Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4

Diposting oleh eysa cerita silat chin yung khu lung on Jumat, 20 Juli 2012

Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4-Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4-Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4-Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4



Dua orang gembong iblis diri Tang hay to yang berhasil lolos dari
ancaman maut jurus Ho han seng huan dari Ku See hong tadi,
kembali membentak keras setelah mendengar senjata ditangan
anak muda itu adalah pedang Ang soat kiam, bagaikan sukma
gentayangan saja mereka langsung menubruk ke arah Ku See hong.
Serentetan cahaya pedang bergetar keras, dua kali dengusan
tertahan segera berku-mandang memecahkan keheningan...
Rupanya bahu kiri dari ke dua orang gembong iblis itu sudah
kena tersambar robek hingga muncul sebuah mulut luka sepanjang
tiga inci lebih, darah segar sedang memancar keluar dengan amat
derasnya dari mulut luka tersebut.
Ku See hong masih tetap berdiri pada posisi semula, berwajah
angker dan sekulum senyuman keji tersungging di ujung bibirnya.
Dia seakan akan sedang mengejek, seperti juga...
Tapi yang pasti sikapnya pada saat itu sangat angkuh!
Waktu itu sudah terdapat belasan orang jago persilatan yang
semula mengepung telaga itu berlarian mendekat dan siap
merampas pedang Ang soat kiamdari tangan Ku See hong.
Tapi setelah menyaksikan jurus pedangnya yang begitu aneh
ketika melukai lawan, hati mereka menjadi bergidik dan serentak
903
orang-orang itu menghentikan langkahnya, tak seorang pun
diantara mereka yang berani maju lagi.
Kembali Ku See hong tertawa sadis, ujarnya kemudian dengan
suara yang amat menyeramkan:
"Wahai kawanan jago persilatan, dengarkan baik baik! Bila kalian
bermaksud untuk merebut pedang ini, jangan salahkan aku orang
she Ku akan melakukan pembantaian secara kejam dan tidak
mengenal ampun"
Selesai memperingatkan kawanan jago silat itu, kembali Ku See
hong berpaling ke arah manusia berkerudung itu, kemudian, seru
nya:
'Siapa lagi diantara jago jago Hiat mo bun kalian yang ingin
menjajal kepandaianku?"
Dari balik mata Sastrawan berbaju perlente Hoa Siang si segera
mencorong keluar sinar amarah yang tebal, serunya dengan suara
dingin dan ketus:
`Ku See hong! Tak kusangka kalau kau begitu kasar dan
sombong, baik lohulah yang akan mencoba kehebatanmu itu!"
Selesai berkata, sastrawan berbaju perlente Hoa Siong si
melangkah menuju ke posisi Tiong kiong dan menyongsong ke
ujung pedang Hu thian seng kiam tersebut.
Tatkala tubuhnya maju ke depan tadi jubah yang dikenakannya
nampak bergetar keras, Ku See hong segera merasakan muncul nya
gulungan hawa murni yang tak berwujud mendesak dan menekan
ke arah dadanya.
Sementara si anak muda itu sedang tertegun, sastrawan berbaju
perlente Hoa Siong si telah mengebaskan telapak tangan kirinya.
"Criiingg..!" tahu-tahu pedang Hu thian seng kiam yang berada
ditangan Ku See hang sudah kena dihantam oleh sebilah pedang
kecil Jui sim kiamhingga miring ke samping.
904
Dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat itulah, sastrawan
berbaju perlente itu sudah mementangkan ke lima jari tangan
kanannya dan menyambar ke arah perge-langan tangan kanan Ku
See hong yang menggenggam pedang itu.
Menghadapi ancaman tersebut, Ku See hong menjadi sangat
terperanjat, segera pikirnya "Sungguh tidak kusangka kalau orang
ini memiliki tenaga dalam yang begitu lihay" Dalam terkesiapnya,
tubuh Ku See hong segera berputar setengah arah, lalu pergelangan
tangan kanannya diangkat ke atas secara aneh sekali. tahu-tahu
mata pedang tersebut sudah membabat pergelangan tangan kanan
Hoa Siong si yang sedang melancarkan serangan mencengkeram.
Jurus pedang ittu benar-benar memiliki perubahan yang luar
biasa dan sama sekali tak terduga oleh siapa pun.
Hampir semua gerakanya merupakan jurus-jurus maut yang
tertuju untuk menyerang dan menghabisi lawan secara ganas, keji
dan sadis.
Sastrawan berbaju perlente Hoa Siong si menggerakkan bahu
kanannya ke samping, kemudian tubuhnya mundur setengah
langkah ke belakang, agaknya dia bermaksud untuk berganti jurus
sembari melancarkan serangan berikutnya.
Tapi pada saat itulah pedang Hu thian seng kiam yang berada
ditangan Ku See hong telah menggertakan selapis cahaya pelangi
yang memeningkan kepala orang, seolah-olah muncul seribu batang
bayangan pedang yang bersama-sama mengurung seluruh tubuh
sastrawan berbaju perlente Hoa Siang si.
Menyaksikan datangnya gerakan pedang tersebut, dengan suatu
gerakan yang sangat cepat tiba-tiba saja Hoa Siong si berputar
keluar ke sisi sebelah kanan.
Tapi pedang Hu thian seng kiam yang berada ditangan Ku See
hong itu segera memperdengarkan suara gemerincing yang amat
nyaring.
905
Serentetan hawa pedang yang lembut tapi tajamnya bukan
kepalang hagaikan sambar-an petir menyambar ke jalan darah Khi
hay hiat di tubuh Hoa Siong si.
Serangan hawa pedang itu datangnya cepat dan sama sekali
belumpernah di jumpai dikolong langit.
Mendadak manusia berkerudung itu membentak keras:
"Cepat melejit ke atas!"
Waktu itu Sastrawan berbaju perlente Hoa song si sedang
terkesiap dan berpekik dalamhati:
'Habis sudah riwayatku kali ini!"
Maka begitu mendengar suara peringatan itu, serta merta
tubuhnya melejit ke tengah udara sejauh delapan sembilan depa
lebih.
Ku See hong kembali membentak dengan suara dingin:
"Siapa yang bisa lolos dari serangan mautku ini?"
Ditengah seruan mana, tiba-tiba saja pedang Hu thian seng kiam
tersebut kembali berubah arah dan langsung menusuk ke jalan
darah Tong suan hiat di dasar telapak kaki kiri Hoa Siong si.
Jalan darah yong swan hiat dan Pek hway hiat merupakan dua
buah jalan darah mematikan ditubuh manusia, terutama bagi
kawanan jago yang ilmu silatnya telah mencapai tingkatan yang luar
biasa, asal kedua buah jalan darah tersebut kena terserang orang,
niscaya jiwa mereka akan lenyap tak berbekas.
Perubahan jurus pedang dari Ku See hong ini diputar secara aneh
dan cepat sekali, mimpipun Hoa Siong si tidak menyengka kalau
perubahan tersebut bisa dilakukan dengan kecepatan seperti ini,
disaat dia hendak berkelit ke samping inilah, segulung desingan
hawa pedang yang tajam telah tiba di dasar telapak kakinya.
906
Sastrawan berbaju perlente Hoa Siong si segera tertawa seram,
tampaknya dia bermaksud untuk melancarkan jurus ampuh untuk
mengajak Ku See hong beradu jiwa.
Sewaktu manusia berkerudung itu memberikan peringatan yang
pertama kali tadi, dia sudah berada disisi Ku Se hong maka ketika
dilihatnya si anak muda itu sama sekali t idak berperasaan bahkan
bersiap melancarkan serangan keji, tiba-tiba saja katanya sambil
menghela napas sedih:
"Ku See hong apakah kau berhati begitu kejam?"
Disaat pembicaraan tersebut berlangsung, jalan darah Thian ci
dan ciang tay hiat ditubuh Ku See hong telah kena ditekan pelan
oleh jari tangan si manusia berkerudung yang lembut dan halus itu.
Ketika Ku See hong menyaksikan kedua jari tangannya yang
putih halus dan mendengar perkataan itu. hatinya terkesiap buruburu
dia menarik kembali pedangnya sambil melompat mundur
sejauh lima enam langkah dengan terkejut, dengan sorot mata yang
sedih dan murung dia mengawasi manusia berkerudung itu
termangu..
”Kau... kau.. adalah..”
Sebelum kata "adik Seng diucapkan, manusia berkerudung itu
sudah membentak nyaring:
`Ku See hong, barusan kau telah terkena ilmu menotok jalan
darahku... Hmm sekarang, kau pun boleh merasakan bagaimana
enaknya menghadapi kematian!"
Bentakan yang keras serta pancaran sinar matanya yang kejam
dab buas ibaratnya guntur yang membelah bumi disiang hari
bolong, kontan saja membuat Ku See hong menelan kembali kata
"adik Seng" Yang belum sempat diutarakan itu.
Serentak sorot mata yang dingin dan mengerikan pun segera
memancar pula dari balik matanya, masih tetap mengambil posisi
dengan jurus pedang yang tangguh, dia berkata dingin:
907
`Hmmm, kalau kudengar dari kemampuan mu untuk memecah
jurus pedangku tadi, nampaknya kepandaian silatmu sangat tinggi
pula, mengapa tidak turun tangan sendiri untuk menjajal
kemampuanku? Kalau toh aku sudah terkena serangan gelapmu.
Baik lah, akan kugunakan sisa nyawaku yang pendek ini untuk
membacok mampus dirimu!"
Secara diam-diam Ku See hong telah mencoba untuk memeriksa
hawa murni dalam tubuhnya, ternyata dia tidak menemu kan
sesuatu gejala yang tak beres, maka dia lantas menduga kalau
serangan kejinya itu belum sampai menyebabkan luka tersebut
kambuh...
Manusia berkerudung itu tidak menggubris pertahanan dari Ku
See hong lagi, Sembari berpaling ke arah anggota Hiat mo bun nya,
dia berseru:
"Segenap anggota Hiat mo bun segera mundur dari lembah Yu
cui kok! Hoa hu buncu biar aku yang menghadapi orang ini, kau
segera pimpin segenap anggota perguruan untuk mundur dari sini!'
'Buncu, kita akan berjumpa lagi dimana?" tanya sastrawan
berbaju perlente Hoa Siong si.
Manusia berkerudung itu segera berpaling ke arah bocah
berkerudung topeng tengkorak itu sembari berseru:
'Adik Khi, bawa semua angggota perguruan menuju ke tempat
itu!"
Dari balik mata Kho It khi segera terpancar keluar serentetan
sinar yang amat lembut, ditatapnya perempuan itu, lalu ujarnya
dengan pelan.
"Cici, kau harus bekerja dengan berhati-hati!''
Selesai berkata, dia menyelinap kembali ke depan hiolo tersebut,
lalu sambil membopong hiolo kemala tadi teriaknya:
"Kawan-kawan dari hiat mo bun, mari kita mundur!"
908
Sementara itu kawanan jago lihay dunia persilatan yang berada
disekeliling tempat itu telah membentak keras. serentak mereka
menyerbu ke muka, ada yang mengejar orang-orang Hiat mo bun,
ada juga yang mengerubut Ku See hong.
Dengan suara nyaring kembali manusia berkerudung itu
membentak:
"Semua anggota Hiat mo bun mundur, biar aku yang
menghadapi keadaan disini!"
Ditengah pembicaraan mana, tubuhnya seperti sukma
gentayangan telah menerjang masuk ke dalam rombongan manusia
tersebut.
Serentetan suara jeritan ngeri yang menyayatkan hati pun
bergema diseluruh lembah tersebut.
Dalam waktu singkat, berapa puluh orang jago persilatan yang
sedang menyerbu ke arah orang-orang Hiat mo bun itu sudah
menemui ajalnya di ujung telapak tangan manusia berkerudung
yang amat lihay itu.
Sebaliknya Ku See hong juga tidak ambil diam, cahaya pedang
nampak bergetar keras dan darah serta daging manusia pun
beterbangan memenuhi seluruh angkasa.
Ditengah jeritan ngeri yang memekikkan telinga, secara beruntun
dia telah membacok mati tujuh delapan orang.
Semut saja masih ingin hidup apalagi manusia.
Pembantaian secara keji dan sadis itu seketika membuat
kawanan jago persilatan lainnya sama sama mundur ke belakang
dengan wajah ngeri, seramdan takut.
Tapi apa pula yang bisa mereka lakukan? Yang dapat lakukan
hanya membenci atas ketidak kemampuan diri sehingga mereka
hanya bisa menyaksikan anggota Hiat mo bun mengundurkan diri
dari situ dengan mata melotot tanpa bisa berbuat apa-apa.
909
Mereka pun hanya bisa membelalakkan mata sambil mengawasi
pedang mestika Hu thian seng kiam di tangan Ku See hong.
Dipihak lain, Jian hun kim ciang Tu Pak kimpun sedang
melangsungkan suatu pertempuran yang amat sengit melawan
Thian kun tee ciang Khong Tang lun.
Sekalipun Thian kun tee ciang Khong Tang lun merupakan
seorang pendekar besar yang sudah termashur namanya semenjak
dua puluh tahun berselang diluar perbatasan, tapi dibawah
serangan gencar dari Jian hun kimi ciang Tu Pak kim yang keji dan
ganas, dia kena dipaksa juga sampai tubuhnya sempoyongan dan
pakaiannya robek beberapa bagian disana sini..
"Khong tayhiap, cepat mundur dari situ, biar aku yang
menghadapi dirinya!" tiba-tiba manusia berkerudung itu membentak
keras.
Sementara tubuhnya berkelebat, tahu-tahu ia sudah menerjang
ke tengah-tengah tubuh kedua orang itu, jari tangan kirinya dari
suatu sudut posisi yang sengat aneh langsung menyerang ketubuh
Jian hun kim Ciang Tu Pak kim.
Thian kun tee ciang Khong Tang lun segera berpekik nyaring
dengan suara yang memilukan hati, lalu secepat sambaran petir
berkelebat dari situ.
Seperti diketahui, Jian hun kim ciang Tu Pak kim adalah murid
Bun ji koan su, kelihayan ilmu silatnya bisa dibayangkan, siapa
sangka dalam satu gebrakan saja dia sudah kena dipaksa mundur
oleh manusia berkerudung tersebut.
Begitu manusia berkerudung tersebut melancarkan serangan
dengan tangan kirinya, sepasang kakinya turut diayunkan pula ke
depan, sementara telapak tangannya melancarkan serangkaian
pukulan berantai.
Dalam waktu singkat, sodokon jari tangan, tendangan maupun
pukulan telapak tangan sudah dilontarkan semua secara beruntun.
910
Bagaikan malaikat bertangan banyak saja, tahu-tahu dia sudah
melancarkan dua belas buah pukulan dan delapan buah tendangan
kilat.
Telapak tangannya seperti gulungan samberan petir dan curahan
hujan badai nelanda ke depan dengan sangat hebatnya.
Ganasnya serangan dan kejinya ancaman ibarat bendungan yang
ambrol diterjang air bah, keadaannya benar-benar mengerikan hati.
Kendatipun ilmu silat yang dimiliki Jian hun kim ciang Tu Pak kim
sangat lihay dan luar biasa, tak urung dia didesak juga sampai
gugup dan kalang kabut tak karuan.
Jurus-jurus serangan ampuh segera dilontarkan berulang kali,
dengan mengim-bangi segulung angin puyuh yang amat dahsyat
segera melakukan penghadangan demi penghadangan.
Begitulah, didalam waktu singkat ke dua orang itu sudah terlibat
dalam suatu pertarungan yang amat seru, jurus serangan yang
tangguh dan dahsyat pun dilontarkan berulang kali, meski seru dan
ramai, namun jurus-jurus ampuh yang digunakan cukup membuat
para penonton lantas memutar otak dengan keras.
Tiba-tiba Ku See hong membentak nyaring, pedang Hu thian
seng kiam yang berada ditanganya berubah menjadi serentetan
cahaya pelangi yang dengan cepat mengurung seluruh badan
manusia berkerudung itu.
Melihat datangnya ancaman dari Ku See hong, manusia
berkerudung itu segera menggerakkan bahunya dan menyelinap
keluar.
Jian hun kim ciang Tu Pak kim segera memanfaatkan peluang
tersebut untuk mengundurkan diri.
Setelah berhasil mendesak mundur manusia berkerudung itu, Ku
See hong juga juga tidak melakukan pengejaran lebih jauh, ia
segera menghentikan gerakkannya.
911
Jian hun kim ciang Tu Pak kim segera tertawa terkekeh-kekeh
dengan liciknya, lalu berseru:
''Ku sute, banyak terima kasih atas bantuan untuk membebaskan
aku dari kepungan"
"Tu Pak kim!" ucap Ku See hong dengan suara dingin, "sekarang
aku membantumu untuk meloloskan diri dari bahaya karena tadi
kaupun membantu aku, sekarang hutang kita sudah impas dan kau
tetap merupakan musuh besar pembunuh guruku.”
"Cuma kali ini aku bersedia melepaskan dirimu untuk sementara
waktu, bila lain waktu kita bersua lagi, saat itulah merupakan saat
naas bagimu!`
Mendadak terdengar manusia berkerudung itu berteriak keras:
`Ku See hong, malam ini kau sudah banyak melukai anggota Hiat
mo bun kami, dendam sakit hati ini harus kita selesaikan pada saat
ini juga..'
"Alangkah baiknya kalau kita bisa menyelesaikan pada detik ini
juga disini!"
"Tempat ini kurang leluasa. lebih baik kita berpindah ke tempat
yang lebih terpencil"
”Baik, terserah bamampuanmu! "'
Tiba-tiba Jian hun kim ciang Tu Pak kim tertawa licik, kemudian
berseru:
"Ku sute, jangan sampai tertipu oleh akal muslihatnya'
"Bajingan goblok, kau jangan mencoba untuk mencari
keuntungan di air keruh" hardik manusia berkerudung itu dengan
suara dingin."
”Mana-mana... tak ada salah nya untuk dicoba,” jengek Jian hun
kim ciang Tu Pak kim sambil tertawa.
Mencorong sinar tajam penuh hawa napsu membunuh dari balik
mata manusia berkerudung itu, segera bentaknya keras-keras:
912
"Kau benar-benar ingin mampus?"
Ku See hong mendengus dingin, tiba-tiba selanya:
"Saudara lebih baik tak usah membuang banyak waktu lagi!"
Kemudian sambit berpaling ke arah Jian hun kim ciang Tu Pak
kim.. bentaknya pula:
"Tu Pak kim, kau tak usah berpura-pura dan bermain sandiwara
terus dihadapanku, terus terang saja kuberitahukan kepadamu, aku
orang she Ku sudah cukup memahami watak busuk kalian manusiamanusia
munafik yang berhianat, dendam sakit hati di antara kita
selamanya tak akan pernah berakhir, keadaan kita kita tak ubahnya
seperti api dengan air.
"Hari ini, aku orang she Ku tidak melakukan pembersihan
terhadap perguruan karena aku menginginkan kau untuk hidup
beberapa saat lagi, jika kau tetap menginginkan kematian secara
tragis. baik! Tak ada salahnya bagimu untuk segera maju sekarang
juga..
Terdengar manusia berkerudung itu kembali berseru dengan
suara lantang.
"Ku See hong! Ayo kita segera berangkat'
Suaranya amat merdu tapi nyaring dan penuh dengan pancaran
kewibawaan yang hebat.
Tubuhnya melambung dan berputar satu lingkaran ditengah
udara, gerakkannya enteng, lincah dan indah, kemudian dengan
kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya
langsung meluncur ke sisi tebing dimana air terjun tersebut berada.
Kelihayan ilmu meringankan tubuhnya benar-benar
mengagumkan setiap orang yang memandangnya.
Diam-diam Ku See hong pun mengagumi kelihayan ilmu
meringankan tubuh lawan, dia segera berpekik nyaring.
913
Tubuhnya mendadak melejit pula ditengah udara, lalu diantara
berkibarnya ujung baju seperti kilauan cahaya tajam menyusul ke
arah mana perempuan itu berlalu.
Tatkala para jago persilatan lainnya yang berkumpul dalam
lembah Yu cui kok menyaksikan ke dua orang itu sudah pergi jauh,
serentak mereka pun bersama-sama menyebarkan diri.
Mendadak... pada saat itulah.
Pendeta tua berbaju Lhasa yang semula bersembunyi diatas
pohon siong dimana Ku Se hong bersembunyi tadi, dengan suatu
gerakan yang sangat enteng melayang turun keatas tanah.
Pada saat yang bersamaan pula, dari atas dahan pohon dari balik
selat bukit yang sempit berlompatan keluar tujuh delapan orang,
diantara pekikan nyaring semua orang segera mengerahkan ilmu
meringankan tubuh masing-masing untuk meluncur pula ke depan.
Ilmu meringankan tubuh yang dimiliki beberapa orang itupun
amat lihay, tak kalah dengan gerakan tubuh dari seorang ketua dari
suatu perguruan besar'
Dalam waktu singkat rombongan manusia-manusia berilmu tinggi
itu telah lenyap ditengah kabut fajar..
Tiba tiba....
Dari balik selat sempit itu meluncur kembali sesosok bayangan
manusia bagaikan sukma gentayangan, orang itu tak lain adalah
Jian hun Kim ciang Tu Pak kimyang licik seperti rase itu.
Tampak dia mendongakkan kepalanya lalu tertawa terkekehkekeh
dengan amat seram nya.
Ketika suara tertawa aneh itu berakhir, bayangan tubuhnya juga
turut lenyap di balik lembah sempit tersebut.
Pelan-pelan matahari fajar muncul dari ufuk timur, menembusi
kabut nan tebal dan memancarkan sinrar keemas-emasannya ke
seluruh lembah Yu cui rkok.
914
Pemandangan alam yang dulunya indah menawan dan
mempersonakan hati itu, kini berubah sama sekali, berubah oleh
suasana yang menyeramkan, berubah karena mayat-mayat yang
bergelimpangan diatas tanah....
Angin menembus lewat terasa dingin di badan, noda darah yang
berceceran dimana-mana kelihatan lebin menyolok di bawah
pantulan sinar yang tajam.
Tempat itu menjadi sepi, hening, tapi bertambah mengerikan dan
menyeramkan.
Sementara itu, manusia berkerudung warna warni dan Ku See
hong dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya yang amat
sempurna, secara beruntun telah melewati beberapa buah bukit dan
jurang.
Kelihayan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki ke dua orang ini
hampir boleh di bilang sukar dibedakan mana yang lebih unggul dan
mana lebih rendah.
Pemandangan alam disekelilingnya melin-tas lewat dalam sekejap
mata, tubuh ke dua orang itu meluncur lewat seolah-olah tidak
menjamah permukaan tanah.
-oo0dw0oo-
BAB 44
SELAMA ini, Ku See hong tetap mempertahankan jaraknya
berada tiga kaki di belakang perempuan itu, dengan sikap maupun
gerak geriknya yang begitu santai dan lembut, jelas terlihat kalau
dia belum mengerahkan segenap tenaganya untuk berlari.
Kurang lebih seperminum teh kemudian, ke dua orang itu sudah
mendaki ke atas sebuah bukit, diatas bukit tiada pepohonan yang
besar, empat penjuru sekeliling sana hanya ada aneka bunga
rerumputan yang lembut.
915
Ditengah hembusan angin pagi yang silir semilir, lamat-lamat
terendus bau harumbunga yang semerbak.
Bukit itu tingginya mencapai tiga puluh kaki, tatkala manusia
berkerudung itu mencapai dipuncak tebing tersebut, tiba-tiba saja
dia menghentikan pula gerakan tubuh nya yang cepat.
Pada jarak dua kaki dibelakang perempuan tersebut, Ku See
hong menghentikan pula gerakan tubuhnya.
Kini mereka berdua saling berhadap-hadapan dan membungkam
dalam seribu bahasa, namun ke empat mata mereka yang dingin
dan tajam justru saling bertatapan pandangan.
Dibalik biji mata Ku See hong sebenarnya terbawa hawa, napsu
membunuh yang dingin dan menyeramkan, tapi mengikut i
berlalunya sang waktu, hawa napsu itu kian lama kian bertambah
pudar.
Kini hanya selapis kabut kebingungan, selapis kabut
kebimbangan yang menyelimuti wajahnya, selapis kesedihan dan
kemu-rungan yang terpercik dibalik kebimbangan nya.
Setitik harapan tiba-tiba muncul dan terlihat dari balik hati
kecilnya ....
Dan harapan inipun lambat laun dari yang kecil berubah semakin
besar, dan berubah semakin meyakinkan...
Tentu saja dia berharap kalau orang yang berada dihadapannya
sekarang adalah Keng Cin sin dari istana Huan mo kiong di Lam hay.
Mendadak Ku See hong memecahkan keheningan yang
mencekam di sekeliling tempat itu, dengan suara yang bernada
agak gemetar dia bertanya:
''Ssiii...sia...siapakah kau?''
Dari balik sepasang mata manusia berkerudung yang jeli tiba-tiba
mencorong ke luar serentetan cahaya tajam yang menggidikkan
hati, sahutnya dengan suara yang dingin hingga merasuk ke tulamg
sum-sum:
916
"Aku adalah Hiat mo Buncu, manusia berkerudung warna warni,
ada apa kau menanyakan persoalan ini kepadaku?"
"'Kau tak usah membohongi aku, kau adalah adik Sin..."
"Tutup mulut!" bentak manusia berkeru-dung itu, "siapakah yang
menjadi adik Sin mu?"
Pikiran Ku See hong kembali menjadi kacau dan kalut.. dia
terjerumus kembali dalam lamunan ....
Selang berapa saat kemudian, mendadak dia bertanya lagi:
"Sewaktu aku orang she Ku terkena pukulan Hou kut jian hun im
kang, apakah kau yang telah menyelamatkan jiwaku?"
"Betul, ada apa?" jawab manusia berkerudung warna warni itu
dengan suara dingin.
"Mengapa kau hendak menolong aku?"
Manusia berkerudung itu segera tertawa dingin.
"Heeeehhh-heeeehhh..heeeehhh...menolong mereka yang
membutuhkan bantuan merupakan cita-cita dari kami orang-orang
perguruan Hiat mo bun"
"Tatkala aku orang she Ku dua kali mendapat sergapan senjata
rahasia dari anggota Hiat mo bun tadi, apakah kau yang
memperingatkan aku dengan ilmu menyampaikan suara sehingga
jiwaku lolos dari ancaman mara bahaya?"
Manusia berkerudung warna warni itu nampak agak tertegun,
sesudah termangu beberapa saat dia menjawab:
"Yaa betul .Memang aku!"
Bagaikan seorayg hakim yang sedang memeriksa pesakitan saja,
Ku See hong segera mendesak lebih jauh:
"Mengapa kau harus melanggar peraturan dari perguruanmu
sendiri untuk membantu aku meloloskan diri dari bahaya."
917
"Pertanyaan yang kau ajukan ini apakah t idak merasa sedikit
kelewatan?"
Ku See hong menghela napas sedih.
"Aaaai... selama hidup, aku orang she Ku paling pantang
menerima bantuan orang, sungguh t idak kusangka tiap kali harus
menerima bantuan dan budi kebaitkan darimu, justru karena itulah
aku ingin mencari tahu dimanakah alasannya sehingga kau berbuat
demikian, sebab sebelum teka-teki ini bisa kupecahkan, hatiku tak
pernah akan menjadi tenteram.
'Sekarang aku orang she Ku ingin bertanya lagi kepadamu,
mengapa kau membantuku berulang kali?"
"Hmmm, kau anggap karena kutolong dirimu, berarti aku sayang
kepadamu?-Haha! Benar-benar manusia tekebur yang tak tahu
malu, terus terang, ai! kuberitahukan kepadamu, aku menolongmu
hanya mengharapkan kau lebih banyak membunuh kawanan
manusia laknat dari dunia persilatan sehingga bisa turut andil dalam
menegakkan keadilan dan kebenaran didunia ini.
"Sungguh tak kusangka kalau kau adalah seorang manusia yang
tak kenal budi, bukan saja tak membalas budi kami, malahan secara
beruntun telah melukai beberapa orang jago lihay dari perguruan
Hiat mo bun, nah katakan sendiri sekarang, hukuman apa yang
pantas dijatuhkan untukmu?"
Ucapan tersebut kontan saja membuat Ku See hong
membungkam dalam seribu bahasa, dia menjadi tertegun dan
berdiri termangu-mangu.
Mendadak....
Satu ingatan melintas didalam benaknya, dari sakunya Ku See
hong mengeluarkan kertas surat tersebut dan membacanya
setengah bergumam:
"Adik Im Yan cu,
918
Luka Hou kut jian hun im kang yang diderita olehnya akan
sembuh kembali esok pagi, dia akan menjadi seorang enghiong
yang jauh lebih tangguh dari pada sewaktu-waktu berselang.
"Dia amat berterima kasih atas budimu dan mencintaimu,
semoga kau pun mencintainya, melindunginya, agar hatinya yang
terluka dan pedih bisa memperoleh sedikit kehangatan dan hiburan.
Kumohon kepadamu untuk merahasiakan surat ini. jangan
sampai diketahui olehnya, sebab bila ia sampai tahu, sudah pasti hal
mana akan merugikan dia dan aku sendiri.
Seorang bernasib jelek dari seberang lautan sana mengucapkan
semoga kalian berbahagia.
Dalam waktu singkat Ku See hong telah membaca habis isi surat
tersebut.
Disaat membaca surat tadi, dengan sepasang matanya yang jeli
secara diam-diam mengamati terus perubahan mimik wajahnya, tapi
pemuda itu segera kecewa, sebab sorot mata dibalik kelopak
matanya itu begitu dingin, kaku dan tanpa emosi.
Ku See hong menghela napas panjang, katanya kemudian:
"Isi surat ini mengungkapkan suatu perasaaa sedih dan
mendalam serta cinta kasih tak terlukiskan, setelah bukti di depan
mata, apakah kau masih berusaha untuk mengelabuhi diriku lagi?
"Adik Sin! tahukah kau betapa cintaku kepadamu? Kau..kau
akuilah, katakanlah kepadaku bahwa kau adalah adik Keng Cin sin.
"Adik Sin! Tahukah kau betapa sedih dan hancurnya hatiku
tatkala mendengar suara jeritan ngerimu sewaktu berada di pulau
Huan mo to dulu, waktu itu aku ingin sekali menyusulmu, tapi
karena dendam berdarah ku belum dibalas, maka terpaksa aku
harus melanjutkan hidup terus di dunia ini..
"Waktu itu, aku tidak percaya kalau kau bakal mati, karena kau
nampak begitu anggun dan saleh, Thian pasti akan menyayangi
919
dirimu, Thian tidak akan merenggut selembar nyawamu dengan
begitu saja...
"Justru karena setiap saat setiap detik, aku tak pernah dapat
melupakan dirimu, maka sewaktu bertemu dengan adik Him J i im
dibukit Soat hong tempo hari, aku telah salah mengira dia sebagai
dirimu, dan akibatnya terjadilah peristiwa yang menyedihkan
itu...yaa..peristiwa itu terjadi karena wajah nya terlampau mirip
dengan wajahmu...
"Tapi sekarang, kau yang asli telah muncul didepan mataku, tapi
kau justru menutupi raut wajah aslimu yang lembut dan anggun itu
dengan selembar kain kerudung berwarna warni...
"Adik Sin, aku tahu, kau tak ingin berjumpa denganku karena
dalam hati kecilmu tentu ada suatu peristiwa yang membuat kau
amat sedih dan pedih.
"Sedang peristiwa yang membuat hatiku pedih itu semuanya
gara-garaku adik Sin, katakanlan! Katakanlah! Aku selalu menanti
kan ucapanmu, cepatlah katakan ...... Ku See hong seperti orang
gila saja, berbicara dan bergumamterus tiada hentinya.
Tapi justru dari balik ucapannya mana, dapat terungkap betapa
suci dan agungnya cinta kasih yang berakar dalamhatinya.
Bagaimanapun kerasnya hati pemuda ini, toh ia dibuai dan
dikuasahi pula oleh luapan rasa cinta.
Namun manusia berderudung warna-warni itu justru
memperdengarkan suara tertawa panjangnya yang keras, tajam dan
memekik kan telinga.
Dari balik gelak tertawanya itu terselip pula pelbagai ungkapan
perasaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
Tapi yang pasti rasa sedih dan dukalah yang mempengaruhi
gelak tertawa mana, suatu kepedihan dan kedukaan yang amat luar
biasa..
Mendadak...
920
Perempuan itu menghentikan tertawanya, ia kemudian sambil
tertawa dingin ia berkata:
"Ku See hong, tahukah kau mengapa aku menulis surat itu! terus
terang saja ku beritahukan kepadamu!
"Secungguhriya persoalan ini merupakan persoalan yang selama
ini merupakan rahasia dalam hatiku, orang lain tak boleh
mengetahui akan hal ini, tapi aku merasa bosan melihat sikap dan
desakanmu yang tak ada ujung pangkalnya itu, aku hanya merasa
gemas kepada diriku sendiri, mengapa telah salah menilai dirimu"
Ketika selesai, mendengar ucapan tersebut, harapan Ku See
hong semula berkobar-kobar tiba-tiba saja menjadi dingin separuh,
dengan perasaan kaget serunya:
"Masa kau benar-benar bukan Keng Cin sin?..
"Bukan" jawab manusia berkerudung itu ketus.
Setelah berhenti sejenak , dia berkata lagi.
"Dimasa lalu, aku telah mengalami suatu musibah yang
mengenaskan, seorang yang ku cintai telah terbunuh oleh kawanan
manusia laknat, akibatnya kami harus berpisah, kemudian aku
memperoleh sejilid kitab pusaka dan berhasil mempelajari ilmu silat
yang amat lihay. namun sukmaku yang dulu sudah turut terkubur
bersama manusia laknat tersebut, aku tak punya muka untuk
bertemu lagi dengannya. tapi aku selalu mencarinya dimana-mana,
dalam rumah penginapan itulah aku telah salah mengira kau
sebagai bekas kekasihku dulu. itulan sebabnya aku lantas
menolongmu dan meninggalkan surat tersebut.
"Kemudian, kutemukan kalau kau bukan kekasihku itu, tapi aku
amat mencintainya meski kau bukan dia, tapi bentuk badanmu mirip
sekali dengannya, maka dengan segala usaha aku selalu
membantumu, aku berbuat demikian tak lain karena ingin
mencurahkan rasa cintaku dulu terhadapnya, Nah, sekarang
persoalan yang sesungguhnya sudah kuterangkan, dendam kesumat
diantara kita pun harus segera diselesaikan ditempat ini"
921
Walaupun dia telah membeberkan duduknya persoalan secara
jelas, namun Ku See hong masih tetap menganggapnya sebagai
Keng Cin sin, sebab banyak bagian dari perempuan itu yang terlalu
mirip dengan dirinya...
Nada suaranya, potongan badannya dan terutama sekali
sepasang biji matanya yang jeli itu ..
Ku See hong menghela napas sedih pintanya kemudian:
"Bersediakah kau untuk memperlihatkan raut wajah aslimu itu
kepadaku...?
Manusia berkerudung itu segera mendengus dingin.
'Hmmm, bila llmu silatmu bisa mengungguli aku, setiap saat kau
boleh melepaskan kain kerudung mukaku ini!. cuma ku peringatkan
kepadamu, lebih baik jangan terlalu mengharapkan hal itu"
"Aku harus melihat dahulu raut wajah aslimu sebelum dapat
memadamkan keinginanku ini.
"Berulang kali aku orang she Ku telah menerima budi
kebaikanmu, sepantasnya aku memang tak boleh melukai orangorang
Hiat mo bun kalian, sekarang aku akan meminta maaf
kepadamu dan moga-moga kau sudi mengampuninya...
"Apalagi dalam pertemuan kali ini, aku tak boleh mengajakmu
untuk bertarung lagi, namun untuk membuktikan apakah kau adalah
adik Sin ku atau bukan terpaksa mau tak mau aku harus menyalahi
dirimu kali ini.
''Dalam suatu pertarungan, menang atau kalah, terluka atau
cedera sudah merupakan suatu kejadian yang lumrah, tapi bila kau
bersedia menghilangkan pertarungan tersebut dengan
memperlihatkan raut wajahmu sehingga aku orang she Ku bisa
melihat wajah asli mu, hal ini tentu saja jauh lebih baik lagi, Setelah
kejadian ini orang she Ku sudah pasti tak akan melupakan budi
kebaikanmu ini"
Manusia berkerudung itu segera tertawa dingin.
922
"Heeehh ... heeeehhh... heeeehhh... tiada kejadian yang bisa
tercapai dengan begitu gampang di dunia ini, kau telah melukai
orang-orang Hiat mo bun kami, dendam kesumat ini dalamnya
melebihi lautan, kau anggap masalahnya bisa diselesaikan hanya
berdasarkan dua patah kata saja?"
Sebagai seorang lelaki yang berjiwa tinggi hati, Ku See hong
segera berseru setelah mendengar ucapan mana:
"Apabila kau bersikeras hendak melangsungkan juga pertarungan
ini, terpaksa aku orang she Ku akan mempertaruhkan selembar
nyawaku untuk melayani keinginanmu itu"
"Mengapa kau tidak mencabut keluar pedang Ang soat kiam
mu?" jengek manusia berkerudung itu dingin.
Ku See hong segera tertawa.
”Pertarungan yang berlangsung toh bukan suatu pertarungan
yang mempertaruhkan jiwa raga kita, maaf kalau aku tak akan
mencabut keluar pedang tersebut''
"Sekalipun kau bertangan kosong belum tentu keinginanmu itu
dapat terkabul, bahkan bisa jadi akan kehilangan selembar
nyawamu diujung telapak tanganku'
Kembali Ku See hong tertawa getir.
"Seandainya sampai menemui ajalnya ditanganmu, sudah pasti
aku orang she Ku tak akan menggerutu"
"Baik! Ini berarti kau sendiri yang mencari katian buat dirimu
sendiri..."
Begitu ucapan terakhir diutarakan, tubuhnya seperti sukma
gentayangan saja segera menerjang ke depan, segulung tenaga
pukulan yang amat dahsyat dengan membawa hawa yang dingin
merasuk tulang kontan saja menggulung ke dopan.
Ku See hong segera menggeserkan kakinya ke samping
menghindarkan diri dari sergapan pukulannya itu, kemudian tangan
kirinya secepat kilat menyambar kain kerudung diwajahnya,
923
sementara tangan kanannya dengan jari tangan yang kaku seperrti
tombak langsung menyodok jalan darah Ki hay hiat dilambung
perempuan itu.
Jurus serangan tersebut selain ampuh juga sama sekali diluar
dugaan orang.
Manusia berkerudung itu membentak nyaring, cepat kepalanya
dimiringkan ke samping menghindari ancaman lawan, kemudian
telapak tangan kirinya yang tajam seperti pisau membacok
pergelangan tangan kanan Ku See hong, sedangkan telapak tangan
kanannya secara beruntun melepas kan tiga buah serangan
berantai.
Setiap serangannya hampir semuanya tertuju ke bagian yang
berbahaya di tubuh lawan, angin pukulan yang berputar bagai kan
roda secepat kilat menyambar kian kemari..
Karena dipaksa sehingga apa boleh buat, terpaksa Ku See hong
membuyarkan ancamannya sambil melompat mundur ke belakang.
Perempuan berkerudung itu membentak nyaring, tubuhnya
mendesak lebih ke depan, sepasang tangannya seperti kupu-kupu
yang menari di tengah aneka bunga, berputar dan menyambar kian
kemari.
Serangan yang dilancarkan perempuan ini seakan-akan sama
sekali t idak beraturan dan menyerang secara mengawur, namun
kein-dahan dan kehebatan jurus serangannya, ditambah pula
dengan kesempurnaan tenaga pukulannya cukup membuat orang
merasa bergetar hatinya.
Mendadak Ku See hong menggeserkan kaki kanannya ke
samping, kemudian seluruh tubuhnya bergerak miring ke samping,
tapi pada saat itulah kaki kirinya diayunkan ke depan menjejak
tubuh lawan yang sedang menerjang datang.
Jejakan ini sama sekali diluar dugaan dan kecepatannya luar
biasa, arah yang di jejakpun merupakan satu-satunya tempat
924
terbuka dari seluruh tubuhnya. bila tidak di atasi dengan segera,
niscaya jejakan tersebut akan bersarang secara telak.
Namun ilmu silat yang dimiliki manusia berkerudung benar-benar
telah mencapai puncak kesempurnaan, baru saja kaki kiri Ku See
hong melepaskan jejakan, badannya yang ramping tahu-tahu sudah
mengikut i sisi kakinya seperti seokor ular lincah, kemudian kaki
kirinya balas menggaet tekukan lutut pada kaki sebelah kiri Ku See
hong yang sedang di julurkan ke depan itu.
Begitu gagal dengan jejaknya, Ku See hong tahu bakal celaka,
dengan cepat dia menarik kembali kaki kirinya. yang melancarkan
jejakan tersebut.
Tapi gaetan yang dilancarkan perempnan itu ternyata dilakukan
dengan kecepatan yang berlipat kali lebih cepat.
Ku See hong segera merasakan datangnya segulung tenaga
dahsyat yang membuat seluruh tubuhnya terlempar sejauh berapa
kaki dari semula.
Untung saja ditengah jalan dia sudah berhasil mengerahkan
tenaganya untuk menguasahi keseimbangan badannya, kalau tidak,
bisa jadi dia akan jatuh terlentang dengan empat kaki menghadap
ke atas.
Sekali lagi manusia berkerudung itu menerjang tiba bagaikan
bayangan setan, lengan kirinya diputar sambil diayunkan hingga
menciptakan serentetan cahaya bintang yang berkilauan, bagaikan
serenteng mercon saja. segera meledak-ledak ditengah adara.
Mencorong sinar tajam diri balik mata Ku See hong, dia
mendengus, lalu dengan suatu gerakan cepat lengan kanannya
diayunkan ke muka melepaskan sebuah pukulan yang sangat
dahsyat, dia berniat untuk menyambut datangnya ancaman tersebut
dengan keras lawan keras.
Manusia berkerudung itu tertawa dingin, mendadak tangan
kirinya dibetot ke belakang.
925
Ku See hong segera merasakan tenaga pukulan yang dilancarkan
olehnya tadi kena dipancing sampai tergusur ke samping, rasa
kagetnya benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata.
Sementara itu manusia berkerudung yang berhasil membawa
serangannya itu segeta melepaskan sebuah pukulan lagi, dengan
telapak tangan kanannya menghajar tubuh Ku See hong.
-ooo0dw0ooo-
Jilid 28
SERANGAN yang dilepaskan olehnya ini aneh sekali, dimana
serangannya dilepaskan segera terasa deruan angin pukulan yang
kedahsyatannya bagaikan amukan gelom-bang samudra, langsung
menggulung ke arah depan...
Ku See hong berkerut kening, dengan cepat lengan kirinya
membuat satu lingkaran busur dan secepat sambaran kialt didorong
ke depan menyongsong datangnya ancaman tersebut, segulung
hawa murni yang lembut tanpa menimbulkan sedikit suara pun
langsung menyongsong datangnya ancaman lawan.
''Blaaammm...!' suatu benturan nyaring segera bergema
memecahkan keheningan.
Hawa murni yang menggulung segera menyebar ke empat
penjuru dengan membawa suara yang menderu-deru.
Ku See hong menjerit tertahan, kemudian dengan tubuh
sempoyongan mundur se jauh tiga empet langkah.
Setelah dua tiga kali mengalami pukulan yang dahsyat, akhirnya
membara juga hawa amarahnya, dengan suara menggeledek dia
segera membentak nyaring:
"Sekarang, sambutlah sebuah gerak serangan Ho han seng
huanku yang bernama Thian ciu cuan im ini!"
926
Ditengah seruan tersebut, sepasang lengan Ku See hong
berputar secara aneh, diantara berputarnya sepasang lengan
tersebut, terlihatlah pancaran hawa murni yang memancarkan
keluar dari seluruh tubuhnya.
Tatkala manusia berkerudung itu menyaksikan Ku see hong
hendak mengeluarkan gerak serangan Thian ciu cuan im dari jurus
Hoa han seng huan, mendadak dari balik matanya memancar keluar
sinar, murung yang diliputi kesedihan, sepasang telapak tangannya
yang putih muluspun mendadak diangkat, dan disilangkan di depan
dada, namun sama sekali tidak melakukan gerak serangan apapun.
Menyaksikan sorot matanya yang murung dari sedih itu, Ku See
hong merasakan hatinya bergetar keras, sepasang lengannya yang
sedang berputar aneh pun tiba-tiba berhenti bergerak dan ia tidak
jadi mengeluarkan ilmu Ho han seng huan yang terdiri dari t iga
jurus serangan maha dahsyat itu.
Mendadak manusia berkerudung itu membentak keras:
`'Ku See hong, cepat menyingkir.."
Ditengah bentakan tersebut, sepasang lengannya yang semula
berhenti di depan dada itu melancarkan sebuah cengkeraman yang
aneh sekali...'
"Blaaam! Blaaamm! Blaaammm....!`
Seretatetan suara benturan yang amat nyaring dan memekikkan
telinga segera bergema memecahkan keheningan.
Ku See hong muntahkan darah segar secara tiba-tiba, paras
mukanya pucat pias seperti mayat, selangkah demi selangkah dia
mundur kebelakang Sehingga akhirnya tubuh itu terkulai lemas ke
atas tanah.
Manusia berkerudung itu segera berpekik sedih:
"Kau... mengapa kau tidak mempergunakan jurus Thian cin cuan
im.."
927
Secepat kilat tubuhnya menerjang ke muka, lalu tangannya yang
lembut digunakan untuk memayang bangun tubuh Ku See hong
yang terkulai lemas...
Ternyata, sewaktu manusia berkerudung itu mengangkat telapak
tangannya ke depan dada itu, segulung tenaga pukulan yang maha
sakti segera menyebar keluar tanpa menimbulkan sedikit suara pun.
Dia cukup tahu kalau ke tiga gerakan serangan dari jurus Ho han
seng huan dari Ku See hang tersebut amat jahat dan dahsyat, dan
bermaksud untuk mematah kan, gerak serangan tersebut dengan
pukulan hawa murni. siapa tahu Ku See hong tidak jadi
mempergunakan Thian ciu cuan im tersebut untuk melancarkan
serangan, padahal hawa murninya yang dipancarkan keluar sudah
terlanjur meluncur ke depan...
Maka dia lantas berteriak agar Ku See hong cepat menyingkir,
sementara dia sendiri melepaskan kembali beberapa buah pukulan
hawa murni untuk memunahkan kedahsyatan dari serangan
tersebut.
Tapi kenyataannya, Ku See hong sama sekali tidak menghindar,
tubuhnya segera terkena sisa hawa pukulannya yang memancar ke
mana-mana itu...
Untung saja Ku See hong memiliki hawa khikang Kan kun mi siu
kang khi untuk melindungi badan, kendatipun begitu, toh ia tak
tahan juga menghadapi gempuran tenaga yang amat dahsyat
tersebut.
Hawa darah didalam rongga dadanya segera bergolak keras, isi
perutnya pun terasa sakit sekali.
Dengan sorot yang sayu Ku See hong mengawasi tatapan mata
lawan yang berkaca-kaca itu, kulit wajahnya segera mengejang
karena menahan penderitaan, lalu ujarnya sedih:
"Kau...benarkahr kau adalah adik Sin? Katakan terus terang..."
Manusia berkerudung itu tidak menjawab pertanyaannya, tapi
berseru pula dengan cemas:
928
"Parahkah lukamu?''
"Bila kau adalah adik Sin, luka seringan ini sudah pasti masih
dapat kupertahankan!'
Tampaknya manusia berkerudung itu di buat terharu sekali oleh
luapan rasa cinta Ku See hong yang begitu dalam dan sangat
terhadap Keng Cin sin, dia berpekik sedih, mendadak dipeluknya Ku
See hong, kencang-kencang.
Dari balik kelopak matanya yang jeli nampak titik air mata jatuh
bercucuran dengan derasnya.
"Aku ...aku bukan...Keng Cin sin" sahutnya kemudian dengan
suara yang memilukan hati.
Ditinjau dari tubuhnya yang gemetar keras, terasa nada suaranya
yang sedih dan gemeter, bisa diduga betapa penderitanya dia
sewaktu mengutarakan ucapan tersebut.
Ku See hong menghela napas sedih:
"Adik Sin, mengapa aku harus membohongi dirimu? Bolehkah
kulepaskan kain kerudungmu itu?"
Sementara berbicara, sepasang kakinya gemetar keras, manusia
berkerudung yang sedang memeluk tubuhnya pun ikut jatuh ke
tanah dan berada dalampelukan anak muda tersebut.
Apabila seorang gadis bukan sedang berhadapan dengan kekasih
hatinya, tidak mungkin dia akan berbuat seperti ini.
Manusia berkerudung itu menghela napas sedih, katanya
kemudian dengan suara lembut:
"Benarkah kau hendak memeriksa raut wajahku?"
Paras muka Ku See hong pucat pias seperti mayat, bahkan ada
kalanya mengejang keras penuh penderitaan, sehingga membuat
siapa pun akan beriba hati bila menyaksikan keadaan itu.
Dengan sorot mata yang sayu, dia menatap perempuan itu lekatlekat,
kemudian me-ngangguk.
929
”Benar! Aku harus melihat jelas paras muka aslimu!.”
Manusia berkerudung itu nampak lebih sedih lagi, katanya
kembali dengan suara lirih:
"Seandainya aku bukan orang yang kau bayangkan, apa pula
yang hendak kau lakukan?"
Sekulum senyuman segera menghiasi wajah Ku See hong yang
pucat pias itu.
"Kau sudah pasti adalah adik Sin, aku yakin seratus persen pasti
benar...!"
Manusia berkerudung itu segera menghela napas sedih.
"Aaaaai...kalau begitu, lepaslah!"
Pelan-pelan Ku See hong mengangkat tangan kanannya yang
nampak gemetar sangat keras, dia seperti merasa ketakutan? Atau
mungkin disebabkan oleh luka dalamnya yang parah?
Padahal perasaan Ku See hong waktu itu pun berat sekali,
napasnya seolah-olah terhenti, untuk sesaat, sementara sepasang
matanya mengawasi ke depan tanpa berkedip.
"Sreeeet...!"
Akhirnya kain kerudung tengkorak putih dengan dua belas
kuntumbunga bwee itu berhasil disingkap juga...
'Haaaahh..?" suatu jeritan kaget bergema memecahkan
keheningan.
"Kau.. benar kau benar bukan...bukan Keng Cin sin?" seru Ku See
hong kemudian dengan perasaan pedih.
Ternyata paras mukanya amat memucat, tiada hawa darah,
dingin, kaku dan mengerikan. inilah sebuah wajah yang jelek dan
menyeramkan siapa pun yang melihatnya.
Tentu saja berbeda sekali dengan wajah cantik dan lembut dari
Keng Cin sin yang berada di istana Huan mo kiong di Lam hay.
930
Beberapa tetes air mata segera jatuh berlinang membasahi
wajah perempuan itu, kemudian sesudah menghela napas sedih,
bisiknya dengan lembut:
"Tentunya wajahku amat jelek dan mengerikan hati bukan?'
Dalam hati kecil Ku See hong masih tetap terkandung setitik
harapan, dia segera bertanya lagi:
"Apakah kau adalah adik Sin? Bila kau benar benar adik Sin,
sekalipun wajahmu telah berubah menjadi begini rupa, aku tetap
masih akan mencintaimu, katakanlah kepadaku secara berterus
terang, apakah kau adalah Keng Cin sin"
Ada kalanya, paras muka seseorang dapat berubah menjadi jelek
dan susah dipandang lantaran menelan obat beracun, sebab ditinjau
dari sudut mana pun dia sama sekali mirip total dengan Keng Cing
sin dari istana Huan mo kiong di Lam hay, itulah sebabnya Ku See
hong lantas menganggap dia sebagai Keng Cin sin.
Sekarang, walaupun Ku See hong sudah melihat jelas paras
mukanya dan terbukti kalau dia bukanlah Keng Cin sin yang dulu,
namun tatkala dia terbayang kembali dengan tulisan yang
tercantum dalam kertas surat tersebut, kemudian menghubungkan
dengan kepedihan hati yang dimaksudkan, siapa tahu kalau gadis
itu takut bertemu dengan nya lantaran paras mukanya telah
berubah menjadi jelek? '
Sebaliknya manusia berkerudung itu merasa makin sedih lagi
sesudah mendengar perkataan Ku See hong yang penuh dengan
pancaran rasa cinta yang tak terhingga itu, titik-titik air mata segera
jatuh bercucuran membasahi wajahnya terkena air mata tersebut,
secara lamat-lamat segera tampak ada selapis kulit tipis yang
terkelupas.
Mungkin kulit yang terkelupas itu amat kecil, atau mungkin
pikiran dan perasaan Ku See hong waktu itu kelewat kalut, ternyata
dia tidak menemukan pertanda yang mencurigakan itu.
931
Sementata itu, perempuan tersebut telah mengenakan kembali
kain kerudungnya untuk menutupi kembali paras makanya yang
menyeramkan itu, kemudian katanya pelan.
"Ku See hong, paras muka asliku telah berhasil kau saksikan
dengan amat jelas, apakah kau masih belum dapat menentukan aku
adalah Keng Cin itu atau bukan? Aaaai ..
Setelah berhenti sejenak, terusnya:
"Bila aku teringat kembali dengan kekasih hatiku di masa lalu, dia
pun begitu cinta kepadaku seperti apa yang kau lakukan sekarang,
tapi meski cintanya sedalam lautan, namun setiap perubahan yang
terjadi di dunia ini sungguh membuat orang sukar untuk
mengingatnya...
"Dahulu, setelah aku berpisah dengannya, tak lama kemudian
aku telah dinodai oleh manusia-manusia laknat, peristiwa itu
membuat aku menjadi ternoda, bila aku benar-benar bersua kembali
dengan kekasihku. aku benar-benar tak punya muka lagi untuk
berjumpa dengannya.
"Ku See hong, kau harus percaya dengan perkataanku, aku
bukan Keng Cin sin yang sedang kau cari, tapi oleh karena wajah
maupun gerak gerikmu amat mirip dengan nya, maka diantara kita
berdua baru terjadi kesalahan paham seperti ini, sekarang adalah
saat bagi kita untuk menyelesaikan kesa-lahan pahamtersebut"
Ku See hong mendongakkan kepalanya memandang awan yang
sedang bergerak di angkasa, kemudian menghela napas sedih.
Di dengar dari helaan napas tersebut, jelas terdengar betapa
kecewa dan sedih hatinya.
Kemudian terdengar dia bergumam seorang diri seperti orang
yang sedang mengigau saja:
"Lagi-lagi suatu impian kosong belaka... Ooh, adik Sin! Benarkah
kau sudah tiada di dunia ini lagi?
932
"Oooh, adik Sin! Tahukah kau betapa tidak percayaku kalau
Thian bisa merenggut nyawamu dengan begitu saja...?
Sepasang mata si manusia berkerudung itu telah basah oleh air
mata, dia pun seperti bergumam:
"Yang hidup apa faedahnya? Yang mati apa menderitanya? Bila
seorang mempunyai tubuh tanpa roh, apa bedanya pula dengan
suatu kematian...
-oo0dw0oo-
BAB 43
UNTUK beberapa saat lamanya, susana menjadi sepi, hening dan
tak kedengaran sedikit suara pun, ke dua belah pihak sama-sama
membungkam diri dalam seribu bahasa.
Mendadak manusia berkerudung itu ber bisik lirih:
'Ku See hong, kalau toh ia sudah tiada di dunia ini lagi, mengapa
kau tidak melupakan saja kehadirannya dalam hatimu?"
"Tidak! Tidak! Sampai mat ipun aku tak akan melupakan dia,
seperti pula sikapmu terhadap kekasih hatimu, meskipun kau tak
ingin bertemu dengannya, tapi bukankah siang dan malam selalu
mencari dirinya?
"Dia dapat menempati seluruh hatimu, karena cintanya
kepadamu tidak bisa di-tawar-tawar lagi, begitu pula keadaan Keng
Cin sin bagiku, bayangan tubuhnya sudah melekat dalam-dalam
dihatiku!"
Manusia berkerudung itu menghela napas panjang, kembali dia
berkata:
'Manusia yang sudah mati tak bisa hidup kembali, tapi kesedihan
yang melampaui batas justru akan merugikan kesehatan badanmu
sendiri...'
933
Dengan cepat Ku See hong menukas kata-kata selanjutnya yang
belumselesai di utarakan itu, teriaknya keras:
"Dia belum mati! Dia belum mati! Aku tidak percaya kalau dia
sudah mati ......
"Sudah begini lama kau mencarinya, namun tak pernah
menemukan kabar beritanya, apalagi bukankah kan pernah berkata:
Dengan mata kepala sendiri kau saksikan tewas ditangan kawanan
manusia laknat sewaktu berada di istana Huan mo kiong? Apakau
kau menganggap dia belum mat i?"
Sesudah mendengar perkataan tersebut, tiba-tiba saja Ku See
hong seperti mendengar suara teriakan yang memilukan hati itu,
hatinya terasa perih sekali, sakit dan seakan-akan mengucurkan
darah.
Seperminumteh kemudian, Ku See hong baru berkata kembali:
"Seandainya dia benar-benar mati, maka selesai kubalas dendam
kesumat tersebut, aku pun tak akan hidup lebih lama lagi di dunia
ini"
Mendadak manusia berkerudung itu menegur dengan suara yang
dingin bagaikan es: "Sebagai seorang lelaki sejati, tidak seharusnya
kau sembarangan mengorbankan diri hanya disebabkan masalah
perempuan, paling t idak, kau harus melakukan suatu pekerjaan
yang menggemparkan dalam dunia persilatan, dengan demikian
baru bisa terpancar jiwa dan semangatmu sebagai seorang lelaki
yang jantan!"
Ku See hong tertawa sedih.
"Aaaah terus terang saja aku sudah sama sekali tidak berteriak
lagi oleh masalah-masalah kemanusiaan seperti itu lagi.
"Sebenarnya aku menganggap cinta muda-mudi hanya suatu
cinta yang palsu belaka, cinta yang lain dimulut lain dalam hati, tapi
sejak aku berjumpa dengannya, dia telah memberikan cinta yang
suci dan murni ke padaku, dan telah mengorbankan diri untuk
diriku, untuk menyelamatkan selembar jiwaku.
934
"Tatkala aku mendengar jeritan ngerinya menjelang saat
kematian itu tiba, sebenarnya aku sudah tak punya keinginan lagi
untuk hidup lebih jauh, waktu itu, seandainya tiada api dendam
kesumat yang menunjang diriku, mungkin aku sudah tidak berada di
dunia ini lagi.
'Sejak saat itu juga, dalam hatiku aku telah mengambil
keputusan, bila dendam kesumat ku sudah berhasil dibalas, dan
terbukti kalau ia mati karena aku, maka aku pun akan
mengorbankan pula selembar jiwaku sebagai pernyataan rasa
cintaku kepadanya"
Tatkala manusia berkerudung itu mendengar ucapan tersebut,
dia segera memperdengarkan suara helaan napasnya yang sedih
dan sukar dilukiskan dengan kata-kata.
Mendadak ia bertanya:
”Ku See hong! Bila kau mengorbankan nyawamu demi kekasihmu
yang telah mati itu, lantas bagaimana dengan seorang gadis lemah
lainnya? Bagaimana cara mereka untuk melanjutkan kembali
hidupnya?
'Bila kau berbuat demikian, apakah kau tidak merasa terlampau
mementingkan diri sendiri? Kau harus tahu. sekarang kau sudah tak
bisa berbuat sekehendak hati sendiri seperti dulu, mau berbuat apa
lantas berbuat apa.
"Sebab saat ini kau telah mempunyai dua orang perempuan lagia
Him Ji im ....antara kau dengannya telah mengadakan hubungan
suami istri, dengan In Yan cu... betapa dalamnya dia mencintaimu.
"Apakah kau akan meninggalkan mereka semua dengan begitu
saja, meninggalkan mereka secara keji sehingga menbiarkan
mereka menderita sepanjang masa?"
Bagaikan baru sadar dari impianrya, Ku See hong segera berseru
bagaikan orang kalap:
"Ku See hong, wahai Ku See hong.... mengapa nasibmu begitu
tragis...? Mengapa nasibmu begitu tidak menguntungkan!"
935
"Benarkah kau akan nekad? Tidak! Kau tidak boleh benar-benar
berbuat demikian!
”Boleh!... dengan Him Ji im dan Im Yan cu aku telah mempunyai
hubungan suami istri sekarang aku sudah mempunyai tanggung
jawab. .
Tiba-tiba manusia berkerudung itu menjerit kaget:
"Apa? Im Yan cu... kau telah merenggut pula kehormatan dari Im
Yan Cu..
Merah padam selembar wajah Ku See hong karena jengah,
sesudah menghela napas sahutnya:
“Dia... dia sudah hampir mati...'
“Ku See hong!" Manusia berkerudung itu segera berseru dengan
perasaan cemas "kemarin malam bukankah kau datang mencariku
untuk memohonkan pengobatan baginya? Yaa, mengapa aku begitu
pikun hanya bersantai-santai denganmu saja sehingga melalaikan
persoalan yang maha penting tersebut"
Dalam pada itu, kesadaran Ku See hong pun sudah menjadi
terang kembali, ketika menyaksikan kepanikan dan kecemasan dari
perempuan berkerudung itu, selintas rasa heran dan tidak habis
mengerti kembali meliput i wajahnya, dia tak habis mengerti apa
sebabnya orang itu demikian memper-hatikan dirinya, Him Ji im
serta Im Yan cu? Seandainya diantara mereka semua tidak saling
mengenal sebelumnya, mengapa pula dia bersedia memperlihatkan
semuanya itu?
Ku See hong menghela napas pelan, lalu ujarnya.
"Sekarang Im Yan cu telab dibawa pergi oleh gurunya, untuk
sementara waktu sukar buat kita untuk menemukannya, Sekarang,
aku orang she Ku ingin bertanya kepadamu, apakah engkau dapat
mengobati luka akibat racun tersebut?"
"Cepat katakanlah, racun apakabh yang telah menyerang
tubuhnyaa?`
936
Ku See honbg agak ragu sejenak, tapi akhirnya menjawab juga:
"Dia telan dipaksa oleh seorang manusia laknat untuk menelan
pil beracun Im hwee si hun wan...
"Apa? Pil beracun Im hwee si hun wan" manusia berkerudung itu
menjerit kaget.
Dilihat dari jeritan kagetnya, Ku See hong sudah tahu kalau
perempuan berkerudung inipun tidak mampu untuk menyembuhkan
luka beracun mana, suatu firasat tak enak segera melintas di dalam
benaknya.
Sesudah bergumamsejenak, akhirnya dia ber kata:
"Benar, pil Im hwee si hun wan! Disaat yang paling kritis itulah
kebetulan aku datang, akibatnya... akibatnya aku pun mengadakan
hubungan dengannya... sebab bila aku tidak berbuat demikian.
maka dia. . dia akan mati karena nadinya pecah"
Sesudah mendengar perkataan tersebut, manusia berkerudung
itu berdiri termangu-mangu, tampaknya dia sedang berusaha
memutar otak untuk menemukan cara rahasia untuk mengobati luka
keracunan tersebut.
Selama beberapa saat kemudian, dia baru tertawa lagi dengan
perasaan sedih...
''Apakah gurunya dapat menyembuhkan luka beracun dari pil
jahat tersebut?'?
Ku See hong menjadi gelisah, bukan menjawab, dia malah balik
bertanya:
"Jadi kaupun tidak sanggup untuk menyembuhkan racun cabul
ini?"
"Barusan aku telah memikirkan isi kitab pusaka yang pernah
kupelajari, dalam halaman buku yang mencantumkan masalah Im
hwee si hun wan tersebut, buku itu berkata demikian:
937
"Racun obat ini merupakan semacam obat perangsang bersifat
keras yang amat keji, berhubung racun itu kelewat ganas dan janat
maka sewaktu kitab tersebut di tulis, cara pembuatan obat Im hwee
si hun wan tersebut sudah hilang dari peredaran dunia'
"Kalau begitu, di dalam kitab tersebut tidak terdapat catatan
mengenai obat penawar nya?" tanya Ku See hong sedih.
'Padahal menurut apa yang kudengar Im hwee si hun wan
merupakan semacam obat cabul yang tidak mempunyai obat
penawar nya.
'Tapi aku percaya di dunia ini sudah pasti terdapat semacam obat
yang bisa menandingi keganasan racunr tersebut, hanya kita masih
beqlum mengetahui saja apa nama dari obat tersebut"
Tatkala mendengar perkataannya yang terakhir itu, tiba tiba saja
Ku See hong teringat kembali dengan rumput Im cu cau yang
pernah di katakan Thi bok sin kiam Cu Pok kepadanya tempo hari.
"Yaa, siapa tahu kalau rumput Im cu cau tersebut dapat
digunakan untuk menyembuh kan luka racun tersebut?" demikian
dia berpikir kemudian.
Berpikir sampai disitu, Ku See hong segera berkata.
"Kalau begitu, kau benar benar tak mampu untuk
menyembuhkan dirinya? Dia-apakah dia harus ...."
Kata-kata selanjutnya tak berani dia utarakan lagi, sebab
kematian Im Yan cu baginya tak kalah pentingnya dengan Keng Cin
sin, hal tersebut akan memberikan pukulan batin yang amat berat
baginya.
Sebab, bagaimanapun juga dia tetap mencintai gadis tersebut,
sedangkan gadis itu pun tampak begitu suci bersih dan menaruh
cinta yang begitu mendalamterhadap dirinya.
Terdengar manusia berkerudung itu berkata lagi.
"Walaupun dalam kitab tidak dicantumkan tentang obat penawar
dari racun Im hwee si hun wan, namun aku yakin masih bisa
938
disembuhkan dengan suatu cara pengobatan yang istimewa, paling
tidak dapat memper-panjang saat kambuhnya, kemudian aku baru
akan pergi mencarikan obat yang bisa memunahkan racun itu,
"Ban sia kaucu Ceng Lan hiang memiliki sejilid kitab Ban sia cin
keng, dan pil tersebut dibuat olehnya berdasarkan catatan dalam
kitab itu, aku rasa kemungkinan besar dia pun mengerti apa obat
penawar dari racun itu"
Segera muncul kembali setitik harapan dalam hati Ku See hong,
perasaannya yang tegang pun segera mengendor kembali,
sekalipun harapan tersebut masih amat kecil, namun jauh lebih baik
daripada sama sekali tiada harapan lagi.
Ku See hong segera berkata pelan:
"Nona bolehkah aku tahu, mengapa kau bersikap begitu baik
terhadap kami? Aku orang she Ku benar-benar merasa amat
menyesal, dimana kemarin malam aku telah mengganggu
ketenangan kalian."
Manusia berkerudung itu menghela napas sedih.
"Sebagai sesama umat persilatan, sudah sewajarnya apabila kita
saling bantu membantu, hal ini tidak terhitung seberapa.
"Terus terang saja kukatakan! Aku memang melindungi dan
memperhatikan dirimu jauh melebihi yang lain, sebab wajahmu
mirip sekali dengan kekasihku dulu. Sekalipun dalam hidupkuini aku
bakal kehilangan cintaku terhadapnya, tapi aku bersedia untuk
membantu cinta kasih orang lain, dengan demikian paling tidak aku
akan memperoleh sedikit pembayaran cintaku yang hilang"
Ku See hong benar-benar merasakan hati nya bergolak keras
sesudah mendengar ucapan tersebut, perempuan ini benar-benar
mirip sekali dengan Keng Cin sin, terutama sekali keanggunan dan
kebesaran jiwanya.
Tampaknya manusia berkerudung itu seperti lagi menunjukkan
sesuata, kembali ia berkata:
939
"Padahal cinta yang sebenarnya bukan cinta yang menguasahi,
melainkan suatu pemberian.
`Seandainya aku berhasil menemukan yang dulu, dan
menyasikan dia seperti juga kau sekarang, telah mempunyai dua
orang kekasih yang lain, maka aku pun akan membantunya pula
agar mereka dapat hidup berbahagia"
"Aaaai, banyak persoalan di dunia ini yang tak bisa dibayangkan
dan dipikirkan dengan begitu mudah"
Ku See hong turut menghela napas panjang . .
'Aaaai, aku orang she Ku telah berkenalan lagi dengan seorang
perempuan sejati, apabila tidak keberatan aku ingin sekali mendapat
tahu siapa nama nona."
Mendengar permintaan tersebut, perem-puan berkerudung itu
merasakan hatinya bergetar keras, segera berpikir. .
'Aku tidak dapat bergaul lagi dengannya lebih jauh, manusia
adalah makhluk yang kaya akan perasaan, bila aku seringkali
bbergaul denganndya maka batasana-batasan perasaban yang
kuatur selama ini, pada akhirnya bisa berantakan tidak karuan, aku
sudah tidak memiliki tubuh yang suci dan bersih lagi untuk
menyambut datangnya cinta dari dia..."
Berpikir demikian, cepat-cepat katanya dengan suara sedingin es.
"Ku See hong! Namaku telah hilang lenyap bersama-sama
dengan jiwaku, maaf bila aku tak dapat memberitahukan soal
tersebut kepadamu"
Mendengar ucapan mana, Ku See hong segera tahu kalau dia tak
ingin berkenalan dengannya, tanpa terasa ia menghela papas sedih.
"Berulang kali nona telah memberikan cinta kasih kepada aku
orang she Ku, budi kebaikan ini tak akan kulupakan untuk
selamanya. suatu ketika budi kebaikan itu pasti akan kubayar.
940
"Sekarang, apabila nona mempunyai sesuatu tugas untuk
menyuruhku. Katakan lah segera! Meskipun harus terjun ke lautan
api sekalipun, aku orang she Ku tak akan menampik"
''Aku membantumu karena aku teringat kembali dengan
kekasihku dahulu, aku sama sekali tidak mengharapkan balas
jasamu, harap kau jangan mempersoalkan hal ini di dalam hati"
Ku See hong merasa semakin sedih.
"Selama hidup aku orang she Ku tak pernah menerima budi
kebaikan orang lain, tapi Kini, tanpa sebab musabab aku telah
berulang kali menerima kebaikanmu, lama kelamaan hatiku menjadi
tidak tenteramsendiri...
Sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, perempuan
berkerudung itu sudah menukas:
"Ku See hong, bila kau masih memikirkan budi kebaikanku itu,
baiklah! Aku pun akan memohon beberapa persoalan kepadamu"
"Harap nona sampaikan, aku orang she Ku sudan pasti akan
menerimanya tanpa membantah"
'Pertama: harap kau jangan memusuhi orang-orang dari
perguruan Hiat mo bun kami lagi.
Kedua: Harap kau segera pergi meninggal kan aku"
Ucapan mana pada hakekatnya merupakan suatu pengusiran
secara paksa, kontan saja membuat paras muka Ku See hong
berubah hebat, sebagai pemuda yang tinggi hati, ia merasa amat
gusar dan mendongkol seteblah diusir secadra demikian.
Coba kalau bukan Ku See hong sudah terlanjur dibikin kagum
atas perempuan tersebut dalam pembicaraan tadi, mungkin suatu
pertarungan sudah pasti tak bisa dicegah lagi.
Dengan sedih dia menghela napas panjang, katanya kemudian:
941
''Entah kejelekan apakah yang dipunyai itu orang she Ku,
sehingga kau bersikap begitu tak berperasaan kepadaku? Harap
nona suka memberi petunjuk yang jelas'`
Manusia berkerudung itu menghembuskan napas panjang.
"Ku Se-hong, aku harap kau jangan mendekati aku, apakah
hanya soal ini saja tak dapat kau kabulkan? Aaaai... ''Terus terang
saja kuberitahukan kepadamu, berhu-bung kau kelewat mirip
dengan kekasihku, maka setiap kali bertemu dengan kau, aku lantas
teringat akan dirinya, terutama cinta kasihnya dahulu, kau harus
tahu, penderitaan semacam itu paling sukar ditahan, maka itulah
aku terpaksa harus bersikap kurang sopan dan tak berperasaan
kepadamu, tentang soal ini, aku harap kau sudi memaafkan"
Apabila nona memang bersikeras untuk berbuat demikian, tentu
saja aku orang she Ku tidak akan menyusahkan orang, namun
selama hidup aku pun tak ingin menerima budi kebaikan orang
dengan begitu saja, sekarang aku telah bertekad untuk melaku kan
suatu pekerjaanuntuk nona.
"Aku akan mencarikan kekasihmu yang dahulu itu sampai
ketemu, harap kau bersedia memberitahukan kepadaku nama dari
kekasih hatimu itu..."
Mendengar ucapan tersebut, manusia berkerudung itu tak dapat
mengendalikan rasa pedihnya lagi, pancaran sinar kepedihan segera
mencorong keluar dari balik matanya itu.
Dia benar-benar tak dapat mengendalikan perasaannya lagi, tapi
teringat betapa kotor nya tubuh sendiri yang telah dinodai orang,
dengan cepat ia mengendalikan kembali perasaannya yang sedang
bergolak tersebut...
Begitu dalam cintanya kepada pemuda ini, tapi dia merasa
rendah diri, serendah-rendahnya sampai tak berani menunjukkan
wajah aslinya, dia rela menerima siksaan tersebut daripada
mengungkap hal yang sesungguhnya.
Setelah menghela napas sedih, katanya kemudian:
942
`Ku See hong! Maksud baikmu biar ku terima di dalam hati saja.
"Kau harus tahu, betapa sedihnya dan hancurnya hatiku bila
dapat berdua kembali dengan kekasihku itu, rasa sedih tersebut
sudah pasti tak akan terlukiskan dengan kata-kata, Kau.... kau tak
usah bersusah payah untukku lagi.
"Padahal, sekalipun kau hendak mencari kekasihku itu sampai ke
ujung langit pun, jangan harap bisa kau temukan jejaknya...
'Apakah dia sudah mati..?'` tanya Ku See hong dengan perasaan
tidak hampir mengerti.
''Tidak. dia belum mati! Kuharap kau jangan bertanya lagi,
bersedia bukan? Kau ... kau harus selekasnya meninggalkan tempat
ini!"
Dari balik matanya yang jeli sudah mengembang air mata yang
setiap saat berpisah kembali untuk selamanya. Tapi.. tapi kenapa?
Karena mahkota kehormatannya sebagai seorang gadis telah
dinodai oleh sekawanan manusia laknat.
Keadaan waktu itu benar-benar membuat nya menjadi amat
mengenaskan, bukan dinodai oleh seorang saja waktu itu,
melainkan oleh berpuluh-puluh orang secara bergilir, tak ubahnya
seperti seorang pelacur yang sedang melayani langganannya saja,
selesai satu datang yang lain, demikian seterusnya tiap hari...
Maka dia tak ingin lagi mempersembahkan tubuh dan jiwanya
yang telah ternoda itu untuk kekasih hatinya.
Dia tahu bakal kehilangannya selama hidup, dia membenci!
Membenci ketidak adilan Thian, membenci kawanan manusia laknat
yang telah menghancurkan kesucian tubuhnya, ia menggigit bibir
menahan diri, dan harus membunuh kawanan manusia laknat
tersebut.
Tiada berperasaan! Kejam, penuh dengan genangan darah
kental...
943
Telah menjadi prinsip hidupnya semenjak peristiwa itu, dan
bersumpah hendak membasmi kawanan manusia laknat tersebut
dengan darah mereka sendiri, menggunakan darah dan mayat untuk
mencuci bersih tubuh dan jiwanya yang ternoda tersebut.
Tapi kesemuanya itu hanya untuk kesejahteraan hidup umat
manusia, sedang dia sendiri akan selamanya terjerumus dalam
jurang penderitaan dan siksaan. . sukmanya yang bernoda tak
pernah akan menjadi bersih kembali. kendatipun dicuci dengan
segenap air yang mengalir di sungai Tiangkang sekali pun.
Padahal jiwanya tak pernah ikut ternoda, dia masih tetap anggun
dan suci bersih.
Ia tidak berbeda jauh dengan keadaan dahulu, tetap dikagumi
dan dihormati setiap orang.
