
tegur Lam-kong Pak dengan suara berat:
"orang2 ini mati ditanganmu semua ?"
Mendadak sinar matanya berhenti diatas wajah sesosok
mayat yang menggeletak diatas tanah itu, hatinya tergetar
keras sebab ia kenali mayat itu sebagai Pat Pit Loei Kong
atau sidewa Guntur Berlengan delapan Si Put Sioe dari
perkumpulan Liok Mao Pang.
Ketika ia melanjutkan sapuannya ia semakin terperanjat
sehingga tanpa terasa menjerit tertahan, kiranya mayat2
yang menggeletak diatas tanah kebanyakan adalah tokoh2
sakti dari perkumpulan Liok-Mao Pang, antara lain terdapat
si Hek Teng Tui Hun- atau Lampu hitam pengejar Sukma
Leng cing Cioe. Boe Siang To atau Golok tanpa tandingan
Hong Gwan, "Thiat Sauw-co" atau si sapu baja Kiem Kioe
serta Thiat Pan-Teng atau si bangku besi Auw Put Kay
sekalian-
Bahkan sisetan gantung hidup Gouw Chiet serta wakil
ketua si Daging Lima Warna oei Hun pun berada
diantaranya.
Lam-kong Pak tidak percaya kalau Cioe Hujien memiliki
kepandaian selihay itu sehingga bisa membinasakan begitu
banyak tokoh-tokoh sakti. kecuali jagoan yang mempunyai
payung Sengkala. maka hanya si Naga Pengasingan serta
ibunya yang mampu berbuat demikian-
Sementara Lam-kong Pak masih merasa terkejut
bercampur curiga, mendadak gelak tertawa aneh
berkumandang dari delapan penjuru, mayat2 yang semula
menggeletak malang melintang diatas tanah bersama2
meloncat bangun dan mengurung mereka rapat-rapat.
"Cioe Hujien. inilah rencana yang telah kau siapkan
sejak semula"" jengek Lam Kong Pak dingin.
"Tidak salah" Sahut Cioe Hujien sambil tertawa seram.
"Sebenarnya aku situa ingin membereskan persoalan
tersebut diantara kita sendiri, siapa sangka kau bajingan
cilik berjiwa binatang, kau tega meninggalkan putriku.
maka terpaksa. . . .heee. . .heeee. . . .aku menggabungkan
diri dengan perkumpulan Liok-Mao pang "
"Haaaa. . .haaaa. . .haaaa. . . .kau anggap setelah
mempersiapkan jago dalam jumlah banyak lantas bisa
mengapa-apakan diriku?" teriak Lam-kong Pak sambil
tertawa ter-babak2.
"Hmmm ? aku rasa kau tidak bakal bisa lolos dari
keadaan hidup " pada saat itulah si Daging Lima warna pun
sambil tertawa aneh berseru:
"Pangcu telah turunkan perintah, ini hari kau keperat
cilik harus ditangkap. baik dalam keadaan hidup maupun
mati"
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar puluhan jago
ber-sama2 menerjang kedepan.
"Enci Chen, kau harus ber-hati2 " pesan sianak muda itu
kepada ciang ooh berdarah.
Dalam pada itu ia telah melancarkan sebuah babatan
kearah sidaging lima warna, ditengah bentrokan dahsyat
tubuh sidaging lima warna tergetar mundur lima langkah
lebar.
Dipihak lain Loo Liang Jen pun mulai beraksi, bagaikan
sebuah pagoda tinggi ia maju membabat, dua orang
gembong iblis yang berada didekatnya segera terlempar
sejauh tujuh delapan langkah kebelakang.
Yu Chen pun bukan pelita yang kekurangan minyak.
kecuali sidaging lima warna serta sisetan gantung hidup tak
seorangpun diantara sisanya adalah tandingan gadis ini.
Dalam sekejap mata pasir debu beterbangan memenuhi
angkasa, sambil mengempit tubuh Cioe Cien Cien nyonya
Cioe pun ikut menyerang dengan sigenap tenaga kearah
Lam-kong Pak. ilmu yang digunakan adalah Tong Thian
Pauw-Hang sedang arah yang dituju adalah tempat2
bahaya.
Walaupun anggota perkumpalan Liok mao Pang
berjumlah banyak, namun tak seorang pun diantara mereka
bisa berbuat sesuatu atas diri Lam-kong Pak yang memeliki
kepandaian lihay, dia seorang diri menghadapi empat orang
musuh, dalam pertahanan tetap ada penyerangan lihaynya
luar biasa.
Sedangkan Loo Liang Jen serta Yu Chen pun bertahan
dengan segenap tenaga, untuk sementara mereka masih bisa
mempertahankan diri.
Selama ini memandang diatas wajah Cioe Cien Cien,
Lam-kong Pak tidak menyerang diri Cioe Hujien dengan
segenap tenaga. ia hanya paksa perempuan itu terdesak
mundur belaka, siapa sangka nyonya Cioe sudah terlanjur
membenci sianak muda ini hingga merasuk ketulang
sumsum. serangan yang dilancarkan makin lama semakin
ganas.
Terutama sekali tenaga dalam dari sidaging lima Warna
serta sisetan gantung hidup yang sempurna, apabila Lamkong
Pak tidak turun tangan bersungguh2, niscaya ia bakal
menderita kerugian besar.
Sambil membentak keras ia segesa mengeluarkan ilmu
payung Sengkala jurus kedelapan, tampaklah serentetan
cahaya merah berbentuk payung membentang dan
mengurung diatas batok kepala si daging Lima Warna,
diikuti dengusan berat dari wakil pangcu Perkumpulan
Liok-Mao-Pang ini, dengan sempoyongan badannya
mundur lima enam langkah kebelakang dan muntah darah
segar.
Lam-kong Pak putar badan sambil melancarkan sebuah
serangan kembali, Cioe Hujien menjerit ngeri. badannya
terpental sejauh tiga tombak dari kalangan dan menggeletak
tidak berkutik diatas tanah.
Melihat rekannya unjuk kesetiaan, semangat Loo Liang
Jen berkobar. Braaak beruntun ia melancarkan dua
serangan berantai membuat sisapu besi Kiem Kioe dan
Golok tanpa tandingan Hong Goan terpental sejauh dua
tombak dan roboh tak berkutik.
Melihat rekannya rontok. lampu hitam Pengejar sUkma
membentak keras, sepasang tangannya diayan berbareng.
puluhan bUah lampu lentera berwarna hitam segera
meluncur kedepan mengurung seluruh tubuh Lam-kong
Pak. "Adik Pak, hati2." tertak Yu chen-
Lam-kong Pak tertawa dingin, sekali lagi ia
mengeluarkan jurus kedelapan dari ilmu Payung Sengkala.
Braak ditengah bentrokan dahsyat puluhan buah lampu
lentera berwarna hitam itu hancur ber-keping2 dan rontok
keatas tanah, silampu hitam pengejar sUkma sendiri
terpental sejauh satu tombak lebih dari kalangan-
"Tahan " tiba2 terdengar suara bentakan dahsyat
menggema membelah angkasa,
Tampak Liok-mao Pang Pangcu tahu2 sudah berdiri
kurang lebih tiga tombak disisi kalangan-
Kawanan iblis itu segera mengundurkan diri dan berdiri
disisi ketuanya.
"Lam-kong Pak " terlak ketua perkumpulan Liok Mao
Pang kemudian- "Pertarungan kita sewaktu berada dalam
pertemuan puncak telah dikacaukan oleh hadirnya tiga
manusia tembaga. malam ini bulan bersinar terang, angin
malampun berhembus sepoi2, mari kita langsungkan
kembali suatu pertarungan"
"TiDAK salah. kaupun memang seharusnya mengakhiri
pertarungan bagi kawanan kurcacimu. bicara terus terang.
dalam perkumpulan Liok Mao Pang kecuali kau seorang.
lainnya hanya gentong nasi belaka. tak tahan terhadap
sebuah pukulanpun "
"Sungguh besar bacotmu" seru ketua perkumpulan Liok
Mao Pang sambil tertawa seram. "Asal kau bisa menerima
tiga puluh jurus serangan dari pun pangcu, maka mulai
detik ini pun pangcu akan menghindar setiap kali berjumpa
dengan kau. tapi kalau kau tidak sanggup menghadapinya.
maka disinilah tempat kuburmu "
Lam-kong Pak mendengus dingin, ia serahkan Yu chen
kepada Loo Liang Jen dan berpesan agar mereka siap sedia,
kemudian baru sahutnya:
"Kalau andai ingin bergebrak secara adil, silahkan
turunkan perintah dan undurkan kurcaci2 itu sejauh
sepuluh tombak dari tepi kalangan ini "
"Suruh dia mengundurkan diri sejauh sepuluh tombak
masih terialu bahaya bagi keselamatan jiwanya" kata Liok
Mao Pang Pangcu. "Pun pangcu akan perintahkan mereka
untuk meninggalkan lembah ini demi adil serta
mencerminkan kebesaran jiwaku " la lantas berpaling dan
teriaknya keras2:
"Kalian segera mengundurkan diri dari lembah ini dan
cepat pulang kemarkas "
"Pangcu meskipun ilmu silat yang kau miliki dahsyat dan
sudah menggetarkan delapan penjuru, tidak sepantasnya
kalau kau bertindak gegabah " kata si daging Lima warna
memperingatkan.
"Tutup bacotmu " hardik sang ketua dari perkumpulan
Bulu Hijau keras2. "Satu kali lagi ka upentang bacotpunpangcu
segera musnahkan dirimu dari muka bumi "
Si Daging Lima warna bergidik, dengan memimpin anak
buahnya segera mengundurkan diri dari lembah tersebut,
berikut Cioe Hujien pun ikut berlalu dari sana.
"Nah sekarang kita boleh mulai bergebrak " seru Lamkong
Pak sepeninggalnya orang2 itu.
Jurus pertama dari ilmu sakti Payung Sengkala segera
dilancarkan kedepan.
Bluuum " kedua orang itu sama2 mundur satu langkah
kebelakang, diikuti bentrokan2 nyaring saling susul
berkumandang diseluruh angkasa memantul keempat
penjuru. dua puluh jurus kemudian Lam-kong Pak telah
dipaksa mundur tiga langkah kebelakang, diam2 ia merasa
amat terperanjat.
Ia merasa bahwa ilmu silat yang digunakan gembong
iblis tersebut rada mirip2 dengan ilmu sakti Thian Mo Sannamun
tidak seluruhnya sama. lagi pula tenaga dalam yang
ia miliki amat sempurna, kalau dibandingkan dengan
dirinya maka ia masih selisih satu tingkat.
"Tunggu sebentar " tiba2 sang ketua dan perkumpulan
Liok Mao Pang menarik kembali serangannya. "Eeeei. .
.keparat cilik sebenarnya kau lebih suka nona cilik yang
mana si?"
"Ini urusan pribadiku tak usah kau ikut campur " jawab
Lam-kong Pak ketus setelah tertegun sejenak.
"Keparat cilik, tak usah keras kepala katakan saja terus
terang sebab hal ini ada kebaikannya bagimu "
"Kalau aku tidak suka bicara, kau ingin berbuat apa?"
"Menurut Kau. bagaimana dengan Coe Li Yap ?"
"Sudah kukatakan, persoalan ini tak usah dicampuri
olehmu. Lihat serangan "
"Bluuuum. . . ." ditengah bentrokan dahsyat yang
memekikkan telinga, sang ketua dari perkumpulan Liok
Mao Pang terdesak mundur satu langkah kebelakang. Tak
urung kejadian ini membuat ia naik pitam. teriaknya penuh
amarah: "Keparat cilik. Memangnya kau cari mati?"
Jurus aneh berhamburan diangkasa, deruan angin puyuh
men-deru2 menyapu permukaan Bluuum. . . kembali terjadi
bentrokan dahsyat, kali ini Lam-kong Pak terdesak mundur
tiga langkah lebar, hatinya jadi terkesiap. pikirnya:
"Sungguh lihay gembong iblis jni. . . .aku harus her hati2
dalam menghadapi dirinya."
Sementara ia siap melancarkan serangan dengan segenap
tenaga tiba2 terdengar suara gemuruh rantai yang amat
memekikkan telinga berkumandang datang,
Kedua orang itu sama2 tarik kembali serangannya dan
menengok kearah mana berasalnya suara gemuruh tadi,
tampaklah Suma Ing serta sijago arak dari Lam-hay It Boen
Kao berlari datang, diatas tulang Pie-Pa Kut mereka
membelenggu sebuah borgol yang memancarkan cahaya
merah, wajah mereka sayu, pakaiannya compang camping,
terutama sekali kain kerudung diatas wajah Suma Ing yang
telah terlepas, waktu itu tampak wajahnya yang jelek dan
menyeramkan.
Menyaksikan keadaan mereka, seluruh tubuh Liok Mao
Pang Pangcu bergetar keras. "Suma Ing, mengapa kalian
berubah jadi begini mengenaskan?" segera tegurnya.
Suma Ing serta It Boen Kao sama2 menjura kepada
ketuanya, kemudian menjawab: "Pun IHoe-hoat kena
dibokong oleh Lam-kong Pak dan sekarang telah dikuasai
oleh seorang manusia tembaga."
Laporan ini membangkitkan hawa amarah dalam hati
Liok Mao Pang Pangcu dengan langkah lebar ia jalan
kehadapan Suma Ing. setelah itu makinya:
"Manusia yang tak berguna. kewibawaan perkumpulan
kita sudah kalian hancurkan."
"Duuuk. . . Duuuukkk. . ." dua tendangan kilat membuat
tubuh kedua orang itu mencelat sejauh tiga tombak lebih,
bantingan yang keras membuat kedua orang sampah
masyarakat itu terlentang diatas tanah dengan kertak gigi
menahan sakit, wajah mereka penuh dengan pasir dan
debu, dari tulang Pie Pa Kutnya mengucurkan darah segar.
Menyaksikan kejadian ini Lam-kong Pak tertegun. ia tak
menyangka begitu kejam dan sadis sikap gembong iblis ini
terhadap anak buahnya, ia lantas berpikir:
"Inilah akhir yang paling bagus bagi mereka- mereka
yang bermaksud melakukan perbuatan sesat"
Setelah menghajar anak buahnya, sang pangcu dari
perkumpulan Liok Mao Pang itu putar badan danjalan
menghampiri Lam-kong Pak, kembali ia menghardik: "Pun
Pangcu akan ringkus sekalian dirimu kemudian diborgol
jadi satu dengan mereka "
"Heeeee. . .heeee. . .heeee. . .hal ini harus ditinjau dulu,
mampukah kau berbuat demikian?" jengek Lam-kong Pak
sambil tertawa dingin.