Memandang kepedihan hati yang mence-kam perasaan si nona.
Ku See hong merasakan hatinya bergetar keras. tanpa terasa,
pikirnya lagi:
"Biji matanya begitu mirip dengan adik Sin, aaaai ....benarkah
manusia ciptaan Thian bisa dibentuk dengan kesamaan yang persis
sama antara yang satu dengan lainnya? Kalau perasaan mungkin
saja bisa sama, tapi panca indera, tubuh, suara dan gerak geriknya
tak mungkin bisa sama antara yang satu dengan lainnya, dia
benarkah Keng Cin sin...?
Berpikir sampai disitu, Ku See hong meng-hela napas sedih,
pelan-pelan dia berkata:
'Nona! Aku orang she Ku akan melaksana kan seperti apa yang
kau inginkan, tapi sebelum pergi, harap kau perlihatkan wajah
aslimu sekali lagi, agar terbentik sedikit kenangan dalam hatiku
dimasa mendatang"
Setelah mendengar ucapan mana, dari balik mata manusia
berkerudnng itu mencorong kembali setitik cahaya tajam, secara
beruntun ia mundur sejauh tiga langkah ke belakang, kemudian
katanya dengan suara dingin lagi ketus:
944
'Tidak usah! ?paling baik kalau kau bisa segera melupakan aku"
'Kau...kau adalah Keng Cin sin..."
Tiba-tiba manusia berkerudung itu mengangkat kepalanya lalu
memperdengar kan suaranya tertawanya yang keras, tajam dan
menusuk pendengaran..
Kemudian selang berapa saat kemudian, dia baru menghentikan
suara tertawanya dan berkata dengan suara yang dingin hinggba
merasuk ke tudlang:
"Kau benar-benar tak bibsa dinasehati, sudah dibilang aku bukan
Keng Cin sin, kau masih saja nekad menuduhku dengan yang
bukan-bukan. Hmmm! Jika kau masih saja bersikeras mengatakan
yang bukan . bukan, jangan salahkan kalau aku tak akan bersikap
sungkan-sungkan lagi terhadap dirimu.
Ketika mendengar perkataan yang dingin tak berperasaan itu,
sekali lagi Ku See hong berpikir:
"Tidak! Tidak! Sikap semacam ini jelas tak akan pernah dilakukan
oleh adik Keng Cin sin, dia bukan adik Sin! Dia bukan adik Sin..."
Perasaan hatinya saat ini sungguh amat gundah, perasaan
bertentangan serasa berkecamuk di dalam benaknya. adakalanya
dia merasa gadis itu sebagai Keng Cin sin, ada-kalanya ia justru
menyangkal perasaan nya tersebut.
Akhirnya sekilas rasa sedih dan senyuman getir menghiasi raut
wajah Ku See hong, katanya kemudian:
"Nona! Kalau begitu, aku harus merepot kan dirimu sekali lagi
untuk menyembuhkan penyakit yang diderita Im Yan cu. Semua
budi kebaikanmu kepadaku selama ini, asal aku orang she Ku masih
dapat bernapas selamanya tidak akan pernah kulupakan'
`Tentang soal Im Yan cu aku pasti akan berusaha dengan
sepenuh tenaga untuk membantunya.. harap kau jangan
merisaukan, tukas manusia berkerudung itu cepat, "cuma
dimanakah ia berada saat ini?"
945
Ku See hong menjadi terperanjat sesudah mendengar
pertanyaan itu, segera pikirnya: "Sekarang ia telah dibawa pergi
oleh gurunya. --Seng sim cian li Yap Soat kun, ke manakah aku
harus pergi mencarinya? Aaaai.-.! Mungkin gurunya mempunyai
kemampuan untuk menyembuhkan luka tersebut.'
Berpikir demikian, diapun, lantas berkata:
"Im Yan cu telah dibawa pergi oleh gurunya, ia tidak mengatakan
hendak ke mana. tapi dia pernah bilang, Jika ia gagal
menyembuhkan penyakit itu, maka dia ia akan segera datang
mencariku, mungkin mereka masih berada didalam kota"
Mendengar jawaban mana.. manusia berkerudung itu menghela
napas panjang.
`Benar-benar pikun! Langit dan jagad begini lebar, kau hendak
ke mana untuk mencarinya'
''Sekalipun gurunya merupakan seorang tokoh persilatan yang
berilmu tinggi, namun setelah menghadapi racun cabul Im hwee si
hun wan, sudah pasti racun tersebut tak akan mampu di sembuhkan
olehnya, cuma aku pikir dia pasti berkemampuan untuk mencegah
menjalarnya racun itu serta menunda saat kambuhnya selama
beberapa hari.
"Begini saja? Bila ia datang mencarimu atau kau berhasil
menemukan mereka, suruhlah mereka menungguku di rumah
penginapan Yang tang"
"Nona, apakah kau hendak mengunjungi markas besar Ban sia
kau seorang diri?.`
"Cepat atau lambat kami, orang-orang Hiat mo bun sudah pasti
akan melangsungkan suatu pertarungan antara mati dan hidup
dengan pihak Ban sia kau, sekarang mumpung ada kasus tentang
Im Yan cu ini, maka aku harus mengunjungi markas besar Ban sia
kau, kalau bisa akan kucuri kitab pusaka Ban sia cinkeng milik Ceng
Lan hiang tersebut"
946
"Nona! persoalan ini toh merupakan masalahku, soal mencuri
kitab ban sia cinkeng lebih baik serahkan kepadaku untuk
mengerjakannya!"
"Kau tidak boleh ke situ?" jawab manusia berkerudung itu dingin,
"andaikata racun cabul yang berada ditubuh nona Im kambun
kembali, apa yang harus kau lakukan? Sekarang, paling baik kalau
kau pergi mencarinya lebih dahulu, kemudian setiap saat setiap
detik mendampinginya"
"Nona, dapatkah kau menunggu satu hari lagi sebelum
berkunjung ke markas besar Ban sia kau?"
'Tentu boleh saja, sampai waktunya mungkin aku bisa menduga
disaat nona Im kau kambuh untuk kedua kalinya itu apakah dia
sudah menerima pengobatan dari gurunya atau belum, kemudian
baru pergi mencari kitab Ban sia cinkeng. .
"'Biasanya, apabila racun cabul itu sudah kambun untuk ke dua
kalinya, maka racun mana akan lebih sukar untuk disembuhkan,
sekalipun bisa dipunahkan pengaruh racun cabul itu, namun dia
sendiri menderita akan kerugian yang amat besar, keselamatan
jiwanya pun akan terancam bahaya besar.
Mendengar ucapan mana, Ku See hong menjadi semakin pedih
hatinya, dia segera berpikir:
"Kalau begitu aku harus segera berangkat ke bukit Im cu san
untuk mencari rumput Im cu cau, siapa tahu kalau rumput tersebut
dapat menyembuhkan racun cabul itu?"
Setelah mengambil keputusan, dia pun berkata dengan sedih:
"Kini, waktunya sudah amat mendesak, terpaksa aku orang she
Ku harus mohon diri lebih dahulu, besok pagi aku akan menunggu
mu dl rumah penginapan Yang tang saat Im Yan cu dan gurunya
tolong kau sudi mencarikan..."
"Harap kau jangan kuatir, keselamatan Im Yan cu.."
947
Sebenarnya dia hendak berkata bahwa keselamatan lm Yan cu
mempunyai arti yang sangat penting baginya.
Tapi karena kuatir Ku See hong akan menaruh curiga kepadanya,
terpaksa ia membungkamdalamseribu bahasa.
"Nona!" kata Ku See hong lagi. . "kita berjumpa lagi lain waktu,
sekarang aku hendak mohon diri lebih dahulu`
Ku See hong, sekarang kau hendak ke mana?" tiba-tiba manusia
berkerudung itu bertanya.
"Aku hendak mencari semacam obat, paling lambat besok pagi
pasti sudah kembali ke rumah penginapan Yang tang'
Selesai berkata, dengan suatu gerakan yang amat cepat Ku See
hong meluncur ke depan sejauh dua puluhan kaki lebih.
"Hei, apa nama rumput itu?" teriak manusia berkerudung itu
dengan keras-keras.
"Rumput Im Cu cau!?"
Jawaban itu melayang tiba secara lamat-lamat, sementara
tubuhnya dengan cepat sudah meluncur naik keatas sebuah puncak
bukit dan sekejap kemudian telah lenyap dibalik lapisan bukit
tersebut.
Memandang bayangan punggung sang pemuda yang menjauh,
perempuan itu segera bergumam:
"Rumput Im cu cau! Rumput Im cu cau.. Yaa. di dalam kitab
pusakaku memang pernah disebut tentang rumput aneh itu, tapi
rumput tersebut sangat sulit ditemukan, hendak ke manakah dia
mencari rumput Im cu cau tersebut? Mungkinkah rumput terse-but
bisa menawarkan racun cabul tersebut? Aaaai..."
Dia manghela napas panjang.
Sorot matanya yang jeli pelan-pelan di alihkan ke tengah udara,
memandang mega yang melayang terhembus angin, dibawan sorot
948
cahaya matahari, tampak beberapa tetes air mata sempat
membasahi matanya.
Dengan perasaan yang pedih, kembali dia bergumam:
"Engkoh Hong, maafkanlah daku! Aku tahu kau sangat
mencintaiku, tapi... aku ...aku sudah tak dapat menerima cinta
kasihmu lagi."
"Dia! Seperti yang kau duga, telah mati, selama hidup kau tak
akan pernah bisa berjumpa lagi dengannya.
'Oooh Thian! Mengapa begitu jeleknya nasibku ini..."
Bergumam sampai disitu, tak tahan lagi dia menangis tersedusedu,
menangis dengan sangat sedihnya.
Yaa, sesungguhnya nasib gadis ini memang tragis dan
mengibakan hati...
Sebenarnya ia sudah tak ingin hidup terus di dunia ini semenjak
terjadinya peristiwa yang mengenaskan itu.
Tapi, kobaran api dendam dan bencinya yang menyala-nyala
membuat gadis itu berusaha keras untuk mengendalikan diri,
terutama sekali betapa besarnya keinginan gadis itu untuk dapat
berjumpa muka sekali lagi dengannya, maka sambil menahan malu
dia melanjutkan hidupnya sampai kini...
Sungguh tidak disangka, justru karena tekadnya itu, tanpa
disengaja ia telah menemukan sesuatu keajaiban, dia menemu bkan
kitab pusakda yang berisikaan ilmu silat ambat lihay yang mana
membuatnya berubah menjadi seorang perempuan berilmu t inggi.
Ternyata Buncu dari perguruan Hiat mo bun ini atau yang lebih
dikenal sebagai manusia berkerudung warna warni ini, bukan lain
adalah Keng Cin sin dari Istana Huan mo kiong di lautan Lain hay,
Keng Cin sin, saat ini ia sedang menangis tersedu sedu,
menangis dengan amat pedih nya..
949
Suara isak tangis yang memilukan itu mengalun dan menyebar
ditengah bukit yang hening itu.
Suasana begitu sedih, begitu mengenas kan, membuat hati siapa
pun terasa pilu.
Dia telah melampiaskan seluruh rasa sedih dan pilunya dalam
isak tangis yang memedihkan hati tersebut.
Suaranya seperti suara teriakan monyet dari selat wu shia, begitu
memilukan, begitu mengibakan hati, membuat siapa saja merasa
turut beriba hati.
Peristiwa mengerikan yang pernah di alaminya dimasa lalu, kini
terlintas kembali dalambenaknya...
(Berikut ini akan dikisahkan musibah yang telah menimpa Keng
Cin sin serta penemuan yang dialaminya)
Peristiwa itu terjadi pada setahun berselang di istana Huan mo
kiong laut lamhay, diawali pada senja yang kelabu tersebut.
Waktu itu, Keng Cin sin seorang diri harus menghadang melawan
Kim kiam (si pedang emas) Cia Tiong giok sekalian belasan orang
jago-jago lihay.
Demi kekasihnya Ku See hong agar bisa lolos dari tempat
tersebut dengan memperta-ruhkan jiwa raganya dia melakukan
perlawanan dengan sepenuh tenaga.
Apabila seseorang sudah berada diujung tanduk, dimana
keselamatan jiwanya dijadikan taruhan, kekuatan yang terpancar
keluar dari tubuhnya memang selalu diluar dugaan siapa saja.
Keadaan Keng Cin sin ketika itu ibaratnya seekor harimau betina
yang sedang kalap, dia menerjang ke sana melompat kesini, dengan
sekuat tenaga mencegat terjangan orang-orang itu.
Dengan kegarangannya, dalam waktu singkat dia telah berhasil
merobohkan bebe-rapa orang, akan tetapi pakaian yang dikenbakan
juga telahd hancur dan robaek-robek, darahb segar bercucuran
950
dimana-mana, namun dia masih mencoba mengerahkan sisa
kekuatan yang dimilikinya untuk melancarkan serangan.
Suatu ketika dia berhasil melukai si pedang emas Cia Tiong giok
dan merebut pedang emasnya.
Mendadak, pada saat itulah...
Tubuhnya pun secara beruntun terkena beberapa buah pukulan
dahsyat yang membuat nya memuntahkan darah segar.
Berada dalam keadaan begini sadarlah gadis lersebut bahwat dia
tak akan mampu untuk bertahan lebih jauh, sudah pasti dia akan
ditawan mereka dan mengalami siksaan yang paling keji..
Maka sambil memperdengarkan jeritan ngeri yang memilukan
hati, dia segera mengayunkan pedangnya untuk bunuh diri.
Siapa tahu saat yang tepat inilah Cia Tiong giok telah
menyambitkan senjata rahasia untuk merontokkan pedang emas
ditangan gadis itu, kemudian dengan suatu gerakan cepat menotok
beberapa buah jalan darahnya.
Begitulah, diapun mengalami nasib yang paling tragis di dalam
kehidupannya.
Dia pun harus mengalami kejadian memalukan yang
membuatnya amat sakit hati.
Ternyata si Pedang emas Cia Tiong giok sangat mencintai Keng
Cin sin, secara diam-diam dia telah menganggap gadis itu sebagai
istrinya sendiri, sungguh tak pernah di sangka olehnya kalau gadis
itu akan menghianati dirinya.
Pada dasarnya si Pedang emas Cia Tiong giok memang seorang
manusia yang kejam, buas dan sama sekali tak berperasaan.
Pada saat itu dia sudah amat membenci terhadap Keng Cin sin,
dia hendak mengguna kan semacam siksaan yang paling keji dan
paling buas untuk menyiksa gadis tersebut.
951
Maka dengan menggunakan semacam obat beracun yang dapat
membuat ke empat anggota badan orang menjadi lemas, dia cekoki
obat tersebut ke mulut Keng Cin Sin agar supaya gadis itu tak
mampu melakukan usaha bunuh diri.
Setelah itu dia perkosa Keng Cin sin sampai puluhan kali
banyaknya, ketika ia sudah mulai bosan, maka ia serahkan Keng Cin
sin kepada anak buahnya agar diperkosa secara beramai-ramai.
Begitulah, sekuntum bunga yang sangat indah, akhirnya dirusak
dan dilalap oleh kawanan manusia laknat itu sehingga tak karuan
lagi bentuknya.
Berada dalam keadaan seperti ini, Keng Cin sin sama sekali tak
berkemampuan lagi untuk melakukan perlawanan, dia harus
menghadapi siksaan dan penderitaan tersebut dengan tabah,
terpaksa dia pun harus menerima perkosaan tersebut sekali demi
sekali secara bergilir ....
Alat rahasia dibawah tubuhnya boleh di bilang sudah digagahi
mereka hingga robek, terluka dan mengucurkan darah, setiap kali
dia tentu jatuh tak sadarkan diri karena sakitnya.
Namun semua penderitaan tersebut hanya penderitaan lahiriah,
sementara siksaan dan penderitaan hatinya entah berapa puluh ribu
kali jauh lebih berat.
Dia ingin hidup sayang tak bertenaga, ingin mati sayang tak
berkemampuan.
oooOdwOooo
BAB 44
BEGITULAH seterusnya, selama satu bulan penuh, hampir setiap
hari setiap waktu harus menerima siksaan yang tak berperi kemanusiaan
itu, hampir setiap waktu dia digagahi oleh kawanan
manusia laknat tersebut secara bergilir.
952
Akhirnya karena sering dan terlalu banyak nya orang yang
menggagahi dia, gadis itu kejangkitan penyakit kotor, penyakit
kelamin yang entah ditularkan oleh siapa.
Tubuhnya yang berkulit putih dan bersih itu mulai tumbuh lukaluka
bernanah yang mengeluarkan bau busuk. seluruh tubuhnya
menjadi busuk baunya dan rasa sakitnya tak terlukiskan lagi dengan
kata-kata.
Namun, tak seorang manusia pun yang menaruh simpatik
kepadanya, tiada orang yang berbelas kasihan kepadanya.
Si pedang emas Cia Tiong giok sesungguh nya berbuat demikian
diluar pengetahuan ayahnya Han thian it kiam Cia Cu kim, oleh
sebab itu Cia Cu kim sama sekali tak tahu kalau Keng Cin sin telah
mengalami siksaan dan penderitaan sehebat itu.
Ahirnya, setelah seluruh tubuh Keng Cin sin kejangkitan penyakit
kotor dan baunya busuk sekali, orang mulai mencampakkan dia,
orang tak sudi menjamah tubuhnya lagi, ia pun dinaikkan ke atas
sebuah sampan kecil kemudian di lepaskan ditengah samudra yang
luas seorang diri...
Waktu itu, racun dari penyakit kelamin yang dideritanya sudah
menjalar hampir menyeliputi seluruh bagian tubuhnya.
Kesadarannya sudah menjadi kabur.. keadaan gadis itu boleh
dibilang berada dalam keadaan sadar tak sadar, dia sendiri sama
sekali tak tahu kalau tubunya telah diletakkan diatas sebuah sampan
dan dilepaskan di tengah samudra.
Dengan penyakit kotor yang begitu parah menyerang tubuh Keng
Cin sin, tubuhnya dilepaskan pula ditengah samudra luas dan
dibiarkan terapung entah ke mana.. pada hakekatnya tiada harapan
sama sekali baginya untuk hidup lebih jauh.
Tapi mati hidup manusia didunia ini semuanya telah diatur oleh
suatu kekuatan yang maha besar yang jauh diatas langit sana.
Setelah terombang ambing selama sehari semalam, lambat laut
Keng Cin sin menjadi sadar kembali.
953
Sekujur tubuhnya terasa amat sakit, ia membenci langit karena
memberikan siksaan dan penderitaan yang begitu keji kepadanya.
Ditengah samudra yang begitu luas tak bertepian, berteriak
kelangit t iada yang menyahut, menjerit ke bumi tiada yang
menggubris, beberapa kali dia hendak terjun ke laut untuk bunuh
diri, namun setiap kali teringat kembali dengan dendam kesumat
yang membara di dalam dadanya, keinginan nya untuk hidup segera
tumbuh kembali.
Selain itu, dia ingin bertemu sekali lagi dengan kekasih hatinya,
agar dia tahu betapa keji dan mengenaskannya musibah yang telah
menimpa dirinya.
Namun kesemuanya itu hanya berupa suatu lamunan belaka,
sebab dia tahu, keselamatan jiwanya hanya bisa bertahan selama
sepuluh hari saja.
Saat itu, tengah malam sedang menjelang tiba, cahaya rembulan
dan bintang yang redup menyoroti diatas sampan yang terombang
ambing ditengah lautan.
Pakaian yang dikenakan Keng Cin sin sudah hancur dan compang
camping tak karuan bentuknya. kulit badannya merah membengkak,
pada hakekatnya ia sudah tersiksa hingga tak berwujud manusia
lagi, wajah nya pucat bias seperti mayat, rambutnya awut-awutan
tak karuan, bau busuk amat menusuk hidung.
Cahaya rembulan memancarkan sinarnya di atas permukaan laut
dan memantulkan raut wajahnya yang mengerikan seperti
kuntilanak, dia mencoba untuk meronta bangun, namun seluruh
tubuhnya terasa sakit dan mengejang keras.
Sepasang matanya yang merah membeng-kak mengucurkan
titik-titik darah kental... Ia tahu tiada harapan lagi baginya untuk
melanjutkan hidup, soal membalas dendam, meski dia tahu bahwa
kekasihnya akan mewakilinya untuk menuntut balas, namun dia
tetap tak ingin mati dengan begitu saja, oleh karena itu dengan
menghimpun sisa kekuatan yang dimilikinya, dia harus bertarung
melawan maut.
954
Ia menangkap ikan-ikan segar yang berlompatan diatas
permukaan laut untuk mengisi perutnya yang lapar, tiada air tawar
maka diapun menggunakan isi perut ikan serta darah untuk
menghilangkan rasa dahaga tersebut...
Hidup seorang diri ditengan samudra yang begini luas, boleh
dibilang sungguh berat dan payah.
Tapi dengan tabah dia menahan penderitaan tersebut, dia harus
menahan hembusan angin laut yang kencang, ditam-bah lagi
tubuhnya yang penuh dengan luka bernanah, penderitaan dan rasa
sakit yang dialaminya jelas berapa puluh kali lipat lebih menyiksa...
Tanpa terasa dia telah sepuluh hari sepuluh malam melakukan
pergulatan seru menentang maut, hidup tersiksa ditengah samudra
luas seorang diri...
Akhirnya Keng Cin sin berhasil mengung-guli, karena
kesadarannya berangsur-angsur pulih kembali, namun siksaan dan
penderitaan pada tubuhnya justru hari demi hari semakin
bertambah menghebat.
Hari ini adalah hari kesebelasan dia bertarung menentang maut
ditengah samudra luas, matahari senja sudah mulai tenggelam
dilangit sebelah barat.
Dengan termangu-mangu ia memandang matahari merah yang
makin lama tenggelam semakin kebawah diujung langit sana, dia
tak tahu berapa hari lagi dia hidup terombang-ambing ditengah
samudra yang luas tersebut...
Rupanya sampan tersebut bukan saja tidak dilengkapi dengan
alat pendayung, layar pun tiada, maka perahu itu hanya bisa
bergerak mengikuti arus...dia tak tahu akhirnya dia akan terbawa
arus sampai ke mana...?
Dalam keadaan ini, dia hanya pasrah pada nasib, yaa
sesungguhnya bagaimana mungkin dia bisa menentang nasib dan
takdir yang telah mengatur segala sesuatunya itu? .
955
Keng Cin sin, si gadis yang bernasib jelek sekali lagi harus
menghadapi perjuangannya menentang maut.
Kiranya setelah matahari senja tenggelam tak lama dibalik laut...
Mendadak seluruh angkasa diliputi oleh kabut hitam yang amat
tebal, angin puyuh bagaikan berjuta-juta prajurit berkuda, secepat
kilat menggulung tiba dengan amat dahsyatnya.
Ombak pun mulai membukit dan menghempaskan setiap benda
yang berada di sekeliling tempat itu.
Keng Cin sin amat terkejut. dia sadar habis sudah riwayatnya kali
ini...
Sebuah sampan yang kecil, bagaimana mungkin biia menentang
hembusan angin puyuh serta gulungan ombak yang membukit?
Suara deruan angin yang memekikkan telinga, membuat hati orang
menjadi ngeri dan seram, bulu kuduk pada bangun berdiri semua...
"Oooh Thian!" pekik Keng Cin sin di dalam hati. "mengapa kau
bersikap begitu keji terhadap diriku?
"Dosa besar apakah yang kuperbuat dalam penitisanku yang lalu?
Belum cukupkah siksaan dan penderitaan yang kau berikan
kepadaku selama ini?
"Mengapa kau hendak merenggut pula sisa kehidupan yang
kumiliki ini.."
"Aku harus hidup! Aku hidup, hidup untuk selamanya... aku harus
menuntut balas, membalas sakit hatiku yang membara ini.
Teriakan tersebut memilukan hati siapa pun yang mendengar,
namun sayang jeritan tersebut segera tenggelam dibalik deruan
angin puyuh yang amat dahsyat itu... Keng Cin sin duduk kaku
diatas sampannya, dengan sorot mata yang merah membara dan
memancarkan sinar penuh dendam dan sakit hati, ia menatap awan
hitam yang menyeli-muti angkasa itu tanpa berkedip. .
956
Angin puyuh yang tajam menyambar pakaiannya yang compang
camping dan mengoyak pakaiannya yang sudah hancur itu, dalam
waktu singkat, ia berada dalam keadaan telanjang bulat, rambutnya
yang hitam terurai tak karuan dimainkan angin.
Sekarang, keadaannya tak berbeda dengan seorang setan
perempuan yang telenjang bulat.
Wajah ,yang menyeramkan tapi menegas kan membuat orang
merasa seram, namun juga beriba hati...simpatik...
Entah Thian terharu oleh jeritannya yang memilukan hati, entah
karena apa, akhirnya awan hitam yang menyelimuti angkasa itu
tersapu lenyap dari angkasa dan hilang lenyap tak berbekas.
Ombak putih yang menggulung-gulung di permukaan samudra
pun mulai mengocok dunia dan bergulung gulung dengan hebatnya.
Dimainkan oleh ombak yang deras, sampan yang ditumpangi
Keng Cin sin itu segera meluncur ke depan dengan cepatnya,
mengikut i arus laut meluncur ke arah depan.
Keng Cin sin sendiri karena luka dan penyakit yang dideritanya,
kini berada dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya yang
telanjang terkapar diatas sanpan tak bisa berkutik.
Menanti dia sadar kembali, dari pingsannya...
Meskipun Keng Cin cin masih mendengar suara gulungan ombak
yang memecah te-pian, suara ombak samudra yang menggelegar
masih mendengung disisi telinga nya..
Namun dia merasa seakan-akan sudah tidak berada diatas
sampan lagi, melainkan berbaring diatas permukaan tanah yang
basah, bukan pasir, melainkan batu karang yang keras dan licin.
Keng Cin sln sedikit kurang percaya kalau dia masih bisa hidup di
dunia yang penuh dosa ini. .
Ia mencoba untuk menggerakkan tubuh nya, sekujur badan
segera terasa sakit, terutama tulang belulangnya, rasanya linu dan
sakit nya seperti pada retak.
957
Akan tetapi, rasa sakit dalam tubuhnya terasa tersapu lenyap
oleh rasa gembira didalam hatinya, pelan-pelan dia membuka
matanya, kemudian berteriak dengan suara parau:
"Aku masih hidup! Aku masih hidup! Benar aku masih hidup?"
Ia mendongakkan kepalanya dan meman-dang ke depan sana.
Tiba-tiba muncul suatu kejadian didepan matanya.
Ia saksikan sebuah bangunan kuil muncul disana, sebuah
bangunan kuil yang kokoh dan megah...
Kuil tersebut, berdiri tegak di tengah gulungan ombak yang
menggulung-gulung.
Saat itu malam sudah menjelang tiba, rembulan bersinar dengan
terangnya di angkasa.
Tiada hembusan angin yang berhembus lewat, namun ombak
laut masih saling menggulung dengan kencangnya.
Suara ombak yang memecah ditepi pantai, menimbulkan suara
getaran yang memekik kan telinga.
Tapi anehnya, meskipun kuil tersebut di kelilingi oleh ombak yang
menggulung-gulung, namun sepuluh kaki disekelilingnya, air laut
justru amat tenang, lembut tanpa ombak.
Peristiwa itu benar-benar jauh diluar dugaan siapa pun...
Keng Cin sin menghela napas sedih, gumamnya:
"Aku masih berada di alam semesta? Ataukah sedang berada
dalam alam impian.?"
Tidak, segala sesuatunya merupakan kenyataan, kadangkala apa
yang berada dihadapannya memang sukar dipercaya oleh siapa pun.
Nun jauh disana tampak bukit yang berlapis-lapis dengan hutan
yang lebat, siapa pun tak akan menyangka kalau dibalik bukit di tepi
samudra dengan ombak yang deras, terdapat sebuah kuil dalam
bentuk sedemikian anehnya.
958
Sekeliling kuil itu penuh dengan batu karang berwarna hitam
yang berkilauan.
Dalam keadaan bugil, Kang Cin sin berbaring diatas batu karang
itu...
Mendadak...
Gadis itu menjerit kaget...paras dukanya yang pucat pias berubah
menjadi semu merah.
Rupanya dia baru menyadari kalau ia sedang berada dalam
keadaan bugil, tanpa secuwil kainpun yang melekat ditubuhnya.
Kendatipun ia pernah bertelanjang bulat, seluruh bagian
tubuhnya pernah dilihat dan dinikmati oleh kawanan manusia
laknat, pernah di perkosa dan melewati kehidupan bagaikan seorang
pelacur selama hampir sebulan lamanya....
Namun kesemuanya itu bukan terjadi atas kehendaknya sendiri,
dia tak mampu memberikan perlawanan.
Tapi sekarang dia telah melepaskan diri dari penderitaan tersebut
sudah lolos dari garang iblis yang melakukan itu.
Sekaramg dia masih tetap merupakan seorang gadis yang suci
bersih.
Karenanya setelah mengetahui kalau dirinya berada dalam
keadaan telanjang bulat, tentu saja ia merasa malu sekali.
Memandang bisul-bisul bernanah yang memenuhi seluruh
tubuhnya yang telanjang, Keng Cin sin merasa amat sedih sekali,
titik air mata tanpa terasa jatuh bercucuran membasahi pipinya.
-oo0dw0oo-
Jilid 29
SAMBIL menggertak gigi, dia berseru dengan penuh perasaan
dendam:
959
"Aku harus membalas dendam, akan ku bunuh seluruh manusia
laknat dari istana Huan mo kiong di lautan Lamhay..."
Terbayang kembali musibah yang menimpa dirinya, kembali dia
menangis terisak dengan amat sedihnya.
Suara tangisan Keng Cin sin kedengaran begitu lemah dan
parau...
Ini semua membuktikan kalau hawa murninya sudah banyak
yang hilang, ia tak lebih hanya seorang manusia yang sudah tak
jauh dari saat kematiannya...
Isak tangis yang begitu sedih dan memedihkan hatinya membuat
kesadaran Keng Cin sin kembali terlelap dalam keadaan sadar tak
sadar.
Untuk kesekian kalinya dia jatuh tidak sadarkan diri.
Menanti ia sadar kembali, tengbah hari sudah ldewat.
Cahaya maatahari meneranbgi seluruh tubuh nya yang bugil, ia
mendongakkan kepalanya, memandang bangunan kuil di atas bukit
tersebut, namun suasana masih tetap hening, seakan-akan tiada
berpenghuni.
"Mungkin tiada orang yang berdiam dalam kuil itu..." guman
gadis itu lirih. "tapi seandai nya ada penghuninya. bila mereka
saksikan aku muncul dengan tubuh bugil...
Ia tak berani membayangkan lebih jauh, diam-diam dia hanya
bisa berdoa didalamhati:
"Moga-moga saja tiada orang dalam kuil itu...."
Kendatipun begitu, dia tak berani mendaki keatas bukit itu,
apalagi memasuki bangunan kuil tersebut, sebab dia berada dalam
keadaan telanjang bulat, ia malu bila sampai bertemu orang lain.
Padahal kuil itu kosong tanpa penghuni, andaikata ada orang
yang berdiam disitu, maka setelah berdiam selama sehari semalam
disini, tentu saja jejak Keng Cin sin sudah diketahui oleh penghuni
960
kuil tersebut. Keng Cin sin tidak mempunyai keberanian untuk
merangkak masuk ke dalam kuil dalam keadian beginilah dia
menanti terus hingga matahari tenggelam dan senja menjelang tiba.
Dalam keadaan demikian, akhirnya gadis itu mulai berpikir:
"Kalau aku harus berada dalam keadaan begini terus, akhirnya
pasti akan mati kelaparan, daripada mati, lebih baik aku menahan
rasa malu untuk melongok ke dalam..."
Berpikir demikian, ia mulai menggerakkan tubuhnya siap
bergerak ke atas bukit, tapi begitu badannya bergerak, ia segera
merintih karena kesakitan.
Jelas luka yang berada didalam tubuhnya menjadi pecah dan
menimbulkan rasa sakit yang bukan kepalang hebatnya.
Keng Cin sin menggertak giginya kencang-kencang, lalu
merangkak maju beberapa langkah ke depan, sementara rintihan
kesakitan bergema tiada hentinya dari mulutnya...
Tulang belulangnya bagaikan dipatah-patahkan orang, kulit
tubuhnya terasa panas dan sakitnya bukan kepalang.
Setiap kali merangkak tiga langkah, Keng Cin sin segera berhenti
beristirahat sebentar, wajahnya yang memucat seperti setan natpak
mengejang keras penuh penderitaan.
Rintihan kesakitan dan dengusan tertahan, berkumandang tiada
hentinya dari bibir si nona yang pucat itu...
Wajahnya, tubuhnya basah kuyup oleh peluh sebesar kacang
kedelai yang bercu-curan amat deras.
Untung saja permukaan tanah dari bukit itu merupakan batu
karang yang hitam dan halus, kalau tidak. sudah dapat dipastikan
seluruh badan Keng Cin sin akan terluka lecet dan berdarah.
Kurang lebih setengah jam kemudian, akhirnya Keng Cin sin
berhasil mendaki bukit yang empat kaki panjangnya itu.
961
Dengan menempelkan tubuh bagian bawah serta dadanya diatas
bermukaan tanah didepan pintu kuil, dia mendongakkan kepalanya
dan menatap ke dalam ruang kuil dengan sayu.
Terasa olehnya kuil tersebut amat sepi, hening, dan tak
kedengaran sedikit suara pun.
"Ada orangkah dalam kuil?" dengan suara yang parau Keng Cin
sin berteriak.
Suaranya parau lagi lemah, namun suasana dalam ruangan kuil
itu masih tetap hening, sepi dan tak kedengaran sedikit suara pun.
Setengah perminum teh sudah lewat, Keng Cin sin yang
berbaring diatas tanah pun sudah terengah-engah. namun belum
juga terdengar suara sahutan.
Maka dia berteriak lagi.
"Adakah seseorang didalam ruangan?"
Suasana tetap hening, sepi dan tak kedengaran suara apapun.
"Aaah, mungkin tiada orang didalam sana..." pikir Keng Cin sin
kemudian.
Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa, dia merangkak
masuk ke dalamruangan kuil itu.
Setelah melalui pintu, disana terlihal sebuah ruangan yang amat
besar, dalam ruangan tampak beberapa patung pemujaan, tapi
lantaran sudah dimakan usia, maka meskipun patung itu masih
utuh, namun warnanya sudah luntur.
Permukaan lantai berupa lapisan batu bata merah, semuanya
berada dalam keadaan bersih,
Sekeliling dinding ruangan tampak pula butiran mutiara yang
memancarkan selapis cahaya lembut.
Melihat betapa bersihnya ruangan itu, selain tanpa debu, sarang
laba-laba pun tak ada, kembali Keng Cin sin berpikir.
962
"Sudah jelas ada penghuninya disini, kalau tidak, mengapa
ruangan disini tampak begitu bersih?!'
Berpikir sampai disitu, tanpa terasa, dia memandang kembali
tubuh sendiri yang berada dalam keadaan bugil, merah padam
selembar wajahnya yang memucat karena jengah.
Berapa saat kemudian ia berseru lagi dengan sedih:
"Ada orangkah disini? Adakah orang yang sedang bertapa
ditempat ini? Harap sudi ke luar sebentar dan menolong aku si
perempuan yang bernasib jelek..."
Kecuali suara sendiri yang memantul dari empat dinding, take
kedengaran sedikit suara pun bahkan dikala suaranya sirap,
sekeliling ruangan itu kembali dicekam keheningan.
Secara beruntun Keng Cin sin berteriak lagi sampai beberapa kali,
tapi suasana di sekeliling tempat itu masih tetap sepi tak
kedengaran sedikit suara pun. pada hakekat nya tempat itu
merupakan sebuah kuil yang tak berhuni.
Melihat hal itu, si nona lantas berpikir:
"Aaaah, mungkin tokoh silat itu sedang pergi atau mungkin juga
kuil ini memang kosong tak berpenghuni...
Dia meronta untuk bangun dan berlutut didepan altar, kemudian
gumamnya dengan lirih:
Sin ceng sekalian, maafkan aku Keng Cin sin gadis yang bernasib
jelek, karena sudah mengotori ruangan sucimu dengan tubuhku
yang telanjang..`.
Kemudian dengan susah payah dia mendekati meja altar itu dan
berusaha keras untuk merangkak bangun dan berdiri.
Ketika ia berhasil berdiri tegak, dengan cepat hidungnya
mengendus bau harum semerbak yang membuat tubuh orang
menjadi segar kembali.
963
Di dalam ruangan tengah kuil terdapat mutiara yang
memancarkan sinar terang bagi pengamatan orang persilatan,
cahaya mutiara tersebut sudah cukup menerangi seluruh ruangan
tersebut bagaikan di siang hari saja, dengan cepat Keng Cin sin
mengamati meja altar tersebut...
Diatas altar terdapat sebuah hiolo yang terbuat dari tembaga,
bau harumsemerbak tadi muncul dari dalamhiolo tersebut.
Sebagaimana diketahui, selama beberapa hari ini Keng Cin Sin
hanya menggunakan ikan mentah untuk mengisi perutnya yang
lapar, maka dikala ia mengendus bau harum semerbak, perutnya
segera menjadi geruyukan karena lapar.
Berbicara sesungguhnya, sekarang dia merasa lapar sekali.
"Aaaah, mungkin benda yang disimpan dalam hiolo itu adalah
makanan" demikian dia berpikir, "karena bau harum semerbak itu
seperti bau buah apel, seperti juga buah li...''
Makin tajam bau harum yang terendus Keng Cin sin, semakin
lapar perut si nona tersebut, sehingga tanpa disadari dia lantas
membuka penutup hiolo tersebut.
Begitu penutup hiolo itu dibuka, bau harum yang semerbak
terendus makin tajam, sementara semangatnya juga tiba-tiba saja
bertambah segar...
Biji matanya yang jeli dengan cepat melongok ke dalam hiolo
tersebut ternyata isi hiolo itu hanya sebutir pil berwarna hijau.
Melihat pil itu, Keng Cin sin menghela napas panjang,
gumamnya:
'Pil ini sudah pasti hasil bikinan dari pertapa yang menghuni
disini, aaaai... aku tidak pantas mengambil, benda yang bukan
menjadi milik sendiri...'
Bergumam sampai disitu, dia lantas menutup kembali hiolo
tersebut dan diletakkan kembali.ke tempatnya semula.
964
"Criingg.. !" berkumandang suara gemerincingan nyaring
memecahkan keheningan.
Menyusul kemudian...
"Bruuukkk!" dari atas penutup hiolo tersebut tiba-tiba saja
terjatuh sebuah lencana tembaga t ipis yang panjangnya tiga inci.
Dengan cepat Keng Cin sin mempberhatikan lencadna tembaga
itu,a ternyata di atbas lencana itu nampak penuh dengan ukiran
tulisan.
Buru-buru dia mengambil lencana tembaga itu dan membaca
tulisan yang tertera disana, terbaca olehnya tulisan tersebut ber
bunyi demikian:
"Pil yang berada didalam hiolo itu merupakan sebutir pil mestika
Pit ku sin wan, bila kau telah menelannya maka dapat bertahan
selama enam bulan tanpa lapar.
Kuil ini merupakan kuil Ngo siang bio dari jaman kerajaan Go,
kau bisa sampai disini hal ini membuktikan kalau kau berjodoh,
lagipula tidak kemaruk oleh benda yang bukan menjadi miliknya. ini
semua menunjukkan kalau kau berbudi luhur.
Terimalah pil Pit ku sin wan tersebut sebagai hadiah dariku! Tapi
seandainya kau mempunyai ingatan serakah dengan mengambii pil
tersebut, maka sekarang kau sudah mati cukup lama, sebab didalam
hiolo tersebut dilengkapi dengan berbagai alat rahasia, disaat kau
mengambil pil tersebut maka semua alat rahasia yang berada
didalamnya akan mulai bekerja.
"Dari dalam hiolo itu akan memancar keluar jarum-jarum
beracun, sekali pun ilmu silatnya amat lihay pun jangan harap bisa
meloloskan diri dari ancaman.
"Jarum itu amat beracun dan mematikan, bila bertemu dengan
darah, betul tenaga dalam yang kau miliki amat sempurna, namun
jangan harap jiwamu dapat diselamat kan.
965
Kini, alat cahasia yang berada dalam hiolo tersebut telah hancur
dan musnah dengan diletakkannya kembali penutup hiolo itu keatas
hiolo tersebut, bila kau mendengar suara gemerincing, berarti alat
rahasia itu sudah punah, sekarang kau boleh mengambil pil tersebut
dengan berlega hati.
"Dalam kuil ini penuh dengan benda mestika, bila kau punya
jodoh, semua benda tersebut tentu akan kau temukan, baik-baiklah
dipergunakan.
"Orang pertama yang memasuki kuil ini, Bun ji koansu Him Ciseng"
Ketika selesai membaca tulisan yang tertera diatas lencana
tembaga itu, Keng Cin sin merasa terkejut bercampur gembira.
Ia terkejut karena hampir saja tewas di situ.
Ia girang karenra pil Pit ku sit wan tersebut dapat menghilangkan
rasa lapar yang sedang mencekam dirinya, bila pil tersebut sudah
dimakan, berarti dia dapat mengobati lukanya dengan tenang
ditempat tersebut...
Sambil menghela napas sedih Keng Cin sin bergumam:
'Bun ji koan su Him Ci seng, bukankah ia adalah guru kekasihku
Ku See hong? "Dia bilang kuil ini adalah kuil Ngo siang bio dari
peninggalan kerajaan Go, itu berarti kuil ini didirikan oleh perdana
menteri kerajaan Go, Ngo Cu siu. Konon kitab pusaka Cang ciong pit
kip dibuat oleh Ngo Cu siu, jangan-jangan kitab pusaka tersebut
memang disimpan ditempat ini? "Namun..bukankah Bun ji koan su
locianpwee sudah memasuki kuil ini lebih dahulu? Bisa jadi kitab
pusaka tersebut sudah dibawa pergi olehnya ...
"Aaaai. coba kalau bukan begitu, dalam enam bulan mendatang
aku bisa mempelajari ilmu silat maha sakti ditempat ini, kemudian
pergi menuntut balas atas sakit hatiku...'
Bergumam sampai disitu, dia lantas mengambil pil Pit ku sin wan
tersebut dan dimasukkan ke dalam mulutnya lalu di telan ke dalam
perut.
966
Tapi begitu pil tersebut ditelan, ia segera menjerit kaget:
"Aaaah, obat beracun, obat beracun....
Ternyata begitu pil Pit ku sin wan itu ditelan ke dalam perut oleh
Keng Cin sin, dia segera merasakan perutnya teramat sakit seperti
di sayat-sayat dengan pisau, darah yang mengalir didalam tubuhnya
serasa mendidih dengan hebatnya, tak terlukiskan rasa sakit yang
mencekamtubuhnya waktu itu.
Akhirnya Keng Cin sin tak sanggup menahan diri lagi, seluruh
tubuhnya menjadi panas bukan kepalang, ia tak mampu mengendalikan
diri lagi, tubuhnya yang telan-jang mulai bergulingguling
diatas tanah...
Ia merintih kesakitan, mendengus terta-han, seluruh tubuhnya
basah kuyup oleh keringat, bau busuk yang memuakkan memancar
keluar dari sekujur badannya.
Suhu udara yang membara dalam tubuhnya kian lama kian
bertampah panas. sekarang dia tidak merintih lagi bahkan mulai
menjerit-jerit seperti babi yang akan disembelih.
Kini dia merasa benci, benci terhadap semua manusia yang ada
didunia ini, membenci akan kebusukan serta kemunafikan mereka.
Sampai-sampai manusia yang paling di hormati di duniapun ...
Bun ji koan su Him Ci seng tak lebih hanya mengenakan kedok
kebaikan, padahal sebetulnya adalah manu-sia licik yang berhati
keji.
Kalau bukan manusia keji, mengapa dia menggunakan lencana
tembaga yang berisi tulisan itu untuk memancingnya agar menelan
pil beracun tersebut dan mencelakai seorang manusia yang sama
sekali t iada dendamatau sakit hati dengannya?
Sekujur tubuh Keng Cin sin sekarang sudah tersiksa sekali,
seluruh badannya se-akan-akan digigit oleh beribu ribu ekor semut
beracun.
967
Selurun darah dan dagingnya seperti dl letakkan di atas
panggangan api dan digarang, dengan api yang membara.
Tulang belulangnya seperti ditekan oleh semacam kekuatan yang
amat besar sehingga hampir menjadi remuk dan hancur berantakan.
Makin lama dia semakin tak mampu untuk mengendalikan
siksaan dan penderitaan yang mencekam tubuhnya itu, hilanglah
kesadaran gadis tersebut....
Kini, tubuhnya sama sekali tak berkutik lagi.
Tapi dari rongga-rongga tubuhnya yang berpuluh-puluh ribu
banyaknya itu nampak air keringat yang berbau busuk mulai
meleleh keluar dengan amat derasnya.
Entah berapa lama, Keng Cin sin mulai mengeluh kemudian
memperdengarkan suara helaan napas panjang.
Ketika dia melompat bangun dari atas tanah, ternyata seluruh
badannya tidak terasa sakit lagi, bahkan semangatnya nampak
segar dan semua rasa lemas hilang lenyap tak berbekas.
Dengan cepat dia menundukkan kepalanya dan memperhatikan
kulit tubuhnya.
Semua bisul-bisul bernanah yang semua menyelimut i seluruh
tubuhnya kini sudah hilang lenyap tak berbekas sekalipun masih
nampak sisa bintik-bintik berwaarna merah.
Menyaksikan kesemuanya itu, setelah menghela napas panjang
diapun bergumam:
"Aaaaai, selembar nyawaku kembali berhasil dipungut dari dalam
pintu neraka. Bun ji koan su locianpwe, maafkanlah daku tadi, aku
telah salah menuduhmu..."
Ternyata Pit Pit ku sin wan tersebut merupakan sebuah obat
mestika yang berkasiat luar biasa, bukan cuma dapat
menyembuhkan berbagai keracunan, dapat pula menambah tenaga
dalam seseorang yang belajar silat. disamping dapat menghilangkan
rasa lapar.
968
Sejak diperkosa secara beramai-ramai oleh kawanan manusia
laknat, seperti diketahui Keng Cin sin telah mengidap penyakit
kelamin yang kotor, namun setelah menelan pil Pit ku sin wan
tersebut, semua racun dalam tubuhnya telah tersapu hingga lenyap
tak berbekas.
Sekalipun selembar jiwanya berhasil diselamatkan, namun setiap
kali memandang bint ik-bintik merah bekas keracunan diatas
tubuhnya, air matanya segera jatuh bercucuran.
Seorang gadis cantik jelita, kini berubah menjadi buruk dan
penuh dengan noda, bayangkan saja, bagaimana mungkin hatinya
tidak merasa sedih...
Suka akan kecantikan dan keindahan merupakan kelemahan
setiap manusia, terutama kaum wanita, disaat mereka menemukan
kalau tubuhnya berubah menjadi jelek, tak bisa dihindari lagi kalau
hatinya menjadi sedih dan pilu.
Sebab apabila seseorang memiliki seraut wajah yang tak bisa
diterima oleh orang banyak, maka dia (pria) maupun dia
(perempuan) tentu akan merasakan kesepian dan penderitaan..
Entah orang itu memang berwatak lincah atau berwatak hambar,
dalam hati kecilnya, sudah pasti akan t imbul perasaan rendah diri.
Sementara itu, fajar telah menyingsing kembali, sang surya
memancarkan cahaya nya kemana-mana dan membuat suasana
disekitar situ dapat terlihat jelas.
Setelah kenyang mengucurkan air mata, Keng Cin sin menghela
napas sedih, katanya:
"Yaa, inilah yang dinamakan nasib, sekarang aku sudah
seharusnya merasa puas, karena harapanku untuk melanjutkan
hidup telah tercapai, aku punya harapan untuk bersua lagi dengan
kekasih hatiku, memberitahukan semua musibah yang menimpaku,
kemudian menghabisi nyawaku sendiri...
'Ilmu silat yang kumiliki amat rendah, tak mungkin aku bisa
membalas sakit hatiku ini, yang terpenting bagiku sekarang andalah
969
mendapatkan sebuah pakaian dan menutupi badanku, sekalipun
disini tak ada orang lain, namun bertelanjang bulat tetap merupakan
aib bagi kaum wanita"
Maka Keng Cin sin mulai melakukan pencarian di dalam kuil Ngo
siang bio tersebut untuk mendapatkan pakaian, namun meski sudah
di cari setengah harian, ia belum berhasil juga menemukan pakaian
yang dibutuhkan....
Akhirnya dia berhasil menemukan sebuah ruangan rahasia yang
lain, ketika masuk ke dalam ruangan tersebut, dengan cepat dia
menarik napas dingin...
Ternyata di dalam ruangan itu hanya terdapat sebuah peti mati
saja, selain itu tidak terdapat sebuah bendapun.
Menyaksikan kesemuanya itu, Keng Cin sin menghela napas
sedih, kembali dia ber-gumam:
''Sudah kucari seluruh ruangan kuil ini hampir setiap pelosok
kuteliti, namun tak sebuah pakaianpun yang berhasil kutemu kan
untuk menutupi tubuhku, apakah aku harus bertelanyang bulat
terus menerus?
Tanpa mengenakan pakaian, bagaimana mungkin aku bisa keluar
dari sini untuk bertemu dengan orang..."
Mendadak...
Satu ingatan melintas didalam benaknya, ia segera bergumam
lagi seorang diri:
'Aku benar-benar seorang tolol, bukankah disitu terdapat peti
mati? Biasanya di dalampeti mat i, tentu terdapat pula pakaian..
Walanpun dia tahu kalau pakaian dalam peti mati adalah pakaian
milik orang yang telah mati, namun setelah berada dalam keadaan
seperti ini, sekalipun benda milik orang matipun akan diambilnya
juga untuk dipakainya menutupi tubuhnya.
Sebab bila ia tak berhasil menemukan pakaian, berarti untuk
selamanya dia tak akan keluar dari kuil .
970
'Peti mati adalah tempat untuk menyimpan jenasah, betapapun
besarnya nyali sese-orang, tak nanti mereka berani membongkar
peti mati untuk mencari pakaian.
Tapi keadaan Keng Cin sin sekarang sudah berada dalam
keadaan apa boleh buat, dia tak akan memperduli soal-soal
semacam itu lagi.
Pertama-tama dia mencongkel dulu penutup peti mat i itu,
kemudian mengerah kan tenaga murninya dan mengangkat secara
paksa .
"Blaamm.... blaamm....!" dua kali benturan nyaring bergema
memecahkan keheningan.
Ternyata penutup peti mati yang beratnya mencapai tiga empat
ratus kati itu telah berhasil disingkap.
Disaat penutup peti mati itu terbuka.. serta merta tubuhnya turut
melompat mundur ke belakang, dia kuatir mayat yang berada dalam
peti mati itu berubah menjadi setan atau iblis yang melompat keluar
dari peti mati untuk mencari mangsa.
Siapa tahu suasana tetap hening sepi tanpa terdengar sedikit
suara pun meski penutup peti mat i itu sudah terbuka, setelah yakin
keadaan aman, gadis itu baru berjalan mendekati peti mati itu serta
melongok ke dalam,
Begitu melihat Keng Cin sin merasa semakin keheranan lagi.
Ternyata peti mati yang terbuat dari batu itu kosong melompong,
bukan saja tak tampak jenazahnya, juga tidak tampak dasar dari
peti mati tersebut.
Atau dengan perkataan lain, dasar peti mati itu merupakan
sebuah mulut lorong, sedangkan peti mati yang besar itu tak lebih
hanya menutupi pintu masuk menuju ke lorong rahasia tersebut.
Terdorong oleh rasa ingin tahu dan ingin melihat apa gerangan
yang terdapat di dalam lorong rahasia tersebut, Keng Cin sin segera
melompat ke dalampeti mati tersebut.
971
"Pluuunggg ....!''
Dengan aman dan selamat Keng Cin sin berhasil menginjak
didasar lorong seperti apa yang diduga olehnya, tempat itu memang
merupakan sebuah lorong rahasia yang menjorok jauh ke dalam
sana.
Lorong tersebut panjangnya bukan kepalang, berdiri dalam
lorong tersebut, Keng Cin sin merasakan angin berhembus amat
kencang dan amat menusuk badan.
Sekeliling dinding lorong penuh dengan butiran mut iara yang
menerangi sekeliling tempat itu, maka semua benda yang berada
empat kaki disekeliling lorong dapat terlihat amat jelas.
Pelan-pelan Keng Cin sin berjalan menelusuri lorong rahasia
tersehut, setelah berjalan kurang lebih belasan kaki lebih, mendadak
dari depan sana terlihat cahaya emas berkilauan, gadis itu jadi
terperanjat dan cepat cepat mengalihkan sorot matanya ke depan
sana.
Ternyata cahaya emas itu berasal dari kopyah emas dan
seperangkat pakaian perang yang terbuat dari emas, benda-benda
itu tersandar didinding, kopiah emas menutupi tulang kepala
sesosok tengkorak sedang dibalik pakaian perang terbuat dari emas
itupun merupakan seperangkat tulang manusia lengkap.
Keng Cin sin menjadi amat kegirangan, pikirnya:
"Nah, kali ini aku mendapatkan pakaian untuk menutupi
badanku, sebentar akan ku cuci dulu pakaian perang emas itu, lakun
kukenakan dulu untuk sementara waktu..."
Berpikir demikian, Keng Cin sin lantas menghimpun tenaga
dalamnya ketangan kanan lalu disapu pelan ke arah tulang belulang
di bagian dada tengkorak tersebut.
Dimana angin pukulan Itu berhembus lewat, kerangka manusia
itu segera hancur berantakan dan bertumpukan tak karuan lagi
wujudnya.
972
Dia tahu, tulang belulang itu sudah terlalu lama hingga lapuk
semua, itulab sebabnya meskipun didorong oleh sedikit
kekuatanpun, tengkorak manusia itu menjadi berantakan.
Keng Cin sin mengumpulkan tulang belulang itu dan ditumpuk
menjadi satu kemudian melanjutkan perjalanannya ke depan, belum
sampai sepuluh langkah, kembali di temukan kerangka manusia
yang berkopiah dan berpakaian perang terbuat dari emas.
Seperti juga apa yang dilakukan pertama kali tadi. Keng Cin sin
memporak porandakan tengkorak manusia itu serta menyingkirkan
nya ke samping lorong.
Ternyata selanjutnya dia menemukan lagi berpuluh sosok
tengkorak manusia, dimana satu persatu disingkirkan semua
olehnya ke tepi lorong rahasia.
Ujung dari lorong rahasia tersbebut merupakan dsebuah ruangan
ayang terbuat dari bata.
Ditengah batu ruangan terletak sebuah peti mati berwarna
kuning emas, rupanya sebuah peti mati emas, dalam ruangan tidak
nampak benda apapun kecuali peti mati tersebut.
Melihat kesemuanya itu, Keng Cin sin segera berpikir:
"Peti mati yang berada diatas merupakan peti mati palsu,
makanya orang kuno memang suka berbuat demikian untuk
mengelabuhi orang, ini berarti dibawah ruangan inilah merupakan
kuburan yang sebenarnya untuk menyimpan jenasah...
Tapi dengan cepat satu ingatan lain melintas dalam benak King
Cin sin, dengan perasaan curiga pikirnya lagi:
"Kuil kuno ini didirikan oleh perdana menteri Ngo Cun siu dari
kerajaan Go, mengapa bisa berubah menjadi sebuah kuburan?
Sedangkan kuburan disini mirip sekali dengan kuburan seorang
kaisar dari jaman dahulu kala? Sungguh mencurigakan sekali..."
973
Dia mencoba mengamati sekeliling peti mati tersebut, disana pun
terdapat kerangka manusia yang mengenakan kopiah dan pakaian
perang terbuat dari emas.
Sekali lagi gadis itu berpikir:
"Kalau ditinjau dari keadaan ditempat ini, seharusnya gua rahasia
ini merupakan makam dari seorang kaisar pada jaman dahulu kala,
sedangkan berpuluh sosok kerangka manusia berkopiah dan
pakaian perang emas itu merupakan tulang belulang dari para Busu
yang dikubur bersama-samanya."
Ternyata menurut catatan Kuno: Apabila ada seorang raja
meninggal dunia, sering kali dia akan mengajak sejumlah orang
hidup untuk menemaninya mati bersama, kecuali para permaisuri,
selir, dayang, taykamterdapat juga para pasukan pengawalnya.
Bahkan ada pula raja yang mengurung sekalian para pekerja
pembuat kuburan tersebut dan membuat mereka mati kelaparan
didalam.
Sementara itu, Keng Cin sin sedang berpikir lagi:
”Tujuan kedatanganku kemari hanya ingin mencari berapa
pakaian saja untuk menutupi badanku yang bugil, sekarang itu
sudah menemukan pakaian perang berwarna emas ini, berarti
urusannya sudah tercapai buat apa aku harus memperdulikan
kerangka-kerangka manusia dalam kuburan emas tersebut"
Bepikir sampai disitu, dia lantas membalik kan badan dan siap
berlalu dari situ.
Mendadak....
Didalam benaknya teringat kembali akan catatan yang
ditinggalkan Bun ji koan su Him Ci seng dalam lencana tembaga
tersebut, bukankah telab diterangkan kalau didalam kuil ini masih
terdapat banyak sekali benda mestika lainnya?
Teringat akan hal ini, rasa ingin tahunya segera muncul
kembali...
974
Dengan cepat gadis itu berjalan mendekati peti mat i emas
tersebut, kemudian mengerahkan tenaga dalam ke dalam telapak
tangannya dan berusaha untuk membuka penutup peti mati emas
tersebut.
Siapa sangka, walaupun dia telah mengerahkan segenap tenaga
yang dimiliki pun belum berhasil juga untuk membongkar penutup
peti mati emas itu.
Keng Cin sin menjadi sangat keheranan, pada hal peti mati emas
itu sangat kecil, penutup peti matinya paling banter cuma lima ratus
kati, padahal tenaga murni yang dikerahkan keluar paling tidak
mencapai seribu kati lebih, tapi anehnya mengapa peti mati emas
itu sama sekali tak berkutik?
Semakin dipikir dia merasa semakin tidak percaya, sekali lagi dia
mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk mengangkat penutup
peti mati emas tersebut ke atas, namun usaha tersebut kembali
mengalami kegagalan total.
Tanpa terasa Keng Cin sin menjadi tertegun dan termangumangu,
ditatapnya peti mati emas tersebut tanpa mengeluarkan
sedikit suarapun...
Mendadak terlintas satu ingatan didalambenak gadis tersebut...
Tiba-tiba saja Keng Can sin menemukan sebuah tombol rahasia
yang berada disebelah kiri penutup peti mati emas tersebut.
"Aaaah, jangan-jangan tombol rahasia tersebut dipakai untuk
membuka peti mati tersebut?" demikian dia berpikir.
Berpikir sampai disitu, dengan cepat dia menekan tombol emas
tersebut dengan jari tangan kanannya.
"Criiing...!" suara gemerincingan nyaring bergema memecahkan
keheningan...
Dengan cepat Keng Cin sin merasakan pandangan matanya
menjadi silau. Di hadapan mukanya tahu-tahu muncul selapis
cahaya tajamyang berkilauan...
975
Ternyata isi dalam peti mat i emas itu adalah intan permata serta
mutu manikamyang tak bernilai harganya.
Benda-benda berharga tersebut begitu banyak jumlahnya
sehingga pada hakekatnya bisa membeli sebuah kerajaan besar.
Keng Cin sin tidak pernah meyangka kalau di dalam peti mat i emas
itu bisa tersimpan begitu banyak intan permata yang tak ternilai
harganya itu.
Sebagai seorang gadis yang menganggap emas bagaikan kotoran
manusia, tentu saja Keng Cin sin tidak tertarik oleh kilauan permata,
tiba-tiba saja dia menemukan di antara tumpukan intan permata
tersebut terdapat pula dua buah kotak kemala yang gemerlapan.
satu besar yang lain agak kecil.
Keng Cin sin segera mengambil kotak kemala yang agak besar,
disitupun terlihat tombol rahasianya, sewaktu ditekan tombol
tersebut ....
"Criiing!" segera bergema suara nyaring.
Tiba-tiba Keng Cin sin menjerit keras dengan perasaan terkejut
bercampur gembira:
"Aaasah! Kitab pusaka Cang ciong pit kip, kitab pusaka Cang
ciong pit kip ...."
"Dendam kesumatku ada harapan untuk dituntut balas lagi, aku
bersumpah akan membunuh habis semua manusia laknat tersebut
dari muka bumi"
Buru-buru dia membuka pula kotak kemala yang agak kecilan itu,
sekali lagi gadis tersebut menjerit keras dengan pera-saan terkejut
bercampur gembira...
Ternyata didalam kotak kemala kecil itu terletak sebuah mutiara
yang memancarkan panca warna yang indah dan amat menyilaukan
mata, mutiara tersebut tak lain adalah mutiara Thian hiang lm yang
sin cu yang tak ternilai harganya itu.
976
Ternyata sewaktu Bun ji koan su Him Ci seng datang ke kuil Ngo
siang bio dulu, dia hanya berhasil mendapatkan kitab pusaka Cang
ciong pit kip bagian atas, sedangkan kitab yang ditemukan Keng Cin
sin sekarang adalah bagian bawahnya.
Menyusul kemudian, secara tak disengaja Keng Cin sin berhasil
mendapatkan pula kitab pusaka Cang ciong pit kip bagian atas yang
rupanya disimpan kembali didalam kuil tersebut oleh Bun ji koan su
Him Ci seng dimasa dulu.
Kalau dalam kitab pusaka Cang ciong pit kip bagian atas
berisikan pelbagai ilmu pukulan, ilmu pedang serta kepandaian sakti
lainnya.
Maka pada bagian bawah berisikan berbagai cara untuk
menyembuhkan penyakit serta cara untuk berhasil melatih
kepandaian silat aliran lain.
Bahkan didalamnya tercantumkan pula berbagai cara
penggunaan serta kasiat dari mutiara Sakti Thian hong im yang sin
cu tersebut.
Setelah menemukan benda-benda mestika tersebut, pertamatama
Keng Cin sin mempe-lajari dulu ilmu penyembuhan dan
mengguna kan kasiat dari mutiara Thian hong im yang sin cu
tersebut untuk menyembuhkan noda-noda diatas kulit badannya.
Dengan cepat dia berhasil memulihkan kembali wajah aslinya.
ooo 00dw00 ooo
BAB 45
KINI paras mukanya menjadi cantik kembali, kulit badannya
menjadi putih mulus dan halus, keindahan dan kecantikannya
bahkan jauh melebihi keadaan dulu.
Sayangnya dia merasa tetap ternoda, sebab apa yang menimpa
dirinya tak mungkin bisa dihilangkan dengan benda apa pun.
977
Begitulah, hanya didalam wattu setengah tahun yang singkat, dia
telah berhasil mempelajari seluruh kepandaian silat yang tercantum
dalam kitab pusaka Cang ciong pit kip tersebut, kemudian
mempergunakan mutiara Thian hong im yang sin cu untuk
menambah kekuatan tenaga dalamnya ....
Itulah sebabnya, ilmu silat yang dimiliki Keng Cin sin, hanya
dalam setengah tahun yang singkat pun telah memperoleh
kemajuan yang luar biasa pesatnya.
Dari seorang anak gadis yang biasa, kini berubah menjadi
seorang manusia luar biasa.
Diam-diam ia bersumpah:
Dia akan membasmi semua kejahatan dan kebejatan moral dan
kemunafikan dari kolong langit, sekalipun harus melakukan suatu
pembantaian yang akan mengucurkan darah segar.
Padahal musibah yang menimpa dirinya benar-benar kelewat
mengenaskan hati.
Seandainya anak gadis lain yang menga-lami tragedi seperti apa
yang dialaminya sekarang, sudah dapat dipastikan mereka tak akan
mempunyai keberanian lagi untuk melanjutkan hidup.
Kini, walaupun Keng Cin sin telah berhasil menemukan Ku See
hong, namun ia tak mempunyai keberanian untuk menuturkan
musibah yang telah menimpa dirinya.
Sebab dia merasa kejadian itu sangat memalukan, amat keji dan
sulit untuk diutara kan.
Selain daripada itu, dia merasa tubuhnya sudah ternoda, ia sudab
tidak perawan, tidak suci lagi, naif bila tubah yang kotor itu harus
dipersembahkan untuk kekasih hatinya.
Akan tetapi ia tahu bahwa cintanya kepada Ku See hong sudah
mendarah daging, dia ingin hidup berdampingan untuk selamanya
disisi pemuda pujaan hatinya ini.
978
Namun, setiap kali teringat akan tubuhnya yang telah ternoda,
dia harus berusaha keras untuk mengendalikan rasa sedih dalam
hatinya, dia harus membuang jauh-jauh ingatan tersebut.
Dia tahu, selama hidup jangan harap dia punya muka lagi untuk
bertemu dengan ke kasih hatinya, berjumpa dengan raut wajah
aslinya.
Sebab Ku See hong masih mencintainya dengan begitu dalam,
seandainya pemuda tersebut tahu kalau dia adalah Keng Cin sin,
maka dia tak pernah akan melepaskan dirinya dengan begitu saja.
Disaat dia memahami musibah yang telah menimpa dirinya, bisa
jadi pemuda itu akan semakin mencintai dirinya.
Tapi, justru karena hal itu pula, Keng Cin sin semakin tak ingin
mempersembahkan tubuhnya yang tak bersih lagi itu untuk pemuda
kekasih hatinya.
Maka dia selalu berusaha untuk menutupi wujud aslinya,
membohongi kekasihnya, sekalipun harus menghantamnya,
mendam-pratnya, dia tak ingin membuat pemuda tersebut tahu
akan indentitas dirinya.
Sedang dia selalu berusaha berdoa dan berharap agar
kekasihnya bisa hidup berbahagia bersama gadis lain.
Sekalipun dia sendiri harus menekan rasa sedih dan kosong yang
tak terlukiskan dengan kata-kata.
Demikianlah, dengan penuh kesedihan dan perasaan yang
hancur, Keng Cin sin menangis sejadi-jadinya dipuncak bukit
tersebut.
Suara tangisannya sungguh mengharukan hati orang, membuat
hati siapa pun merasa iba.
Setengah jam kemudian Keng Cin sin baru pelan-pelan
menghentikan isak tangisnya itu.
Dengan sepasang mata yang jeli dia mengawasi awan yang
bergerak di angkasa, lalu gumamnya sedih:
979
"Kehidupan manusia memang selalu berubah-ubah, seperti udara
yang kadang kala cerah, kadangkala mendung, rembulan pun
kadang-kadang purnama, kadang kala tinggal separuh...
"Sekarang, aku telah memperoleh cinta kasihnya yang suci,
sudah sepantasnya aku merasa puas, apa lagi yang kuharapkan
sekarang?
"Kini dia sudah mempunyai Him Ji im, Im Yan cu, hatinya sudah
tidak kesepian lagi, bukankah tindakanku sekarang hanya suatu
tindakan yang berlebihan saja. .
Sekalipun dimulut dia berkata demikian, namun titik air mata toh
bercucuran juga membasahinya.
Aaaaai.. dasar gadis yang bernasib malang, apa lagi yang bisa dia
lakukan sekarang'
Mendadak.. pada saat itulah..
Dari bawah punggung bukit dibawah bukit sana, tiba-tiba muncul
belasan sosok bayangan manusia sambil mendengarkan suara
pekikan panjang yang aneh secepat sambaran kilat mereka
bergerak mendekat.
Sebenarnya Keng Cin Sin, hendak menghindarkan diri dari
beberapa orang itu, sebab dia sudah tidak memiliki sisa waktu yang
terlalu banyak lagi.
Namun, ketika ia mendengar suara pekikan aneh tersebut, tibatiba
saja dari balik mata Keng Cin sin memancar keluar sinar
pembunuhan yang menggidikkan hati.
”Keparat dari Lam hay, manusia laknat dari Huan mo kiong,
akhirnya kalian menghantar diri ke pintu neraka... Hmmm. rupanya
otak yang mencelakai diriku... si pedang emas Cia Tiong giok telah
datang sendiri... bagus bagus sekali hari ini juga aku akan
menyuruh kalian merasakan siksaan yang paling keji didunia saat
ini..!”
980
Sreet, sreet, sreet...! Desingan angin tajam berkumandang
memecahkan keheningan.
Empat sosok bayangan manusia bermun-culan diatas puncak
bukit itu disusul kemudian oleh delapan orang lainnya dari belakang.
Dari ke empat orang yang berdatangan lebih dulu tak lain adalah
si pedang emas Cia Tiong giok, Siang bin tok ci (kakek beracun
berwajah duka) Mao Soh sat, Ceng bong mi tan (peluru pemabuk
penggetar jagad) Cui khi sin serta seorang kakek jangkung bertubuh
ceking, dia adalah Thamcu panji put ih Hee Nay bok dari Huan mo
kiong.
Sedang, ke delapan orang lelaki setengah umur yang berada di
dibelakangnya tak lain adalah para hiangcu dari golongan Huan mo
kiong.
Menyaksikan kehadiran orang-orang itu, Keng Cin sin merasakan
darah yang mengalir didalam tubuhnya mendidih keras, dari sekian
banyak orang yang hadir dihadapan nya sekarang, kecuali Thamcu
Panji putih, yang lain adalah orang-orang yang pernah memperkosa
dirinya.
Teringat akan musibah yang menimpa dirinya, hampir saja Keng
Cin sin menjadi kalap, dia mendongakkan kepalanya lalu menjerit
dengan suara yang tinggi melengking dan mengerikan sekali ....
Tidak sampat kawanan iblis dari Huan mo kiong itu sempat
berbicara, secepat sambaran petir dia sudah menerjang ke arah
delapan orang hiangcu tersebut dan secara ganas menggerakkan
sepasang tangan dan kakinya melancarkan serangan-serangan buas
dan keji.
Mimpipun kawanan iblis dari Huan mo kiong tersebut tak pernah
memyangka kalau manusia berkerudung warna warni yang berada
dihadapan mereka sekarang tak lain adalah Keng Cin sin yang
mempunyai dendam kesumat sedalam lautan dengan mereka.
981
Sedang mereka pun tidak pernah menyang-ka kalau Keng Cin sin
bakal melancarkan serangan secara begitu keji terhadap semua
orang tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Sejak semula, ke delapan orang hiangcu tersebut sudah dibikin
keder hatinya oleh kewibawaan manusia berkerudung warna warni
itu, maka ketika dilihatnya orang itu menerjang datang secara tibatiba,
serentak mereka menganyunkan sepasang telapak tangannya
dan masing-masing melancarkan sebuah pukulan dahsyat.
Menyusul kemudian delapan sosok bayangan manusia itu segera
melompat mundur ke belakang dan masing-masing meloloskan
senjata tajamyang di milikinya.
Ilmu silat yang dimiliki Keng Cin sin sudah mencapai tingkatan
yang luar biasa, terhadap ilmu pukulan mereka tentu saja tak di
pandang sebelab mata pun.
Tampak tubuhnya berkelebat lewat dengan kecepatan luar biasa,
tahu-tahu saja ia sudah mundur ke samping dua orang hiang-cu.
Ilmu silat yang dimiliki kedua orang hiangcu itupun tidak lemah,
serentak mereka membentak keras, senjata yang berada di tangan
diayunkan cepat menciptakan selapis cahaya tajam yang berkilauan,
kemudian mengurung seluruh tubuh Keng Cin sin dengan ketatnya.
Akan tetapi, baru saja senjata tajam mereka digerakkan sampai
ditengah jalan, tahu-tahu dadanya terasa sakit sekali....
Dua kali jeritan ngeri yang mebnyayatkan hati dsegera
berkumanadang memecahkanb ke-heningan, dua sosok nyawa
segera melayang meninggalkan raganya.....
Setelah membunuh dua orang, Keng Cin sin baru seolah-olah
sadar dari ingatan, dengan cepat serunya lantang:
"Mengapa aku bertindak begitu bodoh? Mengapa mereka
dibiarkan mampus dengan begitu ke enakan?"
Ditengah teriakan keras, Keng Cin sin segera memungut sebilah
pedang dari atas tanah, kemudian dengan penuh kebencian
982
mencincang tubuh ke dua sosok mayat tersebut hingga hancur
berkeping-keping, hancuran daging dan percikan darah segera
berhamburan ke mana-mana.
Untuk beberapa saat lamanya kawanan iblis dari Huan mo kiong
itu dibuat tertegun dan termangu-mangu saking kagetnya oleh
kecepatan gerak Keng Cin sin serta caranya membunuh orang yang
begitu keji.
Untuk beberapa saat lamanya, enam orang hiangcu lainnya
menjadi lupa untuk melancarkan serangan ke arahnya.
Keng Cin sin mengorek keluar hati, jantung serta isi perut mayatmayat
tesebut, kemudian setelah mencincang mayat-mayat itu
sehingga hancur, dia baru mendongakkan kepalanya dan tertawa
seram.
Dibalik suara tertawanya itu-terkandung nada benci, dendam,
sedih dan puas.
'Gelak tertawanya seperti tangisan setan Seperti juga lolongan
serigala.. amat menu-suk pendengaran dan sangat tak sedap.
Mendengar suara tertawanya yang begitu menyeramkan, semua
orang merasakan hatinya bergidik dan paras mukanya pada berubah
hebat.
Selesai tertawa seram, Keng Cin sin menghentikan sepasang
matanya yang seram dan penuh hawa napsu membunuh itu diatas
wajah ke enamorang hiangcu lain nya.
Terhadap kawanan iblis dari Huan mo kiong ini, dia bertekad
akan membasminya semua, tak seorangpun diantara mereka akan
dibiarkan loldos dengan selamat.
Ditatap olbeh sorot mata yang begitu mengerikan, ke enam
orang hiangcu itu menjadi bergidik sehingga tanpa terasa bulu
romanya pada bangun berdiri.
983
Pelan-pelan Keng Cin sin mengangkat pedangnya yang penuh
berlepotan darah itu, kemudian selangkah demi selangkah pelanpelan
berjalan mendekati ke enamortang hiangcu itu.
Tanpa sadar, ke enam oramg hiangcu itu dengan serentak
mundur ke belakang dengan ketakutan.
"Kalian tak usah kuatir!" seru Keng Cin sin kemudian dengan
suara yang mengerikan. "aku tak akan membiarkan kalian mampus
sedemikian cepatnya, aku akan menyuruh kalian merasakan betapa
nikmatnya disiksa lantas mati secara pelan-pelan..'
Dengan cepat si Pedang emas Cia Tiong giok mencabut keluar
pedang emasnya, kemudian dengan suara nyaring membentak:
"Manusia berkerudung warna warni, kau jangan bersikap kelewat
tekebur...."
Ditengah bentakan nyaring, pedanrg emas nya dengan
membawa desingan angin tajam yang menggidikkan hati langsung
meluncur ke arah belakang tubuh Keng Cin sin.
Menghadapi serangan yang maha dahsyat tersebut, Keng Cin Sin
segera tertawa seram:
'Heeeehhh...heehhh...heeehh . Cia Tiong giok, giliranmu jatuh
pada paling akhir, kau pun -- bakal merasakan siksaan yang paling
keji lebih dulu sebelum menemui ajalmu...!"
Di tengah seruan mana, tangan kirinya segera dikebaskan ke
belakang, segulung desingan angin lembut dengan cepat memaksa
Cia Tiong giok mundur sejauh dua kaki dengan sempoyongan.
Tak terlukiskan rasa kaget pemuda itu, dia tak berani
melancarkan serangan lagi.
Karena dia tahu bahwa tenaga dalam yang dimiliki manusia
berkerudung itu masih jauh diatas kepandaiannya, menyerang
secara menggelap hanya akan merugikan diri sendiri.
Mendadak terdengar salah seorang diantara ke enam orang
hiangcu itu membentak dengan nada takut:
984
"Siapakah kau? Dendam sakit hati apakah yang terjalin antara
kau dengan kami...