Liok Mao Pang Pangcu tertawa seram, lambat2 ia maju
kedepan- Lam-kong Pak segera salurkan segenap tenaga
dalamnya keseluruh tubuh, ia telah bersiap sedia melakukan
pertarungan mati2an-
Mendadak disaat yang kritis itulah, serentetan suara yang
sangat lembut berkumandang datang dan menerobos
kedalam lubang telinganya:
"Bocah cilik, apabila nanti terjadi sapuan angin puyuh
yang melanda tempat ini, segeralah ambil mustika dunia
persilatan yang ada didalam manusia tembaga dan
gunakanlah."
Lam-kong Pak tertegun, ia berpaling keempat penjuru.
namun tak sesosok bayangan manusia pun tampak disana.
sementara itu sang ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang
itu sudah angkat telapaknya keatas dada siap melancarkan
serangan-
Mendadak angin puyuh melanda seluruh lembah dengan
dahsyatnya, debu pasir beterbangan memenuhi angkasa
diikuti suara keras bergema diudara. sesosok manusia
tembaga telah jatuh menggeletak disisi tubuh sianak muda
itu.
Dalam keadaan seperti ini Lam-kong Pak tidak berpikir
panjang lagi. ia segera berkelebat kesisi tubuh manusia
tembaga itu membuka kulit tembaga dan sebuah senjata
berbentuk payung yang panjangnya empat depa telah
berada ditangannya. "Aaaaah. . . Payung Sengkala. . . ."
Jerit ketua dari perkumpulan Liok mao Pang itu dengan
suara kaget, badannya segera bergerak kedepan menubruk
kearah Lam-kong Pak. telapak menyambar pemuda siap
merampas benda mustika dari dunia persilatan itu.
Lam Kong Pak tidak tahu bagaimana caranya
menggunakan benda mustika tersebut dalam keadaan
terdesak suatu akal muncul dalam benaknya, seperti
menggunakan payung dengan cepat ia pentang senjata
payung tersebut.
"Bluuumm - - " Payung gengkala terpentang lebar, beribu2
rentetan cahaya merah yang sangat menyilaukan
mata memancar keluar keempat penjuru.
Dengan ketakutan sang ketua dari perkumpulan Liok
Mao Pang meloncat mundur sejauh satu tombak lebih
kebelakang, sementara itu badan Lam Kong Pak se-akan2
jadi ringan melebihi bulu, ia terbawa ketengah udara oleh
payung sengkala tersebut hingga mencapai tiga puluh
tombak lebih.
Peristiwa yang terjadi diluar dugaan ini mengejutkan
hatinya. sianak muda ini jadi ter-mangu2.
Tetapi segera ia teringat akan kejadian dalam markas
besar perkumpulan Liok Mao-Pang tempo dulu.
Waktu itu siempunya senjata mustika tersebut pernah
meluncur turun dari ketinggian ratusan tombak dengan
andalkan payung mustika tersebut, seandainya ia tidak
membawa Payung Sengkala, siapa yang berani meloncati
tebing yang tingginya mencapai ratusan tombak itu ?
Per-lahan2 payung mustika itu melayang turun keatas
permukaan, keadaan Lam-kong Pak ketika itu laksana
malaikat turun dari kahyangan, gagah dan penuh wibawa
terbungkus dibalik cahaya mustika yang menyilaukan mata.
Baru saja sianak muda itu menginjak permukaan tanah.
Liok Mao Pang Pangcu telah membentak keras. dengan
segenap tenaga ia melancarkan sebuah pukulan kedepan,
hawa pukulan dahsyat dan sempurna sekali bagaikan
ambruknya gunung Thay-san.
Lam-kong Pak sadar pihak lawan telah melancarkan
serangan dengan kerahkan segenap tenaga.
"Bruuuuk. . . ." ia lantas menutup kembali payung
mestika itu, dengan gunakan jurus kesembilan dari ilmu
"Thian Mo San- ia songsong datangnya angin pukulan itu.
Seketika itu juga gemuruh keras yang aneh
berkumandang memenuhi seluruh angkasa cahaya merah
memancar keseluruh lembah dan meneranginya bagaikan
siang hari belaka diikuti teriakan keras dari Liok mao Pang
pangcu dengan sempoyongan badannya meloncat mundur
sejauh tigatombak. rambut hijaunya awut2an- keadaannya
mengenaskan sekali. Sebaliknya Lam-kong Pak sendiri pun
tergetar mundur sejauh satu tombak lebih.
Rasa girang yang meliputi hati sianak muda ini susah
dilukiskan dengan kata2 akhirnya mustika dunia persilatan
Payung Sengkala berhasil didapatkan juga .
Sejak itu ia hendak malang melintang diseluruh kolong
langit, membinasakan manusia sesat seluruh iblis yang suka
bikin onar.
Pasir debu rontok kembali keatas tanah, suasana dalam
lembah sunyi senyap tak kedengaran sedikit suara pun,
seluruh sinar mata ditujukan kearah Payung mustika itu
dan dipandangnya dengan sinar mata mendelong.
Lam-kong Pak mendongak tertawa ter-bahak2, ia siap
maju kembali kedepan- namun tanpa mengucapkan sepatah
katapun sang pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang
telah putar badan ngeloyor pergi.
Menanti Lam Kong Pak berpaling pula kelain arah.
tampaklah Suma Ing serta It Boen Kao entah sejak kapan
telah melarikan diri dari situ.
Lam-kong Pak tertawa semakin keras suaranya
menggema untuk kemudian memantul keseluruh penjuru
lembah.
Tiba2 terdengar jeritan kaget dari si ciang ooh Berdarah
Yu chen, disusul dara itu berteriak keras. "Adik Pak. Cepat
berpaling."
Lam-kong Pak putar kepala, hatinya langsung bergetar
keras. Kiranya manusia tembaga yang terbanting jatuh
ditengah kalangan tadi entah dengan menggunakan gerakan
apa tahu2 sudah berdiri dibelakangnya, waktu itu laksana
kilat ia sedang menyambar gagang Payung Sengkala
tersebut.
Sianak muda ini buru2 kerahkan segenap tenaganya
untuk menarik, namun tak bergeming barang sedikitpun
juga , sinar matanya segera menyapu kedepan diikuti ia
berseru kaget.
Pada waktu itulah ia temukan bahwasanya diatas gagang
payung sengkala tersebut terdapat sebuah Ukiran Kelelawar
Hijau.
Ia segera teringat ketika untuk pertama kalinya
meninggalkan Coe li Yap. dalam Sakunya menemukan
secarik surat yang berbunyi:
"bersama surat ini aku hadiahkan seperangkat pakaian
serta sebuah kelelawar hijau, barang siapa yang membawa
kelelawar hijau yang sama, meskipun bukan orang yang
mencelakai orang tuaku. ia pasti ada hubungannya dengan
dendam berdarah ini. .."
Teringat akan hal tersebut. sianak muda ini siap ajukan
Pertanyaan. siapa nama simanusia tembaga itu sudah
menarik dengan segenap tenaga, tahu2 Payung Sengkala
tersebut sudah kena dirampas.
Tampak badannya meluncur dua puluh tombak lebih
dari tempat semula dan melarikan diri dari situ.
Lam kong Pak segera membentak keras dan mengejar
dari belakang, sekali berkelebat iapun mencapai dua puluh
tombak jauhnya, sepasang telapak segera bergerak
mencengkeram punggung simanusia tembaga itu.
Pada saat ini bukan saja ia hendak merampas payung
sengkala itu. iapun ingin melihat siapa kah manusia
tembaga tersebut. . .
Siapa sangka manusia tembaga itu telah membentangkan
payung sengkala tersebut. Bluuum. . . ia melayang
keangkasa. dalam beberapa kali kelebatan saja segera
lenyap dari penglihatan.
Lam Kong Pak jadi gemas dan men-depak2kan kakinya
keatas tanah berulang kali, setelah mustika berada
ditangannya, karena gegabah kembali pusaka itu dirampas
orang. tetapi ia percaya manusia tembaga ini kemungkinan
besar adalah orang yang muncul sebanyak dua kali dengan
membawa payung sengkala dan mengundurkan kawanan
iblis.
orang itu munculkan diri berulang kali setiap kali
mendatangkan keuntungan bagi pihak golongan putih,
tetapi apa sebabnya ia tak berani munculkan diri dengan
wajah sebenarnya? apakah ia benar2 adalah musuh besar
dari Coe Li Yap ?
Berpikir sampai disitu. tanpa sadar ia terbayang kembali
akan wajah Coe Li Yap yang romantis, hatinya terasa amat
sedih.
"Adik Pak.. . ." Terdengar Si ciang ooh berdarah berseru
sambil berjalan mendekat, ia Cekal tangannya erat2 dan
ujarnya lebih jauh:
"Kau tak usah bersedih hati berulang kali orang ini
muncul disaat yang kritis dan selamatkan kita. aku rasa dia
pasti adalah jago sealiran dengan kita. sekarang ia sudi
pinjamkan benda tersebut kepadamu, dikemudian hari
mungkin juga ia akan serahkan kepadamu "
"Siauw-te bukan bersedih hati karena kehilangan Payung
Sengkala tersebut, aku hanya tak bisa menebak siapa kah
sebenarnya orang itu? disamping itu siapa pula dua orang
manusia tembaga lainnya?"
"Siauw-ya. mari kita pergi." seru Loo Liang Jen, "Aku
sudah amat lapar. ..."
"coba lihat" mendadak si ciang ooh berdarah berseru
sambil menuding kearah mulut lembah.
Lam-kong Pak mendongak, tampak seorang perempuan
berbaju hijau berdiri dengan sepasang lengan terlipat
kebelakang, agaknya perempuan itu sudah terjatuh
ketangan orang. Namun siapa kah orang yang ada
dibelakangnya?
Terdengar perempuan itu dengan suara serak berseru:
"Pak-jie. . . .cepat. . .cepat tolong Mama. . . ."
Lam kong Pak membentak keras. badannya segera
berkelebat kearah mulut lembah. ketika ia tiba disitu
tampak sesosok bayangan manusia berkelebat lewat dan
lenyap dibalik tikungan bukit. tidak sempat menanti
kedatangan Loo Liang Jen serta Yu chen lagi, ia segera
enjot badan mengejar dengan Cepatnya.
Setelah berbelok pada tikungan bukit itu, terbentanglah
sebuah jalan gunung yang sempit dan panjang seperti jalan
usus kambing, suasana sunyi senyap.
Disisi jalan kecil tadi terdapat sebuah goa yang tertutup
oleh tumbuhnya rotan, meskipun demikian dapat terlihat
bahwasanya tumbuhan rotan itu baru saja digerakkan
orang.
Lam kong Pak segera berjalan kearah mulut gua itu,
secara lapat2 ia temukan seorang perempuan berbaju hijau
yang memakai kerudung diatas wajahnya berbaring diatas
tanah, berhubung suasana dalam gua itu gelap sekali maka
sukar untuk melihat jelas keadaannya. Lam kong Pak
langsung melayang masuk kedalam gua, serunya dengan
nada sedih: "lbu siapakah yang membuat kau. . . ."
Baru saja ia menubruk masuk, mendadak laksana kilat
perempuan berkerudung itu melancarkan sebuah totokan
kedepan-
"Duuuukk. ..." tidak ampun lagi sianak muda itu roboh
keatas tanah.
Sementara siperempuan berkerudung itu meloncat
bangun, telapaknya laksana sebilah golok membabat keatas
batok kepalanya.
"lbu. jangan bunuh dia. . . ."
Seorang dara meloncat masuk kedalam gua dan
mencekal pergelangan perempuan berkerudung itu erat2.
Gadis itu bukan lain adalah Cioe Cien Cien.
"Cien-jie, apakah kau sudah lupa bagaimanakah ayahmu
menemui ajalnya?" teriak Coe Hujien penuh kebencian-
"Tentu saja dendam sakit hati ini tak akan terlupakan,
tetapi sepanjang hidup ayah sudah terialu banyak
melakukan perbuatan keji. sudah sepantasnya ia mendapat
hukumannya."
"Pepatah kuno mengatakan: Gadis setelah dewasa tiada
berguna, ucapan ini sedikitpun tidak salah" hardik Cioe
Hujien.
"Sungguh tak nyana kau bisa mengucapkan kata2 seperti
itu "
"Kalau ibu benar2 ingin membinasakan dirinya bunuhlah
aku terlebih dulu putrimu ini mengikat tali perkawinan
dengan dirinya, sampai tua aku tak bisa kawin dengan
orang lain lagi "
Seluruh tubuh Cioe Hujien bergetar keras kembali
bentaknya: "Perempuan rendah kau berani mencari gara2
dengan ibumu ?"
"Putrimu tidak berani, tetapi kaupun tak dapat
mencelakai dirinya "
"Kalau aku bersikap keras untuk melukai dirinya ?"
"Terpaksa putrimu akan berbuat kurang ajar dan
melawan orang tua "
"Hmmm. . . kau anggap kepandaian silatmu bisa
menandingi kepandaianku ?"
"Asalkan maksud hati putrimu terpenuhi sekalipun mati
juga tidak menyesal "
Cioe Hujien benar2 naik pitam, lambat2 ia maju
kedepan-
"lbu " teriak Cioe ciei Cien. "Aku adalah putri
kandungmu "
"Hmmm aku tidak punya putri macam kau, lihat
serangan "
Suatu pertarungan sengit antara ibu dan anakpun
berlangsung didalam gua, setelah tiga lima puluh jurus
berlalu, Cioe Cien Cien semakin bukan tandingannya, ia
mundur keluar gua.
Sementara itu hawa gusar yang membakar hati Cioe
Hujien sudah tak terbendung lagi, jurus serangannya makin
gencar dan makin ganas, setiap gerakan mengincar tempattempat
berbahaya.
Demikianlah pertarungan itu makin lama makin
menjauh dari dalam goa. Cioe Cien Cien telah terdelak
hingga kebawah lembah tersebut.
Pada saat itulah sesosok bayangan manusia yang kecil
ramping berkelebat masuk ke dalam gua setelah mengepit
tubuh Lam-kong Pak ia segera putar badan dan berlalu.
Diam2 Lam-kong Pak mendengus dingin, ia kenali gadis
itu sebagai Siauw-Hong, dayang kepercayaan dari Liuw
Hwie Yan.
Peristiwa yang terjadi tempo dulu dibenteng Hwie Him
Poo bukan lain adalah hasil permainan busuknya yang
mencampuri air teh dengan obat pemabok.
Waktu itu Cioe Cien Cien serta Nyonya Cioe sedang
bertarung dengan sengitnya, tentu saja mereka tidak melihat
diri siauw Hong.
Dengan demikian dengan leluasan Siauw Hong
mengempit pemuda itu dan lari keluar dan sana.
Ditengah jalan tiba2 dayang cilik itu ambil keluar sebuah
sapu tangan berwarna merah dan ditempelkan keatas
hidung Lam-kong Pak.
Sianak muda itu segera mencium bau harum yang aneh
sekali menusuk hidungnya hingga membuat ia sangat
terperanjat atas perbuatan bejat itu melakukan disamping
itu iapun merasa aneh, pikirnya:
"Apakah kejadian inipun atas idee dari Siauw Hong
sendiri? atau mungkinkah ia sudah bersekongkol dengan
Liuw Hwie Yan?"
Kesadaran Lam-kong Pak makin lama semakin kabur,
walaupun begitu badannya yang dibawa lari Siauw- hong
masih bisa melihat bahwa secara lapat2 mereka lari kearah
benteng Hwie Him Poo.
Ketika tiba dibenteng Hwie-Him Poo waktu telah
menunjukkan kentongan ketiga tengah malam. Siauw Hong
segera lari keloteng sebelah belakang, menerobos lewat
jendela dan masuk kedalam kamar.
Mimpipun ia tidak mengira. selama ini ada sesosok
bayangan manusia yang ramping kecil menguntit terus
dibelakangnya
Dalam pada itu Liuw Hwie Yen merasa terkejut
bercampur girang setelah menyakslkan Lam-kong Pak tiba
disana. segera serunya: "Siauw Hong, kau berhasil
menyelamatkannya dimana ?"
siauw-Hong segera menceritakan duduknya perkara,
namun ia sudah merahasiakan sesuatu, yaitu tentang
menempelkan secarik sapu tangan keatas hidung pemuda
itu.
"Slocia. kalau kau benar2 suka kepadanya janganlah
sampai me-nyia2kan kesempatan kali ini" kata Siauw Hong
sambil meletakkan Lam-kong Pak diatas pembaringan.
Setelah tertawa misterius, ia tutup pintu dan berlalu.
Merah padam selembar wajah Liuw Hwie Yan, dengan
ter-mangu2 ia memandang wajah Lam-kong Pak sedang
dalam hati pikirnya: "Aku adalah seorang gadis yang masih
suci bersih, mana boleh melakukan perbuatan yang sangat
memalukan ini?"
Tetapi, setiap manusia yang hidup dikolong langit tentu
ada perasaan egois, perasaan untuk mementingkan diri
sendiri. setelah perasaan tersebut memenuhi benak
seseorang maka dalam tingkah lakunya ia akan melupakan
budi pekerti maupun sopan santun.
Meskipun Liuw Hwie Yen adalah seorang gadis yang
berpendidikan, tetapi iapun menyadari bahwa selama hidup
Lam-kong Pak tidak bakal melupakan dendam sakit hati
yang dilakukan angkatan tuanya.
Apalagi ia ingin kawin dengan Lam-kong Pak, maka
satu2nya jalan hanya berusaha mendapat kenyataansetelah
balok kayu jadi perahu.
Dengan tabiat dari Lam-kong Pak ia tidak akan
mengakui kenyataan tersebut.
Jantungnya berdebar keras, sepasang pipinya jadi
berubah jadi merah, ia ingin berbuat namun ragu2 dan
merasa malu.
Dalam pada itu dalam tubuh Lam-kong Pak pun muncul
suatu perasaan yang aneh sekali, dengan sinar mata yang
aneh ia awasi Liuw Hwie Yan tak berkedip.
Dipandang secara begitu jantung Liuw Hwie Yan
berdebar keras, ia salah mengira Lam-kong Pak telah
tertarik kepadanya, segera ia bungkukan badan dan
mencium pipi sianak muda itu.
Hampir2 saja jantungnya melompat keluar dari rongga
dadanya, berada dalam pengaruh nafsu birahi yang berkobar2
ia segera meniup padam lampu lentera kemudian
memeluk tubuh Lam-kong Pak erat2,
Tetapi kembali ia berpikir dengan perasaan ragu2,
bagaimanapun juga peristiwa ini luar biasa sekali, antara
napsu birahi dan akal sehat terjadi bentrokan sendiri. ia tak
tahu harus menuruti yang mana dan menolak yang mana.
Dikala pikirannya sedang kalut itulah, sesosok bayangan
manusia bagaikan bayangan setan muncul dibalik kamar
dan menotok jalan darahnya kemudian mengempit tubuh
Lam-kong Pak dan berlari menuju keperkampungan Toa Lo
San cung.
Kesadaran Lam-kong Pak telah punah, napsu birahi
membakar seluruh tubuhnya dan sukar ditahan lagi.
Setibanya diperkampungan Toa-Lo San- cung. orang itu
langsung lari kearah loteng Hijau. Disana terletak kamar
tidur dari Cioe Cien Cien.
Mimpipun Lam-kong Pak tidak pernah menyangka kalau
akhirnya ia bakal balik lagi diatas loteng tersebut.
-ooo-
SETELAH meletakkan tubuh Lam-kong Pak diatas
pembaringan, Cioe Cien Cien membelai pipi sianak muda
itu dengan penuh rasa sayang. terdengar ia bergumam
seorang diri:
"lbu berhasil kutipu dan mengejar kearah yang
berlawanan, seandainya ia tahu kalau kau berada disini,
niscaya ia tidak akan melepaskan dirimu "
Ketika itulah kembali ada sesosok bayangan manusia
bersembunyi dibelakang jendela dan mengintip kedalam
ruang loteng itu dengan perasaan ingin tahu.
Gadis itu bukan lain adalah Cioe It Boen saudara seayah
lain ibu dari Cioe Cien Cien.
Sejak Lam-kong Pak lenyap dari perkampungan Toa Lo
San cung tempo dulu, ia temukan encinya tidak doyan
makan tak bisa tidur kerjanya hanya melamun belaka,
hatinya jadi ikut beriba.
Setelah ditanya berulang kali akhirnya Cioe Cien Cien
menceritakan duduknva perkara kepadanya. Meski Cioe It
Boen baru berusia enam belas tahun dan lebih kecil dua
tahun dari Cioe Cien Cien. namun pada saat itu merupakan
masa remajanya, sejak semula ia sudah ada niat untuk
melihat macam apakah kekasih dari encinya itu.
Sekarang merasa jantungnya berdebar keras. merah
padam selembar wajahnya entah apa sebabnya ia merasa
cemburu terhadap encinya.
Dalam pada itu Cioe Cien Cien telah membebaskan
jalan darah Lam-kong Pak yang tertotok dan duduk ditepi
pembaringan sambil berkata:
"Seandainya bukan siauw- moay yang menolong dirimu,
mungkin pada saat ini kau sudah..."
Ia tidak tahu kalau Lam-kong Pak sudah terkena obat
perangsang yang maha dahsyat, api birahi sedang
membakar seluruh tubuhnya hingga mencapai puncaknya.
Begitu jalan darahnya dibebaskan ia segera menarik tubuh
Cioe Cien Cien hingga berbaring diatas pembaringan,
sepasang matanya memancarkan cahaya penuh birahi,
"Breeet. . .Brseet. . .” pakaian gadis itu tahu2 sudah
dirobek hingga muncullah buah dadanya yang montok dan
berwarna putih salju itu.
Sekarang Cioe Cien Cien baru dibikin terperanjat, ia baru
sadar apabila sianak muda itu sudah terkena obat
perangsang yang maha hebat, ia berusaha meronta dan
melepaskan diri dari tangannya yang jahil, tetapi iapun tahu
obat tersebut sangat beracun, setelah keracunan apabila
sang penderita tidak buru2 mengadakan hubungan
senggama dengan lawan jenisnya maka racun itu akan
meresap ketulang sehingga mengakibatkan hal2 yang lebih
hebat.
Dalam keadaan apa boleh buat Cioe Cien Cien hanya
bisa bergumam:
"Engkoh Pak, kau sudah terkena obat perangsang yang
sangat beracun, napsu birahimu harus disalurkan, tetapi
sekarang kesadaranmu kabur, setelah kau sadar kembali
nanti apakah dapat memandang rendah diri siauw- moay ?"
Sementara itu Lam Kong Pak telah melepaskan seluruh
pakaian bagian atasnya, Cioe Cien Cien jadi amat Cemas
sehingga wajahnya berubah pucat, seluruh tubuhnya
gemetar keras, namun hatinya merasa amat kegirangan,
sebab ia mengira akhirnya pemuda itu didapatkan juga
olehnya.
Cioe It Boen belum pernah menyaksikan kejadian
seseram itu, merah jengah seluruh wajahnya. badan terasa
panas dan ia tutupi wajahnya dengan tangan sendiri, tetapi
rasa ingin tahu mendorong dirinya untuk mengintip lebih
jauh, maka tidak melepaskan tangannya dari atas wajah, ia
mengintip dari balik jari tangan-
Diam2 gadis itu mendengus, setelah mendengus ia
sendiripun tak tahu apa sebabnya ia berbuat demikian.
Pokoknya pada saat ini bukan saja ia tidak menyalahkan
Lam-kong Pak malahan membenci encinya.
Mendadak. jendela sebelah belakang tersingkap disusul
sesosok bayangan tubuh yang kecil ramping meloncat
masuk kedalam, laksana kilat orang itu turun tangan
menotok jalan darah dari Cioe Cien Cien. setelah itu sambil
tertawa dingin jengeknya:
"Setelah mangsa terjatuh ketangan aku siauw- Hong.
disangka bisa seenaknya diberikan kepadamu" Seraya
berkata ia hendak mengempit tubuh Lam-kong Pak untuk
dibawa pergi dari sana.
Cioe It Boen membentak keras, ia menerobos jendela
melayang masuk kedalam ruangan bersamaan itu pula
dengan gerakan Boe Khek Hek Hongjiauw ia sambar tubuh
lawannya.
Dengan ketakutan Siauw Hong mengundurkan diri. .
.criiit. . .criiit. . .diiringi desiran tajam, dinding tembok telah
bertambah dengan tiga buah lubang besar.
Siauw Hong sadar ia bukan tandingannya, buru2 ia
lepaskan badan sianak muda itu lalu menerobos keluar dari
jendela belakang dan melarikan diri ter-birit2 dari situ,
Jantung Cioe It Boen berdebar keras. sepeninggalnya
siauw Hong segera menarik Lam-kong Pak turun kebawah
Sejak Lam-kong Pak minum Cairan naga bertanduk
tunggal, sebenarnya itu tidak mempan terhadap pelbagai
macam racun, siapa lacur jalan darahnya tertotok kemudian
obat perangrang itu baru diberikan kepadanya, tentu saja
dalam keadaan seperti itu ia tak bisa menghindarkan diri
lagi.
Sekarang. walaupun jalan darahnya sudah dibebaskan
kembali namun daya kerja racun telah menjalar keseluruh
tubuh, untuk sesaat ia masih terpengaruh oleh napsu birahi,
pandangan matanya masih kabur dan kesadaranpun belum
pulih kembali.
Ketika badannya ditarik oleh Cioe It Boen tiba2 dalam
bayangan sianak muda itu serasa muncul sesosok bayangan
manusia, ia merasa bayangan tubuh itu mirip si ciang ooh
berdarah Yu chen- . .tapi mirip pula dengan diri Pek li
Siang,
Kedua orang gadis itu sudah rujuk kembali dengan
dirinya lagi pula ia sudah berkeputusan untuk mengawini
mereka, maka bayangan tubuh mereka sudah melekat
dalam pengaruh napsu birahi yang tak tertahankan lagi, ia
segera menarik tubuh Cioe It Boen sehingga terjatuh diatas
badannya.
Walaupun ilmu silat yang dimiliki Cioe It Boen tak bisa
menandingi kepandaian sianak muda itu, namun berada
dalam keadaan seperti ini ia bisa meloloskan diri dengan
mudah apabila ia kehendaki, tetapi, suatu perasaan yang
aneh telah meliputi seluruh tubuhnya, pada saat ini bukan
saja ia tidak melawan, bahkan sedikit tenaga untuk
meronta-pun tak ada.
Cioe Cien Cien yang tertotok jalan darahnya dan
menggeletak diatas pembaringan menyaksikan semua
kejadian itu dengan sinar mata penuh rasa terperanjat,
ketika sinar mata Cioe It Boen bertemu dengan sinar
matanya, gadis itu merasa amat malu sekali.
Tetapi dengan Cepat ia telah mendengus pikirnya:
"Hmmm apa kah cuma kau tok yang boleh mencintai
dirinya ?^
"Breeet-- Breeet - - Breeet-" baju yang dikenakan Cioe It
Boen telah di-robek2 sehingga gadis itu dengan cepat berada
dalam keadaan telanjang bulat, ia jadi ketakutan dan
melingkar diatas pembaringan dengan badan gemetar keras.
Menanti Lam-kong Pak mulai meraba dan
menggerayangi seluruh bagian terlarangnya, gadis itu baru
merasa gengsinya tersinggung, tiba2 ia meloncat bangun
dari atas pembaringan dan. . .Plaaaak sebuah tempelengan
sudah bersarang diatas pipinya
Lam-kong Pak yang ditampar keras2 kontan merasakan
kepalanya pening tujuh keliling, ia geleng kepala berulang
kali, kesadaranpun telah pulih sebagian setelah memandang
Cioe Cien Cien yang berbaring setengah telanjang diatas
pembaringan serta Cioe It Boen yang berdiri telanjang bulat
dihadapannya ia berseru tertahan. "Eeeei. . . .see. .
.sebenarnya apa yang telah terjadi ?"
Cioe It Boen tidak bicara, ia sambar pakaian yang
menggeletak diatas tanah kemudian putar badan dan
melarikan diri dari ruangan tersebut.
"Berhenti" Tiba2 suara bentakan keras yang memekikan
telinga berkumandang datang.
Cioe It Boen berhenti dengan hati kebat-kebit, ia angkat
kepala. hatinya semakin terperanjat tampaklah Cioe Hujien
dengan wajah penuh napsu membunuh telah berdiri
didepan pintu.
Walaupun Cioe It Boen bukan dilahirkan oleh Cioe
Hujien, tetapi ia sangat takut kepadanya. mulutnya jadi
tergagap dan tak sanggup mengucapkan sepatah katapun,
badannya menyusut kebelakang dengan penuh ketakutan
kemudian berdiri dipojokan ruangan dengan badan
gemetar.
"Perempuan rendah, mengapa keadaanmu jadi
demikian? mengapa kau telanjang bulat begitu?" hardik
Cioe Hujien,
Cioe It Boen tak sanggup mengucapkan sepatah katapun,
ia sadar seandainya Nyonya Cioe dapat menyaksikan
keadaan didalam ruangan tersebut, mungkin tak
seorangpun diantara mereka bisa hidup lebih jauh. Buru2
serunya ter-patah2:
"Soanio . .kau. . .kau. . .tunggu. . .tunggulah sebentar "
"Perempuan rendah, kalian telah melakukan perbuatan
apa yang begitu memalukan?" bentak Cioe Hujien.