"Keng Cin sin segera mendongakkan kepalanya dan tertawa
seram:
"Haaaahhh.. haaraahhh... haaaaathhh.. siapakah qaku? `Kalian
sermua kenal dengan diriku, setelah kalian merasakan siksaan dan
penderitaan, dikala ajal sudah didepan mata, aku baru akan
memberitahukan kepada kalian antara aku dan kalian mempunyai
dendam sakit hati..apa... heeehhh... heeehh... heehhh, dendam
yang terjalin diantara kita lebih dalamdari samudra, mengerti!"
Keenam orang hiangcu itu, serentak membentak keras, senjata
mereka dengan menciptakan selapis cahaya tajam yang berkilauan
tiba-tiba saja meluruk bersama ke arah manusia berkerudung itu.
Keng Cin sin tertawa seram.
"Heehhh.... heehhh... heeeehhh.. sekarang, aku akan
memenggal kaki kalian lebih dahulu"
Ditengah seruan tersebut, tubuh gadis tersebut menerjang ke
muka dengan suatu gerakan aneh, pedangnya secara aneh
membacok ke arah depan.
Tiga kali jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang
memecahkan kehe-ningan...
Percikan darah segar berhamburan ke-mana-mana, enam buah
kaki dari tiga orang hiangcu terpapas kutung dari batas lutut, sambil
menjerit-jerit seperti setan mereka bergulingan diatas tanah dengan
tubuh kesakitan...
Tiga orang Hiangcu lainnya menjadi ketakutan setengah mati,
Apalagi setelah menyaksikan kelihayan dari Keng Cin sin, jurus
pedang yang mereka lancarkan segera dibuyarkan, kemudian
bersama-sama melompat mundur ke belakang...
985
Tentu saja Keng Cin sin tak akan membiarkan mereka kabur
dengan begitu saja, sambil membentak nyaring, cahaya tajam
segera berkelebatan lewat kembali ...
Sekali lagi berkumandang tiga kali jeritan ngeri yang amat
memilukan hati...
Separang kaki dari ke tiga orang Hiang cu itu pun secara
beruntun kena ditebas kutung oleh bacokan pedang tersebut
sehingga berjatuhan.
Kepandaian silat yang dimiliki Keng Cin sin sungguh mengerikan
sekali, serangan yang dilancarkan untuk menebas kutung kaki-kaki
mereka itu boleh dibilang hanya sekejap mata saja.
Kecepatan geraknya boleh dibilang jarang di jumpai sebelumnya
di dunia ini.
Pek Ki thamcu Hee Jin bok membentak nyaring:
"Manusia berkerudung warna warni, mengapa kau berhati keji
dan tak berperasaan seperti ini?"
"Heeeehhhh.. heeeehhh...heeeehhh...Pek ki thamcu Hee Jin bok,
bila kau mengundurkan diri saat ini juga, aku bersedia untuk
melepaskan selembar jiwa anjingmu, tapi bila kau masih saja tak
tahu diri dan mengendon terus disini, akhirnya kaupun tak akan
lolos dari kematian, cuma kematian yang kau peroleh biar kau
dapatkan secara utuh dan nyaman"
Perkataan mana diucapkan dengan nada sombong, dingin dan
sangat tekebur.
Pek ki thamcu He J in bok merupakan seorang gembong iblis yang
sudah terbiasa bersikap sombong dan buas, kendatipun dia tahu
kalau bukan tandingan Keng Cin sin apabila harus turun tangan
seorang diri namun dia pun tak akan membiarkan dirinya dipandang
hina oleh musuhnya, Apalagi dipihaknya masih terdapat empat
orang jago lihay kelas satu.
986
Maka deng;an suara yang menyeramkan dia tertawa dingin,
setelah itu ujarnya:
"Heeeehhh...heeehh...heeeehh.., jika ku tinjau dari sikapmu yang
kenal dengan aku orang she Hee, besar kemungkinan kita pernah
berkenalan dimasa lalu, hmm!! Akan kulihat sesungguhnya kau
adalah manusia berkepala tiga berlengan enam macamapa.
Sorot mata Keng Cin sin yang dingin dan sadis menyapu sekejap
ke enam orang Hiangcu yang masih bergulingan di tanah sambil
mengerang kesakitan itu, kemudian dengan tanpa perasaan barang
sedikit pun pelan-pelan dia membalikkan tubuhnya.
Dengan suara sedingin es dia berseru: 'Hee Jin bok! Bila kau
tidak segera mengundurkan diri, maka aku akan membunuhmu
lebih dulu!."
Sembari berkata, tubuhnya yang menyeramkan itu bergerak
selangkah demi selangkah menghampiri si Pedang emas Cia Tiong
giok sekalian berempat...
Ke empat orang itu hampir semuanya merupakan seorang iblis
yang sudah sering terjun ke kuali panas, mendaki bukit golok
dengan pelbagai kesulitannya, namun disaat mereka saksikan
sepasang biji mata lawan yang mencorongkan sinar kebengisan, tak
urung mereka mundur juga sejauh dua langkah, "Siapakah kau?" si
pedang emas Cia Tiong giok segera membentak keras.
Keng Cin sin tertawa seram.
"Heeeehhh... heeehhh... heehnh... siapa aku? kau tidak kenal
dengan diriku ?
''Sebelum saat ajalmu tiba, tunggulah sejenak lagi, sampai
waktunya kau akan tahu dengan sendirinya siapakah diriku ini?
Harap kau jangan gelisah, aku pun akan memberi bagian pula
untukmu agar kau turut merasakan bagaimana nikmatnya siksaan
ini!"
Si Pedang emas Cia Tiong giok benar-benar tak bisa menduga
siapa gerangan manusia berkerudung tersebut?
987
Sebab, pada waktu itu Keng Cin sin telah mengidap penyakit
kelamin yang parah dan telah menjalar sampai ke seluruh tubuhnya,
lagipula tubuhnya yang telanjang di taruh di atas sebuah sampan
kecil yang dialirkan ke tengah samudra bebas, mustahil kalau gadis
tersebut masih ada harapan untuk melanjut kan hidup lebih jauh.
Apalagi racun penyakit kelamin yang di derita Keng Cin sin waktu
itu sudah membuat nya tak sadarkan diri sepanjang hari, seluruh
tubuhnya tak mampu berkut ik lagi, pada hakekatnya keadaan
tersebut tak ubahnya dengan sesosok mayat.
Tapi Thian menakdirkan dia untuk tidak mat i, kekuatan tubuh
serta daya tahannya yang kuat membuat dia keluar sebagai
pemenang didalam pergulatannya melawan maut, akhirnya dia
berhasil mendapat penemuan luar biasa yang mengubahnya
menjadi seorang manusia luar biasa.
Sesungguhnya Keng Cin sin adalah anggota dari istana Huan mo
kiong di laut selatan. orang yang telah mereka lupakan, bagaimana
mungkin mereka bisa menduga kalau di dunia ini bisa muncul
kembali se orang Keng Cin sin.
Siang bin tok ci (kakek beracun berwajah sedih) Mao Soh san,
Ceng tong mi tan (peluru pemabuk penggetar jagad) Ciu Khi sin
sbudah beberapa kdali ingin melancarkan sergapan untuk
membinasakan Keng Cin sin, malah Ciu Khi sin telah merogoh ke
dalam sakunya siap mengeluarkan peluru pemabuknya untuk
memabukkan dia.
Tapi sepasang mata Keng Cin sin yang jeli dan tajam mengawasi
gerak-geriknya terus dengan seksama, malah beberapa orang
bajingan tersebut memang merupakan orang-orang yang diketahui
secara pasti olehnya.
Oleh sebab itu dia mendengus dingin, lalu dengan suara yang
bernada memandang hina katanya:
"Ceng bong mi tan Ciu Khi sin, kau tak usah memggunakan
permainan busukmu lagi.
988
"Siang cin tok ci Mao Soh san, kau hanya belajar ilmu beracun
selama berapa hari saja, bagiku kepandaian tersebut sama sekali
tak ada gunanya. Lebih baik, nantikanlah masibmu yang sadis dan
mengerikan itu menimpa diri kalian semua!"
Keadaaa pada saat ini hakekatnya ibarat bertemu setan di tengah
hari bolong bagi kawanan manusia laknat dari Lam hay Huan mo
kiong tersebut, kemunculan perempuan ini didalam dunia persilatan
hanya berapa bulan saja, tapi anehnya mengapa dia bisa
mengetahui semua nawa dari jago-jago Huan mo kiong tersebut
secara jelas?
Si pedang emas Cia Tiong giok tertawa seram, dengan wajah
yang menyeringai licik dia berkata.
"Kau memang hebat sekali, tak nyana kalau nama kami semua
kau bisa sebutkan satu persatu, Tapi... kau pun harus
mempertimbangkan dulu kemampuan itu, dengan kekuatanmu
seorang, apakah mampu untuk menahan serangan kami berempat?"
Keng Cin sin tertawa seram.
"Aku adalah malaikat elmaut bagi manusia-manusia dari Huan
mo kiong, tentu saja aku dapat menyebutkan nama kalian satu
persatu untuk menerima kematian... hmmm! dalam pandangan
mataku, kalian berempat tak lebih hanya empat gentong nasi yang
tak berguna, terus terang saja kuberitahukan kepada kalian, tak
lama kemudian aku akan meratakan istana Huan mo kiong kalian
dengan bumi, kemudian menggunakan darah segar kalian untuk
mencuci bersih semua kemaksiatan danr kemunafikan yatng telah
menodai pulau Huan mor to.
Setelah mendengar perkataan itu. Kemudian menyaksikan pula
sorot matanya yang keji dan penuh perasaan dendam itu, sadarlah
ke empat jago tersebut bahwa ucapan itu bukan gertak sambal
belaka.
Mereka seakan-akan merasakan seolah-olah istana Huan mo
kiong berubah menjadi pulau dengan mayat-mayat yang berserakan
989
dimana-mana, seperti tiada darah segar menggenangi seluruh
permukaan pulau itu dan mengalir ke laut. .
Membayangkan sampai disitu, tanpa terasa semua orang
menghembuskan napas dingin, sekujur tubuh mereka gemetar keras
menahan rasa menggidik yang mencekamseluruh perasaan mereka.
Dengan perasaan tegang ke empat orang itu berdiri bersama
berjajar-jajar, mereka ingin menggunakan kekuatan gabungan dari
mereka berempat untuk menyambut serangan yang bagaimanapun
dahsyatnya dari Keng Cin sin.
Kini, tubuh Keng Cin sin sudah berada hanya beberapa kaki saja
dari hadapan mereka, ia berdiri tegak disitu sambil tertawa dingin
tiada hentinya.
"Hmmm, kalian manusia-manusia laknat yang berhati licik, keji
dan membunuh orang tak berkedip, hari ini tentunya kalian sudah
merasakan bukan bagaimanakah ngerinya menghadapi kematian
yang mengerikan...!"
"Siapakah kau sebenarnya? Ayo cepat sebutkan namamu untuk
menerima kema-tian!" bentak si pedang emas Cia Tiong giok
dengan suara menggeledek.
Keng Cin sin tertawa dingin, suaranya rendah, berat dan
menggetarkan sukma.
"Bila kusebutkan namaku, mungkin kalian akan segera mampus
karena ketakutan!
"Kini, aku akan merenggut dulu selembar nyawa dari Pak ki
thamcu Hee Jin bok, kemudian menyusul kalian bertiga!"
Begitu selesai berkata, Keng Cin sin segera menggerakkan
sepasang telapak tangannya yang putih bersih dan secara beruntun
melancarkan serangkaian serangan gencar.
Si Pedang emas Cia Tiong giok, Siang cin tok ci Mao san dan
Ceng hong mi tan Cin Khi sin bertiga segera merasakan ada
segulung tenaga pukulan yang dahsyat dan berat seperti ambruknya
990
bukit karang, menekan ke atas dada mereka dan hampir saja
membuat mereka sesak napas.
Serta merta ke t iga orang itu melompat mundur ke belakang.
Berbeda sekali dengan Pek ki thamcu Hee Jin bok, apa yang
dirasakan jauh berbeda dengan apa yang dirasakan ketiga orang itu,
dia merasa adanya segulung tenaga hisapan kuat yang membuat
kuda-kudanya hancur dan maju tanpa sadar sejauh beberapa
langkah dengan sempoyongan.
Sebaliknya Keng Cin sin seperti sesosok sukma gentayangan saja
tahu-tahu sudah berdiri dihadapan Hee Jin bok, jari tangan nya
yang putih bersih pelan-pelan disodok kan ke depan menotok jalan
darah sim kan hiatnya.
Pek ki thamcu Hee Jin bok benar-benar merasa terperanjat yang
tak terkirakan, secepatnya dia melejit ke samping, sepasang telapak
tangannya direntangkan ke kiri dan kanan, kemudian secepat kilat
balik menghantam dua buah jalan darah kematian di tubuh Keng
Cin sin.
Perubahan ini benar-benar dilakukan dengan gerakan yang cepat
sekali ...
Tapi entah menggunakan gerakan apa, didalam berapa kali
gerakan saja, tahu-tahu tubuh Keng Cin sin sudah berubah
posisinya semula.
Ketika Pek ki thamcu He Jin bok merasakan jurus serangannya
mengenai sasaran yang kosong tadi, ia segera merasakan
datangnya desingan angin dingin yang keras ke atas punggungnya.
Dalam perasaan kaget dan terkesiapnya buru-buru dia berpaling
ke belakang, segera dilihatnya jari tangan Keng Cin sin yang putih
bersih itu sudah muncul didepan mata.
Dia menjerit keras lalu menggeserkan tubunnya dengan sekuat
tenaga ke samping arena.
991
Siapa tahu baru saja tubuhnya berhasil berdiri tegak, jari tangan
yang putih halus itu sudah muncul kembali hanya tiga inci di atas
jalan darah Sim kan hiat diatas dadanya.
Kenyataan ini benar-benar membuat Pek ki thamcu Hee Jin bok
menjadi ketakutan setengah mati sehingga sukmanya serasa
melayang meninggalkan raganya, satu ingatan segera melintas
didalambenaknya, ia bertekad hendak beradu jiwa.
Tubuhnya segera mundur ke belabkang, kemudian
dmenggunakan kesaempatan terse-bbut dia melepaskan sebuah
tendangan kilat dengan kaki kirinya mengarah selangkangan Keng
Cin sin.
Betapa gusarnya Keng Cin sin menyaksi kan He Jin bok
melancarkan serangan dengan jurus yang begitu cabul dan tak tahu
malu, dia mendengus dingin, hawa membunuh segera menyelimut i
seluruh wajahnya.
Tiba-tiba kaki kanannya bertekuk ke depan, tatkala tendangan
dari Hee Jin bok menyambar lewat di atas pakaian lawannya jari
tangan Keng Cin sin segera menyodok ke muka dan menghajar
jalan darah sin kan hiat di atas dadanya.
Suatu jeritan ngeri yang memilukan hati segera berkumandang
memecahkan keheningan.
Darah segar menyembur keluar diri mulut Pek ki thamcu Hee Jin
bok, lalu tubuhnya roboh terkulai ke tanah, berkelejetan sebentar
dan tewas seketika itu juga.
Sedangkan Keng Cin sin tahu-tahu sudah berdiri kaku di hadapan
si pedang emas Cia Tiong giok sekalian sambil tertawa dingin tiada
hentinya, wajah yang sinis kaku memancarkan cahaya membunuh
yang menggidikkan hati.
Ceng bong mi tan Ciu Khi sin tak dapat menahan diri lagi,
mendadak ia bertindak, dengan cepat tangannya diayunkan ke
depan, sebatang peluru sakti pemabuk sukma segera meluncurkan
ke depan dengan kecepatan luar biasa.
992
Sementara tubuh mereka bertiga pun bergerak mundur ke
belakang secara bersama-sama.
Tapi, ketika baru saja mereka berhasil untuk berdiri tegak, suara
tertawa dingin yang mendirikan bulu roma itu tahu-tahu sudah
berkumandang pula di hadapan mereka.
Cia Tiong giok melintangkan pedang emasnya di depan dada lalu
bentaknya keras-keras.
Manusia berkerudung warna warni, dendam sakit hati apakah
yang telah terjalin antara kami orang-orang Huan mo kiong dengan
dirimu? Mengapa kau bersikap begitu keji dan tak berperikemanusiaan
dengan membunuh sembilan orang anggota kami..."
Sorot mata Keng Cin sin dingin kaku dan menggidikkan hati,
dengan wajan kaku tanpa perasaan dia berkata seram.
"Antara aku dengan kalian terikat dendam sakit hati yang lebih
dalam dari samudra, Hmmmm! Bukan hanya kalian beberapa orang
saja yang akan kubunuh, seluruh anggota Huan mo kiong di Lam
hay akan kubantai semua hingga ludas"
"Siapakah kau? Cepat katakan"' bentak si pedang emas Cia Tiong
giok lagi. "bila kau benar-benar mempunyai dendam kesumat
sedalam lautan dengan orang-orang Huan mo kiong kami, tentu
saja kami akan melayanimu dengan sebaik-baiknya, cuma bila kau
membunuhi orang kami tanpa sebab, maka kau harus menerima
hukuman yang setimpal dari umat persilatan di dunia ini"
Keng Cin sin mendengus sinis, dengan wajah menghina katanya:
`Cia Tiong giok? Sejak kapan sih kau menjadi begitu gagah
perkasa dan berjiwa adil? Mirip benar dengan perbuatan seorang
pendekar besar yarg mengutamakan keadilan? Huuhhh..."
Sekali lagi perempuan itu mendongakkan kepalanya dan
mendengarkan suara tertawa anehnya yang seram dan menusuk
pendengaran.
993
Suara tertawa itu amat keras dan nyaring, menggetarkan
gendang telinga ke tiga orang itu sehingga mereka rasakan seakanakan
ada pedang tajamyang menggorek telinga nya.
Tak tahan ke tiga orang itu melompat mundur sejauh dua
langkah dengan wajah memucat.
Mendadak Keng Cin sin berhenti tertawa lalu dengan suara yang
dingin menyeramkan, katanya:
'Cia Tiong giok masih ingatkan kalian dengan seorang gadis yang
telah diperkosa secara bergilir oleh kalian manusia-manusia laknat
dari istana Huan mo kiong?
Kalian manusia-manusia Iblis dari Huan mo kiong sudah terlalu
sering memperkosa perempuan, mungkin untuk sesaat kalian tak
bisa menduga siapakah diriku bukan? Baiklah. aku akan
memberitahukan kepada kalian dengan lebih jelas lagi. perempuan
itu telah kalian perkosa secara bergilir secara berulang kali.
kemudian kalian letakkan tubuhnya di atas sebuah sampan kecil
yang dialirkan ke tengah samudra luas"
"Kau... kau adalah Keng Cin ......” pedang emas Cia Tiong giok
tak sanggup menahan diri lagi, ia menjerit kaget.
Sekali lagi Keng Cin sin mendengarkan suara tertawa panjangnya
yang aneh dan menyeramkan.
-oo0dw0ooo-
Jilid 30
CARA tertawanya itu seperti jeritan kuntilanak ditengah malam
buta, seperti jeritan monyet diselat wu shia, begitu mengerikan,
menyeramkan dan menggidik kan hati.
Ditengah gelak tertawa itulah Keng Cin sin merobek kain
kerudung bersulamtengkorak manusia itu.
994
Kemudian tangannya yang lain segera mencakar pula raut wajah
yang jelek dan menyeramkan itu.
'Sreeet!" .
Tahu-tahu ditangannya telah bertambah dengan selembar
topeng kulit manusia ....
Paras muka si Pedang emas Cia Tiong giok, Ceng hong mi tan
Ciu Khi sin dam Siang bin tok ci Mao Soh sat segera berubah
menjadi pucat pias seperti mayat, bibir mereka hijau membesi,
sementara sepasang kaki mereka gemetar keras sekali.
Dilihat dari sini, dapat diketahui betapa tegang, ngeri dan
seramnya mereka bertiga.
Keng Cin sin masih tetap berparas cantik jelita bak bidadari dari
kahyangan, rambut nya yang hitam terurai sebahu berkibar
terhembus angin, diantara alis matanya yang indah nampak
sepasang biji matanya yang murung dan sedih.
Penampilan perempuan itu seperti teratai putih dalam kolam,
masih nampak begitu suci bersih dan anggun.
Kulit tubuhnya seperti juga dulu, begitu putih, bersih dan
menawan hati.
Hanya saat ini wajahnya dingin seperti es, bahkan disertai pula
dengan selapis hawa pembunuhan yang menggidikkan hati.
Sepasang matanya memancarkan sinar tajam menggidikkan,
sorot mata itu memancarkan sinar buas, keji dan sadis yang
membikin hati orang terasa bergidik bila memandangnya.
Dengan suara sedingin es, Keng Cin sin berkata lagi:
"Mimpi pun kalian tak pernah menyangka bukan kalau aku masih
hidup segar bugar didunia ini? Heeh. heeeh...heeh.. sekarang
tentunya kalian sudah tahu bukan perem-puan yang telah kalian
gagahi secara bergilir, kini akan menuntut apa dari kalian laki-laki
terkutuk?
995
"Kalian anggap aku hanya akan merenggut jiwa anjing kalian
saja? Haaa...haahha Tidak! Aku bukan hanya menginginkan jiwa
kalian, aku akan melimpahkan semua penderitaan dan siksaan lahir
batin yang telah dialaminya dimasa lalu ke atas tubuh kalian,
bahkan akan menyuruh kalian merasakan penderitaan yang lebih
hebat, siksaan yang berlipat ganda lebih dahsyat daripada apa yang
pernah dialaminya dulu!"
ooo0dw0ooo
BAB 64
KINI si pedang emas Cia Tiong giok sekalian sudah dicekam oleh
perasaan tegang dan seram, mereka terbungkam dalam seribu
bahasa, sebab apa yang diucapkan semuanya merupakan
kenyataan.
Dari mereka yang hadir ditengah arena sekarang, kecuali Pek ki
thamcu Hee Jin bok seorang yang tak pernah memperkosanya,
dalam kenyataan hampir semuanya pernah merasakan hangatnya
tubuh gadis tersebut.
Terutama sekali si pedang emas Cia Tiong giok, dialah orang
pertama yang menghancur kan kehidupan yang suci, sedangkan
Ceng hong mi-tan dan Siang bin tok eci merupakan orang yang
mengusulkan agar gadis itu di gagahi secara bergilir oleh setiap
manusia laknat yang berminat seperti seorang pelacur.
Dengan mata kepala sendiri mereka saksikan bagaimana Hee Jin
bok yang tidak ikut memperkosa gadis itupun mengalami nasib yang
tragis, maka dari sini bisa dibayangkan betapa seram dan brutalnya
siksaan serta penderitaan yang bakal dia limpahkan terhadap
mereka semua.
Enam orang Hiangcu yang masih berguling di tanah sambil
mengerang kesakitan itu merasa makin ketakutan lagi setelah
mbengetahui bahwad manusia berkeraudung warna warbni yang
996
berada dihadapan mereka sekarang ternyata tak lain adalah Keng
Cin sin, murid perempuan Kiongcu mereka.
Kini mereka lebih putus asa, lebih ngeri dan ketakutan lagi.
Mereka tahu, Keng Cin sin tak nanti akan merengggut nyawa
mereka dengan begitu saja sehabis memotong sepasang kaki
mereka, sudah pasti dia akan memberikan yang paling brutal dan
paling kejam didunia ini untuk menyiksa lahir batin mereka sebelum
akhirnya mencabut nyawa mereka
Setelah sepasang kaki mereka dipenggal tadi, mereka masih tak
ingin segera bunuh diri, mereka berusaha untuk mempertahan kan
kehidupan mereka.
Tapi sekarang, setelah menyaksikan ortang itu adalah Keng Cin
sin, serta merta ingatan itupun turut lenyap tak berbekas dari dalam
benak mereka.
Daripada harus tersiksa dan menderita luar biasa sebelum mati,
lebih baik menghabisi jiwa sendiri agar bisa lolos dari siksaan hidup
tersebut.
Salah seorang diantaranya keenam orang Hiangcu itu segera
meronta bangun, meng-himpun segenap tenaganya kedalam
telapak tangan kanan, kemudian sekuat tenaga dihantamkan keatas
ubun-ubun sendiri.
Jeritan ngeri yang memilukan hati bergema memecahkan
keheningan, orang itu telah menghabisi nyawa sendiri dengan batok
kepalanya hancur lebur tak karuan lagi bentuknya.
Menyusul kemudian jeritan ngeri berkumandang saling susul
menyusul.
Mengikuti jeritan ngeri tadi, enam orang hiangcu tersebut
bersama-sama menghajar batok kepala sendiri sampai hancur,
sementara nyawa mereka yang kotor dan penuh dosa itupun turut
meninggalkan dunia yang ramai ini.
997
Tak terlukiskan amarah Keng Cin sin menyaksikan orang-orang
itu menghabisi nyawa sendiri, saking gusar dan mendongkolnya ia
segera mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.
Saat itulah dalam benak si Pedang emas Cia Tiong giok bertiga
terlintas satu ingatan yang sama.
"Kabur!"
Begitu ingatan tersebut melintbas lewat serentdak ketiga oranga
itu membalikkabn badan dan melejit kearah udara.
Arah yang diambil ketiga orang itu untuk kabur ternyata
berlawanan semua, in:iah cara yang telah dilatih secara baik oleh
setiap anggota istana Huan mo kiong di Lam hay.
Dengan mengambil arah yang berlawanan didalam usahanya
untuk melarikan diri, otomatis pihak lawan akan dibikin
kebingungan, ini berarti paling tidak ada satu di antara mereka akan
berhasil meloloskan diri dengan selamat.
Keng Cin sin adalah anggota istana Huan mo kiong, sudah
barang tentu dia pun mengetahui ciri khusus dari orang-orang Huan
mo kiong untuk meloloskan diri dari bahaya tersebut.
Pada saat ketiga orang itu akan menggerakkan badannya untuk
melarikan diri ....
Keng Cin sin tertawa dingin, tubuhnya secepat sambaran kilat
menyelinap ke samping menghadang jalan pergi Ceng hong mi tan
Cin Khi sin.
Menyaksikan hal tersebut, Ceng hang mi tan Cin Khi sin berteriak
keras:
”Kalian cepat kabur, biar aku yang menghadang..."
Sebelum dia sempat menyelesaikan perkataannya, segulung
angin dingin sudah berhembus lewat, tahu-tahu jalan darah diatas
tubuh Ceng hong mi tan Ciu khi sin telah tersambar oleh kebasan
ilmu Hud hiat jiu hoat dari Keng Cin sin sehingga tertotok, tubuhnya
kontan saja berdiri kaku seperti sebuah patung arca.
998
Sementara itu, si pedang emas Cia Tiong giok dan Siang bin tok
ci Mau Soh sat telah melarikan diri sejauh satu kaki lebih menuju
kearah yang berlawanan.
Ilmu meringankan tubuh Keng Cin-sin telah mencapai puncak
kesempurnaan, kendatipun mereka sudah kabur lebih dulu menuju
ke dua arah yang berlawanan, namun dia cukup menggerakkan
tubuhnya, tahu-tahu perempuan tersebut sudah sampai dibelakang
tubuh Siang bin tok ci Mao Soh sat, telapak tangan kanannya segera
dikebas kan ke muka menotok jalan darahnya.
Si pedang emas Cia Tiong giok segera memanfaatkan
kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, dalam waktu sinrgkat dia
sudah melesat sejauh lima kaki lebih dari posisi semula.
Keng Cin sin berteriak keras, lalu tertawa terkekeh-kekeh dengan
suara yang tajam memekikkan telinga.
Tubuhnya seperti seekor bangau putih yang terbang diangkasa,
dengan suatu lejitan kilat tahu-tahu dia sudah melayang diatas
kepala si pedang emas Cia Tiong giok, kemudian dengan suatu
gerakkan jumpalitan yang sangat indah, secara tepat sekali dia
sudah menghadang jalan pergi pemuda laknat tersebut.
Dengan nada menghina Keng Cin sin segera berkata.
"Cia Tong giok! Katanya seorang lelaki jantan yang luar biasa?
Tak tahunya penampilanmu pada hari ini sungguh memalukan, tak
kusangka kalau kau cuma seorang pengecut yang bernyali begini
kecil, Mengapa kau jadi ketakutan setengah mati setelah bertemu
denganku?
"'Bukankah kalian hendak menyerbu ke daratan Tionggoan untuk
merajai dunia persilatan'' Kalau kau ingin kabur sambil
menggoyang-goyangkan ekor macam anjing perbuatan semacam ini
benar-benar memalu kan sekali kalau memang mempunyai
kepandaian mari kita bertarung dengan mati-mat ian"
"Agaknya si pedang emas Cia Tiong giok mengetahui kalau
keadaannya pada hari ini lebih banyak bahayanya daripada untung,
999
maka dia sudah nekad untuk beradu jiwa dengan perempuan
tersebut.
Dia tak percaya kalau dengan mengandal kan kepandaian silat
yang dimilikinya itu, dia tak akan mampu bertahan sebanyak
ratusan gebrakan dari lawannya?
Sayang sekali jalan pemikirannya itu terlalu tinggi, dengan
kepandaian silat yang dimilikinya sekarang, apabila dia bisa
bertahan sebanyak lima gebrakan dibawah serangan gencar dari
Keng Cin sin tanpa cedera, hal mana sudah dapat dikatakan hebat.
Dengan suara menggeledek Si pedang emas Cia Tiong giok
segera membentak nyaring.
"Perempuan rendah!' Kau anggap aku jeri kepadamu?
Pedang emas ditangannya segera diputar dengan kecepatan luar
biasa lalu secepat kilat diayunkan kedepan membelah angkasa
diantara kilatan cahaya tajam tahu-tahu dia sudah membabat
ketubuh musuh dengan sekuat tenaganya.
Dia telah bertekad untuk beradu jiwa, maka begitu melancarkan
serangan, Jurus serangan yang dipergunakan olehnya adalah jurus
serangan yang paling dahsyat dan keji.
"Cia Tiong giok!, jurus seranganmu ini masih belum cukup
sempurna.." jengek Keng Cin sin sinis.
Ditengah pembicaraan, tubuhnya sudah berputar dan keluar dari
lingkaran cahaya pedang tersebut, kemudian telapak tangannya
diayunkan kedepan, segulung tenaga serangan yang dahsyat
merasuk ke dalam tulang segera menekan ke atas dadanya,
memaksa Cia Tiong giok mundur sejauh dua langkah lebih.
Dia tertawa seramn, cahaya pedangnya berputar bagaikan
gulungan ombak ditengah sungai Tiangkang, dengan membawa
hawa pedang yang dingin menusuk tulang, dia bendung sekeliling
tempat tersebut dengan serapat-rapatnya.
1000
Sayang sekali Keng Cin sin bukan anak kemarin sore, kepandaian
silat yang dimilikinya benar-benar amat lihay dan luar biasa sekali...
Sekali lagi tubuh perempuan itu menerobos keluar melalui
kurungan hawa pedang musuh yang berlapis-lapis itu dan
menyelinap kesamping, lalu telapak tangan kirinya diayunkan ke
depan menghajar jalan darah Thian ki hiat ditubuh lawan.
"Cia Tiong giok, jurus serangan itu-itu lagi-lagi akan mendesakmu
mundur sejauh t iga langkah!' ejeknya ketus.
Si Pedang emas Cia Tiong giok memang menurut sekali dengan
perkataannya, tiba-tiba dia membuyarkan serangan pedangnya dan
mundur sejauh t iga langkah dengan sempoyongan.
Oleh keadaan seperti itu, Cia Tiong giok benar-benar dibikin
gusar setengah mati, pedang emasnya segera diayunkan ke atas
menyambar ke bawah dengan kecepatan luar biasa, hawa
pedangnya yang bergulung-gulung dan berlapis-lapis seperti
bianglala diangkasa, semuanya mengancam ke atas jalan darah
kematian ditubuh Keng Cin sin.
Sementara itua telapak tangan kirinya juga tidak ambil diam,
dengan cepat dia melepaskan segulung hawa serangan dingin yang
maha dahsyat, hawa pukulan bagaikan amukan angin puyuh itu
segera menggulung ke tubuh Keng Cin sin dan memaksanya miring
ke samping untuk menghindar...
Perlu diketahui, ilmu Pedang dari Lam hay Huan mo-kiong
merupakan ilmu pedang yang tiada tandingannya didalam dunia
persilatan dewasa ini.
Setelah Cia Tiong giok mengeluarkan ilmu pedang gabungan
dengan ilmu pukulannya yang luar biasa itu. maka kedahsyatannya
menjadi berlipat ganda. Semua ancamannya boleh dibilang cukup
menggetarkan sukma setiap orang.
Hawa napsu membunuh segera menyeli-mut i seluruh wajah Keng
Cin sin, dengan suara dingin ujarnya kemudian:
1001
"Di dalam serangan yang akan kulancarkan kali ini, aku akan
menggunakan tenaga pukulanku untuk memaksamu mundur sejauh
satu kaki lebih ....!"
Sembari berkata, telapak tangan kanannya berputar dan
melontarkan pukulan dengan suatu gerakan yang sangat aneh,
hawa pukulan seperti rentetan suara bunyi mercon yang meledak
diangkasa, dengan cepatnya meluncur ke udara dan menyongsong
kedatangan hawa pedang serta angin pukulan lawan yang luar biasa
itu.
"Blaammm...!" Suatu ledakan dahsyat yang memekikkan telinga
segera berkumandang memecahkan keheningan.
Si Pedang emas Cia Tiong giok mendengus tertahan, tubuhnya
benar-benar terpental sejauh satu kaki lebih dari posisi semula.
Hawa pukulan yang menyebar ke empat penjuru segera berputar
kencang mencipta kan desingan angin berpusing yang menderuderu.
Tubuh Keng Cin sin berputar, dan berkelebat seperti sambaran
bayangan setan, telapak tangan kirinya kembali diayunkan ke depan
sembari membentak keras.
"Sekarang, kau harus mundur lagi sejauh dua kaki!"
Segulung hawa pukulan yang aneh dan lembut menyusul
perkataan tersebut meluncur keluar seperti bendungan air sungai
yang jebol.
Hawa serangan yang memiliki kekuatan luar biasa itu, dengan
membawa kekuatan dahsyat seperti gulungan ombak ditengah
samudra segera menggulung tiba dari sudut-sudut yang aneh dan
luar biasa, kemudian menyusup melalui setiap celah sempit diudara
yang berada disekeliling sana....
Hawa kekuatan yang mengerikan sungguh menggetarkan sukma
setiap orang yang kebetulan menyaksikannya.
1002
Setelah termakan oleh pukulan yang maha dahsyat tadi,
sesungguhnya si pedang emas Cia Tiong giok sudah merasakan
hawa darah didalam dadanya bergolak keras, tak terlukiskan rasa
terkesiapnya dan setelah melihat datangnya hawa serangan yang
begitu dahsyat menerkam dirinya lagi.
Sambil menjerit kaget, buru-buru dia melompat mundur sejauh
dua kaki ke belakang.
Serangan yang dilancarkan Keng Cin sin sekarang sungguh aneh
sekali, kekuatan tersebut memaksa musuhnya hanya bisa melompat
mundur ke belakang dan tak mungkin melejit ke samping untuk
meloloskan diri dari ancaman mana.
Begitulah, menyusul dilontarkannya serangan yang maha dahsyat
tadi, Keng Cin sin ikut pula melompat maju ke depan, katanya
kemudian sambil tertawa dingin.
'Setelah melompat mundur kembali keposisi semula, maka kau
pun tak usah pergi kemana-mana lagi. silahkan saja berdiri terus
untuk selamanya disini! "
Si Pedang emas Tiong giok tahu kalau nasib jelek telah berada
didepan mata, dia mendengus gusar, pedang emasnya segera
diputar menciptakan cahaya bintang yang segera mengurung
seluruh jalan darah penting di tubuh Keng Cin sin.
Melihat datangnya jurus serangan tersebut Keng Cin sin segera
memutar tubuhnya dan menyelinap ke sisi kiri lawan.
Waktu itu Cia Tiong giok masih tetap berdiri tegak di posisi
semula, tiba-tiba pedang emasnya direndahkan ke bawah lalu
melalui suatu sudut yang aneh dia berbalik menusuk jalan darah gi
hi hiat serta seng tiong hiat ditubuh lawan.
Perubahan jurus ini dilakukan dengan suatu gerakan yang aneh,
ganas, buas dan membuat orang lain sama sekali tak menduganya.
Sementara itu, selisih jarak antara ke dua belah pihak sudah
semakin bertambah dekat, gerakan tubuh yang dilakukan juga
1003
semakin cepat, nampaknya Keng Cin sin segera akan terkena
sambaran cahaya emas lawan..
Mendadak terdengar suara benturan nyaring yang memekikkan
telinga...
Bersama itu juga, cahaya emas yang berkilauan di angkasa tadi
lenyap tak berbekas.
Entah terkena ilmu serangan apakah yang digunakan oleh Keng
Cin sin, tahu-tahu pedang emas ditangan Cia Tiong giok sudah kena
terhajar sampai jatuh ketanah, malahan jalan darahnya kena
disambar pula sehingga tubuhnya berdiri kaku bagaikan sebuah
patung arca.
Selisih jaraknya dengan Cong hong mi tan Ciu Khi sin yang
berdiri kaku itu tak lebih hanya delapan depa.
Dengan kening berkerut dan wajah menunjukkan sikap buas dan
kejam, Keng Cin sin berkata dengan suara dingin.
"Sekarang, aku akan mempersilahkan kau untuk menyaksikan
dulu, bagaimana caraku menjatuhi hukuman yang paling kejam atas
diri Ceng hong mitan serta Siang bin tok ci!
Seusai berkata, pelan-pelan Keng Cin sin berjalan menuju
kesampinq Siang bin tok ci yang berada sejauh satu kaki di depan
sana, telapak tangannya segera diayunkan dan segulung tenaga
lembek segera mendorong tubuh Mao Soh sat tersebut
menggelinding kearah dimana kedua orang rekan lainnya berdiri
kaku.
Ketika Keng Cin sin menggaet dengan ujung kaki kirinya, tubuh
Siang bin tok ci Mao Soh sat pun berdiri kaku kembali disitu.
Sekarang posisi dari mereka bertiga membentuk sudut segi tiga,
enam buah mata saling berpandangan satu sama lainnya dengan
jelas sekali .....
Perasaan tegang dan seram menghadapi saat kematian dengan
jelas tertera diatas wajah-wajah mereka..
1004
Sikap tersebut terlihat lebih jelas lagi dari balikkeenam sorot
mata mereka yang sayu itu.
Dengan pandangan yang tajam Keng Cin sin memperhatikan
sekejap wajah ketiga orang itu, kemudian ujarnya sambil tertawa
dingin:
"Bagaimana? Dengan perbuatan kalian manusia-manusia laknat
yang tak takut langit tak takut bumi, perbuatan jahat apa pun
berani dilakukan semaunya sendiri, apakah sekarang menjadi
ketakutan mengha-dapi saat kematian kalian.
Mengapa tidak kaliaan pikirkan sekarang, disaat kalian hendak
membunuh orang lain, bagai manakah perasaan korban-korban
kalian menjelang saat ajalnya?
"Inilah yang dinamakan pembalasan! Karena kalian terlalu kejam,
terlalu buas dan tak berperi kemanusiaan, maka akupun tak akan
membiarkan kalian mampus secara gampang dan enak.
"Waktu itu, tentunya kalian tak pernah menyangka bukan, kalau
aku bisa berumur begini panjang.
"Terus terang kuberitahukan kepada kalian, mungkin roh-roh dari
para perempuan lain yang mati karena kalian perkosa telah
membantuku secara diam-diam, maka kini aku memiliki kekuatan
yang luar biasa untuk menjatuhkan hukuman atas diri kalian semua.
"Aku bersumpah akan meratakan istana Huan mo kiong dengan
tanah, akan kubantai setiap manusia laknat yang berada di situ
hingga ludas, tak seorang pun diantara mereka yang akan kubiarkan
hidup dengan bebas merdeka"
Perasaan kaget, ngeri dan seram memancar keluar dari balik
mata ketiga orang itu, paras muka mereka menjadi pucat pias
seperti mayat'.
Si pedang emas Cia Tiong giok paling seram keadaannya, noda
darah meski membasahi ujung bibirnya, rambutnya kusut terurai tak
karuan wajahnya menyeringai seram.
1005
Jalan darah mereka sekarang subdah tertotok, tdak mungkin
bagia mereka untuk mbencaci maki kalang kabut. yang bisa mereka
lakukan kini hanya memutar biji matanya kesana kemari dengan
wajah mengerang keras .....
Berada dalam keadaan seperti ini, mereka hanya bisa pasrah
kepada nasib, terserah perbuatan dan siksaan apa saja yang akan
dilimpahkan keatas bahu mereka.
Dengan suara sedingin es, Keng Cin sin berkata lagi:
"Tentu saja aku dapat menjatuhi hukuman kepada mereka sesuai
dengan berat ringannya kesalahan yang telah mereka lakukan.
"Kalian bertiga merupakan manusia-manusia keji yang berdosa
paling besar, kalianpun harus tahu, hukuman macam apakah yang
bakal kalian terima atas perbuatan yang pernah kalian lakukan
selama ini!"
Keadaan dari Keng Cin sin pada saat ini tak ubahnya seperti
seorang raja akhirat, seorang raja akhirat yang sedang memeriksa
roh-roh berdosa..
Pelan-pelan dia berjalan maju ke hadapan Ceng hong mi tan Cin
Khi sin, kemudiam ujarnya sambil tertawa dingin.
"Ciu Khi sin, kau dan Mao Soh san akan mengalami nasib yang
sama.
"Tentunya kalian tahu bukan kalau dalam dunia persilatan
terdapat semacam ilmu-ilmu menyiksa badan yang dinamakan Khi
imciok meh (memint ir urat memotong nadi)?"
Begitu mendengar nama tersebut, paras muka Ceng hong mi tan
dan Siangbin tok ci berubah hebat sekali, rasa kaget, seram dan
benci bercampur aduk diatas wajah mereka.
Keng Cin sin tertawa rendah, kembali ujarnya.
"Kalian tak usah kuatir, aku tak mempergunakan ilmu Khi im ciat
meh untuk menghukum kalian, tapi akan kugunakan ilmu menyiksa
1006
badan yang sepuluh kali lipat lebih keji dari ilmu Kim ciat meh itu
untuk menghukum kalian semua.
"Kepandaian tersebut merupakan hasil ciptaanku sendiri, aku
menyebutnya sebagai ilmu Cui si san hun (Melumat mayat
penghancur sukma).
"Tentunya kalian merasakan kalau nama tersebut kelewat seram
bukan.....? Hmm, seperti apa yang kalian saksikan dengan kebdua
orang hiangdcu tadi, merekaapun merasakan iblmu melumat mayat
penghancur sukma tersebut cuma saja mereka merasakan
cincangan tersebut setelah menemui ajalnya, sedangkan kalian akan
merasakan cincangan tersebut disaat kalian masih hidup"
Setelah mendengar perkataan tersebut, Ciu Khi sin maupun Mao
Soh sat merasakan hatinya amat terkesiap, wajahnya mengejang
keras dan menunjukkan penderitaan serta siksaan batin yang luar
biasa. .
Bibir mereka bergerak seperti ingin mengucapkan sesuatu,
namun tak sepatah katapun yang mampu diutarakan keluar. Mereka
seolah-olah hendak berkata begini:
"Keng Cin-sin, mengapa kau bersikap begitu kejam dan tak
berperikemanusiaan.
Tampaknya Keng Cin sin memahami maksud hati mereka,
ujarnya sambil tertawa dingin.
"Untuk menghadapi manusia-manasia laknat seperti kalian, aku
harus menggunakan cara yang paling keji pula untuk menyiksa
kalian, dengan begitu semua dosa dan kesalahan yang pernah
kalian lakukan baru memperoleh pembalasan yang setimpal! Dan
didalam penitisan sekalian yang akan datang, tak berani melakukan
kejahatan lagi.
"Sewaktu kalian menyiksa diriku tempo hari, apakah kalian tidak
merasa kalau perbuatan kamu semua itu jauh lebih kejam dan tak
berperi kemanusiaan daripada yang kulakukan sekarang.
1007
"Tahukah kalian?. Semenjak aku kehila-ngan kesucian badanku,
selama hidup aku tak dapat mencuci bersih aib serta noda yang
melekat diatas tubuhku? Sekalipun aku telah membalas dendam
kepada kalian sekarang. namun kebahagian hidupku kini telah kalian
hancurkan?
"Oleh sebab itu, kalian harus menerima siksaan dan penderitaan
ini dengan berani, sebab dengan begitu maka roh kalian setelah
mati nanti akan bebas dari siksaan dan penderitaan"
Selesai mendengarkan perkataan itu, paras muka mereka yang
pucat pias itu berubah semakin mengenaskan, kulit muka mereka
mengejang keras penuh penderitaan, mata menjadi merah dan
rambut terurai kaku, keadaan mereka sungguh mengerikan sekali.
Si Pedang emas Cia Tiong giok pun sadear, apalagi setelah
mendengar perkataan Keng Cin sin yang keji dan tidak berperasaan
itu, dia mengerti bahwa siksaan yang akan diterima olehnya sudah
pasti berrlipat kali lebith hebat daripadqa siksaan yang rdi terima
rekan-rekannya.
Tapi jalan darahnya sekarang tertotok, dia sudah tak mampu
bergerak lagi, dalam keadaan begini, dia hanya berdoa dalam hati
kecilnya, moga-moga ada orang yang datang kesitu dan
menyelamatkan jiwanya.
Keng Cin sin sendiri boleh dibilang sudah tidak mengenal belas
kasihan lagi terhadap musuh-musuh besarnya itu, sebab penderitaan
dan siksaan yang telah diterimanya selama ini benar-benar
terlalu keji dan tak kenal ampun.
Ujarnya kemudian sambil tertawa dingin.
"Ceng hong mi tan, siang bin tok ci sekarang dipersilahkan kalian
rasakan bagai mana nikmatnya ilmu Cui sui san hun tersebut!'
Selesai berkata, sepasang telapak tangan nya beruntun menotok
beberapa buah jalan darah di tubuh kedua orang itu, kemudian
telapak tangan kanannya menambahi dengan sebuah tekanan berat
keatas jalan darah Khi pay hiat mereka.
1008
Tentu saja Ceng hong mi tan dan Siang bin tok-ci tak mampu
untuk menghindarkan diri dari serangan maut tersebut, mereka
hanya bisa pasrah pada nasib dan menerima hukuman tersebut.
Pada saat Keng Cin sin memberi tekanan dahsyat diatas jalan
darah Khi hay hiat mereka itulah.....
Kedua orang tersebut segera merasakan didalam urat nadi
mereka seperti timbul suatu kekuatan yang seolah-olah mencabikcabik
seluruh isi perutnya, peredaran darah pentingnya jadi
terrsmbat dan didalam tubuh mereka seakan-akan muncul berjutajuta
ekor semut gatal yang menggigit sekujur tubuh mereka,
sakitnya bukan kepalang.
Penderitaan semacam ini sungguh tak terlukiskan dengan katakata,
seakan-akan terdapat sebilah pedang tajam yang mencong-kel
urat dan otot tubuh mereka, kemudian mencincangnya sedikit demi
sedikit.
Peluh dingin sebesar kacang kedelai bercucuran keluar dengan
cepatnya dari balik pori-pori diseluruh tubuhnya....
Wajah yang memucat kian memucat, matanya terbelalak lebar,
bibirnya terkatup rapat, wajah mereka yang sesungguhnya sudah
nampak mengerikan, kini berubah semakin seram.
Keng Cin sin segera tertawa dingin, katanya kemudian:
"Di dalam istana Huan mo kiong terdapat lima macam siksaan
yang kejam, tentu saja kalian pun mempunyai cara ilmu menotok
jalan darah untuk menyiksa orang, sekarang silahkan kalian
bandingkan sendiri, bagai mana kah andaikata ilmu Cui si san hun
milikku ini dibandingkan dengan berbagai macam alat siksaan
didalam Huan mo kiong?
"Sekarang, tentunya kalian sudah merasakan kenikmatan bukan?
Terus terang kuberitahukan kepada kalian, apa yang kalian resakan
sekarang tak lebih baru pembukaan, baru awal dari suatu
penderitaan yang berkepanjangan, mengikuti berubahnya waktu,
1009
kalian akan merasakan penderitaan yang lebih nikmat dan lebih
asyik!"
Baru saja dia selesai berkata, kejangan diatas wajah ke dua
orang itu sudah makin menghebat, penderitaan yang mereka
rasakan pun berlipat ganda, peluh bercu-curan seperti air hujan,
sementara suara rintihan dan erangan kesakitan merupai jeritan
binatang buas.
Ternyata, didalam tubuh mereka sekarang mulai merasakan
suatu jenis siksaan yang lain.
Kini, mereka rasakan hawa darah yang mengalir terbalik ditubuh
mereka mulai bergolak kencang dan mengalir dengan derasnya
menuju ke arah paru-paru.
Tumbukan, terjangan dan pergolakan yang menghebat dari hawa
darah tersebut membuat mereka merasakan penderitaan yang tak
terlukiskan dengan kata-kata, apa lagi setelah merasakan tenaga
gelombang dahsyat yang menerjang tiada hentinya, membuat
kedua orang itu merasakan kesakitan luar biasa.
Bukan hanya begitu saja, kuilt dibadan ikut terasa tersayat-sayat
pisau, tulang belulangnya menjadi linu dan sakit bagaikan mau retak
dan hancur...
Dari dalam urat nadi maupun jalan darahnya terasa pula rasa
linu, gatal dan kaku yang menghebat, seolah-olah digigit oleh semut
yang berjuta ekor banyaknya.
Kalau penderitaan tersebut dapat dilukiskan maka siksaan
tersebut mungkin beratus-ratus kali lebih hebat daripada siksaan di
dalam neraka tingkat delapan belas.
Sekarang, sepasang biji mata mereka melotot keluar dan
memancarkan sinar lemah mohon belas kasihan, seolah-olah
mereka sedang berkata begini:
"Berbuatlah kebajikan untuk kami, berikanlah kematian yang
utuh untuk kami...
1010
Keng Cin sin sama sekali t idak beriba hati, wajahnya masih dingin
seperti es, katanya dengan suara menyeramkan:
Kini, siksaan yang sebenarnya dari ilmu melumat mayat
penghancur sukma sudah akan dimulai."
"Sekarang, dari dalam tubuh kalian mulai merasakan suatu
perasaan yang sukar ditahan bukan? Bukankah diantara daging dan
kulit tubuh kalian seperti ada binatang yang sedang merambat
sambil menggigit.?
"Haahhh.. haaahhh... haaahhh... aku tahu, kalian merasakan
adanya jarum yang sedang menusuk-nusuk tubuh bukan? Seolaholah
terdapat beberapa juta ekor ulat gatal yang sedang merambat
lewat...?"
Penderitaan yang dialami dua manusia laknat itu memang makin
mencapai pada puncaknya, rasa sakit, gatal datang secara beruntun
dan bersambungan, malahan makin lama semakin bertambah
dahsyat .... Sesudah hening sesaat, Keng Cin sin berkata lagi
dengan suaranya yang dingin menyeram kan.
"Bagaimana? "Merasa kegatalan? Kalau begitu aku akan
mengarukkan untuk kalian!'
Selesai berkata, Keng Cin sin mengambil pedang emas milik Cia
Tiong giok itu dari atas tanah dan mulai menusuk seluruh tubuh
mereka.
Dimana ujung pedang tersebut menyambar, pakaian robek dan
darah segar bercucuran keluar.
Dengan mengucurnya darah tersebut, tampaknya mereka merasa
agak baikan, hanya rasa sakit yang tak terlukiskan dengan kata-kata
muncul kembali secara beruntun.
Kini, mereka seakan-akan merasa kalau garukan yang dilakukan
dengan menggunakan ujung pedang tersebut kurang nikmat.
Keng Cin sin tertawa dingin lagi, ejeknya:
1011
"Bagaimana? Kurang nikmat rasanya? Sayang sekali aku tak bisa
menusukkan pedang ini lebih keras lagi, sebab dengan begitu maka
permainan bagus akan segera berakhir .... hmmm, begini saja,
garuklah dengan menggunakan sepasang tangan kalian"!
Sembari berkata, Keng Cin Sin menggerak kan tangannya dengan
cepat untuk membebaskan totokannya pada jalan darah sepasang
lengan ke dua orang itu.
Perlu diketahui, semua totokan jalan darah yang dilakukan oleh
Keng Cin sin itu boleh dibilang dilakukan dengar suatu ilmu totokan
khusus, sekarang boleh dibilang dia telah mengendalikan setiap alat
didalamtubuh mereka.
Seperti juga totokannya itu, serasang jalan darah diatas pipi
mereka, hal ini dilakukan untuk mencegah mereka menggigit putus
lidah sendiri dengan giginya hingga mat i?.
Ia menotok pula jalan darah bisu mereka agar mereka tak bisa
berbicara namun hanya bisa mengerang kesakitan.
Dan sekarang, dia telah membebaskan totokannya pada jalan
darah diatas lengan mereka, itupun hanya dibatasi dengan sejumlah
kekuatan yang cuma bisa dipakai untuk merobek kulit badan sendiri
dengan garukannya, dalam keadaan begini mereka tak mampu
untuk menghimpun tenaga dalam nya guna dipakai untuk bunuh
diri.
Begitu Keng Cin sin membebaskan totokannya pada jalan darah
diatas lengan mereka, suatu kenyataan yang tak bisa di percayai
dengan akal sebat pun mulai ber langsung didepan mata.
Rupanya mereka berdua sudah tak mampu lagi untuk menahan
rasa gatal yang menyiksa didalam tubuh mereka, begitu tangannya
bisa bergerak, merekapun segera menggerakan sepasang
tangannya yang berotot pada menonjol keluar dengan kelima jari
tangannya yang terpentang seperti cakar garuda itu.
Bahkan dengan cakar tersebut sekuat tenaga mereka mulai
mencakari dada sendiri, garis-garis merah yang panjang segera
1012
bermunculan dimana-mana, sementara darah segar pun bercucuran
membasahi tubuhnya..
Seluruh badan mereka mulai gemetar keras, hal ini menandakan
kalau garukan mereka diatas dada tadi menimrbulkan kenikmattan
yang tak terqkirakan bagi orrang-orang itu.
Sekarang seolah-olah mereka sudah tak mampu untuk melawan
pancingan itu lagi, sepasang tangannya mulai menggaruk dan
mencakar bagian lain dari tubuhnya dengan penuh bernapsu.
Dari dada kini beralih keperut, kemudian beralih lagi ke atas
wajah sendiri...
Dalam waktu singkat, seluruh tubuh mereka sudah tak ada yang
utuh lagi, darah segar mengucur keluar dari mana-mana, kulitnya
pada robek dan merekah, keadaan nya mengerikan hati.
Keadaan seperti itu membuat tampang wajah mereka berubah
menjadi menyeram kan, jauh lebih seram dari pada wajah setan
iblis.
Hampir kalap si pedang emas Cia Tiong giok setelah menyaksikan
keadaan rekan-rekannya yang mengerikan hati itu, kalau bisa dia
ingin berteriak-teriak keras atau kalau bisa kabur, dia ingin
melarikan diri sekencang-kencangnya meninggalkan tempat yang
terkutuk itu.
Sayang sekali tubuhnya kaku dan sama sekali tak mampu
berkutik, dia harus tetap berdiri diposisi semula sambil menyaksikan
berlangsungnya siksaan yang terjadi yang belum pernah disaksikan
olehnya selama hidup di dunia ini.
Kenikmatan yang tak terlukiskan dengan kata-kata itu seakanakan
datangnya bagai kan sumber mata air, mengikuti garukan ke
sepuluh jari tangan mereka, seperti gulungan ombak disamudra
saja, makin lama datangnya semakin menghebat.
Tapi .... kesemuanya itu hanya terjadi di luar saja.
1013
'Dalam waktu singkat daging tubuh mereka dibawah kulit yang
telah hancur bermun-culan diantara tulang belulang berwarna putih,
rasa sakit yang luar biasa mulai bermunculan pula menyelimut i
tubuh mereka berdua.
Dimana kesepuluh jari tangan mereka menggaruk lewat
pancuran darah segar berhamburan kemana-mana.
Penderitaan baru sekali lagi mengurung mereka dan mencekam
mereka berdua makin lama siksaan itu semakin kuat, semakin keras
dan dahsyat.
Penderitaan tak tertuliskan yang datangnya makin menghebat
itu, membuat mereka tak sanggup lagi untuk mempertahankan diri.
Dalam tubuh mereka seakan-akan muncul segulung daya
tekanan dahsyat yang seperti hendak mengepres mereka jadi
hancur, seperti hendak melumat tubuh mereka sehingga hancur
berkeping-keping.
Tulang belulang ditubuh mereka sudah linu dan sakit, bagaikan
hendak retak dan hancur, lalu melumat menjadi hancuran kecil-kecil
yang beribu-ribu banyaknya.
Keadaan seperti ini, memang tak salah lagi jika dikatakan sebagai
melumat mayat penghancur sukma.
Mereka sendiri yang menghancur lumatkan tubuh sendiri hingga
hancur, mereka sendiri pula yang melumat sukma sendiri sehingga
punah dan buyar.
Namun penderitaan yang berbeda dari setiap bagian tubuhnya itu
bukan lenyap karena keadaan tersebut. malahan sebaliknya
mengikut i datangnya sang waktu, makin lama semakin bertambah
dahsyat, seolah-olah penderitaan itu baru akan berakhir apabila
nyawa mereka sudah melayang meninggalkan raganya.
Sepasang biji mata mereka sudah melotot keluar, dari balik mata
tersebut memancar keluar sinar mohon pengampunan yang tak
terlukiskan dengan kata-kata, sepertinya mereka mohon diberi
kematian secepatnya.
1014
Keng Cin sin mendengus dingin, sorot matanya yang dingin dan
keji hanya memandang sekejap ke tubuh mereka.
Pada waktu itu, pakaian yang mereka kenakan sudah hancur tak
berbentuk lagi, pada hakekatnya mereka sudah berada dalam
keadaan telanjang bulat.
Darah kental membasahi seluruh tubuhnya dan mengucur keluar
tiada hentinya, daging yang hancur, tulangnya yang menonjol
keluar dicampur dengan bau amisnya darah, membuat udara disitu
berbau busuk sekali.
Menyaksikan kesemuanya ini, Keng Cin sin seperti memperoleh
sedikit kepuasan, ujar nya kemudian sambil tertawa dinginb:
"Silahkan kaldian menggaruk taerus tubuh kaliban sampai hancur,
silahkan menggaruk seluruh bagian badan kalian sampai punah,
darah yang mengucur keluar pun sampai habs, sebelum kalian
mampus karena kehabisan darah..."
Berada dalam keadaaa demikian, ia benar-benar kejam sekali.
Ya, keadaannya sekarang ibarat seekor binatang buas yang
terluka, ganas sekali tiada perasaan belas kasihan. walau hanya
sedikitpun juga.
Beginikah wataknya yang sebenarnya?
Tidak, tentu saja tidak! siksaan dan penderitaan hebat yang
pernah dialaminya yang membuat dia berubah menjadi begini rupa.
Cuma, tindakan keji dan buas seperti itu, hanya khusus ditujukan
kepada musuh-musuh besarnya. khususnya terhadap manusiamanusia
laknat yang pernah menodainya.
Ceng hong mi tan dan Siang bin tok ci kembali memandang
kearah Keng Cin sin dengan sorot mata minta ampun.
Dibalik sorot mata tersebut, penuh diliputi perasaan yang sedih
yang tak terlukiskan.
Mereka seperti merasa menyesal sekali, menyesal yang tak
terlukiskan dengan kata-kata.
1015
Yaa mereka memang sangat menyesal, menyesal atas perbuatan
yang pernah mereka lakukan selama ini, sayang sekali keadaan
sudah terlambat.
Baru pertama kali ini mereka menyadari kalau perbuatan yang
telah mereka lakukan selama ini sesungguhnya merupakan suatu
perbuatan yang amat terkutuk, merekapun merasakan pula bahwa
selama ini mereka sudah terlalu banyak melakukan kejahatan dan
kebuasan.
Sorot mata Ceng hong mi tan dan Siang bin tok ci yang penuh
memohon belas kasihan itu tiba-tiba berubah menjadi rasa
penyesalan yang amat mendalam.
Sepasang tangan mereka yang menggaruk seluruh badan itu pun
pelan-pelan terkulai lemas, mungkin mereka sudah tak bertenaga
lagi untuk menggaruk, seakan-akan juga mereka telah menyadari
akan makna yang sebenarnya dari suatu kehidupan, kegembiraan
yang muncul didalam hati seakan-akan telah menutupi siksaan
hidup dari tubuhnya.
Yaa, dalam hati kecil mereka mbemang muncul keddua perasaan
seamacam itu hampibr bersamaan waktunya.
Saat menjelang berakhirnya kehidupan mereka didunia ini, untuk
pertama kalinya mereka merasa menyesal dan bertobat.
Sekarang mereki sadar, kehidupan manusia didunia ini adalah
suatu kehidupan yang tak adil.
Tapi kematian selamanya berlaku adil terhadap setiap insan
manusia di dunia ini.
Sebab, cepat atau lambat maut akan te'tap menggapai
kepadamu, entah kau sedang berada didalam rombongan orang
banyak atau sedang bersembunyi disuatu tempat yang rahasia,
tiada manusia didunia ini yang bisa terhindar dari kematian.
Dan disaat ajal sudah hampir tiba, dia pun tak akan memberikan
pilihan apa-apa kepadamu.
1016
Yang ada hanya perbedaan antara mati dalam ketenangan dan
mati dalam kesadisan.
Begitulah kehidupan manusia didunia ini, tak sedikit mereka yang
jahat seringkali menjadi sadar dan menyesal atas dosa-dosanya
setelah merasakan siksaan dan penderitaan menjelang saat tibanya
ajal yang akan merenggut nyawa mereka. .
Hanya sayang, pada waktu itu selalu terlambat, karena
kehidupan mereka akan segera berakhir.
Di dalam keadaan seperti inilah Ceng hong mi tan Ciu Khi sin dan
Siang bin tok ci Mao Soh sat mengakhiri kehidupan mereka yang
penuh dosa dan kejahatan itu, mereka tewas karena kehabisan
darah, tubuh mereka yang kaku pun segera roboh terkapar ditanah
dan tak berkutik lagi untuk selamanya.
Hanya bedanya saja, menjelang saat kematian tersebut, mereka
tidik memperde-ngarkan jeritan kesakitan lagi. mereka mati di
dalam ketenangan dan kedamaian.
Dengan wajah yang dingin kaku tanpa perasaan, Keng Cin sin
memaadang sekejap ke atas mayat mayat yang menggeletak kaku
di tanah itu.
Sesaat kemudian ....
Pelan-pelan dia membalikkan badannya, sorot mata yang tajam
bagaikan sembilu kini dialihkan ke atas wajah si pedang emas Cia
Tiong giok.
Begitu sepasang mata pedang emas Cia Tiong giok bertemu
dengan sepasang mata nya, ia merasakan kengerian dan keseraman
yang jauh melebihi kematian, dari dalam tubuhnya seakan-akan
darah mulai bercucuran keluar...
Sorot mata Keng Cin sin itu, bagaikam beribu bilah pedang tajam
yang menusuk hatinya...
"Sekarang, tiba giliranmu untuk menerima bagian hukuman yang
setimpai dengan dosa-dosamu!" kata Keng Cin sin dingin.
1017
Ucapan yang kaku tanpa perasaan, menimbulkan perasaan yang
mengerikan dihatinya, membuat bulu kuduknya pada bangun
berdiri.
Kembali Keng Cin sin berkata:
"Kau adalah pentolan dari semua dosa dan penderitaan ini, maka
pembalasan yang harus kau rasakan berlipat kali lebih keji dari pada
mereka semua.
"Aku ingin bertanya kepadamu, siksaan apakah yang merupakan
siksaan paling buas di dunia ini?
"Apakah siksaan seperti mereka itu? Menderita hebat kemudian
mati ...?
Tidak, bukan! Penderitaan yarg mereka rasakan itu hanya
bersifat sementara, bukan suatu penderitaan yang selamanya..."
Dari perkataan tersebut, dengan cepat si pedang emas Cia Tiong
giok dapat menarik kesimpulan siksaan dan penderitaan macam
apakah yang akan diberikan kepadanya itu?
Ia membenci, dia benar-benar membenci.
Dia tidak menyesali melainkan membenci kepada diri sendiri, dia
membenci kepada sendiri mengapa tidak melimpahkan siksaan yang
lebih hebat terhadap perempuan tersebut dimasa lalu. kesemuanya
itu segera terpancar keluar dari balik matanya yang melotot besar
itu....
Sorot matanya dipenuhi dengan perasaan marah, menyesal,
benci dan mendendam.
Kembali Keng Cin sin berkata dengan suara sedingin es.
"Gara-gara perbuatanmu, hidupku menjadi tersiksa, menjadi
menderita untuk selama-lamanya, kau telah memberikan
penderitaan yang berkepanjangan kepadaku, oleh sebab itu
sekarang aku pun akan memberikan penderitaan sepanjang hidup
untukmu.
1018
Aku tetap akan mempertahan hidupmu, agar selama hidup kau
merasakan siksaan dan penderitaan tersebut.
''Heehhh...heeehhh ...heehhh... tahukah kau, penderitaan dan
siksaan macamapakah yang akan kulimpahkan kepadamu?"
Mendengar kalau ia tak akan dibiarkan mat i, si Pedang emas Cia
Tiong giok segera berpikir.
”Bajingan perempuan. asal kau membiar kan aku hidup, maka
dendam kesumat ini pasti akan kutuntut kembali disuatu saat, aku
hendak menghancur lumatkan dirimu, akan kucincang tubuhmu
menjadi berkeping-keping, agar sebelum ajalmu tiba, kau akan
merasakan siksaan dan penderitaan yang lebih hebat lagi daripada
apa yang pernah kau terima dulu..."
Keng Cin sin seperti dapat membaca suara hatinya itu, sambil
tertawa dingin ia berkata.
"Cia Tiong giok, lebih baik mati nyaman daripada hidup tersiksa
bukan? Jika kau berpendapat demikian maka anggapanmu itu keliru
besar, aku akan membuatmu setengah mati setengah hidup, agar
selama hidup kau tak akan bisa membalas dendam lagi"
Mendengar perkataan ini, Cia Tiong giok menjadi lemas dan
sedih, dia tak tahu hukuman semacam apakah yang bisa
membuatnya setengah hidup setengah mati?
Mencorong sinar kebuasan dan penuh dendam yang meluap dari
balik mata Keng Cin sin, katanya kemudian keras-keras.
"Aku akan merusak kesadaran otakmu, lalu kupotong kakikakimu
itu.
Akan kupotong otot dan nadi pada sepasang tanganmu.
Kupotong lidahmu agar tak bisa berbicara.
Ku korek gendang telingamu agar kau tuli untuk selamanya.
Kupotong hidungmu agar kau nampak seram.
Lalu kucokel sebuah biji matamu.
1019
Dan kuhancurkan raut wajahmu itu.
Kemudian kuberi sebuah pukulan beracun keatas tubuhmu, agar
setiap hari kau merasa tersiksa untuk satu jam lamanya" Selesai
mendengar perkataan itu, si pedang emas Cia Tiong giok segera
menjerit keras bagaikan orang bgila, hatinya bdetul-betul hancaur
remuk hinggab tak berwujud lagi.
Siksaan semacam ini benar-benar kelewat keji dan sama sekali
tak berperi-kemanusiaan.
Siksaan semacam ini benar-benar merupakan siksaan yang paling
brutal di dunia ini.
Dari sini dapat diketahui betapa bencinya Keng Cin sin terhadap
orang itu, sebab kebersihan tubuhnya dan kebahagiaan hidupnya
telah dihancurkan olehnya.
Dengan suara yang menyeramkan ia segera berteriak.
"Sekarang, aku akan menghancurkan pikiranmu, agar kau
menjadi orang sinting, orang yang tak berotak"
Ditengah bentakan, jari tangan Keng Cin sin yang put ih itu secara
beruntun menotok tiga kali keatas belakang kepalanya.
Menyusul kemudian...
Keng Cin sin mengayunkan tangan kanannya, sekilas cahaya
emas berkelebat lewat disusul jeritan kesakitan yang memilukan hati
berkumandang memecahkan keheningan.
Kaki kiri Cia Tiong giok sebatas lutut telah terbabat putus oleh
pedang emas itu hingga seluruh tubuhnya roboh terjungkal ke
tanah.
Keng Cin sin tak menginginkan dia mati, maka dengan cepat dia
menotok beberapa buah jalan darah disekitar kaki kirinya itu, agar
darah yang mengucur keluar segera berhenti.
Kemudian....
1020
Dengan suatu gerakan cepat Keng Cin sin memotong semua otot
yang berada di tangannya, agar dia tak bisa bunuh diri.
Dia pun memotong lidahnya agar dia tak dapat berbicara.
Kemudian secara beruntun dia memotong telinganya, menyodok
pecah kendang telinga tersebut, memotong hidungnya dan
mencokel mata kirinya.
Dengan pedang dia pun mencincang wajahnya yang tampan
sehingga hancur tak berwujud.
Akhirnya dia melepaskan sebuah pukulan beracun Jian tok imkang
di atas tubuhnya.
Ilmu pukulan beracun ini tak akan membuat orang menjadi
mampus, tapi akan mendatangkan siksaan dan penderitaan yang
luar biasa, setiap hari akan kambuh selama satu jam.
Gelak tertawa yang seram dan menusuk pendengaran segera
berkumandang memenuhi seluruh angkasa.
Akhirnya Keng Cin sin berangkat meninggalkan tempat itu.
Walaupun dia telah melampiaskan perasaan dendam dan
bencinya, namun semua perbuatannya itu tidak mendatangkan
manfaat apa-apa terhadap kesucian tubuhnya.
Didengar dari gelak tertawanya yang menyeramkan, dapat
disimpulkan betapa sedih dan pilunya hati perempuan itu.
Mayat yang hancur berserakan dimana-mana, darah kental
melapisi seluruh permukaan tanah, hanya sesosok tubuh yang
masih berkelejitan tiada hent inya,
Itulah tubuh dari si pedang emas Cia Tiong giok, sekarang dia
sedang menjalani siksaan hidup yang paling keji dan paling brutal ..
...
Walaupun dosa dan penderitaan tersebut harus diterimanya
sebagai buah dari semua kejahatan dan kebusukan yang pernah
dilakukannya selama ini.
1021
Tapi kebrutalan, kekejaman, kesadisan serta kebuasan yang
tertera didepan mata sekarang, cukup membuat orang merasa tak
tega dan ngeri.
Siapa pun akan merasakan bulu romanya pada bangun berdiri
setelah menyaksikan keadaan disitu, siapapun akan merasakan
hatinya tercekat dan seram melihat kesemua nya itu.
Kini si pedang emas Cia Tiong giok sedang bergulingan diatas
tanah sambil mengerang kesakitan.
Rambutnya terurai kalut, wajahnya penuh dibasahi oleh darah
segar, wajahnya yang jelek dan menyeramkan jauh lebih mengeri
kan dari pada wajah setan iblis.
Sementara dari mulutnya terdengar bunyi aah, aah, uuh.... tiada
hentinya.
Suara tersebut cukup mengibakan hati siapapun yang
mendengarkan, cukup menimbulkan rasa kasihan orang.
Yaa, beginilah akhir dari seoraug yang terlalu banyak melakukan
kejahatan.
Dia bergulung krian kemari, bertguling menuruniq bukit tersebutr
untuk merasakan siksaan dan penderitaan sepanjang masa
hidupnya.
Sinar keemas-emasan telah condong ke langit barat, saatnya
senja memenuhi seluruh angkasa.
Menyusul kemudian ...
Kabut kegelapan yang tebal menutupi seluruh udara yang
membentang di atas jagad raya.
Bukit Im cu san....
Suasana terasa sepi dan tak kedengaran sedikit suarapun, angin
gunung berhembus sepoi-sepoi menggoyangkan ranting pohon dan
dahan, bayangan daun serta suara gemerisik dari semak belukar,
mendatangkan semacam suasana yang menakutkan.
1022
Di saat seperti inilah, tampak sesosok bayangan manusia
meluncur mendekat dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat.
Dia berdiri diatas puncak bukit dan menghela napas sedih,
gumamnya lirih:
"Sudah berjam-jam lamanya kucari, namun tak sebatang rumput
Im cu cau pun yang kutemukan, bukit Im cu san yang begini luas
pada hakekatnya telah kucari semua dengan teliti... aaai,
mungkinkah aku telah salah jalan atau tersesat? Atau mungkin bukit
ini bukan bukit Im cu san?"
Orang ini tak lain adalah Leng hun koay seng (Sastrawan aneh
bersukma dingin) Ku See hong yang berpisah dengan Keng Cin-sin.
Untuk mendapatkan rumput Im cu cau, dengan mengerahkan
ilmu meringankan tubuh yang sempurna serta melakukan
perjalanan siang malamtak hentinya, ia berangkat kemari.
Namun, kendatipun seluruh bukit Im cu san sudah hampir dicari
semua, kolam Im cu tham yang dimaksudkan Thi bok sin kiam Cu
Pok belum juga ditemukan.
Malam itu awan tipis dan bintang amat jarang, suasana
disekeliling tempat itu sunyi senyap dan tiada kedengaran sedikit
suara pun.
Tapi dibalik kesemuanya itu, secara lamat-lamat justru secara
mengandung hawa pembunuhan yang mengerikan hati.
Dengan sorot mata yang tajam bagaikan sambaran kilat, Ku See
hong mengawasi sekeliling tempat itu. . .
Dimana-mana batu gunung berdiri berserakan dengan
pepohonan cemara yang menjulang ke angkasa, keadaannya sangat
menyeramkan.
Ditengah kegelapan malam, sekeliling situ seolah-olah penuh
dengan bayangan setan yang setiap saat bakal muncul saja.
Kesemuanya itu mendatangkan semacam perasaan seram, ngeri
dan memedihkan hati.
1023
Mendadak mencorong sinar tajam yang memancarkan sinar
kebencian dari balik mata Ku See hong, serunya tiba-tiba:
"Jangan jangan Thi bok sin kiam Cu Pok sengaja membohongi
aku agar dia dapar meloloskan diri .....
Mendadak......
Serentetan suara tertawa dingin yang menyeramkan bergema
memecahkan kehe-ningan dan memotong gumamannya itu..
Suara tertawa dingin yang amat mengerikan hati bagaikan
segulung angin dingin yang berhembus keluar dari gudang salju.
Dengan suara dalam Ku See hong membentak keras:
"Setan dedemit dari mana yang telah hadir disini? Mengapa tidak
segera menampakkan diri!'
Baru selesai dia membentak, dari beberapa puluh kaki
dihadapannya muncul sesosok bayangan manusia yang meluncur
tiba dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat.
ooo00dw00ooo
BAB 44
KU SEE-HONG menjerit kaget.
"Haah, rupanya kau! Sudahkah kau temukan rumput Im cu cau
tersebut...?"
Rupanya orang yang baru saja munculkan diri itu adalah Thi bok
sin kiamCu Pok.
Sambil mencibirkan bibirnya dia perdengar kan suara tertawa
seramyang penuh kelicikan, katanya.
"Ku sute, sudah lama rupanya kau sampai disini, oleh karena aku
kuatir sute tak berhasil menemukan rumput Im cu cau tersebut,
maka aku khusus datang kemari untuk memberi petunjuk, baru saja
sampai disini, aku telah bertemu dengan sute.
1024
'Coba kalau sute tidak mengeluarkan suara dari kejauhan sana
aku pasti mengira kau sebagai setan dedemit atau orang jadijadian"
Ku See hong segera mendengus dingin.
"Hmm, benarkah ditempat ini terdapat rumput Im cu cau?"
tegurnya kemudian:
kembali Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa licik.