Ujung bajunya dikebaskan kedepan, segulungang in
pukulan segera mementaikan tubuh Cioe It Boen sejauh
satu tombak lebih, kemudian badannya meleset masuk
kedalam ruanganBegitu
tiba didalam ruangan dan menyaksikan
pamandangan yang terbentang didepan mata, Cioe Hujien
berdiri tertegun dengan penuh kemarahan, seluruh rambut
putihnya berdiri tegak bagaikan landak pada dasarnya ia
sudah membenci Lam-kong Pak. kini ia mengira Cioe Cien
Cien serta Cioe It Boen telah diperkosa semua oleh sianak
muda itu.
Dalam pada itu kesadaran Lam-kong Pak telah pulih
kembali seratus persen, ia segera bebaskan Cioe Cien Cien
dari pengaruh totokan.
Cioe Hujien tertawa seram, ia maju menubruk kedepanserangan
Too Thian It Coe Hiang, segera dilancarkan
dengan hebatnya kearah sianak muda itu.
Lam Kong Pak tahu pihak lawan tentu sudah menaruh
kesalahan paham atas dirinya meski kesalahan tidak terletak
pada tangannya namun ia tidak ingin melukai orang lagi,
badannya segera berkelebat kesamping sambil menerima
datangnya serangan tersebut. Bluum - badannya tergetar
mundur sejauh tiga langkah kebelakang.
Air muka Cioe Hujien berubah hebat sekali kembali ia
menubruk kearah Cioe Cien Cien sambil membentak keras:
"Perempuan rendah, aku tidak punya anak macam kau. .
. ." Tangannya segera menyambar kedepan mencengkeram
tubuh dara tersebut.
"lbu, dengarkan dulu penjelasanku" seru Cioe Cien Cien
sambil menyingkir kesamping, Cioe Hujien tidak mau
banyak bicara.
Bluuum. . .Bluuum. . . .dua buah serangan bersarang
telak diatas tubuh Cioe Cien Cien serta Cioe It Boen
membuat kedua orang gadis itu roboh keatas tanah.
Cioe Hujien kertak gigi, sepasang telapak kembali
dilancarkan berbareng, agaknya ia ada maksud
membinasakan kedua orang gadis itu.
Menyaksikan kejadian ini Lam-kong Pak naik pitam,
segera bentaknya: "Perempuan siluman mereka adalah
putrimu. . . . ."
Bruuuk. . . . ditengah bentrokan dahsyat Cioe Hujien
kena dihantam sampai jatuh terduduk diluar kamar.
Cioe Hujien segera meloncat bangun, dengan, kerahkan
segenap tenaga yang dimiliki ia melancarkan sebuah
serangan kembali.
Pertempuran ini membangkitkan hawa amarah dalam
hati Lam-kong Pak, ilmu sakti Payung sengkala segera
dilancarkan-
Sekali lagi Cioe Hujien dihantam sampai mencelat
sejauh tiga tombak. . .Bruuuuk sebuah meja berkaki delapan
hancur berantakan-
"Tangkap pembunuh, tangkap pembunuh." Nyonya Cioe
segera berteriak keras.
Teriakan ini menggusarkan hati sianak muda itu. jurus
sakti ilmu Payung Sengkala kembali dilancarkan-
Jeritan ngeri yang menyayatkan hati berkumandang
memenuhi angkasa, badan Cioe Hujien terpental keluar
ruangan dan mati binasa. Melihat musuhnya binasa, Lamkong
Pak berdiri tertegun.
Sementara itu Cioe Cien Cien telah menjerit sedih, ia
menubruk ketubuh ibunya dan menangis ter-sedu2, ketika
menyaksikan kematian ibunya dalam keadaan mengerikan,
dengan penuh kemarahan ia berpaling dan serunya dengan
rasa dendam: "Lam-kong Pak, kau sungguh kejam. aku
akan adu jiwa dengan kau. . . ."
Lam-kong Pak tidak ingin terlalu lama berdiam disana
segera menerobos keluar lewat jendela dan berlalu dari situ.
Sepanjang perjalanan itu merasa amat menyesal, ia sadar
berhubung keCelakaan yang terjadi diluar dugaan ini bakal
mendatangkan banyak kerepotan baginya, Cioe It Boen pun
kurang sedikit kena diperkosa, gadis itu pasti tidak akan
melepaskan dirinya begitu saja.
ooooooo
LIMA HARI kemudian Lam-kong Pak telah tiba
disekitar kota Lok-Yang, ia merasa tidak lega hati
memikirkan keselamatan diri ciang ooh berdarah serta Loo
Liang Jen. ia tahu kemungkinan besar mereka menantikan
kedatangan ibunya diatas jembatan Lok Yang.
Kurang lebih kentongan keempat, Lam-kong Pak tiba
diatas jembatan, Lok-Yang Kiauw, tampaklah tiga orang
manusia yang berbentuk sangat aneh duduk bersila diatas
jembatan, mereka sedang makan dan minum dengan
gembiranya, salah seorang diantara mereka bukan lain
adalah Loo Liang Jen, sedang dua orang lainnya adalah si
Hay Thian Siang-cho sepasang manusia jelek dari Hay
Thian, Sin Si Boh atau si catatan kematian Pak Boe serta si
Hek Sim Wangwee atau si Wangwee berhati hitam Coe
Sim.
Dihadapan mereka bertiga terletak seCarik kertas
minyak, diatas kertas minyak itu bertumpuk arak sayur,
bakpao serta kueh. waktu itu Loo Liang Jen sedang
bersantap dengan lahapnya, dalam sekejap mata sepuluh
bagian makanan itu sudah disikatnya.
"Eeeei. . . .Loo-tua" terdengar si catatan Kematian
melototkan matanya bulat2. "caramu bersantap selalu tidak
berobah, sudah lama kita tak berkumpul jadi satu.
semestinya kita adakan peraturan minum arak apa lagi cua
Cap ada malam hari ini indah sekali, inilah saatnya bagi
kaum pujangga untuk membuat syair. Loo-jie. benar
bukan?"
"Tidak salah" si Hek Sim Wangwee mengangguk.
"Apalagi majikan belum tiba. kita adakan peraturan minum
arak memang merupakan suatu tindakan yang tepat sambil
menanti waktu."
"oooouw tidak^ tidak!! aku Loo tua paling benci dengan
permainan seperti itu, aku tidak mau "
"Kalau tidak mau tak boleh bersantap " tukas Hek Sim
Wangwee. Mendengar ancaman itu Loo Liang Jen
ketakutan, buru2 serunya : "Baik2. aku mau, aku mau "
Sementara itu Loo Liang Jen telah menemukan Lamkong
Pak bersembunyi dipinggir jembatan, sianak muda itu
segera memberi kisikan agar ia jangan bersuara.
"Mari. aku akan mulai dahulu." ujar si catatan kematian-
"Dan Loo-jie harus menjawab, kemudian Loo-jie yang
ajukan pertanyaan, Loo-tua yang menjawab. inilah yang
disebut permainan tulisan berganda setiap orang harus
mengucapkan sepatah kata kemudian giliran berikutnya
harus menyambung kata itu dengan kata yang tepat. jadi
aku yang mulai dulu maka Loo-jie harus meneruskan
kata2ku, dan setelah itu kau yang menyambung
berikutnya."
Loo Liang Jen garuk2 kepala, ambil kesempatan itu
kembali ia menghabiskan dua buah bakpao.
"Tulisanku adalah 'Yu' atau Hujan " kata catatan
kematian-
"Tulisanku adalah 'Hong' atau angin " sambung si Hek
Sim Wangwee.
"Hoa-Yu "
"Cioe-Hong "
"Hwie Hoa Yu "
"Aoat Cioe Hong "
"Thiam Thiam Hwie Hoa Yu "
"Hwie Hwie Hoat Cioe Hong "
"Yan ceng Tiam Tiam Hwie Hoa Yu "
"Sip Sang Hwie Hwie Hoat Cioe Hong "
"Kaisar mengatakan, didepan wuwungan rumah titik
gerimis beterbangan bagaikan bunga " Nenek moyang
berseru. "diatas perjamuan berh embus kesana kemari bau
arak wangi"
"sudah, sudah aku tak mau tahu permainan seperti itu."
Teriak Loo Liang Jen-
"Terang2an kalian ada maksud melarang aku makanaku
tidak mau "
Si catatan Kematian tidak menggubris, ia berseru:
"LooJie, kali ini kau yang mengeluarkan soal. tapi harus
gampang sedikit. kalau tidak Loo-tua tak akan bisa
menjawab."
"Baiklah. soalku gampang sekali, sekalipun bocah
berusia tujuh delapan tahun pun bisa menjawab "
Setelah goyang2 kepalanya yang mirip labu ia berkata
lebih jauh: "Loo tua. kau harus perhatikan- asalkan kau
tambahi dengan tiga patah kata saja kau bakal menang "
Kembali Hek Sim Wangwee berhenti sejenak. kemudian
serunya: "Ikan dalam tempayan "
Loo Liang Jen sedang kelaparan, ia tak bisa
menyambung ucapan tersebut, saking gelisahnya sepasang
mata jadi melotot bulat- bulat.
Lam-kong Pak yang menyaksikan keCemasan rekannya
diam2 menuding kearah sepoci arak, maksudnya
mengatakan arak tersebut.
Tetapi dasar Loo Liang Jen memang bodoh. ia tidak
mengerti apa yang dimaksudkan, matanya melotot makin
besar.
Lam-kong Pak pun ikut gelisah, ia segera menuding
kearah mulut sendiri lalu kearah teko arak itu.
Seakan2 menyadari sesuatu, tiba2 Loe Liang Jen berseru:
"Mulut Sauw-ya "
"Telur busuk makmu " maki Hek Sim Wangwee sambil
tertawa dingin.
"Eeeei. . . .kau maki aku?"
"Memangnya kau gentong nasi, masacuma kata2 yang
begitu gampang tak bisa menjawab sudah. kau tak usah
makan "
Lam-kong Pak segera berkelebat keluarda dari tempat
persembunyiannya. Menyaksikan kehadiran sianak muda
itu, sepasang manusia jelek dari Hay Tnian sama-sama
bangun berdiri.
"ooouw. . . .majikan cilik sudah datang. apakah
majikanpun datang ber-sama2?"
"Ibuku belum datang, aku rasa tidak lama kemudian
tentu datang."
Dikala ketiga orang itu sedang ber-cakap2 Loo Liang Jen
segera bekerja keras menyikat habis seluruh makanan serta
arak yang ada disana kemudian sambil memegang perutnya
yang kekenyangan ia bangun berdiri, serunya: "Sauw-ya,
nona Yu sebentar lagi akan tiba disini."
"Dia berada dimana ?"
"Berada disekitar sini, ketika aku bertanya kepadanya
mengapa tidak datang, ia bilang hendak mengerjakan
sedikit urusan "
"Pekerjaan apa yang hendak diselesaika^?"
"Dia bilang hendak mengerjakan pekerjaan orang
perempuan- Sungguh aneh sekali. apakah pekerjaan dari
kaum wanita berbeda dengan kaum lelaki ?"
"Tentu saja sama." sahut Lam-kong Pak sambil tertawa
ter-bahak2. "cepat lihat"
Semua orang berpaling, tampak dari sungai muncul
datang sebuah perahu kecil. diatas perahu itu duduk
Sipencuri sakti Pek-li Gong serta simahasiswa bertangan
sakti Siang Hong Tie.
Tampak dua orang itu satu mendayung yang lain
mengerahkan tenaga dalamnya mendorong perahu tersebut
dengan ilmu pukulan, perahu bergerak kedepan laksana
larinya kuda,
Kurang lebih dua tiga puluh tombak dibelakang perahu
itu mengikuti sebuah perahu yang rada besar, perahu
tadipun bergerak sangat cepat bahkan jauh lebih cepat dari
perahu didepan, orang yang berada diatas perahu tersebut
kebanyakan adalah orang2 dari perkumpulan Liok-mao-
Pang.
"Mari kita sembunyikan diri lebih dulu" seru Lam-kong
pak sambil ulapkan tangannya.
Perahu yang ada dibelakang bergerak makin lama
semakin cepat. ditengah malam buta tampak jelas diatas
perahu tersebut ada sidaging lima warna oei Hun, sisetan
gantung hidup Gouw chiat, silampu hitam pegejar sUkma
Leng cing Cioe, sidewa geledek berlengan delapan Si Put
Siauw, sigolok tanpa tandingan Hong Goan, sisapu baja
Kiem Kioe, sibangku besi AuwSak Kau serta si Kakek
Moyang berwajah kepiting Pi Hoo sekalian.
Kecuali sang ketua boleh dikata seluruh anggota
perkumpulan Liok Mao Pang telah hadir disitu.
Tiba2 dari antara ruang perahu mererobos keluar seorang
manusia aneh yang seluruh tubuhnya hitampekat. .
.Byuuuur. . . .tahu2 ia udag terjun kedalam air.
"Aduuuh celaka. ..." teriak Lam-kong Pak, tampak
perahu kecil yang ada didepan sudah berada kurang lebih
dua tiga puluh tombak dari jembatan Lok Yang, ia segera
membentak keras:
"cianpwee berdua, hati2 didasar sungai."
Sementara berbicara tubuhnya berkelebat kedepan dan
melayang turun diatas perahu kecil itu.
Ketika tubuhnya tiba ditengah sungai, ujung kakinya
menutul permukaan air kemudian melejit kembali keatas
dan melayang ke dalam perahu.
Pada saat itulah dari dasar perahu terdengar suara
gemuruh yang amat deras disusul gelembung air
menyembur hingga ketinggian puluhan tombak. "cianpwee
berdua cepat tinggalkan perahu itu. . . ." kembali Lam-kong
Pak berseru.
Bersamaan waktunya ketika ia enjotkan badannya
keatas, sebuah serangan telah dibabat kebawah, serangan
tersebut amat luar biasa sekali. Siang Hong Tie serta Pek-li
Gong segera meloncat keatas.
"Braaak " pada saat itulah perahu kecil itu sudah hancur
berantakan, balok2 kayU berhamburan keempat penjuru,
gelembung airpun muncrat hingga ketinggian tiga tombak
lebih,
Ketika tubuh Siang Hong Tie serta Pek-li Gong telah
berada kurang lebih tiga tombak ditengah udara, badannya
meluncur turun kembali kebawah, sementara Lam-kong
Pak berada kurang lebih lima tujuh tombak diatas mereka.
Mendadak permukaan air memisah kedepan disusul
munculnya sesosok makhluk aneh yang berwarna hitam
pekat, ia ayunkan tangannya kedepan dan puluhan rentetan
cahaya putih segera menyambar kearah Pek-li Gong serta
Siang Hong Tie.
Waktu itu Lam-kong Pak berada diatas batok kepala
mereka, tak mungkin baginya melancarkan serangan
terdengar ‘criiii criiit ‘ tahu2 tubuh kedua orang itu sudah
terhajar beberapa batang paku Pek Kut Ting.
Senjata rahasia Pek Kut Ting itu terbuat dari semacam
tulang ikan, bukan saja tajam bahkan amat beracun.
Siang Hong Tie serta Pek-li Gong segera mendengus
berat. badannya meluncur kebawah semakin cepat.
Buru2 Lam kong Pak mengeluarkan ilmu bobot seribu
meluncur turun dari sisi tubuh mereka, kemudian
melancarkan kembali sebuah babatan keatas permukaan air.
Tiba2, sidaging lima warna yang berada diatas perahu besar
berseru:
"Pek-li Gong mula2 pun-pangcu mengutarakan syarat
apabila kau suka menyerahkan jinsom berusia selaksa tahun
Ban Nian Liong Si Som maka kau akan dibebaskan- waktu
itu kau mengatakan bahwa benda tersebut tidak berada
dalam sakumu, lalu diberi batas waktu selama tujuh hari
untuk menyerahkan benda tadi. siapa tahu setelah kau
tinggalkan perkumpulan lantas mengadakan hubungan
dengan pihak musuh, sekarang pun Hu-pangcu
memerintahkan kepadamu segera menyerahkan jinsom
tersebut, kalau tidak. Hmmm. . .Hmmm. . .swie Sang
Biauw atau melayang diatas air akan suruh kalian
tenggelam dan terkubur didasar sungai aku rasa nama besar
orang itu tentu pernah kau dengar bukan?"
Lam-kong Pak merasa amat terperanjat, kiranya
simanusia aneh yang berada didalam air itu bukan lain
adalah Swie Sang Biauw melayang diatas air Be Tie yang
tersohor akan hebatnya ilmu berenang orang itu, disamping
persoalan itu iapun kaget karena benda yang hendak
diperebutkan oleh pihak perkumpulan Liok Mao Pang
bukan lain adalah jinsom berusia selaksa tahun Ban Nian
Liong Si Som."
Sementara itu Pek-li Gong serta Siang Hong Tie sudah
tercebur kedalam air, walaupun mereka tidak kenal ilmu
berenang, tetapi dalam waktu singkat mereka masih bisa.
bertahan didalam air, sekalipun begitu mereka pun sadar
berada didasar sungai tak mungkin mereka bisa menandingi
si Swie Sang- Biauw.
Lam-kong Pak segera menerjunkan diri pula kedalam air,
sejak kecil ia belajar berenang saat ini tentu saja permainan
dalam air bukan pekerjaan yang terlalu menyulitkan
dirinya. sepasang mata mengawasi dasar sungai tajam2,
telapak disilangkan didepan dada siap melancarkan
serangan-
Dari dalam sakunya Pek-li Gong ambil keluar sebuah
kotak yang terbuat dari tanduk kerbau, kemudian ujarnya
kepada Lam-kong Pak:
"Eeeei bocah. cepat terima benda itu. dalam kotak
tersebut berisikan jinsom berusia selaksa tahun 'Ban Nian
Liong Si Som', asal kau makan benda itu, tidak usah
menggunakan payung sengkala senjata mustika dunia
persilatan pun sudah cukup untuk menandingi sang ketua
dan perkumpulan Liok Mao- Pang." Seraya berkata ia
lemparkan kotak tadi kearah Lam-kong Pak.
Sementara Lam-kong Pak siap menerima kotak tersebut,
perahu besar itu sudah berada tiga tombak disisinya, si
Daging Lima Warna segera melancarkan sebuah babatan
kearah depan membuat kotak tersebut mencelat sejauh
puluhan tombak jauhnya dan terjatuh kedalam air.
Lam-kong Pak segera meloncat kedepan dan menyelam
kedasar sungai. Sungai tersebut dasar yang paling dalampun
hanya empat lima tombak, namun aliran sungai amat deras,
Lam-kong Pak sadar kepandaiannya didalam air masih
selisih jauh kalau dibandingkan dengan kepandaian dari
Swie Sang Biauw, senjata tanduk naganya segera dicabut
keluar kemudian menyelam kedasar sungai.
Tanpak tubuh 'Swie Sang Biauw' meluncur datang dari
pihak lain, kemudian menyelam pula kedasar sungai.
Kedua orang itu muncul dari arah yang berbeda namun
tujuannya sama, siapa tiba didasar sungai lebih dulu, dialah
yang bakal berhasil mendapatkan jinsom berusia selaksa
tahun 'Ban Nian Liong Si Som' tersebut.
Tentu saja, kalau dibandingkan dengan Lam-kong Pak,
si 'Swie Sang Biauw' menyelam jauh lebih cepat, tampaklah
ia sudah berada kurang lebih satu tombak dari dasar sungai,
Menyaksikan kejadian itu, Lam-kong Pak jadi cemas.
sepasang telapaknya segera didorong kedepan dengan jurus
kesembilan dari ilmu payung sangkala.
Serangan ini luar biasa dahsyatnya. 'Bluum' ditengah
ledakan dahsyat. dasar sungai tergetar sehingga muncul
sebuah liang yang sangat besar, pasir dan air berpusar
kencang muncullah suatu pusaran air setinggi lima sampai
tujuh tombak.
Tenaga dalam yang dimiliki 'Swe Sang Biauw' Be Tie
terlalu cetek, badannya seketika itu juga terpental sejauh
puluhan tombak, namun dengan adanya kejadian ini maka
sulitlah bagi mereka untuk menemukan kembali kotak dari
tanduk kerbau tersebut.
Lam-kong Pak segera berpikir, bagaimana pun juga
selama ada si Swie Sang Biauw didasar sungai, tidak
mungkin baginya untuk menemukan benda tersebut, maka
ia ada maksud menghajar pental lebih dahulu orang itu dari
dasar sungai setelah itu baru bekerja lebih jauh.
Karena punya pikiran demikian ia lantas mencari
bayangan tubuh si 'Swie Sang Biauw' diempat penjuru.
Tetapi akibat dari serargannya tadi dasar sungai jadi
amat keruh sebab bercampur baur dengan pasir
pemandangan diluar satu tombak sulit sekali dilihat jelas.
diam2 ia amat terperanjat.
Seluruh perhatian pun disiapkan untuk menghadapi
segala kemugkinan, ia tahu karena kurang berpengalaman
dalam air, kemungkinan besar ia bisa menderita kerugian.
Dalam perkiraannya, seorang yang lihay dalam ilmu
berenang bisa melihat pemandangan kurang lebih tiga
tombak dihadapannya.
Kalau seandainya Swie Sang Biauw bersembunyi disuatu
tempat satu tombak dari hadapannya maka ia bisa melihat
jejaknya sedangkan ia sendiri tak dapat menemukan
jejaknya.
Mendadak lima rentetan cahaya putih laksana kilat
meluncur datang.
Lam-kong Pak tahu pasti ada senjata rahasia Pek Kut-
Ting mengancam datang, ia segera berkelit kesamping.
Bersamaan itu pula melancarkan sebuah seraogan kedepan.
Pusaran semakin menghebat, permukaan air sungai pun
makin keruh.
Lam-kong Pak tidak berani gegabah, sepasang matanya
mengawasi enam penjuru sedang telinganya dipasang
mendengarkan gerak gerik didelapan arah.
Tiba2 dibelakang tubuhnya kembali berkumandang suara
yang amat nyaring. ia segera berpaling. tampaklah puluhan
batang jarum Pek Kut Ting meluncur datang dengan
cepatnya, ia segera maju tiga langkah kedepan.
Belum sampai ia bertindak sesuatu. dari depan kembali
muncul serentetan tenaga dorongan yang amat dahsyat,
hatinya makin terperanjat.
Tampaklah Swie Sang Biauw sambil memisahkan air
meluncur datang dan menusuk dadanya.
Diam2 Lam-kong Pdk mendengus dingin, ia putar
telapak mencengkeram kedepan. Swie Sang Biauw segera
tarik kembali senjatanya dan melepaskan tiga batang paku
Pek-Kut Ting kedepan.
Lam-kong Pak putar telapak melancarkan sebuah
serangan, mendadak dari kiri kanan belakang serta depan
muncul kembali serangan bokongan yang amat santar ia
terperanjat. untuk berkelit tidak mungkin lagi.
Disaat yang amat kritis iiulah tiba2 terjadi gerakan
dahsyat. ombak menggulung menghebat didasar sungai,
pemandangan semakin keruh, Lam-kong Pak pun jadi
tertegun, semakin tidak berani bertindak gegabah.
Menanti pasir telah mengendap kembali, kurang lebih
satu tombak dihadapannya telah berdiri dua orang mereka
adalah Swie Sang Biauw serta Coe Li Yap. waktu itu
mereka berdua berdiri salinq berpandangan dengan dengan
sinar mata buas, napsu membunuh meliputi seluruh benak.
Diam2 Lam-kong Pak bersyukur dalam hati, ia tahu
seandainya bukan Coe Li Yap datang dan menolong tepat
pada waktunya, ia pasti sudah terluka ditangan orang.
Terlihat Coe Li Yap mengulurkan tangannya seperti lagi
minta suatu benda, Swie Sang Biauw laksana kilat turun
tangan, senjatanya dengan disertai bunga2 air berwarna
putih meluncur datang menusuk pergelangan gadis itu.
Coe Li Yap segera meleset kesamping badannya
bagaikan putaran ikan didalam air kemudian tangannya
bergerak meraba diatas badannya.
Menyaksikan kejadian itu Lam-kong Pak terperanjat, ia
tahu ilmu berenang dari Coe Li Yap sangat luar biasa.
kemungkinan ia sedang memperebutkan jinsom berusia
selaksa tahun 'Ban Nian-Liong-Si Som.'
Pada waktu itu mereka berdua melangsungkan
pertarungan dengan serunya dibalik pertahanan
tersembunyi serangan namun bagaimanapun juga
kepandaian Swie Sang Biauw jauh lebih unggul setingkat,
Coe Li Yap gagal merampas benda itu.
Lam-kong Pak tahu jinsom berusia selaksa tahun 'Ban-
Nian-Liong-Si-Som' pasti telah berada disaku Swie-Sang
Biauw, ia segera menubruk kedepan pula dengan hebatnya.
Sungguh lihay si 'Swie-Sang Biauw' berada dibawah
ancaman dua orang ia sama sekali tidak jadi gugup.
kuatirpun tidak.
Sejak semula hingga detik itu Coe Li Yap tidak melirik
kearah Lam-kong Pak barang sekejap pun, si anak muda itu
tahu ia tentu masih mangkel dengan dirinya
Pada saat itulah tiba2 Swie Sang Biauw menyemburkan
serentetan panah tinta hitam, dalam sekejap mata
lingkungan tiga lima tombak disekeliling dasar sungai itu
jadi gelap gulita.
Dua orang muda mudi itu tahu, tinta yang disemburkan
itu khusus digunakan untuk mengaburkan pandangan
mereka karena takut dibokong mereka sama2 mundur lima
enam langkah kebelakang, menanti mereka cari kembali
bayangan Swie Sang Biauw, orarg itu sudah lenyap tak
berbekas.
Coe Li Yap melotot sekejap kearah Lam Kong Pak,
hidungnya yang kecil dikerutkan membuat muka setan,
agaknya ia hendak menggoda akan kegagalan sianak muda
itu. Lam-kong Pak segera pura2 tidak melihat.
Iapun dapat melihat Coe Li Yap tidak mengenakan
pakaian lapis air yang khusus digunakan untuk berenang,
rambutnya yang panjang terombang-ambing ditengah air.
Mendadak sesosok bayangan tubuh yang tinggi besar
muncul kearah mereka dengan langkah lebar, gerakan
tubuhnya sangat cepat kepandaian berenang semacam ini
jarang sekali ditemui dalam kolong langit.
Ketika berada dua tombak dihadapan mereka, orang itu
berhenti. dengan demikian posisi merekapun jadi berbentuk
segi tiga.
Kedua orang itu sama2 terperanjat, kiranya bayangan
tubuh tersebut bukan lain adalah seorang manusia tembaga.
Manusia tembaga bisa menyelam kedalam air bahkan
memiliki kecepatan yang luar biasa, kejadian itu benar2
belum pernah terjadi atau pun didengar.
Pada waktu itu simanusia tembaga sebentar memandang
kearah Coe Li Yap, sebentar lagi memandang kearah Lamkong
Pak, tingkah lakunya amat lucu dan menggelikan
sekali.
Dipandang secara begini, kedua orang muda mudi itu
jadi jengah dibuatnya, namun berada didalam air tak
mungkin bagi mereka untuk berbicara. terpaksa Lam-kong
Pak cuma angkat bahu dan goyang2kan tangannya berulang
kali.
Coei Li Yap segera melotot sekejap kearah sianak muda
itu.
Simanusia tembaga itu agaknya sedang mentertawakan
mereka berdua, tubuhnya tiba2 bergetar keras. kemudian
dari dalam baju tembaganya mengambil keluar sebuah
kotak tanduk kerbau dan dilemparkan keatas tanah dimana
Coe Li Yap serta Lam kong Pak berdiri.
Sekali lagi sepasang muda mudi itu terperanjat,
bukankah benda yang dilemparkan kearah mereka itu
bukan lain adalah kotak yang berisikan jinsom berusia
selaksa tahun 'Ban Nian Liong Si Som'
Kiranya simanusia tembaga itu telah berhasil
mendapatkan benda mustika tersebut dengan demikian
kepandaian berenangnya jauh lebih hebat kalau
dibandingkan 'Swie Sang Biauw,.
Ketika benda tersebut terjatuh keatas dasar sungai, kedua
orang muda mudi itu tidak ada yang mengambil, mereka
hanya berdiri ditempat masing2 sambil mengawasi tingkah
laku lawannya.
= * * * =
Tiba2 simanusia tembaga itu menuding kearah Lamkong
Pak kemudian menuding kearah kotak tanduk kerbau
tersebut, agaknya ia suruh pemuda itu untuk menerimanya.
Tetapi Lam-kong Pak tetap tidak berkutik dari tempat
semula ia cuma gelengkan kepalanya berulang kali.
Melihat sianak muda itu menolak, simanusia tembaga
segera menuding kearah Coe Li Yap. setelah itu menuding
pula kearah kotak tanduk kerbau yang ada diatas tanah.