"Sute mengapa kau jadi banyak curiga sih? Masa aku akan
bergurau denganmu? Apalagi kita toh melakukan suatu usaha
barter?
"Rumput Im cu cau berada di sebelah sana, aku akan segera
membawamu ke situ. cuma... apakah sute telah menurunkan isi bait
lagu dari Dendam sejagad tersebut di atas kertas?"
"Asalkan rumput Im cu cau tersebut telah kutemukan, sudah
pasti bait lagu Dendam sejagad akan kuserahkan kepadamu seperti
apa yang telah kita janjikan" Mendengar ucapan mana, Thi bok sin
kiam Cu Pok nampak agak tertegun, kemudian katanya sambil
tertawa.
"Boleh aku bertanya kepada sute, apakah bait lagu tersebut telah
kau salin diatas kertas?"
"Belum! "
Paras muka Thi bok sin kian Cu Pok segera berubah sangat
hebat, tapi hanya sebentar saja sudah lenyap tak berbekas, kembali
dia berkata lagi:
"Ku sute, mengapa kau begitu tak memegang janji?..
"Seandainya bait lagu Dendam sejagad tersebut telah kusalin,
memangnya kalian hendak membegalnya?
"Boleh saja bila kau menginginkan bait lagu tersebut, tapi kalian
harus mendapatkan rumput im cu cau lebih dulu dan mengobati
pengaruh racun Im hwee si hun wan dan nona Im Yan cu, asal
1025
racun tersebut sudah punah, pasti bait lagu tersebut akan
kuserahkan kepadamu''
Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa seram, ”Heeehhh... heeehhh...
heeehhh... Ku sute begitu menaruh curiga terhadap orang lain, kau
anggap orang lain juga bersedia untuk mempercayai dirimu?"
"Aku orang she Ku bukan manusia laknat sepertimu, yang
sukanya melakukan penghianatan terhadap perguruan dan
bicaranya mencla-mencle tak bisa dipercaya!"
Mendengar perkataan itu, paras muka Thi bok sin kiam Cu Pok
segera berubah menjadi hijau membesi, serunya sambil tertawa
seram:
"Mana, mana! Ku sute memang orangnya kelewat jujur dan
berhati mulia..."
"Tak usah banyak berbicara lagi, sekarang lebih baik segera
membawa aku untuk mencari rumput Im cu cau tersebut"
Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa dingin.
"Heeehhhh...heeehhh...heeehhh...Ku sute, mengapa kau harus
terburu napsu?
”Baiklah, ikutilah aku!"
Apa yang dipikirkan oleh Ku See hong sekarang adalah
secepatnya mendapatkan rumput Im cu cau dan menyembuhkan
racun cabul yang mengeram didalamtubuh Im Yan cu.
Boleh dibilang dia sudah kehilangan kecerdasan otak maupun
ketelitian, kalau tidak sudah pasti akan dirasakan olehnya akan
kelicikan serta kebohongan orang tersebut.
Sementara itu, Thi bok sin kiam (pedang sakt i kayu besi) Cu Pok
telah berangkat menuju ke depan dengan kecepatan bagaikan
sambaran petir.
1026
Ku See hong mengikuti terus secara ketat di belakangnya, dia
membuntuti dari jarak tiga kaki di belakang Thi bok sin kiam Cu
pok.
Ditengah kegelapan malam, terasa angin gunung berhembus
kencang dan menggoyangkan daun ranting pohon di sekeliling
tempat itu, bayangan aneh seperti dedemit bermunculan di sana sini
dan seolah-olah sedang menantikan korban yang datang untuk
menghantar kematian.
Baik Thi bok sin kiam Cu pok maupun Ku See hong, keduaduanya
merupakan jago lihay kelas satu dalam dunia persilatan,
ilmu meringankan tubuhnya telah mencapai tingkatan yang luar
biasa sekali, tak selang berapa saat kemudian mereka berdua sudah
melalui beberapa buah puncak bukit.
Tak jauh di depan sana terdapat sebuah selat yang ke dua belah
sisinya terbentang dua bukit yang terjal, sejauh mata memandang
hanya batuan cadas saja yang berserakan dimana-mana, makin ke
dalam selat keadaan medannya semakin bertambah bahaya.
Tak tahan lagi Ku See hong segera menegur.
'Hei, masih berapa jauh lagi?“
Oleh karena tengah hari tadi, Ku See hong merasa seakan-akan
pernah sampai disitu dan waktu itu dia seperti tidak melihat adanya
telaga di sana.
Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa licik dengan seramnya.
”Heeeehhh....heeehhh... heeehhh asal sudah masuk ke dalam
selat nanti, kau toh akan mengetahui dengan sendirinya!"
Ditengah pembicaraan tersebut, mendadak tubuh Cu Pok melejit
ke tengah udara dan menerjang ke dalam lembah tersebut bagaikan
seekor burung elang yang akan menerkam mangsanya.
Ku See hong tidak curiga kalau ada tanda bahaya, dia ikut pula
menerjang masuk ke dalam dengan kecepatan yang tak kalah
hebatnya.
1027
Mendadak pada saat itulah..
Cu Pok yang berada di depan begitu mencapai permukaan tanah,
dia segera memperdengarkan suara tertawa liciknya yang seram
dan tajamamat menusuk pendengaran.
Begitu gelak tertawa seramnya dikumandangkan, tubuhnya
segera berputar cepat, sepasang telapak tangannya segera
membentuk gerakan melingkar di udara.
Ditengah kegelapan malam yang mencekam terasa gulungan
hawa dingin yang menusuk badan bagaikan amukan angin topan
saja langsung menerjang ke tubuh Ku See hong dengan kecepatan
luar biasa.
Padahal waktu itu Ku See hong sedang menerjang ke depan
dengan kecepatan luar biasa, dia sama sekali tidak menyangka
kalau Cu Pok bakal melancarkan serangan secara tiba-tiba.
Begitu merasakan datangnya ancaman bahaya maut, tubuhnya
telah berada hanya satu kaki saja di atas tubuh Cu Pok.
Sementara pukulan dahsyat bagaikan amukan angin puyuh
tersebut telah menggulung tiba pula dengan kecepatan luar biasa. .
Tindakan semacam ini benar-benar luar biasa, jangankan lagi
manusia biasa, jago lihay yang berilmu amat tinggi pun belum tentu
akan berhasil untuk menghindarkan diri.
Orang bilang serangan secara terang-terangan gampang
dihindari, serangan secara gelap sukar diduga.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat itu secara telak
segera bersarang di atas tubuh Ku See hong.
Namun Ku See bong sama sekali tidak muntah darah dan mati,
tubuhnya hanya melejit ke tengah udara, lalu seenteng selembar
bulu segera melayang di tengah angkasa mengikuti berhembusnya
angin serangan yang maha dahsyat itu.
-ooo0dw0ooo1028
Jilid 31
TERNYATA disaat yang kritis Ku See hong telah mengeluarkan
ilmu gerakan tubuh Mii khi biau tiong sin hoat yang maha dahsyat
itu, dengan mengandalkan hawa murninya dia membuat seluruh
tubuhnya menjadi enteng bagaikan selembar bulu, hal mana
membuat angin pukulan maha dahsyat yang menyergap tubuhnya
itu sama sekali tidak menghasilkan apa-apa kendati pun bersarang
secara telak diatas badannya, Perlu diketahui, Kepandaian silat yang
dimiliki Ku Se hong sekarang sangat lihay, terutama sekali dalam
ilmu meringankan tubuh serta ilmu pukulan, kemajuan yang berhasil
dicapai sangat pesat.
Kesemuanya ini berkat dia telah minum darah mestika Tee liong
hiat poo serta melatih ilmu Kan kun mi siu sin kang yang maha
dahsyat tersebut.
Thi bok sin kiam Cu Pok yang menyaksikan kejadian tersebut
marasakan hatinya bergetar keras, dengan cepat dia berpikir:
"Kepandaian silatnya telah berhasil mencapai t ingkatan yang luar
biasa sekali, bila malam ini tidak banyak jago lihay yang turut hadir
disini, sulit rasanya untuk menaklukkan bajingan cilik ini"
Sementara itu Ku See hong telah melayang turun kembali ke atas
tanah dengan enteng nya, dengan suara menggeledek dia segera
membentak:
"Cu Pok, kau benar-benar sudah bosan hidup?"
Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa seram.
"Heeehhh...heeehhh...heeehh... Ku sute. kau sendirilah yarg sudah
bosan hidup, terus terang kuberitahukan kepadamu, kau sudah
terperangkap oleh jebakanku"
Mendadak...
Suara tertawa seram yang menggidikkan hati berkumandang
hampir bersamaan waktu nya dari empat arah delapan penjuru di
1029
sekeliling lembah tersebut, lalu mengikuti hembusan angin malam
tersebar sampai dimana-mana.
Suara tertawa seram tersebut ibarat suara tangisan setan atau
lolongan serigala membuat siapapun yang mendengar suara tertawa
tersebut segera berdiri semua bulu romanya.
Terdengar suara aneh yang menyeramkan tadi bersahut-sahutan
dan menggema di seluruh lembah tersebut, bahkan dari setiap
sudut lembah itu seakan-akan berkuman-dang pula suara aneh yang
memekikkan telinga itu.
Begitu seram dan kacaunya suasana ketika itu, membuat
perasaan orang bertambah ngeri rasanya.
Dengan paras muka berubah hebat, Ku See hong tertawa dingin,
kemudian tegurnya.
"Cu Pok, rupanya watak bangsatmu masih belum juga berubah,
sesunguhnya aku orang she Ku masih ingin memberi sebuah
kesempatan kepadamu untuk memperbaiki hidupnya, tak nyana
kalau kau masih tetap berhati licik dan buas. Terpaksa aku harus
melakukan pembunuhan secara besar-besaran pada malam ini!
Mengapa kawanan anak buahmu tidak kau suruh keluar semua agar
aku orang she Ku bisa sekalian mengirim mereka pulang ke akhirat?
Lebih baik tak usah meniru cara dedemit untuk menakut-nakut i
orang lagi, aku tak bakal menjadi ketakutan oleh permainan jelekmu
itu.
Baru selesai dia berkata, mendadak dari balik kegelapan sana
berkumandang suara gelak tertawa yang keras sekali.
Suara tertawa tersebut bagaikan ada selaksa kuda yang sedang
berlari bersama, begitu keras dan melengkingnya hingga menusuk
pendengaran dan menggetarkan seluruh lembah tersebut.
Di tengah gelak tertawa yang amat nyaring, dari balik kegelapan
segera bermunculan sesosok bayangan manusia bertubuh pendek
dan sesosok bayangan manusia bertubuh jangkung.
1030
Tampak orang itu menggunakan kecepatan yang mengaburkan
pandangan mata, hanya didalam beberapa kali kelebatan saja sudah
tiba disisi badan Cu Pok.
Menyusul kemudian bermunculan lagi empat sosok bayangan
manusia yang di ikuti pula oleh belasan sosok bayangan lainnya.
Ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki rata-rata amat tinggi
dan sempurna, hanya di dalam waktu singkat semua gembong iblis
tersebut telah mengepung tubuh Ku See hong rapat-rapat.
Dengan sorot mata yang tajam bagaikan sembilu Ku See hong
memandang sekejap wajah-wajah manusia yang berada disana
kemudian hatinya amat terkesiap, dia tahu lebih banyak bahaya
daripada keuntungan baginya pada malam ini.
Kakek pendek dan jangkung yang bermunculan lebih dahulu tadi
adalah dua orang pangcu yang termashur namanya dari Thi kiong
pang dan Jian khi pang.
Yang bertubuh pendek dan memelihara jenggot kambing berkulit
hitam dan bermata tajam itu adalah ketua dari perkumpulan Thi
kiong pang yang disebut orang sebagai Thi bie hui ki (tombak
terbang berwajah baja) Song Ko piau.
Sedangkan kakek kurus jangkung itu adalah pangcu dari
perkumpulan Jian khi pang yang bernama Ma kiam (si pedang iblis)
Toan Gi cong, dia berwajih pucat, bermata besar dengan tulang
dahi yang menonjol tinggi serta sepasang alis mata yang amat
tebal, raut wajahnya menyeramkan sekali.
Sedang empat sosok bayangan manusia yang mengikuti
dibelakang mereka berdua adalah ke empat toa thamcu dari
perkumpulan Ban shia kau, orang pertama adalah Sin hwee thamcu
(ketua ruangan api sakti) Ang bin mo kun (Iblis sakti berwajah
merah) Si Bu bong, orang ini belum pernah dijumpai Ku See hong
sebelumnya, tampak orang tersebut berwajah merah darah dengan
bulu penrdek berwarna hittam tumbuh padaq kedua tulang pripinya,
jenggot yang pendek seperti tombak membuat tampangnya
bertambah mengerikan.
1031
Ilmu silat yang dimiliki orang ini lihay sekali, dalam perkumpulan
Ban shia kau dia menempati kursi nomor lima.
Selanjutnya adalah Thamcu ruang Im hong, Thian jian tee ciat
(langit cacad bumi merekah) Si Hun sia, Thamcu dari ruang Thian
leng Mo pit siu (kakek berlengan iblis) Khong Yusiang) serta Thamcu
ruang Tee hun: Ta soat bu liang (menginjak salju tanpa bekas) Tam
Cun khi..
Sedangkan puluhan orang lainnya adalah para Hiangcu dari
perkumpulan Ban sia kau, Jian khi pang serta Thi kiong pang,
kepandaian silat yang mereka miliki pun rata-rata merupakan
jagoan kelas satu di dalamdunia persilatan.
Bila Ku See hong dengan kekuatan seorang diri ingin bertarung
melawan kawanan gembong iblis tersebut, pada hakekatnya sulit
sekali seperti mendaki kelangit saja. .
Diam-diam dia mengeluh dalam hati kecilnya setelah
menyaksikan betapa banyak nya kawanan musuh yang bermunculan
disitu, meski dalam hati kecilnya merasa amat terkejut, namun
paras mukanya tetap dingin kaku seperti es.
Setelah mendengus dingin, katanya dengan suara menghina:
"Cu Pok, gara-gara kau seorang, apakah kau sengaja
mendatangkan begini banyak begundalmu?"
Thi bok sinkiamCu Pok tertawa seram.
"Heeehhh... heeehhh... heeehhh... mana- mana! Terpaksa aku
harus berbuat demikian oleh karena Ku sute memang bikin orang
gemes sekali"
Sementara itu, ketua perkumpulan Thi kiong pang, si tombak
terbang berwajah besi Seng Ko piau telah berseru pula sambil
tertawa terbahak-bahak:
"Haaahhh...haaahhh...haaahhh... Ku See hong, terus terang saja
kami katakan, semua orang menaruh perasaan benci dan jeri
1032
kepadamu, oleh karenanya hari ini kami datang bersama-sama
untuk menghabisi dirimu"
"Hmmm, kalian semua adalah musuh besar dari aku orang she
Ku, bagus sekali, malam ini juga kita dapat menyelesaikan pula
persoalan diantara kita semua"
Secara diam-diam, Thi bok sin kiam Cu Pok harus mengagumi
juga akan kebesaran nyali Ku See hong. kendati pun sudah dikurung
oleh begitu banyak jago lihay, ternyata dia tidak memperlihatkan
rasa seram atau gugup, bahkan paras mukanya pun sama sekali
tidak berubah..
Tee hun thamcu, si Penginjak salju tanpa bekas Tham Hun khi
tertawa dingin.
"Heeehhh... heeehh...heeehhh... orang she Ku, kau tak usah
menghajar bengkak wajah sendiri mengaku sebagai si gemuk.
malam ini kau sudah berada dibayah kepungan begini banyak jago
lihay kami, janganlah berlagak seperti naga sakt i yang bersayap
lagi, sebab pada hakekatnya keadaanmu seakan-akan katak yang
sudah masuk dalam keranjang"
Dengan sinis dan nada menghina, kembali Ku See hong
mendengus ketus.
"Hm....hmm, kalian tak lebih hanya manusia-manusia rendah
yang tak tahu malu, lebih baik tak usah banyak berbicara lagi,
malam ini adalah malam sial bagi kalian semua, karena kamu semua
berani mencari gara-gara denganku"
Sin hwee than-cu si iblis Sakti berwajah merah Si Bu Long
tertawa keras pula dengan suaranya yang macam gembrengan
bobrok.
"Haaahhh... haaaahh... haaahhh- kalau didengar dari nada
pembicaraanmu, tampak nya kau si bajingan tengik memang
sombong nya bukan kepalang, sebentar aku orang she Si harus
mencoba lebih dulu akan kemampuanmu, aku ingin tahu sampai
1033
dimanakah kehebatan ilmu silat yang kau miliki sehingga begitu
berani bersikap latah kepada kami semua"
Sementara itu, Ku See hong telah menyadari betapa seriusnya
persoalan yang mereka hadapi, oleh sebab itu dia berusaha keras
untuk menenangkan hatinya, kemudian tertawa dingin.
"Heeeeehhh...heeeeehhh....heeehhh.. siapakah kau? Bila
kudengar dari nada pembicaraanmu itu, mungkin kau termasuk
seorang manusia yang punya nama dan kedudukan, baiklah, aku
orang she Ku pasti akan melayani keinginanmu itu"
"Ku sute!' Thi bok sin kiam Cu Pok segera berkata. "kau tak usah
berbicara sombong lagi, dia adalah Sin hwee thamcu dari
perkumpulan kami, hari ini sengaja kubawa untuk melayani
kebinalanmu itu. Tapi sebelum segala sesuatunya berlangsung, lebih
dahulu aku hendak mengajakmu untuk berunding secara baik-baik,
apa lagi mengingat kita berdua masih mempunyai hubungan
perguruan.'
"Sekarang, asal kau bersedia untuk mempersembahkan pedang
Ang soat kiam yang tergantung dipunggungmu serta bait lagu
Dendam sejagad, maka kami tak akan menyusahkan dirimu lagi,
sebagai orang pintar tentunya kau sudah dapat melihat dengan jelas
keadaan disekeliling tempat ini bukan? Dan aku pikir tak usah
banyak pembicaraan lagi..?'
Begitupun lebih baik lagi, maka orang she Ku juga secara ringkas
ingin mengucapkan sepatah kata, bila kalian merasa punya
kepandaian silat yang hebat, silahkan saja untuk mengambil sendiri
kedua macambenda tersebut"
Ketua Jian khi pang, si pedang lblis Toan Ghi kong tertawa
seram.
''Heeehhh...heeehhh...heeehhh. apakah kau lupa kalau dirimu itu
cuma seorang diri? apakah kau yakin bisa menghadapi kami semua?
Ketahuilah, orang-orang tersebut tak akan bersikap sungkan
terhadap dirimu"
1034
Ku See hong tahu kalau ini penuh dengan kemunafikan, kelicikan
serta kebusukan.
Sudah pasti kawanan manusia laknat tersebut tak akan mengajak
dirinya untuk berbicara keadilan dan kebenaran dari dunia
persilatan.
Perasaan hatinya sekarang benar-benar bergolak keras, namun
paras mukanya sama sekali tak berubah, malahan sambil tertawa
nyaring dia berkata dengan santai:
"Cara istimewa kalian ini sudah pernah dilakukan satu kali ketika
berlangsungnya pertarungan dibukit Soat san tempo hari, tapi
kenyataannya toh cuma begitu-begitu saja dan tiada sesuatu yang
luar biasa, aku seorang she Ku sudah banyak mendengar dan
banyak melihat akan perbuatan kalian tersebut"
Tentu saja yang dimaksudkan oleh Ku See hong adalah
pengerubutan oleh kawanan jago dari dunia persilatan atas diri Bun
ji koan su Him Ci seng dibukit Soat san tempo hari.
Diam-diam para jago lihay yang pernah mengikuti pertarungan di
bukit Soat san tempo hari merasa amat terperanjat, mereka tak bisa
menduga apa sebabnya Ku See hong bisa memiliki keberanian yang
begitu luar bibasa? Mungkinkahd dia memiliki kaepandalan luar
bbiasa yang bisa dipakai untuk menghadapi kerubutan mereka...?
Thian jian tee ciat Hun sia tertawa seram, lalu berseru:
"Orang she Ku, malam ini meskipun kau memiliki kepandaian silat
yang maha dahsyat pun, jangan harap bisa meninggalkan tempat ini
dalam keadaan selamat.
Ku See- hong tertawa lebar.
"Kalau memang begitu, mengapa tidak kita buktikan saja dengan
kekuatan tantangnya.
Thi bok sin kiam Cu Pok, turut tertawa pula,
”Ku sute, orang bilang, seorang Enghiong harus tahu keadaan,
tapi sekarang kau begitu tak tahu diri, berbicara dari kepandaian
1035
silat yang kau milikt, cukup ke empat orang Thamcu ku pun belum
tentu bisa kau hadapi, lebih baik pentangkan dulu matamu lebarlebar,
daripada kita harus menggunakan kekerasan'
Kembali Ku See hong tertawa dingin.
"Cu Pok, tahukah kau bahwa seorang enghiong memiliki
semangat pantang menyerah dan keberanian untuk menghadapi
maut?”
"Aku orang she Ku tob belum tentu akan terkurung oleh kalian
semua atau mati terbunuh ditangan kalian, sekarang apa salahnya
kalau kalian utus saja ke empat orang thamcu yang diandalkan itu
unjuk kekuatan.."
Maksud Ku See hong dengan ucapannya tersebut adalah ingin
memancing kemarahan dari ke empat thamcu tersebut sehingga
mereka terjun ke arena pertarungan dan menghadapinya bersama.
Bila hal tersebut sampai terjadi, maka dengan mengandalkan
kepandaian silatnya yang maha dahsyat, akan dibunuhnya beberapa
orang itu lebih dulu, setelah beberapa orang itu mampus, niscaya
keberanian mereka pun akan menjadi luntur pula.
Thi bok sin kiam Cu Pok tertawa licik,
"Heeeeehhh... heeeehhh... heeeehhh... Ku sute, apakah kau
hendak keras kepala mempertahankan pendapatmu itu? Apakah kau
hendak memaksa kami untuk menundukkan kau dengan
menggunakan kekerasan?"
"Tepat sekali! Ucapanmu itu memang tepat!"
Sin hwe thamcu si iblis sakti berwajah merah Si Bu bong tak
sanggup mempertahankan diri lagi, dengan suara dalam dia segera
membentak keras:
”Pimpinan Cu, ijinkanlah kepadaku untuk memberi pelajaran lebih
dulu kepada bajingan cilik ini`
"Su thamcu, kalian boleh bersama-sama membekuk bajingan
keparat ini!" perintah Thi bok sin kiamCu Pok dengan cepat.
1036
Dengan nada menghina Ku See hong tertawa dingin.
"Sin hwee thamcu, kalau dilihat dari tampang mu tadi, waduh sok
nya bukan kepalang, lagaknya saja seakan-akan hendak
mengajakku untuk berduel satu lawan satu, mengapa kau main
kerubut sekarang ? Huuuh.. kalau berbicara tolong yang lebih
jelasan sedikit, sesungguhnya kau ingin mengajak ke tiga orang
rekanmu agar bisa mampus bersama?"
Sin hwee thamcu si Iblis sakti berwajah merah Si Bu bong
merupakan seorang jago lihay yang kepandaian silatnya cuma
setingkat dibawah Cu Pok serta ketua Jian khi pang dan Thi kiong
pang, kecuali dengan mereka bertiga, dialah berilmu paling tinggi.
Pada dasarnya dia memang seorang manusia sombong yang
terlampau mengung-gul kan kepandaian sendiri, dia sudah terbiasa
berlagak jumawa dan ingin mencari menangnya sendiri.
Bayangkan saja, bagaimana mungkin dia bisa menerima ejekan
dari Ku See hong tersebut?
Diiringi suara bentakan yang menggeledek, dia segera
membentak keras.
"Bocah keparat, aku orang she Si akan menghajarmu sampai
merangkak ditanah!" Ditengah bentakan keras, tubuh si Iblis sakt i
berwajah merah Si Bu hong yang tinggi besar itu menerjang maju
seperti hembusan angin puyuh, sepasang telapak tangannya diayun
kan ke depan dan segulung tenaga pukulan yang maha dahsyat
bagaikan sambaran geledek cepatnya langsung menerjang tubuh Ku
See hong.
Si anak muda itu tertawa dingin, mendadak dia berkelebat ke
samping dengan suatu gerakan aneh, bukan saja berhasil
meloloskan diri dari lingkaran hawa pukulan lawan, sebaliknya dia
justru berhasil menyelinap ke sisi kanan lawannya.
Waktu itu, hawa membunuh sudah menyelimuti seluruh benak
Ku See hong, dia tahu kalau dirinya sedang berada dikeru-butan
banyak jago lihay, dalam posisi seperti ini tak mungkin lagi baginya
1037
untuk bersi-tegang atau tarik urat dengan mereka. Tindakan satusatunya
yang paling tepat adalah turun tangan keji serta
membinasa kan mereka semua satu persatu.
Tampak dia menyelinap ke sisi sebelah kiri dari si Iblis sakti
berwajah merah, kemudian sambil membentak keras telapak tangan
kanannya diayunkan ke muka, dan secepat kilat menotok lima buah
jalan darah penting ditubuh si iblis sakti berwajah merah tersebut,
yakni jalan darah Yang wang hiat, Hi han hiat, Wi cong hiat, pit bun
hiat serta Ki si hiat.
Sementara telapak tangan kirinya dengan ke lima jari tangan
dipentangkan, segera menyentil bersama ke muka ...
'Sreeet! Sreet! Sreeet!" Ditengah desingan angin tajam yang
menderu-deru, lima gulung angin serangan yang tajam bagaikan
pisau langsung menyerang bagian tubuh yang mematikan diatas
badan lawan.
Bukan saja gerak serangannya dilakukan dengan jurus serangan
yang dahsyat, kecepatannya pun luar biasa, serangan tangan kiri
dan tangan kanannya dilancarkan seolah-olah pada saat yang
bersamaan..
Iblis sakti berwajah merah Si Bu hong adalah seorang yang
berhati keji, begitu serangannya yang pertama mengenai sasaran
kosong, secara beruntun sepasang telapak tangannya diayunkan
bersama ke depan, sementara kakinya juga secepat kilat bergeser
ke samping, secara tepat sekali dia berhasil meloloskan diri dari
sambaran Ku See hong tersebut.
Tidak sempat Ku See hong berganti gerakan untuk melancarkan
serangan berikutnya, dia sudah membentak keras, sepasang telapak
tangannya diayunkan bersama-sama dan secara beruntun
melepaskan tiga buah serangan berantai ke tubuh Ku See hong.
Didalam ketiga buah serangan ini, hampir semuanya digunakan
jurus serangan yang maha dahsyat, bahkan setiap gerakanbnya
dilepaskan dmelalui suatu saudut posisi yanbg sangat aneh.
1038
Angin serangan yang dahsyat dan men-deru-deru, langsung
menyapu ke depan.
Paras muka Ku See hong berubah hebat setelah menyaksikan
kedahsyatan itu, diam-diamdia berpikir:
"Tenaga dalam yang dimiliki bajingan ini sungguh luar biasa, aku
tak boleh memandang enteng kepadanya"
Dia tak berani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
melancarkan serangan ba-lasan, lagipula waktu itu memang tiada
kesempatan baginya untuk dimanfaatkan, dalam keadaan demikian
terpaksa dia harus melayang mundur ke belakang.
Dengan sombongnya Iblis sakti berwajah merah Si Bu hong
tertawa seram:
"Haaahhh... haaahhh... haaahhh.. bocah keparat, rupanya kau
cuma si tombak yang terbuat dari lilin. kemampuan hebatmu kau
sembunyikan dimana? Dalam jurus serangan mendatang aku akan
menyuruhmu mundur sejauh lima langkah..!"
Ditengah seruan mana, telapak tangan kiri Si Bu hong sudah
diayunkan ke depan secepat sambaran petir, beribu-ribu ba-yangan
telapak tangan segera diciptakan di tengah udara dan segulung
demi segulung meluncur bersama ke depan.
Serangan tersebut dilancarkan dengan kekuatan yang luar biasa,
jurus serangannya pun sangat hebat, ditengah udara segera tercipta
beribu bayangan telapak tangan yang seakan-akan sedang
melakukan ancaman bersama.
Selapis hawa pukulan maha dahsyat seperti amukan angin puyuh
saja langsung menghantam ke tubuh lawan.
Mencorong sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik mata
Ku See hong, mendadak ia mendongakkan kepalanya dan berpekik
panjang dengan suara yang menggidikkan hati.
1039
Setelah itu dengan mengeluarkan jurus ke tiga dari gerakan Ho
han seng huan, yakni jurus Tee jian hun gi dia lepaskan sebuah
ancaman maut ke muka.
Tampak si anak muda itu bukannya mundur sebaliknya malah
mendesak maju ke depan, disambutnya angin pukulan yangb
meluncur datandg dari depan itau dengan keras blawan keras,
kemudian ketika angin serangan mana sudah berada tiga inci saja
dari tubuhnya, tiba-tiba sepasang lengan nya digerakkan
menciptakan suatu gerakan yang sangat aneh...
"Blaaaam! Blaaammmm"
Angin serangan yang dilancarkan oleh Iblis sakti berwajah merah
itu bersarang telak ditubuh Ku See hong, namun kedahsyatan nya
justru kena dipunahkan oleh hawa sakti Kan kun mi siu khikang
yang terpancar keluar dari tubuhnya itu .... Menyusul kemudian
tampak serentetan cahaya putih bersih yang menyilaukan mata
mendadak meluncur ke depan dan menerjang bagian mematikan
bawah tubuh Iblis sakti berwajah merah tersebut... Thi bok sin kiam
Cu Pok yang menyaksikan kejadian tersebut segera berteriak kaget.
'Sin hwee thamcu, cepat mundur!.'
Tapi waktu sudah terlambat, sebab Ku See hong tahu bahwa
semua jago yang hadir di arena sekarang rata-rata mengetahui
tentang keampuhan dari jurus serangan Ho han seng huannya itu,
dia kuatir bila serangan mana dikeluarkan dan orang lain
mengetahuinya sehingga menyerbu ber sama, niscaya usahanya
untuk membinasakan si lblis sakti berwajah merah akan menemui
kegagalan.
Itulah sebabnya dengan menyerempet bahaya bisa terhajar oleh
serangan lawan yang dahsyat, dia menunggu sampai serangan
musuh tinggal t iga depa dari tubuh nya ancaman maut tersebut
baru dilancar kan secara tiba-tiba.'
"Sreet! Sreet!" desingan angin tajam yang memekikkan telinga
segera berkumandang memecahkan keheningan ......
1040
Menyusul kemudian, serentetan jeritan ngeri yang memilukan
hati bergema memenuhi seluruh angkasa.
Jalan darah Thian ki hiat dibawah jalan darah Khi hay hiat
dibawah lambung iblis sakti berwajah merah Si Bu hong tahu-tahu
sudah muncul sebuah lubang besar tertem-bus oleh sambaran
cahaya putih tersebut, darah segar segera keluar menyembur keluar
seperti semburan darah segar memaksa tubuh Si Bu hong mundur
sejauh empat lima langkah.
Kemudian "Bluuurkkkk!" tubuhnyat yang tinggi beqsar itu roboh
trerjengkang ke atas tanah dan tewas seketika itu juga.
Selama ini, Iblis sakti berwajah merah Si Bu hong terhitung
jagoan kelas satu di dalam dunia persilatan, sungguh tak disangka
dia tak tahan juga menghadapi serangan Hoo han seng huan yang
maha dahsyat tersebut.
Dari sini dapat diketahui sampai dimanakah dahsyatnya serta
mengerikannya jurus serangan tersebut.
Tindakan Ku See hong Yang membinasa kan Iblis sakti berwajah
merah dengan jurus ketiga dari gerakan Ho han seng huan tersebut
boleh dibilang dilakukan dalam waktu singkat, sedemikian
mendadaknya sehingga para jago yang berada di sekitar arena
sama sekali tak sempat untuk memberikan pertolongannya ....
Begitu berhasil membunuh iblis sakti berwajah merah, sekali lagi
Ku See hong mempedengarkan suara pekikan anehnya yang
memekikkan telinga....
Suara pekikan tersebut amat keras mengu-mandang dan
mendirikan bulu roma orang..
Ditengah pekikan inilah, tubuh Ku See hong melejit ke tengah
udara dan seperti burung raksasa yang terbang diangkasa, dia
berputar satu lingkaran lalu menerjang ke depan.
Pada saat yang bersamaan pula, pedang mustika Hu thian
sengkiam diloloskan dari sarungnya kemudian serentetan cahaya
1041
pedang seperti bianglala yang menyilaukan mata meluncur kedepan
dan menyambar belasan orang hiangcu diluar arena tersebut.
Semua orang hanya merasakan pandangan matanya menjadi
kabur, empat orang hiangcu yang berdiri paling dekat dengan arena
tahu-tahu sudah terkapar mati tanpa mengeluarkan sedikit
suarapun, semburan darah segar menyembur kemana-mana dan
membasahi seluruh badan orang-orang yang berdiri disekitar situ.
Ku See hong cukup menyadari betapa berbahayanya posisi
dirinya saat ini, dia bertekad untuk turun tangan lebih dahulu guna
melenyapkan sebagian dari musuh-musuhnya sehingga dapat
mengurangi kekuatan yang bakal menekan dirinya nanti.
Itulah sebabnya setelah berhasil membina-sa kan Iblis sakti
berwajah merah tadi, dia segera mengeluarkan jurus pertama dari
ilmu pedang Cang ciong ciat mia dari Si hong lo jin yang disebut Hui
hong cha ki hiat seng wi.
Betul kawanan hiangcu dari Ban sia kau, Jian khi pang dan Thi
kiong pang tersebut terhitung jago-jago kelas satu didalam dunia
persilatan, namun bagaimana mungkin mereka bisa tahan
menghadapi jurus pedang maha dahsyat yang diwariskan Si hong lo
jin sejak tiga ratus tahun berselang itu?'. Tampak Ku See hong
melayang ditengah udara dengan gaya naga sakti melingkar
kemudian pedangnya digetarkan sambil di putar kencang, gerak
serangan pedangnya segera melesat diudara dan memancarkan
cahaya tajamyang menyilaukan mata.
Dua jeritan ngeri yang memilukan hati kembali berkumandang
memecahkan kehe-ningan, ditengah percikan darah segar kembali
ada dua orang yang mampus sebagai setan tanpa kepala.
Sementara itu, Ku See hong yang kehabisan tenaga telah
melayang kembali ke atas tanah, tapi ia sama sekali t idak berhenti,
pedangnya kembali digetarkan menciptakan serentetan cahaya
tajamyang menggulung seperti amukan ombak ditengah samudra.
Angin serangan tersebut dengan dahsyat nya pula menyambar ke
tubuh kawanan Hiangcu tersebut dengan kecepatan yang luar biasa.
1042
Sementara itu, kawanan Hiangcu yang berada disekitar sana
telah bersama-sama meloloskan senjata masing-masing, ditengah
jeritan kaget yang keras, busur baja pedang panjang maupun angin
pukulan bersama-sama diayunkan ke depan menyongsong
datangnya serbuan dari si anak muda tersebut.
Sekali lagi Ku See hong tertawa seram..
Kali ini pedang mestika Hu thian seng kiamnya diputar dan
digetarkan menciptakan serentetan cahaya bianglala yang menyilau
kan mata ....
"Trrringg ! Trrringg! Traaang! Traaang!" serentetan bunyi
dentingan nyaring bergema memecahkan keheningan.
Kembali Ku See hong melancarkan sebuah bacokan maut ke arah
depan...
Kali ini berkumandang dua kali jeritan ngeri yang menyayatkan
hati, lagi-lagi ada dua lembar jiwa manusia yang melayang
meninggablkan raganya.
Serentetan tindakan dari Ku See hong dalam usahanya
membunuh delapan orang Hiangcu ini, boleh dibilang dilakukan
dalam sekejap mata saja...
Tindakan dahsyat yang menggetarkan sukma ini kontan saja
menimbulkan kehebohan bagi para Hiangcu sisanya yang telah
kehilangan senjata tajam mereka karena terpapas kutung senjata
mestika lawan tadi, tak bisa dicegah lagi mereka semua pada
membubarkan diri dan mengundurkan diri dari situ dengan
ketakutan.
Dalam pada itu, Ku See hong telah di pengaruhi oleh hawa
pembunuhan yang menggidikkan hati, ditambah lagi kawanan
manusia tersebut merupakan musuh-musuh besar yang harus
dibunuh, dia lebih-lebih tidak mengenal ampun.
Bagaikan raja akhirat yang baru muncul dari dalam neraka saja,
pedangnya diayunkan kian kemari melancarkan serangkaian
serangan dahsyat untuk membantai kedua hiangcu tersebut.
1043
Mendadak, pada saat inilah ....
Thi bok sin kiam Cu Pok dan ketua Jian khi pang si Pedang Iblis
Toan Gi cong secara diam-diam menyelinap datang dari arah
belakang, kemudian melancarkan sergapan secara tiba-tiba.
Segulung cahaya pedang berwarna hitam, dan segulung cahaya
pedang berwarna putih, bagaikan sambaran bintang ditengah udara,
satu dari kiri yang lain dari kanan langsung menusuk ke punggung
Ku See hong dari arah belakang.
Kecepatan serangannya itu benar-benar lihainya bukan kepalang.
Begitu merasakan datangnya hawa pedang yang menyergapnya
dari arah belakang, buru-buru Ku See hong melejit ke samping
dengan ilmu gerakan tubuh Mi khi biau tiong sin hoat untuk
meloloskan diri.
''Sreeet..!" desingan angin tajam bergema membelah angkasa.
Ku See hong mendengus tertahan, tahu-tahu bahu kirinya sudah
tersambar oleh pedang kayu besi milik Thi bok sin kiam Cu Pok
sehingga terluka, darah segar dengan cepat menyembur keluar dan
membasahi seluruh tubuhnya.
Akan tetapi disaat Ku See hong melejit ke samping inilah, pedang
Hu thian seng kiam nya dengan disertai hawa pedang yang
menggulung-gulung diiringi suara desingan angin tajam
menggulung ke tubuh kawanan Hiangcu tersebbut.
ooo0dw0ooo
BAB 48
SISA enam orang hiangcu yang masih hidup sama sekali tidak
menyangka kalau Ku See hong begitu bernapsu untuk membinasa
kan mereka, sebelum orang-orang itu mengetahui apa yang terjadi,
kembali terdengar dua jeritan ngeri yang memilukan hati
berkumandang memecahkan keheningan
1044
Menyusul kemudian kembali ada dua orang hiangcu yang
terkapar diatas tanah:
Kejadian ini kontan saja mengejutkan empat orang Hiangcu
lainnya, mereka menjadi amat ketakutan serasa sukma melayang
meninggalkaa raganya saja.
Berada dalam keadaan demikian mereka tak berani melakukan
perlawanah lagi, di iringi bentakan nyaring, mereka bersama-sama
menyebarkan diri untuk mencari selamat.
Waktu itu seluruh tubuh Ku See hong sudah basah oleh darah,
seperti seekor binatang buas yang sedang gila saja, dia membentak
amat keras.
Pedang mestika Hu thian seng kiam kembali meluncur ke
angkasa menciptakan selapis cahaya bianglala, hawa pedang yang
tajam menyapu rata kearah depan, lalu terdengarlah serentetan
jeritan ngeri yang memilukan hari bergema memecahkam
keheningan.
Suara jeritan yang menusuk pendengaran dan mendirikan bulu
roma itu segera mengalun diseluruh angkasa.
Empat belas orang hiangcu dari Ban Sia kau, Jian ki pang serta
Thi kiong pang telah tewas semua secara mengenaskan diujung
pedang Ku See hong, mereka tewas kalau bukan dengan lengan
kutung tentu kaki mereka terpapas, darah berbahu amis tersebar
dimana-mana dan menyiarkan bau yang amat memualkan.
Pemandangan waktu itu benar-benar mengerikan sekali.
Di saat Ku See hong telah berhasil membinasakan Hiangcu yang
terakhir, Thi bok sin kiam Cu Pok, si pedang iblis Toan Gi cong, si
tombak terbang berwajah besi Song Ko piau, Thian jian te-jiat Si
Hun sia, si kakek berlengan iblis Khong Yu siang dan si penginjak
salju tanpa bekas Tham Hun khi, enam orang jago lihay dari dunia
persilatan bersama-sama melancarkan serangan dahsyat ke tubuh
Ku See hong.
1045
Jurus pedang, tenaga pukulan, bayangan kaki, seperti badai
dahsyat yang menyapu seluruh jagad. Bersama-rsama ditujukan
tkebagian yang mqematikan dituburh Ku See hong. .
Mendadak berkumandarg suara pekikan panjang yang menusuk
pendengaran bergema diangkasa...
Tiba-tiba saja Ku See hong melejit ke tengah udara dan berputar
tiga lingkaran di tengah angkasa, lalu bagaikan naga sakti yang
menembusi langit tingkat sembilan, pedang mestika Hu thian seng
kiam ditangannya seperti bianglala panjang segera menusuk
kedepan secepat sambaran petir, bagaikan bendungan yang ambrol
saja, serentak ancaman itu menggulung batok kepala orang jagoan
tersebut.
Jurus serangan ini benar-benar merupa kan suatu ancaman yang
amat mengerikan hati.
Keenam orang jago lihay itu membentak bersama, serentak
mereka membuyarkan serangan sambil melompat mundur ke
belakang.
Gerakan tubuh Ku See hong yang sedang berputar-putar di
angkasa pun lambat laun bertambah lambat, tampaknya dia akan
segera melayang turun keatas tanah.
Mendadak tebuhnya melengkung kemudian melejit, cahaya
pedangnya diputar kencang, hawa pedang menderu-deru dan
membiaskan serentetan cahaya tajam yang menyilaukan mata,
secepat sambaran kilat meluncur ke arah Jian khi pangcu si pedang
iblis Toan Gi cong serta Thi kiong pangcu si tombak terbang
berwajah besi Seng Ko piau.
Gerak serangan pedang ini benar-benar ibaratnya bayangan
setan yang menyambar-nyambar.
Inilah jurus ketiga dari ilmu pedang Cang ciong ciat mia kiam
yang disebut Keng biau keng tee pai kut hui (angin puyuh menyapu
tanah, tulang hancur tubuh menjadi cacad).
1046
Si pedang iblis Toan Gi cong dan si tombak terbang berwajah
baja Seng Ko piau merasa kan ada segulung hawa dingin yang
menyayat badan menggulung tiba dengan kecepatan luar biasa.
Kedua orang itu menjadi amat terkesiap, buru-buru Toan Gi cong
menggerakkan pedangnya memainkan sebuah gerak serangan yang
khusus dipakai untuk menggetarkan pedang lawan, maksudnya dia
hendak mengandalkan hawa pedang untuk mementalkan serangan
tersebut.
Sebaliknya si tombak terbang berwajah baja Seng Ko piau
menggunakan senjata busur bajanya memainkan suatu pertahanan
yang kuat dan rapat untuk melindungi diri dari ancaman lawan.
Tapi kenyataan berbicara lain, mendadak terdengar dua kali
suara dentingan nyaring.. "Criiing! Criiinggg!" dua kali dentingan
nyaring bergema memecahkan keheningan.
Tahu-tahu senjata tajam yang dipergunakan kedua orang itu
sudah terpapas kutung oleh ayunan pedang Hu thian seng kiam
yang sangat tajamitu.
Ku See hong dengan gerak serangan yang sama sekali tak
berubah segera memapaskan pedangnya keatas batok kepala kedua
orang itu, ancaman mana segera mengejutkan hati mereka hingga
sukma serasa melayang meninggalkan raganya.
Tampaknya ketua dari Thi kiong pang dan Jian khi pang segera
akan terluka diujung pedang Hu thian seng kiam tersebut.
Tapi disaat yang kritis itulah, Thian jian tee ciat Si Hun sia yang
berada di samping arena bersama-sama si Penginjak salju tanpa
bekas Tham Hun khi dan si kakek berlengan iblis Khong Yu siang
telah mengayunkan senjata tajamnya sambil menerjang datang.
Dalam posisi demikian, andaikata Ku See hong melanjutkan
serangannya untuk melukai kedua orang itu. dia sendiripun pasti
akan terluka juga, bahkan ancaman itupun merupakan suatu
ancaman yang bisa merenggut selembar jiwanya.
1047
Terpaksa dia harus membuyarkan jurus serangan dan sambil
melompat mundur ke belakang, tubuhnya mengigos ke samping
dengan suatu gerakan yang sangat aneh.
Disaat ujung kakinya baru menyentuh permukaan tanah itulah.
Kembali terdengar suara tertawa dingin yang memekikkan telinga
bergema tiba di sisi kiri Ku See hong..
Pedang kayu besi dari Thi bok sin kiam Cu Pok secepat kilat telah
menusuk ke arah pinggangnya dari arah belakang, bersamaan
juga.. 'Weees telapak tangan kiri Cu Pok dengan disertai desingan
angin pukulan yang maha dahsyat menghantam ke iga sebelah
kirinya.
Sergapan yang dilakukan tersebut selain berkekuatan dahsyat,
juga membawa suatu ancaman yang berbahaya.
Ku See hong memang hebat, sambil membentak keras dia
mengerahkan tenaga dalamnya sambil melepaskan sebuah pukulan
dengan tangan kirinya, kemudian tubuhnya berkelit ke samping
dengan kecepatan seperti bayangan setan.
Thi bok sin kiam Cu Pok boleh di bilang merupakan seorang
manusia yang licik dan berbahaya.
Sesungguhnya sergapan yang dilakukan olehnya itu hanya
merupakan suara serangan tipuan belaka, disaat Ku See hong
mengayunkan telapak tangan kirinya sambil berkelit ke samping
itulah ....
Waktu itu dia telah membuyarkan serangannya sambil mundur
kebelakang, dia memang bermaksud untuk menantikan serangan
selanjutnya dari Ku See hong, Waktu itu, pedang kayu besinya
sudah di pindahkan ke tangan kiri, sedangkan telapak tangan
kanannya dengan suatu gerakan yang cepat bagaikan sambaran
kilat menghajar ke punggung Ku See hong.
Thi bok sin kiam Cu Pok mengetahui kalau Ku See hong memiliki
hawa sakti Kan kun mi siu khikang yang tidak takut menghadapi
serangan musuh yang bagaimana pun hebatnya, oleh sebab itu
1048
serangan yang dilancarkan olehnya sama sekali tidak menimbulkan
sedikit suarapun.
Serangan berat semacam ini merupakan suatu serangan yang
berbahaya sekali, sebab tatkala ancaman dilakukan pada
hakekatnya tidak menimbulkan sedikit suara pun, tapi setelah
menyentuh pada tubuh sang korban, kekuatannya baru terpancar
keluar.
Ancaman semacam ini pada hakekatnya merupakan suatu
ancaman yang dahsyat, dan amat berbahaya,
Tatkala Ku See hong menghindar ke samping tadi, dia sama
sekali tidak menyang-ka kalau Cu Pok sudah menanti di belakang
tubuhnya, menanti dia merasakan adanya sesuatu yang aneh
dibelakang tubuhnya, telapak tangan kanan Cu Pok telah berada
satu inci saja dibelakang punggungnya.
Dalam terkejutnya, mendadak dia berjongkok sambil
menjatuhkan diri kemuka.
Dengusan tertahan segera bergema memecah kan keheningan.
Bahu kiri Ku See hong yang terluka bekas bacokan tadi telah
tersapu oleh hantaman Cu Pok, kontan saja Ku See hong muntah
darah, dia mundur sejauh tujuh delapan langkah dengan
sempoyongan.
Dalam pada itu, Thian jian tee jiat, Si penginjak salju tanpa
bekas, si Kakek berlengan iblis serta si pedang iblis dan si tombak
terbang berwajah besi telah mengambil sebilah pedang dan busur
besi dari tangan mayat mayat Hiangcu itu, kemudian bersama-sama
mengerubut kedepan.
Ku See hong membentak nyaring:
"Siapa yang berani maju lagi!"
Rupanya dia telah menggunakan sebuah jurus pertahanan dari
ilmu pedang Cang ciong-ciat mi kiamuntuk mempertahan diri.
1049
Dengan menghunus pedang Hu thian seng kiamnya melintang
didepan dada dan tubuh berdiri ke arah samping, telapak tangan
kirinya diayunkan ke muka dengan suatu gerakan yang aneh sekali,
dibalik serangan yang aneh inilah sesungguhnya mengandung hawa
pembunuhan yang luar biasa sekali.
Enam orang yang berada diarena sekarang merupakan gembonggembong
iblis yang luar biasa, mereka semua tentu saja
mengetahui akan kelihayan jurus pedang yang dilakukan Ku See
hong sekarang, karena itu untuk sementara waktu mereka tak
berani maju menyerang secara gegabah, melainkan hanya
mengurung Ku See hong ditengah arena saja.
Sambil mencibirkan bibirnya dan memper-dengarkan suara
tertawa dingin yang menyeramkam Thi bok sin kiam Cu Pok
berseru.
"Ku sute, sekarang kita sudah ibaratnya binatang buas yang
masuk perangkap, lebih baik letakkan senjata saja, daripada harus
mengorbankan selembar jiwamu dengan percuma"
Ku See hong tertayya seram.
'Haaaahhh... haaahh.. haaahhh . Cu Pok bila kau tidak takut,
silahkan saja untuk melancarkan serangan lebih dahulu!'
'Ku See hong" si pedang iblis Toan Gi cong berseru pula dengan
suara dingin, "caramu amat keji, kendatipun malam ini kau letak kan
senjata, aku masih tetap akan membuat perhitungan berdarah
dengan mu..."
Ku See hong mendengus dingin, katanya kemudian dengan suara
yang menyeramkan.
"Jangan berbicara sesumbar dulu, sebentar lagi bahkan kalian
berenampun akan mampus semua diujung tanganku"
"Hmmm... aku kuatir apa yang kau ingin kan tak bisa terpenuhi
dengan begitu saja!" jengek Thi bok sin kiam Cu Pok sambil tertawa
dingin, "sekarang, tentunya kau pun merasa amat tersiksa dalam
tubuhmu bukan?"
1050
Bahu kiri Ku See hong telah tertusuk dan terhajar oleh serangan
Cu Pok, sesungguh nya luka yang dideritanya amat parah,
kendatipun tenaga dalam yang dimilikinya cukup sempurna
sehingga tak sampai tewas seketika, namun mulut lukanya terasa
panas dan amat sakit sekali...
Telapak tangan kirinya yang terangkat di tengah udara sekarang
pun agak gemetar menahan sakit, dari sinilah Cu Pok berhasil
menemukan keadaan tersebut.
Diam-diam Ku See hong menggigit bibir menahan rasa sakit yang
luar biasa, dengan cepat dia berpikir:
"Bila aku terkurung begini terus disini, pada akhirnya aku pasti
akan tewas juga disini, lebih baik aku mencari akal lain untuk
meloloskan diri saja dari tempat ini, sedangkan dendam sakit hati
pada malam ini biar dikemudian hari saja baru kutuntut balas, asal
gunung masih menghijau, mengapa aku harus kuatir tak
memperoleh kayu bakar..."
Belum habis dia berpikir, Thi bok sin kiam Cu Pok telah berkata
sambil tertawa seram.
"Ku Sute, bila kau tak mau menyerahkan bait lagu Dendam
sejagad kepadaku, setelah berhasil kutangkap nanti, jangan
salahkan bila kupaksa kau dengan siksaan keji.
'Kau harus tahu bahwa beberapa orang yang hadir di arena
sekarang adalah manusia-manusia yang membedakan antara budi
dan dendam secara jelas, kini kau sudah terikat hubungan dendam
sakit hati sedalam lautan dengan kami, ibaratnya api bertemu
dengan air, siksaan yang bagaimana pun kejinya masih bisa kami
gunakan untuk menghadapimu, mengerti. ..?''
"Huuuh, kepandaian seberapa besar sih yang kalian miliki
sehingga begitu berani menangkap aku? Tak usah ngebacot yang
bukan-bukan?' jengek Ku See hong sinis.
1051
Mendadak mencorong sinar mata yang amat buas dari balik mata
si Pedang sakti kayu besi Cu Pok, bentaknya dengan penuh
kebencian:
'Ayo semuanya maju bersama, dia tak akan mampu menahan
serangan gabungan dari kita berenam!"
Ditengah bentakan tersebut, Cu Pok melancarkan serangan
paling dulu, dengan suatu gerakan yang sangat aneh, pedang kayu
besinya diayunkan ke muka melepas kan sebuah serangan dahsyat
yang langsung menyodok ke dada Ku See hong.
Si anak muda itu mendengus dingin, tubuhnya melejit dan
pedang mestika Hu thian seng kiamnya dengan cepat digetarkan
keras, bertitik-titik cahaya bintang tiba-tiba saja memancar ke
empat penjuru dan mengancam jalan darah Thian hun jiat, Pek kut
hiat, jian ji hiat dan Pit hok hiat empat buah jalan darah penting
dibahu kanan Cu Pok..
Gerak serangan pedang yang sangat aneh, menyerang bagaikan
sambaran petir, dalam sekali gebrakan saja empat buah jalan darah
penting sudah diancam.. kedahsyatannya benar-benar mengerikan
hati.
Sesungguhnya tutukan pedang dari Thi bok sin kiam Cu Pok tadi
hanya bersifat memancing saja, karena dia tak tahu kalau dibalik
gerak pertahanan dari Ku See hong itu sebenarnya terkandung
suatu jurus serangan yang begitu lihaynya.
Ia lebih-lebih tak menyangka, kalau di balik gerakan pedangnya
itu terdapat pula gerakan yang begitu aneh dan sakti.
Didalam terkesiapnya, diam-diam ia menghimpun tenaganya
untuk melindungi badan, kemudian diantara berkilauannya cahaya
hitam, secara bderuntun dia lepaskan tiga buah bacokan berantai.
Tiga buah serangan yang dilancarkan secara beruntun itu
mempunyai kekuatan maha dahsyat, seluruh angkasa segera
dipenuhi oleh hawa pedang yang luar biasa, jurus serangan yang
keji dan dahsyat betul-betul mengerikan hati.
1052
’Criing... Criiiing!' suara dentingan bergema memecahkan
keheningan.
'Pedang sakti kayu besi dari Cu pok telah bersentuhan beberapa
kali dengan pedang mestika Hu thian seng kiam tersebut dan
mematahkan serangan pembunuhannya itu.
Begitu berhasil mendesak Ku See hong dengan jurus
serangannya, Cu Pok segera mengembangkan serangkaian
serangan yang gencar.
Pedang Thi bok sin kiam itu diputar sedemikian rupa
menciptakan lingkaran cahaya hitam yang terbang ke atas dan ke
bawah seperti naga sakti yang sedang me-nari-nari, hawa serangan
yang menggulung segera mendesak Ku See hong mundur dua
langkah secara beruntun.
Dalam pada itu, pedang yang berada di tangan si pedang Iblis
Toan Gi cong telah berputar kencang menciptakan selapis cahaya
perak yang berkelebat lewat disertai selapis desingan angin yang
menderu-deru, serangan tersebut langsung mengancam bagian
mematikan ditubuh Ku See hong.
Di ikuti kemudian Thi Kiong pangcu si Tombak terbang berwajah
baja seng ko piau melancarkan serangan pula dengan busur
bajanya yang disertai suara desingan aneh.
Si penginjak salju tanpa jejak Tham Hun khi tak ambil diam,
sepasang telapak tangan nya disilangkan di depan dada kemudian
sambil menerjang kemuka secepat sambaran petir dia lepaskan
serangkaian serangan gencar.
Jurus serangan yang dilepaskan ibarat angin puyuh disertai hujan
badai melanda permukaan bumi, bayangan telapak tangan dan
bayangan kaki membukit, ditujukan ke tubuh Ku See hong.
Thian jian tee ciat Si Hun sin dan kakek berlengan Iblis Khong Yu
siang bergerak pula bersama melancarkan serangan gencar.
Sepasang mata Ku See hong berapi-api, sambil membentak
keras, pedang mestika Hu thian seng kiam ditangannya diputar
1053
dengan menciptakan serentetan sinar tajam yang ber-lapis2 seperti
sebuah sarang laba-laba, semuanya itu bersusun-susun pula di
tengah angkasa membentuk selapis dinding cahaya yang sangat
kuat.
Kendatipun demikian, dia toh kena didesak juga oleh serangan
gabungan dari ke enam orang jago lihay itu. sehingga tubuhnya
mundur lagi sejauh beberapa langkah.
"Sreeet...!" desingan angin tajam menderu-deru, Jian khi pangcu
Toan Gi cong secara tiba-tiba melancarkan sebuah tusukan pedang
yang dilancarkan dari suatu sudut yang sangat aneh, kemudian
membabat pergelangan tangan kanan Ku See hong.
Apabila tusukan ini sampai bersarang secara telak, tak pelak lagi
Ku See hong akan tewas seketika atau paling tidak akan terluka
amat parah.
Ku See hong amat terkesiap, cepat-cepat tubuhnya mengigos
kesamping kiri, semen-tara pedang mestika Hu thian seng kiam nya
melancarkan sebuah babatan cepat.
Sayang keadaan sudah terlambat, terdengar dua kali dengusan
tertahan berku-mandang memecahkan keheningan.
Punggung sebelah kanan Ku See hong tertusuk lebih dulu oleh
pedang lawan, namun pedang Toan Gi cong terpapas kutung pula
oleh babatan pedang Hu thian seng kiam sehingga berikut
pergelangan tangan nya kena tertabas kutung.
Kontan saja dia jatuh terduduk sambil mengerung kesakitan.
Ku See hong yang tertusuk punggungnya, merasakan darah
segar menyembur keluar dengan amat derasnya, kepalanya segera
terasa pening, gerak serangannya juga ikut berhenti ....
Thi bok sin kiam Cu pok tertawa dingin, mendadak telapak
tangan kirinya diayunkan kedepan melepaskan sebuah pukulan
udara dingin yang amat dahsyat.
1054
Pedang kayu besi dilengan kanannya secepat kilat melancarkan
tusukan pula kearah lingkaran sebelah luar.
Telapak tangan dan pedang yang melepas kan serangan tersebut
dilakukan hampir pada saat yang bersamaan. Kedahsyatan mau pun
kekejiannya sungguh menggidikkan hati.
Ku See hong menggigit bibirnya kencang-kencanqg, telapak
tangran kirinya diayunkan pula kedepan melepaskan sebuah
pukulan dahsyat untuk membendung serangan tersebut.
Sementara pedang Hu thian seng kiamnya diputar sambil
dihentakkan, hawa pedang segera menyelimuti seluruh angkasa,
cahaya pelangi yang menyilaukan mata menyambar kearah empat
orang lain yang sedang menyerbu tiba.
Serangan pukulan serta pedang yang digunakan si anak muda
inipun aneh sekali, kontan kelima orang itu terdesak hebat, mereka
harus membuyarkan serangannya, tapi hanya sebentar kemudian
mereka sudah berganti jurus sambil maju menyerang lagi.
Ku See hong tahu kalau luka yang dideritanya sangat parah, bila
gagal untuk menenangkan hatinya, malam ini sudah pasti akan
tewas secara mengenaskan... dendam perguruan, dendam
ayahnya... hampir semuanya belum terbalas, dia tak akan mati
dengan mata meram ..bila kesemuanya itu belum dilangsungkan...
Berpikir sampai disitu, semangatnya segera bangkit kembali,
jurus serangannya juga dilancarkan secara berulang-ulang, hawa
serangan yang kuat bagaikan dinding baja tersusun diudara
berlapis-lapis, keadaannya begitu rapat membuat orang lain tak
sanggup menembusi pertahanan tersebut.
Sekalipun ada lima orang jago lihay sedang mengerubutinya
seorang, namun setelah anak muda itu bertahan dengan sekuat
tenaga, untuk sementara waktu sulit untuk melukainya.
Jian khi pangcu si pedang iblis Toan Gi cong yang tertebas
kutung pergelangan tangan kanannya oleh bacokan Ku See hong
tadi, kini telah membenci sianak muda tersebut hingga merasuk
1055
ketulang sum-sum nya, sebab dengan tertabas kutungnya
pergelangan tangan kanannya, berarti banyak sekali kepandaian
simpanannya yang tak mungkin dapat dipergunakan lagi.
Setelah menghentikan darah yang mengalir keluar dari tubuhnya,
dengan tangan kirinya dia memungut sebilah pedang dari atas
tanah, kemudian bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan
yang tak diinginkan, disamping itu dia pun berusaha untuk menusuk
anak muda tersebut sampat mati.
Awan gelap menutupi cahaya rembulan, suasana didalam itu
terasa semakin kelabu.
Mendadak....
Saat itulah dari luar lembah berkuman-dang suara tertawa aneh
yang dingin dan menyeramkan.
Menyusul kemudian tampak sesosok bayangan manusia meluncur
tiba bagaikan bayangan setan dedemit,
Begitu menangkap suara tertawa dingin itu, paras muka Thi bok
sin kiam Cu Pok berubah hebat, tapi sejenak kemudian ia telah
berteriak keras:
”Cu sute, cepat datang membantuku"
Yang datang adalah seorang manusia berkerudung yang aneh
dan menyeramkan, dia tak lain adalah salah satu diantara dua murid
murtad Bun ji koan su Him Ci seng, Yakni Jian hun kim ciang
(Tangan emas sukma dacad) Tu Pak kim.
Begitu mengetahui siapa yang muncul, diam-diam Ku See hong
mengeluh didalam hati.
"Mampus aku kali ini!"
Sementara itu, si Tangan emas sukma cacad Tu Pak kim telah
tertawa dingin dengan suara yang dalam, kemudian berseru:
"Cu suheng, tampaknya pekerjaanmu benar-benar cukup
rahasia'?
1056
”Aaah, apa maksud Tu sute berkata demikian?" seru Thi bok sin
kiam Cu Pok cepat' "oleh karena aku tak berhasil menemukan kau,
maka persoalan ini tak sempat kuberitahukan kepadamu"
Tangan emas sukma cacad Tu Pak kim tertawa dingin, kembali
serunya:
"Suheng, kalau memang tak bisa menemukan aku, mengapa pula
kau bisa membawa begini banyak pembantu? Heeee....hehhh..
heeehhh .."
"Sute, hanya kau seorang yang datang?'
"Soal itu aku kurang begitu tahu, tapi besar kemungkinan
sumoay juga ikut datang."
Paras muka Thi bok sin kiam Cu Pok segera berubah hebat, tapi
hanya sebentar saja telah berubah menjadi tenang kembali, serunya
kemudian dengan cepat.
'Sute, cepat datang membantuku, kita bekuk dulu bajingan ini,
dia sangat berman-faat untuk kita suheng sute berdua'
Mendadak...
Ku See hong berpekik nyaring, suaranya tinggi melengking dan
mengalun di angkasa dengan di sertai nada penuh dendam, benci
sedih dan kesal...
Baru saja pekikan bergema, tubuhnya menerjang ke muka
dengan garangnya.
Segulung hawa pedang memancar keluar dari pedang Hu thian
seng kiam yang berada ditangannya, itu secepat kilat menyambar
ke tubuh Thi bok sin kiamCu Pok.
Sementara telapak tangan kirinya menciptakan beribu-ribu
bayangan telapak tangan yang berlapis-lapis, jurus serangan nya
aneh lagi dahsyat, angin puyuh yang menderu-deru bagaikan
amukan topan menyelimuti tubuh Jian tee ciat, Tam hiat bu liang,
Ma pit siu dan Thi bin hui ka.
1057
Dengan dasar tenaga dalamnya yang begitu sempurna, angin
pukulannya menghasilkan kekuatan bagaikan angin topan yang
sangat membetot sukma.
Termakan oleh deruan angin pukulannya itu, ke empat orang
tersebut kena terdesak sehingga mundur sejauh tiga empat
langkah.
Waktu itu Thi bok sin kiam Cu Pok sedang berbincang-bincang
dengan Jian hun kim ciang Tu Pak kim, oleh karena perhatiannya
bercabang, maka dikala hawa pedang menyambar tiba, untuk
menghindar sudah tak sempat lagi.
Tak ampun lengan kanannya tersambar oleh hawa pedang
sehingga muncul sebuah mulut luka yang melebar.
Dalam keadaan begini, bila Ku See hong t idak angkat kaki, dia
mau menunggu sampai kapan lagi?
Tubuhnya yang melejit ke tengah udara segera bersalto
beberapa kali dengan gerakan yang indah, tahu-tahu ia suduh
meluncur sejauh tujuh delapan kaki dari posisi semula.
Sambil tertawa licik Jian hun kim ciang Tu Pak kim segera
berseru keras:
`Ku sute, tunggu sebentar!"
Segulung angin pukulan yang dalam bagaikan samudra tahu-tahu
sudah meluncur ke depan dan menerjang Ku See hong dengan
amat dahsyatnya ....
Waktu itu Ku See hong telah menghimpun segenap tenaga dalam
yang dimilikinya sambil mengawasi sekeliling sana dengan sorot
mata yang tajam, dia segera membentak keras, suaranya nyaring
bagaikan geledek ditengah hari bolong, secepat kilat telapak tangan
kirinya membentuk gerakan setengah lingkaran busur, kemudian
dilontarkan ke depan secara tiba-tiba.
Segulung angin puyuh dengan cepat menyongsong datangnya
terjangan dari Jian hbun kim ciang.
1058
Serangan ini dilancarkan dengan kekuatan penuh, tampak
pukulan tersebut begitu dilepaskan, angin pukulan yang tajam
segera meluncur ke muka dengan dahsyatnya, desingan yang
menggetar seperti gempa bumi, angin pukulan yang menggulung
bagaikan air bah, membuat keadaan disitu sungguh mengerikan.
Kekuatan yang maha dahsyat tersebut ibaratnya membendung
samudra menggeser bukit, mengerikan sekali.
"Blaaammm..!" suatu benturan nyaring yang memekakkan
telinga berkumandang memenuhi seluruh angkasa.
Jian hun kim ciang (pukulan emas sukma cacad) Tu Pak kim
mendengus tertahan, tubuhnya tergetar keras hingga mundur
sejauh satu kaki dari posisi semula.
Begitu berhasil memukul mundur Jian hun kim ciang Tu pak kim.
kembali Ku See hong melejit ke udara, kemudian meluncur ke muka
seperti seekor burung rajawali.
"Sreeet...!' segulung desingan angin tajam mendesis di tengah
angkasa.
Pedang yang digenggam ditangan Jian khi pangcu si Pedang iblis
Toan Gi cong tahu-tahu sudah meluncur dari tanrgannya
menyambar ke punggung Ku See hong.
Sambitan pedangnya ini dilakukan dengan kekuatan yang besar,
kedahsyatannya tidak terlukiskan dengan kata-kata.
Tampak sekilas cahaya bianglala berwarna putih meluncur ke
muka seperti bintang lewat, dalam waktu singkat ancaman tersebut
sudah berada hanya satu kaki dari punggung Ku See hong.
Sekalipun Ku See hong sedang berusaha untuk melarikan diri
waktu itu, bukan berarti dia menutup telinga terhadap keadaan
disekelilingnya, cepat-cepar dia menggetarkan sepasang lengannya,
serta merta tubuhnya melejit ke udara, namun kecepatan pedang
yang menyambar jauh diluar dugaan.
1059
"Sreeet...!" tak ampun paha kiri Ku See hong tersambar mata
pedang, tubuhnya yang berada ditengah udara pun turut
bergoncang keras, meski begitu ia berhasil meluncur ke depan
sejauh enam tujuh kaki dari posisi semula.
Thi kiong pangcu si tombak terbang berwajah baja Seng Ko piau
segera membentak nyaring;
"Bocah keparat, serahkan selembar jiwa mu!'
Ia menyerang dengan mengandalkan kepandaian andalannya,
tiga batang senjata belalang terbang yang panjangnya lima inci
dengan cepat meluncur ke udara mengikuti getaran tangannya.
Di dalam forrnasi segi tiga, dengan membawa desingan suara
aneh yang meme-kikkan telinga langsung meluncur datang.
Jerit kesakitan segera berkumandang.
Ku See hong berhasil meloloskan diri dari dua batang belalang
terbang yang pertama namun gagal menghindari serangan yang
berikutnya, belalang terbang yang ketiga segera menancap
dipunggungnya sedalam tiga inci.
Tubuhnya yang berada diudara segera melundur ke bawah dan
roboh terjungkal.
Tapi Ku See hong memang keras kepala, mendadak dia
menghimpun tenaganya lalu berpekik nyaring.
Tubuhnya melejit kembali ke udara seperti burung elang, dalam
dua tiga lompatan saja bayangan tubuhnya sudah lenyap dari
pandangan mata ....
Hampir semua jago yang hadir dalam lembah sekarang adalah
jago-jago berilmu tinggi, namun kenyataan-kenyataan mana
membuat mereka terbelalak dan berdiri melongo, mimpipun mereka
tidak menyangka kalau kepandaian silat Ku See hong begitu
tangguh, meski tubuhnya sudah menderita dua luka parah yang
mematikan, ia toh berhasil juga melepaskan diri dari kepungan.
1060
Mendadak .... suara bentakan nyaring bergema memecahkan
keheningan.
Para jago lihay yang berada dalam lembah tersentak kaget dan
sadar kembali dari lamunan, serentak mereka mengejar ke arah
mana Ku See hong melarikan diri tadi.
Padahal Ku See hong tidak pergi terlalu jauh, dia tahu lukanya
sangat parah, hawa murninya sudah habis, meski dia bisa kabur
sambil menahan sakit, namun sesampainya ditengah jalan, bila
lukanya sudah tak sanggup ditahan, bukankah dia bakal tertawan
oleh mereka?
Maka setelah melompat keluar dari dalarri lembah, dia berbelok
kekiri dan balik kebelakang sebuah batu karang didepan mulut
lembah, menanti semua orang sudah berlalu, dia baru membalikkan
badan dan berbalik kabur menuju kedalamselat.
Diujung selat itu kebetulan terdapat sebuah jalan tembus,
sementara itu seluruh badan Ku See hong telah basah oleh darah,
keadaannya mengenaskan sekali.
Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa, dia lari menuju
kearah jalan tembus tersebut.
Tapi disaat Ku See houg sudah melarikan diri dengan sekuat
tenaga inilah, sesosok bayangan merah nampak mengikutinya dari
belakang dengan ketat.
Agaknya ilmu meringankan tubuh yang dimiliki orang ini sudah
mencapai t ingkat yang sempurna, meskipun berlarian hanya lima
kaki dibelakang Ku See hong namun sama sekali tidak menimbulkan
desingan suara, seakan-akan tanpa bersuara saja dia mengikut i
terus kemanapun pemuda itu pergi.
Tak selang beberapa saat kemudian, Ku See hong yang kabur
sambil menahan luka telah berhasil melampaui beberapa buah
bukit, dengan gerak langkahnya kian lama kian bertambah lambat.
Akhirnya......
1061
-ooo0dw0ooo-
Jilid 32
SAMBIL mendengus tertahan pemuda itu muntah darah segar,
tubuhnya turut roboh terjengkang ke tanah.
Namun kesadarannya masih tetap jernih, ia merasa seakan-akan
dibelakang tubuhnya terdapat desingan angin lirih.
Dengan cekatan dia segera berpaling dengan cepat sorot
matanya yang jeli menangkap sesuatu.
"Siapa kau?" bentaknya kemudian dengan perasaan terkejut
bercampur terkesiap.
Ternyata berapa kaki dibelakangnya telah berdiri seorang
perempuan muda yang cantik jelita, dia berusia dua puluh tujuh
delapan tahunan...
Perempuan muda itu memakai baju berwarna putih, matanya jeli,
bibirnya mungil dengan dua baris gigi yang putih bersih, hidungnya
mancung, kulitnya putih ke-merah-merahan, begitu cantik dan
semampai nya perempuan tersebut, ibarat bidadari yang baru turun
dari kahyangan...
Ditengah hembusan angin malam yang silir semilir, dimana ujung
bajunya yang putih dan rambutnya yang hitam bergoyang-goyang,
kesemuanya ini menambah daya tarik perempuan itu.
Kecantikan perempuan itu ibaratnya dapat menghimpun semua
kecantikan wanita yang berada di dunia ini, sedemikian cantiknya
sehingga tak terlukiskan dengan kata-kata.
Yang mengejutkan lagi adalah kecantikan nya yang sama sekali
tak genit, begitu wajar, begitu sederhana namun sangat memukau
hati orang.
Perempuan muda ini bukan lain adalah iblis perempuan yang
paling termashur akan kecabulannya... Ban sia kaucu Ceng Lan
1062
hiang. Sebagaimana diketahui, Ku See hong pernah diberi hadiah
pukulan Hou kut jian hun im kang oleh Ceng Lan hiang sehingga
terjatuh ke dalam jurang, kemudian ditengah malam yang penuh
kabut. dia menyaksikan Ceng Lan hiang melakukan hubungan
senggama dengan Gin coa kiam (pedang ular perak) Ciu Heng thian.
Walaupun ia mendengar suara pembicaraannya, namun
sesungguhnya belum per-nah melihat orangnya, maka saat ini Ku
See hong sama sekali tidak tahu kalau orang ini tak lain adalah
perempuan paling cabul di dunia Ceng Lan hiang.
Dengan sepasang biji matanya yang jeli dan bening, Ban sia
kaucu Ceng Lan hiang memperhatikan sekejap wajah Ku See hung,
kemudian tersenyum manis.
''Ku See hong!" dia menegur dengan suaranya yang merdu
bagaikan burung nuri, ''masa kau tidak kenal siapakah aku?'
Senyumannya benar-benar sangat indah, senyuman tersebut
dapat membuat orang kehilangan sukma rasanya, penuh dengan
daya tarik, penuh dengan rangsangan.
Apalagi nada suaranya yang merdu merayu, sungdguh membuat
tulaang belulang serasa menjadi lemas.
Tak terlukiskan rasa terperanjat Ku See hong sewaktu itu,
dengan suara agak gemetar ia berseru:
"Kau...kau adalah...kau adalah Ban sia kaucu Ceng Lan hiang...
"Kenapa?" Ceng Lan hiang tertawa cekikikan, "kau hanya bisa
mengenaliku dari suaranya saja?"
Kemudian setelah berhenti sejenak, kembali dia melanjutkan:
"Kalau kudengar dari perkataanmu itu tampaknya kau sangat
takut kepadaku!
Tak usah kuatir, kali ini aku tak akan mencelakai jiwamu..."
"Perempuan lonte, kubunuh kau!' teriak Ku See hong dengan
sorot mata memancarkan sinar berapi-api yang penuh kebencian.
1063
Sembari berseru, dia meronta bangun kemudian siap menerjang
ke depan.
Tiba-tiba ia mengeluh tertahan, lalu muntahkan darah segar dan
roboh terduduk diatas tanah.
Kini ia benar-benar kehabisan tenaga, kekuatan untuk berdiri pun
tak dimiliki lagi.
Ceng Lan hiang segera tertawa cekikikan.
"Ku See hong, luka yang kau derita? Aaaai...memang sangat tak
adil, masa satu orang dikerubuti banyak musuh..."
Rasa benci Ku See hong terhadap perempuan jalang ini boleh
dibilang sudah merasuk sampai ke tulang sum-sum, namun sayang
ia tak bertenaga sama sekali waktu itu, akhirnya dengan penuh
kebencian dia ber seru:
"Bila aku orang she Ku harus mati di tanganmu malam ini,
anggap saja nasibku memang lagi sial, mau bunuh mau cincang
terserah kepadamu, tapi kau pun harus tahu, seorang lelaki boleh
dibunuh pantang di hina, bila kau berani menghina aku, akan ku
umpat dirimu sampai habis-habisan.."
Sekilas perubahan yang amat tak sedap menghiasi wajah Ceng
Lan hiang, katanya dingin:
"Kegagahan semacam inikah yang kau miliki.?"
"Kalau ingin membunuh, cepatlah kau bunuh, aku tak sudi
bertemu denganmu"
Tiba-tiba Ceng Lan hiang menghela napas sedih.