Namun kembali Coe Li Yap angkat bahu dan melirik
sekejap kearah Lam-kong Pak. meskipun tidak berbicara
namun siapapun akan tahu apa maksud dari lirikan
tersebut.
Tubuh simanusia tembaga itu bergetar keras, agaknya ia
sedang tertawa ter-bahak2.
Setelah itu putar badan dan berlalu, terhadap kotak
tanduk kerbau yang ada didasar sungai melirik sekejappun
tidak.
Biji mata Coe Li Yap berputaran, ia tidak mengambil
kotak bertanduk kerbau itu sebaliknya malah lambat2
kearah manusia tembaga itu, sementara ia melirik pula
kearah si anak muda, maksudnya ia hendak pergi melihat
wajah sebenarnya dari simanusia tembaga itu.
Lam-kong Pak sendiri pun berharap bisa melihat wajah
yang sebenarnya dari si manusia tembaga itu, maka ia
lantas mengangguk tanda setuju.
Siapa sangka baru saja Coe Li Yap berjalan tiga langkah
kedepan. tiba2 si manusia tembaga itu putar badan kembali.
Badannya yang tinggi besar bergetar keras setelah itu ia
menuding kearah kotak tersebut lalu menuding kearah Coe
Li Yap dan akhirnya menuding kearah Lam-kong Pak.
Coe Li Yap segera mengerti maksudnya, jelas simanusia
tembaga itu minta ia ambil kotak tersebut lalu diserahkan
kepada Lam-kong Pak.
Hidungnya yang kecil kembali berkerut, setelah
mengerling sekejap kearah anak muda itu ia putar badan
dan berlalu, dalam sekejap mata bayangan tubuhnya sudah
lenyap dari pandangan.
Dalam pada itu simanusia tembaga itu pun menuding
keatas permukaan air, setelah itu ia berlalu dari situ.
Lam-kong Pak segera ambil kotak tadi dimasukkan
kedalam saku dan berenang keatas permukaan air.
Tampaklah olehnya diatas jembatan Lok Yang Kiauw
telah terjadi pertarungan yang amat sengit, puluhan jago
lihay sedang melangsungkan pertarungan antara hidup dan
mati.
Setelah tiba diatas jembatan, Lam-kong Pak
menyaksikan ibunya serta Pek Li Siang masih belum tiba
disana, sedangkan Loo Liang Jen sedang bertarung dengan
serunya melawan si Daging Lima warna, ia kelihatan
terdesak hebat.
Yu Chen bertarung melawan sisetan gantung hidup
Gouw Chiet serta si Nenek moyang berwajah kepiting Pi
Hoo. iapun kelihatan terdesak hebat.
KEADAAN dari Hay Thian Siang Cho "sepasang
manusia jelek dari Hay Thian" semakin parah lagi, jagoan
yang mengerubuti mereka berdua yaitu sidewa geledek
berlengan delapan Si Put Siuw, si Lampu Hitam Pengejar
Sukma Leng Ling Cioe serta sigolok tanpa tandingan
sekalian empat lima orang. waktu itu mereka berdua sudah
terluka seluruh badan telah penuh berpelepotan darah.
Pek-li Gong serta Siang Hong meski pun sudah terhajar
oleh senjata rahasia paku Pek Kut Tin, namun dengan
membawa luka mereka harus melangsungkan pula
pertarungan sengit.
Dibawah kerubutan si Bangku besi Auw Sak Kay serta
sisapu baja Kiem Kioe yang berat, kedua orang itu tampak
mundur dengan sempoyongan, keadaan mereka kritis
sekali. agaknya sebentar lagi bakal menderita kekalahan
total.
Mula pertama Lam-kong Pak menubruk kearah Siang
Hong Tie. bentaknya keras: "Cianpwee berdua, harap
segera mengundurkan diri !"
Ketika kedua orang gembong iblis itu menyaksikan bakal
lawannya adalah pemuda kosen tersebut, mereka jadi
terkesiap.
Bangku bajanya segera diangkat lantas dihantamkan
kebawah berbareng.
Menghadapi datangnya serangan sedahsyat itu, Lamkong
Pak tidak menghindar mau pun berkelit, sepasang
tangannya tiba2 menyambar kedepan dan didorong dengan
disertai tenaga, sepasang pergelangan kedua orang gembong
iblis itu jadi robek dan berdarah, tubuh mereka terlempar
keluar dari jembatan dan tercebur kedalam sungai.
Semangat Lam-kong Pak berkobar semakin besar, ia
segera berkelebat kesamping sepasang manusia jelek dari
Hay-Thian dan berseru:
"Harap kalian berdua segera mengundurkan diri untuk
beristirabat !"
Selesai berkata, tanduk naganya telah dicekal dalam
genggaman. Traaaang. . . .!
Diiringi suara bentrokan nyaring, golok besar dari
sigolok tanpa tandingan sudah terpukul hingga mencelat
ketengah udara, sekali tendang ia lempar tubuh sigolok
tanpa tandingan itu sehingga berjumpalitan beberapa kali
ditengah udara dan akhirnya terbanting dibawah jembatan
Lok Yang Kiauw tersebut.
Menyaksikan kejadian itu, si dewa Geledek berlengan
delapan serta silampu hitam pengejar sukma jadi
terperanjat, menemukan si golok tanpa tandingan berhasil
dirobohkan musuh hanya dalam sejurus saja, mereka sama2
bertukar pandangan kemudian serentak menubruk kedepan.
Didalam sekejap mata sidewa geledek berlengan delapan
telah melancarkan delapan belas buah babatan telapak, ia
terkenal sebagai sidewa geledek berlengan delapan, nama
besarnya benar2 bukan nama kosong belaka.
Silampu Hitam pengejar sukma pun tidak mau
ketinggalan, ia pentang mulutnya menyemburkan
serentetan darah segar, inilah ilmu sakti menolong diri
andalannya 'Hiat Ko Beng Jien' atau Semulut darah
menyembur orang.
Lam-kong Pak tidak menghindar maupun berkelit,
tanduk naganya dengan menimbulkan angin geledek yang
dahsyat segera menyongsong kedatangannya.
Terjadi bentrokan dahsyat menggetarkan seluruh
permukaan, jembatan Lok Yang- Kiauw bergetar keras,
ditengah semburan darah yang memenuhi angkasa, tubuh
kedua orang itu mencelat sejauh satu tombak lebih, ambil
kesempatan itu mereka meloncat masuk kedalam sungai.
Hanya didalam dua jurus, ia telah mengejutkan beberapa
orang tokoh sakti, kawanan iblis lainnya yang menyaksikan
kejadian itu jadi ketakutan setengah mati.
"Tahan !" bentak Lam-kong Pak dengan suara keras.
"Hey. kawanan bajingan. ini hari Pun-jien akan suruh
kalian kalah dengan hati takluk. ayoh majulah semua. Punjien
akan menerima serangan gabungan dari kalian semua !"
Begitu ucapan tersebut diutarakan, kawanan iblis jadi
berdiri tertegun. sidaging lima warna segera berseru sambil
tertawa seeam:
"Keparat cilik, kau tak usah bicara sesumbar. cukup
loohu seorang akan menghadapi dirimu !"
"Heee. . . .heee. . .heeee. . . .bukannya Pun-jien terlalu
pandang hina dirimu." jengek Lam-kong Pak sambil tertawa
dingin.
"Asal kau sanggup menerima tiga jurus saja dari
seranganku. Nih Jinsom berusia selaksa tahun Ban Nian
Liong Si Som boleh kau ambil pergi !"
Si Daging Lima warna membentak keras, ilmu telapak
'Yu It Kiang' yang diandalkan pun segera dilancarkan.
Ilmu sakti ini tidak sembarangan digunakan pada hari2
biasa, ini hari boleh dikata baru pertama kali, begitu
serangan dilancarkan ternyata angin pukulan tidak berjalan
lurus, membuat orang sukar untuk ber-jaga2.
Lam-kong Pak terkejut, segera pikirnya:
"Orang ini bisa menduduki kursi ketua perkumpulan
Liok Mao Pang, kepandaian ilmu silatnya betul2 luar
biasa."
Segera ia kumpulkan delapan bagian tenaga murninya
dan melancarkan serangan dengan jurus ketujuh dari
payung sengkaia.
"Bluuumm !" ditengah bentrokan nyaring kedua orang
itu sama2 mundur selangkah kebelakang.
Lam-kong Pak segera kumpulkan segenap tenaga dalam
yang dimilikinya, dan melancarkan serangan dengan jurus
kesembilan.
Dalam sekejap mata seluruh permukaan jembatan Lok
Yang Kiauw itu terliput dalam gulungan angin puyuh,
terutama sekali dari sepasang mata Lam-kong Pak tiba2
memancarkan cahaya tajam yang menggidikkan hati.
"Bluuum. . . .!" tubuh si Daging Lima Warna mencelat
keluar jembatan dan diikuti suara gemuruh yang sangat
memekikkan telinga, jembatan tersebut dengan membawa
tubuh orang itu tercebur kedalam sungai.
Seteiah menyaksikan wakil ketuanya menderita
kekalahan begitu mengenaskan, kawanan iblis lainnya tak
berani berdiam lebih lama lagi disitu, mereka sama2
ceburkan diri kedalam sungai dan melarikan diri, dalam
sekejap mata tak ketinggalan seorang pun disana.
Sepeninggalnya kawanan iblis itu, Pek-li Gong segera
menegur:
"Eeeei keparat cilik, jinsom berusia selaksa tahun Ban
Nian Liong Si Som tersebut apakah berhasil kau rampas
kemkali ?"
Lam-kong Pak mengangguk, ia segera menceritakan
secara bagaimaca simanusia tembaga secara tiba2
munculkan diri dan menolong dirinya. namun ia telah
merahasiakan kemunculan Coe Li Yap ditempat itu.
Pada saat itulah Sun Han Siang dengan disertai Pek-li
Siang telah tiba disana,
Lam-kong Pak segera menceritakan secara bagaimana ia
mendapatkan jinsom tersebut. bahkan ia ambil keluar benda
mustika tadi dan diserahkan kembsali kepada pek-li Gong.
"Selamanya loohu hidup tidak semestinya, paling tidak
suka pula mencari harga sehingga membuat keadaanku
miskin dan rudin sekali, sun Han Siang, kalau kau tidak
menampik lebih baik kita tetapkan saja dengan sepatah dua
patah kata."
Sun Han Siang tarik tangan pek-li Siang lalu ujarnya
sambil tertawa.
"Pek-li Heng, mengapa kau ucapkan kata2 semacam itu?
Siang-jie cantik lagi cerdik. untuk mencintainya saja aku
situa sudah tidak sanggup! kau masih mengatakan hal yang
tidak2!"
"Kalau memang demikian adanya, jinsom selaksa tahun
'Ban Nian Liong Si Som' yang ada dalam kotak itu anggap
saja sebagai tanda mata dari Siang-jie. Sun Han Siang harap
kau jangan memandang rendah diri loohu !"
„Mana, mana. terhadap benda tanda mata semahal ini,
aku situa tidak berani menerimanya lebih baik tinggalkan
untuk kau gunakan sendiri saja! kami ibu dan anak tidak
membutuhkan benda tersebut !"
"Kalau kalian tidak mau menerima dan berani tidak
pandang sebelah mata kepada loohu, haruslah diketahui
benda mustika dunia seperti ini makin tinggi kadarnya
maka semakin memberikan kemanfaatan yang besar bagi
bakat2 baik Bu-lim. Bagi kemampuan keparat cilik itu kalau
ditambah dengan jinsom ini, niscaya ia akan bertambah
lihay. mungkin sang ketua dari perkumpulan Liok Maopang
pun bukan tandingannya lagi. hanya saja. . . ,"
"Apakah masih membutuhkan bahan obat2an lain
sebagai pengiring ?"
"Tidak salah! sebenarnya bahan obat pengiring tersebut
sukar didapat, tetapi kalau dibicarakan bagi sikeparat cilik
ini sebenarnya tidak terlalu susah. hanya saja sekarang
keadaan malah bertambah repot !"
"Sebenarnya macam apakah sih bahan obat pengiring
itu?"
"Membutuhkan enam sampai delapan orang gadis
perawan. dengan bibir menempel bibir mengirimkan air liur
gadis tersebut kepusar bocah she-Pak agar bisa bergabung
dengan jinsom ini termasuk hawa Yang, setelah menelan
maka seluruh tubuh akan jadi panas dan napsu birahi akan
memuncak, maka harus membutuhkan air liur kaum gadis
yang beraliran Im serta masih bersih untuk menahannya !"
Mendengar ucapan itu Sua Han Siang segera kerutkan
dahinya. enam sampai delapan orang gadis perawan tidak
terlalu sulit baginya, diam2 ia mulai menghitung. didepan
matanya sekarang sudah ada dua orang. ditambah Coe Li
Yap, Cioe Cien Cien serta Liuw Hwie Yan maka
jumlahnya sudah mencapai lima orang. tentu saja Sun Han
Siang mengerti keadaan dari putranya, ia tahu asal putranya
suka ajukan permohonan ini niscaya beberapa orang gadis
itu akan membantunya dengan senang hati.
Tetapi masalah ini tak dapat dilakukan sembarangan,
atau dengan perkataan lain setelah kejadian itu maka Lamkong
Pak harus mengawini seluruh gadis itu.
"Ibu kau tak usah bersedih hati" kata Lam-kong Pak
"Putramu tak ingin menggunakan cara ini. . . ."
"Pak-jie, menurut apa yang aku ketahui sampai dewasa
ini masih ada dua orang gembong iblis belum munculkan
diri, ilmu silat mereka jauh diatas ketua perkumpulan Liok
Mao Pang benarkah lebih lihay dari pemilik Payung
Sengkala aku tidak tahu. yang jelas salah Seorang
diantaranya sudah jadi pembantu Liok Mao Pang tahukah
kau siapakah iblis tersebut ??".
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, para jago
sama-sama memperhatikan dengan wajah serius.
"Anak tidak tahu!" sahut Lam Kong Pak.
"Biarlah aku coba menebak!" sela Pek-li Gong cepat,
"Bukankah dia adalah si kakek purba yang menjagoi dunia
persilatan dengan ilmu Koen Toen Kang khienya pada
delapan puluh tahun berselang??".
"Sun Han Siang mengangguk, "Aku rasa mungkin dialah
orangnya, coba pikirlah apabila iblis ini pun munculkan
diri, siapa yang dapat menandingi ??".
Para jago sama2 terkesiap, satu gelombang belum reda
gelombang lain menyusul, seorang ketua perkumpulan bulu
hijau sudah sukar dihadapi apalagi ditambah dengan
seorang gembong iblis lihay, hal ini membuktikan bahwa
hawa pembunuhan besar2an dalam Bu-lim sudah dekat.
"Orang Bu-lim hanya tahu kalau gembong iblis ini
menjagoi dunia persilatan dengan mengandalkan hawa
sinkang Koen Toea Kang khienya, belum pernah ada orang
berkata akan kecabulannya".
"Kemarin dengan mata kepala sendiri Loo-sun telah
menyaksikan anak buah perkumpulan bulu hijau
menangkap anak perempuan hingga mencapai jumlah 100
orang banyaknya, yang aneh diantara mereka semua ada
nenek-neneknya berusia 50 tahun keatas".
"Nah itulah dia, disinilah letak perbedaan antara
gembong iblis itu dengan orang lain, dia tentu menginap
suatu penyakit aneh dan napsu birahinya baru tersalur bila
berkumpul dengan nenek2 berusia 50 tabun keatas,
mungkin saja setiap malam harus berbuat 5 kali paling
sedikit".
Merah jengah selembar wajah Sun Han Siang.
sedangkan dua gadis lainnya segera mencibirkan bibirnya
dengan wajah jengah.
"Hey pencuri tua, jangan mengigau yang bukan-bukan"
tegur Sun Han Siang cepat.
Pek-li Gong melirik sekejap kearah Lam-kong Pak
kemudian berkata lagi: "Persoalan tak boleh diundurkan
lagi, dewasa ini disini hadir dua orang gadis manis, biarlah
keparat She Pak ini menelan obat itu lebih dulu, asal bisa
mencapai angka ke 6 itu sudah cukup". berdebar jantung
kedua orang gadis itu, dengan tersipu-sipu mereka
tundukan kepalanya rendah-rendah. '
= Bagaimana selanjutnya kisah ini nantikanlah
lanjutannya pada kisah "KELELAWAR HIJAU"
- TAMAT -
KELELAWAR HIJAU (Lanjutan: Payung Sangkala)
= CUPLIKAN =
DALAM kisah "Payung Sengkala" diceritakan bahwa
dalam suatu perebutan sengit diatas jembatan kota Lok
Yang untuk memperebutkan jinsom sisik naga yang berusia
sepuluh ribu tahun, akhirnya benda mestika itu berakhir
diperoleh Lam-kong Pak si jago kita.
Oleh Pek-li Gong sipencuri sakti benda mustika yang
seharusnya menjadi hak miliknya itu diserahkan kepada
Soen Han Siang ibu dari Lam-kong Pak sebagai mas kawin.
Dimana kemudian Jinsom itu harus ditelan oleh Lamkong
Pak agar tenaga dalamnya bertambah sehingga
perlawanannya menghadapi Perkumpalan Bulu Hijau yang
ditunjang dua orang gembong iblis sakti bisa berhasil
dengan sukses.
Tapi timbul masalah baru, karena untuk menelan Jinsom
sisik naga berusia sepuluh ribu tahun itu harus dibarengi
pula dengan obat pengiring yang merupakan cairan lendir
dari enam sampai delapan orang gadis perawan.
Untung disamping Pek-li Hiang serta Yoe Tien masih
ada Coe Li Yap, Cioe Cien Cien, Liuw Hoei Yan serta Cioe
Ih Boen enam orang.
Demikianlah, maka diputuskan keenam orang gadis
perawan itu membantu Lam-kong Pak untuk mencairkan
jinsom yang tak ternilai harganya itu.
Terdengar Pek-li Gong berkata: "Dewasa ini dikalangan
kita keparat cilik she Lamkong inilah merupakan pemimpin
kita, agar pertarungannya memperebutkan kekuasaan
dengan pihak perkumpulan Bulu Hijau berhasil dengan
sukses, kita musti jadikan dirinya sebagai jago kelas kelas
satu, oleh sebab itu didalam melaksanakan tugas yang amat
penting ini, kita musti mencari suatu tempat yang
tersembunyi letaknya".
"Eeei pengemis tua" sela Siang Hong Tie. "aku lihat
rumah gubukmu terletak disuatu tempat yang terpencil
dan sunyi keadaannya, lebih baik kita berangkat kesitu
saja!"
Maka berangkatlah beberapa orang itu menuju ketempat
tinggal dari Pek-li Gong. Rumah gubuk dengan belasan
bilik serta pemandangan yang indah memang merupakan
suatu tempat yang strategis letaknya.
Sepintas lalu rumah itu menyerupai rumah kaum petani
biasa yang dikelilingi sawah dan kebun. serentetan pohon
Liuw tumbuh disisi pagar bambu menutupi pandangan
orang luar terhadap gerak gerik didalam.
Ketika Soen Han Siang menyampaikan maksud tersebut
kepada kedua orang dara ayu itu, dengan wajah tersipu-sipu
dan kemalu-maluan mereka menganggukan kepalanya,
padahal memang kejadian ini merupakan pucuk dicinta
ulam tiba bagi mereka.
Sebab setelah Soen Han Siang berkata demikian, berarti
pula kejadian itu akan berubah jadi kenyataan dan mereka
tak usah menanti dilamar orang lagi.
Sementara itu Pek-li Gong telah membagi jinsom sisik
naga berusia sepuluh ribu tahun itu jadi enam bagian, dua
bagian diberikan lebih dahulu kepada Lam Long Pak untuk
ditelan. kemudian baru memberi kisikan kepada kedua
orang gadis itu untuk masuk kedalam ruangan.
Sedangkan sekalian para jago lihay segera menyebarkan
diri disekeliling rumah gubuk itu untuk menjaga segala
kemungkinan yang tidak diinginkan.
Setelak Lam-kong Pak masuk kedalam kamar,
tampaklah kedua orang dara ayu itu dengan wajah bersemu
merah duduk tersipu di sudut pembaringan.
"Yoe cici!" terdengar Pek-li Hiang berbisik lirih. "Kau
duluan aach...."
"Tidak bisa jadi!" sahut Yoe Tien sambil gelengkan
kepalanya berulang kali. "Meski pun cici lebih tua beberapa
tahun darimu, tapi kalian berkenalan lebih duluan, tidaklah
pantas kalau cici mendahului dirimu. . . ayolah! kau tak
perlu malu2 lagi....,"
"Begini saja! bagaimana kalau adik Pak saja yang
memutuskan???"
"Baiklah " kata Lam-kong Pak. " Lebih baik enci Yoe
lebih duluan. . . .aaaai! kalian rela membantu diriku,
membuat siauw-te merasa amat berterima kasih!".
"Adik Pak kau tak usah mengucapkan kata-kata yang tak
enak didengar lagi, asal kau jangan sampai suka yang baru
melupakan yang lama, kami sudah merasa cukup puas".
Air muka Lam kong Pak berubah jadi serius.
"Enci Yoe!" katanya. "Meskipun siauwte bodoh dan
tidak bisa berpikir, tetapi aku bukan seorang lelaki yang
gampang melupakan yang lama untuk menikmati yang
baru, kalian berdua boleh legakan hati dan tak usah
kuatirkan lagi. . .persoalan itu!".
Dalam pada itu Pek li Hiang telah menyingkir kesamping
dan alihkan sinar matanya memandang keluar jendela.
Sedangkan Yoe Tien sambil baringkan tubuhnya diatas
pembaringan. ujarnya dengan mata memancarkan
kelembutan: "Adik Pak ayohlah kita mulai!",
Lam-kong Pak naik keatas pembaringan dan mereka
berdua pun segera saling bertindih-tindihan dan saling
memeluk dengan kencangnya, bibir beradu dengan bibir,
hati bertemu dengan hati. air liur yang berbau wangi setetes
demi setetes mengalir keluar dari bibir Yoe Tien,
membasahi tenggorokan sianak muda itu dan langsung
turun kearah pusar.
Dua buah jantung berdebar dengan kerasnya. empat
mata bersatu padu memancarkan napsu birahi yang amat
tebal, terutama sekali Yoe Tien adalah seorang gadis yang
mulai menanjak dewasa, sepasang payudaranya yang
montok putih dan besar bagaikan sepasang bukit cukup
membuat hati Lam-kong Pak syurr-syurran, hampir saja
sukmanya terasa melayang meninggalkan raganya.
"Adik pak, jangan terpengaruh oleh napsu birahi. . .cepat
tarik kembali angan2mu yang nyeleweng..." bisik Yoe Tien
memperingatkan.
Lam Kong Pak terperanjat. cepat2 tarik kembali
pikirannya yang mulai terpengaruh oleb napsu birahi dan
salurkan hawa murninya kedalam pusar, dengan cepat air
liur yang mengalir keluar dari bibir Yoe Tien telah
bercampur jadi satu dengan jinsom sisik naga berusia
sepuluh ribu tahun itu ada menyebar keseluruh urat penting
ditubuhnya.
Setengah jam sudah lewat, Yoe Tien mendorong tubuh
sianak muda itu kesamping sambil bisiknya:
"Sudah selesai, sekarang tiba gilirannya adik Hiang
untuk menggantikan kedudukanku!".
Lam Kong Pak tidak melepaskan dara ayu itu begitu
saja. ia peluk tubuhnya kencang2 dan mencium bibirnya
dengan penuh kemesraan.
Yoe Tien semakin tersipu sipu, dengan wajah merah
padam ia segera meronta bangun, selesai berpakaian ia
menuju ketepi jendela sambil serunya:
"Adik Hiang, sekarang tiba giliranmu!"
Pek-li Hiang, rada sangsi sejenak, tapi ia menurut juga.
setelah melepaskan pakaiannya ia jatuhkan diri berbaring
diatas pembaringan dan membiarkan tubuh pemuda she
Lam-kong itu menindih dirinya.
Entah berapa lama sudah lewat, akhirnya sianak muda
itupun telah menyelesaikan tugasnya. menanti kedua orang
dara ayu itu sudah berlalu. seorang diri Lam-kong Pak
duduk bersila mengatur pernapasan, sebab ia harus duduk
sementara di selama tiga hari tiga malam lamanya untuk
menyebarkan penggabungan cairan liur gadis perawan
dengan jinsom berusia sepuluh ribu tahun itu keseluruh
bagian tubuhnya.
Dua hari dua malam dengan cepatnya telah berlalu,
ketika tengah malam kentongan ketiga pada hari ketiga
menjelang tiba, dimana Lam-kong Pak sedang duduk
bersemedi didalam keadaan lupa segala-galanya. tiba-tiba ia
rasakan dari jalan darah Pak Hoei-biat diatas tubuhnya
mengalir masuk segulung hawa panas yang amat deras dan
gencar.
Mula2 dia masih mengira bahwa itulah akibat dari reaksi
jinsom Sisik naga berusia sepuluh ribu tahun yang
menunjukkan kasiatnya, hingga tanpa menggubris pemuda
itu maneruskan kembali semedinya, tapi kemudian hawa
panas itu makin lama semakin dahsyat, didalam urat2
penting disekujur tubuhnya serasa ber-gerak2 seperti ada
ber-puluh2 ekor tikus yang berlarian kesana kemari, hatinya
jadi bergerak.
Tetapi pada saat itu ia berada dalam keadaan yang paling
penting. tak mungkin baginya untuk membuka matanya
memeriksa. Menunggu fajar telah menyingsing dan
semedinya telah selesai barulah matanya per-lahan2
direntangkan.
Alangkah terkejutnya sianak muda itu tatkala matanya
sempat menangkap bayangan sesosok tubuh manusia
tembaga sedang bergerak sempoyongan keluar lewat
jendela.
Sadarlah Lam-kong Pak babwa manusia tembaga itu
telah membantu dirinya dengan salurkan hawa murni yang
sempurna. Tidak sempat memberitahu kepada sekalian
penjaga yang bersiap siaga disekeliling tempat itu lagi, ia
segera enjotkan badan dan menyusul dari belakang.
Terlihatlah manusia tembaga itu makin lama berjalan
semakin cepat, gerakan tubuhnya mulai mengambang dan
sukar dilukiskan dengan kata2.
Lam-kong Pak segera mengerahkan segenap kekuatan
yang dimilikinya, dalam waktu singkat ia berhasil menyusul
sampai jarak dua puluh tombak lebih, teriaknya keras2:
"Cianpwee! tunggu sebentar, boanpwee sudah sepantasnya
kalau mengucapkan rasa terima kasihku atas budi kebaikan
yang telah kau berikan!"
Tetapi manusia tembaga itu tetap berlagak pilon dan berpura2
tidak mendengar, bukannya berhenti malahan
gerakan tubuhnya kian lama kian bertambah cepat, se-olah2
dia takut disusul oleh sianak muda itu.
Lam kong Pak enjotkan badannya dua kali, tubuhnya
melesat jauh lebih cepat lagi dari keadaan semula. Jarak
diantara mereka berdua pun semakin dekat lagi, kini
mereka hanya terpaut antara tujuh sampai delapan tombak.
Sementara ia hendak berteriak lagi, mendadak bayangan
manusia berkelebat lewat, tahu-tahu seorang wanita
berkerudung hitam telah menghadang pergi jalan orang itu.
Lam-Kong Pak mengenali orang itu sebagai "Toa-Pei-
Liong In" atau si wanita pengasingan, sedangkan manusia
tembaga itu kemungkinan besar adalah ayah kandungnya
"Hong Loei Khek" si jago Angin Geledek Lam Kong Liuw,
karena ingin tahu ganjalan serta hubungan apa yang terjalin
diantara kedua orang itu. maka cepat2 ia sembunyikan diri
dibelakang sebuah batu besar.
Dalam pada itu si manusia tembaga tadi sudah
menghentikan langkah kakinya, namun ia tetap
membungkam seribu bahasa.
"Siapakah dirimu??" terdengar perempuan pengasingan
menegur dengan suara berat.
"Manusia tembaga!!"
„Omong kosong lebih baik dikurangi! "seru perempuan
pengasingan lagi dengan suara berat. "tentu saja aku tahu
bahwa kau adalah manusia tembaga, yang kutanyakan
adalah nama aslimu serta asal usulmu yang sebenarya!!"
"Nama asliku pun bernama manusia tembaga."
Toa Pei Liong In perempuan pengasingan segera tertawa
dingin.
"Hmmm!.... kau tak usah melebihi diri, aku tahu bahwa
kau adalah "Hong Loei Lhek" Jagoan Angin Geledek
Lam-kong Liuw! bukankah begitu??".
"Salah besar! Poen jien bukankah Lam kiong Liuw. juga
bukan Loe It Beng....",
"Berbicara tanpa bukti tiada gunanya.bolehkah kau
unjukkan wajah aslimu sehingga loo-soen dapat
menyaksikan raut wajahmu yang sebenarnya?...".
"Antara Poen-jien dengan dirimu tiada ikatan maupun
hubungan apapun. kenapa musti unjukkan wajah asliku
dihadapanmu??".
"Lam kong Liuw, kau betul2 berhati kejam... kau tidak
mempunyai perasaan sedikit pun juga!"teriak perempuan
pengasingan dengan setengah menjerit.
Tapi manusia tembaga itu tetap tertawa. "Aku tidak
mengerti apa yang telah kau ucapkan? apakah kau tidak
takut bahwa pengutaraan perasaanmu itu telah keliru
dihadapan orang lain??".
Ucapan ini manjur sekali, seketika itu juga Toi Pei
Liong-In betul2 tak berani mengutarakan isi hatinya lagi,
hanya ujarnya:
"Bila kau berani berlagak pilon pura-pura bodoh lagi,
Hmmmm! jangan salahkan kalau Loo-soen segera akan
turuantangan menyerang dirimu!".
"Omong kosong! aku justru tidak habis mengenti apa
alasanmu mengejar diriku terus menerus dan menuduh aku
dengan segala tuduhan yang tidak genah.
Toa Pei Liong In siperempuan pengasingan itu kontan
naik darah, ia menjerit keras lalu menubruk. kedepan, cakar
mautnya langsung meayambar wajah bagian depan
manusia tembaga itu.
Dengan sebat si manusia tembaga berkelit kesamping,
kemudian bergeser dengan sempoyongan seakan-akan
hampir saja ia kena dicengkeram.
kejadian yang sama sekali diluar dugaan ini tentu saja
membuat perempuan pengasingan jadi tertegun, ia tidak
mengesti apa sebabnya manusia tembaga tersebut secara
tiba-tiba berubah jadi begitu tak becus.
Tetapi Lam-kong Pak yang bersembunyi dibalik batu
besar mengerti sedalam-dalamnya. apa yang sebetulnya
telah terjadi, justru disebabkan sebagian besar hawa
murninya sudah tersalur kedalam tubuhnya itulah
mengakibatkan si Manusia Tembaga jadi lemah dan tiada
kekuatan untuk melancarkan serangan balasan.
Sementara itu si-perempuan pengasingan telah tertawa
dingin dengan suara yang menyeramkan.
"Heeeh-heeeh-heeeh... aku mau lihat. dengan cara
apakah kau hendak meloloskan diri dari cengkeraman
telapakku....".
Jurus2 serangaa aneh segera dilancarkan dengan gencar
memaksa manusia tembaga itu terdesak mundur kebelakang
berulang kali, beberapa kali hampir saja badannya kena
cengkeram oleh pihak lawan.
Didalam keadaan demikian Lam-kong Pak justru malah
menaruh rasa simpatik terhadap Manusia Tembaga itu,
walaupun dia sendiripun kepingin tahu siapakah
sebenarnya manusia tembaga itu, tetapi ia tidak ingin
memaksa orang dikala orang lain dalam kesusahan, tanpa
berpikir panjang tubuhnya segera melesat kearah depan dan
langsung mengirim satu pukulan dahsyat kearah perempuan
pengasingan.
Jurus serapgan yanga digunakan saat ini tidak lebih
hanya gerakan permulaan dari ilmu pukulan Sam Hoo-It-
Ciang-Hoat, bilamana berada dimasa yang lampau tak
nanti dirinya merupakan tandingan dari si perempuan
pengasingan, siapa tahu . . . .
ketika dua gulung angin serangan membentur satu sama
lainnya sehingga menimbulkan suara ledakkan yang amat
dahsyat. kedua belah pihak masing2 tergetar mundur tiga
langkah lebar.
Menyaksikan hasil yang sama sekali diluar dugaan ini.
Lam Kong Pak jadi terkejut bercampur girang. Pikirnya;
"Andaikata bukan tenaga dalamnya yang mengalami
kemunduran pesat, pastilah tenaga lwekangku yang
memperoleh kemajuan diluar dugaan. Rupanya inilah hasil
dari khasiat jinsom sisik naga berusia sepuluh ribu tahun
yang tak ternilai harganya itu".
Dalam pada itu perempuan pengasingan telah
membentak dengan suara keras:
"Huuuh....! bajingan lagi2 kau si keparat cilik. . . ."
Blaaam....! sekali lagi terjadi bentrokan keras yang
menimbulkan suara ledakan dahsyat, kedua orang itu
masing2 mundur lagi sejauh satu tindak.
"Bajingan cilik!" teriak perempuan pengasingan.
"'Rupanya kalian ayah dan anak dua orang memang sudah
sekongkol sedari tadi. Hmm! ...hati-hati kau".
Selama pembicaraan berlangsung kedua orang itu
kembali saling menghantam sebanyak tiga jurus, tetapi
siapapun tidak berhasil mendapat keuntungan didalam
bentrokan itu. Sementara bayangan tubuh si manusia
tembaga dalam sekejap mata telah lenyap tak berbekas.
Kemarahan dari Toa-pei Liong-in semakin memuncak,
sambil mencak2 kegusaran teriaknya:
"Bajingan cilik. kau telah melepaskan si manusia
tembaga itu. Bagus! sekarang loo-nio akan mencari
perhitungan dengan dirimu!"
"Tahan!!" hardik Lam-kong Pak. Sebelum pertempuran
dilanjutkan, terlebih dahulu aku hendak bikin terang duduk
persoalan, sebenarnya permusuhan apakah yang terikat
antara dirimu dengan keluargaku?".
Ditanya secara gamblang. Toa-pei Liong-in jadi merasa
sungkan sendiri untuk menjawab, hanya serunya: "Untuk
mengetahui duduknya perkara lebih baik kau pulang dan
tanyakan sendiri persoalan ini kepada ibumu yang tak tahu
malu itu!".
Habis berkata ia mengirim satu pukulan dahsyat kedepan
dan kemudian putar badan meneruskan pengejarannya
kearah manusia baja itu.
Tanpa terasa Lam-kong Pak jadi gelengkan kepalanya.
terhadap persoalan yang menyangkut antara ibunya dengan
Toa-poe Liong-in dia memang sedikit mengetahuinya,
menurut perkiraannya mungkin dendam kesumat yang
terjadi diantara mereka berdua disebabkan oleh karena
ayahnya seorang,
Rupa2nya sang ayah sudah berkenalan lebih dahulu
dengan Toa poe Liong-in Cioe Hong Hong, tetapi
kemudian ia kawin lagi dengan ibunya.
Sekarang yang menjadi persoalan, tatkala ibunya
mencuri kitab pusaka dari Payung Sengkala tersebut.
pernahkah beliau turun tangan terhadap dirinya? sedangkan
kalau kedua orang manusia tembaga itu yang seorang
adalah 'Hong Loe Kek' jago Angin Geledek, sedang yang
lain adalah 'Siauw Yauw sianseng' Si sianseng suka
pelancongan maka siapa pula manusia tembaga ketiga yang
membawa payung sengkala tersebut??
"Hmmmmm !"
Belum habis ia melamun, mendadak dari belakang
tubuhnya berkumandang datang suara dengusan yang amat
dingin.
Dengan cepat ia berpaling, terlihatlah Cien Cien serta
Cioe It Boen dengan wajah diliputi kesedihan serta
memakai pakaian berkabung telah berdiri kaku disitu.
Rupanya sejak Cioe hujien menemui ajal diatas telapak
Lam-kong Pak, kedua orang dara ayu itu siang malam
mencari Lam Kong Pak untuk bikin pembalasan!
Sadarlah sianak muda itu bahwa kesalah pahaman yang
telah terjadi tidak gampang diselesaikan, sebab walaupun
ketika itu ia ada maksud uatuk turun tangan mencabut jiwa
Cioe hujien tetapi tak seorangpun yang akan mempercayai
perkataannya.
Maka dengan wajah serius dan nada bersungguhsungguh
ujarnya: "Nooa Cioe! atas keteledoran Cayhe
sehingga melukai ibumu, harap kau suka memaafkan!"-
"Hmm! enak benar ucapanmu itu, jengek Cioe Cien Cien
dengan suara bengis. "Seandainya aku yang telah
membinasakan ibumu apakah kau dapat berbicara dengan
suara seenteng itu?".
Lam Kong Pak tidak ingin ribut apalagi cekcok dengan
kedua orang gadis ini lagi, mulutnya segera membungkam
dalam seribu bahasa.
Melihat pemuda itu hanya melulu membungkam, Cioe
Cien Cien jadi semakin bertambah sengit, teriaknya sambil
menggertak gigi kencang2:
"Ayahku terikat dendam kesumat sedalam lautan dengan
orang tuamu dan kini ia sudah mati dalam keadaan
mengerikan diujung telapakmu, sebetulnya hubungan sakit
hati diantara kita toh sudah beres? sungguh tak nyana
hatimu kelewat bengis dan keji. jiwa ibuku pun sekalian kau
cabut... Hmm! Hmm! orang she Lam-kong. hari ini aku tak
akan melepaskan dirimu dengan begini saja" .
"Berulang kali siauw-heng toh sudah menerangkan
bahwa aku tidak secaran sengaja melukai ibumu." kata
Lam-kong Pak tenang, "kalau memang kau tidak ingin
memaafkan diriku, nah! cepatlah turun tangan.."
Air mata mengucur keluar dari kelopak mata Cioe Cien
Cien kian lama kian bertambah deras, hingga akhirnya
seluruh wajah dan pakaiannya basah kuyup.
"Hubungan jodoh kita telah berakhir dendam kematian
ibuku lebih dalam dari saudara tentu saja aku harus
menuntut balas atas kesedihan hatimu itu...."
"Cici. . ." terdengar Cioe It Boen yang berdiri disamping
menyela dengan suara terpatah-patah. "Aku lihat...aku lihat
ia memang tidak bermaksud untuk berbuat begitu..."
"Omong kosong?" teriak Cioe Cien-Cien dengan
suaranya yang melengking keras. "Memangnya ia tak
pernah membinasakan ibu kandungmu, maka kau bisa
berkata demikian??"'.
Cioe It Boen jadi membungkam, dengan sedih ia
mengundurkan diri kesamping kalangan.
Sementara itu Cioe Cien-Cien dengan langkah lebar telah
maju kedepan, dengan wajah penuh nafsu membunuh
serunya; "Lebih baik kaupun tak usah menaruh belas
kasihan terhadap diriku, ini hari kalau kau tidak
membinasakan diriku, maka aku harus mencabut
jiwamu!...".
"Silahkan turun tangan! aku tidak nanti akan
membalas!".
Cioe Cien-Cien membentak keras, telapak tangannya
bagaikan sebilah golok dengan dahsyatnya segera dibabat
keatas batok kepala lawan.
= = ooooOoooo = =
LAM KONG PAK sedikitpun tidak berkutik dari tempat
semula, terlihatlah serangan itu dalam sekejap mata akan
menghajar telak diatas batok kepalanya.
Mendadak terdengat suara bentakan keras disusul
terjadinya ledakan nyaring yang memekakkan telinga.
Sambil terhuyung-huyung mundur tiga langkah
kebelakang, Cioe Cien Cien membentak dengan penuh
kegusaran.
"Budak rendah. perempuan sialan! kau berani membantu
pihak lawan??..."
Kiranya disaat yang paling kritis itulah Cioe It Boen
telah melancarkan pukulan sebuah serangan untuk
menyambut babatan tut dart kukak perempuannya, tapi
dida-iro bentrokan tersebut badannya terpental jauh tujuh
delapan langkah dari tempat mula.
"Cici. tenangkan dahulu hatimu!" ujar Cioe It Boen
dengan suara halus...Dalam peristiwa ini kedua belah pihak
sama2 ada salahnya, lagi pula. ...moay-moay pun tahu
bahwa kau sangat mencintai dirinya, kenapa sekarang kau
malah hendak membunuh jiwanya? bukankah dia sendiri
pun tiada maksud untuk berbuat demikian. . . ."
"Tutup mulut! perduli bagaimanapun juga, kedua orang
tuaku telah mati binasa ditangannya seorang! semestinya
diapun tahu bahwa dengan matinya ibuku maka aku harus
hidup sebatang kara, tanpa sanak tanpa keluarga. . .
.Hmmmm ! dasarnya dia memang tidak memiliki
perikemanusiaan. . . ."
Selama ini Lam-kong Pak tetap bungkam dalam seribu
bahasa, tak sepatah katapun yang ia ucapkan keluar untuk
menanggapi orang.
Dengan gusar Cioe Cien Cien menerjang maju lagi
kedepan, teriaknya: "Lam-kong Pak, kalau kau masih tak
mau turun tangan, setelah modar janganlah salah kau kalau
aku berhati kejam!".
Cioe It Boen jadi gugup dan semakin gelisah, tiba-tiba ia
bertiak keras: „Kau...kau cepatlah melarikan diri!.
Dengan pandangan penuh rasa berterima kasih Lamkong
Pak melirik sekejap kearah gadis she Cioe itu,
kemudian menggeleng.
"Mati atau hidup telah ditakdirkan oleh yang Maha
Kuasa! sekalipun aku harus me-nemui ajalku ditangannya,
hatiku pun merasa rela. Sebab ia pernah melepaskan budi
yang tak terhingga kepadaku, satu budi dibalas dengan satu
budi. itulah namanya takdir!"
Cioe Cien-Cien sama sekali tak mau mengubris ocehan
orang, pergelangan tangannya segera dijulurkan kedepan,
inilah gerakkan pembukaan dari ilmu sakti "Too-Thian
Coe-Hiang",
"Ibu!"serunya dengan penuh rasa dendam. "Ini hari
putrimu akan membinasakan dirinya dengan kepandaian
saktimu,...".
Habis berkata, desiran angin tajam menderu-deru...
bagaikan gulungan taupan segera mengurung sekujur tubuh
sianak muda itu.
Cioe It Boen tidak ingin menyaksikan sianak muda itu
mati konyol, menyaksikan datangnya angin pukulan yang
begitu dahsyat, tanpa memikirkan keselamatan sendiri lagi
gadis itu menubruk maju kedepan dan menghadang
didepan tubuh Lam-kong Pak.
Bersambung. . . .
Anda sedang membaca artikel tentang Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3 dan anda bisa menemukan artikel Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3 ini dengan url https://cerita-eysa.blogspot.com/2012/08/cerita-dewasa-silat-merangsang-payung.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3 sumbernya.

Unknown ~ Cerita Silat Abg Dewasa

Cersil Or Post Cerita Dewasa Silat Merangsang Payung Sengkala 3 with url https://cerita-eysa.blogspot.com/2012/08/cerita-dewasa-silat-merangsang-payung.html. Thanks For All.
Cerita Silat Terbaik...

{ 1 komentar... read them below or add one }

cara pemesanan jelly gamat gold g mengatakan...

terimakasih atas berintanya.. bermanfaat buat saya.

Posting Komentar