"Aaai... kau memarng tak pandai mtembe-dakan oranqg yang
baik danr orang jahat, terus terang saja kuberitahukan kepadamu,
senadainya aku ingin membunuhmu, aku sudah membunuhmu sejak
semual, sejak kau merasakan siksaan yang pertama sehabis terkena
pukulan Hou kut jian hun im kang, buat apa aku mesti menant i
sampai sekarang?"
1064
Menyinggung kembali aib yang dideritanya malam itu, Ku See
hong merasakan api amarah yang berkobar di dalam dadanya
semakin menjadi-jadi segera bentaknya.
"Waktu itu aku sudah tahu kalau kau menyembunyikan diri di
tepi jarang ... Hmmm, perempuan jalang, memang benar-benar tak
tahu malu!"
Mengumpat sampai disitu, dia merasakan hawa darah didalam
dadanya bergelora keras, napasnya jadi sesak dan ucapannya
terputus sampai ditengah jalan.
Sedangkan Ceng Lan hiang yang mendengar perkataan itu
segera mendengar kan suara tertawa cekikikannya yang melengking
dan memekikkan telinga...
Suara tertawanya itu penuh dengan nada cabul, jalang, keji dan
pelbagai macam sifat lainnya.
Kemudian setelah berhenti tertawa ia berteriak lagi:
"Bagus sekali! Ku See hong, aku akan membuktikan apakah kau
tahu malu atau tidak, aku akan membuatmu tunduk diantara kedua
belah pahaku, aku akan mengajakmu bermain cinta setiap hari,
mencari sorga dunia dan kenikmatan hidup...
Ditengah pembicaraaa itulah, tiba tiba ia mengebaskan ujung
bajunya ke arah Ku See hong.
Segulung bau harum melintas lewat, begitu Ku See hong
mengendus bau itu, tubuhnya yang terduduk pelan-pelan terkulai ke
atas tanah.
Ceng Lan hiang bertindak cepat, dipeluk nya tubuh Ku See hong
kemudian secepat kilat berlalu dari situ. .
Dalam waktu singkat bayangan tubuhnya telah lenyap dari
pandangan mata.
Suasana pun pulih kembali dalam keheningan, seakan-akan
disana tak pernah terjadi suatu peristiwa apa pun.
1065
-oo0dw0oo-
BAB 49
MANUSIA berkerudung warna warni... Keng Cin sin mengerahkan
ilmu meringankan tubuhnya yang sempurna meluncur ke arah kota,
baru saja dia turun tangan keji dengan menghukum cincang si
pedang emas Cia Tiong giok.
Kurang lebih seperminum teh kemudian, Keng Cin sin telah
sampai didepan bangunan besar di sebelah barat kota, walaupun
letak bangunan tersebut tak jauh dari kota, namun oleh karena
bangunan tersebut berdiri disamping sebuah kompleks kuburan
yang terbengkalai dan amat luas, maka kendatipun disiang hari pun
tiada manusia yang berkunjung kesitu.
Tak heran kalau keadaan diseputar situ amat terpencil, sepi dan
menyeramkan.
Tapi siapakah yang tahu kalau didalam bangunan gedung yang
besar dan menyeramkan itu baru saja berlangsung suatu
pertempuran berdarah yang dahsyat dan mengerikan hati, membuat
ke sebelas jago Hiat mo bun hampir saja musnah semua.
Kini Keng Cin sin sudah berada disamping bangunan gedung itu
dibawah kuburan yang berlapis-lapis.
Mendadak pada saat itulah.. . .
Dari balik kuburan yang berlapis-lapis berkumandang suara
tertawa dingin yang menyeramkan..
Suara tertawa itu amat dingin, seperti anbgin yang berhembus
keluar dari gedung di bawah tanah.
Serentak Keng Cin sin menghentikan gerakan tubuhnya, suatu
firasat tak enak segera muncul dalam hatinya, sebab baru pertama
kali ini dia mendengar suara tertawa semacam ini dari balik
kuburan..
1066
Tempat itu merupakan daerah yabng terpen-cil, djauh dari
jangkaauan umat persiblatan, bila sekarang muncul jagoan
persilatan dekat dengan markas besarnya, ini berarti orang datang
untuk mencari gara-gara dengan pihaknya.
Baru selesai suara tertawa dingin tadi berkumandang, tiba-tiba...
Serentak suara aneh yang menyeramkan berkumandang susul
menyusul dari balik kuburan liar itu, kali ini bukan hanya seorang
saja yang tertawa, melainkan diatas tujuh delapan orang, jumlahnya
sukar dihitung.
Gelak tertawa yang berkumandang dari balik kompleks tanah
pekuburan yang menyeramkan itu kedengarannya sangat
mengerikan, seperti suara setan iblis saja, meski berada diisiang hari
bolongpun orang akan bergidik di buatnya.
Mencorong sinar tajam dari balik mata Keng Cin sin, tiba-tiba dia
mengalihkan pan-dangannya dan mnulai melakukan pemeriksaan
yang seksama atas tanah pekuburan tersebut.
Ia dapat mendengar suara tertawa tersebut tinggi melengking
dan amat menusuk pende-ngaran, seakan-akan dipancarkan dengan
hawa murni yang sempurna, ditinjau dari hal ini dapat dibuktikan
kalau pihak lawan memiliki tenaga dalamyang amat sempurna.
Suara pekikan yang mengacaukan pikiran, mendatangkan
keseraman dan kengerian yang luar biasa...
Keng Cin sin memiliki kepandaian silat yang maha sakti,
walaupun dia tidak takut menghadapi manusia-manusia laknat yang
datang mencari gara-gara dengannya, toh timbul juga perasaan
kuatir dalam hati kecilnya, dia menguatirkan keselamatan dari
anggota perguruannya.
Mungkinkan anggota perguruannya telah tiba kembali di dalam
gedung ini?
Kalau tidak, mengapa mereka membiarkan orang-orang tersebut
bersembunyi di sini sambil bermain setan?
1067
Tapi bila ia teringat kembali kalau ke sebelas orang anggota
perguruannya memiliki kepandaian silat yang luar biasa, perasaan
kuatirnya itu segera lenyap kembali.
Berbicara yang sebenarnya, sebelas anggota perguruan Hiat mo
bun boleh di bilang memiliki kemampuan yang luar biasa,
kepandaian silat mereka telah mencapai tingkatan yang luar biasa,
meski anggota Ban sia kau sendiripun tak akan nanti berani
memandang rendah jago-jago Hiat mo bun. Oleh sebab itu disaat
dia hendak menjagoi seluruh dunia persilatan, tiada orang pula yang
berani mencabut kumis harimau.
Tapi tidak demikian dengan kenyatannya, dari mana dia tahu,
kalau jumlah pihak lawan sangat banyak dan tenaga dalam mereka
rata-rata amat sempurna.
Sesudah mengamati sekejap suara tertawa aneh seperti suara
tertawa setan iblis itu, Keng Cin sin memperdengarkan kembali
suara tertawa dinginnya yang menusuk tulang, dia menghimpun
hawa murninya, Dan dengan mengerahkan ilmu Ban li coan im
(menyampaikan suara dari selaksa li) semacam kepandaian sakt i
dalam kitab pusaka Cang Ciong pit kip, serunya lantang.
"Setan iblis dari manakah yang telah muncul disini? Bila ingin
mencari gara-gara dengan Buncu mu, unjukkan saja dirimu, buat
apa mesti main sembunyi diantara mayat-mayat membusuk?
Tidakkah kuatir perbuatan kalian hanya akan menurunkan derajat?"
Bersama dengan selesainya ucapan itu, suara tertawa aneh ikut
berhenti pula, namun pihak lawan sama sekali tidak mengucapkan
sepatah katapun.
''Suasana disekeliling tempat itu kembali dicekam dalam
keheningan, kesepian yang luar biasa, bahkan lamat-lamat terasa
pula suasana mengerikan dan hawa pembunuhan yang luar biasa.
Mendongkol juga Keng Cin sin ketika pihak lawan tidak
menyahut, sekali lagi dia menegur:'
1068
"'Hei, tampaknya kalian semua hanya sukma-sukma gentayangan
dalam kuburan?"
Namuh suassna tetap hening, tak ke dengaran sedikit suara pun
....
Sejauh mata memandang hanya batu nisan dengan gundukkan
tanah pekuburan yang berserakan dimana-mana, semua benda di
situ seolah-olah menjadi kaku, tak sesosok bayangan manusia pun
yang nampak, sepertinya suara tertawa tadi dipancarkan oleh
sukma gentayangan.
Suasana yang tegang dan menyeramkan menyelimuti seluruh
angkasa, membuat suasana menjadi sesak dan tegang ....
Tanpa terasa mucul pula hawa pembunuhan yang kian lama kian
bertambah menebal.
Kini Keng Cin sin mulai agak kaget dan ngeri, ia bukan takut
terhadap manusia-manusia tersebut, melainkan terkerjut oleh
kemamptuan serta kesabqaran lawan menyrem-bunyikan diri terus
secara tenang...
Selama berapa saat terakhir ini, Keng Cin sin telah mengerahkan
kemampuannya untuk mendengar dan melihat untuk meme-riksa
napas lawan dan gerak-gerik musuh, namun dia tak berhasil
menemukan sesuatu apa pun, hal ini membukt ikan kalau pihak
lawan menggunakan ilmu napas kura-kura Ku si tay hoat untuk
menutup pernapasan nya.
Mendadak...
Satu ingatan bagus melintas didalam benaknya.
Ia mendapat satu akal bagus untuk memaksa lawannya agar
menampakkan diri.
Tanpa hanyak berbicara lagi Keng Cin sin membalikkan badan
dan beranjak pergi dari situ, tapi pihak lawan seperti sama sekali tak
termakan oleh tipu muslihatnya itu, suasana tetap hening, tiada
1069
terdengar sedikit suara pun, sementara Keng Cin sin telah berada
belasan kaki jauhnya dari posisi semula.
Mendadak...
Dari balik tanah pekuburan itu berkuman-dang suara tertawa
dingin yang amat menusuk pendengaran, lalu seseorang berkata:
'Hei manusia berkerudung warna warni, bila kau bernyali,
silahkan memasuki barisan Tee gi mi hun tin (barisan neraka pembingung
sukma) kami!"
Suara itu amat lembut seperti bisikan nyamuk, namun setiap
patah katanya sangat jelas dan menggetarkan pendengaran.
Bagaikan seekor burung walet, Keng Cin sin segera membalikkan
badannya dan secepat sambaran kilat meluncur ke arah mana
berasalnya suara peringatan tersebut.
Kemudian dia berhenti sejenak disisi sebuah kuburan dan
memeriksa keadaan disekeliling sana, tapi apa yang kemudian
terlihat membuatnya sangat terkejut.
Disitu tak nampak manusia hidup, hanya ada tengkoraktengkorak
manusia yang menyeramkan berjajar dimana-mana.
Keng Cin sin sungguh merasa amat terkejut, diam-diam dia
berpikir dihati:
Sudah jelas kudengar kalau suara pembicaraan itu munculnya
dari sini, mengapa tak nampak sesosok bayangan manusia pun
disini? Masa kawanan tengkorak itu yang bersuara? Aaaah, masa di
dunia ini benar-benar ada setan?"
Sementara dia masih berdiri termenung, tiba-tiba terdengar lagi
suara tadi berkumandang memecahkan keheningan.
"Manusia berkerudung warna warni, meski sekarang kami
berwujud orang mati, dulunya pun kami termasuk orang hidup!
Hanya kini daging kami sudah membusuk sehingga tinggal tulang
belulangnya belaka. mari-mari bersahabat dengan kami!, tempat
1070
kami disini disebut dunianya sukma pria, paling bagus bila ada
seorang perempuan yang mau meramaikan suasana.
Kembali suasana menjadi hening...
Keng Cin sin segera menerjang ke sisi kuburan yang lain, namun
apa yang terlihat disitupun tiada berbeda dengan pemandangan
yang pertama tadi, disana tiada sesosok bayangan manusia pun,
yang ada hanya sesosok tulang belulang manusia, seonggokan
tengkorak.
Kali ini Keng Cin sin benar-benar di buat terperanjat sekali hingga
berdebar keras jantungnya.
Disaat inilah, suara pembicaraan yang menyeramkan
berkumandang lagi dari arah lain.
"Kau tak usah takut! Hidup manusia di dunia ini akhirnya tak
akan lolos juga dari kematian, tapi sesungguhnya kami pun belum
mati, coba lihatlah kami masih bernyawa, masih dapat berbicara,
bukankah demikian ....?"
Gerakan tubuh Keng Cin sin kali ini jauh lebih cepat lagi, didalam
sekali berkelebat dia sudah melayang turuh keatas permukaan
tanah, namun pemandangan yang di jumpai nya masih tetap seperti
apa yang dilihat sebelumnya.
Sambil berkerut kening, Keng Cin sin mulai berpikir:
Kalau berbicara menurut kecepatan gerak ku sekarang, siapakah
manusia di dunia ini yang mampu menandingi kecepatanku
tersebut? Masa mereka sungguh-sungguh adalah setan iblis?"
Mendadak sinar kaget terpancar keluar dari balik mata Keng Cin
sin...
Perasaan kaget tersebut jauh lebih hebat daripada perasaan
semula, sebab secara tiba-tiba saja dia teringat kalau pembicaraan
lawan dipancarkan melalui semacam ilmu Hui sian mo ing (irama
iblis berpusing) yang maha dahsyat.
1071
Biasanya irama iblis berpusing atau Hui sian mo ing tersebut
dipancarkan seseorang dari suatu tempat tertentu, namun
gelombang iramanya sengaja digetarkan ke suaru sasaran tertentu,
kemudian dari situ baru kembali menuju ke gendang telinga orang
yang dituju.
Oleh karena kepandaian semacam ini amat sakti dan luar biasa,
jarang sekali ada jago persilatan dari daratan Tionggoan yang
berhasil mempelajarinya.
Konon orang-orang dari Tibet banyak sekali yang
mengkhususkan diri untuk mempelajari ilmu Hui siang mo ing itu,
jadi bisa disimpulkan kalau orang-orang yang sedang dihadapinya
sekarang bisa jadi adalah orang-orang dari Tibet.
Perlu diketahui, jarang sekali anggota perguruan dari Tibet
datang mengunjungi daratan Tionggoan, bila bukan dikarenakan
masalah yang terlampau besar, biasanya mereka enggan untuk
bermusuhan dengan bangsa persilatan dari daratan Tionggoan.
Lantas karena persoalan apakah mereka datang mencari garagara
dengan pihaknya hari ini?
Seandainya orang-orang tersebut benar-benar berasal dari Tibet,
itu berarti dia harus meningkatkan kewaspadaannya.
Sambil tertawa dingin Keng Cin sin segera berseru:
"Saudara sekalian pandai sekali mempergunakan ilmu Hui sian
mo ing, nampaknya kalian semua adalah anggota perguruan dari
wilayah Tibet."
Mendadak terdengar seseorang menyahut: "Manusia
berkerudung warna warni pengetahuanmu memang sungguh amat
luas, tepat sekali! Kepandaian yang kami pergunakan sekarang
adalah irama Hui sian mo ing. Hmmm.... hmmmm...namun kami
bukanlah si keledai-keledai gundul dari Tibet kami adalah jago
persilatan yang asli berasal dari daratan tionggoan. Timbul berbagai
kecurigaan dan ketidakmengertian dalam benak Keng Cin sin
setelah mendengar perkataan itu, segera pikirnya.
1072
"Jika kudengar dari pembicaraan mereka, sudah jelas memakai
bahasa Han yang luwes dan lancar, tapi ilmu rahasia dari Tibet itu
tak pernah diwariskan kepada sembarangan orang, apalagi mereka
mengaku asli dari daratan Tionggoan, mengapa mereka pun pandai
menggunakan ilmu Hui sian mo ing tersebut?”
Berpikir sampai disitu Keng Cin-sin berkata lagi dengan suara
sedingin es:
”Pun Buncu tidak ambil peduli apakah kalian hwesio-hwesio
gundul dari Tibet atau jagoan dari daratan Tionggoan, manakala
kalian datang mencari gara-gara denganku, berarti kalian ada
maksud terhadap diriku, mengapa tidak kalian utarakan saja
sekarang, agar kita dapat memperbincangkan nya?"
Sudah jelas Keng Cin sin telah menyadari kalau orang-orang itu
berilmu sangat lihay, jejaknya amat mencurigakan maka nada
pembicaraannya pun turut menjadi lebih lembut dan halus.
Salah seorang diantara lawan segera menyahut:
”Manusia berkerudung warna warni, dugaanmu memang tepat
sekali, kami memang datang dengan membawa maksud-maksud
tertentu, cuma kau jangan bersusah hati setelah kami utarakan
nanti"
Keng Cin sin tertawa dingin:
"Heeehh .... Heehh... heeeh betapapun sulitnya persoalan di
dunia ini, tak nanti akan menyulitkan Hiat mo buncu"
"Apa gunanya kalau kau hanya tinggal seorang diri?" tiba-tiba
seorang menimpali dengan dingin.
Sesungguhnya ucapannya itu mengandung maksud lain, namun
mimpipun Keng Cin sin tidak menyangka kalau ke sebelas orang
anggota Hiat mo bun nya sudah pada tewas atau terluka parah
sehingga kini tinggal dia seorang yang tetap sehat walafiat.
Sambil mendengar Keng Cin sin berkata:
1073
"Biarpun jumlah kalian sekarang berapa kali lipat lebih banyak
dari padaku, biar aku hanya seorang diri, namun aku masih sanggup
untuk mengirim kau berpulang ke alambaka"
"Mungkin saja kau memiliki kemampuan tersebut, tapi sayangnya
kau tak akan berhasil menemukan kami" jengek seseorang.
Mendadak terdengar suara lain yang menyeramkan
menyambung:
"Lo su, kau terlalu merendahkan diri sehingga memadamkan
semangat sendiri saja"
Orang yang semula cepat berseru.
"Lo ngo, dia tak lebih hanya seorang manusia yang hampir
mampus, apa sih keberatannya membiarkan dia berbangga dulu?
Mulai detik ini, dalam dunia persilatan hanya ada Bu lim jit hun
(tujuh sukma dari dunia persilatan) yang merajai kolong langit,
siapa pula yang mampu mengungguli kami!"
Seseorang yang lain segera menyahut sambil tergelak.
"Haaahhh.. haaahhh... haaahhh... benar! benar! Ucapan dari Lo
su memang amat tepat, walaupun sembilan partai besar dari
daratan Tionggoan atau kawanan ciangbunjin yang bernama
kosong, selanjutnya mereka toh akan mampus juga di ujung tangan
kami bertujuh"
"Lo lak " seseorang yang lain lagi menimpali: "sejak kini, kita pun
dapat menikmati kehangatan tubuh serta kehebatan tehnik bermain
diranjang dari Ban sia kaucu Ceng Lan hiang"
"Lo jit, kau ini memang kelewat suka bermain perempuan"
seseorang mendamprat sambil tertawa: "Tahukah kau bahwa Ceng
Lan Hiang telah menguasahi ilmu Im kang yang sangat hebat? Bila
kau tidak kuatir mampus, silahkan saja bersenang-senang
dengannya, tanggung kau akan merasakan kenikmatan hingga
sampai di sorga."
Si Lo Jit segera tertawa cekikikan.
1074
"Lo Sam, bukankah kau mengatakan tiada manusia didunia ini
yang bisa lolos dari kematian? Meski siaute harus mati, tapi jadi
setanpun harus romantis, hiiiihh....hiiihhh... hiiihh... lagipula aku
memiliki benda ajaib yang keras bagaikan baja, tak nanti "benda" ku
akan tertindih sampai patah olehnya"
Kemudian setelah berhenti sejenak, tambahnya lagi.
"Bukankah ilmu Im kang tak akan tahan menghadapi ilmu Yang
kang.”
Keng Cin sin merasa mendongkol sekali setelah mendengarkan
pembicaraan kotor dan cabul yang sedang mereka langsungkan, ia
paling benci dengan lelaki hidung bangor seperti ini, dia
mendendam terhadap manusia semacam Lo jit dengan sekali
membinasakannya.
Mendadak seseorang berseru kembali.
"Lo jit, bukankah didepan mata sudah tersedia barang jadi
tinggal dipakai?"
Tentu saja yang dimaksudkan adalah Keng Cin sin.
Hampir meledak dada Keng Cin sin saking gusarnya, hawa darah
mendidih di dalam dadanya, ia segera membentak nyaring.
"Manusia laknat, cepat keluar untuk menerima kematian!"
Walaupun Keng Cin sin marah-marah besar, hal inipun sama
sekali tak berguna, sebab hingga sekarang dia belum berhasil
menemukan tempat persembunyian dari orang-orang tersebut.
Perlu diketahui, pembicaraan yang berlangsung selama ini
dilakukan oleh orang-orang tersebut dengan menggunakan ilmu Hui
sian mo ing yang maha dahsyat tersebut.
Terdengar Lo jit berkata lagi.
"Lo su, tak mungkin! Tak mungkin! Tidak kau saksikan raut
wajahnya yang menyeramkan itu? Hiiiihhh... hiiihhh... hiiihhh...
meski siaute bertampang jelek. Tapi benda ajaibku masih terhitung
1075
benda yang paling indah, paling kuat dan gagah di dunia ini, mana
boleh benda ini kupergunakan terhadap sembarangan
perempuan..."
”Lo jit, kau bilang dia jelek, tapi aku pikir dia pasti cantik sekali,
mengapa tidak kau saksikan bentuk tubuhnya bahenol, itu?"
seseorang menyambung.
Si Lo jit itu segera tertawa dingin.
"Lo ngo, aku rasa kau masih belum berpengalaman didalam hal
ini, meski seorang wanita memiliki perawakan tubuh yang indah,
belum tentu wajahnya pasti sangat indah, bila dia cantik, tak nanti
wajah nya ditutup dengan kain kerudung, perempuan mana sih
yang tak ingin memamer kan kecantikan wajahnya?"
"Lo jit, bagaimana kalau kita bertaruh saja, kau mengatakan dia
cantik atau jelek?"
"Baik, baik! Bila dia cantik, siaute bersedia melepaskan hakku
untuk melalapnya paling dulu"
Keng Cin sin bukan manusia sembarangan bagaimana mungkin
dia bisa tahan menghadapi ucapan-ucapan yang amat kotor itu?
Walaupun ia pernah diperkosa banyak orang, meski kesucian
tubuhnya telah dinodai orang secara beramai-ramai, namun jiwanya
masih tetap suci bersih.
Mencorong sinar tajam penuh hawa pembunuhan dari balik
matanya, tiba-tiba saja ia mendongakkan kepalanya dan tertawa
seram, suaranya tinggi melengking dan amat menusuk pendengaran
....
Keng Cin sin segera menerjang ke muka bagaikan segulung
angin puyuh, sedemikian cepatnya dia bergerak, sehingga
menyilaukan mata siapa saja.
Dengan kecepatan luar biasa dia berputar satu lingkaran
mengitari kompleks tanah pekuburan tersebut.
1076
Ternyata dia tak berhasil menemukan tempat persembunyian
lawan, namun dia tahu pihak lawan pasti berada pada jarak dua
puluh kaki di sekeliling tempat ini.
Maka dia hendak melakukan penggeledahan yang seksama atas
setiap kuburan yang berada dua puluh kaki di sekililing tempat ini,
dia ingin membuktikan apakah mereka benar-benar bersembunyi di
bawah tanah.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang paling
sempurna dan jarang di temui dalam kolong langit dewasa ini,
secepat kilat berputar mengitari daerah seluas dua puluh kaki di
sekitar situ, beratus-ratus kuburan diperiksa dengan seksama,
namun ia belum berhasil juga menemukan bayangan tubuh mereka.
Rasa terperanjatnya sekarang tak terlukiskan lagi dengan katakata...
Keng Cin sin merasakan dirinya seakan-akan telah bertemu
dengan setan tulen, belum pernah ia mendengar dalam dunia
persilatan terdapat manusia lihay yang menyebut dirinya sebagai Bu
lim jit hun.
Sementara dia masih berdiri tertegun dengan perasaan terkejut
bercampur tercengang .. ..
Kembali terdengar seseorang berkata:
"Gerakan tubuhnya sangat lihay dan melebihi kemampuan umat
persilatan pada umumnya, lo ji disebut orang Tiang kui tui (setan
berkaki panjang) namun aku rasa masih ketinggalan jauh
dibandingkan dengan dirinya"
Sang lo ji segera tertawa seram.
Heeehhh... heeehhh... heeehhh... lo ngo, meskipun gerakan
tubuhnya amat cepat, tapi untuk mengungguli aku rasanya masih
sulit sekali?"
1077
Keng Cin sin benar-benar mati kutunya terhadap orang-orang
tersebut, dia benar-benar merasa tak mampu untuk menemukan
titik kecurigaan disekitar sana.
Namun dengan wataknya yang keras hati, dia pantang menyerah
dengan begitu saja, otaknya segera berputar keras, dia mencoba
untuk mengingat-ingat apakah didalam kitab pusaka Cang ciong pit
kip tercantum kepandaian yang dapat digunakan untuk
mematahkan kepandaian Hui sian mo ing tersebut.
Sementara dia masih termenung, Lo ngo telah berkata lagi
sambil tertawa seram:
"Lo ji, lebih baik jangan menempeli emas di atas wajah sendiri,
kalau toh kau lebih unggul darinya, berani tidak tampilkan diri untuk
berduel dengannya?"
Hmmmm....! Aku si lo ji masih pingin hidup beberapa waktu lagi,
bila harus mampus, lebih baik kita tujuh bersaudara berangkat
bersama-sama menuju ke langit barat."
”Lo ji, hatimu amat busuk" damprat yang lain, "kalau kau mau
mampus, mampuslah sendirian, mengapa harus mengajak kami
semua untuk benar-benar menjadi setan"
"Heeehh... heeehhh... heeehhh... kita tujuh bersaudara tak
pernah berpisah satu dengan lainnya, misalnya harus turun ke
neraka pun sudah sepantasnya turun bersama" lo ji menimbrung
sembari tertawa dingin.
"Betul! Betul! Perkataan lo ji memang masuk diakal"
"Hei, mengapa sih kalian berkaok-kaok melulu!" mendadak
seseorang menegur dengan suara sedingin salju, ”agaknya dia
sudah tahu kalau kita berada didalam neraka.”
"Lo toa, apa yang mesti ditakuti? Memangnya dia akan membalik
lapisan tanah disini"
"Siapa tahu? Aku lihat dia sudah membenci kita setengah mati,
agaknya rasa benci itu sudah merasuk sampai ke tulang sum-sum" .
1078
"Lo toa, kami Bu lim jit hun tiada tandingannya dikolong langit,
mengapa harus jeri terhadap dia seorang?"
Sang lo toa segera tertawa tergelak:
"Haaahhh... haaahhh.. haaahhh.. kalau sekarang mah kita belum
mencapai tingkatan tiada tandingan dikolong langit"
"Maksudmu kita belum berhasil mendapat kan kitab pusaka Cang
ciong pit kip serta, mutiara Thian hong imyang sin cu miliknya?.
"Benar! Bukankah benda-benda tersebut berada di dalam
sakunya...?"
"Lo toa, lantas apa yang mesti kita lakukan sekarang?" suara
menyeramkan yang lain bertanya.
"Ehmmm, tak ada salahnya kalau kita bertujuh berunding
kembali..."
Seusai perkataan itu diutarakan, suasana disekeliling tempat itu
menjadi hening dan sepi kembali, mungkin mereka sedang
merundingkan persoalan tersebut dengan seksama.
Keng Cin sin benar-benar tidak habis mengerti, dia tak tahu
permainan busuk apakah yang sedang dilakukan ke tujuh orang
tersebut terhadap dirinya, yang lebih menggemaskan lagi adalah ia
tak berhasil menemukan tempat persembunyian mereka.
Setelah mendengar pembicaraan mereka barusan, ia telah
mengetahui kalau kepandaian silat yang dimiliki orang-orang itu
sangat lihay dan luar biasa, tapi mengapa dia tak berani munculkan
diri untuk berhadapan muka dengannya?
Padahal dia mana tahu kalau Bu lim jit hun adalah manusia
berwatak aneh, tak pernah orang dapat meraba maksud hati
mereka yang sesungguhnya.
Hanya saja ke tujuh orang itu amat licik, dan berotak cerdas,
ditambah lagi kekejaman nya luar biasa, kesemuanya ini membuat
mereka lihay sekali.
1079
Keng Cin cin merasa tak ada gunanya tetap berdiam diri terus
disitu, sedang mereka pun tidak menaruh dendam yang berat
dengan nya, ia cuma mendongkol atas ucapan mereka yang kotor
dan menghina tersebut.
"Aaaai.. sudahlah" demikian ia berpikir, ”percuma ribut dengan
kawanan manusia setengah setan macam begitu, anggap saja aku
sedang sial sehingga bertemu dengan mereka ..."
Berpikir demikian, dia lantas melejit ke udara dan meluncur turun
dari bukit kecil tersebut.
Mendadak...
Serentetan suara teguran yang amat dingin berkumandang
memecahkan keheningan:
”Manusia berkerudung warna warni, Mengapa kau lari ketakutan?
Apakah takut terhadap kami? Heeehhh.... heeehhh ... heeehhh...."
Ucapan tersebut segera menimbulkan satu ingatan dalam benak
Keng Cin sin, diam-diam ia mengutuk diri sendiri:
"Goblok amat aku ini. Hmmm, kali ini akan kulihat mau kabur
kemana kalian semua? "
Tiba-tiba saja dia membalikkan badan dan berjalan ke sisi
kuburan dimana terdapat tengkorak manusia yang pertama,
kemudian bentaknya keras-keras:
"Kalian tujuh setan gentayangan mengapa tidak segera
menongolkan diri?"
"Aduh celaka!" Seruan kaget berkumandang kembali "kunt ilanak
itu berhasil mendapat tahu kalau kita bersembunyi di dalam
kuburan"
"Lo su, mengapa kau memberitahukan tempat persembunyian
kita kepadanya?" damprat yang lain.
Lo su segera tertawa dingin.
1080
"Kuburan yang terdapat ditempat ini beribu-ribu jumlahnya, masa
dia benar-benar dapat menemukan tempat persembunyian kita?"
Mencorong sinar tajam dari balik mata Keng Cin sin, sambil
tertawa dingin ia segera berseru:
"Mengapa kalian tidak segara menampakkan diri? Hmmm!
Jangan salahkan kalau aku akan bertindak keji terhadap kalian"
Ternyata secara tiba-tiba Keng Cin sin menduga kalau mereka
telah menyembunyikan diri didalam kuburan, sedang tengkorak
manusia yang berada disamping kuburan merupakan hasil
pembongkaran mereka dari dalam liang kubur.
Ketika Keng Cin sin melakukan pemeriksaan terhadap beberapa
ratus kuburan yang berada empat puluh kaki disekitar tempat itu,
dia hanya berhasil menemukan ke tujuh sosok tengkorak itu, maka
dia lantas menduga kalau ke tujuh orang itu bersembunyi di dalam
tujuh buah kuburan disisi tengkorak.
Serentetan suara dingin menyeramkan lagi-lagi berkumandang:
"lo toa, hasil dari perundingan kita adalah jangan temui dia untuk
sementara waktu, kalau begitu kita pun tak usah menggubris dia
lagi..."
Padahal berbicara dari kekejaman serta kebuasan Bu lim jit hun,
mereka tak nanti akan melepaskan Keng Cin sin dengan begitu saja,
sebab mereka memang datang untuk mencari gara-gara dengan
Keng cin sin.
Akan tetapi Bu lim jit hun yang licik dan mempunyai banyak akal
busuk ini telah menderita luka parah yang cukup parah, apalagi
merekapun telah menyaksikan kelihayan dari gerakan tubuhnya,
sadar kalau tiada pegangan untuk mengungguli dia maka untuk
sementara waktu mereka putuskan untuk melepaskan korbannya
dengan begitu saja.
Keng Cin sin yang mengetahui keadaan mereka yang
sesungguhnya, bagaimana mungkin bisa menduga sampai ke situ?
1081
Dengan suara menggeledek Keng Cin sin membentak:
"Aku akan membinasakan kalian didalam kuburan, agar tak usah
menguburkan jenazah kalian lagi."
Sambil mengancam sepasang telapak tangannya segera
dilontarkan bersama ke depan.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat segera meluncur ke
depan dan menghantam kuburan tersebut.
Angin pukulan yang menderu-deru bagai kan amukan puyuh,
kedahsyatanya benar-benar luar biasa.
Blaammmmmm ....
Suatu ledakan dahsyat berkumandang memecahkan keheningan.
Menyusul kemudian ...
Jeritan ngeri yang memilukan hati berkumandang pula
memecahkan keheningan...
Setelah itu suasana disekitar sana pulih kembali dalam
keheningan, sedemikian heningnya sehingga menakutkan.
Waktu itu Keng cin sin telah dipengaruhi hawa pembunuhan yang
berkobar-kobar, dia mendatangi kuburan yang lainnya, kemudian
berseru sambil tertawa dingin.
"Hmmm, sudah mampus seorang diujung telapak tanganku,
sekarang tiba giliranmu mau keluar atau tidak?
Namun suasana didalam kuburan itu tetap hening sepi dan tak
kedengaran sedikit suara pun.
Keng Cin sin mendengus dingin, sepasang tangannya segera
diputar membentuk satu gerakan lingkaran busur disisi tubuhnya,
kemudian segulung hawa pukulan yang dalam bagaikan samudra,
seperti letusan gunung berapi memuntah keluar.
"Blaaammm..!" sekali lagi berkumandang suara ledakan keras
yang memekikkan telinga...
1082
Diikuti pula jerit kesakitan yang memilukan hati...
Kini Keng Cin sin mendatangi sisi tengkorak yang ketiga, seperti
yang lain, diapun membentak nyaring:
"Bila kalian tak segera menampakkan diri, akan kubunuh kalian
satu per satu tanpa perasaan belas kasihan"
Tapi pihak lawan masih juga tidak menimbulkan suara apa pun.
Mencorong sinar buas yang menggidikkan hati dari balik mata
Keng Cin sin, sepasang telapak tangannya dengan cepat diputar
membentuk satu gerak melingkar, kemudian gulungan angin puyuh
seperti amukan topan menyapu ke arah kuburan itu.
Ledakan keras yang diiringi jerit kesakitan lagi-lagi bergema
memecahkan keheningan ...
Secara beruntun Keng Cin sin memusnahkan lagi tiga buah
kuburan yang lain, dimana angin pukulannya menyambar lewat,
segera berkumandang jeritan ngeri yang menyayat hati.
Sekarang ia telah tiba disisi kuburan dengan tengkorak yang ke
tujuh, mendadak hatinya menjadi lembek, ia teringat kalau Bu lim jit
hun sesungguhnya tidak mempunyai dendam kesumat yang terlalu
dalam dengan dirinya, padahal tanpa sebab dia telah membinasakan
enam orang diantara mereka secara beruntun, terhadap orang yang
ke tujuh ia benar-benar merasa tak tega untuk menindaknya.
Dengan suara keras Keng Cin sin segera membentak:
"Sekarang tinggal kau seorang, mau keluar atau tidak?"
Kemudian setelah berhenti sejenak, dia membentak lagi:
"Bila kau bersedia menampakkan diri secara baik-baik, bisa jadi
aku pun bersedia memberi kesempatan hidup bagimu"
Tapi suasana di dalam kuburan itu tetap hening, sepi dan tak
kedengaran sedikit suarapun.
Keng Cin sin menjadi tertegun, segera pikirnya:
1083
"Aneh betul ke tujuh orang ini, mereka sekarang lebih suka
mengorbankan diri daripada menampakkan diri dari balik liang
kuburan"
Berpikir sampai disitu, sekali lagi Keng Cin sin membentak keras.
"Bila kau enggan menampakkan diri lagi jangan salahkan kalau
aku akan bertindak kejam"
Belum juga ada suara yang berkumandang dari balik kuburan
itu..
Berkobar kembali hawa napsu membunuh dalam dada Keng Cin
sin, sepasang telapak tangannya segera diayunkan ke depan,
segulung angin puyuh yang maha dahsyat seperti selembar jaring
yang besar dan kuat, langsung menggulung ke arah kuburan
tersebut.
"Blaaammm..!" suatu ledakan dahsyat kembali berkumandang
datang.
Menyusul kemudian jeritan ngeri pun bergema memecahkan
kesunyian...
Kini suasana didalam kuburan itu pulih kembali dalam
keheningan, keseraman dan kesepian.
Keng Cin sin menghela napas panjang, gumamnya:
"Banyak sekali keanehan terdapat di dalam dunia ini, seperti juga
ke tujuh orang itu"
Dia membalikkan badan dan pelan-pelan berlalu dari tempat
tersebut ...
Mendadak pada saat itulah...
Dari sekeliling kompleks kuburan itu bergema suara tangisan
yang aneh, rendah berat dan menyeramkan, suara itu sahut
bersahutan membuat setiap sudut kuburan itu dipenuhi oleh suara
dengungan yang sangat aneh....
1084
Bergidik Keng Cin sin menghadapi situasi seperti ini, berdiri
semua bulu kuduknya karena ngeri, untuk beberapa saat dia sampai
berdiri tertegun ditempat.
Ditengah jeritan dan tangisan yang mengerikan, tiba-tiba
berkumandang pula seruan seseorang dengan suara yang dingin
menyeramkan:
"Kami tujuh bersaudara benar-benar telah sampai di neraka
tingkat ke delapan belas, .... uuuh....”
"Saudara sekalian, roh kita akan menjadi roh penasaran, mari
kita tangkap dia dan menyeretnya ke neraka...”
Keng Cin sin yang dipermainkan oleh mereka benar-benar dibuat
mendongkol sekali tanpa terasa bentaknya keras-keras:
"Bagus sekali! Kalian memang tujuh sukma gentayangan, bila
pun buncu tak mampu meratakan kuburan ini dengan tanah, aku
bersumpah tak akan menyudahi persoalan ini hingga disini.”
Bagaikan orang kalap Keng Cin sin segera mengayunkan
sepasang telapak tangannya berulang kali, segulung angin pukulan
yang maha dahsyat pun mengikuti gerakan tubuhnya menghajar
kuburan tersebut satu persatu...
Ditengah ledakan keras yang memekikkan telinga terjadi rentetan
letusan dan getaran yang keras, angin pukulan memancar ke empat
penjuru dan berpusing kian kemari.
Dalam waktu singkat Keng Cin sin telah memusnahkan enam
buah kuburan secara beruntun.
Dengan tenaga dalamnya yang sempurna serta desingan angin
pukulannya yang tajam bagaikan sembilu, pasir dan batu segera
beterbangan di angkasa, membawa peti mati yang telah lapuk dan
tulang belulang yang hancur segera berserakan dimana-mana.
Bau busuk mayat yang menusuk hidung dengan cepat menyebar
ke mana-mana membuat orang serasa mau tumpah.
1085
Tindakan kalap dari Keng Cin sin ini benar-benar mengerikan
sekali .....
Kasihan dengan tulang belulang serta mayat-mayat tersebut,
mereka harus merasa kan bencana tersebut disaat-saat jiwa mereka
telah peroleh ketenangan.
Isak tangis macam jeritan setan itu kini sudah sirap dan tak
kedengaran lagi.
Sambil tertawa seram Keng Cin sin berseru.
"Kalian belum juga mau menampakkan diri? Rupanya kau
memaksa aku untuk meratakan beribu kuburan ini rata dengan
permukaan tanah ....?"
Ditengah gelak tertawa keras, telapak tangan kirinya melepaskan
kembali sebuah pukulan angin puyuh yang maha dahsyat, lagi-lagi
sebuah kuburan hancur berantakan menjadi korban amukannya.
Tenaga pukulannya memang dahsyat bagaikan samudra yang
bergelombang besar, cukup membuat wajah orang berubah.
Mendadak....
Disaat telapak tangan kanannya diangkat dan siap melepaskan
sebuah pukulan lagi.
Tiba-tiba, ditengah keheningan bergema suara pujian kepada
Sang Buddha yang berat dan nyaring.
"Omitohud...”
Buru-buru Keng Cin sin menarik kembali serangannya lalu
membalikkan tubuh dengan cekatan, dengan sorot mata yang tajam
dia mengawasi orang di hadapannya tanpa berkedip.
Entah sejak kapan, tiga kaki di hadapannya telah bertambah
dengan tiga orang pendeta tua berjubah kuning,
Salah seorang diantaranya berwajah saleh dengan alis mata yang
panjang, waktu itu dia lagi menegur dengan suara dalam:
1086
"Li sicu, tindakanmu yang brutal ini sungguh keterlaluan,
tidakkah kau merasa bahwa perbuatan ini melanggar peri
kemanusiaan?"
Keng Cin sin terkejut, cepat dia berpikir:
"Yaa, mengapa aku berbuat begini brutal? Tindakanku ini keji
dan tak berperi-kemanusiaan, toh mereka yang telah mati tiada
ikatan sakit hati denganku? Mengapa aku harus menghancurkan
kuburan mereka .. ?”
Timbul penyesalan dihati kecilnya setelah berpikir sampai di situ,
rasa menyesal dan malu yang bercampur aduk, membuatnya
terbungkam dalam seribu bahasa, pelan-pelan kepalanya
ditundukkan.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia membalikkan badan
dan beranjak meninggal kan tempat itu .....
Tak selang beberapa saat kemudian, ia telah keluar dari
kompleks tanah pekuburan tersebut.
Tiba-tiba bayangan manusia berkelebat lewat, tahu-tahu ke tiga
orang pendeta tua berjubah kuning itu telah menghadang jalan
pergi Keng Cin sin.
"Apa maksud kalian menghadang jalan pergiku" Keng Cin sin
segera menegur sambil menatap ke t iga orang itu lekat-lekat.
"Li sicu!" ujar pendeta kurus disamping kiri, "kau telah bertindak
brutal, merusak kuburan umum, setelah berbuat apakah kau akan
pergi dengan begitu saja? Mana pertanggungan jawabmu?"
Sekali lagi Keng Cin sin terperanjat, ia lantas berpikir.
"Rupanya mereka pun datang untuk mencari gara-gara
denganku, biasanya tempat ini jarang dikunjungi umat persilatan,
aneh, mengapa begitu banyak kejadian aneh yang berlangsung hari
ini?"
Berpikir demikian, si nona pun berkata.
1087
"Boleh aku tahu, Sin ceng bertiga datang dari mana?"
"Omitohud!" pendeta berjubah kuning yang berada ditengah
merangkap tangannya didepan dada. "kami berasal dari Siau lim si,
pinceng Hoat hian, sedangkan ke dua suteku adalah Hoat khong
dan Hoat hong"
Keng Cin sin semakin terperanjat, dia tak menyangka kalau ke
tiga pendeta ini adalah t iga diantara lima t ianglo Siau limpay.
Sebagaimana diketahui, Siau lim pay merupakan pemimpin dari
sembilan partai besar di daratan Tionggoan. selama ini jarang sekali
melibatkan diri dalam pertikaian Bu lim.
Lantas apa maksud kedatangannya kali ini kemari ?
"Maaf, maaf.. rupanya kalian adalah tiga orang pendeta agung
dari Siau lim pay" kata Keng Cin sin kemudian sambil tertawa.
"Li sicu tentu keheranan bukan? Mengapa Siau lim pay ikut
mencampuri pertikaian dunia persilatan?" kata Hoat khong taysu
yang berada ditengah.
Kembali Keng Cin sin tersenyum.
"Memang begitulah, apakah aku boleh tahu? "
"Ringkasnya kami datang karena perguruan Hiat mo bun kalian"
kata Huan hong taysu yang berada di sebelah kiri, "kami tak ingin
partai kalian bertindak semena-mena dalam dunia persilatan dan
mencelakai umatnya. kami pun tak ingin menyaksikan dunia
persilatan yang sudah banyak tahun berada dalam keadaan tenang
menjadi bergolak dan tak aman lantaran ulah kalian"
"Omong kosong!" bentak Keng Cin sin.
"Sebagai anggota Siau lim pay yang terhormat, kalian jangan
menfitnah orang semaunya sendiri, Hiat mo bun adalah kelompok
manusia lurus dalam dunia persilatan, tujuan kami adalah
menegakkan keadilan dan kebenaran didalam dunia, membantu
kaum lemah menindas kaum kuat dan menenteramkan dunia
persilatan yang sedang kacau dan tak aman!"
1088
"Bukti nyata berada didepan mata, buat apa kau menyangkal
lagi?" seru Hoat khong taysu dengan dengan nada berat.
Keng Cin sin naik pitam, teriaknya sewot.
"Apa bukti kalian? Ayo tunjukkan dihadapanku!?.”
”Hiat mo bun menghimpun sebelas orang jago karena ingin
merajai dunia persilatan, dalam lembah Cui yu kok kalian telah
membunuh tujuh delapan puluh orang, hari ini kaupun berbuat
brutal dengan merusak kuburan umum sehingga jenasah yang
berada disini berantakan tak karuan, Bebeapa kejadian ini sudah
cukup sebagai bukti bahwa kau adalah manusia kejam, manusia
buas yang tak berperi kemanusiaan, dosa-dosa kalian pantas kalau
ditebus dengan hukuman mati"
-oo0dw0oo-
BAB 50
DIDAMPRAT secara terang-terangan, Keng Cin sin menjadi
sangat mendongkol, dia segera tertawa dingin.
"Kami orang-orang Hiat mo bun tak akan berbuat keji bila tanpa
alasan, kami terpaksa membunuh orang sewaktu berada dalam
lembah Cui yu kok karena kawanan manusia laknat itu mengincar
mestika perguruan kami, demi menyelamatkan partai dan diri
sendiri, mau tak mau kami harus bertindak kejam"
"Omitohud!" kembali Hoat hian taysu berseru. "dari pembicaraan
li sicu, dapat disimpulkan bahwa kau memang kejam dan buas, apa
gunanya mesti menyangkal lagi"
"Hmmm, mengapa aku harus banyak berbicara dengan kalian?"
seru Keng Cin sin sambil tertawa dingin.. "bila kalian menganggap
aku kejam dan buas, mau apa sekarang? Apa yang hendak kalian
perbuat." "Terus terang kuberitahukan kepada kalian, aku hanya
kejam terhadap manusia laknat yang berhati rendah dan busuk"
1089
"Kalian sebagai pendeta agung dari perguruan tinggi, tidak
seharusnya gara-gara denganku, hmmm! Nampaknya kalian
memang bermaksud tertentu? "Kalau toh ingin menghadapiku,
katakan saja blak-blakan, buat apa mesti menggunakan ucapan
yang membosankan?"
"Hingga kini kau belum mau mengakui kesalahan sebaliknya
malah menuduh kami menfitnahmu, hmmm.:.. rupanya li sicu
memang tak bisa ditolong lagi"
"Bukannya membaca buku dan berdoa didalam kuil Siau lim si,
kalian malah menjelajahi dunia persilatan. tampaknya kalian sendiri
sama berniat mencari gara-gara untuk mengacaukan dunia" balas
Keng Can sin sambil membentak.
”Omitohud” sekali lagi Hoat hian taysu berseru: "Perkataan li sicu
memang betul, pinceng sekalian sebagai pendeta sudah puluhan
tahun hidup mengasingkan diri dari keramaian dunia dan tidak
mencampuri urusan orang lain, tapi setelah mendengar ulah sicu
belakangan ini, kami kuatir umat persilatan akan menjadi kacau dan
tak karuan, Oleh sebab itu atas prakarsa dari sembilan partai besar,
pinceng bertiga khusus datang kemari untuk melenyapkan bibit
bencana ini dari dunia persilatan".
Keng Cin sin tertawa seram.
"Kebesaran jiwa serta kewelasan hati taysu bertiga sangat
mengagumkan hatiku, tapi kalian keliru, kalian salah menuduh Hiat
mo bun yang sesungguhnya bercita-cita menegakkan keadilan
dalam dunia persilatan, mengapa kalian tidak menghimpun
kekuatan untuk menindak Ban sia kau yang banyak melakukan
kejahatan? Mengapa kalian tidak menghadapi Thi kiong pang, Jian
khi pang dan Huan mo kiong yang lebih banyak melakukan
kekejaman serta kebrutalan?
"Mumpung sekarang belum terlambat, kuanjurkan kepada kalian
agar cepatlah sadar dan kembali ke jalan yang benar"
Didalam kenyataan, Keng Cin sin tak pernah menyangka kalau ke
sebelas orang-orang Hiat mo bunnya telah mati atau terluka akibat
1090
kerubutan jago-jago lihay tersebut, dia tak mengira kalau sekarang
dirinya berdiri seorang diri.
Dengan sinis Hoat khong taysu berseru:
"Ban sia kau memang keji dan banyak melakukan kejahatan tapi
kami harus menghadapimu terlebih dulu sebelum menghadapi
mereka, kau tak perlu banyak berbicara?”
"Sebagai pendeta agung dari Siau lim pay, semestinya kalian
bermata jeli dan pandri membedakan mana yang baik dan mana
yang jahat, tapi kenyataannya kalian bermata tapi tak berbiji, kalian
terus menerus menuduh orang-orang Hiat mo bun sebagai kaum
laknat, baiklah, kalau toh demikian aku pun tak akan banyak ribut
lagi dengan kamu semua.”
"Hiat mo bun merasa tak bersalah, kebersihan kami akan
disaksikan sendiri oleh Thian, suatu waktu kalian akan mengetahui
kebenaran kami, Maaf aku tak bisa menemani kalian lebih lama
lagi..."
Selesai berkata, dia lantas melejit ke udara dan meluncur ke
depan dengan kecepatan tinggi.
”Li sicu, apakah kau akan kabur dengan begini saja?" bentakan
keras segera bergema.
Hoat hong taysu mengebaskan ujung bajunya, segulung tenaga
pukulan segera meluncur ke depan dan menghadang jalan pergi
Keng Cin sin.
Sungguh dahsyat pukulan itu, bagaikan terbentuk selapis dinding
baja yang kuat, Keng Cin sin tak mampu melanjutkan
perjalanannya.
Menghadapi hal demikian. Keng Cin sin mendengus dingin,
tubuhnya bersalto beberapa kali kemudian balik kembali ke posisi
semula dengan suatu gerakan indah.
”Rupanya kalian memang bermaksud menyusahkan aku!"
bentaknya kemudian sambil melotot dengan sorot mata tajam.
1091
"Hari ini kau akan menerima hukuman yang setimpal dengan
perbuatanmu selama ini" seru Hoat khong taysu ketus.
Mendadak...
Keng Cin sin mendongakkan kepalanya, lalu tertawa panjang
dengan suara yang keras dan memekikkan telinga..
Suara tertawa itu mendengung sampai ke tengah udara, begitu
keras dan nyaring sehingga menggetarkan seluruh jagad.
Kemudian setelah berhenti tertawa Keng Cin sin berkata lagi
dengan suaranya yang dingin dan kaku:
”Aku dengar ilmu silat Siau lim pay menjagoi seluruh dunia
persilatan, hari ini Pun Buncu akan mencoba apakah berita itu benar
atau tidak...”
"Sebentar lagi kaupun akan masuk neraka, akan kami buktikan
untukmu..." ejek Hoat hong taysu.
"Hmmm.. tak usah tekebur lebih dulu, ditambah dengan
kekuatan tiga kali lipat pun jangan harap bisa menaklukkan aku"
"Suheng, akan kubinasakan dulu manusia tekebur ini!" teriak
Hoat hong taysu marah.
Sambil membentak, sepasang telapak tangannya dilontarkan
bersama-sama ke depan.
Segulung angin puyuh yang maha dahsyat seperti sambaran kilat
cepatnya langsung menggulung ke depan dan menghadang jalan
pergi Keng Cin sin di empat arah delapan penjuru.
Menyusul serangan tersebut, seperti elang kelaparan mencari
mangsa, dia langsung menerjang ke tubuh Keng Cin sin.
Hoat hong taysu sebagai satu diantara lima tianglo Siau lim pay
boleh dibilang memiliki kepandaian silat yang luar biasa,
kemampuan nya tak dapat dibandingkan dengan jagoan persilatan
setarafnya.
1092
Tubrukkan yang dilakukan saat ini amat dahsyat dan cepat
seperti sambaran petir.
Keng Cin sin yang menyaksikan kejadian mana merasa
terperanjat juga dibuatnya, buru-buru sepasang telapak tangannya
di lontarkan ke depan melepaskan sebuah pukulan yang maha
dahsyat, langsung menyongsong datangnya terkaman dari Hoat
hong taysu.
Sebenarnya Hoat hong taysu berniat untuk membunuh
musuhnya dalam sekali gebrakan, namun melihat datangnya
ancaman yang begitu dahsyat, buru-buru dia gunakan ilmu bobot
seribu untuk memaksa badannya mendarat di permukaan tanah
sebelum waktunya.
Sementara itu Keng Cin sin berniat untuk memberi pelajaran
kepada pendeta sombong ini, sepasang telapak tangannya di putar
lalu disentil ke depan, segulung angin pukulan yang sangat aneh
menerjang kembali ke arah mana Hoat hong taysu sedang meluncur
ke bawah.
Baru saja ujung kaki Hoat hong taysu menyentuh tanah, dia
merasa segulung angin pukulan yang maha dahsyat dan
menyesakkan napas telah menekan ke arah dadanya.
Ia betul-betul terperanjat, mimpipun dia tak menyangka kalau
Keng Cin sin memiliki tenaga dalam yang begitu sempurna dengan
perubahan jurus serangan yang begitu cepat.
Cepat-cepat dia menghimpun tenaga dalamnya dan
mengayunkan sepasang lengannya ke muka, segulung tenaga
pukulan yang sangat kuat segera meluncur ke muka menyongsong
datangnya ancaman lawan.
Blaaammm....!
Ketika dua gulung tenaga pukulan itu saling beradu satu sama
lainnya, segera berkumandanglah suara ledakan dahsyat yang
memekikkan telinga, angin berpusing menyambar ke empat
penjuru, daun pasir beterbangan memenuhi seluruh angkasa.
1093
Akibat dari bentrokkan kekerasan ini, Hoat hong taysu merasakan
darah panas dalam dadanya bergolak keras, tak kuasa lagi tubuh
nya mencelat sejauh enam depa lebih dari posisi semula.....
Namun disaat kakinya menginjak kembali ke tanah, segera dia
maju menyerang lagi, kali ini tangan dan kakinya dipergunakan
bersama-sama.
Di dalam waktu singkat enam pukulan dan lima tendangan kilat
telah dilepaskan olehnya.
Semua pukulan maupun tendangan yang dilancarkan pendeta tua
bertubuh kurus kecil ini hampir semuanya dilakukan dengan
kecepatan bagaikan sambaran petir, hawa serangannya memancar
ke empat penjuru bagaikan sayatan angin tajam, deruan angin yang
memekikkan telinga menyelimuti seluruh angkasa.
Serangkaian serangan bertubi-tubi ini bukan hanya dilakukan
dengan kecepatan luar biasa, bahkan setiap gerakan disertai dengan
tenaga dalamyang amat sempurna.
Dengan gerakan tubuh yang luwes, gesit tapi lincah, Keng Cin sin
menghindar ke sana kemari dengan gerakan yang aneh tapi sakti,
sementara sepasang tangannya digerakkan kian kemari
memunahkan seluruh serangan nya.
Betapa gusar dan mendongkolnya Hoat hong taysu setelah
menyaksikan berapa jurus serangan kilatnya menemui sasaran
kosong, dia membentak dengan suara keras bagaikan guntur
membelah bumi, lalu menerjang lagi ke depan secara gencar, kali ini
dia menyerang lebih buas lagi.
Bagaikan malaikat raksasa yang kelebihan lengan, bayangan
tangan, bayangan kaki di kombinasikan dengan hawa serangan
yang menyayat badan memenuhi seluruh angkasa, demikian
dahsyat dan hebatnya ancaman tersebut membikin hati siapa pun
menjadi keder dan ngeri rasanya.
Keng Cin sin mendengus dingin, mendadak dia melancarkan
serangan balasan, tiba-tiba saja sepasang telapak tangannya
1094
menciptakan bayangan tangan yang menyelimuti angkasa bagaikan
sarang laba-laba, begitu ketat, rapat dan gencarnya serangan
balasan ini sehingga seluruh angkasa seolah-olah sudah terjaring
oleh ancamannya tersebut ....
Hawa pukulan segulung demi segulung menghambur kemuka
seperti amukan ombak samudra yang menyapu semua benda, akan
bergidik orang bila menyaksikan keadaan tersebut.
Serangan demi serangan yang dipancarkan beruntun dan
bersambungan satu sama lainnya mengandung int i silat yang amat
mendalamdan lebih-lebih menggetarkan hati orang.
Hoat hong taysu betul-betul terdesak hebat sehingga harus
mundur berulang kali sambil berkaok-kaok marah.
"Kena.!"
Suatu bentakan nyaring yang memekikkan telinga tiba-tiba
berkumandang dari mulut Keng Cin sin.
Ditengah sambaran angin pukulan yang memenuhi angkasa, tibatiba
badannya mendesak ke sisi kiri Hoat hong taysu dengan suatu
gerakan aneh, telapak tangannya bagaikan sambaran kilat
menghajar langsung bahu kiri pendeta tersebut.
"Duuuukkk. .. !"
Dengan kerasnya pukulan tersebut bersarang telak ditubuh
lawan, tak ampun Hoat hong taysu terhajar sampai mundur sejauh
tujuh delapan langkah dengan sempoyongan.
Sambil tertawa dingin Keng Cin sin segera berkata:
"Hmmm, ilmu silat aliran Siau lim pay ternyata cuma begini saja,
huuuh! Berani amat berbicara sesumbar dihadapanku!"
Diantara tiga pendeta Siau lim pay ini, ilmu silat yang dimiliki
Hoat hian taysu terhitung paling tinggi, dalam beberapa jurus
pertarungan tadi, sudah melihat Keng Cin sin dapat berputar kesana
kemari dibawah serangan gencar adik seperguruannya Hoat hong
taysu.
1095
Kendatipun sekilas pandangan orang akan mengira gadis itu
terdesak hebat dan terjerumus dalam posisi yang amat berbahaya,
namun bagi seorang ahli silat dapat dilihat betapa hebat dan
lihaynya perempuan tersebut dalam menghadapi teteran musuh.
Terutama sekali jurus serangan yang di pakai untuk menghajar Hoat
hong taysu barusan, gerakan tubuhnya hakekatnya seperti
sambaran setan saja, tak terlukiskan rasa ngeri dan tercekatnya
pendeta itu.
Perlu diketahui, Lima sesepuh dari Siau lim pay ini merupakan
tokoh angkatan tua dalam kuil Siau lim si, namun tak pernah
mereka sangka kalau kemampuan mereka berhasil dikalahkan oleh
lawannya secara begitu mudah.
Bila kejadian semacam ini sampai tersiar didalam dunia
persilatan, jelaslah sudah hal tersebut akan merusak nama baik
serta pamor Siau lim pay di mata masyarakat.
Tak heran kalau hawa napsu membunuh segera menyelimuti
wajah Hoat hian taysu, mendadak serunya dengan suara dalam.
"Sute berdua, tenangkan dulu pikiran dan nantikan perintah
selanjutnya"
"Aku rasa kalian Siau lim sam ceng (tiga pendeta dari Siau lim
pay) boleh maju bersama-sama" ucap Keng Cin sin dingin, "sebab
ditempat kuburan ini, selain tujuh lembar sukma gentayangan tak
mungkin ada orang lain yang mengetahui kejadian ini, siapa tahu
dengan kerja sama kalian bertiga nanti, kalian dapat berhasil
membunuhku?
-ooo0dw0ooo-
Jilid 33
MENCORONG sinar pembunuhan yang menggidikkan hati dari
balik mata Hoat khong taysu, serunya dengan cepat.
1096
"Untuk menghadapi manusia jahat yang tidak berperi
kemanusiaan macam kau, tentu saja kami tak usah mengikut i
peraturan dunia persilatan"
Keng Cin sin mendengus dingin dengan nada sinis dan menghina,
katanya kemudian:
"Aku memang tahu, kalian manusia-manusia yang tergabung
dalam sembilan partai besar dunia persilatan, pada hakekat nya
cuma memakai kedok kebajikan dan kebenaran, padahal yang betul
hanya manusia manusia rendah yang munafik, hmmm! Tentu saja
manusia-manusia seperti ini tak usah menuruti peraturan dunia
persilatan"
Semenjak musibah yang menimpa dirinya, Keng Cin sin sudah
amat membenci terhadap manusia dalam masyarakat ini, dia tahu
setiap orang pasti memakai kedok kehalusan dan kejujuran untuk
menutupi kejelekan serta kebusukan hatinya....
Itulah sebabnya dia bersumpah akan menumpas habis setiap
manusia laknat dan manusia jahat yang ada dalam dunia ini.
Justru karena itu, terhadap mereka yang jahat dan munafik, dia
selalu bertindak kejam, tak berperasaan dan tidak mengenal peri
kemanusiaan.
Sekarang, andaikata dia tahu kalau ke sebelas orang anggota
perguruan Hiat mo bunnya sudah dibunuh orang, sudah pasti dia
tak akan bersikap sungkan-sungkan terhadap ke tiga orang pendeta
dari Siau lim pay ini.
"Omitohud!" puji syukur Hoat hian siansu, "Li sicu, ucapanmu
barusan betul-betul keterlaluan!"
"Apanya yang keterlaluan?" jengek Keng Cin sin dingin, "toh
perbuatan maupun tindakan kalian yang sesungguhnya memang
demikian? Nama kosong, pura-pura sok suci, memakai cara yang
rendah dan kotor untuk menggerutui orang.... Huuuh! Pokoknya
dunia persilatan hampir dipenuhi oleh kaki tangan kalian, apa yang
1097
bisa kalian kerjakan pun tidak lebih hanya memutar balikkan
kenyataan, mengadu domba, menghasut"
"Tutup mulut!" bentak Hoat khong taysu amat gusar. "kau
jangan menfitnah orang semaunya sendiri, apa buktimu menuduh
kami berbuat demikian?"
Yaa, manusia memang seringkali tak tahu malu, padahal belum
lama berselangpun mereka telah mengerubuti sebelas orang jago
dari Hiat mo bun secara beramai-ramai, bahkan bekerja sama
dengan Bu lim jit hun (tujuh sukma gentayangan dari dunia
persilatan) tokoh paling bengis, keji dan licik dari dunia persilatan.
Bukan cuma begitu, disaat mereka berhasil memusnahkan Hiat
mo bun tadi, merekapun berniat jahat dengan niat melenyapkan
pula Bu lim jit hun yang telah membantu mereka.
"Apa buktinya?" Keng Cin sin tertawa dingin dengan sinis,
"sewaktu terjadi pengerubutan atas Bun ji-koan su pada dua puluh
tahun berselang di bukit Soat san, bukankah orang-orang dari
sembilan partai besarpun turut ambil bagian? Bahkan kalian telah
memfitnah dan menjebak dirinya, hmmm! Bukankah mula-mula
kalian menyuruh Thi kiam kim ciang (pedang baja telapak tangan
emas) memf itnah nya lebih dulu, kemudian menyuruh putrinya
mempersiapkan rencana Bi jin ki (siasat perempuan cantik) ..... Putri
Ceng It huang atau si pedang baja telapak tangan emas bukan lain
adalah ketua Ban sia kau Ceng Lan Hian yang termashur karena
kecabulan dan jalangannya saat ini, konon selesai menghadapi
diriku nanti, kalau hendak melenyapkan Ban sia kau dari muka
bumi?”
"Hmm! Katakan saja kenyataan bukan ucapanku ini?"
"Terus terang saja kukatakan kepada kalian manusia-manusia
yang menganggap dirinya sebagai orang-orang sembilan partai
besar, jangan menganggap diri sendiri paling bersih, ketahuilah
setiap perbuatan busuk yang pernah dilakukan didunia ini, tidak
mungkin akan selalu dapat dirahasiakan."
1098
"Sebagai akhir kata, aku ingin memperingatkan kepada kalian.
Jika tak ingin perbuatan kalian diketahui orang, lebih baik janganlah
melakukan"
Oleh ucapan dari Keng Cin sin ini, paras muka tiga orang pendeta
tua dari Siau lim pay itu berubah menjadi hijau membesi, mereka
betul-betul dibikin terkejut dan ngeri atas perkataan tersebut,
anehnya mengapa perempuan ini bisa mengetahui kenyataan
tersebut?
Dengan kejadian tersebut, maka niat mereka untuk melenyapkan
Keng Cin sin dari muka bumi pun semakin menjadi-jadi, sebab
mereka tahu tetap membiarkan Keng Cin sin hidup didunia ini
berarti memelihara bibit bencana untuk kemudian hari.
Sekarang kenyataan sudah berada didepan mata, maka demi
keselamatan pamor serta nama baik sendiri, mereka harus
melenyapkan orang-orang yang tahu akan kejadian tersebut.
Selesai perempuan ini, masih ada Leng hun koay seng Ku See
hong yang mengetahui hal ini, tapi bisa jadi ia sudah mampus oleh
rencana busuk Ban sia kau, Jian khi pang, atau dengan perkataan
lain asal perempuan inipun dilenyapkan, maka selamatlah mereka.
Bagaimana mungkin Keng Cin sin dapat mengetahui kejadian
yang sebenarnya di bukit Soat san yang pernah menimpa Bun ji
koan su....?
Rupanya setelah Bun ji koan su Him Ci seng mengalami tragedi di
bukit Soat san sehingga hidup dalam keadaan cacat, maka dia
menyimpan kembali kitab pusaka Cang ciong pit kip bagian atas
kedalam kuil Ngo siang bio lagi.
Namun dia kuatir jiwanya keburu meninggal sedang dendam
berdarahnya tidak di ketahui orang, maka dalam separuh bagian
kitab pusaka Cang ciong pit kip tercatat pula tinggalkan semua kisah
tragedi yang pernah dialaminya dengan catatan mengharapkan
bantuan dari orang yang beruntung mendapatkan kitab pusaka itu
untuk membalaskan dendam sakit hatinya serta menegakkan
kembali keadilan serta kebenaran di dalamdunia persilatan.
1099
Selain dari pada itu, Bun ji koan su telah meninggalkan pula
beberapa buah tanda pengenal dari beberapa orang tokoh sakti dari
dunia persilatan, dia berharap orang yang berhasil mmemperoleh
tanda pengenal itu berusaha untuk mengendalikan beberapa tokoh
persilatan tersebut serta mendirikan suatu organisasi yang tangguh
untuk mencapai cita citanya.
Itulah sebabnya dalam waktu, singkat Keng cin sin telah berhasil
mengumpulkan tokoh-tokoh sakti seperti Bian ih siusu Hoa Siong si,
tiga gembong iblis dari pulau Tang hay dan lain-lainnya serta
membentuk organisasi Hiat mo bun.
Dalam pada itu, hawa pembunuhan yang amat tebal dan
menggidikan hati kini sudah mencorong keluar dari balik mata Hoat
hian taysu, sekalipun dia tidak turut hadir dalam pertarungan
berdarah dibukit Soat san tempo dulu, namun Siau lim pay jelasjelas
terlibat dalam peristiwa berdarah itu.
Mendadak Keng Cin sin berkata dengan suara dingin.
"Jika taysu sekalian tidak segera turun tangan, jangan salahkan
kalau aku tak akan menemani lebih lama lagi"
Hoat hian siansu tertawa dingin.
"Li sicu kalau toh kau mendesak terus menerus, terpaksa kami
harus turut perintah", Telapak tangan kirinya segera di kepalkan
kemuka, segulung tenaga pukulan segera meluncur kedepan
dengan kecepatan luar biasa..."
Keng Cin sin tertawa ringan, telapak tangannya yang putih bersih
ditolak pula ke depan pelan-pelan, hawa serangan musuh segera
berhasil dipunahkan.
Disaat itulah...
Bayangan manusia berkelebat memenuhi angkasa, Hoat hian
taysu, Hoat khong taysu dan Hoat hong taysu dengan membentuk
sudut segitiga langsung menerjang kemuka.
1100
Sewaktu berada ditengah udara, tiba-tiba ketiga orang itu
menolakkan telapak tangan nya kedepan, angin pukulan yang
sangat tajam segera meluncur ke muka secepat guntur dahsyatnya
bukan alang kepalang dan cukup menggetarkan perasaan siapa pun
yang memandangnya....
Terlihat pasir dan debu beterbangan di seluruh angkasa, udara
menjadi panas dan sesak sekali.
Sambil tertawa dingin, Keng Cin sin mengeluarkan ilmu silat
maha dahsyatnya, dengan ke lima jari tangan kirinya yang
dipentangkan lebar-lebar mendadak ia melepaskan tiga kali
cengkeraman ke arah tubrukan ke tiga musuhnya, sementara
telapak tangan kanannya didorong ke muka secepat kilat.
"Weeesss...! Weeesss!" deruan angin pukulan yang memekikkan
telinga segera bergema memenuhi seluruh angkasa...
Anehnya, ternyata seluruh tubuh Keng Cin sin tidak terpengaruh
oleh desakan ke enam hawa pukulan yang maha dahsyat tersebut,
dia masih tetap berdiri tegak bagaikan batu karang.
Rupanya ke enam pukulan dahsyat yang dilepaskan tiga orang
pendeta dari Siau lim pay itu sudah terpancing oleh gerakan tangan
Keng Cin sin sehingga meleset dari sasarannya dan meluncur ke
tengah udara, dengan begitu secara otomatis diapun tidak
terpengaruh oleh angin serangan musuh.
Hoat Hian taysu,, Hoat khong taysu serta Hoat hong taysu yang
menyaksikan kejadian tersebut menjadi amat terperanjat, mereka
tak dapat menebak gerak serangan apakah ini.
Diiringi bentakan yang menggelegar memenuhi angkasa, kembali
ke tiga orang itu bergerak maju seperti sukma gentayangan, jari
tangan, bacokan tangan, tumbukan sikut dan tendangan kilat
malang melintang di arahkan semua ke seluruh badan Keng Cin sin,
agaknya mereka telah mengembangkan serangkaian serangan kilat.
Didalam waktu singkat bayangan telapak tangan sudah
menyelimuti seluruh angkasa, kiri kanan atas maupun bawah hampir
1101
semuanya tertutup olah bayangan telapak tangan yang berlapislapis.
Keng Cin sin tertawa nyaring, suaranya keras, merdu tapi
menggidikkan hati siapapun yang mendengarnya...
Ditengah gelak tertawa tersebut, mendadak saja tubuhnya
berputar kencang.
Di dalam perputaran inilah sepasang telapak tangannya
melontarkan serentetan angin pukulan yang kuat dan berlapis-lapis,
begitu dahsyatnya serangan tersebut bagai kan gelombang samudra
yang meluncur tiba tiada hentinya, sungguh dahsyat dan
mengerikan keadaannya.
Rupanya di dalam pertarungan tubuhnya yang sangat gencar
tersebut secara beruntun dia telah melancarkan dua puluh empat
buah serangan dan sembilan buah tendangan kilat.
Di dalam waktu yang relatif sangat singkat inilah, angin pukulan
dan bayangan tendangan seperti bayangan ombak di tengah
samudra meluncur tiba dengan hebatnya, begitu dahsyatnya
membuat berdirinya bulu roma setiap orang.
Keadaan Keng Cin sin saat ini benar-benar ibaratnya malaikat
raksasa berlengan banyak, angin pukulan bayangan kaki di
kombinasikan dengan hawa serangan yang menyayat badan
membuat suasana semakin mengerikan..
Ditengah amukan angin pukulan yang menderu-deru ketiga
orang pendeta dari Siau lim pay itu sama-sama mendengus
tertahan.. .
Dengan tubuh sempoyongan mereka bertiga sama-sama tergetar
mundur sejauh enam tujuh langkah...
Jubah yang mereka kenakan itu kini sudah tercabik-cabik menjadi
hancur dan beterbangan terhembus angin.
Paras mukanya hijau membesi, diantaranya Hoat hong taysu
yang paling parah keadaannya, kulit wajahnya sampai mengejang
1102
keras karena menahan rasa sakit, sementara sorot matanya
memancarkan sinar kebencian dan perasaan dendam yang meluapluap,
seakan-akan hendak menembusi tubuh Keng Cin sin.
Sudah jelas kawanan sesepuh dari Siau lim pay ini merasa amat
sakit hati karena harus menderita kekalahan total ditangan seorang
angkatan muda. sedemikian menderitanya mereka hingga jauh lebih
enakan mati.
Dengan suara sedingin es Keng Cin sin berkata.
"Sekali lagi aku hendak memberitahukan kepada kalian, Hiat mo
bun adalah kawanan manusia penegak keadilan dan kebenaran
dalam dunia persilatan, kami bukan manusia-manusia pengecut
yang munafik dan tak tahu malu. Mengingat kalianpun termasuk
manusia-manusia penegak keadilan dan kebenaran, hari ini aku tak
akan mempersoalkan fitnahan kalian terhadap diri kami lebih lanjut,
namun jika kalian berani berbuat huru-hara lagi dikemudian hari,
hmmm untuk membela diri, terpaksa kami akan mempertaruhkan
jiwa raga kami untuk menuntut keadilan dari kalian."
"Terus terang saja kukatakan kepada kalian, sembilan partai
persilatan dari daratan Tionggoan sekarang hanya terdiri dari
manusia-manusia tak becus, Kepandaian silat kalian sudah tidak
termasuk hitungan lagi didunia saat ini, apabila kalian masih saja
mencari gara-gara, suatu ketika akan tumpaslah perguruan kalian
itu, sebaliknya bila kalian masih bersedia melakukan kebenaran dan
berjuang, untuk mencapai kemajuan, siapa tahu kalau suatu ketika
perguruan kalian akan menjadi tenar kembali?"
"Nah, aku yakin kalian pasti mengerti, dengan kepandaian silat
yang kalian bertiga miliki itu, masih belum sanggup untuk
menghadapi diriku, sekarang kita tak perlu melangsungkan lagi
suatu pertarungan yang tak berguna, nah, selamat tinggal!"
Seusai berkata, dia lantas melesat ke depan dan meluncur ke
arah perkampungan yang tak jauh letaknya dari sana.
Kali ini ke tiga orang pendeta dari Siau lim pay itu tak berani lagi
menghalangi kepergian Keng Cin sin, jelas mereka sadar kalau
1103
kemampuan yang mereka miliki masih belum sanggup untuk
melebihi musuhnya.
Mendadak Hoat hian taysu seperti teringat akan sesuatu, setelah
menghela napas sedih dia berkata:
"Sute berdua, kini dunia persilatan sudah terancam oleh bahaya
besar, kita harus secepatnya mengundurkan diri dari tempat yang
berbahaya ini dan selekasnya kembali ke siong san!"
"Hoat hian suheng, bagaimana dengan orang-orang dari delapan
partai besar lainnya" kata Hoat khong taysu sedih..
Hoat hian taysu menghela napas sedih:
"Aku pikir orang-orang dari delapan partai besar tidak akan
menurut i perkataan kita, aaai..! Sekalipun kita orang-orang Siau lim
pay mundur dari sini, namun disaat Hiat mo buncu sudah
mengetahui keadaan yang sebenarnya, sudah pasti dia tak akan
melepaskan kita dengan begitu saja."
"Sekarang, kita tak boleh berdiam terlalu lama lagi disini, ayo
secepatnya tinggalkan tempat ini sebelum mengambil keputusan
lain...."
Tiga orang pendeta dari Siau lim pay itu tak berani berayal lagi,
secepat kilat mereka meluncur meninggalkan tempat tersebut
menuju ke arah kota.
Ditengah keheningan yang mencekam tanah pekuburan tersebut,
mendadak berkumandang suara gelak tertawa yang amat
menyeramkan, kemudian terdengar seseorang berseru:
"Kita tujuh bersaudarapun harus selekasnya meninggalkan
tempat ini, kalau tidak bila kuntilanak itu sampai datang kembali,
bisa jadi seluruh tanah pekuburan ini akan dibongkar olehnya dan
menyeret kita keluar dari neraka t ingkat delapan belas"
"Lo toa" terdengar suara lain berkata, "mengapa sih kau begitu
takut kepadanya! Dengan kemampuan kita tujuh bersaudara, masa
tidak mampu untuk menaklukkan dirinya!"
1104
Sang Lo toa segera tertawa tergelak, teriaknya:
"Lo liok, kau lupa kita tujuh orang dua belas lembar sukma sudah
kehilangan beberapa lembar sukma? Masa kita dapat bertarung
mati-matian lagi dengannya? bila setiap orang dengan dua belas
lembar sukma berada dibadan, separuh dari kita tujuh bersaudara
sudah sanggup untuk membinasakan dirinya"
Seseorang yang lain segera tertawa cekikikan, kemudian berseru
dengan keras:
"Lo toa, kita tak usah mengibul lagi, ke tiga orang keledai gundul
dari Siau lim pay toh gagah dan keren, tapi nyatanya berhasil dibikin
keok secara gampang, bagaimana mungkin kita tujuh bersaudara
mampu untuk mengungguli dirinya?"
"Lo jit, kau si setan romantis" umpat sang lo toa sambil tertawa
tergelak, "tampaknya kau tertarik oleh kecantikan wajahnya
sehingga membantu dia berbicara? Ayo jalan! Kita harus selekasnya
meninggalkan tempat ini, siapa yang tidak takut mampus boleh
tetap berdiamdisini!"
"Aduuuh, tahun ini aku berusia tujuh puluh tahun, aku masih
ingin hidup bersenang-senang selama belasan tahun lagi"
Ditengah pembicaraan tersebut, dari balik tujuh buah kuburan
yang porak poranda, tiba-tiba muncul tujuh sosok mayat hidup, ada
yang kehilangan sebuah kaki, ada yang kehilangan sebuah mata,
kehilangan sebuah telinga dan ada pula yang kehilangan sebuah
lengan.
Diiringi gelak tertawa aneh yang menyeramkan, mayat-mayat
hidup itu secepat sambaran kilat meluncur dari kompleks tanah
pekuburan itu dan berlalu dari sana.
Dalam pada itu, Keng Cin sin dengan gerakan secepat sambaran
petir telah memasuki bangunan rumah gedung itu.
Namun baru saja dia menembusi gedung lapisan ke empat, apa
yang terlihat membuatnya menjadi tertegun dan melongo.
1105
Mayat-mayat berlepotan darah bergeleparan diatas permukaan
tanah.. .
Kematian dari orang-orang itu sungguh mengenaskan sekali,
membuat siapa saja yang melihat hal ini menjadi bergidik dan
merasa seram....
Padahal perempuan itu sudah banyak membinasakan kaum
laknat dan manusia-manusia jahat dikolong langit, mayat yang
bergelimpangan sudah merupakan pemandangan biasa baginya,
betapa pun seram dan ngerinya suatu keadaan tak mungkin akan
menimbulkan rasa kaget atau ngeri lagi baginya.
Tapi kali ini, Keng Cin sin nampak begitu terperanjat dan
tertegun setelah menyaksikan tujuh delapan sosok mayat yang
terkapar ditengah halaman dalam keadaan kepala hancur, isi perut
berceceran, apa yang sebenarnya terjadi?
Padahal mayat-mayat yang tergelepar di atas tanah sekarang,
tak seorangpun yang dikenal olehnya.
Rupanya dia kaget karena menyaksikan bangunan rumah yang
sebelumnya tak pernah dikunjungi manusia itu sudah berubah
menjadi ajang pertempuran, kalau dilihat dari suasana seram yang
menyelimuti tempat tersebut, dapat diketahui kalau pertarungan
tersebut berlangsung antara orang-orang tak dikenal itu dengan
orang-orang Hiat mo bun pimpinannya.
Yang paling dia kuatirkan sekarang adalah keselamatan dari
orang-orang Hiat mo bun, sebab ditanah pekuburan tadi ia telah
bersua dengan Bu lim jit hun (tujuh sukma gentayangan dari dunia
persilatan) serta tiga pendeta agung dari Siau lim pay, itu berarti
orang-orang yang telah ditemuinya barusan pasti turut serta dalam
pertempuran berdarah ini.
Padahal orang-orang itu berhasil meninggalkan tempat itu tanpa
cedera, dari sini dapat disimpulkan pula kalau pihak Hiat mo bun
telah menderita kekalahan total.
1106
Sekarang suasana dalam perkampungan yang luas itu sunyi
senyap tak kedengaran sedikit suarapun, suasana terasa begitu
menyeramkan dan menggidikkan hati.
Tiba-tiba Keng Cin sin mendongakkan kepalanya lalu berseru
dengan suara nyaring.
"Iblis darah menggetarkan dunia persilatan....
Tengkorak Manusia menggetarkan setan gentayangan.....
Dari kejauhan sana bergema suara pantulan dari teriakannya itu
dan menggema tiada hentinya di angkasa.
Namun suasana tetap sepi, tiada jawaban apapun yang
terdengar ....
Keng Cin sin sangat terperanjat, gumannya kemudian:
"Aneh, mungkinkah mereka semua telah mengundurkan diri dari
tempat ini? Atau mungkin mereka sudah tertimpa musibah?"
Berpikir demikian, sekali lagi dia berteriak dengan suara lantang.
"Hiolo kumala memunahkan amisnya darah...
Umat persilatan menghormati bunga bwee,
Kengerian berubah ketenangan,
Kegelapan hilang muncullah terang.
Kegagahan menggetarkan angkasa,
Panji sakti bagaikan sang surya!"
Secara beruntun dia meneriakkan keenam patah kata sandi dari
Hiat mo bun itu dengan suara yang lantang dan nyaring, suaranya
begitu keras hingga mendengung di seluruh angkasa.
Namun suasana dalam ruangan itu masih tetap sepi hening,
seramdan mengerikan hati...
1107
Hanya suara angin lembut yang menerpa lewat menggoyangkan
dedaunan dan ranting, hingga menerbitkan suara gemerisik yang
sangat lirih..
Keng Cin sin merasakan hatinya berat sekali, pelan-pelan dia
mulai ke depan, mengitari halaman gedung ruangan kelima dan
melangkah masuk melalui pintu bulat kecil.
Tiba-tiba terendus bau amisnya darah yang amat tebal
menyelimuti seluruh angkasa disekitar tempat itu.
Sejauh mata memandang, yang nampak hanya mayat-mayat
yang bergelimpangan dalam keadaan mengerikan serta senjata
tajamyang berserakan diatas tanah.
Mayat yang tergeletak disekitar sana berjumlah dua puluhan
sosok, suatu jumlah yang t idak kecil.
Dibawah sinar matahari senja yang merah membara, noda darah
yang melumer diatas tanah terasa lebih menyala dan menggidikkan
hati orang yang memandangnya.
Dengan sorot mata yang tajam bagaikan sembilu, Keng Cin sin
mengawasi setiap mayat yang tergeletak ditanah itu tanpa berkedip.
Namun mayat-mayat yang ditemukan pun bukan jenasah dari
orang-orang Hiat mo bun.
Agak lega Keng Cin sin menyaksikan hal tersebut, dia berharap
moga-moga anggota Hiat mo bun bisa mundur dari situ dengan
aman dan berharap selamat.
Mendadak.... . .
Sepasang mata Keng Cin sin terhenti di atas tiga sosok mayat
yang berdiri kaku disisi gunung-gunungan samping gedung tersebut.
Sambil menjerit kaget dia menerjang ke muka dengan cepatnya,
sementara sorot matanya memancarkan sinar kepedihan yang luar
biasa...
1108
Dia merasa sedih dan sangat berduka..... Rupanya ke tiga sosok
mayat itu tertancap oleh tiga batang pedang panjang, setiap pedang
menembusi bagian yang mematikan ditubuh mereka, sementara
wajah mereka masih mengenakan topeng tengkorak lambang Hiat
mo bun.
Dengan suara gemetar Keng Cin sin segera berseru.
"Ang yang kui si (utusan setan merah menyala) Sin Kiu si, Lik im
pok si, Hay lo tocu Su siok su, kalian bertiga..... kalian bertiga telah
pergi ...."
Ternyata ke tiga sosok mayat tersebut adalah tiga gembong iblis
dari pulau lautan timur.
Walaupun Keng Cin sin tahu bahwa tiga Iblis dari pulau lautan
timur sombong, buas, kejam dan tak berbelas kasihan, namun
bagaimanapun jua mereka adalah anggota setia dari Hiat mo bun,
maka secara otomatis kematian mereka menimbulkan juga perasaan
sedih yang mendalam bagi perempuan itu.
Pelan-pelan Keng Cin sin, mengalihkan pandangan matanya ke
arah sekitar situ, lebih kurang lima kaki dari tempat semula lagi-lagi
ditemukan dua sosok mayat yang berada dalam keadaan sangat
menyedihkan.
Sambil berpekik keras Keng Cin sin segera menubruk ke depan,
teriaknya dengan suara pilu.
"Ciu Jian hiong , Ban Tun Jiang, kalian Tiang pek siang to juga
turut tewas..."
Perasaan terkejut dan sedih yang mencekam perasaan Keng Cin
sin sekarang benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata.
Sekarang dia mulai merasakan betapa seriusnya persoalan ini,
dia cukup mengetahui tentang kelihayan ilmu silat yang dimiliki
kelima korban tersebut, namun kenyataannya mereka toh tewas
juga ditangan orang, ini berarti mereka yang lainpun...
Keng Cin sin tidak berani berpikir lebih jauh...
1109
Mendadak tubuhnya melejit ke tengah udara dan langsung
menerjang ke arah bangunan kecil disisi sebelah selatan.
Tapi disaat tubuhnya melayang turun ke dalam halaman gedung
tersebut dan melihat apa yang tertera disitu, dadanya terasa sakit
dan sesak sekali seolah-olah di hantam dengan martil yang beratnya
beberapa ribu kati.
Suasana didalam gedung mungil itu sudah hancur dan porak
poranda tiada berwujud lagi, pepohonan dan aneka bunga tersebar
dimana-mana, sementara tiga puluhan sosok mayat terkapar
ditengah halaman tersebut.
Tepat dimuka pintu ruang mungil tersebut tergeletak sesosok
mayat dengan dandanan anggota Hiat mo bun, sedang disisi pintu
terkapar pula dua sosok mayat anggota Hiat mo bun, topeng
tengkorak yang mereka kenakan sudah terlepas dan jatuh ke tanah.
Mereka berdua adalah seorang lelaki kekar yang berjenggot
hitam serta seorang kakek berwajah hitam yang kurus dan pendek.
Kedua orang ini bukan lain adalah Kanglam siang hui, Pek lek jiu
Ho Kian dan Thian kun tee ciang Khong Tang lun.
Keng Cin sin segera berteriak keras.
"Oooh Thian. mengapa kau begitu kejam? kau tumpas Hiat mo
bun sebelum cita-citanya terwujud..."
Saking sedihnya, dia sampai terisak dan tak mampu melanjutkan
kembali kata-katanya.
Kini, dia betul-betul membenci sekalian manusia-manusia laknat
yang tidak berperi kemanusiaan itu.
Perasaan Keng Cin sin sekarang boleh dibilang telah dipenuhi
oleh perasaan sedih, gusar dan dendam yang berlipat-lipat.
Sepasang matanya memancarkan sinar pembunuhan yang
menggidikkan hati, dia bersumpah hendak membunuh semua
manusia yang terlibat didalam peristiwa berdarah ini.
1110
Berapa saat kemudian, Keng Cin sin dapat menenangkan kembali
hatinya, dengan sedih dia bergumam:
"Dari sebelas anggota Hiat mo bun, kini sudah kuketahui ada
sembilan orang yang tewas, yang belum ditemukan sekarang hanya
Sian ih siusu Hoa Siong si, adik Khi serta Siang hong kek Hoo Gi dari
Kang lam Siang hou, mungkinkah merekapun..."
Tiba-tiba.... . .
Keng Cin sin menangkap suara gemerisik yang sangat lirih,
dengan sorot mata yang mencorongkan sinar tajam ia segera
berpaling ke arah sisi barat dekat dinding ruangan, disini tergeletak
pula sesosok tubuh manusia yang bermandikan darah.
Waktu itu, tubuh yang terkapar ditanah itu mulai bergerak-gerak,
walaupun sangat lirih.
Bagaikan sukma gentayangan Keng Cin sin segera memburu ke
depan, lalu membalikkan mayat tersebut dengan ujung kakinya.
Wajah manusia itu penuh berpelepotan darah, rambutnya terurai
kusut namun tak dapat menutupi matanya yang besar, alis matanya
yang tebal serta wajahnya yang bulat..
"Aaaah, rupanya Siang hong kek Hoa Gi!" pekik Keng Cin sin
dengan perasaan pedih.
Yaa, benar! Dia adalah Sian hong kek Hoo Gi dari Kang lam siang
hou, sebenarnya Keng Cin sin mengira orang ini lolos dari musibah
tersebut, tak tahunya dia justru muncul dihadapan matanya dalam
keadaan yang mengerikan.
Tiba-tiba....
Tubuh Sian hong kek Hoo Gi yang kaku itu mengejang keras
dengan penuh penderitaan.
"Aaah, dia belum putus nyawa" kembali Keng Cin sin menjerit
kaget. "Saudara Ho, saudara Ho!" sambil berteriak keras Keng cin
sin merogoh kedalam sakunya dan mengeluar kan dua butir pil
1111
berwarna putih bersih dan sebuah botol porselen, kemudian
dicekokkan ke dalam mulutnya yang tertutup rapat.
Kemudian sepasang tangannya secepat kilat menguruti delapan
nadi penting di seluruh tubuh Sian hong kek Ho Gi.
Akan tetapi Sian hong kak Ho Gi masih tetap tergeletak kaku di
tanah, bergerakpun tidak.
Keng Cin sin tahu kalau isi perutnya sudah berhenti bekerja
karena hawa murninya terlalu lama tersumbat, sekalipun ada pil Kiu
coan si mi yok wan yang dapat menyelamatkan orang dari
kematian, namun daya kerja obat tersebut sudah tak dapat
menyebar lagi keseluruh anggota tubuhnya.
Tiba-tiba Keng Cin sin berseru tertahan dengan cepat dia
memasuki ruangan mungil itu langsung menuju ke ruang dalam.
Setelah mengambil secawan air putih, dia balik kembali ke sisi tubuh
Sian hong kek dan mengeluarkan sebuah kotak kemala kecil dari
sakunya...
Segulung cahaya warna warni yang tebal segera membumbung
tinggi ke angkasa ....
Rupanya dia telah memasukkan mutiara Thian hong im yang sin
cu tersebut ke dalam air bersih tadi.
-ooo0dwooo-
BAB 51
TAK lama setelah mutiara mestika Thian hong im yang sin cu
tersebut di masukkan kedalam air bersih, mendidihlah air didalam
cawan itu sebelum akhirnya berubah menjadi merah membara.
Tak lama kemudian, air bersih di dalam cawan tersebut sudah
berubah menjadi merah darah, Keng Cin sin segera menjepit keluar
mut iara tersebut dari dalam cawan dan menyimpannya kembali
kedalam kotak kemala dan disimpan kedalamsakunya.
1112
Sementara air merah darah tadi dicekok kan kemulut Sian hong
kek Ho Gi belum lama berselang. Keng Cin sin pernah pula
menggunakan cara yang sama dimana ditambah pula dengan
beberapa macam bubuk obat untuk membuat cairan kental
berwarna merah untuk menyembuhkan Ku See hong dari siksaan
ilmu Hou kut jian hui im kang.
Sekarang, Walaupun hawa murni Sian hong kek Ho Gi belum
putus, namun luka yang dideritanya parah sekali. kendatipun
demikian mut iara Thian hong im yang sin cu memang benar-benar
maha dahsyat.
Coba kalau bukan begitu, mungkin isi perut Sian hong kek Ho Gi
yang sudah hancur dan terluka parah itu akan mempercepat
kematiannya.
Sementara itu suatu kejadian aneh telah terjadi, paras muka Sian
hong kek Ho Gi yang berwarna merah membara itu mendadak
mengejang keras, kemudian dari lubang hidungnya seperti terdapat
dengusan napas kembali.
Lalu terdengar dia mendengus tertahan, sepasang matanya yang
terpejam rapatpun pelan-pelan membuka kembali, dengan
serentetan sorot mata yang lemah dia mengawasi Keng Cin sin.
Itulah sorot mata penuh kebencian dan perasaan seram .....
Buru-buru Keng Cin sin berseru dengan cemas:
"Saudara Ho! Saudara Ho! Kau masih kenal denganku? Aku
adalah manusia berkerudung warna warni dari Hiat mo bun "
Tampaknya Sian hong kek Ho Gi sudah tidak mendengar ucapan
dari Keng cin sin lagi, atau mungkin matanya sudah tak dapat
menangkap bayangan manusia lagi, dia masih tetap memandang
kearah depan dengan wajah termangu-mangu.
Dengan gelisah Keng Cin sin kembali berseru.
"Dengar.... . . dengarkah kau dengan suaraku?"
1113
Mendadak Sian hong kek Ho Gi sudah gerakkan bibirnya dan
menyahut dengan suara lirih.
"Kau .... kau adalah nona Im? Mengapa kau mendatangi neraka
ini?"
"Apakah kau .... . . kaupun sudah mat i?"
Keng Cin sin tahu kalau dia mengira dirinya sebagai Im Yan cu
dan dia mengira dirinya sudah mati serta bertemu dengannya
didalam neraka, dengan perasaan yang amat sakit karena pedih,
serunya agak gemetar:
"Saudara Ho! Kau masih hidup, aku adalah manusia berkerudung
warna warni, Buncu dari perguruan Hiat mo bun..."
Ketika mendengar ucapan tersebut, paras muka Sian hong kek
Ho Gi yang semula menyeramkan itu terlintas suatu perubahan
wajah yang sangat aneh, bibirnya tampak bergetar lalu berbisik
dengan lirih:
"Ooh, kau.. kau adalah Buncu, pembunuh-pembunuh bedebah.."
Agaknya Sian hong kek Ho Gi sangat di pengaruhi oleh gejolak
perasaan, sekujur tubuhnya gemetar lagi dengan kerasnya,
sementara paras mukanya kembali mengejang keras penuh
penderitaan. Kata-kata selanjutnya pun turut tersumbat.
Buru-buru Kong Cin sin berseru.
"Saudara Ho, untuk sementara waktu ini legakan dulu
perasaanmu, aku datang untuk menyembuhkan lukamu ....."
Suara gemerutuk mulai kedengaran dari dalam tenggorokkan
Sian hong kek Ho Gi, kemudian dia berkata lagi diiringi helaan napas
yang sedih dan lirih:
"Aku sudah.... sudah tiada harapan lagi. .. aku sangat gembira
dapat bersua kembali denganmu ...."
"Saudara Ho, kau ... kau pasti akan sehat kembali ...." seru Keng
Cin sin cemas.
1114
"Buncu!" suara Sian hong kek Ho Gi kedengaran lebih gemetar
lagi, ”kau tak usah membuang waktuku dengan percuma,
menggunakan kesempatan yang amat singkat ini, ingin
kuberitahukan kepadamu, siapa-siapa saja musuh besarmu..."
Keng Cin sin pandai sekali dalam ilmu pertabiban, tentu saja
diapun tahu meski Hoa Tuo, si Tabib sakti dari jaman Sam kok
menitis kembalipun mustahil bisa menyelamatkan selembar jiwanya.
Sekarang dia bisa sadar karena mengandalkan hawa murni yang
masih dimilikinya serta kasiat dari pil kiu coan sa mia sin wan dan
air mustika mut iara Thian hong im yang sin cu, seandainya kasiat
dari kesemuanya itu sudah punah, tentu saja pengaruh obat mana
tak bisa mencegah cakar maut malaikat elmaut untuk mencabut
nyawanya.
Dengan perasaan pedih bertanya Keng Cin sin:
"Katakanlah, siapa musuh-musuh kita? Apakah sebelas saudara
kita sudah mengalami musibah semua?"
"Sungguh tak disangka sembilan partai besar yang menganggap
diri sebagai partai bersih pun bisa bertindak begitu kotor, munafik
dan tak tahu malu..." . kata Sian hong kek Ho Gi sambil menahan
rasa dendam.
"Haaah, sembilan partai besar dari daratan Tionggoan?." Keng
Cin sin amat terperanjat.
"Benar.... ciangbunjin dari sembilan partai besar..." ditambah
dengan manusia aneh yang menyebut dirinya Bu lim jit hun sekalian
tujuh delapan puluh jago lihay, kami sebelas saudara mungkin
sudah gugur sembilan orang, tapi pihak lawanpun banyak yang
jatuh korban, cuma pembunuh dan dalangnya tidak mampus."
"Bin ih siausu Hoa Siong si beserta saudara cilik Kho It khi telah
menerjang keluar dari kepungan dengan membawa luka yang
parah, tidak kuketahui bagaimanakah nasib mereka sekarang."
1115
"Aku pasti akan memberikan pembalasan yang setaraf dan
kematian yang sama kejamnya terhadap pembunuh-pembunuh keji
yang rendah, tak tahu malu dan munafik itu"
Sian hong kek Ho Gi mendehem dua kali, Kemudian berkata:
"Sekarang aku baru memahami betapa jelek dan busuknya
kawanan manusia yang mengaku dirinya sebagai pendekar sejati
itu, sama-sama memperlihatkan wajah mereka yang buas dan liar.
Aaai, mereka telah mempergunakan cara yang rendah dan tak tahu
malu untuk menyergap kami."
"Dunia persilatan memang penuh dengan kemunafikan dan
kelicikan, setiap orang selalu menggunakan tipu muslihat yang
busuk untuk memperkaya diri, mencari nama dan kedudukan, tindak
tanduk mereka sukar diduga sebelumnya. Buncu! Sekarang kau
harus hidup sebatang kara, sedang didalam dunia persilatan hanya
tinggal Leng hun koay seng Ku See hong seorang yang dekat
denganmu, sedang sisanya, ... sisanya hampir semuanya
merupakan musuhmu, dapat .... dapatkah kau membalas
dendam..?" Selembar nyawa Sian hong kek Hoo Gi pun mengikut i
sang waktu makin lama makin menyusut pendek, cengkeraman
malaikat elmaut sudah semakin mendekatinya.
Dengan napas yang tersengkal-sengkal dan tenggorokkan
mengorok keras, dia berbisik lagi, dengan suara semakin lirih:
"Buncu, sebelum ajalku tiba, ada beberapa persoalan ingin
kutanyakan kepadamu, betulkah kau adalah Keng Cin sin yang di
kenal oleh Ku See hong dan selama ini di anggap telah mati?"
Keng Cin sin sangat terperanjat, dia tak habis mengerti mengapa
anak buahnya ini bisa tahu kalau dia adalah Keng Cin sin? Namun
setelah menghela napas sedih sahutnya juga.
"Saudara Ho, akulah Keng Cin sin!"
Sekulum senyuman segera menghiasi wajah Sian hong kek Ho Gi
yang mengenaskan itu, kembali dia berbisik dengan suara yang lirih
sekali:
1116
"Buncu, Leng hun Koay seng Ku See hong sangat mencintai
dirimu, dia menganggap kau belum mati, aku tahu, dihati kecilmu
pasti ada rahasia besar yang sukar diutarakan, namun
bagaimanapun juga kau harus mengutarakan keadaanmu yang
sebenarnya kepada dia, berdiri disatu garis yang sama, dengan
begitu kalian baru dapat membasmi kaumjahanam dan kaum laknat
dari muka bumi."
"Nona Keng Cin sin, kenapa hubunganmu dengan Ku See hong
.......?"
"Saudara Ho" tukas Keng Cin sin sedih, "aku belum dapat
menyatakan identitasku kepadanya, karena sekarang aku harus
mencari dulu semacamobat ....."
Siau hong kek Ho Gi yang mendengar perkataan tersebut
menjadi sangat terperanjat tapi justru karena itu pula darahnya
semakin membeku sehingga tak dapat mengalir kedalam isi
perutnya, seketika itu juga jantungnya berhenti berdetak dan
matanya membalik keatas, tampak ajalnya sudah t iba.
Namun sesaat menjelang ajalnya tiba, mendadak dia berbisik lagi
dengan lirih:
"Ku See hong telah terjebak oleh tipu muslihat orang-orang Ban
sia kau...."
Berbicara sampai disitu, sepasang kakinya segera menjejak
keras-keras ke depan, seluruh tubuhnya mengejang keras dan
darah mengucur keluar dari ujung bibirnya.
Seorang lelaki sejati yang gagah perkasa ini, akhirnya harus
meninggalkan dunia yang penuh kekejian untuk kembali ke alam
baka dan beristirahat untuk selamanya.
Kini segenap kekuatan Hiat mo bun telah punah, korban yang
berjatuhan cukup besar dan parah, tak terlukiskan rasa sedih dan
pedih yang dialami Keng Cin sin saat ini ...
Dengan membawa pengharapan yang besar dia mendirikan
perkumpulan Hiat mo bun, maksudnya ingin menegakkan keadilan
1117
dan kebenaran dalam dunia persilatan demi kesejahteraan umat
persilatan, sungguh tak disangka sebelum cita-citanya yang luhur itu
tercapai, segenap kekuatan partai nya harus ditumpas orang dan
punah dengan begitu saja.
Pukulan hatin yang demikian beratnya ini benar-benar telah
meninggalkan bekas luka yang mendalam sekali didalam sejarah
perjalanan hidupnya.
Sekarang Keng Cin sin tak dapat mengendalikan rasa sedih
dalam hatinya, air mata jatuh bercucuran dari kelopak matanya dan
membasahi pipinya ....
Kesedihan yang tak bersuara ini terasa jauh lebih membekas
dalam hatinya dari pada isak tangis yang keras, sebab perasaan
pedih yang dialaminya saat ini benar-benar tak terlukiskan lagi
dengan kata-kata.
Pancaran sinar dendam, benci dan marah yang mengerikan hati
mencorong ke luar dari balik matanya, dia mengawasi wajah Sian
hong kek Ho Gi yang sudah menjadi mayat itu tanpa berkedip.
Dari balik sorot mata mana, terkandunglah pelbagai perasaan
yang bercampur aduk tak karuan.
Diantaranya terselip perasaan dendam dan benci....
Penderitaan....
Kemarahan....
Kenangan.
Hawa napsu membunuh yang berkobar kobar ....
Mendadak....
Keng Cin sin mendongakkan kepalanya dan memperdengarkan
suara tertawa panjangnya yang keras dan menusuk pendengaran.
Sedemikian kerasnya suara tertawa itu sehingga seluruh langit
dan bumi seakan-akan turut bergetar keras, suasana betul-betul
mengerikan sekali.
1118
Suara tertawanya itu begitu keras dan menggidikkan hati...
Suara tertawa itu penuh dengan kebencian yang meluap-luap....
Tapi terdengar pula begitu memedihkan hati sehingga sanggup
mencabik-cabikkan perasaan setiap orang.
Dari gelak tertawanya itu, kita dapat merasa kan bahwa dalam
dunia persilatan bakal terjadi suatu tragedi yang paling mengerikan
didalamsejarah dunia persilatan selama ini.
Sementara itu, matahari senja sudah condong ke arah barat,
sinar matahari kemerah-merahan memancar ke seluruh angkasa.
Mendadak...
Segulung angin lirih berhembus lewat dan memecahkan
keheningan yang mencekamsekeliling tempat itu...
Tahu-tahu dalam ruangan tersebut telah menyelinap masuk
seorang perempuan berambut putih yang berwajah bersih bagaikan
kemala, didalam bopongan perempuan tersebut, terdapat pula
seorang gadis yang berwajah cantik.
Tak perlu diduga lagi, ke dua orang ini bukan lain adalah Seng
sim cian li Hoa Soat kun serta Im Yan cu yang telah terkena obat
perangsang Im hwee si hun wan.
Setelah mengetahui siapa yang datang, buru-buru Keng Cin sin
mengendalikan gejolak perasaannya lalu menegur dengan lirih.
"Bolehkah aku tanya, apakah kau adalah Seng sim cian li Hoa
Soat kun locianpwe beserta muridnya Im Yan cu?"
Seng sim cian t i Hoa Soat kun amat terkejut setelah mendengar
teguran itu, segera pikirnya.
"Heran, bagaimana mungkin dia bisa mengetahui akan hal ini
....?."
Dengan nada suara yang dingin bagaikan es, sikap yang
merupakan kebiasaan bagi nya, dia menghela napas panjang lalu
menjawab:
1119
"Hiat mo buncu, mungkin kau sudah mengetahui maksud
kedatanganku kemari"
"Hoa locianpwe, apakah Leng bun kuay seng Ku See hong telah
berkunjung ke rumah penginapan Yang tang?"
Rupanya Keng Cin sin mengira Hoa Soat kun bisa datang
mencarinya atas petunjuk dari Ku See hong, sebab hanya Ku See
hong seorang yang tahu kalau gedung terpencil ini merupakan
pusat hubungan dari perkumpulan Hiat mo bun.
"Sudah seharian penuh lo nio belum berhasil menemukan
bajingan cilik she Ku itu" sahut Seng sim cian li Hoa Soat kun
dengan suara dingin.
Mendengar perkataan itu Keng Cin sin sangat terkejut, dalam
benaknya segera terlintas kembali kata-kata terakhir dari Sian hong
kek Ho Gi.
"Jangan-jangan Ku See hong benar-benar sudah terkena siasat
busuk dari bajingan Ban sia kau..." demikian dia mulai berpikir.
Rupanya Sian hong kek Ho Gi yang sesaat menjelang ajalnya
mendengar kalau Ku See hong sedang pergi mencari obat-obatan,
mendadak saja ia teringat akan kisah pertemuan antara Ku See
hong dengan Thi bok sin kiam Cu Pok, ditambah pula sejak musibah
yang menimpa Hiat mo bun barusan, ia semakin menaruh perasaan
was-was terhadap jalan pemikiran orang persilatan.
Atas dasar itulah dia lantas menduga kalau Ku See hong sudah
ditipu oleh kaum laknat, maka dari itu sebelum ajalnya tiba dia pun
menyatakan kalau Ku See hong sudah terjebak oleh siasat busuk
musuh.
Tatkala Seng sim cian li Hoa Soat kun menyaksikan Keng Cin sin
hanya membungkam diri dalam seribu bahasa, dengan suara dingin
dia berkata lagi.
"Hiat mo buncu, apakah kaupun sudah tahu kalau muridku ini
telah keracunan?"
1120
Tentu saja Keng Cin sin memahami maksud hatinya, buru-buru
jawabnya.
"Locianpwe, atas pemberitahuan dari Ku See hong, aku sudah
tahu kalau Im Yan cu telah keracunan, sayangnya aku hanya
sanggup memperpanjang saat kambuhnya saja, dan tak mampu
menyembuhkan secara tuntas. ."
"Aku telah berjanji dengan Ku See hong, paling lambat besok
pagi untuk berjumpa dengannya dirumah penginapan Yang tang,
pada saat itulah kita akan bersama-sama menyelesaikan persoalan
ini....."
Ketika mendengar perkataan tersebut, sekilas perasaan sedih
sempat menghiasi wajah Seng sim cian li Hoa Soat kun, jelas
kesedihan yang dikarenakan perasaan kecewa.
Keng Cin sin menghela napas sedih, kemudian katanya.
"Hoa locianpwe, aku sudah berjanji kepada Ku See hong untuk
menyembuhkan luka racun dari tubuh adik Im Yan cu, sudah pasti
akan kulakukan hal ini dengan sebaik-baiknya"
"Bukankah sudah kau katakan bahwa kau tak mampu untuk
menyembuhkannya, sama sekali?"
"Kepandaianku memang masih belum lengkap untuk
menyembuhkan luka beracunnya, namun setiap benda yang ada
didunia ini pasti ada cara untuk memecahkannya. Aku pikir didalam
kitab pusaka Ban sia cinkeng sudah pasti akan tercantum obat
penawar dari racun cabul tersebut."
"Maksudmu, kau hendak mengunjungi markas besar Ban sia kau
dan berusaha untuk mencuri kitab Ban sia cin keng itu?"
"Yah, kejadian telah berkembang menjadi begini rupa, terpaksa
aku harus menempuh cara ini"
Sungguh terharu perasaan Seng sim cian li Hoa Soat kun setelah
mendengar perkataan itu, pikirnya:
1121
"Sudah pasti perempuan ini mempunyai hubungan yang
mendalam sekali dengan Ku See hong, kalau tidak mengapa dia
bersedia untuk menyembuhkan luka beracun dari im Yan cu, bahkan
bersedia pula mempertaruh kan jiwanya untuk mengunjungi markas
besar Ban sia kau dan berusaha mencuri kitab pusaka Ban sia cin
keng milik Ceng Lan hiang ...."
Berpikir demikian, dia menghela napas panjang, kemudian
katanya pelan.
"Terima kasih banyak atas petunjukmu barusan, kalau dalam
kitab pusaka Ban sia cin keng tercantum resep obat penawar untuk
memunahkan pengaruh racun cabul tersebut, soal mengunjungi
perkumpulan Ban sia kau, aku pikir tak perlu merepotkan dirimu
lagi."
"Hoa cianpwee, aku sudah mengabulkan permintaan orang
tentang hal ini, jadi aku tak ingin mengingkari janji"
"Bolehkah aku tahu bagaimana hubunganmu dengan Ku See
hong. ..?"
Keng Cin sin menghela napas sedih:
"Panjang sekali untuk diceritakan tentang kepedihan hatiku ini,
harap Hoa cianpwee jangan menyinggungnya kembali, terus terang
saja kukatakan, dahulu dia adalah kekasihku, tapi sekarang aku
sudah tak dapat mencintainya lagi, oleh sebab itu aku hanya bisa
berusaha dengan sepenuh tenaga untuk membantunya hidup
senang dan bahagia, dengan begitu hatiku akan turut merasa puas"
berubah hebat paras muka Seng sim cian li Hoa Soat kun setelah
mendengar perkataan ini, serunya terkejut:
"Jadi kau adalah Keng Cin sin, kekasih pertama dari Ku See
hong..."
Keng Cin sin pun merasa terkejut sekali setelah mendengar
perkataan itu, pikirnya kemudian.
"Heran, mengapa diapun bisa mengetahui namaku..."
1122
Tapi dengan cepat dia mengangguk, sahutnya sedih.
"Benar, aku adalah Keng Cin sin, harap locianpwe jangan
memberitahukan hal yang sesungguhnya kepadanya"
"Mengapa?" tanya Seng sim cian li Hoa Soat kun tidak mengerti.
Air mata segera bercucuran membasahi wajah Keng Cin sin.
"Hoa locianpwe! harap kau jangan menanyakan persoalan ini,
sebab kesemuanya itu hanya akan menambah kesedihan dan
kepedihan didalam hatiku saja"
Pada dasarnya Seng sim cian li Hoa soat kun memang seorang
yang patah hati, tentu saja diapun dapat merasakan kesedihan yang
mencekamperasaan Keng Cin sin sekarang.
Oleh sebab itu dia lantas mengalihkan pokok pembicaraannya ke
soal lain, katanya.
"Nona Keng, kau dapat memperpanjang kambuhnya dari racun
cabul yang mengeram dalam tubuh muridku ini sampai berapa
lama?"
"Kurang lebih lima belas hari"
"Masalah ini tak bisa ditunda-tunda lagi, harap nona Keng segera
turun tangan menolong muridku ini"
"Hoa locianpwe, sekarang kita harus pergi ke rumah penginapan
Yang tang dan menant i kedatangan Ku See hong lebih dulu"
"Sekarang dia telah pergi ke mana?"
"Ku See hong sedang mencari sebatang rumput Im cu cau,
rumput tersebut sangat langka dan sukar dicari didunia ini, bisa jadi
ia sudah ditipu oleh kaum laknat"
"Siapakah yang menyuruh dia pergi mencari rumput tersebut.. ?"
"Soal ini aku sendiripun tidak jelas tapi bisa jadi kaum laknat dari
Ban sia kau apabila kita tidak berhasil menemukannya di rumah
penginapan Yang tang, masalahnya menjadi semakin sukar diduga
1123
lagi, namun bila dia terkena siasat licik dari Ban sia kau, sudah pasti
jiwanya terancambahaya maut"
"Baiklah, mari kita menanti kedatangannya di rumah penginapan
Yang tang sampai besok, bila dia tak datang juga, kita segera
menyusulnya ke markas besar Ban sia kau"
Maka Seng sim cian Hoa soat kun bersama Keng Cin sin
berangkat ke rumah penginapan Yang tang untuk menunggu
kedatangan Ku see hong.
-oooo0dw0oooo-
Jilid 34
KU SEE HONG roboh tak sadarkan diri setelah terkena bubuk
pemabuk milik Ceng Lan hiang.
Entah berapa lama sudah lewat...
Dalam keadaan samar-samar dan antara sadar tak sadar, Ku See
hong merasa didalam mulutnya seakan-akan sedang menghisap
sebutir buah anggur yang manis dan segar.
Cairan yang harum dan segar memercik dan mengalir melalui
kerongkongannya.
Dia mengira masih berada dalam impian, namun mulutnya
memang benar-benar dipenuhi oleh cairan yang harum baunya.
Selain itu terendus pula bau harum semerbak yang menusuk
penciumam.
Dia merasa pikirannya masih kabur, keadaan tersebut bagaikan
dalam impian seperti lamunan, seperti juga kenyataan.
Dia tak dapat memastikan secara pasti, sebab benaknya terasa
kosong dan hampa.
1124
Lama. . . lama kemudian, impian yang indah tersebut mendadak
lenyap tak berbekas.
Ku See hong merasakan ingatannya mulai jernih kembali, tibatiba
ia teringat bagaimana dia telah berjumpa dengan ketua Ban sia
kau yang cabul lagi kejam, Ceng Lan hiang.
Mendadak benaknya seperti disambar oleh geledek ditengah hari
bolong, dengan cepat Ku See hong membuka matanya kembali....
Apa yang kemudian terlihat olehnya hampir saja membuatnya
menjerit keras.
Ternyata seluruh pakaian yang dikenakan kini sudah dilepas
orang, sekarang dia sedang berbaring ditengah sebuah
pembaringan yang harum baunya dan indah bentuk nya dalam
keadaan telanjang bulat, sekeliling pembaringan dilapisi oleh kain
tirai berwarna kuning yang halus dan lembut. Seluruh ruangan tidur
itu dihiasi dengan aneka warna yang dapat membangkitkan napsu
birahi, gambar-gambar porno dan lain sebagai nya, pokoknya siapa
saja yang berada disitu pasti akan terpaku dan terpesona.
Ku See hong tahu dimanakah dia berada sekarang, dengan sorot
matanya yang tajam dia mengawasi sekejap sekeliling tempat itu,
ternyata tak seorang manusiapun yang nampak.
Dia mencoba untuk menarik hawa murninya dan bangkit berdiri,
namun seluruh tubuhnya lemas seakan-akan tak bertenaga, hawa
murninya tak mampu dihimpun kembali.
Menyaksikan kenyataan ini, dia menghela napas sedih, lalu
berpikir dihati:
"Habis sudah riwayatku kali ini! Habis sudah riwayatku kali ini!
Aku benar-benar sudah terjatuh ketangan perempuan jalang itu.
Ooh, mengapa dia tidak memberi kematian yang utuh kepadaku!
Mengapa dia...."
Berpikir sampai disitu Ku See hong tak berani berpikir lebih jauh,
dia mencoba untuk membalikkan badannya namun sama sekali tak
mampu berkut ik.
1125
Ternyata jalan darahnya sudah ditotok orang, dan ilmu menotok
jalan darah yang digunakan sedemikian luar biasanya sehingga
dapat membuat kesadaran orang tetap jernih, namun tubuhnya tak
mampu mengerahkan sedikit tenagapun.
Mendadak...
Serentetan gelak tertawa yang amat jalang bergema
memecahkan keheningan ruangan itu...
Lalu terendus segulung angin harum menerpa lewat, dari luar
pembaringan berkelambu kuning dimana Ku See hong berbaring
sekarang, tahu-tahu sudah muncul seorang perempuan cantik
bagaikan seekor ular, dengan suatu gerakan cepat dia langsung
menubruk ke atas pembaringan di mana Ku See hong berada.
Selembar wajah perempuan cantik yang memikat hati segera
muncul pula di depan mata Ku See hong.
"Bocah sayang, kau telah mendusin" teguran lembut diiringi
senyuman yang memukau muncul di depan mata.
Gelak tertawa yang jalang itu membuat Ku See-hong tanpa
terasa berpaling, dalam sekejap mata itulah Ku See-hong dapat
menyaksikan banyak sekali tempat terahasia dari wanita.
Ia segera mendengus dan buru-buru memejamkan matanya
rapat-rapat. . .
Ternyata perempuan cantik yang telanjang bulat bagaikan seekor
ular itu bukan lain adalah ketua Ban shia kau Ceng Lan hiang.
Rambutnya yang panjang terurai bagaikan sebuah air terjun,
payudara yang montok dengan sepasang puting susunya yang
merah tertutup oleh rambut yang panjang itu sehingga setengah
terlihat setengah tertutup, namun justru karena itulah dia nampak
lebih merangsang napsu birahi kaum pria. . .
Kulit tubuh perempuan itu lembut, halus dan putih bersih,
sedemikian halusnya ibarat patung yang terbuat dari batu porselen
saja. . .
1126
Tapi yang paling menggairahkan hati lelaki adalah bagian bawah
perutnya yang menonjol keluar bagaikan sebuah kuburan, terutama
rumput lebat berwarna hitam yang tumbuh di sekitar kuburan
membuat hati pria terasa mendidih saja.
Ku See-hong sempat menyaksikan gundukan tanah pekuburan
dengan rumput nan lebat itu, diapun sempat menyaksikan dua bukit
tinggi di atas dada perempuan tersebut, semuanya merupakan
pemandangan yang menggelorakan napsu birahi, oleh karenanya
buru-buru dia memejamkan matanya rapat-rapat.
Sekali lagi Ceng Lan hiang tertawa jalang.
"Engkoh bagus, bukankah kau sudah berpengalaman beberapa
kali menyaksikan keindahan tubuh perempuan? Mengapa sih kau
masih kelihatan malu?"
Sementara pembicaraan berlangsung, tiba-tiba saja Ku See-hong
merasakan ada dua lembar bibir yang empuk dan lembut menempel
di bagian bawah perutnya. . .
Ternyata Ceng Lan hiang yang ramping tapi padat berisi itu
sudah menindihi tubuhnya yang telanjang bulat itu diatas tubuh Ku
See-hong yang bugil.
Ku See-hong malu sekali, kalau bisa dia ingin menghajar
perempuan itu sampai mati, namun berhubung seluruh badannya
lemas tak bertenaga, maka sedapat mungkin dia hanya bisa
bergeser ke kiri.
"Perempuan jalang yang tak tahu malu kau. . . kau bunuhlah aku
saat ini juga" teriaknya.
Ceng Lan hiang tertawa terkekeh-kekeh.
"Aduuuuh... saudara cilikku, mana cici tega untuk melukai
dirimu?"
"Coba kau lihat, bukankah luka yang kau derita sudah cici
sembuhkan dengan susah payah selama dua hari belakangan ini?"
1127
"Dua hari dua malam kita sudah hidup berdampingan dalam
keadaan bugil tanpa busana, tahukah kau bahwa cici sudah tak
tahan lagi untuk melihat pemuda yang begitu tampan dan gagah
macam dirimu ini? Tahukah kau kalau aku sudah kebelet untuk
segera. . . akhirnya lukamu telah sembuh hari ini, yaa tak apalah,
biar terlambat sedikit asal puas kedua belah pihak, ayolah cepatan
sedikit, telukku sudah siap menanti datangnya perahumu untuk
berlabuh. . ."
Berbicara yang sebenarnya, Ceng Lan hiang memang sangat
cantik dan memiliki perawakan badan yang memukau hati kaum
pria, tapi diapun belum pernah menyaksikan pemuda setampan Ku
See-hong, apalagi kegagahan dan kekerenannya cukup
mendatangkan daya pikat bagi kaum wanita.
Sewaktu di kerubuti Thi bok sin kiam Cu Pok sekalian manusia
laknat, Ku See-hong memang menderita luka parah, namun berkat
perawatan yang halus dan penuh kasih sayang dari Ceng Lan hiang,
luka itu lambat laun menjadi sembuh.
Selama dua hari tidur bersama dalam keadaan bugil,
sesungguhnya Ceng Lan hiang sudah tak tahan, namun berhubung
luka pemuda itu belum sembuh, terpaksa dia harus menahan napsu
birahinya.
Tadipun dia sedang mencium Ku See-hong dan menindihi
tubuhnya untuk mencari kepuasan sebelum pergi membersihkan
badan.
Sebagai manusia jalang yang besar napsu birahinya, sekarang
dia benar-benar tak mampu lagi untuk mengendalikan rangsangan
napsu birahi yang menggelora dalam hatinya, wajahnya berubah
menjadi merah dan matanya mulai bersinar-sinar....
Begitu selesai berkata, seperti angin puyuh saja Ceng Lan hiang
langsung menubruk tubuh Ku See hong dan menindihinya.
Pada dasarnya Ceng Lan hiang adalah seorang wanita yang amat
jalang, begitu besar nafsu birahinya sehingga boleh dibilang tiada
tandingannya di dunia ini.
1128
Selama beberapa hari belakangan ini dia sudah tidak melakukan
permainan tersebut maka tidak heran kalau dia begitu terangsang
hawa nafsu birahinya setelah menyaksikan tubuh Ku See hong yang
telanjang dan penuh dengan otot tersebut.
Begitu hawa nafsunya berkobar, keadaan tersebut ibarat
gelombang samudra yang melanda tepian, begitu dahsyatnya
sehingga sukar terbendung lagi.
Di saat seorang wanita sudah berada dalam keadaan terangsang
dan bila kebutuhannya akan kepuasan sudah mencapai pada
puncaknya, maka sering kali dia akan lebih gila daripada kaum pria.
Dia akan melupakan segala sesuatunya kecuali mencari
kepuasan, tiada persoalan lain yang akan terpikirkan olehnya, begitu
juga keadaan Ceng Lan hiang sekarang, kendatipun dia memiliki
kepandaian silat yang sangat lihay, toh tak akan terlepas juga dari
keadaan semacam itu.
Apalagi dia memang seorang perempuan histeris.
Keadaan Ceng Lan hiang saat ini benar-benar mengerikan sekali,
namun cukup merangsang nafsu birahi kaum lelaki yang sempat
menyaksikan adegan tersebut....
Di dalam keadaan seperti ini, Ku See hong hanya bisa merasa
benci dan malu.... . .
Sekuat tenaga dia berusaha meronta dan melepaskan diri dari
tindihan perempuan itu, sebab perempuan jalang yang berada di
hadapannya sekarang adalah istri gurunya yang berkhianat, bahkan
dia adalah ibu kandung dari Him Ji im yang pernah berhubungan
suami isteri dengannya.
Tentu saja dia tak boleh berbuat demikian dengannya. . . tidak
heran kalau dia meronta seperti orang gila, berteriak-teriak keras
sambil mengumpat. . .
Namun sayang sekali seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga,
apalagi jalan darahnya sudah tertotok.
1129
Sementara itu Ceng Lan hiang makin lama semakin merapatkan
tubuhnya dengan tubuh pemuda itu, makin memeluk semakin
kencang, sehingga hampir saja Ku See-hong tak dapat bernapas.
Sementara seluruh tubuh Ceng Lan hiang yang indah dan
mempersona hati itu gemetar keras, bukan cuma begitu, bahkan
bergoyang kian kemari tanpa aturan.
Sedang Ku See-hong pun merasakan rontaan yang makin lama
semakin menghebat, dia berteriak semakin menjadi-jadi. . .
Mendadak, pada saat itulah. . .
Ku See-hong merasakan dua lembar bibir lembut yang semula
menempel di atas perutnya itu mulai bergeser terus ke arah bawah.
. .
Tak lama kemudian, dua senjata sudah saling beradu satu sama
lainnya. . .
Sambil menggoyangkan pinggulnya kian kemari, Ceng Lan hiang
tertawa cekikikan sambil mengumpat:
"Sialan kau! Mengapa bendamu itu begitu tak berguna. . .!"
Rupanya Ku See-hong dengan mengandalkan keteguhan
imannya berusaha untuk mengendalikan perasaannya yang bergolak
keras, oleh sebab itu senjatanya tetap berada dalam keadaan
lembek tak berkekuatan. . .
Dalam keadaan demikian, sudah barang tentu Ceng Lan hiang
tidak mampu untuk melaksanakan hajatnya. . .
Tiba-tiba Ku See-hong merengek:
"Ceng kaucu, kumohon janganlah berbuat demikian denganku?
Mau bukan? Tahukah kau, perbuatan ini berdosa sekali?"
Sesungguhnya Ku See-hong amat benci dan mendendam
terhadap perempuan ini, dia tahu setelah terjatuh ke tangannya
maka tak ada gunanya melawan dengan kekerasan.
1130
Maka sambil menahan kobaran hawa amarah dan bencinya, dia
memohon kepada perempuan itu agar tidak berbuat demikian.
Ceng Lan hiang segera mengerdipkan matanya berulang kali,
kemudian sambil tertawa katanya:
"Saudara Cilikku, buat apa kau mesti berbicara begitu serius? Kau
toh tahu, inilah kebahagian yang paling dicari oleh setiap manusia?"
ooo0dw0ooo
BAB 52
Sembari berbicara, Ceng Lan hiang dengan sepasang matanya
yang menggiurkan tiada hentinya mengawasi sekujur badan Ku Seehong,
terutama bagian vitalnya.
Berpapasan dengan sorot matanya yang begitu hangat dan
merangsang serta menyaksikan bagian tubuhnya yang memikat
hati, Ku See hong merasakan darahnya mendidih, hampir saja
senjata andalannya menegang.
Dia lantas berpikir di dalamhati:
"Perempuan cabul ini memang benar-benar mempunyai daya
pikat yang merangsang hati pria, tidak heran kalau suhu yang
berkepandaian silat begitu tinggipun terpukau oleh senyumannya
yang merangsang, berbicara sesungguhnya,coba kalau aku tidak
mengetahui jelas akan dosa dan kebejatan moralnya, siapa yang
akan menduga kalau perempuan cantik bak bidadari dari kahyangan
ini sesungguhnya adalah seorang perempuan yang amat jalang?
Aaai. . . Thian memang benar-benar suka mempermainkan
umatnya. . .
Dipandang secara telanjang oleh perempuan itu, lama kelamaan
Ku See hong mulai tak tenang, dengan wajah merah membara
serunya dengan gelisah:
"Tahukah kau. . . apa hubunganku dengan suamimu dan
putrimu. . .?"
1131
Ceng Lan hiang segera tertawa terkekeh-kekeh, tukasnya cepat:
"Siapapun dirimu, buatku adalah sama saja, sudahlah, kau tak
perlu mempersoalkan hal ini, ayo, cepatan sedikit. . ."
Dengan sepasang kakinya yang telanjang Ceng Lan hiang
mengempit tubuh bagian bawah Ku See hong, sehingga membuat
pemuda tersebut sama sekali tak mampu berkutik.
Ku See hong tidak menyangka sama sekali kalau perempuan
tersebut begitu jalang dan tak tahu malu, dalam keadaan demikian,
ia benar-benar kasihan dan sedih untuk nasib gurunya, dia sedih
mengapa gurunya bisa mempersunting perempuan semacam ini dan
Him Ji imbisa mempunyai seorang ibu seperti ini. . .
Segulung hawa panas menerjang ke atas secara tiba-tiba,
mendadak Ku See hong merasakan jalan darahnya yang tertotok
menjadi bebas. . .
Kenyataan tersebut kontan membuat hatinya bergetar keras,
sambil membentak gusar teriaknya:
"Kau perempuan cabul, benar-benar perempuan yang tak tahu
malu. . ."
Rupanya Ceng Lan hiang sedang melakukan rangsangan untuk
menggairahkan napsu birahi lawan jenisnya, sekarang tangan
kanannya justru sedang mencomot. . . dan mempermainkannya
dengan penuh gairah.
Ku See hong membentak keras, telapak tangan kanannya segera
menyapu ke depan keras-keras.
"Plaaaakkk. . ."
Benturan nyaring berkumandang memecahkan keheningan.
Tubuh Ceng Lan hiang yang sedang menggeliat ke sana ke mari
seperti seekor ular itu sudah terhajar telak sehingga mencelat ke
belakang dan terlempar keluar dari pembaringan.
1132
Disaat melancarkan pukulan tadi, Ku See hong turut melompat
pula meninggalkan pembaringan tersebut, matanya yang tajam
segera memandang sekejap sekeliling tempat itu.
Tampak olehnya diatas meja dekat dinding tergeletak pakaian
lelaki, dengan cepat dia menyambar pakaian tersebut dan
mengenakannya dengan terburu-buru.
Namun sewaktu dia memandang kembali ke arah Ceng Lan hiang
yang tergeletak di tanah, tampak olehnya perempuan itu sudah
mengenakan pula satu stel pakaian berwarna putih, sepasang
payudaranya yang besar masih kelihatan menonjol ke luar, sedang
rambutnya yang terurai menutupi sebagian payudara tersebut.
Dia berdiri dengan sekulum senyuman menghiasi wajahnya,
begitu cantik dan menawan seperti bidadari dari kahyangan.
Pakaian berwarna putih yang dikenakan tidak tertutup rapat,
sehingga bagian rahasia dari kaum wanita masih setengah terlihat,
ini semua menambah merangsang pandangan pria.
Ku See hong terkejut sekali, dia tak mengira kalau serangannya
barusan tidak berhasil melukainya barang seujung rambutpun,
padahal dia mana tahu kalau serangan tersebut dilancarkan kelewat
cepat, dengan kekuatannya yang belum pulih serta kepandaian silat
Ceng Lan hiang yang begitu lihay, tentu saja serangan tersebut
tidak sampai melukai lawannya.
Dengan cepat Ku See hong mengenakan kembali pakaiannya,
kini jalan darahnya sudah bebas, tenaga dalamnya pun sudah pulih
kembali seperti sedia kala, keberaniannya otomatis bertambah
besar.
Melihat Ceng Lan hiang berjalan mendekat, dengan suara
menggeledek ia segera membentak:
"Perempuan jalang! Berhenti kau. . .!"
Ceng Lan hiang tertawa terkekeh-kekeh:
1133
"Kau benar-benar tidak mengerti bermain cinta, tidak tahu pula
bagaimana menyayangi perempuan, untung saja aku menerima
seranganmu, coba kalau berganti orang lain, mungkin tubuhku
sudah hancur berantakan"
"Aaaai. . . kau memang mempunyai wajah yang menawan hati,
membuat aku merasa tak tega saja untuk mencelakaimu sedang
kaupun begitu tak tahu diri, kau harus mengerti, setiap lelaki yang
sudah cici penujui, tak seorangpun yang bisa lolos dari sepasang
tanganku, tentu saja tidak terkecuali kau sendiri, aku lihat lebih baik
kau menyerah saja untuk bermain cinta denganku, kalau tidak. . ."
"Perempuan jalang bedebah, aku akan membinasakanmu"
bentak Ku See hong lagi.
Ditengah bentakan keras, telapak tangan kanannya segera
diayunkan ke depan melepaskan sebuah pukulan yang maha
dahsyat ke depan, segulung hawa pukulan yang menusuk tulang
segera menggulung ke luar menyusul gerak serangan tadi.
Namun Ceng Lan hiang hanya mengebaskan telapak tangan
kirinya, tahu-tahu serangan tersebut sudah hilang lenyap tak
berbekas.
Sambil tertawa genit Ceng Lan hiang segera berseru:
"Saudara cilik, kau memang lelaki yang tak berperasaan."
"Siapa bilang aku lelaki tak berperasaan?" Ku See hong
membentak gusar, “kau lah perempuan jalang yang tidak setia,
berkhianat kepada suami dan banyak melakukan kejahatan ....."
Ucapan mana bukan disambut dengan amarah oleh Ceng Lan
hiang, sebaliknya perempuan itu malah tertawa cekikikan.
"Saudara cilik, saudara cilik... tahukah kau siapa yang telah
memungut selembar jiwamu?"
Sambil berkata pelan-pelan dia berjalan mendekati Ku See hong!
1134
Bagaikan melihat ular beracun atau kalajengking yang
berbahaya, Ku See hong segera mundur beberapa langkah dengan
ketakutan, bentaknya keras-keras.
"Bila kau tidak berhenti lagi, aku akan...."
Ceng Lan hiang tertawa cekikikan.
"Terus terang saja kuberitahukan kepada mu, ilmu silatmu masih
terpaut jauh sekali dariku, lagipula kaupun tak nanti bisa lolos dari
tempat ini, kau tahu berada dimanakah dirimu sekarang?”
"Haaahh..... haaahh..... haaahhh tempat ini adalah istana Cung
Kiong tian dalam markas besar Ban sia kau siapa yang sudah berada
disini, maka kecuali aku sendiri yang mempersilahkan dia pergi,
hanya jalan kematian saja yang tersedia!”
Ku See hong sangat terperanjat sesudah mendengar perkataan
itu, segera pikirnya: "Jika kepandaian silatku tak mampu
menandinginya, berarti aku betul-betul sudah terperosok kedalam
sarang harimau"
Sementara dia masih melamun Ceng Lan hiang sudah maju dua
langkah lagi dengan lemah gemulai, tiba-tiba saja tangannya
menepuk bahu anak muda tersebut, namun tidak menotok jalan
darahnya.
Dengan perasaan terperanjat Ku See hong segera mundur
beberapa langkah ke belakang.
Ceng Lan hiang memutar biji matanya berulang kali, lalu sambil
mengerling genit bisiknya.
"Saudara cilik Ku, cici sudah dua hari bermesraan denganmu di
atas ranjang, masa kau tidak berperasaan sama sekali? Coba
lihatlah, aku toh merasa tak tega untuk melukaimu?"
"Kau sudah melakukan...."
"Belum" tukas Ceng Lan hiang lembut, "Sekarang baru siap-siap
melakukan untuk pertama kalinya.."
1135
Rupanya Ku See hong mengira selama dua hari ini dia sudah
diperkosa olehnya.
Namun dia merasa sangat lega setelah mendengar perkataan itu,
coba kalau dia telah melakukan hubungan dengannya, sudah pasti
ia tak punya muka lagi untuk hidup terus di dalam dunia ini, bisa
jadi dia akan segera bunuh diri.
Sementara itu Ceng Lan hiang sedang dikejutkan oleh keteguhan
iman Ku See hong.
Perlu di ketahui, dia mempunyai daya pikat yang amat besar bagi
pandangan kaum lelaki, bahkan tidak sedikit diantara kaum pria
yang bersedia main cinta satu kali saja dengannya meski harus
dibayar dengan nyawa.
Tapi kenyataannya pemuda ini sama sekali tidak terpengaruh
oleh segala rangsangan pikatannya yang beraneka ragam, pemuda
itu seolah-olah berhati baja saja.
Kembali dia tertawa jalang, serunya.
"Oooh, rupanya kau hendak meniru Liu Hee hui si sastrawan
banci itu..."
"Kau perempuan laknat, jangan dianggap kau paling cantik,
padahal kau lebih jelek dari pada perempuan terjelek dikolong langit
sekalipun"
Mendengar perkataan tersebut, Ceng Lan hiang segera berkerut
kening, hawa pembunuhan segera menyelimuti wajahnya, namun
hanya sebentar saja sudah lenyap tak berbekas.
"Saudara cilikku, bagian mana sih dari tubuh cici yang tak dapat
memuaskan hatimu?" serunya sambil tertawa. "coba kau lihat,
tubuh cici begitu mulus dan bahenol, payudaraku begitu padat dan
kenyal, boleh dibilang tiada duanya didunia ini, terutama sekali
lubang sorgaku, ..ooh, sekali mencoba pasti akan disukai untuk
selamanya, apalagi untuk memberi kesegaran bagimu, selama
beberapa hari terakhir ini aku tak pernah menjamah lelaki lain.."
1136
"Aaai, kau memang tolol, ada kenikmatan sorgawi di depan mata
kau enggan menikmat inya"
"Kau.. kau benar-benar tak tahu malu!" bentak Ku See hong
keras-keras.
Ceng Lan hiang tertawa dingin.
"Kau sendiri yang tak tahu diri, baik.. bila kau bersikeras enggan
menurut i perkataanku, terpaksa aku akan mempergunakan
kekerasan."
Rupanya gagal menggunakan cara yang lunak, dia hendak
memaksa dengan kekerasan.
Pada dasarnya Ku See hong memang seorang yang cerdik, dia
menjadi amat terperanjat setelah mendengar perkataan itu, satu
ingatan segera melintas dalambenaknya.
"Kepandaian silat yang dimiliki perempuan jalang ini masih jauh
diatas kepandaianku, lagi pula obat-obatan yang dimilikinya lihay
sekali, apabila aku sampai bentrok dengannya, mungkin tiada
kebaikan yang akan kuperoleh, satu-satunya cara menggunakan
siasat untuk membunuhnya..."
Berpikir sampai disitu, Ku See hong segera menyusun siasat
dalam hati kecilnya, kemudian setelah menghela napas sedih
katanya:
"Hari ini aku orang she Ku sudah terjatuh ketanganmu, biar mati
juga tidak menyesal karena kau memang pernah melepaskan budi
kepadaku"
Ceng Lan hiang tertawa jalang.
"Saudara cilik she Ku, kau tak perlu kuatir, cici tidak akan
mempergunakan tenaga Im-kang untuk mencelakai dirimu"
Rupanya Ceng Lan hiang memang perempuan siluman yang
paling cabul dikolong langit, sebagai ketua Ban sia kau, maka setiap
orang yang ingin bergabung dengan perkumpulan tersebut sudah
1137
pasti akan digaet olehnya dan diajak bermain cinta paling tidak satu
kali setiap malam.
Namun setiap orang yang pernah berhubungan cinta dengannya,
tanpa disadari telah terkena pula semacam hawa im kang yang
sengaja dilepaskan perempuan itu.
Setiap orang yang sudah terkena hawa im kang, maka satu jam
setelah berhubungan kelamin, racun dingin itu akan mulai bekerja.
Sang penderita akan merasakan jalanya peredaran darahnya
seperti muncul berjuta-juta ekor semut yang menggigit hati dan
tulang nya, tak terlukiskan rasa sakitnya waktu itu.
Apabila sang penderita tidak selekasnya minum obat penawar
buatannya, maka satu jam kemudian dia akan mati tersiksa.
Akan tetapi, apabila racun itu mulai bekerja dan pada waktunya
menelan obat penawar buatan Ceng Lan hiang, meski dapat
memunahkan racun yang mungkin menyerang isi perut dan
jantungnya, namun orang tersebut sudah tak dapat melakukan
hubungan senggama untuk kedua kalinya dengan perempuan
tersebut.
Sebab obat penawar itu khusus dipakai untuk memunahkan hawa
Yang-khi dimiliki kaum pria, padahal bila hawa yang-khi kaum pria
sudah menderita kerugian, bila melakukan senggama lagi, hal ini
bisa mengakibatkan kematian.
Sekarang setelah Ceng Lan hiang mendengar perkataan dari Ku
See hong, dia mengira masalah inilah yang dimaksudkan, maka
itulah Ceng Lan hang segera memberikan jaminannya untuk tidak
melakukan hal tersebut.
Padahal berbicara yang sebenarnya, Ceng Lan hiang memang tak
ingin Ku See hong menderita kerugian, karena pemuda itu
mempunyai daya perangsang yang kuat bagi kaum wanita, kecuali
dia sudah bosan bermain cinta dengannya dan ingin mencari
rangsangan baru, sesungguhnya dia tak ingin mengisap sari
kelakian Ku See hong bahkan dia rela menderita sedikit kerugian
1138
asal bisa menambah kekuatan Ku See hong hingga permainan
mereka lebih menggairahkan lagi...
Hal ini bisa terjadi karena Ku See hong telah memperoleh
cintanya, kalau tidak Ceng Lan hiang yang kejam dan cabul itu tak
nanti akan membiarkan dirinya di caci maki seenaknya oleh si anak
muda itu.
Tentu saja asal dia mempergunakan obat perangsang maka ia
sudah akan memperoleh beberapa kali kepuasan seks dari pemuda
itu, namun ia tak tega berbuat demikian.
Ya, makhluk yang bernama manusia kadangkala sangat aneh,
walaupun Ceng Lan hiang terhitung seorang manusia yang cabul
dan jalang, toh dia terhitung seorang wanita, bagaimanapun jua dia
akan tertarik dan mencintai juga seorang pria.
Yang sial adalah Ku See hong, karena dialah yang dipilih
perempuan jalang tersebut untuk menjadi kekasihnya.
Ku See hong segera mengatur siasat dibalas dengan siasat,
sambil tertawa dingin katanya:
"Huuuh... siapa yang percaya kau perempuan yang sudah
terbiasa mempermainkan lelaki seenaknya bisa menaruh perhatian
khusus terhadap aku orang she Ku?"
Menyaksikan Ku See hong yang begitu merangsang, Ceng Lan
hiang kembali terangsang, dia merasa antara kedua belah pahanya
mulai basah.
"Oooh... saudara cilikku yang tampan, mengapa sih kau tidak
mau percaya kepadaku?" serunya merayu, "Apa yang kau inginkan?
Ayolah cepatan sedikit, aku sudah benar-benar tak tahan."
Belum selesai dia berkata, Ku See hong sudah dipeluk lagi
kencang-kencang, bahkan tangannya bergerak cepat melepaskan
pakaian yang menutupi badannya.
1139
Pakaian berwarna putih itu segera terlepas dan jatuh ke tanah,
tubuhnya yang putih mulus dengan segala lekukan yang
menggairahkanpun segera terlihat di depan mata.
Tubuhnya yang bugil memang sungguh indah, terlalu
merangsang napsu pria yang melihatnya, bila lelaki lain yang
menghadapi kejadian seperti ini, mungkin mereka rela mampus
meski dapat merasakan kenikmatan sorga dunia dengannya hanya
semalam saja.
Tapi Ku See hong memang melebihi siapapun, dia masih tetap
duduk tenang tak bergerak.
Kini otaknya sedang berputar terus mencari akal, bagaimana
caranya membinasakan perempuan itu...
Pelan-pelan sorot matanya dialihkan ke samping dan akhirnya
berhenti di atas dinding sebelah kiri... dimana pedang Hu thian seng
kiamnya tergantung.
Waktu itu birahi Ceng Lan hiang sudah memuncak, sambil
membusungkan payudaranya yang menongol seperti dua bukit kecil,
dia menggesek-gesekkan payudaranya itu di atas dada Ku See
hong, sepasang tangannya memeluk pinggang pemuda itu kencangkencang
sedang tenggorokannya memperdengarkan suara yang
aneh, pinggulnya digoyangkan kian kemari dengan penuh napsu...
Melihat keadaannya sekarang, dia seperti sungai kekeringan yang
mengharapkan datangnya air yang akan membasahinya.
Mencorong sinar pembunuhan yang menggidikkan hati dari balik
mata Ku See hong, pikirnya:
"Sekaranglah kesempatan yang terbaik bagiku untuk turun
tangan..."
Mendadak ia mengerahkan segenap tenaga dalam yang
dimilikinya ke tangan kanan, sementara tangan kirinya pura-pura
bermesraan meraba punggung dan pinggang perempuan itu, pelanpelan
tangan kanannya digeserkan ke arah kepalanya dan meraba
rambutnya yang panjang.
1140
Pelan-pelan. . . pelan-pelan. . .
Akhirnya telapak tangan kanannya itu sudah bergeser ke atas
jalan darah Pek hui hiat di atas kepala Ceng Lan hiang.
Perlu diketahui, jalan darah Pek hui dan Yong swan merupakan
dua jalan darah kematian di tubuh manusia.
Betapapun sempurnanya tenaga dalam seseorang, bila kedua
buah jalan darahnya itu tertotok atau terhajar pelan saja, niscaya
orang itu akan tewas.
Jalan darah Yong swan-hiat terletak diantara kaki kita, tentu saja
Ku See hong tidak dapat menyerang jalan darah Yong swan hiat
tersebut.
Sementara itu, telapak tangan kanan Ku See hong sudah meraba
jalan darah Pek hui hiat dikepala perempuan itu, ketika dilihatnya
perempuan itu belum merasa, hawa murni yang sudah dipersiapkan
diatas lengan kanannya itu tiba-tiba saja dipancarkan keluar....
Terdengar jeritan ngeri yang memilukan hati bergema
memecahkan keheningan. .
Namun yang roboh terjungkal ke atas tanah bukan Ceng Lan
hiang, melainkan Ku See hong sendiri.
Perlu diketahui, Ceng Lan hiang adalah seorang manusia yang
amat licik dan lihay, bagaimana mungkin perahunya akan karam
didalampecomberan!
Sewaktu Ku See hong berlagak bermesraan dengannya tadi, ia
sudah menduga kalau Ku See hong hendak menyerangnya secara
diam-diam, sebab dia tahu mustahil pemuda itu akan tunduk pada
kemauannya dengan begitu cepat.
Bahkan sewaktu dia menggesek-gesekkan tubuhnya diatas badan
pemuda tersebut, dia pun menemukan senjata andalan Ku See hong
masih berada dalam posisi lembek dan amat lunak.
Ini menunjukkan kalau Ku See hong sedang memusatkan
pikirannya untuk menghimpun tenaga dalam.
1141
Maka Ceng Lan hiang pun memeluk pinggang pemuda itu
kencang-kencang, padahal yang dipeluk justru jalan darah Siau
yong hiatnya.
Disaat Ku See hong hendak mengerahkan hawa murninya itulah,
mendadak Ceng Lan hiang miringkan kepalanya ke samping dan
sepasang tangannya menekan ke pinggang keras-keras.
Kontan saja Ku See hong merasakan tenaga murninya buyar
hingga roboh terjengkang ke tanah, berada dalam keadaan begini,
dia hanya melototkan matanya bulat-bulat, sebab dia menduga
dirinya pasti tewas kali ini.
Tapi Ceng Lan ping t idak melancarkan serangan keji ke arah Ku
See hong, sewaktu pemuda itu dapat memulihkan kembali tenaga
dalamnya dan melompat bangun, perempuan itu sudah mundurkan
diri sejauh enamdepa lebih.
Sambil terkekeh-kekeh Ceng Lan hiang segera berseru:
"Kau memang benar-benar tak becus, mengapa sih kau terjatuh?
Masa tenaga untuk memelukpun tak punya? Padahal kau begitu
kuat dan perkasa, tak nyana kalau senjatamu begitu lembek dan
terkulai lemas.... haaaahh.... haaahhh.... haaaahhh...."
Kembali dia tertawa terkekeh-kekeh penuh kejalangan.
Kalau dilihat dari sikapnya itu, dia seperti tidak merasa kalau Ku
See hong barusan hendak melancarkan serangan keji terhadap
dirinya.
Padahal Ku See hong mana tahu kalau perempuan jalang ini
makin keji dan buas makin manis senyuman yang menghiasi
wajahnya, bahkan sikapnya pun seakan-akan tak pernah terjadi
suatu peristiwa apapun.
Mendengar ucapan tersebut, Ku See hong merasakan hatinya
bergetar keras, segera pikirnya:
"Jangan-jangan dia menotok jalan darah Siau yong hiat ku tanpa
sengaja...."
1142
Berpikir demikian, dia lantas tertawa jengah sembari berkata:
"Yaa, belakangan ini kesehatan badanku makin hari semakin
bertambah lemah."
Ceng Lan hiang menghela napas panjang.
"Aaai... tampaknya kesehatan badanmu benar-benar terganggu
akibat dikerubut i kawanan manusia laknat itu, untung aku
membawa beberapa macam obat yang dapat menambah tenaga
untukmu, obat tersebut sesungguhnya amat mahal dan tak ternilai
harganya sehingga aku sendiripun merasa sayang untuk
memakainya, tapi biarlah ku korbankan sebutir untukmu sekarang,
setelah menelan pil tersebut niscaya tubuhmu yang lemah akan
menjadi kuat, sekalipun melakukan hubungan senggama beratusratus
kali pun tak nanti akan merugikan kekuatan hawa murnimu"
Sembari berkata dia mengambil pakaiannya yang tergeletak
ditanah, merogoh ke dalam saku dan mengeluarkan sebutir pil
berwarna merah darah.
Buru-buru Ku See hong berseru.
"Jangan! Jangan! Sekalipun aku orang she Ku tidak becus, aku
tak ingin meminjam kekuatan obat-obatan untuk..."
Sambil tertawa ringan Ceng Lan hiang segera menukas katakatanya
yang belum selesai.
"Berbicara sesungguhnya, entah mengapa sejak cici berjumpa
denganmu, seluruh hatiku seakan-akan sudah tercomot olehmu,
apakah kau mengira aku membohongi dirimu?”
"Kau dan aku sudah pernah tidur bersama dalam keadaan samasama
bugil, meski belum sampai melakukan hubungan senggama,
namun hubungan tersebut sudah cukup menggairahkan hati, tapi
bila enggan melanjutkan pemainan sampai babak terakhir, akupun
tak ingin memaksamu."
1143
"Sekarang terimalah dulu obat ini, bila kau enggan maka segera
akan kuhantar kau keluar dari sini, asal kau dapat teringat akan budi
kebaikanku, aku pun sudah merasa cukup puas"
Selesai berkata, sambil tertawa kepada Ku See hong dia
mengangsurkan pil tersebut ke depan.
Senyumannya yang manis itu entah sudah membinasakan berapa
banyak lelaki didunia ini. .
Senyumannya itu memang lain dari pada yang lain, alis matanya
yang melentik matanya yang jeli, bibirnya yang kecil mungil dan
sepasang lesung pipinya yang menawan hati, cukup membuat hati
pria menjadi rontok..
Namun yang membuat orang terperanjat adalah kecantikannya
tidak menimbulkan perasaan muak bagi yang memandang,
sebaliknya justru memiliki daya tarik yang membuat pria menjadi
tak mampu untuk mempertahankan diri, hingga secara tak sadar
menjadi terpikat oleh kecantikannya.
Sekalipun Ku See hong memiliki kemampuan yang melebihi
orang, namun senyuman yang diperlihatkan olehnya itu benar-benar
membetot sukmanya, sehingga tanpa di sadari dia mengulurkan
tangan kanannya untuk menyambut pil tersebut.
Disaat tangan kanan Ku See hong hampir menyentuh pil itulah...
Dari balik mata Ceng Lan hiang yang jeli mendadak memancar
keluar serentetan cahaya yang aneh sekali, diiringi suara tertawa
jalangnya yang menusuk pendengaran, dia menyentilkan jari
tangannya dan pil berwarna merah itupun meluncur ke depan
diiringi suara letupan lirih.
Diiringi letupan tersebut, selapis bubuk merah menyebar
kemana-mana dan menciptakan selapis kabut merah yang segera
menyelimuti sekeliling tempat itu....
Ku See hong hanya mendengar suara tertawa genit,
kesadarannya segera menjadi jernih kembali....
1144
Di dalam gugupnya, dia mengira Ceng Lan hiang hendak
melancarkan sergapan ke arahnya, dia menarik napas panjang dan
hawa murni yang dimilikinya segera di himpun menjadi satu, dia
bersiap sedia menyambut datangnya serangan tersebut dengan
kekerasan.
Sungguh tak disangka Ceng Lan hiang t idak berniat
membunuhnya, ketika bubuk merah itu menyebar ke angkasa,
kebetulan sekali terhisap masuk ke dalam tubuhnya. Begitu
mengendus bau harum yang aneh, Ku See hong segera sadar kalau
keadaan bakal runyam.
Sekalipun reaksi yang kemudian dilakukan cukup cepat, begitu
mengendus bau harum buru-buru dia menutup pernapasannya,
sayang keadaan masih tetap terlambat.
Perlu diketahui. .. pil dari Ceng Lan hiang itu dibuat secara
khusus dan mempunyai kasiat yang amat keras, barang siapa
mengendus bau bubuk itu sedikit saja, niscaya racun itu akan
bersarang ke dalamtubuhnya.
Walaupun dia memiliki kepandaian silat yang bagaimanapun
baiknya, jangan harap dapat lolos dari ancaman mana.
Pil merah itu tak lain adalah Tong hun si kut mi wu (kabut
pemabuk membuat sukma terangsang dan tulang lemas).
Seperti namanya, obat ini termasuk sejenis obat perangsang
yang dapat mengacaukan pikiran orang, asal orang mengendus bau
obat tersebut maka napsu birahinya akan memuncak, kejernihan
otaknya hilang dan segera berkeinginan untuk melangsungkan
hubungan senggama...
Tapi kabut bubuk Tong hun si kut mi wu ini jauh berbeda dengan
daya pengaruh Im hwee si kut wan, karena obat perangsang ini
tidak memiliki sifat beracun yang membahayakan jiwa manusia.
Asal orang itu sudah melakukan hubungan senggama, maka daya
kerja tersebut akan lenyap dan hilanglah sudah seluruh racun obat
tersebut.
1145
Ceng Lan hiang memang tidak berniat mencelakai Ku See hong,
apa yang menjadi keinginannya tak lebih hanya ingin memuaskan
napsu birahinya belaka.
Di samping itu dia memang tertarik dan cinta kepada Ku See
hong, ia tak tega mencelakai pemuda tersebut, itulah sebabnya dia
mengampuni anak muda itu.
Coba kalau bukan demikian, berapa lembarpun jiwa yang
dimilikinya sudah pasti habis ludas semenjak tadi.
Walaupun demikian, namun bila seseorang sudah menghisap
udara yang mengandung obat perangsang Tong hun si kut mi wu,
maka mau tak mau sang penderita harus melakukan hubungan
senggama, bahkan selesai melakukan hubungan dia akan tertidur
pulas sampai beberapa jam lamanya, semakin sempurna tenaga
dalam yang dimiliki seseorang semakin pendek jangka waktu
tidurnya.
Daya kerja obat perangsang Tong hu si kut mi wu benar-benar
cepat sekali penyebarannya.
Dalam waktu singkat Ku See hong merasakan tubuhnya menjadi
lemas, seluruh tenaga dalam yang dimilikinya sukar terhimpun
kembali...
Yang lebih celaka lagi adalah saat itulah...
Segumpal hawa panas yang aneh tiba-tiba muncul dari bawah
pusarnya dan menyebar ke mana-mana.
Bersamaan dengan munculnya hawa panas tersebut, kesadaran
otaknyapun turut menjadi hilang.
Sekarang Ku See hong hanya bisa berusaha mempertahankan
kejernihan pikirannya yang semakin memudar, matanya melotot
besar, tubuhnya gontai, sementara sepasang tangannya berusaha
untuk menekuk.... nya yang semakin menegang keras.
Benda itu sudah berubah bentuknya sekarang mana jelek, tak
sedap lagi dipandang.
1146
Ceng Lan hiang yang menyaksikan kejelekan benda itu, kontan
saja tertawa terkekeh-kekeh penuh kejalangan.
Sedemikian gembiranya dia sampai seluruh tubuhnya bergoncang
keras mengikuti gelak tertawanya yang berderai-derai.
Seperti orang kalap Ku See hong menjerit keras, dengan
sempoyongan dia berjalan ke dinding sebelah kiri, dimana Hu thian
seng kiamnya tergantung...
Rupanya dia ingin bunuh diri guna menjaga kebersihan nama
baiknya.
Berbicara yang sesungguhnya, bila dia sampai mengadakan
hubungan senggama dengan Ceng Lan hiang, maka peristiwa yang
memalukan ini akan membuatnya kehilangan muka untuk terus
hidup di dunia ini. . .
Sambil tertawa dingin Ceng Lan hiang segera berseru:
"Kau hendak membunuh diri? Mari, mari. . . biar ku ambilkan
bagimu. . ."
Sambil berkata dia maju ke depan dan mengambilkan pedang Hu
thian seng kiamyang tergantung di atas dinding tersebut.
Tapi Ku See hong sudah tak mampu menahan diri lagi, tubuhnya
terjatuh ke atas tanah.
Sambil mengangkat kepalanya dia mulai berteriak keras:
"Bu. . . bunuhlah aku. . . bunuhlah aku. . ."
Ceng Lan hiang tertawa terkekeh-kekeh:
"Nih, ambillah pedang tersebut, bukankah kau ingin bunuh diri. .
. ?"
Sambil berkata dia menyodorkan pedang Hu thian seng kiam
tersebut hingga jarak satu depa di hadapan anak muda tersebut.
Sementara itu Ku See hong sudah tak sanggup menahan
bekerjanya obat perangsang dalam tubuhnya, dia berteriak keras
1147
dan sekuat tenaga menerjang ke muka, dengan cepat tangan
kanannya menyambar pedang Hu thian seng kiam tersebut. . .
Gelak tertawa jalang kembali berkumandang memecahkan
keheningan. . .
Tiba-tiba Ceng Lan hiang mundur dua langkah ke belakang,
"blaaak!" tak ampun Ku See hong terguling kembali ke atas tanah
dengan napas tersengkal-sengkal.
Daya kerja obat perangsang yang kuat telah memunahkan sama
sekali kejernihan pikirannya, sekarang dia hanya tahu untuk
memuaskan kobaran api birahinya yang semakin memuncak.
Tiba-tiba terdengar Ku See hong menjerit keras:
"Ayo. . . ayo cepatan sedikit. . . oh ayo cepatan sedikit..."
Sekarang ucapannya telah berubah, kini dialah yang mendesak
Ceng Lan hiang agar cepat-cepat memuaskan napsu birahinya yang
berkobar, padahal kesadarannya sudah punah jadi dia sendiri tidak
tahu apa yang telah diutarakan.
Coba kalau dia masih bisa menangkap suara sendiri, mungkin dia
akan bunuh diri saking malunya.
Sesungguhnya Ceng Lan hiang sendiripun sudah tak mampu
menahan diri lagi, memandang wajah Ku See hong yang tampan
serta bendanya yang jelek tapi keras seperti baja itu, dia tertawa
terkekeh-kekeh lagi.
"Saudara cilik, sekarang kau sendiri yang meminta kepadaku,
jangan salahkan diriku lagi heehh... heeehh... heehh"
"Kau. . . cepatlah sedikit. . ." kembali Ku See hong menjerit
keras.
Ceng Lan hiang tertawa cabul.
"Baiklah, sekarang cici akan memberi kepuasan yang paling
syahdu untukmu. . ."
1148
Bersamaan dengan ucapan tersebut, diiringi dengan tertawa
yang mengikik dia segera memeluk tubuh Ku See hong dan
membaringkannya ke atas pembaringan.
Kemudian pelan-pelan dia melepaskan pakaian yang dikenakan
olehnya. . .
Walaupun Ku See hong mengerti kalau perempuan itu sedang
melepaskan pakaian, namun karena daya kerja Tong hun si kut mi
wu membuatnya tak berpikir lebih lanjut, dia hanya tahu birahinya
memuncak dan mengharapkan pelepasan dengan secepatnya.
Dengan sepasang mata melotot besar seperti kucing yang
mengincar tikus, Ku See hong mengawasi sekujur badan Ceng Lan
hiang yang telanjang itu tanpa berkedip.
Andaikata tubuhnya tidak lemas tidak bertenaga, mungkin Ku
See hong tidak akan menunggu sampai Ceng Lan hiang melepaskan
pakaian sendiri. . .
Dalam waktu singkat perempuan itu sudah berada kembali dalam
keadaan telanjang bulat, tak sehelai benangpun yang melekat diatas
tubuhnya.
Kemudian Ceng Lan hiang mulai membentangkan kedua belah
pahanya, diantara belahan paha itu nampak. . .
Sambil tertawa cabul perempuan itu segera menerjang ke atas
tubuh pemuda itu..
Tampaknya suatu pertarungan sengit akan segera berlangsung
diatas pembaringan tersebut.
Tapi sayang, disaat yang amat kritis itulah justru muncul manusia
tak tahu diri yang mengacaukan suasana syahdu dari Ceng Lan
hiang...
Mendadak, pada saat itulah...
Terdengar seseorang berseru dengan suara merdu.
1149
"Ceng kaucu, ada orang menyerbu ke dalam kamar bacamu,
secara beruntun dia telah melukai beberapa orang jago lihay,
kepandaian silatnya amat hebat..."
Mendengar seruan itu, Ceng Lan hiang segera membentak keras.
"Cun hwa, siapa suruh kau berteriak-teriak? Kalian Su wa
berjaga-jaga saja di sekitar ruang Cun kiong tian, jangan biarkan
siapa pun memasuki ruangan ini"
Ceng Lan hiang sedang diliputi napsu birahi, bahkan daging
empuk sudah di depan mata, bagaimana mungkin dia akan
melepaskan kesempatan emas ini dengan begitu saja?
Tidak heran kalau dia lantas mengucapkan kata-kata tersebut...
Baru selesai dia berseru, terdengar suara seorang pria berseru
pula dengan parau.
"Kaucu perkasa menggetarkan dunia persilatan dan tiada
keduanya di dunia"
ooo0dwoooo
BAB 53
CENG LAN HIANG segera mendengus dingin.
"Ciu hu kaucu, mau apa kau menyusul kemari?"
Ternyata orang yang muncul diluar ruangan tak lain adalah si
Pedang ular perak Ciu Heng thian.
Sebenarnya dia adalah gendak kesayangan Ceng Lan hiang,
namun semenjak lengannya dikutungi Ku See hong, Ceng Lan hiang
makin bersikap dingin kepadanya.
Apalagi sekarang Ceng Lan hiang berhasil mendapatkan Ku See
hong, sudah barang tentu dia semakin tidak memandang sebelah
matapun terhadapnya, bahkan bisa jadi hubungan senggama
1150
mereka berikutnya merupakan hari naas bagi si pedang ular perak
Ciu Heng thian....
Sementara itu si Pedang ular perak Ciu Heng thian kembali
berseru lantang:
"Salah satu daerah terlarang kita Bun ki kek, sudah dimasuki
orang, sembilan pelindung hukum yang berjaga di pagoda tersebut
sudah punah dibunuh lawan, kehebatan orang itu tak mampu aku
orang she Ciu hadapi"
Ceng Lan hiang makin terkejut setelah mendengar perkataan itu,
segera tanyanya dingin:
"Siapakah orang itu?"
"Hiat mo buncu. . .... manusia berkerudung warna warni!"
Mencorong sinar pembunuhan yang amat mengerikan dari balik
mata Ceng Lan hiang setelah mendengar nama itu disebut, serunya
penuh kebencian.
"Perempuan sialan, pun kaucu akan mencincang tubuhmu
sehingga hancur berkeping-keping, kalau belum terlaksana hal ini
sukar rasanya untuk menghilangkan rasa benci dalam hatiku"
Kemudian sambil berpaling kepada Ku See hong, katanya lagi
dengan suara penuh kecabulan.
"Saudara cilik, enci akan pergi sebentar saja, sekarang
berbaringlah dulu dengan tenang"
Seraya berkata jari tangannya yang putih halus segera menotok
beberapa buah jalan darah penting didepan dada Ku See hong,
tanpa bersuara tergeletaklah pemuda itu lemas di pembaringan.
Dengan cepat Ceng Lan hiang mengenakan pakaian putihnya
kemudian ditutup dengan pakaian berwarna merah, setelah itu
secepat sambaran kilat dia menerobos ke luar melalui ruang sebelah
kanan.
Terdengar Ceng Lan hiang berkata dengan suara sedingin es:
1151
"Su-wa (empat boneka), kalian masuk ke dalam ruang Cun Kiong
tian dan lindungi kesayanganku, tapi ingat, siapa berani mencicipi
buah terlarang dia kuhukum mati"
"Baik, silahkan kaucu berlalu!" sahut serentetan suara yang
merdu.
Menyusul kemudian Ceng Lan hiang berkata lagi dengan suara
sedingin es.
"Ciu hu kaucu, kau jangan termangu-mangu saja disini, ayo
segera berangkat" waktu itu, sipedang ular perak Ciu Heng thian
tidak mengetahui lelaki mana lagi yang sedang digumuli oleh
perempuan cabul ini, menyaksikan sikap Ceng Lan hiang yang
dingin seperti es, entah mengapa timbul suatu perasaan dengki dan
cemburu yang besar sekali.
Sebenarnya dia ingin melihat siapa gerangan lelaki yang sedang
digumuli kaucunya ini, namun setelah mendengar perkataan
tersebut, terpaksa dia harus menuruti perintah dan bersama-sama
Ceng Lan hiang berangkat ke pagoda Bun ki kek.
Ku See hong yang tertotok jalan darahnya oleh Ceng Lan hiang
sama sekali tak mampu berkut ik, namun kesadarannya yang semula
sudah terpengaruh oleh bubuk perangsang Tong hun si kut mi wu
pun mereda kembali akibat pengaruh totokan tersebut.
Ketika menyaksikan keadaan sendiri yang telanjang, terutama
benda jeleknya yang menegang bagaikan tombak, rasa malunya
benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata, apa mau dikata
tubuhnya justru tak mampu berkutik, sehingga terpaksa dia hanya
bisa melototkan sepasang matanya bulat-bulat.
Perlu diketahui, bubuk perangsang Tong hun si kut mi wu
merupakan sejenis obat perangsang yang mustajab sekali, walau
pun beberapa buah jalan darahnya sudah tertotok oleh Ceng Lan
hiang sekarang sehingga hawa sesat tersebut menjadi terbendung.
bukan berarti daya kerja obat perangsang tersebut telah punah.
1152
Seandainya totokan jalan darahnya di bebaskan kembali, maka
serta merta kesadaran otaknya pun turut menghilang kembali dan
kobaran napsu birahi kembali akan menyerang.
Kecuali melakukan hubungan senggama satu kali untuk
menghilangkan pengaruh racun tersebut, kalau tidak. sekalipun
seratus kali kejadian tersebut terulang, keadaannya tetap setali tiga
uang ....
Kendatipun daya sebar pengaruh obat perangsang Tong hun si
kut mi wu ini cepat sekali tapi setelah masuk kedalam badan,
meskipun melalui waktu yang cukup lama tanpa melakukan
pelampiasan, orang tak akan menjadi mati karena memecahkan
nadi darah karena pergolakan yang menghebat.
Hanya saja orang tersebut akan merasakan suatu keanehan
yakni selalu saja terbayang gambaran-gambaran erotik dan
keinginannya untuk bersenggama besar sekali, benar-benar suatu
siksaan hatin yang berat sekali.
Terdengar suara tertawa merdu bergema memecahkan
keheningan...
Kemudian dari luar istana Cun kiong tian menyelinap masuk
empat orang, perempuan yang berdandan menyolok sekali.
Mereka semua berwajah cantik jelita, namun hawa kecabulan
menyelimuti muka mereka semua, tak usah diduga lagi mereka pun
termasuk perempuan-perempuan jalang seperti Ceng Lan hiang.
Ternyata keempat orang perempuan muda ini bukan lain adalah
dayang-dayang kepercayaan Ceng Lan hiang. Cun wa, Hee wa, Ciu
wa dan Tong wa.
Sudah cukup lama keempat orang ini berkumpul dengan Ceng
Lan hiang, sudah barang tentu merekapun sudah ketularan sifat
jalang majikannya, bahkan boleh di bilang keempat orang ini selain
jalang, kejamnya luar biasa.
1153
Empat perempuan itu mengenakan empat macam pakaian yang
berwarna warni, Cun wa yang mengenakan pakaian merah tiba-tiba
berkata kepada ke tiga orang rekannya sambil tertawa:
"Entah bagaimanakah tampang dari gendak baru kaucu kita itu
....?"
Tong wa yang berbaju putih tertawa ringan:
"Selama dua hari belakangan ini, kaucu selalu berada didalam
istana Cun kiong tian dan bergumul dengan gendaknya terus, aku
rasa wajahnya pasti tampan, lagi pula benda jeleknya besar,
panjang dan lihay"
Ciu wa yang berbaju kuning tertawa dingin.
"Heeehhh.... heeehhh... heeehhh.... aku rasa orang ini tidak akan
setampan Ciu hu kaucu, lagipula benda jeleknya tak nanti lebih
besar, lebih kuat dari padanya"
"Ciu wa" seru Cun wa sambil tertawa, "apakah kau sudah pernah
melakukan hubungan gituan dengan Ciu kaucu?"
Paras muka Ciu wa berubah hebat setelah mendengar perkataan
tersebut, dengan setengah merengek mohonnya:
"Ooh cici bertiga, janganlah kalian beritahukan peristiwa ini
kepada Kaucu, kalau tidak, aku bisa..."
Mendadak Hee wa yang berbaju biru itu tertawa cekikikan,
serunya dengan cepat:
"Ciu wa, jangan kau anggap hanya kau seorang yang pernah
berhubungan gituan dengan Ciu hu kaucu?".
"Jadi kalian bertiga pun pernah gituan dengan Ciu hu kaucu?"
kata Ciu wa sambil tertawa ringan, "bagaimana? Menurut
pendapatmu apakah orang ini juga lebih tampan dan lebih lihay
barang jeleknya dari pada Ciu hu kaucu"
"Kita belum sampai berjumpa dengan orang itu, bagaimana
mungkin bisa mengambil kesimpulan?" kata Hee wa dingin, "tapi
1154
kalau dilihat dari sikap Ceng kaucu terhadap Ciu hu kaucu barusan,
sudah dapat diduga kalau orang itu pasti jauh lebih mengungguli
dirinya"
"Benar!" sambung Cun wa cemas, "?kalau dilihat keadaannya,
nasib romantis Ciu hu kaucu sudah akan berakhir, kalau begitu kita
berempatpun tak akan memperoleh kehangatan benda jeleknya lagi,
waaah... bagaimana baiknya?"
"Bagaimana lagi?" dengus Tong wa dingin, "memangnya kau bisa
menghalangi perbuatan yang hendak dilakukan kaucu?"
"Kalian benar-benar goblok" umpat Ciu wa tiba-tiba, "Sekalipun
kita bakal kehilangan Ciu hu kaucu, masa tak bisa menggaet orang
ini secara diam-diam?"
"Mana lebih segar, lebih baru, lebih merangsang lagi?
Sekaranglah kesempatan yang terbaik untuk kita, bagaimana
menurut kalian bertiga?"
"Ciu wa, kau sudah bosan hidup rupanya?" umpat Cun wa sambil
tertawa.
"Asal dia membungkam, kaucupun tak bakal tahu, coba buktinya
hubungan kita dengan Ciu hu kaucu, bukankan kita sama-sama bisa
hidup berbahagia cukup langgeng? Seandainya kalian tidak
mengakui barusan, siapa sih yang bakal tahu kalau kita berempat
sebenarnya punya hubungan dengannya?"
"Betul! Betul!" seru Hwe wa cepat, tapi kita tidak tahu mampukah
menggaet orang itu untuk menyeleweng dengan kita"
"Aaah, berdasarkan kecantikan dan kepandaian kita, masa tidak
dapat?"
Tong wa tertawa.
"Mumpung masih ada kesempatan bagus, mengapa tidak kita
periksa dulu si benda jeleknya itu, kita mesti periksa dulu apakah
benda jeleknya cukup besar, cukup panjang dan cukup keras
sehingga sebeharga bagi kita untuk menyerempet bahaya?.."
1155
"Apakah kalian bertiga sudah melupakan pesan kaucu sebelum
berangkat tadi?" Hee wa memperingatkan.
Tong wa kembali tertawa dingin.
"Masih ingat bukan kalau kaucu menyuruh kita melindunginya?
Asal kita tidak melalap buah terlarang, apa yang bakal terjadi?
Hmmm! sudahlah, tak usah berlagak suci, siapa tahu setelah kau
saksikan si muka jelek yang gede, kau menjadi kebelet dan
menyerempet bahaya untuk melalap buah terlarang tersebut?"
"Kau dapat berkata demikian, berarti kau sendiri yang
mempunyai niat tersebut" seru Hee wa gusar.
"Sudahlah, jangan ribut terus" Cun wa menengahi, "mumpung
ada kesempatan mari kita tengok dia"
Ku See hong yang mendengar perkataan tersebut benar-benar
merasa sakit hati, dia tidak menyangka kalau didunia ini terdapat
begitu banyak perempuan cabul yang tak tahu malu, seandainya dia
dapat berbicara sekarang, sudah pasti perempuan-perempuan itu
akan diumpatnya habis-habisan.
Padahal perempuan semacam ini tak ada gunanya diumpat,
sebab kecabulan mereka telah membuat muka mereka lebih tebal
dari dinding satu meter, dari pada mengumpat lebih tepat untuk
membinasakan saja mereka.
Tak selang berapa saat kemudian .....
Keempat perempuan cabul itu sudah t iba disekeliling
pembaringan, sorot mata mereka serentak dialihkan bersama-sama
ke arah pembaringan itu.
Ku See hong pun bagaikan barang pameran, tergeletak telanjang
bulat diatas pembaringan dan membiarkan seluruh badannya
dinikmati oleh ke empat perempuan jalang tersebut, tentu saja
terutama sekitar daerah si "benda jelek" nya yang gede.
"Haaahhh.... haaahh.... haaahh... .haaahh..." Bersamaan
waktunya keempat perempuan jalang itu terbahak-bahak bersama.
1156
"Sreet! Sreeet!" dua kali desingan lirih bergema.
Tahu-tahu kelambu pembaringan itu sudah disingkap oleh Hwe
wa dan kawan-kawan.
Dengan begitu, seluruh badan Ku See hong terlihat semakin jelas
lagi dalampandangan keempat wanita tersebut.
Ku See hong betul-betul malu sekali, sepasang matanya segera
dipejamkan rapat-rapat.
Empat wanita dengan delapan sorot matanya begitu terbentur
dengan tubuh Ku See hong yang telanjang, kontan pandangan
mereka menjadi membeku dan kaku.
Rupanya mereka sudah terpikat oleh kegagahan serta kekerasan
tubuh Ku See hong, terutama sekali benda jeleknya yang berdiri
menantang bagaikan seekor ular sendok yang liar memagut
mangsanya...
Melihat buah manis yang tersedia didepan mata, empat dayang
yang pada dasarnya memang rakus akan seks menjadi makin
bernapsu, jantung mereka berdebar keras, api napsu birahi
membara dan tubuh mereka gemetar keras....
Coba kalau kita tahu lebih ke dalam, maka akan terlihat kalau
benda mereka diantara kedua belahan pahanya sudah gatal tak
tertahankan.
Sambil menghela napas Ciu wa memuji tiada hentinya:
"Benar-benar seorang lelaki yang memukau hati, aku betul-betul
sudah tak tahan lagi"
"Aaaai, akupun demikian!" sambung Cu wa sambil menghela
napas pula.
Hee wa tertawa cabul, usulnya tiba-tiba.
"Lebih baik kita melalapnya secara bergilir saja."
"Kalian ingin mampus rupanya, mengapa tidak kalian lihat dulu
segel diatas tubuhnya?" seru Tong wa.
1157
Rupanya mereka telah menganggap obat perangsang Tong hun
si kut mi wu tersebut sebagai segel.
Dalam kenyataan keadaan tersebut memang seperti sebuah
segel, siapa pun yang berani mencuri buah terlarang tersebut, Ceng
Lan hiang akan segera mengetahuinya, kecuali merekapun
mempunyai Tong hun si kut mi wu.
Dengan suara yang genit Cun wa berkata.
"Untuk bercinta dengan lelaki setampan ini, biar cuma satu
kalipun aku rela segera mampus"
"Huuh, tak tahu malu!" umpat Ku See hong diam-diam.
Mendadak Ciu wa berkata:
"Kalau dilihat dari obat perangsang yang bersarang ditubuhnya,
sudah jelas orang ini tak sudi menuruti perkataan kaucu. aaai....
nampaknya kitapun tak akan bisa menggaetnya untuk bermain cinta
dengannya"
"Siapa sih orang ini? Apakah kalian tahu?" tanya Hee wa tibatiba.
"Kalau begitu kau tahu?" ucap Tong wa dingin, Hee wa berlagak
sok rahasia:
"Sebetulnya aku sendiripun kurang jelas, tapi aku hanya
menduga-duga"
"Hee wa, cepat kau katakan siapakah dia?" seru Cun wa dengan
perasaan gelisah.
"Tahukah kalian, dalam dunia persilatan dewasa ini terdapat
seseorang yang bernama Leng hun koay seng Ku See hong"
Ciu wa segera berseru kaget.
"Kau maksudkan Leng hun koay seng Ku See hong, yang selalu
memusuhi Ban sia kau kita? Aaah, tidak mungkin?"
1158
"Kalau bukan dia, siapa lagi manusia di dunia saat ini yang tidak
mempan terhadap bujuk rayu kaucu kita? Coba kalian lihat pedang
yang tergeletak di tanah itu?"
"Oooh, Pedang Hu thian seng kiam" seru Ciu wa terperanjat,
"mari kita saksikan dulu macam apakah pedang mestika yang sudah
digilai banyak umat persilatan ini?"
Sambil berkata, Ciu wa sudah siap menubruk kedepan...
Pada saat itulah, mendadak terdengar Tong wa berseru:
"Aaaaah. Aku punya akal! Punya akal. . ."
Tampaknya Cun-wa memahami apa yang dimaksudkan, sambil
tertawa cabul katanya:
"Tong wa, kau memang setan cilik yang licin, cepat katakan idee
bagus apa yang berhasil kau peroleh?"
"Cun wa" bisik Tong wa sambil tertawa lirih, "Berbicara
sesungguhnya, daya tarik yang begitu memikat hati ini sungguh
membuat akupun tidak tahan, kalau bisa aku segera bermain cinta
dengannya, sekarang aku berhasil mendapatkan satu akal yang
bagus, asalkan semua orang setuju, kita bisa bersama-sama
merasakan kenikmatan yang luar biasa"
"Asal kau benar-benar mempunyai ide bagus, hal bermain
pertama kali akan kami serahkan untukmu"
Tong wa tertawa dingin.
"Tentu saja hal pertama untukku!"
"Hei, kalau ingin berbicara cepatlah di utarakan, waktu bagi kita
sekarang lebih berharga dari pada emas!" teriak Hee wa dengan
suara lantang.
"Mulai sekarang kita boleh bermain cinta dengannya secara
bergilir, selesai bermain kita bunuh dirinya dan kita kuburkan
jenazahnya dan pedang Hu thian seng kiam tersebut setelah itu kita
berempat saling menghantam satu kali ke tubuh kita, asal kita
1159
berlagak dihajar orang sampai terluka dan ia ditolong orang lain,
maka kaucu tak akan menaruh curiga kalau kita yang melakukan
perbuatan ini, apalagi dia toh musuh besar Ban sia kau kita, tak
mungkin kaucu akan menyelidiki persoalan ini sampai jelas...."
Mendengar usul tersebut, Cun wa menghela napas panjang
katanya kemudian:
"Siasat ini bagusnya sih bagus, cuma terlalu sayang kita harus
membunuhnya"
"Kalau memang t idak tega, kitapun jangan harap bisa menikmati
tubuh orang ini untuk selamanya"
"Tapi kalau kaucu pulang agak awal bukankah kita bakal
celaka..." seru Hee wa.
"Kita tak usah banyak berbicara lagi, salah seorang diantara
kalian berjagalah di luar ruang Cun kiong tian bila kaucu datang beri
khabar secepatnya, aku pikir Hiat mo buncu sangat lihay sekali,
mustahil kaucu bisa menangkan dengan cepat."
"Sekarang aku mendapat hak untuk bermain pertama kali, kalian
boleh menunggu sampai aku selesai"
Tampaknya keempat perempuan ini jauh lebih keji dan cabul dari
pada Ceng Lan hiang, mereka hanya tahu untuk melampias kan
napsu birahi sendiri, bahkan untuk melakukan perbuatan terkutuk
tersebut, mereka tak segan-segan melakukan t indakan yang amat
keji....
Pada saat ini rasa benci Ku See hong benar-benar memuncak
sehingga kalau bisa membunuh mereka dalam sekali hantaman,
namun keadaan sudah menjadi berkembang begini, dia hanya bisa
pasrah kepada Thian agar dia bisa lolos dari cengkeramam empat
perempuan cabul itu.
Sementara itu, Tong wa sudah melepaskan pakaian putihnya, kini
dia berada dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun
yang melekat ditubuhnya.
1160
Sebagai perempuan yang pada dasarnya memang cantik,
perawakan tubuh mereka benar-benar memukau hati.
Sambil menggoyangkan pinggulnya dan tertawa cabul, Tong wa
segera menubruk ke atas tubuh Ku See hong.
Mendadak terdengar jeritan ngeri yang memilukan hati bergema
memecahkan keheningan.
Tubuh Tong wa yang telanjang itu tahu-tahu sudah mencelat
sejauh dua kaki lebih dan tergeletak tak berkutik diatas tanah, darah
kental menyembur keluar dari mulutnya.
Jelas perempuan cabul yang berhati kejam ini sudah tewas
seketika dan berangkat ke neraka.
Perubahan yang terjadi sangat mendadak ini kontan saja
mengejutkan Hee wa, Cun wa, dan Ciu wa, paras mereka berubah
menjadi pucat pias seperti mayat, tubuh mereka gemetar keras
sekali.
Rupanya mereka mengira Ceng Lan hiang telah muncul kembali
disitu.
Akan tetapi setelah sorot mata mereka berhasil melihat jelas
siapa gerangan orang itu, keberanian mereka muncul kembali.
Dengan suara menggeledek Cun wa segera membentak.
"Ooh, rupanya kau, mampus kau kali ini."
Rupanya ditengah ruangan sekarang telah berdiri seorang
manusia berkerudung warna warni, dia bukan lain adalah Hiat mo
buncu Keng Cin sin.
Saat ini dia sendiripun dibikin tertegun oleh pemandangan yang
tertera diatas pembaringan tersebut.
Untuk beberapa saat lamanya dia menjadi termangu dan tidak
tahu apa gerangan yang harus dilakukan.
1161
Sewaktu Keng Cin sin berhasil membinasakan Tong wa tadi dia
sama sekali tidak tahu siapa gerangan yang sedang berada diatas
ranjang.
Namun setelah matanya berpaling kesana dan menyaksikan kalau
lelaki yang telanjang bulat itu adalah kekasih sendiri, sedang
pemuda itu kelihatan amat malu dan serba salah, tak terlukiskan
rasa terperanjat hatinya sekarang.
Andaikata kain kerudungnya terlepas waktu itu, maka akan
terlihat kalau paras mukanya berwarna merah padam.
Dalam pada itu Cun wa, Hee wa dan Ciu wa telah membentak
nyaring, mendadak telapak tangannya diayunkan kedepan,
beberapa gulung angin pukulan yang maha dahsyat langsung
menyambar ketubuh Keng cin sin..
Perlu diketahui, empat dayang dari Ban sia kau ini termasuk jago
kelas satu dalam dunia persilatan dewasa ini, serangan gabungan
yang mereka lancarkan sekarang benar-benar luar biasa sekali.
Gulungan angin pukulan demi gulungan angin pukulan bagaikan
selembar jaring raksasa yang amat besar langsung mengurung
tubuh Keng Cin sin yang masih berdiri tertegun itu.
Ku See hong sendiri lantaran malu sekali berada dalam keadaan
telanjang bulat, maka selama ini dia hanya memejamkan matanya
rapat-rapat, itulah sebabnya dia tidak tahu siapakah yang barusan
muncul!
Ditambah pula pikirannya sedang kalut dan sadar tak sadar,
maka baik pembicaraan antara Ceng Lan hiang dengan Ciu Heng
thian, maupun pembicaraan antara Cun wa dengan Hiat mo buncu
tak secuwil pun yang terdengar olehnya.
Keng Cin sin benar-benar gusar sekali, sepasang matanya
memancarkan cahaya pembunuhan yang sangat menggidikkan hati,
sepasang telapak tangannya diayunkan berulang kali, serangan
gabungan dari ketiga perempuan cabul itu segera dipunahkan
sehingga hilang lenyap tak berbekas.
1162
Dengan gerakan tubuh bagaikan sukma gentayangan, Keng Cin
sin menerjang lebih ke depan lagi dan menerobos kemuka Ciu wa
dengan kecepatan luar biasa, tangan kanan nya segera diayunkan
kedepan melepaskan sebuah pukulan dahsyat yang persis
menghantamdiatas dada Ciu wa.
Kembali jeritan ngeri yang memilukan hati berkumandang
memecahkan keheningan ....
Tubuh Ciu wa mencelat sejauh satu kaki lebih sambil muntah
darah segar, isi perutnya hancur lebur seketika, otomatis jiwanya
pun melayang meninggalkan raganya...
Menyusul kemudian...
Sekali lagi berkumandang suara jeritan ngeri yang memilukan
hati ....
Rupanya Hee wa pun ikut menyusul ke alam akhirat.
Cun wa benar-benar sangat terperanjat, belum pernah dia
saksikan situasi yang begini gawat seperti sekarang, sudah barang
tentu dia semakin tak berani untuk beradu kekuatan dengan Keng
Cin sin.
Dengan cepat dia menggerakkan sepasang bahunya dan siap
mengegos ke sisi kanan pembaringan untuk menyelamatkan diri ....
Bagaimana mungkin Keng Cin sin membiarkan dia kabur dari
tempat itu?
Pergelangan tangan kanannya segera dia putar dan segulung
tenaga pukulan yang maha dahsyat segera meluncur ke depan dan
menyerang jalan darah Pay sim hiat serta Siau hiat di tubuh Cun wa.
Dengusan tertahan sekali lagi berkumandang memecahkan
keheningan.
Dua semburan darah segar segera memancar keluar dari tubuh
Cun wa, sementara tubuh perempuan cabul itu pelan-pelan terkulai
ke atas tanah.
1163
Empat manusia cabul yang berhati keji seperti ular berbisa ini,
hanya didalam waktu yang amat singkat telah mampus semua dan
menjadi setan-setan romantis.
Selesai membinasakan empat perempuan cabul tersebut dengan
gerakan yang paling cepat, Keng Cin sin tak berani bertindak ayal
lagi, tiba-tiba sepasang tangannya di ayunkan ke muka, segulung
angin pukulan yang keras segera menyambar ke tubuh Ku See hong
dan membebaskan jalan darahnya yang tertotok ....
Sesungguhnya Ku See hong memang berada dalam keadaan
sadar, apalagi jalan darahnya sudah dibebaskan sekarang, tiba-tiba
saja dan membuka matanya lebar-lebar.
Begitu melihat kehadiran keng Cin sin dihadapannya, ia menjadi
malu setengah mati, buru-buru serunya cemas:
"Kau.... . . Kau... kau... cepat pergi. . ...."
Sekuat tenaga Keng Cin sin berusaha mengendalikan gejolak
perasaan di dalam hatinya, sambil tertawa dingin ia berseru:
"Cepat kenakan kembali pakaianmu..."
Ditegur demikian, Ku See hong baru teringat akan sesuatu,
cepat-cepat dia menundukkan kepalanya....
Tampak si "Benda jelek" nya masih menegang seperti tombak
yang siap bertempur, tampangnya kelihatan lebih jelek dan
mengerikan lagi, Sambil menjerit kaget buru-buru dia menutupi
"Benda jelek" tersebut dengan kedua belah tangannya, saking
jengahnya hampir saja dia jatuh semaput. ..
Sebagaimana diketahui, kini Ku See hong berada dalam keadaan
telanjang bulat, meski dia merasa malu sekali sewaktu berada di
depan perempuan-perempuan cabul tersebut, namun rasa malunya
tidak seberapa, berbeda sekali waktu berada di depan perempuan
berkerudung warna warni ini, rasa malu yang dialaminya sekarang
boleh dibilang sudah tak tertahankan.
1164
Andaikata Ku See hong tahu kalau perempuan yang berada
dihadapannya sekarang adalah Keng Cin sin, mungkin dia akan
merasa lebih malu lagi.
Keng Cin sin menghela napas panjang, kemudian katanya pelan.
"Aaaai. inilah kemauan takdir". . ."
-ooo0dw0ooo-
Jilid 35
DENGAN cepat dia memungut pedang Hu thian seng kiam dari
tanah dan menyambar pakaian dari Ku See hong serta mengenakan
ditubuh pemuda tersebut, kemudian membopong tubuhnya dan
secepat kilat kabur keluar dari ruangan....
Tak lama sepeninggal Keng Cin sin, Ceng Lan hiang telah
menyelinap masuk pula ke dalam ruangan tersebut dengan ke
cepatan tinggi, akan tetapi setelah menyaksikan ke empat sosok
mayat dari dayang-dayangnya., dengan wajah berubah hebat dia
segera menyumpah.
"Perempuan rendah, akan kulihat hendak kabur kemanakah
kau..."
Sambil menyumpah, tubuhnya segera menerjang keluar pula dari
ruangan itu dengan cepat...
Dalam pada itu Keng Cin sin telah mengerahkan ilmu
meringankan tubuhnya menyelinap keluar dari ruangan dengan
kecepatan luar biasa, dia bergerak menuju ke arah bangunan loteng
yang amat luas diantara bangunan bangunan rumah dalam markas
besar Ban sia kau tersebut.
Agaknya Keng Cin sin hapal sekali dengan daerah disekitar
tempat itu, apalagi ditengah hari bolong seperti sekarang,
1165
sesungguhnya markas besar perkumpulan Ban sia kau ini
merupakan suatu tempat ibaratnya sarang naga gua harimau.
Tapi kenyataannya Keng Cin sin dapat bergerak dengan leluasa
tanpa menjumpai seorang manusia pun diantara penjaga-penjaga
yang diatur disekitar tempat sana.
Waktu itu, walaupun Ku See hong hampir semaput karena
malunya, tapi berhubung obat perangsang tersebut sudah mulai
menyebar daya kerjanya, maka lambat laun dia pun menjadi sadar
kembali, hanya kejernihan pikirannya makin kabur...
Dengan sekuat tenaga menahan diri, ia berseru.
"Nona, aku... aku sudah terkena obat perangsang Ceng Lan
hiang ....kau .."
Masih tetap meneruskan perjalanannya dengan cepat, Keng Cin
sin menjawab dengan suara sedingin es.
"Aku tahu, sebentar akan kucarikan akal untukmu!"
"Nona, bila aku tak dapat mengendalikan pikiranku lagi, mungkin
aku ...."
Ku See hong ingin menjelaskan kalau kemungkinan besar dia
dapat melakukan perbuatan yang tak sopan, namun ucapan
tersebut segera tertelan kembali setelah sampai ditengah jalan.
Kemudian ia berbisik lagi agak gemetar.
"Nona, lepaskan aku, biar kuhabisi nyawaku sendiri..."
Dia cukup tahu kalau dirinya sudah terkena obat perangsang
nomor wahid dari Ceng Lan hiang, mustahil ada orang dapat
memunahkan daya pengaruh obat tersebut, sebab toh akhirnya dia
harus bersenggama dengan orang untuk memunahkan daya kerja
obat tadi.
Kecuali kalau perempuan berkerudung warna warni ini bersedia
membebaskan dia dari siksaan, tapi... bagaimana mungkin ia dapat
bersenggama dengan seorang perempuan yang tak punya
1166
hubungan apa-apa dengannya, apalagi perempuan itupun sudah
mempunyai kekasih hati...
Tentu saja mimpipun Ku See hong tak pernah menyangka kalau
perempuan berkerudung warna warni ini sesungguhnya adalah Keng
Cin sin yang dirindukan olehnya siang maupun malam.
Waktu itu, Keng Cin sin tidak menjawab semua pertanyaannya,
malah tubuhnya bergerak semakin cepat lagi meluncur ke arah
depan sana.
Dalam waktu singkat dia sudah melewati beberapa buah bukit
yang tinggi, dan sekarang dia sedang menuju ke sebuah tanah
perbukitan yang keadaan medannya makin lama semakin
bertambah berbahaya.
Sementara itu Ku See hong sudah mulai berteriak-teriak seperti
orang gila, napsu birahinya sudah semakin memuncak sehingga
sukar tertahankan, apalagi seluruh badannya berada didalam
pelukan Keng Cin sin, sedang dari tubuh gadis itu menyiarkan bau
harum aneh yang semakin merangsang napsu birahinya, bayangkan
saja, betapa tersiksanya ai anak muda itu sekarang.
Kini, kesadarannya sudah benar-benar punah, sepasang
tangannya memeluk tubuh Keng Cin sin kencang-kencang
sementara tubuhnya menggeliat kesana kemari.
Masih untung tenaga dalamnya sudah dibuyarkan oleh pengaruh
obat, coba kalau tidak begitu, mungkin Keng Cin sin tak akan
mampu memeluknya.
Makin lama semakin tak mampu menahan diri lagi, teriakannya
pun semakin menjadi-jadi.
"Nona... kau... kau..."
Keng Cin sin sangat sedih, hatinya benar-benar terasa amat
pedih, dia tak tega menyaksikan kekasih hatinya tersiksa dalam
keadaan seperti ini, tapi... dia sudah ternoda, sudah digagahi orang
banyak secara bergilir, dia merasa malu untuk mempersembahkan
tubuhnya yang telah ternoda ini kepada kekasih hatinya.
1167
Dengan suatu gerakan yang sangat cepat Keng Cin sin
menyelinap masuk ke dalam sebuah hutan pohon cemara yang luas,
lalu pelan-pelan membaringkan tubuh anak muda tersebut ketanah.
Namun Ku See hong masih tetap memeluk pinggangnya
kencang-kencang...
Terpaksa Keng Cin sin ikut duduk diatas tanah dan memeluknya
lagi ke dalam rangkulan.
Dengan sorot mata yang memancarkan api birahi yang berkobarkobar,
Ku See hong mengawasi kain kerudung warna warni itu
lekat-lekat, kemudian teriaknya keras .
"Nona... marilah cepatlah.. aku sudah tak tahan lagi..."
Titik air mata mulai meleleh keluar membasahi sepasang mata
Keng Cin sin, dia benar-benar amat sedih...
Pancaran mata Ku See hong semakin menunjukkan api birahi
yang memuncak, napasnya tersengkal-sengkal, sekarang ia sudah
tak mampu lagi mengendalikan kobaran api birahi dalamtubuhnya.
Mendadak tangan kanannya menyambar kain kerudung warna
warni yang dikenakan di wajah Keng Cin sin itu...
Keng Cin sin membentak nyaring dan sepasang tangannya secara
tanpa sadar menolak ke depan, tubuh Ku See hong segera terpental
dan menggelinding sejauh enam depa lebih.
Rupanya dibalik kain kerudung itu Keng Cin sin tidak
mengenakan topeng kulit manusianya, maka dikala Ku See hong
menyambar kain kerudungnya itu, dia menjadi sangat gelisah dan
tanpa sadar mendorong pemuda itu....
Tampak Ku See hong merangkak bangun dari atas tanah dan
mendongakkan kepalanya, pancaran sinar kehangatan masih
mencorong keluar dari balik matanya, dia mengawasi wajah Keng
Cin sin tanpa berkedip, sementara cucuran air mata membasahi
pipinya membuat seluruh tubuhnya gemetar keras.
1168
Dilihat dari sini, dapat dibayangkan sampai dimanakah
penderitaan yang dialaminya sekarang.
Memandang wajah Ku See hong yang begitu tersiksa dan
menderita, Keng Cin sin mengira itulah akibat dari dorongannya
barusan, hatinya menjadi kecut dan sedihnya makin menjadi-jadi,
kemudian serunya dengan lirih:
"Engkoh Hong, aku... aku telah melukaimu..."
Tubuhnya segera menubruk pula kedepan, nada suaranya
gemetar, pedih dan pilu, membuat orang yang mendengar turut
menjadi sedih dan pedih.
Seruannya barusan bukan lain terpancar keluar dari dasar hati
kecilnya yang murni, sedikitpun tiada nada kepura-puraan, andai
kata Ku See hong berada dalam keadaan sadar sekarang, sudah
pasti dia dapat merasakan kalau dia adalah Keng Cin sin.
Sembari berseru tadi, Keng Cin sin mementangkan tangannya
dan memeluk tubuh Ku See hong kencang-kencang.
Kedua orang itu segera saling berpelukan dengan kencangnya...
Ku See hong memeluk tubuh gadis itu erat-erat, tangannya tidak
menganggur begitu saja, dengan cepat dia mulai melepaskan semua
pakaian yang dikenakan gadis tersebut..
Dalamwaktu singkat....
Sesosok tubuh yang indah dan putih halus sudah muncul di
bawah sinar matahari dalam keadaan telanjang bulat, begitu halus
dan indah tubuhnya bagaikan sekuntum bunga yang muncul dari
balik kolam..
Dengan tangan kanan gemetar keras sekali lagi Ku See hong
membuka kain kerudung wajahnya, kali ini Keng Cin sin tidak
menolak, sambil menggigit bibirnya dan menghela napas ia
bergumam.
"Aaaai, kejadian ini benar-benar suatu takdir yang rupanya sudah
ditentukan semenjak dulu..."
1169
Dengan tangan yang gemetar keras pun dia membantu pemuda
itu untuk melepaskan....
Dengan pandangan terperana Ku See hong mengawasi wajah
Keng Cin sin yang cantik jelita itu tanpa berkedip, lalu setelah
tertawa bodoh katanya:
"Nona... kau... kau amat cantik..."
Keng Cin sin merasakan hatinya bergetar amat keras, segera
pikirnya:
"Jangan-jangan pikirannya sudah kabur sehingga dia tak
mengetahui siapakah diri sendiri....?"
Yaa, waktu itu Ku See hong memang sudah tak kenal lagi
perempuan ini sebagai Keng Cin sin, sebab di dalam benaknya
memang tak pernah menduga kalau dia adalah Keng Cin sin, yang
masih tertera dalam benaknya sekarang adalah apa yang barusan
terlihat, yakni perempuan berkerudung warna-warni.
Dengan penuh bernapsu Ku See hong memeluk tubuhnya yang
halus dan telanjang bulat itu ke dalam pangkuannya, dalam
keadaan terpengaruh oleh napsu birahi, pemuda tersebut tak dapat
mengendalikan diri lagi, dia menundukkan kepalanya dan mencium
bibirnya yang mungil itu dengan penuh bernapsu.
Keng Cin sin yang seluruh tubuhnya dipeluk dan bibirnya di
kecup dengan mesra oleh kekasih hati yang dipikirkan siang dan
malam ini benar-benar tak mampu mengendalikan diri pula, hatinya
berdebar keras apalagi dia memang sudah bertekad untuk
menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati pemuda itu.
Sesungguhnya Keng Cin sin sangat mencintai pemuda itu, cuma
dia merasa rendah diri, dia tak ingin menyerahkan tubuhnya yang
sudah ternoda itu untuk kekasih hatinya..
Padahal Keng Cin sin adalah seorang gadis yang suci bersih,
betul tubuhnya sudah dinodai orang, namun itu terjadi bukan atas
kemauannya sendiri, hatinya masih tetap suci dan bersih.
1170
Dan sekarang, diam-diam Keng Cin sin sudah mengambil
keputusan....
Tentu saja gadis itupun selalu berharap dapat memperoleh
kesempatan untuk bermesraan seperti sekarang ini dengan Ku See
hong, walaupun cuma sekali, namun baginya sudah lebih dari
cukup.
Dia tahu Ku See hong t idak mengenal dirinya, setelah hubungan
itu terjadi tentu saja dia akan menjumpainya dengan wujud manusia
berkerudung warna warni dan menghadapinya dengan perkataan.
Kemudian bila dia bersama pemuda itu berhasil membunuh
musuh besarnya, secara diam-diam dia akan pergi meninggalkannya
dan mengembara sampai ke ujung langit.
Bau lelaki yang merangsang napsu menghembus lewat membuat
perasaannya goyah dan tak terkendalikan, hawa napsu birahinya
lambat laun mulai berkobar, sekarang dia pun balas menciumi
pemuda itu. Balas me....
Sekalipun dia pernah diperkosa seratus bahkan seribu kali oleh
kaum laknat, apa yang dirasakan waktu itu hanya penderitaan dan
siksaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
Tapi kali ini, dia merasa begitu bahagia ....
Bahkan dia ingin memanfaatkan waktu ini untuk menikmati
benar-benar apa yang disebut sebagai hubungan suami istri....
Dengan demikian dia baru akan mempunyai kenangan dimasa
mendatang akan hari yang penuh kebahagian ini...
Setelah berakhirnya hujan badai yang penuh kesyahduan dan
kenikmatan, akhirnya Ku See hong tertidur dengan nyenyaknya...
Cepat-cepat Keng Cin sin mengenakan pakaian sendiri dan
memakaikan pula pakaian pemuda itu, lalu dipeluknya tubuh Ku See
hong ke dalamrangkulannya dan memeluk dengan mesra.
1171
Air mata telah membasahi seluruh wajahnya, dengan jari tangan
yang halus dan lembut dia membelai rambut Ku See hong penuh
perasaan cinta.
Ia nampak begitu hangat, begitu lembut dan penuh kasih sayang
....
Seperti seorang istri setia yang sedang menyayangi suaminya...
Memandang wajah kekasih hatinya yang sedang tertidur dengan
senyuman menghiasi ujung bibirnya....
Mendadak dia merasa amat sedih dan pilu, air mata tanpa terasa
jatuh bercucuran membasahi wajahnya.
Sedemikian dalamnya dia mencintai pemuda itu.
Betapa beratnya perasaan gadis itu untuk meninggalkan dirinya,
dia ingin kalau bisa hidup berdampingan sepanjang masa
dengannya....
Tapi, ia sudah ternoda... dia pernah di perkosa secara bergilir
oleh sekawanan manusia laknat sebanyak seratus bahkan seribu
kali...
Bila teringat sampai disini, dia tak mampu untuk menahan
perasaan pedih dalam hatinya lagi, dia menangis tersedu-sedu
dengan begitu sedihnya ....
Dia mendendam, membenci ketidak adilan Thian, ketidak
berperasaannya Thian, mengapa bersikap begitu kejam kepadanya.
ooo0dw0ooo
BAB 54
Isak tangisnya yang memilukan hati itu bergema di angkasa dan
menyebar sampai di mana-mana ....
Ia seperti hendak mengetuk hati Thian dan bertanya sampai
kapankah penderitaan seperti itu baru akan berakhir?
1172
Mendadak...
Keng Cin sin menghentikan isak tangisnya dan bergumam
seorang diri dengan suara lirih.
”Keng Cin sin wahai Keng Cin sin.. apakah kau belum merasa
puas? Kau telah melakukan satu kali hubungan yang hangat dan
penuh kebahagian dengannya, padahal kau memang tak dapat
hidup sebagai suami istri dengannya sepanjang hidupmu, sekarang
apa yang kau inginkan lagi sekarang? Kau mengharapkan
kebahagian hidup bersamanya sebagai suami istri?
"Aaaah, kesemuanya itu sudah musnah semenjak kau mengalami
segala sesuatu musibah di istana Huan mo kiong, takdir telah
menentukan kau untuk hidup sengsara Di saat kau menyatakan
kesetiaanmu kepadanya, bukankah kau mengucapkan kata-kata
yang bersifat jelek?"
"Waktu itu, tentu saja kau tak akan terbayang bila kebahagian
yang bakal kau reguk begitu singkat, belum puaskah kau? Sekalipun
kebahagian ini amat singkat, namun sudah cukup sebagai kenangan
dimasa mendatang..."
Mendadak....
"Aaah...." dengusan tertahan bergema memecahkan keheningan
.....
Dengan suatu gerakan yang cepat bagaikan sambaran kilat, Keng
Cin sin mengenakan kembali baju warna warninya.
Ku See hong telah mendusin dari tidurnya, dia telah memperoleh
kesadarannya kembali, ketika menggerakkan tangannya, ia merasa
seluruh tubuhnya seakan-akan sedang berbaring diatas tubuh yang
lembut dan halus, disamping itu diapun mengendus bau harum
semerbak yang memabukkan.
Ia merasa seluruh tubuhnya segar, begitu bahagia, seperti
melayang dalamawan yang tebal..
1173
Dia tak ingin mendusin dari impian indah ini, karena dia kuatir
kebahagian dan keindahan akan segera lenyap.
Tapi, Ku See hong mulai membayangkan kembali semua kejadian
yang telah dialami nya selama ini, dia seperti sedang mengenang
kembali suatu kejadian yang telah berlangsung puluhan tahun
berselang .....
Teringat olehnya, dia berada dalam pelukan perempuan
berkerudung warna-warni dan mengajaknya kabur dengan
kecepatan luar biasa, sedang napsu birahinya waktu itu sedang
berkobar dan mencapai puncak yang tak terkendalikan ..
Teringat sampai disini, Ku See hong merasa kepalanya seperti di
sambar guntur yang membelah bumi disiang hari bolong, telinganya
terus mendengung keras.
Dia tak berani berdiam diri lagi dan buru-buru membuka
matanya, pertama-tama yang terlihat olehnya adalah kain kerudung
warna warni yang berlukiskan tengkorak.
Menyusul kemudian dia melihat dua baris air mata yang
membasahi sepasang mata perempuan itu dan sedang memandang
kearahnya dengan terperana.
Waktu itu, Ku See hong merasa sakit hatinya karena sedih,
hatinya bagaikan di tembusi oleh berjuta-juta batang anak panah,
dia merasa sedih, menyesal dan takut.
Untuk sesaat empat mata saling berpandangan tanpa berkedip,
kedua belah pihak pun sama-sama membungkam dalam seribu
bahasa.
Teringat olehnya kalau dia telah melakukan suatu kesalahan lagi
dan dosa kesalahan ini tak pernah akan dapat ditebus olehnya,
sebab perempuan itu bukan miliknya dan perempuan itu sudah
mempunyai kekasih hati sendiri.
Keng Cin sin menghela nafas sedih, kemudian katanya.
1174
"Mungkin inilah takdir yang sudah ditentu kan semenjak kita di
lahirkan, semua kejadian seperti dalamalam impian saja...
"Padahal kehidupanku selama ini bagaikan di alam impian, tentu
saja semua impian itu selalu indah, mesra, hangat dan syahdu, tapi
bila sudah sadar dari impian maka yang tertinggal hanya kenangan
yang pahit..."
Beberapa patah kita itu diucapkan dengan nada yang sayu dan
memilukan hati.
Ku See hong dibikin menyesal dan sedih sekali atas ucapan
tersebut, dia menyesal, mengutuk diri sendiri sementara air
matanya jatuh berlinang membasahi pipinya.
"Kini impian sudah lewat, keindahanpun sudah pergi, kau boleh
bangun berdiri" kata Keng Cin sin lagi dingin.
Sesungguhnya Ku See Kong tak ingin melepaskan diri dari
pelukan gadis itu, sebab dia merasakan kehangatan dan kebahagian
yang tak terhingga di dalam pelukannya..
"Nona... aku... aku telah merusak keperawananmu, aku pantas
untuk mati" bisik Ku See hong dengan pedih.
Keng Cin sin segera tertawa dingin.
"Semuanya ini bisa berlangsung karena muncul dari kemauanku
sendiri, kau tak usah menyalahkan dirimu, anggap saja peristiwa ini
sebagai suatu impian"
Ku See hong dapat melihat, dari balik mata perempuan itu
terpancar sinar mata penuh kesedihan dan kedukaan terutama di
kala mengucapkan kata-kata tersebut.
Kesemuanya ini menambah penderitaan dalam hatinya, ia segera
berpekik:
"Nona, aku... aku telah menghancurkan hidupmu.... aku telah
melakukan kesalahan besar..."
1175
Sambil berpekik pemuda itu merentangkan sepasang lengannya
dan memeluk pinggang Keng Cin sin erat-erat...
Sambil mendengus dingin Keng Cin sin mencampakkan tubuhnya
ke belakang dan mendorong tubuh Ku See hong kuat-kuat, serunya
dengan suara dingin:
"Hmm, kau ini bagaimana sih? Masa belum puas? Aku toh sudah
menyuruhmu untuk menganggap kejadian ini sebagai suatu impian
belaka...."
Ku See hong duduk bersila dihadapannya, lalu dengan wajah
penuh perasaan menyesal, ujarnya dengan sedih.
"Nona, apa yang kau suruh kulakukan akan kulakukan"
"Kalau tidak begini, mau apa kau ....?" jengek Keng Cin sin
sambil tertawa sedingin es.
Mendengar ucapan mana, Ku See hong menjadi sangat
terperanjat, segera pikirnya:
"Yaa, benar! Kalau tidak apa pula yang mesti kulakukan? Apakah
aku harus mengawininya? Tapi, aku..."
Berpikir sampai disitu dia lantas menghela napas sedih, katanya
kemudian:
"Aku hanya merasa diriku penuh dosa dan kesalahan, selamanya
merasa bersalah kepada nona... lagipula kau pun sudah berulang
kali menyelamatkan jiwaku ...."
"Sesungguhnya aku memang sudah ternoda dan tidak suci lagi"
kata Keng Cin sin dengan sedih, "dan sekarang apa salahnya kalau
kukorbankan tubuhku demi menyelamatkan selembar jiwamu?
Asalkan kau hidup sebagai manusia baik dan berbakt i demi
kebahagian umat manusia, kesemuanya itu sudah lebih dari cukup
untukku!"
Ku See hong benar-benar merasa sangat terharu, dia merasa
perempuan ini sangat agung dan bijaksana. pengorbanannya sangat
1176
tulus dan murni, tapi ..... Ku See hong merasa ia telah berhutang
budi kepadanya.
Pada dasarnya pemuda itu adalah seorang yang romantis dan
kaya akan perasaan, pengorbanan dari gadis itu bagaimana
mungkin bisa ditanggapi dengan begini saja? Atau mungkin apa
yang telah terjadi hanya suatu impian belaka!
Yaa, kejadian itu memang agak mirip dengan impian, hanya
semacam khayalan belaka.
Agak tergugup Ku See hong berkata.
"Nona, sudah kau temukan kekasihmu itu?"
"Sudah, tapi aku tak ingin bertemu dengannya!" Keng Cin sin
tertawa dingin.
Sebenarnya Ku See hong mempunyai maksud lain, andaikata
gadis itu mengatakan kalau belum ditemukan, maka dia bermaksud
hendak mengawininya, atau...
Tapi sekarang, setelah mendengar perkataan itu, harapannya
segera turut lenyap tak berbekas.
Tapi dengan nada menyelidik kembali Ku See hong berkata
dengan wajah tersipu-sipu:
"Nona, kau sudah banyak melepaskan budi kebaikan bagiku, dan
aku ingin mendampingimu untuk selamanya, demi membalas budi
kebaikanmu selama ini.”
Mencorong serentetan cahaya tajam dari balik mata Keng Cin sin,
ditatapnya wajah Ku See hong sekejap, kemudian ujarnya dengan
suara dingin:
"Apakah kau tak pernah memikirkan tentang Im Yan - cu yang
sedang menghadapi maut serta Him Ji im yang masih berada
didalamsarang harimau ....?"
Ku See hong salah mengira dengan maksud perkataannya itu,
dianggapnya perempuan itu bersedia dikawini hanya kuatir
1177
menyusahkan Im Yan cu serta Him Ji im, maka buru-buru katanya
lagi:
"Mereka berdua sangat mencintai diriku, tak mungkin akan timbul
kejadian yang tidak menyenangkan hati!.."
"Kau manusia yang lupa budi, melihat sekarang mencintai
seorang, sesungguhnya apa maksudmu?" umpat Keng Cin sin tibatiba.
Di damprat gadis tersebut, Ku See hong merasa kepalanya
bagaikan diguyur dengan air dingin, wajahnya segera berubah
menjadi merah membara, malunya bukan main.
Sambil menghela nafas sedih Keng Cin sin berkata lagi:
"Kau berniat membalas budi kebaikaan bukan? Padahal akupun
mempunyai sedikit urusan dan mohon bantuanmu"
"Persoalan apakah itu?" buru-buru Ku See hong bertanya, "harap
nona memberi perintah, asal aku dapat melaksanakannya, biar
matipun aku tak akan menyesal"
"Aku minta kepadamu untuk mendampingiku melakukan
pertarungan dan membalas dendam, kemudian seusai pekerjaan
tersebut kita berlalu sendiri-sendiri dan saling tidak punya hubungan
lagi, jika kau setuju kita tetapkan dengan sepatah kata ini"
"Nona adalah tuan penolong yang telah beberapa kali
menyelamatkan jiwaku, musuh besarmu merupakan pula musuh
besarku, aku orang she Ku tentu saja akan mengabul kan
permintaanmu, cuma aku merasa dengan berbuat demikian masih
belum bisa membalas budi kebaikan yang telah kau lepaskan
kepadaku"
"Kau ini mengapa sih cerewet amat? kalau kau masih saja
berbuat demikian terus, aku tak akan memohon bantuanmu"
Ku See hong benar-benar dibikin kebingungan setengah mati,
sebab menurut apa yang dia ketahui, setiap wanita selalu
menganggap kesucian dirinya sebagai nyawa kedua, dan sekarang
1178
perempuan tersebut, bersedia mengorbankan tubuhnya demi
menyelamatkan selembar jiwanya, tapi tidak mau menerima
permintaan apapun darinya, bahkan permintaannya untuk
mendampinginya sepanjang hidup pun ditolak mentah-mentah....
Walaupun paras mukanya menunjukkan sikap yang dingin seperti
es, padahal ia sangat menyayangi pemuda itu, tanpa terasa Ku See
hong mulai berpikir.
"Mungkinkah aku dapat memperoleh kasih sayangnya, karena
wajahku hampir mirip dengan raut wajah kekasihnya dulu? Tapi
mustahil masalahnya begini sederhana, bukankah dia menyatakan
kalau kekasihnya sudah ditemukan? Mengapa dia tidak mencarinya
tapi melayani aku ....? Ya, setelah bergaul sekian lama dengannya,
dia seperti menyimpan sesuatu kepedihan hati dalam hati kecilnya
...."
Mendadak.....
Satu ingatan melintas didalambenak Ku See hong ....
Tiba-tiba saja ia teringat sewaktu sedang bermesraan dengan
dirinya tadi, dia merasa paras muka perempuan ini cantik jelita bak
bidadari dari kahyangan, tidak seperti wajahnya dulu yang jelek dan
aneh..
Ku See hong menghela napas panjang, lalu berkata:
"Nona, kau adalah penolongku yang besar, aku orang she Ku
ingin sekali melihat wajah aslimu agar dalam benakku terlintas
kesan wajahmu itu"
Diam-diam Keng Cin sin merasa terkejut setelah mendengar
perkataan itu, segera pikirnya:
"Jangan-jangan dia sedang mengenang kembali wajah asliku
yang telah disaksikan olehnya tadi?"
Berpikir sampai disini, dengan suara dingin, ia lantas menampik:
"Tidak usah, asal kau bersedia bekerja sama denganku untuk
melawan musuh, budi kebaikan yang pernah kau terima boleh
1179
dianggap impas, siapapun tidak berhutang kepada siapa, tapi bila
kau menampik, terpaksa aku harus pergi lebih dulu dari sini.”
Sembari berkata, gadis itu segera bangkit berdiri dan siap berlalu
dari situ.
"Eeeeh.... Nona.... nona ..! Tunggu dulu, Tunggu dulu!" buruburu
Ku See hong berseru dengan cemas.
Padahal Keng Cin sin memang berpura-pura belaka, setelah
mendengus dingin dia duduk kembali ke atas tanah, kemudian
berkata dengan suara yang dingin.
”Apa yang hendak kau katakan? Katakan saja dengan cepat"
Setelah menghela napas panjang Ku See hong bertanya:
"Bolehkah aku tahu siapa nama musuh besar nona itu?"
Mendengar pertanyaan tersebut, tiba-tiba mencorong sinar gusar
penuh kebencian dan perasaan dendam dari balik matanya, dengan
gemas ia berkata:
"Mereka adalah manusia-manusia dunia persilatan dewasa ini!"
Terkesiap Ku See hong setelah mendengar perkataan itu, diamdiam
ia lantas berpikir:
"Jangan-jangan ia sudah gila? Masa segenap umat persilatan
adalah musuh besarnya? Kalau inilah permintaannya, urusan
menjadi besar sekali...."
Sementara dia masih termenung, tiba-tiba Keng Cin sin berkata
lagi sambil menghela napas:
"Ku See hong, tahukah kau masih tinggal berapakah anggota
Hiat mo bun ku?
Ku See hong semakin tertegun lagi, apa maksudnya mengajukan
pertanyaan tersebut? Bukankah anggota Hiat mo bun berikut dirinya
hanya dua belas orang?
Maka jawabnya pelan:
1180
"Nona, apakah anggota perguruanmu berjumlah dua belas orang
..."
"Keliru, sekarang tinggal aku seorang!" seru Keng Cin sin
setengah kalap.
"Jadi sisanya sudah mengkhianati dirimu?" Ku See hong amat
terperanjat.
Sejak Ku See hong dilarikan Ceng Lan hiang dan disekap kedalam
istana Cun kiong tian nya, hingga kini dua tiga harian sudah lewat,
sudah barang tentu dia tidak tahu kalau pada saat yang bersamaan
dikala dia mencari rumput Im cu cau, Hiat mo bun telah mengalami
suatu musibah yang amat menyedihkan.
"Tidak" sahut Keng Cin sin dengan sedih, "mereka sudah
dikerubuti kawanan jago dari dunia persilatan dan mati terbunuh".
Ku See hong benar-benar amat terperanjat, buru-buru dia
bertanya lagi.
"Apakah dua bersaudara Ho dari Kang lamsiang hou juga. . ."
Air mata segera bercucuran membasahi wajah Keng Cin sin, dia
manggut-manggut.
"Dua bersaudara Ho telah berpulang ke alam baka, selain aku
seorang, dari sebelas anggota Hiat mo bun telah kutemukan
kesembilan sosok mayat mereka hanya dua orang diantaranya yakni
Hoa siong si dan Kho It ki yang belum diketahui mati hidupnya."
Selama ini boleh dibilang Kanglam siang hou sudah banyak
melepaskan budi dan perlindungan untuk Ku See hong, tatkala
mendengar berita duka ini, tanpa terasa titik air mata jatuh
berlinang membasahi pipinya, diam-diam dia pun berdoa agar
arwah-arwah mereka berhasil memperoleh ketenangan yang kekal.
Kemudian dengan sedih dia bertanya:
"Mereka telah mat i terbunuh ditangan siapa saja?"
1181
"Aku tidak mengetahui secara pasti siapakah pembunuhnya,
namun aku berani memastikan sembilan partai besar dari daratan
Tionggoan turut serta dalam peristiwa ini, mereka dibantu oleh Bu
lim jit hun yang baru muncul di dalamdunia persilatan"
"Jadi peristiwa berdarah itu hasil perbuatan dari sembilan partai
besar dunia persilatan yang disebut jago-jago penegak keadilan
itu?" Ku See hong sangat terperanjat.
"Hmm, mereka menganggap dirinya sebagai anggota perguruan
kaum lurus, padahal perbuatan yang mereka lakukan hanya
perbuatan-perbuatan busuk yang rendah dan memalukan, aku
bertekad akan memusnahkan segenap manusia dari sembilan partai
besar dan membongkar kedok mereka."
"Ku See hong! Masih ingatkah kau dengan pertarungan berdarah
Bun-ji koan su di bukit Soat san? Bukankah waktu itupun orangorang
dari sembilan partai besar terlibat pula dalam
persekongkolannya dengan ketua Ban sia kau sekarang Ceng Lan
hiang?"
"Coba kau saksikan perbuatan busuk dan jahat dari orang-orang
Ban sia kau didalam dunia persilatan, mereka sudah sering
mencelakai orang dan berbuat jahat, tapi kenyataannya orangorang
dari sembilan partai besar tidak mau tahu akan peristiwa ini,
sudah jelas semuanya ini merupakan bukt i-bukt i yang menunjukkan
kalau mereka adalah manusia-manusia yang t idak beres"
Mengungkap kembali peristiwa tragis yang menimpa Bun ji koan
su, tanpa terasa Ku See hong teringat pula akan kematian kedua
orang tuanya yang mengenaskan, semua kesedihan dan perasaan
dendam yang bertumpuk-tumpuk dalam hati membuatnya
terpengaruh emosi.
Mendadak ia mendongakkan kepalanya dan menyanyikan sajak
lagu Dendam sejagad.
Suaranya keras dan penuh nada sedih, ketika mengalun di
angkasa dan menggema sampai ditempat yang jauh, terasa begitu
memukau dan menyayat perasaan.
1182
Mengikuti suara nyanyian yang penuh dengan kesedihan ini, air
mata Ku See hong segera jatuh bercucuran dengan amat derasnya.
Tanpa terasa Keng Cin sin terpengaruh juga oleh suara nyanyian
yang memedihkan hati itu, titik air mata segera jatuh bercucuran
pula membasahi pipinya...
Berbicara sesungguhnya, perasaan sedih yang dialaminya
sekarang jauh melebihi perasaan Ku See hong, ia sedang
membayangkan bagaimana ia membalas dendam sakit hatinya,
kemudian secara diam-diam pergi meninggalkan kekasih hatinya ini
untuk selama-lamanya...
Dia akan merasakan panderitaan, kesepian dan kesengsaraan ....
Aaai, nasib yang dialami Keng Cin sin terlalu tragis, dan dia pun
harus hidup sengsara seorang diri, begitu mengenaskan dan
memilukan hati peristiwa ini...
Begitulah, untuk beberapa saat lamanya ke dua orang itu
membungkam dalamseribu bahasa ....
Pertama-tama Keng Cin sin yang menghela napas sedih lebih
dulu lalu berkata: "Kehidupan Bun ji koan su cianpwee memang
terlalu mengenaskan, bait lagu yang dibuat olehnya pasti
mengenaskan pula kedengarannya..."
"Nona" tiba-tiba Ku See hong menghela napas, "konon kau telah
memiliki sejilid kitab pusaka, entah kitab apakah itu?"
Rupanya Ku See hong mendengar orang bercerita, konon Keng
Cin sin memiliki kitab pusaka Cang ciong pit kip, itulah sebabnya dia
mengajukan pertanyaan ini..
(Perlu diketahui, musuh sebenarnya sudah dapat meraba
maksud dari bait lagu Dendam sejagad secara samar-samar kecuali
arti yang sesungguhnya dari bait terakhir dan bait ke dua).
Mendapat pertanyaan itu, Keng Cin sin segera menjawab.
"Kitab pusaka Cang ciong pit kip!"
1183
Ku See hong menjadi tertegun setelah mendengar perkataan ini,
tanyanya kemudian dengan suara pelan.
"Nona, sewaktu kau peroleh kitab tersebut, apakah kau melihat
pula tulisan dari guruku?"
Kembali Keng Cin sin mengangguk.
"Benar! Semua musibah dan tragedi yang telah menimpa Bun ji
koan su locianpwee telah ditulis dalam kitab pusaka Cang ciong pit
kip bagian atas"
Mendengar perkataan itu, Ku See hong pun semakin terkejut lagi.
"Jadi kitab Pusaka Cang ciong pit kip terbagi menjadi bagian atas
dan bawah?"
"Benar, kitab pusaka yang diperoleh gurumu itu merupakan
bagian atas, dalam kitab mana termuat segala ilmu silat Sakt i
seperti ilmu telapak tangan, ilmu kepalan, Ilmu pedang dan lain-lain,
sedangkan bagian bawahnya termuat ilmu silat yang bisa dipelajari
secara singkat serta ilmu tenaga dalam dan cara menyembuhkan
berbagai macam luka..."
Ku See hong segera menghela napas panjang, katanya lagi.
"Sewaktu guruku mengajarkan lagu Dendam sejagad kepadaku
tempo hari, beliau pernah berpesan kalau rahasia kitab pusaka Cang
ciong pit kip termaktup dalam bait lagu tersebut, sayang sekali aku
bodoh sehingga sampai sekarangpun belum kupahami.
"Nona adalah orang yang berhasil mendapatkan kitab pusaka
tersebut, mungkin kau dapat memecahkan rahasia dibalik bait lagu
tersebut, harap sudi memberi petunjuk.
"Bun ji koan su Him Ci sin locianpwee adalah seorang tokoh
persilatan yang amat hebat, mungkin maksud yang terkandung
dalam bait lagu itu bukan cuma menyangkut rahasia kitab pusaka
Cang ciong pit kip belaka.
"Coba kau sebutkan bait bait lagu itu dan mari kita pikirkan
bersama-sama."
1184
Ku See hong tersenyum.
"Nona benar-benar amat pintar, mungkin dibalik bait lagu
tersebut dia orang tua telah menyisipkan banyak rahasia"
Maka pemuda itu mulai menyanyikan bait pertama dari syair
"DendamSejagad"
Dengan penuh seksama Keng Cin sin mendengarkan isi dari bait
pertama ini, kemudian setelah termenung sejenak, dia berseru
tertahan.
"Aaah, itulah dia! Him Ci sin locianpwee memang luar biasa dan
berbakat hebat, dia betul-betul Bun bu cuan cay" (Mahir dalam ilmu
sastra maupun ilmu silat)...
"Harap nona sudi memberi petunjuk, bagaimana caranya
memecahkan teka-teki ini?"
Ketika mendengar perkataan tersebut Keng Cin sin segera
tertawa cekikikan, tapi untuk mewujudkan kembali sikapnya yang
dingin, terpaksa ia mendengus seraya berkata.
"Hmm, aku harap sikapmu jangan terlalu dibuat-buat...."
Sebenarnya Ku See hong ingin lebih mempererat hubungannya
dengan perempuan itu, siapa tahu perempuan ini segera merasakan
gejala tersebut dan bersikap ketus lagi kepadanya, tanpa terasa
merah padam selembar wajahnya karena jengah, dia menundukkan
kepalanya rendah-rendah dan tidak berbicara lagi.
Menyaksikan sikapnya yang mengenaskan itu, lama kelamaan
Keng Cin sin menjadi tidak tega sendiri, setelah menghela napas
panjang dengan penuh kesedihan dia berkata:
"Ku See hong, tahukah kau semasa jaman Cun ciu Cian kok dulu,
dinegeri Go terdapat seorang perdana menteri yang bernama Ngo
Cu siu.... "
Ku See hong manggut-manggut.
1185
"Yaa, aku dengar ilmu silat yang dimiliki orang ini lihay sekali,
konon kitab pusaka Cang ciong pit kip ini merupakan hasil
ciptaannya yang ditinggalkan didunia ini?"
Kembali Keng Cin sin bertanya:
"Tahukah kau setelah Ngo Cu siu mati dengan perasaan dendam,
rakyat telah membangunkan kuil untuk memperingati dirinya yang
kemudian kuil itu dinamakan kuil Ngo siang bio?"
Dengan perasaan terkejut Ku See hong segera berseru. .
"Waaah, kalau begitu bukankah arti dari bait pertama syair
Dendam sejagad ini, mengartikan kalau kitab pusaka Cang ciong pit
kip disimpan didalam kuil Ngo siang bio? Mengapa aku tak dapat
menebak sampai kesitu?"
Sambil tertawa dingin Keng Ciu sin segera berseru:
"Dikolong langit terdapat beribu-ribu buah kuil Ngo siang bio,
tahukah kau kuil yang manakah dipakai untuk menyimpan kitab
pusaka Ceng ciong pit kip tersebut?"
"Aaaah, sungguh memalukan" pikir Ku See hong.
Maka sambil tersenyum diapun berkata: "Harap nona, sudi
memberi penjelasan!"
"Ketika Ngo Cun siu, di buatkan kuil untuk pertama kalinya,
tahukah kau kuil tersebut dibangun dimana?"
"Di sungai Cho go kang, tapi tiada orang yang mengetahui
dimanakah tempat tersebut berada!"
"Sekarang aku akan menjelaskan secara ringkas arti dari syair
bait pertama dari Dendam sejagad tersebut!"
"Pada kata yang pertama, Dendam sejagad sepanjang masa,
rasanya tanpa penjelasan dariku pun kau sudah mengerti, jadi aku
tak perlu menjelaskan lebih jauh.
"Sedangkan pada kata baris yang kedua, apabila digabungkan
menjadi satu maka dapat ku artikan sebagai. .
1186
"Kitab pusaka Ceng Ciong pit kip itu disimpan dalam kuil Ngo
siang bio yang dipakai untuk memperingati Ngo Cun siu dari negeri
Go, dan kuil ini didirikan di tengah bukit yang jauh dari keramaian
dunia."
"Selanjutnya dikatakan didepan kuil ada sungai yang beraliran
deras, ini berarti didepan kuil Ngo siang bio yang dimaksudkan pasti
mengalir sebuah sungai yang beraliran deras, menurut apa yang
kita ketahui, Ngo siang bio dalam dunia saat ini hanya sebuah yang
didirikan diujung sungai Cho go kang, maka kitab pusaka Cang
ciong pit kip tersebut tak dapat disangkal lagi pasti tersimpan dalam
kuil Ngo Siang bio disungai Cho go kang"
"Penjelasan nona memang benar tapi sayang nya tiada orang
yang mengetahui secara, persis dimanakah kuil tersebut berada"
Keng Cin sin tertawa hambar.
"Andaikata tempat yang dipakai untuk menyimpan kitab pusaka
ini dapat dikunjungi sembarang orang. mustahil Him Ci sin
locianpwee akan menyimpan kitab tersebut disitu."
"Padahal dalam perkataan Him locianpwe tersebut bukankah
sudah diterangkan letak kuil Ngo siang bio tersebut secara persis?"
"Di belakang kuil mungkin terdapat tanah perbukitan atau
gunung yang tinggi, sedangkan sungai Cho go kang yang mengalir
didepannya bukankah berarus deras?
Maka ini bisa dibilang kuil Ngo siang bio tersebut terletak di
bagian sungai Cho go kang yang dikelilingi bukit dengan arus yang
deras dan ombak yang berbuih"
Kembali Ku See hong menghela napas sedih.
"Nona benar seorang yang pintar, setelah mendengarkan
penjelasanmu sekarang, aku benar-benar merasakan pengalaman
dan pengetahuanku bertambah"
Keng Cin sin tertawa dingin.
1187
"Aku pernah berkunjung ke tempat tersebut dan mengalaminya
sendiri, tentu saja aku dapat memberi penjelasan, kalau tidak,
bagaimana mungkin bisa memahami arti yang sebenarnya dari bait
syair tersebut?."
"Nah, coba kau bacakan pula bait ke dua dan bait ke tiga dari
syair Dendamsejagad tersebut"
Ku See hong segera menyanyikan bait ke dua dan ketiga dari
syair Dendamsejagad tersebut dengan lantang.
Selesai mendengar bait syair tersebut, kembali Keng Cin sin
termenung beberapa waktu, kemudian baru berkata.
"Dari kedua bait syair ini, kecuali bait ke dua yang belum
kupahami arti yang sesungguhnya, dapat kujelaskan bahwa arti dari
balik syair yang lain adalah sebagai berikut:
"Rupanya Bun ji koan su Him Ci sin ingin mengungkapkan rasa
dendamnya yang tak terlukiskan karena dikerubuti orang-orang Thi
kiong pang (perkumpulan busur baja), Kim to pang (perkumpulan
gelang emas) dan Jian khi pang (perkumpulan seribu penunggang
kuda) ...."
Ku See hong tersenyum.
"Ucapan nona memang benar, bagaimana dengan penjelasan
bait ke dua tersebut?"
"Bun ji koan su Him Ci sin locianpwe adalah manusia yang pintar
dan lihay, tentu saja bait tersebut mempunyai maksud yang
mendalam sekali, aku yakin tak lama kemudian arti tersebut pasti
akan kita pahami"!"
"Kemudian apa yang dibilang pada bait yang terakhir?"
"Pada bait yang terakhir agaknya mengisahkan semua tragedi
yang pernah menimpa guruku, cuma aku tak berani terlalu yakin."
"Coba bagaimana menurut pendapat nona, atas arti bait syair
ini...?"
1188
Berbicara sampai disitu, dia lantas membacakan bait terakhir dari
syair DendamSejagad.
ooo0dw0ooo
BAB 55
KENG CIN SIN yang pada dasarnya sedang diliputi kesedihan,
sehabis mendengar bait lagu yang terakhir ini segera menghela
napas pedih, ujarnya:
"Tampaknya di dalam bait lagu ini Him Ci sin locianpwee hendak
menceritakan kisah tragis yang telah dialaminya serta seakan-akan
melukiskan pula akhir dari kita manusia-manusia yang
menginginkan keadilan dalam dunia persilatan.
"Aaaai..."
"Him locianpwe merupakan seorang tokoh sakti yang
berpengetahuan amat luas, mungkin dia sudah menduga akan
perubahan situasi yang bakal dialaminya hari ini, sebenarnya aku
mengira dia belum berhasil mendapatkan kitab pusaka Cang Ciong
pit-kip bagian bawah tapi kalau di tinjau keadaannya sekarang,
sudah pasti dia telah memperoleh kitab pusaka itu, cuma sudah
dikembalikan ketempat asalnya saja. Ku See hong menghela napas
pula.
"Nona, sesudah pembicaraan kita sekarang aku orang she Ku
baru menyadari kalau nona adalah dewi diantara manusia,
seandainya setiap wanita dikolong langit bisa berpendirian seperti
kau, alangkah baiknya keadaan waktu itu, Apabila kau bersedia
memberi muka untuk aku orang she Ku bersediakah kau
memberitahukan siapa nama aslimu serta bagaimanakah asal
usulmu?"
Dengan suara dingin Keng Cin sin berkata.
"Aku tak ingin menyinggung kembali kejadian pedih dimasa
lampau, sedangkan mengenai namaku, seperti juga orangnya telah
1189
lama mampus, tentang hal ini harap kau jangan mendesak aku lebih
lanjut ...."
Ku See hong benar-benar tak bisa menduga siapa gerangan
perempuan ini, ada kalanya dari sikap maupun wataknya dia merasa
perempuan ini mirip sekali dengan Keng Cin sin, tapi seandainya dia
adalah Keng Cin sin, mengapa pula tidak bersedia mengungkapkan
keadaan yang sebenarnya.
Padahal mana dia tahu kalau perempuan ini sebenarnya tak lain
adalah Keng Cin sin dan dia justru pernah mengalami musibah yang
amat tragis sehingga membuat gadis ini tak berani mengungkapkan
indentitas yang sebenarnya.
Mendadak Ku See hong bertanya.
"Nona, aku tidak mengerti mengapa kejadian ini bisa begitu
kebetulannya, disaat yang persis kau telah datang ke markas besar
Ban-sia-kau untuk menolong diriku, "Apakah nona berhasil
menemukan Im Yan cu serta Seng sim cian li Hoa Soat kun
locianpwee?...
"Mereka telah kutemukan, dalam lima belas hari terakhir ini
mungkin Im Yan-cu tak akan menderita siksaan akibat bekerja nya
racun perangsang untuk kedua kali nya, tentang soal ini kau tak
perlu kuatir cuma dari lima belas hari yang ada kini sudah lewat tiga
hari, bila didalam sisa waktu yang dua belas hari ini kau tak berhasil
menemu kan obat pemunahnya, maka besar kemungkinan selembar
jiwanya akan terancam"
Tanpa terasa titik air mata jatuh berlinang membasahi wajah Ku
See hong, katanya kemudian dengan sedih:
"Nona, apakah kau sudah mendapat tahu apa nama dari obat
perangsang yang amat beracun itu?"
"Im hwee si hun wan" jawab Keng Cin sin sambil menghela
napas panjang. "konon racun itu tiada obat yang dapat
menyembuhkannya, namun menurut pendapatku tiada racun
1190
didunia ini yang tak bisa dipunahkan, hanya sampai sekarang kita
belum mengetahuinya saja.
"Menurut dugaanku, dalam kitab pusaka Ban sia cin keng milik
Ceng Lan hiang sudah pasti tercantum nama dari obat penawar
tersebut, itulah sebabnya aku mengunjungi markas besar
perkumpulan Ban sia kau dan mencuri kitab pusaka Ban-Sia cinkeng
tersebut, padahal sebelum itu aku sama sekali tak tahu kau
telah ditangkap oleh Ceng Lan-hiang .... "
Membayangkan kembali kejadian lalu, dimana benda jeleknya
yang sedang "mengamuk" telah ditonton semua orang, merah
padam selembar wajah Ku See hong karena jengah, sembari
tertawa tersipu-sipu katanya kemudian:
"Sesungguhnya aku terkena tipu muslihat dari murid murtad
guruku yakni si pedang Sakti kayu besi Cu Pok dan dikerubut i
kawanan manusia laknat tersebut sehingga terluka parah, ketika
sedang berusaha untuk meloloskan diri, aku berjumpa dengan
perempuan cabul itu dan kena ditangkap, aku sendiri kurang tahu
sudah berapa lama ditangkap mereka, mungkin sudah tiga hari
lamanya.
"Nona, apakah sudah berhasil mendapatkan kitab pusaka Ban sia
cin keng tersebut?.
"Belum, tapi kita akan berhasil mendapatkannya!" sahut Keng Cin
sin sambil menghela napas.
"Apa maksudmu?"
"Aku telah bertemu dengan Him Ji im"
Mendengar nama Him Ji im disinggung, Ku See hong merasakan
hatinya bergetar keras, buru-buru dia bertanya.
"Nona. Baik-baikkah dia"
"Baiknya sih baik, cuma wajahnya selalu bermuram durja, dia
bilang setiap waktu setiap saat selalu merindukan dirimu"
"Mengapa dia tidak kabur bersamamu?"
1191
Sebenarnya dia ingin menegur Keng Cin sin, mengapa tidak
menolong gadis tersebut, tapi pemuda ini rikuh untuk
mengutarakannya keluar.
"Begitu tiba di markas besar perkumpulan Ban sia kau, pertama
aku pergi mencarinya lebih dulu, dan dia kutemukan sedang disekap
dalam sebuah kamar yang sekelilingnya dijaga oleh jagoan lihay,
dalam keadaan seperti ini mustahil baginya untuk dapat kabur dari
kurungan, maka akupun mempergunakan t ipu muslihat untuk
bertemu dengannya sekalian menceritakan keadaan dari Im Yan
cu."
"Kami berada bersama-sama hampir seharian lamanya,
menggunakan kesempatan tersebut dia banyak memberitahukan
keadaan situasi didalam perkumpulannya serta pelbagai masalah
lain, coba kalau bukan demikian, bisa jadi gagal mencuri ayam,
selembar jiwanya turut melayang, Ceng Lan hiang perempuan cabul
itu memang lihay sekali, hingga kiri aku masih belum yakin dapat
mengungguli dirinya....
"Menurut Him Ji im, kitab pusaka Ban sia cin keng disimpan
sendiri secara rahasia oleh Ceng Lan hiang, dia berjanji akan
membantu dari dalamuntuk mendapatkan kitab pusaka itu"!"
"Kehadiran Him Ji im disitu berbahaya sekali" kata Ku See hong
dengan sedih. "ibunya amat cabul dan jalang, aku pernah
mendengar ucapan dari Ceng Lan hiang yang menjanjikan kepada
Gin coa kiam Ciu Heng thian untuk menyerahkan anak gadisnya
kepada keparat itu, padahal keparat itu amat cabul, akibat yang
diderita Im Yan cu sekarang pun sebagai akibat dari ulahnya, aku
benar-benar kuatir bila ia sampai ketimpa musibah..."
"Dia adalah putri kandung Ceng Lan hiang, mungkin dia tak akan
turun tangan keji terhadap putrinya sendiri, Him Ji im juga pernah
berkata kepadaku, meski dia agak sengsara hidup disana, namun
sama sekali tidak berbahaya"
"Nona, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ku See
hong kemudian.
1192
Keng Cin sin mendongakkan kepala dan memandang cuaca,
waktu itu tengah hari sudah menjelang tiba, maka ujarnya:
"Menunggu sampai matahari terbenam nanti, kita berangkat
kembali ke markas besar Ban sia kau, aku telah berjanji dengan Him
Ji im akan bersua lagi malam nanti"
"Nona, kau memang terlalu baik terhadap kami" kata Ku See
hong sambil menghela napas panjang, "entah bagaimana cara kami
untuk membalas budi kebaikan kepadamu dikemudian hari?
Terutama sekali kebaikan mu terhadap aku orang she Ku, aku selalu
merasa tak tenang setiap kali teringat akan hal ini, kau harus tahu,
aku belum pernah menerima budi kebaikan orang dengan begitu
saja ...."
Kembali Keng Cin sin menghela napas sedih.
"Hidup sebagai manusia didunia ini, membantu orang lain bukan
berarti mengharap balas jasa dari orang, terus terang saja
kukatakan, aku telah menganggapmu sebagai kekasihku dulu,
sekalipun kejadian yang berlangsung hari ini tidak disengaja, tapi
kenyataannya aku telah memperoleh kehangatan darimu, kejadian
ini tidak menimbulkan sakit hati bagiku malah sebaliknya kepuasan
dan kebahagian."
"Kau tak usah memandang serius akan persoalan ini, meskipun
kaum wanita menganggap kesucian tubuhnya sebagai nyawa ke
dua, namun bagiku soal kesucian sudah bukan masalah lagi, karena
soal tersebut seakan-akan sudah tidak terdapat dalam hatiku
lagi....."
Ku See hong sangat terkejut setelah mendengar perkataan itu,
diam-diam dia berpikir.
"Mengapa dia berkata demikian! Apa maksud hatinya yang
sebenarnya....? Manusia macam itukah dia! Tidak! Tidak! Dia bukan
perempuan jahat seperti itu...."
Berpikir sampai disini, diapun lantas berkata:
1193
"Nona, aku sangat bodoh sehingga tidak memahami maksud
perkataan nona, dapatkah kau memberi penjelasan lebih jauh?"
Titik air mata telah membasahi kelopak mata Keng Cin sin,
katanya dengan sedih.
"Aku sudah ternoda, aku adalah seorang perempuan yang sudah
tidak suci lagi..."
"Nona, kau bukan perempuan semacam itu, kau suci bersih,
anggun dan agung, kau ....kau terlalu merendahkan diri"
Tiba-tiba Keng Cin sin menyeka air matanya, lalu dengan sorot
mata yang amat lembut ditatapnya wajah Ku See hong lekat-lekat,
kemudian ujarnya sedih.
"Ku See hong, ada satu persoalan ingin sekali kutanyakan
kepadamu, kumohon kau sudi menjawab pertanyaanku ini dengan
sejujurnya, kau jangan berbohong dan tidak berpura-pura,
bersediakah kau ...?"
Ku See hong tak dapat menduga pertanyaan apakah yang
hendak diajukan olehnya, terpaksa sahutnya dengan lantang.
"Nona, kau ada urusan apa? Katakan saja secara terus terang,
aku pasti akan menjawab dengan sepenuh hati, tidak akan
berbohong atau pun berpura-pura"
"Tahukah kau, apa sebabnya aku tak ingin bertemu dengan
kekasih hatiku itu?, tanya Keng Cin sin kemudian dengan suara yang
dalam dan berat.
”Aku tidak tahu, tapi aku yakin nona pasti mempunyai masalah
yang memerihkan hatimu"
Keng Cin sin manggut-manggut:
"Benar! Aku telah mengalami suatu musibah yang membuatku
hampir saja tidak mempunyai keberanian untuk hidup lebih jauh, di
dunia ini setiap kali teringat akan kejadian ini, aku tak dapat
menahan rasa pedih dalamhatiku"
1194
"Nona, apabila kau mempunyai masalah pelik yang tak dapat kau
selesaikan, tak ada salahnya kau utarakan secara terus terang, aku
orang she Ku bersedia untuk membantu dengan sepenuh tenaga,
agar akupun bisa turut memikul kepedihan hatimu itu..."
"Tadi telah kukatakan kalau aku adalah seorang perempuan yang
sudah tidak suci lagi, perempuan yang ternoda, tahukah kau apa
yang kumaksudkan?"
Ku See hong tidak menyangka kalau perempuan tersebut akan
mengajukan pertanyaan itu, bagaimana mungkin seorang
perempuan berani menanyakan persoalan semacam ini dihadapan
seorang pria?
Perempuan yang ternoda biasanya dapat diartikan sebagai
perempuan jahat yang tak tahu malu atau perempuan sebangsa
pelacur.
Dengan wajah merah membara karena jengah, Ku See hong
berkata dengan tergagap:
"Nona, apakah kau .... apakah kau ......" sebenarnya dia ingin
berkata. "Apakah nona sudah kehilangan perawanmu semenjak
masih muda?”
Tapi dia rikuh untuk mengutarakan hal tersebut, apalagi dia
sendiripun sudah pernah menikmati kehangatan tubuhnya.
Keng Cin sin tertawa pedih, katanya dengan cepat:
"Apakah ...kenapa? Mengapa tidak kau lanjutkan kata-katamu
itu...?"
Suara tertawa itu amat keras dan nyaring bahkan mendekati
orang kalap, namun dibalik ke semuanya itu justru terlintas
perasaan:
-Sedih.
-Duka.
1195
-Dan keperihan hati yang tak terlukiskan dengan kata-kata
apapun.
Tiba-tiba Keng Cin sin berkata lagi dengan suara sedingin salju.
"Aku pernah mengadakan hubungan senggama dengan seratus
bahkan seribu orang lelaki"
Mendengar perkataan tersebut, Ku See hong merasakan
pandangan matanya menjadi gelap dan matanya berkunangkunang,
ia merasa dadanya seperti dihantam dengan martil yang
sangat berat.
Serunya kemudian dengan suara gemetar:
"Kau .... kau.... kau adalah manusia sebangsa itu ....?"
Berbicara sesungguhnya, dalam hati kecil Ku See hong
sesungguhnya sudah tumbuh benih cinta terhadap perempuan ini,
bisa dibayangkan betapa hancurnya perasaan pemuda itu setelah
mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Entah mengapa, tiba-tiba saja muncul suatu perasaan marah dan
cemburu yang sangat besar dari dalamhati Ku See hong.
Dengan suara dingin kembali Keng Cin sin berkata:
"Kau toh tiada hubungan apa pun denganku, mengapa harus
emosi setelah mengetahui hal ini?"
Dengan marah Ku See hong berkata:
"Rupanya kau adalah perempuan macam ini, hari ini aku orang
she Ku baru tahu kalau kau adalah perempuan semacam ini, aku
baru tahu kalau sudah salah menilaimu, sekarang, maaf kalau aku
tak dapat menemanimu lebih lama!"
"Berhenti!" bentak Keng Cin sin keras-keras. "sudah selesaikah
kau mendengarkan penjelasanku?"
Dengan wajah sedingin es Ku See hong berkata.
1196
"Apa lagi yang hendak kau ucapkan? Cepat diutarakan
secepatnya!"
Keng Cin sin menghela napas sedih, titik air mata tak terbendung
lagi segera jatuh bercucuran membasahi pipinya, dengan perasaan
pedih ia berkata:
"Ku See hong, tahukah kau kalau aku telah diperkosa secara
bergilir oleh sekawanan manusia laknat?"
Setelah mendengar perkataan tersebut, Ku See hong baru
menghela napas sedih katanya pula:
"Nona, mengapa tidak kau jelaskan hal ini semenjak tadi?"
Titik air mata semakin deras membasahi wajah Keng Cin sin,
sembari menahan isak tangisnya yang menjadi ujarnya lagi:
"Tahukah kau, setiap kali teringat akan kejadian tersebut, hatiku
menjadi sakit dan terasa seperti disayat-sayat dengan pisau yang
tajam"
Buru-buru Ku See hong menghibur:
"Kejadian yang sudah lewat biarkan saja lewat, anggap saja
peristiwa tersebut sebagai asap yang telah menguap diangkasa,
kalau memang peristiwa itu hanya akan mengungkap kepedihan
hatimu, lebih baik tak usah dibicarakan lagi!"
"Aku tak pernah dapat melupakan kejadian tersebut sepanjang
hidupku di dunia ini." jerit Keng Cin sin sedih, "walaupun aku ingin
melupakannya namun hal tersebut tak mungkin bisa terjadi, sebab
roh ku sudah ternoda, bagaimana pun berusaha hendak dicuci, tak
mungkin dapat kubersihkan noda-noda tersebut.
"Aku sengaja memberi tahukan kejadian ini kepadamu, karena
aku ingin menanyakan satu hal kepadamu"
Ku See hong tahu kalau perempuan itu sedang dipengaruhi oleh
emosi sekarang, terpaksa katanya dengan lembut.
1197
"Nona, rohmu dan jiwamu tetap bersih dan suci, sama sekali
tidak ternoda barang sedikitpun jua, kau tak usah terlalu merasa
rendah diri!"
"Kau mengatakan jiwaku tidak ternoda? atas dasar apa kau dapat
berpandangan demikian? "
"Nona, tahukan kau bahwa peristiwa tersebut terjadi karena
suatu keadaan yang terpaksa? bukan atas kemauanmu sendiri,
melainkan dipaksa orang dengan kekerasan. Peristiwa itu tidak
membuat kau menjadi hina.. .”
Mendengar sampai disini, Keng Cin sin sudah tak dapat
membendung perasaan sedihnya lagi, tiba-tiba saja dia menangis
tersedu-sedu ....
Isak tangisnya kali ini, boleh dibilang sudah menumpahkan
segenap kepedihan yang telah menumpuk dalam hati kecilnya
selama ini .......
Butiran air mata bagaikan untaian mutiara yang putus talinya,
jatuh berderai membasahi pipinya yang putih, isak tangisnya
sungguh memedihkan hati.
Tanpa terasa Ku See hong maju kedepan menghampirinya dan
merangkul bahunya.
Keng Cin sin mendesis sedih, tiba-tiba dia menjatuhkan diri ke
dalam rangkulan Ku See hong dan menangis sejadinya.
Ku See hong balas memeluk pinggang gadis itu erat-erat,
seakan-akan kuatir, kalau dia kabur dari sisinya, entah mengapa,
walaupun dia belum tahu kalau dia adalah Keng Cin sin, namun
dalam hati kecilnya seakan-akan sudah timbul perasaan cintanya
terhadap gadis ini.
Keng Cin sin sendiripun segera memanfaatkan kesempatan ini
untuk menangis sepuas hatinya dalam rangkulan kekasih hatinya
yang paling dicintai.
1198
Beberapa saat kemudian, sembari menahan isak tangisnya yang
memilukan hati, ia berkata:
"Ku See hong, sejak dilahirkan di dunia ini aku sudah anak yatim
piatu, akupun tak tahu semenjak kapan, tahu-tahu saja sudah
berada dalam lingkungan sekelompok manusia jahat di laut timur
sana, di saat aku menanjak dewasa dan mulai tahu urusan, timbul
perasaan sedih dan menyesal yang tak terhingga dari hatiku, maka
suatu ketika aku pun berjumpa dengan kekasihku itu, waktu itu
kekasihku melanggar peraturan yang diterapkan oleh kelompok
manusia jahat disekitarku, dia ditangkap dan disiksa dengan
berbagai cara, tapi akhirnya aku berhasil menolongnya dan
menyuruhnya kabur dari pengaruh jahat tersebut, sedang aku dicap
sebagai penghianat oleh mereka sehingga akhirnya akupun
menerima nasib yang paling tragis dunia ini..."
"Bagaikan seorang pelacur saja, aku menjadi mangsa kebiadaban
dari beratus-ratus manusia laknat, aku tak mampu melawan, hanya
merasakan siksaan didalam penderitaan, keadaanku waktu itu ibarat
manusia hidup tak bisa, mau matipun tak dapat, dalam keadaan
demikian aku telah kehilangan segala-galanya."
"Dari tubuh seorang gadis, aku disiksa sehingga menderita
penyakit kotor dan sekujur tubuhku penuh dengan luka bernanah,
keadaanku waktu itu ibarat manusia tidak mirip manusia, setan
tidak mirip setan, dalam keadaan begini kawanan manusia laknat
itupun meletakkan tubuhku yang busuk itu diatas sebuah sampan
kecil dan melepaskannya ditengah samudra luas..."
-ooo0dw0ooo-
Jilid 36
MAKA secara nyata, dan teliti Keng Cin sin menceriterakan semua
pengalaman serta musibah yang telah dialaminya selama ini, hanya
1199
nama laut selatan telah diubahnya menjadi laut timur guna
merahasiakan keadaan yang sesungguhnya.
Sewaktu mendengarkan kisah yang menyedihkan ini, Ku See
hong ikut merasa terharu sehingga air matanya tanpa terasa jatuh
bercucuran membasahi wajahnya, berbicara sebenarnya, musibah
yang telah menimpa Keng Cin sin memang tragis sekali.
Dengan suara pedih Ku see hong berkata kemudian:
"Nona, aku tidak, tahu kalau kau pernah mengalami musibah
sedemikian tragisnya. apakah musuh musuhmu sudah berhasil kau
bunuh semua? Aku Ku See hong bersedia untuk membantu nona
guna membalas dendam sakit hati ini serta mencincang tubuh
kawanan manusia laknat tersebut ....."
Keng Cin sin tertawa pedih.
"Biang keladinya sudah kubunuh, bahkan aku telah menyuruh dia
merasakan penderitaan dan siksaan yang paling keji di dunia ini,
mula-mula kupenggal dulu lengannya lalu kupotong kakinya,
mencongkel keluar matanya, memotong batang hidungnya,
memotong telinganya menghancurkan wajah nya dan merusak pula
otaknya sehingga dia menjadi kalap dan gila, kemudian kulepas kan
pula sebuah pukulan beracun ke dalam tubuhnya agar setiap hari
dia akan merasa kan satu kali siksaan yang hebat, pembalasan
semacam ini sudah sepantasnya diterima oleh manusia macam
begitu, entah bagaimana menurut pendapatmu?"
Diam-diamKu See hong berpikir:
"Tindakan yang dilakukan olehnya itu memang terhitung sangat
keji, cuma bagi seorang manusia laknat yang begitu brutal dan
buas, hukuman dan siksaan yang keji tersebut memang cukup
pantas untuk diterimanya ..... "
Karena berpendapat demikian, maka sahutnya kemudian:
"Yaa, dosa yang bertumpuk-tumpuk dengan perbuatan yang
begitu brutal memang pantas dijatuhi hukuman semacam itu"
1200
"Hukuman yang ia terima itu kelewat enteng ataukah terlampau
berat?" Tiba-tiba Keng Cin sin bertanya lagi.
Ku See hong agak tertegun, kemudian sahutnya.
"Jika berbicara menurut dosa dan kesalahan yang telah dilakukan
olehnya, hukuman itu tidak termasuk enteng tidak pula terlampau
berat, aku rasa tepat sekali!"
"Apakah kau telah menjawab dengan sejujurnya?." Keng Cin sin
tertawa.
”Tentu saja aku menjawab sejujurnya aku t idak akan
membohongi nona dengan jawaban yang berpura-pura.”
Padahal seandainya Ku See hong tahu bahwa perempuan ini tak
lain adalah Keng Cin sin yang dicintainya, maka dia pasti akan
mengatakan kalau hukuman semacam itu terlampau ringan.
Dengan nada yang pedih kembali Keng Cin sin berkata:
"Justru karena itulah, aku baru tak berani mencintai kekasihku,
sebab aku merasa sudah ternoda, aku merasa kesucian tubuhku
sudah dinodai oleh beratus-ratus manusia"
"Nona, kau bukan perempuan ternoda, kau tak boleh berkata
demikian” seru Ku See hong dengan wajah merah membara karena
jengah.
Mendadak Keng Cin sin melepaskan diri dari pelukan Ku See
hong, lalu ujarnya dengan dingin.
"Aku ingin bertanya kepadamu, seandainya kekasihku itu
mendengar kisah tragis yang telah menimpaku itu, apakah dia
masih akan mencintaiku? Tidak menganggap aku sebagai
perempuan rendah yang ternoda?"
Ku See hong termenung beberapa saat lamanya setelah itu dia
baru berkata.
"Aku tidak tahu sampai dimanakah watak kekasihmu itu, maka
aku tak berani berbicara tentang hal ini”.
1201
"Watak maupun sikapnya hampir sama dengan sikap dan
watakmu, anggap saja kekasihku itu adalah kau dan boleh
mengutarakan suara hatimu yang sejujurnya kepadaku, kau tak
usah berpura-pura atau secara sengaja merahasiakan perasaan
yang sesungguhnya, kuharap kau berbicara secara blak-blakan!"
Dengan wajah serius Ku See hong menjawab.
"Andaikata aku adalah kekasihmu yang dulu dan mengetahui
musibah telah menimpa dirimu, maka aku akan lebih menghormat i
dirimu dan mencintaimu sepenuh hati!"
Mendengar jawaban mana, hampir saja air mata Keng Cin sin
bercucuran dengan derasnya, ia lantas berpekik dihati:
"Engkoh Hong, oooh.. engkoh hong, tahukah bahwa kaulah
kekasih hatiku? Cinta kasihmu yang begitu tulus dan suci membuat
hatiku amat terharu dan berterima kasih sekali kepadamu, tapi
tahukah kau bahwa kebesaran jiwamu ini semakin menyakitkan
hatiku, membuat aku lebih malu dan rendah diri, aku semakin tak
berani menampakkan diri yang sesungguhnya. ."
Berpikir sampai disini, dengan suara dingin dia lantas berkata,
"Terima kasih atas jawabanmu yang setulus hati.”
Ku See hong segera bertanya pelan.
"Nona.. apakah kau ingin menceritakan kejadian yang
sebenarnya ini kepadanya?”
Keng Cin Sin termenung beberapa saat, kemudian
menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Tidak! Aku menginginkan agar dia melupakan aku untuk
selamanya.”
"Dapatkah dia melupakan kau?".
"Dapat, pasti dapat, sebab dia mengira aku sudah mati!" jawab
Keng Cin sin pedih.
Ku See hong agak tergagap, katanya kemudian:
1202
"Nona, aku hendak mengutarakan sesuatu cuma. .. bolehkah hal
tersebut kuutarakan?"
Keng Cin sin mengamati wajah si anak muda tersebut beberapa
saat lamanya, dia segera mengerti perkataan apakah yang hendak
diutarakan pemuda tersebut, namun di luar sahutnya dengan suara
hambar:
"Apa yang ingin kau utarakan, Katakan saja secara blak-blakan
...."
"Setelah kuutarakan nanti, aku harap nona sudi memaafkan
kelancanganku itu!"
"Sekalipun kau salah berbicara, aku tak akan menyalahkan dirimu
.....”
Ku See hong merasa keberaniannya timbul kembali, dengan
cepat ujarnya:
"Nona, aku... aku sangat menghormatimu... bahkan.... bahkan
amat mencintai mu.... Sebab kau pun mirip sekali dengan seseorang
yang paling kuhormati, bahkan aku pernah menyangka kau sebagai
dirinya, dia bernama Keng Cin sin, pengalaman yang telah kau alami
itu hampir mirip dengan pengalaman yang pernah kami alami, selagi
berada di istana Huan mo kiong dulu, cuma dia tidak sampai
mengalami kejadian tragis seperti apa yang kau ceritakan tadi, dia
hanya mati karena bunuh diri ......”
Mendengar perkataan ini, titik air mata Keng Cin sin tak
terbendung lagi, dia menangis tersedu-sedu dan ingin sekali segera
bertemu dengan kekasih hatinya ini dalam wujud yang sebenarnya,
tapi teringat kembali akan tubuhnya yang telah ternoda, rasa
rendah dirinya segera mengendalikan kembali keinginannya
tersebut.
Diam-diamgadis itu berpekik dihati.
"Keng Cin sin wahai Keng Cin sin, kau telah merasakan
kehangatan dan kebahagian darinya, apakah semuanya itu masih
belum memuaskan dirimu? Dia tak akan menderita kesepian dan
1203
hidup sebatang kara, mengapa kau tidak membagikan cintamu itu
untuk Im Yan cu dan Him J i im...? Kau. .. apakah kau masih punya
muka untuk menggunakan tubuhmu yang telah ternoda ini guna
berebut dengan mereka......
Berpikir sampai disini, dengan suara yang dingin dan ketus
diapun berkata.
"Jadi kau mengira Keng Cin sin sudah mati?"
Ku See hong menghela napas sedih.
"Hati kecilku tidak percaya kalau dia telah mati, namun aku telah
mendengar sendiri jeritan ngerinya menjelang saat kematian, waktu
itu aku benar-benar ingin menyusul nya ke alam baka, tapi api
dendam yang membara dalam dadaku membuat aku mengurungkan
niat tersebut dan berusaha untuk mempertahankan terus hidupku.
Sebenarnya aku ingin berkunjung kembali ke Lam hay istana Huan
mo kiong begitu dendam ku sudah terbalas, aku ingin menyelidiki
apakah dia benar-benar sudah mati atau belum, andaikata dia
sudah tiada maka aku akan menemukan tulang belulangnya dan
menguburnya dalamsatu liang bersama tubuhku."
Keng Cin sin benar-benar terharu sekali oleh perkataan tersebut,
namun dia masih tetap berusaha untuk mengendalikan gejolak
perasaannya itu, tanyanya kemudian. "Jadi kau ingin menghabisi
nyawamu demi cinta? Apakah kau tidak merasa kalau perbuatanmu
itu suatu perbuatan yang sangat bodoh ?"
"Aaaai.... apakah kau belum tahu akan pengaruh cinta? Tapi ....
sekarang aku masih mempunyai tugas dan tanggung jawab baru,
tanggung jawab mana membuat aku tak dapat menghabisi nyawaku
untuk menyusulnya!"
"Benar! Kau memang tak boleh menghabisi nyawamu demi cinta
buta, kau harus melindungi Im Yan cu serta HimJ i im"
"Berbicara yang sesungguhnya, tentu saja aku tak dapat menyianyiakan
Im Yan cu serta Him ji im, tapi tingkatan cintaku terhadap
mereka tak mungkin dapat melampaui cinta kasihku terhadap Keng
1204
Cin sin, meskipun dia telah tiada, namun setiap waktu setiap saat
aku masih selalu terbayang akan bayangan tubuhnya, nada
suaranya serta raut wajahnya. Terus terang saja, dia amat mirip
dengan dirimu, maka aku...aku.....”
"Cinta kasihmu terlalu luas dan kaya, seandainya Keng Cin sin
masih hidup, maka siapakah yang akan kau cintai?" kata Keng Cin
sin dingin.
Ku See hong tertawa jengah.
"Keempat-empatnya akan kucintai semua!”
"Tidakkah kau merasa bahwa perbuatanmu ini kelewat
serakah.?.”
"Tidak mungkin, sebab mereka semua berharga bagiku untuk
mencintai mereka dengan sepenuh hati, apalagi akupun tidak
beralasan untuk tidak mencintai salah seorang diantara mereka,
kecuali Keng Cin sin, kalian bertiga sudah pernah mengadakan
hubungan suami istri"
Kembali Keng Cin sin menghela nafas sedih.
"Aaai, bagi seorang lelaki, mempunyai istri tiga orang gundik
bukanlah suatu masalah yang berat, tapi seorang perempuan toh
tak bisa mempunyai dua orang suami!"
Ku See bong segera mendesak lebih jauh katanya:
"Nona, jadi kau.. kau setuju?"
"Terima kasih banyak atas maksud baikmu itu, tapi aku telah
menganggap kekasihku itu sebagai suamiku, maka aku tak dapat
menerima cintamu itu, biarlah maksud baikmu kuterima didalam hati
saja."
Bagaikan diguyur dengan air dingin sebaskom, Ku See hong
segera merasakan separuh badannya menjadi dingin, katanya:
"Tapi, aku dan nona sudah pernah mengadakan....."
1205
"Oleh karena kuanggap kau sebagai kekasihku, maka kuberikan
kesucian tubuhku untukmu, apa salahnya aku berbuat demikian?
Sudahlah, kau tak perlu banyak berbicara lagi, daripada
menimbulkan kejemuan bagiku"
"Nona terlalu kesepian, terlalu menderita, aku merasa amat tidak
tenang"
"Memang beginilah nasibku semenjak aku dilahirkan didunia ini,
tiada orang yang dapat menolongku untuk melepaskan diri dari
keadaan seperti ini"
Terpaksa Ku See hong menghela napas penuh kekecewaan,
katanya lagi:
"Jendela cinta dalam hatiku selalu terbuka bagimu, aku akan
selalu menunggu sampai kau dapat menghilangkan kekakuan dalam
hatimu itu"
"Terima kasih banyak, sayang selama hidup aku tak pernah akan
melangkah masuk melalui pintu cintamu yang terbuka lebar ini"
"Entah apa pun yang terjadi, aku akan tetap menantimu
selalu....."
Sementara pembicaraan berlangsung, waktu pun turut beredar
dengan cepatnya.
Kini sang surya sudah tenggelam dilangit barat, sinar cahaya
yang berwarna ke emas-emasan memancar di seantero jagad.
Seluruh tanah dilapisi cahaya merah dan membiaskan suasana
yang murung.
ooo0dw0ooo
BAB 56
KENG CIN SIN mendongakkan kepalanya memandang cuaca, lalu
ujarnya dengan suara dalam.
1206
"Sekarang kita harus segera berangkat."
Mendadak paras muka Ku See hong berubah hebat, serunya
dengan cepat:
"Ada orang datang, aah! Bahkan jumlahnya tidak sedikit..."
Sementara pembicaraan berlangsung, suara langkah manusia itu
sudah berada didalam lembah bukit itu...
Mendadak berkumandang suara pekikan nyaring yang
menggema diangkasa dan mendengung tiada hentinya.
Keng Cin sin termenung beberapa saat lamanya, kemudian dia
berkata:
"Aaaah, mungkin mereka yang datang, mari kita gunakan siasat
melawan siasat dengan menghindari mereka langsung menyatroni
markas besarnya"
"Pendapat nona memang tepat sekali, saat ini markas besar
mereka tentu berada dalam keadaan kosong!"
"Urusan tak boleh terlambat lagi, mari kita berangkat dengan
memutar kearah lain."
Mendadak....
Dari sekitar tempat itu berkumandang suara tertawa cekikikan
yang amat merdu dan membetot sukma .....
Gelak tertawa mana amat merdu serta mempunyai semacam
daya pikat yang dapat memukau hati orang
Berubah hebat paras muka Ku See hong setelah mendengar
suara tertawa itu, secepat kilat dia berpaling ke arah mana
berasalnya suara tertawa tersebut.
Lebih kurang enam kaki di belakang tubuh mereka berdua,
tepatnya di atas sebatang pohon siong yang amat besar, berdirilah
seorang perempuan muda berbaju putih, yang cantik jelita bak
bidadari dari kahyangan.
1207
Orang itu tak lain adalah ketua Ban sia kau, Ceng Lan hiang
adanya...
Sesudah tertawa terkekeh tiada hentinya Ceng Lan hiang berkata
dengan suara dingin.
"Saudara cilik, kau benar-benar amat tolol, cici yang begini cantik
bagaikan bidadari enggan kau nikmati, sebaliknya kau malah senang
dengan perempuan busuk yang jelek itu, hmmm, setelah
mengadakan hubungan kelamin, apakah kau tidak merasa muak
dan ingin muntah ....?"
Ku See hong mendengus dingin saking gusarnya, dengan suara
lantang dia segera membentak:
"Perempuan jalang turun kau!"
Ceng Lan hiang tertawa dingin. "Sekarang kau tak usah berkaokkaok
dulu. sampai kini kau masih tetap merupakan orang di bawah
sepasang ketiakku"
"Aku heran, mengapa seorang wanita semacam kau bisa begitu
tak tahu malu?"
Keng Cin sin dengan suara yang dingin hingga merasuk ke dalam
tulang.
"Kau si budak jeleklah yang sesungguhnya tak tahu malu, sudah
mengambil keuntungan, merasakan kenikmatan, sekarang berani
mendamprat orang semaunya sendiri"
"Kau si perempuan jalanglah yang merupakan perempuan tak
tahu malu yang betul-betul paling jelek didunia ini" bentak Ku See
hong keras-keras, "turun .... turun kau aku hendak membinasakan
dirimu"
Ceng Lan hiang segera tertawa terkekeh-kekeh.
"Saudara cilik, kau berani memukul istrimu sendiri?" serunya
genit.
1208
Ku See hong benar-benar dibuat gusarnya setengah mati, sekali
lagi dia membentak nyaring:
"Perempuan yang tak tahu malu, aku akan segera membinasakan
dirimu..."
Sembari berseru, Ku See hong sudah bersiap-siap hendak
menerjang ke muka.
Tapi Keng Cin sin segera menahannya dan berbisik dengan ilmu
menyampaikan suara:
"Sekarang musuh tangguh berada di depan mata, aku minta kau
jangan bertindak secara gegabah, sekarang kita harus keluar dulu
dari hutan siong ini, sebab daerah sekitar tempat ini terlampau
sempit, dengan jumlah mereka yang banyak, keadaan seperti ini
sangat tidak menguntungkan kita"
Berbicara sampai disitu, pada saat yang hampir bersamaan Keng
Cin sin dan Ku See hong segera menggunakan kecepatan yang amat
tinggi menerjang keluar dari hutan pohon siong tersebut.
Namun tatkala kaki mereka baru saja menginjak kembali
permukaan tanah, terasa segulung angin berhembus lewat, seakanakan
sukma gentayangan saja, tahu-tahu Ceng Lan hiang telah
menghadang kembali kurang lebih tiga kaki dihadapan mereka.
Baik Keng Cin sin maupun Ku See hong sama-sama dibuat
terperanjat oleh keadaan tersebut, hampir bersamaan waktunya
lantas berpikir:
"Cepat amat ilmu meringankan tubuhnya, tampaknya
pertarungan yang berlangsung hari ini tak akan bisa diselesaikan
secara sederhana."
Sementara itu Ceng Lan hiang telah menarik muka sambil
tertawa dingin tiada hentinya, kemudian dia menegur.
"Saudara cilik, rupanya kau benar-benar sudah terpikat oleh
perempuan jelek ini?
Ku See hong mendengus dingin.
1209
"Hmmm, kau tak usah tebal muka bersikap tak tahu malu, siapa
sih yang menjadi saudara cilikmu"
"Biarpun aku jatuh cinta kepadanya, apa urusannya dengan
dirimu..." teriak pemuda itu mendongkol.
Ceng Lan hiang segera tertawa terkekeh-kekeh.
"Heeehhh... heehhh... heeehhh... kionghi... kionghi ... aku mesti
menyampaikan ucapan selamat untukmu, sebab saudara cilikku
telah mempersunting seorang perempuan jelek sebagai istrinya"
Ternyata dalam dunia persilatan telah tersiar berita yang
mengatakan kalau ketua Hiat mo bun adalah seorang perempuan
yang sangat jelek.
Itulah sebabnya Ceng Lan hiang pun mengatakan kalau Keng Cin
sin adalah seorang perempuan yang jelek sekali.
Padahal kecantikan Keng Cin sin yang sebenarnya tidak berada
dibawah kecantikan wajah Ceng Lan hiang, apalagi Keng Cin sin
memiliki mutiara Thian hong im yang sin cu yang berkasiat luar
biasa, hal ini membuat kulit badannya jauh lebih cantik, indah dan
lembut.
Ku See hong pernah menyaksikan wajah jelek Keng Cin sin, maka
selama inipun dia selalu menganggap Keng Cin sin berwajah sangat
jelek.
Namun dia tetap mencintai keanggunannya, kebersihan dan
kesucian wataknya, dia menilai kebaikan hati dari perempuan itu
bukan menilai keindahan lahiriahnya.
Tiba-tiba Keng Cin sin tertawa terkekeh-kekeh, kemudian
jengeknya:
"Jadi kau menganggap wajahku jelek? padahal indahnya wajah
tapi disertai hati yang jelek dan busuk, apa pula gunanya?”
Paras muka Ceng Lan hiang segera berubah menjadi jelek sekali
sehingga tak terlukiskan dengan kata-kata, dengan suara dingin
ujarnya kemudian.
1210
"Apakah kau sangat indah dan cantik ? Bila wajah seseorang
cantik maka hatinya pasti indah, sebaliknya kalau tampang
seseorang jelek, sudah pasti hatinya sangat busuk"
Ku See hong tak dapat menahan diri lagi, tiba-tiba dia turut
berteriak keras:
”Walaupun kau berwajah cantik menarik, sayang sekali hatimu
jahat dan buruk seperti ular berbisa ...."
Ceng Lan hiang segera tertawa terkekeh-kekeh dengan nada
yang memukau hati, serunya lembut..
”Saudara cilik, jadi kaupun memuji kecantikan wajahku"
Ku See hong mendengus dingin dengan nada yang amat sinis,
dia tidak menjawab pertanyaan tersebut, sebab dalam kenyataan,
Ceng Lan hiang memang seorang perempuan yang cantik jelita bak
bidadari dari kahyangan.
Mendadak....
Serentetan tertawa yang menyeramkan bagaikan tangisan setan
atau lolongan serigala berkumandang datang ....
Menyusul suara tertawa menyeramkan itu, dari puncak bukit
sebelah kiri meluncur datang lima sosok bayangan manusia dengan
kecepatan luar biasa ....
Dalam waktu singkat, dua sosok bayangan manusia yang berada
dipaling depan sudah sampai dahulu ditempat tujuan, ternyata
mereka adalah Thi bok sin kiam (Pedang sakti kayu baja) Cu Pok
serta seorang sastrawan setengah umur yang berwajah tampan.
Orang ini tak lain adalah Han bun kim ciang (Telapak tangan
emas sukma cacad) Tu Pak kim, hanya hari ini dia telah melepaskan
topeng aneh yang dipakainya selama ini.
Dibelakang mereka segera menyusul datang empat manusia lagi,
mereka terdiri dari tiga orang thamcu dari Ban sin kau yakni thamcu
ruang angin dingin si Thian jian tee ciat (Langit dan bumi cacad) Si
Hun sia, thamcu Thian leng tham Mo pit siu (Kakek lengan iblis)
1211
Khong Yu siang dan Tee hun thamcu si Penginjak salju tanpa bekas
ThamHun khi.
Ke enam orang ini rata-rata merupakan jago berilmu silat amat
lihay di dalam dunia persilatan saat ini, juga merupakan int i
kekuatan dari perkumpulan Ban sia kau.
Sekalipun Ku See hong dan Keng Cin sin terhitung juga tokoh
silat berilmu tinggi didalam dunia persilatan, namun posisi mereka
saat ini boleh dibilang berbahaya sekali.
Apalagi Ceng Lan hiang si perempuan cabul tersebut merupakan
tokoh kelas wahid dikolong langit dewasa ini dan belum pernah ada
orang yang mampu mengungguli mereka.
Setelah menyaksikan kemunculan dari kawanan musuh, baik
Keng Cin sin maupun Ku See hong sama-sama merasakan hatinya
jadi berat dan serius.
Sadarlah ke dua orang ini bahwa situasi bagi mereka hari ini lebih
banyak berbahaya nya dari pada keuntungan, namun perasaan
tersebut tak sampai diperlihatkan, mereka tetap berdiri sekokoh
batu karang ditempat.
Dengan wajah penuh senyuman paksa Si Pedang sakti kayu baja
Cu Pok berkata kepada Ceng Lan hiang.
"Oooh... rupanya sumoay sudah berhasil menemukan mereka
jauh mendahului kami heeehhh...... heehhh... heeehhh.... "
"Aku menginginkan mereka berdua dalam keadaan hidup..
terutama sekali orang she Ku itu" kata Ceng Lan hiang cepat
dengan wajah sedingin salju.
Telapak tangan emas sukma cacad Tu Pak kim segera tertawa
licik
"Oooh, tentu saja! Tentu saja! Perintah sumoay sudah pasti akan
kami laksanakan".
Keng Cin sin yang mendongkol sekali menyaksikan ulah orangorang
tersebut, mendadak ia menyela sambil tertawa dingin.
1212
"Heeeehhhh ..... heeeehhh ......heeehhh ..... jangan kalian
anggap dengan mengandalkan jumlah yang banyak lantas
kemenangan bisa diraih secara gampang, hmm! Siapa yang bakal
menang siapa yang bakal kalah pada hari ini masih sukar untuk
ditentukan mulai sekarang??
Ceng Lan hung sudah tak sabar lagi rupanya, dia segera
menurunkan perintah:
"Suheng berdua, harap kalian bereskan budak jelek ini, terserah
hukuman apa yang hendak kalian berikan, bila kalian berdua tidak
merasa mual dengan kejelekan wajahnya, kuhadiahkan orang ini
kepada kalian...."
"Terima kasih atas maksud baik sumoay, kami pasti akan
menghukum orang ini dengan sebaik-baiknya!" sahut si pedang
sakti kayu besi sambil tertawa:
Mencorong sinar mata buas yang penuh dengan hawa
pembunuhan dari balik mata Keng Cin sin, ditatapnya Ceng Lan
hiang lekat-lekat, kemudian bentaknya nyaring
"Kau perempuan cabul yang tak tahu malu, hari ini aku akan
menyaksikan sendiri sampai dimanakah kelihayan yang kau
miliki....”
Maksud ucapan dari Ceng Lan hiang tadi sudah jelas sekali, yakni
dia telah memberi ijin kepada ke dua orang suhengnya untuk
menggagahi Keng Cin sin secara bergilir, bayangkan saja bagaimana
mungkin gadis tersebut tidak naik pitam. Apalagi dia memang
pernah menderita akibat kejadian yang sama.
Ditengah pembicaraan, tubuh Keng Cin sin menerjang ke arah
Ceng Lan hiang dengan kecepatan luar biasa, sementara sepasang
tangannya melancarkan serangkaian serangan berantai..
Terkejut juga Ceng Lan hiang setelah menyaksikan gerak
serangan yang dilancarkan Keng Cin sin.
Rupanya serangan dari Keng Cin sin kali ini dilakukan dengan
kecepatan luar biasa, begitu telapak tangannya diayunkan ke muka,
1213
diantara gerakan jeri tangannya tahu-tahu saja sudah mengancam
di depan dada Ceng Lan hiang.
Sementara Ceng Lan hiang masih tertegun, telapak tangan yang
putih bersih itu sudah mengancam di atas jalan darah yu bun hiat
pada dadanya.
Dalam kejut dan terkesiapnya cepat-cepat Ceng Lan hiang
berkelit ke samping kemudian melompat mundur.
Kemudian setelah tertawa cabul dia mengebaskan ujung bajunya
yang berwarna putih ke depan, seperti awan yang sedang bergerak
di angkasa, dengan membawa desingan angin dingin yang menusuk
badan, dia berbalik mengancam wajah Keng Cin sin.
Jurus serangan yang dipergunakan olehnya ini benar-benar
sangat hebat, bukan saja sambil mundur melancarkan serangan,
gerakannya pun dilakukan dengan kecepatan luar biasa.
Dalam anggapan semua orang, serangan balasannya ini pasti
akan berhasil mendesak Keng Cin sin sehingga berada dalam posisi
yang amat mengenaskan.
Siapa tahu tidak demikian dengan kenyataan, ketika ujung kaki
Keng Cin sin menjejak permukaan tanah secara indah sekali
tubuhnya sudah mengigos ke samping kemudian secara paksa
menghajar ujung baju lawan dengan sabetan telapak tangannya.
Dimana angin serangannya menyambar lewat, desingan angin
tajambagaikan sayatan pisau segera menyapu ke muka.
Sekarang Ceng Lan hiang mulai merasakan bahwa Keng Cin sin
merupakan musuh yang paling tangguh di dunia ini, dia tertawa
dingin, ujung bajunya dikebaskan melancarkan serangan balasan,
sementara pinggulnya berputar dengan lembut, kemudian dengan
menggunakan tangan yang lain dia melancarkan dua kali serangan
penuh.
Setelah itu ujung kakinya menjejak permukaan tanah dan tibatiba
saja dia melepaskan tiga kali tendangan berantai dari tengah
udara. ..
1214
Kepandaian silat yang dimiliki Ceng Lan hiang memang betulbetul
lihay sekali, dengan gerakan tubuhnya yang aneh dan sakti,
kecepatannya merubah jurus betul-betul tak terlukiskan dengan
kata-kata ....
Dua pukulan dan tiga tendangan ini pada hakekatnya dilancarkan
dengan kecepatan luar biasa dan pada saat yang hampir
bersamaan.
Walaupun gerak serangannya sangat enteng seperti hembusan
angin, padahal tenaga serangannya itu benar-benar luar biasa
hebatnya.
Akan tetapi Keng Cin sin sendiripun bukan manusia
sembarangan, ia pernah mempelajari seluruh kepandaian silat yang
tercantumdidalam kitab pusaka Cang ciong pit kip.
Tampak bahunya digetarkan tiga kali, lalu diiringi bentakan
nyaring, telapak tangan kirinya diayunkan kemuka, sementara
kedua jari tangannya secepat kilat menotok jalan darah tiong gi hiat
di sisi belakang tubuh Ceng Lan hiang, sementara telapak tangan
kanannya langsung disodokkan ke depan.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat dan menusuk
tulangpun langsung meluncur kedepan menghantam bagian tubuh
yang mematikan di atas badan Ceng Lan hiang.
Berada ditengah udara, Ceng Lan hiang mengayunkan pula
telapak tangannya.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat segera meluncur ke
depan dan .....
"Blaaamm" suatu ledakan dahsyat diiringi serentetan suara
ledakan beruntun bergema memecahkan keheningan"
Desingan angin tajam yang menyayat badan langsung memancar
kemana-mana.
1215
Hawa serangan yang menyebar itu segera berubah menjadi
selapis hawa serangan yang ibaratnya sebuah jaring yang amat
besar mengurung batok kepala Keng Cin sin.
Keng Cin sin sendiripun enggan memperlihatkan kelemahannya,
tangan kanan nya yang semula dipakai untuk menghantam jalan
darah Tiong ji hiat itu tiba-tiba saja dirubah, kelima jari tangannya
di pentangkan lebar-lebar, lalu diantara sentilan dan getaran, lima
gulung desingan angin tajam secepat kilat menembusi lapisan hawa
serangan tersebut dan langsung menyergap lima buah jalan darah
penting ditubuh Ceng Lan hiang.
Melihat lima gulung desingan angin jari lawan berhasil
menembusi lapisan hawa serangannya secara mudah, Ceng Lan
hiang terkesiap, tiba-tiba saja lima jari tangan kanannya
dipentangkan lebar-lebar lalu hawa murninya yang menyebar ke
empat penjuru segera dihimpun kembali menjadi satu .....
"Blaamn! Blaammm! Blaaammm! "
Di tengah serentetan suara ledakan yang memekikkan telinga,
hawa murni menyebar kemana-mana dan bayangan manusiapun
saling berpisah satu sama lainnya.
Tahu-tahu Ceng Lan hiang dan Keng Cin sin sudah saling
perpisah sejauh dua kaki lebih.
Semua kejadian ini berlangsung hampir pada saat yang amat
singkat, kontan saja semua yang hadir diarena sama-sama di bikin
terkesiap dan terbelalak matanya karena kaget.
Dalam beberapa jurus serangan saja, mereka dapat menyaksikan
betapa hebat nya kedua belah pihak saling berubah serangan untuk
berusaha merobohkan lawannya.
Walaupun semuanya merupakan serangan yang berbahaya,
namun keindahan jurusnya ternyata sama sekali t idak di t inggalkan.
Ku See hong menghela napas panjang setelah menyaksikan
kejadian ini, diam-diam ia menyadari bahwa ilmu silat memang tiada
batasnya, sekarang dia baru mengerti bahwa sebenarnya
1216
kepandaian silat yang dimilikinya hingga kini hanya setitik batu kecil
ditengah samudra luas.
Sambil tertawa cabul Ceng Lin hiang berseru:
"Kau mampu menerima beberapa jurus seranganku, ini berarti
kalau kepandaian silat yang kau miliki memang cukup tangguh, kau
pantas disebut jago nomor dua di kolong jagat dewasa ini"
Perasaan Keng Cin sin saat ini berat sekali, dia dan Ceng Lan
hiang sudah bergebrak beberapa jurus dan dia sadar kalau
kemampuannya masih belum mampu untuk mengungguli dirinya,
sekalipun demikian dia sama sekali tidak memperlihatkan perasaan
jeri barang sedikitpun jua.
Dengan suara dingin katanya kemudian:
"Jadi kau anggap dirimu sebagai jago nomor wahid dikolong
langit dewasa ini?"
"Tentu saja" sahut Ceng Lan hiang sambil tertawa dingin, "jago
nomor wahid memang pantas bagiku"
Ku See hong yang berada disamping dengan cepat menimbrung.
"Membual setinggi langit, kau benar-benar seorang manusia yang
tak tahu malu.”
Kemudian setelah berhenti sejenak, dia berkata kembali.
"Terus terang saja kukatakan, jago lihay nomor wahid dikolong
langit bukanlah dirimu"
"Saudara cilik, lantas siapakah jago lihay nomor wahid dikolong
langit dewasa ini?" tanya Ceng Lan hiang sambil tertawa merdu
penuh kegenitan.
"Siapakah orangnya, kau tidak berhak untuk tahu"
Kontan saja Ceng Lan hiang tertawa dingin.
"Kau maksudkan dia? Hmmm ... heeehhh... heeehhhh.. .
heeehhh.... terus terang saja kukatakan, beberapa jurus serangan
1217
yang ia pergunakan barusan sangat hapal bagiku, siapa sih yang
tidak tahu kalau jurus-jurus serangan itu berhasil dipelajari dari
kitab pusaka Cang ciong pit kip? Tunggu saja nanti, tidak sampai
sepuluh gebrakan aku dapat menaklukkan dirinya"
Tak terlukiskan rasa kaget dan ngeri Keng Cin sin setelah
mendengar perkataan ini, berbicara dari hal ini, semakin jelaslah
sudah kalau dia tak akan mampu mengungguli dirinya.
Perlu diketahui Ceng Lan hiang adalah istri Bun ji koan su Him Ci
sin, sudah barang tentu segenap ilmu silat yang dipelajari Him Ci sin
melalui kitab pusaka Cang ciong pit kip dapat di pelajari pula
olehnya.
Padahal ilmu silat yang berhasil dicuri belajar oleh Ceng Lan
hiang adalah ilmu silat yang termuat dalam kitab pusaka Cang ciong
pit kip bagian atas, sedangkan ilmu silat yang dipelajari Keng Cin sin
sebagian besar berasal dari ilmu silat yang tercantum dalam kitab
pusaka bagian bawah.
Meskipun diantaranya terdapat pelbagai persamaan dalam gerak
serangannya, namun sesungguhnya berbeda sekali didalam
kenyataannya.
Kalau dibilang Ceng Lan hiang ingin menaklukannya dalam
sepuluh gebrakan saja sudah jelas ucapan itu hanya bersifat gertak
sambal belaka, sebab dalam ratusan gebrakan kemudianpun belum
tentu hal ini bisa dilakukan.
Dengan suara sedingin es Keng Cin sin berkata.
"Tokoh nomor wahid dikolong langit belakangan ini sudah muncul
kembali di dalam dunia persilatan, dia bukan lain adalah pendekar
wanita yang pernah termashur dikolong langit pada lima puluh
tahun berselang, Seng sim cian li (gadis suci berhati malaikat) Hoa
Soat kun adanya"
Begitu mendengar nama Seng sim cian li Hoa Soat kun, paras
muka Ceng Lan hiang seketika itu juga berubah hebat tapi hanya
1218
sejenak kemudian telah pulih kembali seperti sedia kala, dia tertawa
dingin lalu berkata,
"Heeehh... heeh... heeh.:. jangan lagi Seng sim cian li Hoa Soat
kun, sekalipun si tua bangka Bun ji koan su hidup kembali pun
belumtentu dia mampu menandingiku"
Mendengar perempuan itu mengumpat gurunya, Ku See hong
menjadi gusarnya bukan kepalang, segera bentaknya keras-keras:
"Ceng Lan hiang, kau benar-benar seorang wanita bedebah yang
tak berperasaan"
"Mengapa kau mengatakan aku tak berperasaan?" Ceng Lan
hiang tertawa merdu, "andaikata aku tak berperasaan, mungkin kau
sudah mati di tanganku sedari dulu. kaulah yang tidak berperasaan
dengan segala kelembutan dan kasih sayang kulindungi dan kubelai
dirimu, tapi kau...kau telah membalas air susu dengan air tuba....”
"Kau... kau benar-benar manusia tak berperasaan" kembali Ku
See hong berseru, ”mengapa tidak kau bayangkan kalau guruku
Him Ci sin adalah suamimu? Tapi kenyataannya kau telah
mencelakainya dengan t ipu muslihat, kau telah menghianatinya .."
Ceng Lan hiang kembali tertawa seram.
"Antara aku dengannya sama sekali tidak terjalin hubungan
suami dan istri, dia adalah musuh besarku: Andaikata orang tuamu
terbunuh apakah dendam sakit hati itu tak boleh dibalas? Apa
salahnya kalau kubunuh dirinya?"
"Ayahmu adalah seorang manusia laknat yang licik, rendah dan
tak tahu malu, guruku membunuhnya karena ingin melenyapkan
bibit bencana dari muka bumi"
"Hmmm, aku ingin bertanya kepadamu" kata Ceng Lan hiang
dengan suara dingin "dalam pandangan umat persilatan dari seluruh
kolong langit, mereka bilang Bun ji koan su sebagai manusia laknat?
Ataukah ayahku si Thi kiam kim ciang ceng it huang (pedang baja
telapak tangan emas yang menggetarkan jagad) sebagai manusia
laknat ....?"
1219
"Tentu saja Pedang baja telapak tangan emas menggetarkan
jagad sebagai manusia laknat!" sahut Ku See hong tak kalah
gusarnya.
Tiba-tiba Pedang sakti kayu baja Cu pok tertawa dingin, lalu
timbrungnya:
"Ku sute, aku ingin bertanya kepadamu, apa sebabnya segenap
umat persilatan didunia ini ingin membunuh Bun ji koan su"
"Murid durhaka manusia laknat, kau pernah menerima budi
kebaikan sedalam lautan darinya, tapi kenyataannya kau telah
menghianatinya. bahkan menuduh guru sendiri sebagai manusia
laknat, kau.... sesungguhnya kau ini manusia atau binatang"
Sambil tertawa Jian hun kim ciang (Telapak tangan emas sukma
cacad) Tu Pak kim menimbrung.
"Di dalam pandangan orang, baik si pedang baja telapak tangan
emas yang menggetarkan jagad maupun Bun ji koan su sama-sama
merupakan guru kami, tentu saja kami berbicara menurut keadilan
dan kebenaran tanpa bermaksud berat sebelah dengan membelai
salah satu pihak. Waktu itu Bun ji koan su kasar dan jahat, berbuat
sewenang-wenang tanpa tahu diri, coba bayangkan saja manusia
macam itukah yang kau maksudkan sebagai orang baik? Hari ini
kalau dibicarakan yang sesungguhnya kita semua masih terikat
hubungan, asal kau bersedia untuk menggabungkan diri dengan
perkumpulan Ban sia kau kami, sudah pasti aku berusaha untuk
mendamaikan persoalan ini dan menyingkirkan segala pertentangan
yang terjalin diantara kita selama ini"
Mendengar ucapan tersebut Ku See hong segera mendengus
dingin dengan nada sinis dan menghina.
"Hmmmm, diantara kita terjalin dendami sakit hati yang lebih
dalam dari pada samudra, sudahlah, tak usah banyak berbicara lagi,
kalian kawanan manusia laknat yang berhati busuk, tak pantas
untuk hidup terus didunia ini, aku telah bertekad hendak membunuh
kalian semua.”
1220
"Kalau toh kau keras kepala terus, apa boleh buat, ini berarti kau
sendirilah yang mencari penyakit untuk diri sendiri" kata telapak
tangan emas sukma cacad Tu Pak kim cepat.
Ceng Lan hiang tertawa cabul, kembali dia berkata.
"Saudara cilik, lebih baik kau menyerah saja untuk masuk ke
dalam pelukanku, pokoknya kujamin kau tak akan menderita
kerugian barang seujung rambutpun"
Ku See hong benar-benar merasa gusar sekali, dia tak
menyangka kalau dikolong langit terdapat perempuan yang begitu
tak tahu malu seperti ini, saking gusarnya perasaan pemuda ini
malah menjadi jauh lebih tenang, dengan suara dingin dia lantas
berkata:
"Ceng Lan hiang, kau nampaknya sudah tak dapat merubah
sifatmu, kecabulanmu tak ada obatnya lagi kecuali dibunuh sampai
mampus.”
"Saudara cilik, mengapa sih kau menuduh aku sebagai
perempuan cabul? Kau masa belum tahu hingga sekarang aku
belum pernah kawin secara resmi dengan siapa pun" kata Ceng Lan
hiang sambil tertawa cekikikan.
Benar-benar tak disangka kalau perkataan semacam inipun dapat
di utarakan olehnya, boleh dibilang perempuan semacam ini
merupakan perempuan paling tak tahu malu didunia ini ....
"Ceng Lan hiang!" Keng Cin sin segera menegur dengan suara
dingin:
"Perempuan macam kau hanya akan merusak martabat
perempuan-perempuan lainnya, malam ini aku bersumpah hendak
melenyapkan dirimu dari muka bumi"
Ceng Lan hiang segera tertawa dingin:
"Heehh . . heehh. .. heehh .... dengan mengandalkan
kemampuan yang kau miliki itu, kau ingin mengusik seujung
1221
rambutku! Hmmm, jangan bermimpi disiang hari bolong, hal ini
akan lebih sulit kau lakukan ketimbang memanjat ke atas langit "
"Ceng Lan hiang, walaupun kau tidak menghormati Bun ji koan
su sebagai suami mu, masa kaupun tidak mencintai putri
kandungmu sendiri?"
Rupanya Keng Cin sin yang memperhatikan keadaan situasi hari
ini segera menyadari betapa minimnya kekuatan mereka berdua,
andaikata dia dan Ku See hong harus melangsungkan pertarungan
secara kekerasan dengan mereka, sudah jelas kemenangan tak
mungkin bisa diperoleh. Apalagi kalau sampai tertangkap oleh
musuh, sudah pasti penderitaan dan siksaan kembali akan
dialaminya, malahan bukan jadi peristiwa tersebut akan merembet
pula pada diri Himji im pula serta Im Yan cu sekalian.
Itulah sebabnya dia ingin mengungkap sedikit sifat dari Ceng Lan
hiang atau lebih tepatnya dikatakan hendak mengetuk hati
perempuan ini melalui putrinya untuk memancing kembali
munculnya sifat baik darinya.
Sambil tertawa Ceng Lan hiang segera berkata.
"Dia termasuk separuh dari darah dagingku, tentu saja aku
sangat mencintai nya, kalau tidak masa dia dapat tumbuh menjadi
dewasa..."
"Tahukah kau bahwa putrimu sudah menjadi istrinya Ku See
hong ....”
Mendengar perkataan itu, paras muka Ceng Lan hiang berubah
hebat, sekalipun dia cabul dan jalang, akan tetapi terhadap Him ji
im boleh dibilang masih mempunyai perasaan cinta seorang ibu
terhadap anaknya, dan perasaan ini sebagai perasaan alami
manusia.
Itulah sebabnya dia menjadi sangat terkejut setelah mendengar
perkataan itu, tapi rasa kaget tersebut hanya berlangsung sekejap
saja, sebab napsu birahinya yang makin berkobar telah menutupi
kesadarannya itu.
1222
Yaa, sifat jalang perempuan ini memang sudah mencapai taraf
yang tak dapat diohati lagi.
Sambil tertawa dingin Ceng Lan hiang segera berkata.
"Dia adalah putriku, dengan siapa dia akan kukawinkan, dia akan
kawin pula dengan siapa"
"Hmm! Mengapa kau secara ngawur mengatakan kalau dia
adalah istri Ku See hong? Memangnya kau adalah ibunya"
"Putrimu sangat mencintai Ku See hong, mereka pun sudah
melangsungkan hubungan sebagaimana layaknya suami dan istri,
andaikata kau masih mempunyai perasaan cinta sebagai seorang ibu
terhadap anaknya, maka kau sudah seharusnya menjodohkan
mereka, jika watak jahatmu ini belum juga kau rubah, suatu hari
kau pasti akan merasa menyesal"
Ceng Lan hiang sudah tak mampu untuk menahan diri lagi,
mendadak ia membentak dengan suara menggeledek.
"Suheng berdua thamcu bertiga! Kalian cepat bekuk orang ini,
serahkan urusan Ku See hong kepadaku"
Dengan cemas Ku See hong segera berseru.
"Nona, kau saja yang menghadapinya, biar aku yang membunuh
kawanan manusia laknat ini!"
Ditengah pembicaraan serentetan cahaya pelangi sudah
menyambar di tengah udara...
Akan tetapi Ceng Lan hiang te!ah bertindak jauh lebih cepat lagi,
dengan suatu gerakan yang aneh tiba-tiba saja dia mendesak kesisi
tubuh Ku See hong, lalu jari tangannya disentilkan ke depan,
serentetan hawa serangan yang amat tajam dengan cepat
menyerang jalan darah penting di pergelangan tangan kanan Ku
See hong.
Tanpa berpikir panjang lagi Ku See hong segera mengeluarkan
gerakan tubuh Mi khi biau tiong sin hoat untuk berkelit ke kiri dan
1223
mengigos ke kanan, secara sakti dan aneh dia menghindarkan diri
dari sergapan jari tangan lawan.
Sementara itu Pedang Hu thian seng kiam nya melancarkan
serentetan cahaya tajam yang berkilauan, lalu bagaikan ular sakt i
menyelinap ke depan dan menggulung tubuh ke tiga orang thamcu
tersebut.
Cahaya pedang yang berwarna merah secara berlapis-lapis
menggulung diangkasa. membuat siapa pun tak dapat menebak ke
arah manakah serangan pedang itu di tujukan.
Tiga orang thamcu tersebut tak berani menghadapi serangan
lawan dengan kekerasan, serentak mereka memisahkan diri ke
empat penjuru.
Gagal dengan serangannya Ceng Lan hiang menggerakkan
tubuhnya lagi siap menerkam Ku See hong.
Saat itulah tiba tiba Keng Cin sin membentak nyaring, tubuhnya
menyelinap datang dari arah samping, kemudian sepasang telapak
tangannya membuat satu gerakan melingkar didepan dada dan
bersama-sama ditolakkan ke depan.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat segera meluncur
keluar menyusul gerakan menolak tadi dan menyerang tubuh Ceng
Lan hiang..
Serangan yang dilancarkan dengan mengerahkan segenap
tenaga ini membawa serta pula desingan angin tajam seperti suara
guntur yang menggelegar membelah bumi, dahsyatnya tak
terlukiskan dengan kata-kata.
Gulungan angin yang berpusing diikuti deruan angin puyuh
langsung menyapu seluruh permukaan tanah dengan hebatnya.
Berubah hebat paras muka Ceng Lan hiang menghadapi
datangnya ancaman tersebut, tubuhnya yang ringan segera
menyelinap ke dalam gulungan angin serangan yang maha dahsyat
tersebut, sementara ujung bajunya yang berkibar terhembus angin
menggulung ke kiri dan ke kanan secara aneh.
1224
Serangan angin puyuh yang dilancarkan oleh Keng cin sin ini
seakan-akan terjerumus ke balik se lapis hawa kekuatan yang
lembek, tiba-tiba saja hilang lenyap tak berbekas seperti menguap
ke udara saja.
Tidak menunggu sampai pihak lawan merubah gerakan, Keng Cin
sin segera mengayunkan kaki kirinya melancarkan sebuah
tendangan kilat.
Deruan angin serangan yang tajam dengan cepat meluncur
kemuka dan mengancam jalan darah Thian ci hiat dipinggang
sebelah kiri Ceng Lan hiang.
Pertarungan antara jago lihay memang berbeda sekali dengan
pertarungan-pertarungan biasa, sebab dalam satu gerakan yang
amat sederhana sekalipun dapat membawa korbannya menuju ke
tepi jurang kehancuran total .....
Tendangan kilat itu dilepaskan amat cepat, aneh, dahsyat dan
mematikan.
Kendatipun Ceng Lan hiang memiliki kepandaian silat yang
sangat lihay, toh ia tak berani menyambut datangnya tendangan
kilat tersebut dengan kekerasan.
Kaki kirinya segera berputar ke belakang, kemudian secara indah
sekali dia melayang mundur sejauh tiga langkah ke belakang.
Keng Cin sin tahu pertarungan antar jago lihay sangat berbeda
dengan pertarungan biasa, yang terpenting adalah berusaha
merebut posisi yang lebih menguntungkan.
Maka sambil membentak nyaring, tidak sampai kaki kirinya ditarik
kembali, tubuh nya sudah melambung ke udara, kemudian kaki
kanannya sekali lagi diayunkan ke depan menendang jalan darah In
hou hiat di tenggorokan lawan.
Ilmu tendangan semacam ini merupakan perubahan ilmu
tendangan Lian huan tui dari aliran utara yang tertera dalam kitab
pusaka Cang ciong pit kip, kedahsyatannya benar-benar luar biasa.
1225
Ceng Lan hiang yang bermata jeli dan bertubuh gesit cepat-cepat
miringkan kepala nya ke samping, telapak tangan kiri nya
melancarkan bacokan miring kesamping, sementara telapak tangan
kanannya diayun kan ke muka, dua gulung angin serangan yang
dahsyat secepat kilat meluncur ke depan secepat kilat dan menyapu
apa saja yang ditemui ......
Begitu serangan tersebut dilancarkan, dua gulung angin pukulan
itu satu dari atas yang lain dari bawah tiba-tiba saling bertemu
ditengah jalan, angin pukulan yang berpusing segera memancar ke
empat penjuru...
Tiba-tiba saja kedua gulung angin serangan tersebut berubah
menjadi belasan gulung desingan angin jari tangan yang mendesis
diangkasa, lalu seperti sepuluh bilah pedang langsung menyergap
sepuluh buah jalan darah penting di seluruh badan Keng Cin sin.
Ternyata dalam suatu gebrakan itu Ceng Lan hiang berniat
hendak melukai Keng Cin sin, itulah sebabnya disaat melancarkan
dua gulung serangan tadi, diam-diam ia telah mempersiapkan
serangan lainnya.
Disaat yang terakhir inilah ke sepuluh jari tangannya mendadak
disentilkan ke depan dan melepaskan serangan dahsyat.
Berada ditengah udara Keng Cin sin merasakan ditengah
gulungan angin serangan yang dahsyat terselip sepuluh gulung
desingan angin jari yang membawa desingan dahsyat, bahkan
seperti jaring langit saja, langsung mengurung jalan darah penting
disekujur badannya.
Dalam terkesiapnya buru-buru dia mengeluarkan ilmu
simpanannya yang pernah dipelajari dari kitab pusaka Cang ciong
pit kip, sepasang tangannya diputar kencang melancarkan selapis
hawa serangan yang amat tangguh.
Rupanya kedua tangannya itu bukan sembarang berputar dengan
begitu saja, tampak ke sepuluh jari tangannya mencakar dan
menyambar tiada hentinya sehingga kesepuluh gulung angin
1226
serangan dari Ceng Lan hiang berhasil pula dipunahkan tanpa
menimbulkan sedikit suarapun.
Keng Cin sin dan Ceng Lan hiang memang merupakan sepasang
musuh bebuyutan yang seimbang, serentak mereka membentak
nyaring dan maju bersama kedepan, jurus-jurus simpanan yang
ganas, dahsyat dan mematikan pun dilancarkan tiada hentinya ....
Sodokan jari tangannya, bacokan tangan tendangan kilat.
Kebasan, getaran dan bentakan hampir semuanya dilancarkan
secara beruntun.
Anggota badan mereka seakan-akan sudah berubah menjadi
senjata yang mematikan, untuk beberapa saat tampak bayang kaki
dan telapak tangan membukit diangkasa, seperti jaring langit yang
disertai gulungan angin pukulan yang dahsyat seperti gulungan
ombak ditengah samudra, pada hakekatnya sama sekali tidak
ditemukan setitik tempat kosong pun.
Sebagaimana diketahui, kedua orang
Anda sedang membaca artikel tentang Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4 dan anda bisa menemukan artikel Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4 ini dengan url https://cerita-eysa.blogspot.com/2012/07/cerita-dewasa-ngentot-silat-dendam.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4 sumbernya.

Unknown ~ Cerita Silat Abg Dewasa

Cersil Or Post Cerita Dewasa Ngentot Silat : Dendam Sejagad 4 with url https://cerita-eysa.blogspot.com/2012/07/cerita-dewasa-ngentot-silat-dendam.html. Thanks For All.
Cerita Silat Terbaik...

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar